• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Visi Misi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Visi Misi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

CV Rabbani Asysa bergerak dibidang garment secara defacto berdiri sejak tahun 1991 dan secara dejure tahun 2001. Saat ini Rabbani merupakan salah satu perusahaan kerudung yang terbesar di Indonesia yang senantiasa dinamis dengan pertumbuhan dan perkembangan yang progresif, Core Business Rabbani berupa kerudung instan yang menjadi trend setter kerudung dan professor kerudung Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan merupakan produk yang fashionable dan tetap syar'i dengan mengedepankan trend dan model terkini, sehingga diminati dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga manula dengan segmentasi pasar yang beragam. Produk Rabbani berupa kerudung dan busana muslim (kastun (kaos tunik), kemko (kemeja koko), gamis, manset, ciput dll).

Visi

Menjadi Perusahaan Kerudung Terbaik dan Terbesar di Dunia Tahun 2020. Misi

Menshibhoh Fashion Dunia dengan syariah, Core Value JIHAD (Jujur, Independen, Heroik, Akuntabel, Disiplin).

Bandung merupakan Kota berdirinya Rabbani. Di awal pendiriannya Rabbani merupakan Home Industry yang membuka kios toko di Jl. Teuku Umar 33A/60 Bandung. Strategi pemasaran Rabbani awalnya menggunkan sistem keagenan, seiring perkembangan bisnis yang kian menggeliat, Rabbani mulai membangun jaringan melalui reshare (retail outlet sharia). Sistem jaringan reshare ini membuahkan omset berlipat ganda. Berbeda dengan dealer yang membolehkan menjual produk selain merek Rabbani, reshare

(2)

2

diharuskan menjual seluruh produk keluaran Rabbani dari mulai kerudung,baju koko, kaos muslimah, dan sebagainya. tiap bulannya, Rabbani memproduksi 500 ribu kerudung dengan harga jual rata-rata Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu per lembar. Jaringan Rabbani saat ini telah tersebar di seluruh Indonesia melalui 50 cabang dan 240 dealer.

1.2 Latar Belakang Penelitian

Dewasa ini industri fashion di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya designer-designer handal yang karyanya bukan hanya diakui di dalam negeri saja, tetapi sudah diakui di dunia fashion internasional. Perkembangan fashion ini juga dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat yang semakin peduli dengan penampilan yang disesuaikan dengan perkembangan jaman.

Masyarakat yang ingin selalu berpenampilan trendi dan islami menjadi peluang bisnis bagi para pengusaha yang dapat membaca kebutuhan dan keinginan masyarakat, para pengusaha mulai mencoba bisnis eceran sebagai salah satu alternatif untuk kelangsungan usahanya, karena sekarang ini masyarakat lebih cenderung memperhatikan kebutuhan fashion, maka bisnis eceran yang dipilah para pengusaha tersebut yaitu dengan membuka toko yang bergerak di bidang pakaian dan aksesoris busana muslim.

Busana Muslim adalah komoditi yang dibeli, dijual, dan dipakai di seluruh Indonesia, dan kemudian busana itu bisa dianggap sebagai unsur kebudayaan yang pada akhirnya menjadi lebih memasyarakat. Karena proses popularisasi busana muslim dan proses westernisasi terjadi bersama-sama di Indonesia, maka mode menjadi unsur berpakaian yang sangat penting, dan pada saat ini kalau ada orang yang menggunakan busana muslim dianggap sebagai orang yang bermode. Oleh karena itu, ada banyak perempuan di Indonesia yang baru berkerudung.

(3)

3

Satu dekade belakangan ini busana muslim sudah banyak digemari oleh masyarakat yang notabene muslim. Mereka sudah mulai memahami jati diri mereka sebagai seorang muslim harus menutup aurat (menggunakan busana muslim) demi menjadi seorang muslim yang baik dan benar menurut ajaran Islam. Selain itu, pengguna busana muslim juga meyakini akan keamanan dan kenyamanan dalam berpakaian. Oleh karena itu kini banyak produsen-produsen busana muslim yang mulai menjamur menyediakan busana muslim. Berikut adalah beberapa usaha yang memproduksi busana Muslim (diperlihatkan pada tabel 1.1).

Tabel 1.1

Beberapa Usaha yang Khusus Mengincar Pasar Busana Muslim

No. Nama Sifat No. Nama Sifat

1 Hira Fashion Dagang 18 Hade Royan

Garment Pabrikan 2 Firza Fashion Dagang 19 CV galuang Raya Dagang 3 Agung

Permai

Pabrikan, Dagang,

Jasa 20 Irna Collection Dagang 4 ZeYn Busana Dagang 21 Sabrinna Places Pabrikan 5 Rapida

Collection Dagang 22 Yasmin Wear Dagang

6 Al-Warda Dagang 23 Najwa Dagang

7 CV Banu Sejahtera Dagang 24 PT Shafira Laras Persada Pabrikan, Dagang 8 Fahreza

Collection Dagang 25 TKAfina Fashion Dagang 9 Sweet Corner Pabrikan, Dagang 26 Griya Busana Diana Jasa 10 Ha-ti

Production Pabrikan, Dagang 27 Ar Roja Dagang 11 Alyaa Dagang 28 Fadhira Collection Dagang 12 Fairuz

Collection Dagang 29 Rabbani

Pabrikan, Dagang 13 Diandira Dagang, Jasa 30 Pratama Garmen Dagang

14 PUTIE Dagang 31 Zayanti Pabrikan,

(4)

4

Sumber: (Halim Suhardiman, 2006:19).

Diakui semua pihak, Bandung selalu menjadi barometer perkembangan fashion kontemporer dan mode busana muslim. Maka, tidak berlebihan bila daya kreasi dan inovasi kota yang terkenal dengan julukan Paris van Java ini diapresiasi positif. Jika pusat mode dunia berkiblat ke Paris, boleh jadi fashion nusantara berkiblat ke Bandung. Tidak jarang para desainer dan event-event mode busana muslim dihelat di Kota Kembang ini.

Perusahaan yang bergerak di industri busana muslim di Bandung sangat banyak dan beragam, dan salah satu pencetus produsen kerudung di Bandung adalah CV Rabbani yang dikenal dengan merek Rabbani. Mengawali perjalanan Rabbani di Bandung cukup sulit, hal ini bisa dilihat dari banyaknya persaingan industri busana muslim yang semakin menjamur. Untuk itu, dibutuhkan program-program pemasaran yang tepat agar produk dan layanan Rabbani dikenal luas oleh masyarakat, memenuhi pasar terutama busana muslim dan tujuan jangka panjangnya adalah untuk menarik minat beli masyarakat agar tetap setia kepada produk dan jasa yang ditawarkan oleh 15 Insan

Musllimah Dagang 32 RNA Collection

Pabrikan, Dagang 16 Butik Hana Dagang, Jasa 33 Atha Collection Pabrikan

17 Alfas

Collection Dagang, Jasa 34 CV Mayagitha

Pabrikan, Dagang, Jasa 35 Rabella

Collection Pabrikan, Dagang 41 Rumah Baju Dagang 36 CosTuMe Jasa 42 PT Mega Karya

Indah Perkasa Dagang

37 Adz Dzakwan Corporation

Dagang, Jasa 43 Crown Mas Dagang

38 SuryaAdji Dagang 44 SYABA Dagang

39 Billah

Collection Pabrikan, Dagang 45 Swarna Collection Pabrikan 40 Riza Bordir Dagang

(5)

5

Rabbani. Salah satu program yang di tawarkan untuk menarik minat beli masyarakat adalah dengan diterapkannya program member. Member pada Rabbani adalah pelanggan yang mendapatkan potongan belanja 10% s.d 15% dari setiap produk dengan tidak ada minimal belanja. Tujuan member Rabbani dalam penjualan produk-produknya, selain untuk mendapat potongan belanja yang sudah ditentukan besarannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik konsumen serta untuk mempermudah penjualan produk-produknya.

Gambar 1.1

Jumlah Member Rabbani Periode 2008-2011 Se-Kota Bandung Gambar 1.1 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada jumlah member Rabbani. Tahun 2008 jumlah member Rabbani sebanyak 18 member, mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2009 menjadi 1.592. kemudian meningkat lagi pada tahun 2010 menjadi 2.803 member dan meningkat lagi pada tahun 2011 sebanyak 9.283 member. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang tertarik terhadap produk dan layanan yang diberikan oleh Rabbani sehingga membuat mereka tertarik untuk menjadi member Rabbani.

(6)

6

Persaingan yang dirasakan pasti sangat ketat bagi Rabbani, oleh karena itu produk yang ditawarkan haruslah produk yang baik, unggul dalam kualitas bahan maupun model, sehingga konsumen berkenan untuk memilikinya. Biasanya konsumen akan tertarik pada suatu model busana muslim pada merek tertentu yang telah dikenal ataupun sudah pernah dikenakannya. Dengan kondisi peningkatan permintaan akan produk busana muslim dan sekaligus munculnya banyak usaha dagang yang bergerak dalam bisnis busana muslim, masyarakat konsumen saat ini diberikan kemudahan cukup luas untuk memilih busana muslim yang disukainya karena banyaknya pusat penawaran busana muslim yang sudah lama ada maupun usaha yang benar-benar baru menjalankan bisnis ini. Pengusaha tentunya akan berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk mencoba menawarkan kepada konsumen produk-produknya agar dapat memberikan tingkat kepuasan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.

Menarik untuk melihat sejauh mana pengaruh strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh Rabbani dalam upaya menawarkan produknya kepada konsumen (pelanggan). Perusahaan yang mampu bertahan pada persaingan yang kompetitif ini adalah perusahaan yang bisa mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing-masing alat bauran pemasaran yang dilakukan agar dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dengan mengetahui besarnya pengaruh tersebut, maka perusahaan akan lebih mudah untuk menentukan alat-alat bauran pemasaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi, kemampuan serta keadaan yang sedang dihadapi. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas, membawa penulis untuk menetapkan judul penelitian kali ini yakni “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Busana Muslim” (Studi kasus Rabbani Dipatiukur).

(7)

7

1.3 Perumusan Masalah

Dari uraian di atas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

1.3.1 Bagaimanakah pelaksanaan bauran pemasaran Rabbani Dipatiukur?. 1.3.2 Bagaimanakah keputusan pembelian konsumen produk Rabbani

Dipatiukur?.

1.3.3 Sejauh mana pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian Rabbani Dipatiukur?.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1.4.1 Untuk mengetahui Bagaimanakah pelaksanaan bauran pemasaran Rabbani dipatiukur.

1.4.2 Untuk mengetahui Bagaimanakah keputusan pembelian konsumen produk Rabbani.

1.4.3 Untuk mengetahui Sejauh mana pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian Rabbani dipatiukur.

1.5 Kegunaan penelitian

Manfaat atau kegunaan yang akan diambil dari penelitian ini adalah: 1.5.1 Aspek teoritis (keilmuan)

penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi studi ilmiah tentang pengaruh bauran pemasaran terhadap pengambilan keputusan pembelian produk busana muslim Rabbani. Selain itu penelitian ini juga dimaksudkan untuk memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu administrasi bisnis bidang pemasaran.

(8)

8

1.5.2 Aspek praktis (guna laksana)

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan positif bagi dunia fashion (khususnya bagi Rabbani) untuk mengetahui sejauh mana pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap pengambilan keputusan pembelian produk busana muslim Rabbani. Dengan penerapan strategi bauran pemasaran dengan tepat akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan untuk mempertahankan konsumen lama serta menjaring konsumen baru. 1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN

Bab ini terbagi menjadi beberapa sub bab yang berisi gambaran umum objek penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan tugas akhir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Bagian ini menguraikan tentang tinjauan pustaka penelitian, kerangka pemikiran, dan hipotesis penelitian, serta ruang lingkup penelitian yang menelaah tentang konsep-konsep terkait strategi bauran pemasaran.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menegaskan pendekatan, metode dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat menjawab atau menjelaskan masalah penelitian, yang meliputi uraian tentang: jenis penelitian, variabel operasional, tahapan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, uji validitas dan realibilitas dan teknik analisis data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan hasil penelitian dan analisis mengenai pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian produk busana muslim Rabbani disertai bagan-bagan yang mempermudah pemahaman pembaca.

(9)

9

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan simpulan dari hasil penelitian dan saran-saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan café-café yang ada di jalan Pasir Kaliki seperti yang sudah diuraikan pada tabel 1.2, Morning Glory Café Kesatriaan menerapkan store atmosphere dengan konsep

Untuk dapat memenangkan persaingan tersebut diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan di dalam melakukan strategi pemasaran yang tepat diperlukan sistem

Di kalangan mahasiswa Kota Bandung merupakan salah satu konsumen yang sudah merasakan kepuasan terhadap kualitas produk Miniso sehingga telah terjadinya loyalitas konsumen

Plasa Telkom merupakan salah satu bentuk atau brand name untuk outlet milik Telkom yang disediakan untuk melayani pelanggan atau calon pelanggan pengguna jasa Telkom yang ingin

Dengan melalui preliminary test kondisi yang dihadapi perusahaan Witel Telkom Yogyakarta terkait stres kerja dan kepuasan kerja yang ditemukan oleh penulis adalah

Berdasarkan beberapa penjelasan diatas dan hasil olahan data preliminary test, fenomena serta penelitian terdahulu yang telah dibahas sebelumnya maka tujuan dalam

Melalui Program Pasar Sejahtera di Daerah Pekalongan Terhadap Citra Perusahaan” yang akan mencoba mengkaji bahwa apakah program CSR PT Bank Danamon Indonesia Tbk ini

Maka berdasarkan fenomena dan hasil preliminary study yang telah dikemukakan sebelumnya, peneliti memutuskan untuk meneliti dan untuk mengetahui bagaimana dan