• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KERJA PRAKTEK BAB III LAPORAN PEKERJAAN LAPANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KERJA PRAKTEK BAB III LAPORAN PEKERJAAN LAPANGAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

LAPORAN PEKERJAAN LAPANGAN

3.1 Latar Belakang Proyek

Rumah tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Selain sebagai kebutuhan pokok, saat ini bentuk rumah tinggal juga sebagai gaya hidup penghuninya. Adanya proyek sesuai dengan permintaan owner yang membutuhkan jasa konsultan arsitek untuk membuat rumah tinggal sesuai dengan kebutuhan dan keinginan owner, baik dari segi bentuk bangunan hingga suasana ruangnya. Dalam proyek ini Ibu Slivia selaku owner menginginkan rumah tinggal dengan gaya Tropis Modern.

3.2 Maksud dan Tujuan Proyek

Maksud dan tujuan dari desain rumah tinggal ini adalah untuk: 1. Memenuhi kebutuhan akan rumah tinggal yang layak.

2. Mencerminkan jati diri keluarga, melalui desain rumah tinggal mereka.

3.3 Data Umum Proyek Data proyek

Nama :Thomas

Luas lahan : 420 m2

Koefisien Dasar Bangunan : 50%

Koefisien Lantai Bangunan : 268,5 m2

Peruntukan : Perumahan

Lokasi : Grand Orchard, Blok DC/ 21, Kelapa

Gading, Jakarta Utara.

Luas Bangunan : 884,5 m2

Informasi program : Desain Arsitektur untuk Rumah Tinggal

Gaya Arsitektur : Tropis Modern

3.4 Pihak yang Terlibat dalam Proyek 1. pemberi tugas dan wewenangnya

(2)

Pemberi tugas selama pelaksanaan pembangunan mempunyai tugas antara lain:

- Pemberi tugas akan memberikan informasi, bantuan, kerjasama atau fasilitas yang diperlukan pemborong dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk menghindari keterlambatan kemajuan pekerjaan, sepanjang batas wewenang dan kewajiban pemberi tugas.

- Pemberi tugas akan mengeluarkan semua instruksi kepada pemborong melalui direksi Lapangan termasuk persyaratan resmi dan administrasi yang diperlukan dalam penyelenggaraan pembangunan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan Dokumen Kontrak.

2. Konsultan Perancana

Konsultan perencana ditunjuk oleh pemberi tugas untuk melaksanakan perencanaan projek ini, adapun tugasnya berada dalam batas-batas yang ditentukan,salah satunya perencana tidak berhak terlibat dalam proses pelelangan kepada pihak pelaksana baik teknis di lapangan maupun administratif. Fungsi dari konsultan disini hanyalah sebatas memberikan gambar-gambar kerja yang diperlukan oleh pelaksana. Sedangkan untuk pnentuan desain dan perhitungan biaya dilakukan sepenuhnya oleh owner berdasarkan pada rujukan pelaksana di

lapangan nantinya.

Profil perusahaan konsultan perencana

Nama : DESIGN NINE. PTE. LTD

Alamat : Jl. Kedoya Alamanda III Blok E1 No.9 Kedoya Elok

Jakarta Barat

Telep/Fax : 021 5800479

E-mail :design9_ind@yahoo.com

3. Kontraktor

Kontraktor pelaksana yang ditunjuk langsung adalah kontraktor PT. ARCON PERTAMA CIPTA, yang berperan langsung dalam tahapan pembangunan rumah tinggal ini. Kontraktor mengerjakan seemua tahapan pembangun.

(3)

3.5 Flow of Activity ( FOA )

Design nine Architect memiliki flow of activity yang berbeda-beda dalam setiap proyek yang dilaksanakan tergantung dari jenis pekerjaan yang diminta oleh klien. Berikut ini adalah flow of activity dari Proyek Residential Milik Bpk Thomas di Kelapa Gading Jakarta Utara, Design nine Architect berperan sebagai konsultan dan kontraktor untuk arsitek dan desain interior.

Setuju Meeting Klien Setuju Meeting Klien

Gambar. 3.1 Flow of Activity ( FOA ) 3.6 Deskirpsi Pekerjaan

3.6.1 Cara Pembayaran

1. 30% sebagai Down Payment setelah penawaran harga disetujui. Tahap Awal

(Data Collection)

Pengajuan Quotation dan

Negotiation Fee Surat Perjanjian Kerja (SPK) Pembayaran Tahap 1 Design Concept Pembayaran Tahap 2 Design Development Pembayaran Tahap 3 Design Redefine (Working Drawing) Pembayaran Tahap 4 Final Desain Pembayaran Tahap 5 Serah Terima OK

Koreksi & asistensi

Yes No

OK

Koreksi & asistensi

Yes No

(4)

2. 20% pada saat Revisi Denah diserahkan. (1-2 minggu untuk konsep awal, 1 minggu per revisi)

3. 20% pada saat Konsep Tampak/ 3D Eksterior diserahkan. (2 minggu sesudah denah disetujui, 1 minggu per revisi)

4. 10% pada saat Gambar Konstruksi Bangunan diserahkan. (3 minggu sesudah Tampak disetujui, 2 minggu per revisi)

5. 10% pada saat Gambar Kerja arsitektur diserahkan. (5-6 minggu sesudah tampak disetujui, 1-2 minggu per revisi

6. 10% pada saat Revisi Gambar Kerja atau setelah semua gambar selesai

3.6.2 Lingkup Desain Arsitektur (Eksterior)

1. Konsep perencanaan

a. Gambar Denah menunjukkan posisi dan nama ruangan dan ukuran serta perbedaan tinggi lantai, Skala 1 : 100 / 1 : 50. b. Gambar Tampak Bangunan 2 sisi, Skala 1 : 100 / 1 : 50. c. Perspektif Rumah (atau 3D komputer).

d.Gambar Site Plan (Menunjukkan posisi bangunan terhadap lingkungannya), Skala 1 : 500 / 1 : 200.

e. Gambar potongan melintang dan membujur,Skala 1 : 100 / 1: 50. 2. Gambar Kerja Arsitektur

a. Rencana Pola Lantai. b. Rencana Pola Plafond.

c. Rencana Plumbing (saluran air panas & air dingin, air kotor, air kotoran septic tank dan air hujan).

d. Rencana ME (AC, TV, Telp, Listrik : titik lampu, saklar, stopkontak, panel listrik, penangkal petir).

e. Detail kamar mandi.

f. Rencana kusen, rencana atap, pintu, pagar, railing balkon, railing pagar.

g. Detail Ruangan (untuk setiap ruang utama). h. Penentuan spesifikasi bahan finishing dan warna. i. Gambar detail khusus, Skala 1 : 50 / 1 : 20).

(5)

3.6.3 Complimentery

1. Gambar 3D Exterior (rendered) bangunan. 2. Gambar Axonometry 3D setiap lantai bangunan. 3. Gambar dan Perhitungan Struktur Bangunan. 4. RAB (Rencana Anggaran dan Biaya).

5. Kunjungan berkala (1 kali sebulan), sampai bangunan selesai dibangun. Kunjungan ini dimaksudkan untuk koordinasi antara gambar dan pekerjaan lapangan, bukan untuk supervisi kwalitas pekerjaan.

6. Penentuan material finishing bangunan (marmer, sanitary, lampu, jendela aluminium, dll yang berhubungan dengan arsitektur bangunan), tidak termasuk peralatan/ aksessoris interior.

7. Update design (revisi design kecil) selama proses pembangunan berlangsung, untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahan material, warna, kebutuhan dan ide design terbaru.

3.6.4 Syarat dan Kondisi

1. Desain konsep dimulai setelah penawaran ditandatangani dan Down Payment (DP) dicairkan.

2. Proses desain akan dilakukan secara bertahap (Denah, Tampak dan kemudian gambar kerja). Setiap tahapan harus disetujui (ACC) oleh PIHAK I dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

3. Proses Desain Arsitektur (Exterior) + Landscape yang akan diterapkan adalah sebagai berikut:

A. Pendataan dan Penyusunan program ruang sesuai kebutuhan ruang.

1. Tahap tampak yang dikehendaki, atau elemen-elemen tertentu yang akan diterapkan dalam desain tampak. Informasi yang diberikan dapat berupa gambar/foto bangunan baik dari pihak owner maupun Design Nine. Semua informasi ini akan didiskusikan dan disepakati bersama PIHAK II. 2. Pihak Design Nine dapat melakukan penyesuaian/ perubahan atas

kemauan owner demi terwujudnya desain yang lebih

(6)

3. Design Nine akan memberikan maksimal 2 gaya desain tampak/ bangunan yang dipilih owner (misalnya klasik, mediteranian, minimalis, kontemporer, tropis, etnis, dll). Presentasi diberikan dalam bentuk 3 Dimensi. Masing-masing gaya yang dipilih dapat diberikan beberapa alternatif desain.

4. Alternatif tampak yang diberikan mungkin akan ada kesamaan pada beberapa bagian bangunan. Seringkali PIHAK II hanya merubah bagian tertentu dari bangunan sebagai alternatif tampak.

5. Perubahan/revisi/alternatif tampak atas gaya terpilih dapat diberikan sesuai kesepakatan hasil diskusi dengan PIHAK II. Perubahan gaya desain yang terpilih tidak dapat dilakukan sesudah desain tampak dengan gaya tertentu direvisi.

6. Perubahan/revisi tampak pada tahap ini dapat dilakukan sebanyak mungkin sampai memperoleh hasil akhir yang paling ideal menurut PIHAK I maupun PIHAK II.

B. Gambar Kerja Arsitektur (Lantai, dinding, plafond, titik lampu, AC,

plumbing, kusen/pintu/jendela, profilan, tangga, dll)

1. PIHAK I berhak merevisi konsep atau meminta perubahan desain sesuai dengan proses desain. Apabila terjadi penambahan proses revisi/ perubahan desain di luar kesepakatan proses di atas atau hal lain yang membuat pekerjaan desain berulang, maka PIHAK I akan dikenakan biaya tambahan 30% per tahap proses desain dari nilai kontrak.

2. Apabila terjadi pembatalan kontrak, maka pembayaran yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan dan PIHAK I wajib membayar kekurangan pembayaran sesuai dengan hasil proses desain yang telah dilakukan PIHAK II.

3. Penundaan proses desain yang diperbolehkan karena kesibukan atau alasan lainnya dari PIHAK I maksimal 6 minggu, apabila lebih dari 6 minggu, proses design akan di-schedule ulang untuk dapat dilanjutkan kembali, dan owner diwajibkan membayar fee desain sesuai dengan tahapan desain yang telah dilakukan oleh PIHAK II ditambah 10% dari nilai kontrak yang tersisa sebagai cost penundaaan.

(7)

4. Apabila terjadi pembatalan kontrak, maka pembayaran yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan dan PIHAK I wajib membayar kekurangan pembayaran sesuai dengan hasil proses desain yang telah dilakukan PIHAK II. PIHAK I tidak berhak untuk menggunakan gambar-gambar tersebut untuk kepentingan pembangunan di kemudian hari, baik itu mencontoh keseluruhan gambar ataupun sebagian dari gambar tanpa ijin tertulis dari Design Nine.

5. Seluruh konsep denah, tampak (Free-hand maupun gambar 3D / computer), beserta semua gambar kerja yang dihasilkan oleh PIHAK II adalah merupakan hak cipta PIHAK II. PIHAK I tidak berhak untuk menggunakan gambar-gambar tersebut untuk kepentingan pembangunan di proyek lain di luar kontrak ini, baik itu mencontoh keseluruhan gambar ataupun sebagian dari gambar tanpa ijin tertulis dari PIHAK II.

C. Konsep Denah/ Layout Ruang

1. Proses ini merupakan tahap pencarian alternatif solusi design yang memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada dan memenuhi kebutuhan PIHAK I sesuai dengan kondisi lokasi bangunan dan lingkungannya.

2. PIHAK II akan memberikan beberapa alternatif konsep denah (sekitar 3-5 option) kepada owner. Presentasi konsep diberikan dalam bentuk gambar sketsa tangan 2 dimensi. Presentasi 3 Dimensi dapat diberikan apabila sudah ada satu konsep denah yang dipilih.

3. Konsep Denah yang pertama membutuhkan waktu 1-2 minggu, sesuai dengan tingkat kompleksitas proyek.

4. PIHAK I berhak menentukan sendiri pilihan yang terbaik setelah berdiskusi dengan PIHAK II.

5. Tugas PIHAK II adalah memberi petunjuk / arahan/ pertimbangan/ masukan pada PIHAK I untuk mengambil keputusan.

6. Perubahan/revisi denah pada tahap ini dapat dilakukan sebanyak mungkin sampai memperoleh hasil akhir yang paling ideal menurut PIHAK I maupun PIHAK II.

(8)

7. Semua perubahan dan revisi harus sesuai dengan kesepakatan awal di tahap “Pendataan dan Penyusunan program ruang” dengan catatan, di dalam desain tidak semua kebutuhan/kemauan PIHAK I dapat terpenuhi 100%, akan ada aspek-aspek tertentu yang saling bertentangan misalnya konstruksi bangunan, budget, sirkulasi udara, style bangunan, fung-shui, dll. Dalam hal ini perlu adanya penyesuain dan kompromi tertentu.

D. Konsep Tampak Bangunan

1. Konsep Tampak merupakan kelanjutan dari konsep denah dan merupakan proses visualisasi 3D berdasarkan konsep denah yang sudah disepakati bersama. Proses ini bertujuan mencari gaya design, karakter bangunan, dan suasana ruang yang ideal sesuai dengan kebutuhan, persepsi, dan selera PIHAK I, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip arsitektur.

2. Konsep Tampak dapat dikerjakan apabila konsep denah sudah disetujui oleh PIHAK I. Dalam tahap ini, konsep denah sudah tidak dapat dirubah kembali.

3. PIHAK I memberikan input/ informasi kepada PIHAK II atas gaya desain.

E. Penyelesaian perselisihan

Semua perselisihan, perbedaan yang mungkin timbul antara pihak diluar dan didalam, yang berhubungan dengan perjanjian ini harus diselesaikan secara damai. Apabila jalan damai tidak dapat dicapai,

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Penerapan Prinsip-Prinsip good governance pada Proyek Pembangunan Jalan

Pola makan dapat diartikan suatu sistem, cara kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, pola makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara

27 http://teorimeningkatkanminatbacasiswa,wordpress.com.. umumnya juga dilengkapi dengan sarana perpustakaan yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga manfaatnya dapat diraskan

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam hal anggota DPRD yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup

Karena kebanyakan makanan cepat saji yang di tawarkan mengandung banyak zat kimia yang sangat membahayakan kesehatan. Kebanyakan

Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, taufiq dan hidayah dan inayah-Nya jualah, penulis dapat

Menurut WHO, persalinan normal adalah persalinan yang dimulai secara spontan (dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir), beresiko rendah pada awal

Dengan demikian, hipotesis kesepuluh yang menyatakan bahwa FBIR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap CAR pada Bank Umum Swasta