BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Teknologi dan manusia merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, bahkan dapat dikatakan manusia membutuhkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya teknologi merupakan bagian dari ilmu, sekarang ilmu dapat bergantung pada teknologi, seperti pada teknologi komputer dan teknologi informasi maka diperoleh pengetahuan baru dari hasil kerja kedua produk teknologi tersebut.
Perkembangan teknologi mau tidak mau mempengaruhi perilaku manusia dari waktu ke waktu dan adanya anggapan bahwa perkembangan teknologi dan informasi yang memiliki kekuatan untuk terciptanya masyarakat informasi, sehingga muncul istilah masyarakat informasi. Ohame berpendapat bahwa masyarakat informasi adalah sebuah bentuk tatanan masyarakat baru yang proses kehadirannya didorong oleh perkembangan-perkembangan dalam bidang
telekomunikasi, informasi dan komputer.1
Informasi yang cepat dapat disamakan dengan kekuatan yang memberikan
kontribusi terciptanya masyarakat informasi.2 Masyarakat informasi ini ditandai
dengan aktivitas yang tinggi, kesibukan yang padat, dan sifat individual yang semakin menonjol menuntut penyampaian dan penerimaan informasi secara cepat dan tepat, dimana saja dan kapan saja.
Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut dibutuhkan media yang berteknologi
1 Sony Yuliar, et al. Memotret Telematika di Indonesia: Menyongsong Masyarakat Informasi Nusantara. Cetakan 1. September 2001. Pustaka Hidayah. Hal 53
canggih, salah satunya adalah internet.
Penemuan internet merupakan revolusi teknologi yang amat bermanfaat bagi manusia dalam menyampaikan informasi dengan cepat dan tepat. Terlebih dengan penemuan perangkat esensial „Web browsers’ dan „Web server’ di tahun 1990-an, menyediakan inovasi terutama dalam kemudahan penggunaan dan multimedia. Keduanya memungkinkan untuk mencampurkan gambar-gambar, suara, dan bahkan video dengan teks sederhana. Sehingga hal yang memudahkan penggunaan internet untuk tiap-tiap individu menjadi penting. Sekarang ini pengguna internet untuk bernavigasi di internet dengan mengklik pada rangkaian tombol dan mengetikkan alamat-alamat di internet.
Internet merupakan media komunikasi yang bersifat pribadi dan individual, dapat menjangkau wilayah manapun, tanpa mengenal waktu dan ruang dan bersifat universal. Internet dapat menghubungkan seseorang di wilayah Kutub Utara dengan manusia di wilayah Selatan. Berita terbaru dari Negara manapun dapat dinikmati oleh pengguna internet di Indonesia dalam waktu yang hampir bersamaan. Menurut Morgan Stanley, penetrasi internet sangat cepat, dalam jangka waktu lima tahun, pengguna internet mencapai 50 juta orang sementara radio
membutuhkan waktu 38 tahun dan televisi 11 tahun.3
Meluasnya internet sebagai media baru memberikan banyak peluang bisnis dari jumlah pengguna internet dimana diperkirakan 45 juta bahkan lebih organisasi
mengakses web setiap harinya.4 Jumlahnya dengan mudah akan bertambah
(sedikitnya) setengah dari jumlah tersebut setiap tahun. Berdasarkan data dari
Internet World Stats, dalam satu dasawarsa terakhir jumlah pengguna internet di
dunia meningkat drastis. Dari 0,4% pengguna dari seluruh penduduk dunia di tahun
3
Morgan Stanley. Surveying the Digital Future: How the PC and Internet are Changing the World. 1999. Los Angeles, USA. Page 12.
1995, kini naik hampir 60 kali lipat pada 2008. Dan sejak tahun 2000, pertumbuhan jumlah pengguna internet dunia naik rata-rata 2% terhadap total populasi dunia. Sedangkan di Indonesia, pertumbuhan jumlah pengguna internet dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 diperkirakan akan meningkat rata-rata
20%. 5Di awal tahun 2008 ini saja jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 25
juta pengguna. Naik drastis bila dibandingkan dengan jumlah pengguna sekitar 12
juta pengguna di tahun 2004.6
Pengguna internet tidak dibatasi usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, pekerjaan, budaya maupun geografi, selama mereka dapat menggunakan komputer secara sederhana dan mempunyai akses internet, mereka setidaknya dapat melihat-lihat website internet dengan berbagai informasi. Menurut survey yang dilakukan AC Nielsen pada bulan Juni 1999 menunjukan bahwa 32% pengguna internet menggunakan internet untuk keperluan pribadi, sementara 25% lain untuk pribadi dan bisnis.
Selain menyampaikan informasi secara cepat, Internet dengan tampilan berbagai macam website yang beragam macam bentuk dan isi, juga dapat digunakan sebagai alternatif baru sarana promosi. Website yang biasa terdiri dari informasi tulisan dan gambar dapat dibuat sedemikian menariknya sehingga
website tidak hanya menyampaikan informasi berita dan fakta secara cepat, tetapi
juga dapat dijadikan alternatif baru media promosi online dan dapat dinikmati
5 http://nusantaranews.wordpress.com/2009/02/28/daftar-jumlah-pengguna-internet-dunia-1995-2008, 09 Oktober 2009, pk.17.30 wib 6 http://www.apjii.or.id/dokumentasi/statistik.php, 09 Oktober 2009, pk.17.15
kalangan pengguna internet secara global. Berpromosi melalui website atau promosi online merupakan alternatif media yang murah dalam aktivitas berpromosi yang dapat digunakan oleh seluruh kalangan pengguna internet.
Promosi itu sendiri merupakan cabang ilmu komunikasi pemasaran terpadu, memiliki berbagai macam cara dalam memasarkan produk barang dan jasa. Kegiatan promosi semakin diperlukan oleh perguruan tinggi di Indonesia seiring dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Negara ini. Untuk mendapatkan mahasiswa baru, kegiatan promosi pun tidak tanggung-tanggung, mulai dari promosi di media cetak, televisi, radio, spanduk, flyer, pameran pendidikan, bahkan sampai bekerja sama dengan pihak sekolah lanjutan atas.
Sadar akan persaingan yang semakin ketat dan kebutuhan akan informasi yang cepat pada masyarakat informasi, maka beberapa Perguruan Tinggi atau Universitas mulai menggunakan media promosi online yang mampu menciptakan interaktif dengan khalayak, seperti prinsip dari Kottler yang menyakini bahwa kunci pemasaran yang efektif adalah perlakuan kepada konsumen sebagai individu, dan dengan menggunakan dialog yang interaktif menyediakan produk personalisasi dan pelayanan, peningkatan mutu, keanggotaan dalam banyak komunitas, dan
untuk menyediakan dukungan7.
Salah satu Universitas yang menggunakan media internet sebagai salah satu alat promosi adalah Universitas Mercu Buana yang terletak di jalan Meruya Selatan, Kembangan Jakarta Barat merupakan satu dari sekian universitas di Indonesia yang menggunakan format online dalam memudahkan akses materi ilmiah oleh civitas akademik yang membutuhkan dimanapun berada. Saat ini Universitas Mercu Buana mempunyai 7 (tujuh) fakultas dengan program S1, D3, dan Program Kelas Karyawan.
Mercu Buana terhadap para pengguna internet, khususnya bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui informasi tambahan seputar Universitas Mercu Buana. Isi dari website Universitas Mercu Buana layaknya company profile dan didukung pula oleh berbagai informasi seputar kegiatan atau event dari Universitas Mercu Buana, info pendaftaran mahasiswa baru, layanan pengiriman brosur melalui email, pos maupun SMS, pendaftaran online, serta live chat sebagai layanan informasi melalui
chatting. Semua usaha itu mempunyai tujuan pemasaran tertentu yakni
meningkatkan penerimaan mahasiswa di Universitas Mercu Buana.
Pada tahun 2009 pertama kalinya Universitas Mercu Buana berhasil masuk rangking 4430 dunia dan rangking 29 di Indonesia dalam Webometric, sebuah lembaga rangking yang diendorse oleh Berlin Principle of Higher Education
Institutions.8
Mengingat besar pengaruhnya teknologi komunikasi pada umumnya dan internet pada khususnya pada jaman kini, sehingga sangat menarik bagi Penulis untuk mencari tahu apakah ada pengaruh context dan content website Universitas Mercu Buana sebagai media promosi online terhadap efektivitas komunikasi.
1.2. Perumusan Masalah
Adakah pengaruh context dan content website Universitas Mercu Buana sebagai media promosi online terhadap efektivitas komunikasi?
1.3. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengaruh context dan content website Universitas Mercu Buana sebagai media promosi online terhadap efektivitas komunikasi.
1.4. Signifikasi Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua kegunaan yang dapat diberikan oleh Peneliti. Kegunaan itu antara lain :
1.4.1. Signifikasi Teoritis
Sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu komunikasi marketing bahwa website sebagai salah satu media promosi / alternatif media yang dapat digunakan untuk mempromosikan barang / jasa.
1.4.2. Signifikasi Praktis
Secara praktis, hasil dari penulisan ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan, informasi serta pertimbangan bagi praktisi marketing di Universitas Mercu Buana.