Edu Geography 3 (1) (2014)
Edu Geography
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo
PENGEMBANGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TONGKAT BICARA
BERBANTUAN MULTIMEDIA KUIS KREATOR
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA
RAKYAT PESERTA DIDIK SMA
Layla Ramdhan Nurfasani
Sunarko, Suroso
Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Info Artikel
________________ Sejarah Artikel: Diterima April 2014 Disetujui Mei 2014 Dipublikasikan Juni 2014 ________________ Keywords: Knowledge; Participation; Healthy School Environment ____________________Abstrak
___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah, (2) engetahui tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat (3) hubungan antara pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dengan tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP negeri 1 Mrebet. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa kelas VII, kelas VIII dan kelas IX SMP Negeri 1 Mrebet yang berjumlah 843 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik Stratified ProportionalRandom Sampling dengan sampel sejumlah 127 siswa. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari
variabel bebas yaitu pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dan variabel terikatnya yaitu tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik statistika deskriptif dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dari rata-rata nilai tes pengetahuan didapatkan tingkat pengetahuan dengan kriteria baik. Untuk partisipasi siswa dibagi ke dalam partisipasi berupa pikiran, berupa tenaga, dan berupa keahlian. Dari hasil penelitian didapatkan: partisipisi berupa pikiran masuk dala kriteria rendah,partisipasi tenaga masuk dalam kriteria sedang, partisipasi berupa tenaga masuk dalam kriteria sedang dan partisipasi berupa keahlian masuk dalam kriteria rendah.
Abstract
___________________________________________________________________
This study aims to: (1) Knowing the student,s knowledge about the healthy school environtment, (2) determine the level of participation of students to create a healthy school environtment, (3) the reliationship between student,s knowledge about the healthy school environtment with the level of participation of students to create a healthy school environtment in SMP Negeri 1 Mrebet.The population in this study were all students of class VII, class VIII and class IX in SMP Negeri 1 Mrebet. The variables in the study is consisted of a free variable that student,s knowledge about the healthy school environtment and the dependent variable is the level of participation of students to create a healthy school environtment in SMP Negeri 1 Mrebet. Data collected by test, questionnaire, interview and documentation. Data analysis technique in this study is descriptive statistical technique and product moment correlations analysis. Result showed student,s knowledge about the healthy school environtment is the good criteria. Student’s participation in the form of thought included in the low criteria, participation in the form of power included in the medium criteria and participation in the form of skill included in the low criteria.
© 2014 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Gedung C1 Lantai 2 FIS Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: [email protected]
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014) PENDAHULUAN
Berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita seperti perubahan iklim dan rusaknya alam menuntut kita untuk berubah. Perubahan dalam arti perbaikan pada semua aspek di kehidupan dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan, salah satunya perubahan dalam pendidikan pada semua tingkat dan pada setiap penunjang pendidikan, salah satu bentuknya adalah pelaksanaan sekolah sehat. Seperti yang tercantum dalam UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan (pasal 45) yang berbunyi “Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik di lingkungan sehat sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas”. Dilihat dari penataan lingkungan SMP Negeri 1 Mrebet yang sudah baik, melalui indera penglihatannya siswa dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan lingkungan sekolah melalui penataan lingkungan sekolahnya , ditambah dengan ketersediaan buku, surat kabar dan internet, serta penjelasan yang diberikan oleh guru dalam proses belajar mengajar, penjelasan orang tua dan teman sebayanya mengenai kesehatan lingkungan sekolah. pengetahuan siswa tentang bagaimana seharusnya kesehatan lingkungan sekolah bisa sekali terbentuk Dilihat dari partisipasi siswa juga sudah baik, terlihat dalam keikutsertaan mereka dalam kegiatan bersih- bersih di SMP Negeri 1 Mrebet. Hanya saja, keikutsertaan itu terbentuk karena faktor pengetahuan yang mereka punya ataukah karena faktor lain yang menyertainya, seperti faktor peraturan di sekolah contohnya. Hal ini masih harus diteliti lebih lanjut. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti hubungan antara pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dengan tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) Mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah, 2) Mengetahui
tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet dan 3) Mengetahui hubungan antara pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dengan tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet.
Manfaat yang dapat di ambil dari penelitian ini dibagi menjadi dua, yang pertama manfaat teoritis yang meliputi: 1) Dapat dijadikan sebagai salah satu bahan rujukan pengembangan sekolah sehat, baik tingkat Sekolah dasar, Sekolah Menengah pertama, maupun Sekolah Menengah atas atau sederajat; 2) Dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi penelitian berikutnya, baik yang dilakukan oleh mahasiswa atau yang lainnya, secara perorangan ataupun kelompok.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mrebet, Jl. Raya Mrebet-Purbalingga, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII, VII dan IX SMP Negeri 1 Mrebet sejumlah 843 siswa dan sampel Sedangkan untuk penarikan sampel siswa, mengingat populasinya cukup besar maka penentuan sampelnya didasarkan pada ketentuan yang diungkapkan Arikunto (2006:134), yaitu sebagai berikut: Apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15%, atau 20-25% atau lebih. yang digunakan sebanyak 127 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah, dan variable terikat dalam penelitian ini adalah partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Uji prasyarat korelasi yang digunakan adalah uji normalitas. Metode analisis data yang
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014) digunakan dalam penelitian ini adalah statistika
deskriptif dan analisis korelasi product moment
HASIL PENELITIAN Profil sekolah
Kondisi fisiknya SMP Negeri 1 Mrebet baik, lingkungan di dalam sekolah tertata rapi, bersih dan sejuk karena terdapat pepohonan yang cukup banyak yang terletak didepan kelas dan ruangan-ruangan lain di sekolah, tidak hanya di halaman bagian dalam sekolah, tetapi tamanisasi di halaman luar sekolah juga baik, hampir sepertiga dari lahan yang berada di halaman luar sekolah digunakan untuk pembuatan taman yang ditanami pohon-pohon sejenis Palem Botol dan Akasia. Ruang kelasnya terlihat rapi dan bersih, ventilasi tercukupi berupa ventilasi yang terletak di atas jendela dan berupa jendela yang dengan mudah dibuka tutup sebagai ventilasi silang untuk keluar masuknya udara dan cahaya matahari yang nantinya akan mendukung pencahayaan alami
dari sinar matahari di dalam kelas, sehingga energi listrik bisa dihemat pada penggunaan di siang hari. Meja dan kursi juga bersih dari coretan, kamar mandi jumlahnya memadai untuk digunakan bagi para siswa dan guru, jumlah keseluruhan sekitar 10 buah kamar mandi, letaknya tersebar di tempat yang mudah dijangkau karena jaraknya tidak terlalu jauh dari kelas, kamar mandi di SMP Negeri Mrebet terlihat bersih dan bebas dari jentik nyamuk, tidak tercium bau yang tidak sedap karena di setiap WC/kamar mandi diberi kapur barus sebagai pengharum ruangan, Tempat cuci tangan tersedia secara cukup dan pembagiannya baik, yaitu 1 tempat cuci tangan maksimal untuk 2 kelas.. Tempat sampah tersedia di depan setiap ruangan di SMP Negeri 1 Mrebet, hanya saja bentuknya yang masih sederhana, yaitu hanya berupa drum kecil.
Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan
Lingkungan Sekolah.
Tabel 1. Pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah Variabel Kelas Interval
(nilai) kriteria f % Mean (M) Mf
Pengetahua n 0 - 1,33 Kurang 0 0 0,6 0 1,34 - 2,33 Cukup 7 5,5 1,8 12,6 2,34 – 3,33 Baik 72 56,7 2,8 201,6 3,34 – 4,00 Sangat Baik 48 37,8 3,7 176,6,6 Jumlah 127 100 391,8 Rata-rata 3,08 Kriteria Baik
Sumber: Hasil Penelitian, 2013
Dari tabel 1. Dapat dijelaskan dari responden siswa di SMP Negeri 1 Mrebet sebanyak 127 siswa, dapat diketahui bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah masuk dalam kriteria kurang sebanyak 0 responden dengan persentase 0 %. untuk kriteria cukup sebanyak 7 responden dengan persentase 5,5 %, untuk kriteria baik sebanyak 72 responden dengan persentase 56,7 % , untuk kriteria sangat baik sebanyak 48 responden dengan presentase 37,8 %. Didapatkan rata-rata nilai sebesar 3,08. Berdasarkan pedoman kriteria baku penilaian
raport kurikulum 2013, rata-rata nilai tersebut menunjukkan bahwa Pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah ini masuk dalam kriteria “ Baik”.
Partisipasi Siswa Untuk Terciptanya
Lingkungan Sekolah Yang Sehat
Dalam penelitian ini mengacu pada tiga sub vareiabel yaitu partisipasi berupa pikiran ( kesadaran, partisipasi berupa tenaga dan partisipasi berupa keahlian). Tingkat partisipasi siswa berupa pikiran (kesadaran) untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dapat dilihat pada tabel 2.
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014)
Tabel 2. Tingkat Partisipasi Siswa Berupa Pikiran (kesadaran) Untuk Terciptanya Lingkungan Sekolah yang Sehat
Sumber: Hasil Penelitian, 2013
Dari tabel 2. Dapat dijelaskan dari responden siswa di SMP Negeri 1 Mrebet sebanyak 127 siswa, dapat diketahui bahwa Partisipasi siswa dalam bentuk pikiran (kesadaran) masuk dalam Kriteria rendah 16 responden dengan persentase 12,6 %. Untuk kriteria sedang sebanyak 83 responden dengan persentase 65,3 %, untuk kriteria tinggi sebanyak 28 responden dengan persentase 22 %
,didapatkan rata-rata skor sebesar 12,8. Dari hasil rata-rata skor angket partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat tersebut, partisipasi siswa berupa pikiran (kesadaran) masuk dalam kriteria “ sedang ”. Tingkat partisipasi siswa berupa tenaga untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Tingkat Partisipasi Siswa Berupa Tenaga Dalam Pembentukan Lingkungan Sekolah Sehat Sub Variabel Kelas interval
(skor) Kriteria F % Mean (M) Mf Partisipasi siswa berupa tenaga 13 – 21,6 Rendah 1 0,8 17,3 17,3 21,7 – 30,3 Sedang 71 55,9 26 1846 30,4 – 39 Tinggi 55 43,3 34,7 1908,5 Jumlah 127 100 3761,8 Rata-rata 29,7 Kriteria Sedang
Sumber: Hasil Penelitian, 2013
Dari tabel 3. Dapat dijelaskan dari responden siswa di SMP Negeri 1 Mrebet sebanyak 127 siswa, dapat diketahui bahwa Partisipasi siswa berupa tenaga dalam kriteria rendah sebanyak 1 responden dengan persentase 0,8 %. Untuk kriteria sedang sebanyak 71 responden dengan persentase 55,9 %, untuk kriteria tinggi sebanyak 54 responden dengan
persentase 43,3 % didapatkan rata-rata skor sebesar 29,7 , Dari hasil rata-rata skor angket partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat tersebut, partisipasi siswa berupa tenaga masuk dalam kriteria “sedang”. Tingkat partisipasi siswa berupa keahlian untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dapat dilihat pada tabel 4.
Sub Variabel Kelas interval (skor) Kriteria F % Mean (M) Mf Partisipasi siswa berupa pikiran (kesadaran) 6 – 10 Rendah 16 12,6 8 127 11- 14 Sedang 83 65,3 12,5 1037,5 15 – 18 Tinggi 28 22,0 16,5 462 Jumlah 127 100 1626,5 Rata-rata 12,8 Kriteria Sedang
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014)
Tabel 4. Frekuensi tingkat Partisipasi Siswa Berupa Keahlian Dalam Pembentukan Lingkungan Sekolah Sehat Sub Variabel Kelas Interval (skor) Kriteria F % Mean (M) Mf Partisipasi siswa berupa keahlian. 2 – 3,3 Rendah 98 76,6 2,6 254,8 3,4 – 4,7 Sedang 25 19,7 4,1 105,2 4,8 – 6 Tinggi 4 3,1 5,4 21,6 Jumlah 127 100 381,6 Rata-rata 3,0 Kriteria Rendah
Sumber: Hasil Penelitian, 2013
Dari tabel 4. dapat dijelaskan, dari responden siswa di SMP Negeri 1 Mrebet sebanyak 127 siswa, dapat diketahui bahwa Partisipasi siswa dalam bentuk keahlian masuk dalam kriteria rendah 97 responden dengan persentase 76,6 %. Untuk kriteria sedang sebanyak 25 responden dengan persentase 19,7 %, untuk kriteria tinggi sebanyak 4 responden dengan persentase 3,1 %. Didapatkan rata-rata skor sebesar 3,0. Dari hasil rata-rata skor angket partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat tersebut, partisipasi siswa berupa keahlian dalam masuk dalam kriteria “rendah”.
Uji prasyarat di dalam penelitian adalah uji normalitas, dari uji normalitas diperoleh nilai sig = 0,100> 0,05 Hasil tersebut menunjukkan sebaran data pada pengetahuan tentang kesehatan lingkungan sekolah berdistribusi normal.
Analisis hubungan kedua variabel dapat dinyatakan dengan hasil analisis korelasi product
moment. Setelah dihitung menggunakan korelasi product moment oleh Pearson, didapatkan
koefisien korelasi sebesar 0,06, dari koefisien korelasi itu menunjukkan bahwa hubungan di antara kedua variabel sangat rendah, dari perbandingan antara rhitung dengan r tabel menunjukkan bahwa rhitung (0,06) > r tabel (0,174) pada taraf kesalahan 5% menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan, dengan kesimpulan keseluruhan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dengan tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya
lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa SMP Negeri 1 Mrebet tentang kesehatan lingkungan sekolah masuk dalam kriteria baik. Di SMP Negeri 1 Mrebet sendiri, setelah dilakukan penelitian di dapatkan bahwa siswa memperoleh pengetahuan dan pemahaman itu dari melihat lingkungan sekolahnya, dimana mereka melihat dan merasakan pengalaman berupa kenyamanan dari tertatanya lingkungan sekolah mereka, merasakan kenyamanan dari lingkungan sekolah yang bersih dan asri, mereka menghayati dan mengambil kesimpulan bahwa seperti itulah seharusnya kesehatan lingkungan sekolah, dilihat dari penataan lingkungan fisiknya yang sudah sedemikian baik. Mereka juga mendapat pengetahuan dari mengingat penjelasan guru-guru mereka mengenai kesehatan lingkungan pada umumnya dan kesehatan lingkungan sekolah pada khususnya, antara lain apa kesehatan lingkungan sekolah itu, bagaimana ciri-cirinya dan bagaimana membentuk lingkungan sekolah menjadi sehat. Pengetahuan juga siswa dapatkan dari membaca di surat kabar di perpustakaan dan artikel mengenai kesehatan lingkungan sekolah yang dimuat di internet ataupun di surat kabar .
Dalam tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dimana partisipasi tersebut terbagi menjadi 3 jenis, yaitu partisipasi berupa pikiran
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014) (kesadaran), partisipasi berupa tenaga dan
partisipasi berupa keahlian.
Dalam penelitian ini, partisipasi siswa dalam bentuk pikiran (kesadaran) masih dalam kriteria sedang. Hal ini disebabkan karena untuk sumbangan ide terhadap kegiatan sekolah yang berhubungan dengan pembentukan lingkungan sekolah sehat masih belum dilakukan oleh seluruh siswa, ide biasanya muncul hanya dari beberapa siswa saja yang tergabung di dalam OSIS. Kesadaran siswa untuk buang sampah pada tempatnya, penggunaan WC/toilet untuk buang air besar ataupun buang air bersih jika dilihat dari penelitian angket hasilnya sudah baik, namun untuk kesadaran dalam penghematan energi listrik masih minim dengan berbagai alasan yang muncul dari siswa, seperti karena mereka terburu-buru dan karena mereka lupa untuk mematikan lampu jika kelas sedang tidak digunakan.
Partisipasi berupa tenaga dari siswa di SMP Negeri 1 Mrebet masuk dalam kategori sedang, terlihat dari jawaban yang diberikan pada angket partisipasi, siswa cenderung lebih memilih pilihan kedua dari tiga alternatif jawaban, hal ini menunjukkan bahwa siswa berpartisispasi, namun tidak terlalu sering dan kebanyakan dari mereka juga melakukan partisipasi ini karena faktor aturan yang ada di sekolah ditambah adanya pengawasan dari guru-guru saat kegiatan berlangsung, contohnya pada saat kegiatan jumat bersih, saat guru berada di dekat siswa untuk mengawasi, siswa akan berpartisipasi aktif dalam kegiatan, namun jika guru sudah tidak berada di situ, maka siswa akan berhenti membersihkan dan berkumpul dengan temannya untuk mengobrol.
Partisipasi siswa berupa keahlian di SMP Negeri 1 Mrebet masuk dalam kriteria rendah. Partisipasi dalam bentuk ini berhubungan dengan keahlian siswa untuk membuat karya yang berhubungan dengan hal-hal pendukung kesehatan lingkungan sekolah, contohnya membuat poster yang berisi ajakan untuk menjaga kebersihan sekolah, membuat artikel, puisi, maupun cerpen yang berhubungan dengan sekolah sehat yang ditempel di majalah dinding disekolah ataupun membuat sebuah karya yang
bisa diikutkan pada lomba yang mengangkat tema lingkungan hidup. Namun, dari hasil penelitian terlihat pada majalah dinding sebagai wadah penyaluran kreatifitas siswa, tidak ada karya yang berisi ajakan dan dukungan tentang terciptanya lingkungan sekolah sehat, dan jika dilihat dari rentetan prestasi yang diperoleh siswa baik di tingkat sekolah hingga kabupaten, tidak terdapat prestasi dari lomba yang berkaitan dengan lingkungan hidup. siswa terlihat masih enggan untuk membuat karya yang berhubungan dengan lingkungan hidup pada umumnya dan kesehatan lingkungan sekolah pada khususnya. Alasan yang diberikan oleh para siswa bermacam-macam dari mulai sukar mendapat inspirasi hingga malas untuk membuat karya yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil analisis statistik yang telah dilakukan menggunakan analisis korelasi
product moment, hasilnya adalah tidak ada
hubungan antara pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dengan tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet namun hubungan antara keduanya sangat rendah. Dalam penelitian di SMP Negeri 1 Mrebet ini, setelah dilakukan penelitian secara mendalam didapatkan kesimpulan bahwa, pengetahuan siswa SMP Negeri 1 Mrebet tentang kesehatan lingkungan sekolah memang baik, tetapi partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP negeri 1 Mrebet tidak masuk dalam kriteria tinggi, hanya berada tingkat sedang. Lingkungan SMP negeri 1 Mrebet yang sehat tidak terbentuk oleh partisipasi siswa secara dominan, tetapi lingkungan sehat tersebut terbentuk karena peran dari tukang kebun. selain itu sebagian besar partisipasi yang dilakukan siswa tidak berdasarkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan sekolah yang mereka miliki, tetapi partisipasi itu terbentuk karena adanya perintah dan pengawasan yang dilakukan oleh guru saat kegiatan berlangsung. Seperti yang dikemukakan oleh Ajzen dan Fishbein dalam Azwar (2011:18) yang menyatakan bahwa respon perilaku ditentukan tidak saja oleh sikap
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014) individu akan tetapi juga oleh aturan subjektif
yang ada dalam diri individu dan situasi di dalamnya, di mana semakin kompleks situasinya dan semakin banyak faktor yang ikut, akan menjadi pertimbangan dalam bertindak. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Noeng Muhajir dalam Suryosubroto (2009:299) yang menyatakan bahwa tumbuhnya partisipasi siswa dapat dilihat dari derajat partisipasinya, salah satunya yaitu, partisipasi tanpa mengenal objek partisipasi di mana siswa berpartisipasi karena diperintahkan untuk ikut. Hal ini juga menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet ini tidak terbentuk oleh partisipasi siswanya secara dominan, tetapi pihak sekolah lebih banyak turun tangan melalui tukang kebun dan tukang kebersihan untuk membentuk lingkungan sekolahnya menjadi sehat dan tertata seperti sekarang.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : pertama, Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Negeri 1 Mrebet tentang kesehatan lingkungan sekolah masuk dalm kriteria baik. terlihat dari kemampuan menjawab soal dalam tes yang diberikan, rata-rata nilai yag didapatkan sebesar 76,8 dimana dalam pedoman kriteria penilaian raport di SMP Negeri 1 Mrebet nilai tersebut masuk dalam kriteria baik. Kedua, partisipasi siswa berupa pikiran (kesadaran) masuk dalam kriteria sedang jika dilihat dari jawaban dalam angket yang lebih memilih pilihan kedua (bernilai sedang) dari 3 pilihan jawaban dan dari kenyataan dilapangan bisa terlihat dari kurangnya partisipasi siswa untuk memberikan ide tentang kegiatan yang berhubungan dengan terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan kesadaran siswa yang minim dalam menghemat energi berupa listrik dan air di sekolah. Ketiga, partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat berupa tenaga masuk dalam kriteria sedang terlihat dari jawaban dalam angket yang lebih memilih pilihan kedua (bernilai sedang) dari 3 pilihan jawaban, dapat disimpulkan bahwa
siswa sudah berpartisipasi, namun tidak terlalu sering danbanyak dari partisipasi itu terbentuk karena adanya perintah dan pengawsan yang dilakukan oleh guru, menunjukkan bahwa keinginan yang dimiliki siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat masih belum tinggi, siswa sudah berpartisipasi, namun partisipasi itu tidak secara penuh.
Keempat, partisipasi siswa berupa keahlian
masuk dalam kriteria rendah dimana dalam angket kebanyakan siswa memilih pilihan ketiga (bernilai rendah) menunjukkan bahwa siswa masih belum berpartisipasi dengan menyumbangkan keahliannya, jika dilihat dilapangan tidak ada karya dan penghargaan yang terpampang baik di majalah dinding maupun rak piala yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan pembentukan lingkunga sekolah yang sehat. Kelima, dari perhitungan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,06, koefisien korelasi itu menunjukkan bahwa hubungan di antara kedua variabel sangat rendah, dari perbandingan antara rhitung dengan r tabel menunjukkan bahwa rhitung (0,06) > r tabel (0,174) pada taraf kesalahan 5% menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan, dengan kesimpulan keseluruhan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan siswa tentang kesehatan lingkungan sekolah dengan tingkat partisipasi siswa untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat di SMP Negeri 1 Mrebet, menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang sehat di SMP negeri 1 Mrebet tidak terbentuk karena partisipasi siswanya secara dominan, tetapi karena peran yang dominan dari tukang kebun dan partisipasi yang dilakukan oleh siswa sebagian besar tidak muncul karena pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki, namun partisipasi tersebut terjadi akibat adanya perintah dan pengawasan yang dilakukan oleh guru.
Saran yang diberikan adalah: Pertama, pihak SMP Negeri 1 Mrebet hendaknya memberikan porsi lebih untuk para siswa bisa berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, seperti mengurangi tugas
Layla Ramdhan Nurfasani / Edu Geography 3 (1) (2014)
tukang kebun dalam hal bersih-bersih lingkungan sekolah, atau untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya lingkungan sekolah sehat, pihak sekolah bisa mengadakan lomba artikel atau poster yang berhubungan dengan lingkungan sekolah yang sehat yang kemudian hasilnya bisa ditempelkan di majalah dinding sekolah dan bisa dilihat kapan saja oleh siswa yang lain dengan harapan kesadaran siswa berpartisipasi untuk teciptanya lingkungan sekolah yang sehat bisa terbentuk. Kedua, siswa di SMP Negeri 1 Mrebet diharapkan dapat lebih
meningkatkan partisipasi dalam setiap kegiatan pendukung kesehatan lingkungan sekolahnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Azwar, Saifuddin. 2011. Sikap Manusia Teori Dan
Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Suryosubroto.2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Undang-Undang No.23 tahun 1992 tentang kesehatan (pasal 45).