8
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem 2.1.1 Sistem Informasi
Sebuah sistem harus memiliki tujuan yang berbasis perspektif bagi pemakai bukan menjadi penghalang atau bahkan mempersulit dalam proses transaksi dan eksplorasi dalam pengambilan keputusan.
1. Sistem
Menurut (Anggraeni dan Irviani, 2017:3) “Kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sitematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan fungsi untuk mencapai tujuan”. Menurut Adhawiyah, Kumaladewi, & Caturutami (2017) “Arti sistem adalah kumpulan komponen-komponen yang bekerja sama untuk tujuan bersama. Misalnya bidang organisasi keuangan, operasi dan pemasaran memiliki tujuan yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini bisa dilihat bahwa, data digunakan sebagai input untuk diproses yang menghasilkan informasi sebagai output”.
Kesimpulan dari pernyataan di atas adalah sistem diperlukan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Informasi
Menurut (Anggraeni dan Irviani, 2017:13) “Sekumpulan data atau fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima”.
Kesimpulan dari pernyataan di atas adalah informasi sangatlah berguna dalam suatu organisasi.
3. Sistem Informasi
Menurut Mcleod dalam (Puspitasari, 2016:228) “Sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi”.
Menurut (Anggraeni dan Irviani, 2017:5) “Suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan”.
Menurut Al-Fatta dalam (Sasongko, 2015:124) “Sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antara objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai satu tujuan”.
Kesimpulan dari pernyataan di atas adalah sistem informasi yang mempunyai kemampuan untuk mencapai tujuan.
2.1.2. Website
Menurut Nugroho dalam (Hendini, 2016) menjelaskan bahwa “Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang berasal dari file berisi bahasa pemograman yang saling berhubungan digunakan untuk menampilkan informasi, gambar bergerak, dan tidak bergerak, suara dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis”.
Aplikasi berbasis web menggunakan teknologi browser untuk dapat menjalankannya dan diakses melalui jaringan komputer, yang terbagi menjadi dua yaitu web server dan web browser.
1. Web Server
Web server memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima
permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal (web browser) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.
Menurut (Purnama dan Putra, 2018) memberikan batasan bahwa “Web Server merupakan salah satu komponen utama yang penting dalam membangun sebuah website. Tanpa adanya web server, sebuah website tidak akan tersedia bagi pengguna internet”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa web server adalah bagian perangkat lunak yang mengandung bermacam protocol web untuk dapat menjalankan perintah dari client, server internet yang digunakan sebagai koneksi dan transfer data selain itu, web server adalah aplikasi terpenting dari word wide web (www).
2. Web Browser
Web browser digunakan untuk mengakses aplikasi berbasis web. Web browser
dapat berupa Google Chrome, Internet Explorer, Mozilla Firefox, dan lain-lain. Menurut (Hastanti Rulia Puji , 2015:3) “Web browser adalah sebuah perangkat lunak atau software yang berfungsi untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa web browser adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan halaman web untuk proses pengolahan, pengambilan, dan penyajian informasi pada website.
3. Internet
Internet digunakan sebagai alat untuk menghubungkan pertukaran informasi melalui jaringan online yang menghubungkan website-webiste yang ada. Internet sangat membantu para penggunanya dikarenakan akses untuk mendapatkan informasi lebih mudah.
Menurut Hidayatullah dan Kawistara dalam bukunya yang berjudul Pemrograman Web edisi revisi (2018:1) “Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia”.
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa internet adalah suatu jaringan komputer yang terbentuk dari rangkaian komputer yang terhubung menjadi beberapa rangkaian jaringan secara global.
2.2. Bahasa Pemograman
Pada bahasa pemrograman yang digunakan untuk merancang sebuah website antara lain sebagai berikut:
2.2.1.HTML (Hyper Text Markup Language)
HTML ini merupakan salah satu format yang digunakan dalam pembuatan dokumen yang terbaca oleh web. PHP sering digandengkan dengan bahasa pemrograman lain, salah satunya adalah HTML.
Menurut (Puspitasari, 2016:228) “HTML merupakan suatu metode untuk mengimplementasikan konsep hypertext dalam suatu naskah atau dokumen. HTML sendiri bukan tergolong pada suatu bahasa pemrograman karena
sifatnya yang hanya memberikan tanda (marking up) pada suatu naskah teks dan bukan sebagai program.”
Menurut (Padang, 2017:14) “HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup
Language. HTML yang terbaru saat ini adalah HTML versi 5. Setiap perubahan
versi terdapat penambahan fitur yang lebih baik, dan disederhanakan. Kegunaan HTML adalah untuk membuat/mengatur tata letak (layout) web. HTML menggambarkan struktur halaman web menggunakan markup. Elemen HTML adalah blok bangunan dari halaman HTML diwakili oleh tag. Sementara tag HTML memberi label potongan konten seperti “judul”, “paragraf,”, “tabel”, dan seterusnya.”
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa HTML adalah bahasa yang digunakan pada dokumen web atau bahasa standar untuk menyebarkan informasi pada web dan menampilkan halaman web dimana saja. 2.2.2.PHP (Hypertext Preprocessor)
PHP merupakan bahasa pemrograman yang sering digunakan oleh programmer untuk membuat/mengembangkan aplikasi berbasis web.
Menurut Sibero dalam (Puspitasari, 2016:228) PHP adalah “Pemrograman (interpreter) adalah proses penerjemahan baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan.” Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman yang mengolah database, content website sehingga
website yang dibuat merupakan web dinamis, dan PHP merupakan bahasa
pemograman yang digunakan untuk membuat halaman HTML. 2.2.3.CSS (Cascading Style Sheets)
CSS digunakan untuk mengatur tampilan atau memperindah tampilan dari web. CSS ini sangat membantu para pengembang/programmer dalam merancang tampilan.
Menurut (Puspitasari, 2016:228) “Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup.”
Menurut Winarno dan Utomo dalam (Agus prayitno, 2015) menerangkan bahwa “CSS merupakan bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengatur style-style yang ada di tagtag HTML”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa CSS merupakan
software yang digunakan untuk membantu programmer dalam merancang
sebuah tampilan website dan menimbulkan efek animasi dan gambar yang bagus.
2.2.4. Bootstrap
Sebuah Framework CSS untuk membangun website yang menarik agar memudahkan pengembang disebut Bootstrap.
Menurut (Heru Sulistiono, 2015:17) “Bootsrap adalah sebuah pustaka open
source yang merupakan framework CSS dan javascript untuk membuat website
yang responsif”.
Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bootstrap adalah Framework CSS untuk pengembangan sebuah website menjadi lebih menarik dan responsive. Bootstrap merupakan alat bantu yang dapat mempercepat programmer dalam membuat sebuah tampilan website.
2.2.5. Framework
Penulis akan membahas sedikit gambaran tentang framework, dengan tujuan agar bisa memahami kata-kata yang orang sering sebutkan dan memahami apa itu framework.
Menurut (Purbadian, 2016:14) mengatakan bahwa “Framework adalah kerangka kerja atau sekumpulan file-file yang sudah ter-include, yang mana di dalam file tersebut terdapat perintah kode program dan fungsi dasar untuk melakukan tugas tertentu”.
Pengertian tentang framework di atas dapat disimpulkan bahwa Framework adalah kumpulan fungsi yang dapat membantu programmer dalam menangani masalah dalam pemrograman seperti salah satu contoh nya koneksi ke database. 2.2.6.JavaScript
Javascript sering digunakan di dalam aplikasi berbasis web untuk memberikan
pesan menarik kepada user dan tampilan pendukung yang ada pada website. Menurut Sidik dalam (Agus prayitno, 2015) menjelaskan bahwa “JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat program yang digunakan agar dokumen HTML yang ditampilkan dalam browser menjadi lebih interaktif, tidak sekedar indah saja”.
Berdasarkan kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa javascript merupakan bahasa pemrograman yang berbasis client dan script untuk tampilan pendukung pada website sehingga membuat halaman menjadi lebih interaktif.
2.2.7. Jquery
Salah satu bahasa pemrograman yang digunakan oleh para programmer dalam membuat sebuah aplikasi berbasis web yaitu Jquery. Jquery berguna untuk memanggil pustaka dari javascript.
Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2018:395) dalam bukunya yang berjudul Pemrograman Web Edisi Revisi mengatakan bahwa “JQuery adalah Library
Javascript yang akan menjadikan web anda lebih bagus dalam hal user interface, lebih stabil, dan dapat mempercepat waktu dan kinerja anda dalam
membuat web karena anda hanya perlu memanggil fungsinya saja tanpa harus membuatnya dari awal”.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulan bahwa Jquery merupakan kumpulan pustaka javascript yang dapat digunakan dalam mempersingkat kode
javascript dalam membuat program web. 2.2.8. CodeIgniter
Salah satu framework yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah
CodeIgniter. Penulis menggunakan Framework CodeIgniter karena untuk
melakukan pengembangan program tidak perlu membuat kode dari awal sehingga dalam proses kerja nya pun terasa lebih cepat.
Menurut (Purbadian, 2016:18) mengatakan bahwa “CodeIgniter adalah sebuah
framework yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP yang
bertujuan untuk memudahkan para programmer web untuk membuat atau mengembangkan aplikasi berbasis web”.
Metode MVC (Model View Controller) terdapat tiga komponen menurut Hidayatullah dan Kawistara (2018:285), yaitu :
a. Model
Mengelola basis data (RDBMS) seperti MySQL ataupun Oracle RDMS. Model berhubungan dengan database sehingga biasanya dalam model akan berisi class ataupun fungsi untuk membuat (create), melakukan pembaruan (update), menghapus data (delete), mencari data (search), dan mengambil data (select) pada database. Selain itu juga model akan berhubungan dengan perintah-perintah query sebagai tindak lanjut dari fungsi-fungsi (create,
update, delete, select).
b. View
Bagian User Interface atau bagian yang nantinya merupakan tampilan untuk
end-user. View bisa berupa halaman HTML, CSS, Javascript, JQuery dan AJAX, karena metode yang dipakai merupakan MVC sehingga view tidak
boleh terdapat pemrosesan data ataupun pengaksesan yang berhubungan dengan database, sehingga view hanya menampilkan data-data hasil dari
Model dan Controller.
c. Controller
Penghubung antara view dan model, maksudnya ialah karena model tidak dapat berhubungan langsung dengan view ataupun sebaliknya, jadi
controller inilah yang digunakan sebagai jembatan keduanya. Sehingga
tugas controller ialah sebagai pemrosesan data atau Alur Logic Program, menyediakan variable yang akan ditampilkan di view, pemanggilan model sehingga model dapat mengakses database, error handling, validasi atau
Kesimpulan dari pengertian di atas bahwa CodeIgniter adalah Framework PHP yang di dalamnya terdapat fitur lengkap aplikasi web yang sudah dikemas menjadi satu.
2.3. Basis Data
Sistem yang terkomputerisasi memerlukan basis data untuk memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Data yang tersimpan dapat digunakan kembali untuk proses dari sistem komputerisasi tersebut.
Menurut Coonoly dan Beg (Puspitasari, 2016:229) “Basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan secara logical serta deskripsi dari data tersebut, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi”.
Menurut Rosa & Shalahuddin (2015:43) “Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa basis data merupakan suatu media penyimpanan data dimana dapat menampung berbagai macam data, dimana sistem pendataannya di data dengan manajemen data yang baik.
Mengenai basis data ada beberapa perangkat lunak atau software open source yang disediakan untuk membuat suatu basis data, diantaranya adalah:
2.3.1.MySQL
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak dan sistem pembuat database yang bersifat terbuka (open source) untuk mengolah bahasa SQL. MySQL dapat digunakan pada sistem operasi berbasis Windows dan Linux.
Menurut Hidayatullah dan Kawistara dalam bukunya yang berjudul Pemrograman Web Edisi Revisi (2018:175) “MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah sangat banyak digunakan oleh para pemrogram aplikasi
web”.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah basis data yang banyak digunakan untuk membangun aplikasi yang menggunakan database.
2.3.2. PHPMyAdmin
Menurut (Mulyanto, Khasanah, Informasi, & Informatika, 2018) “PhpMyAdmin adalah suatu aplikasi Open Source yang berbasis web, aplikasi ini dibuat menggunakan program PHP, fungsi dari aplikasi ini adalah untuk mengakses database MySQL”.
2.4. Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Metode pengembangan perangkat lunak digunakan oleh para pengembang atau programmer dalam merancang sebuah sistem. Model yang sering digunakan menggunakan model air terjun (waterfall) dikarenakan cocok untuk pengembangan sistem yang jarang berubah.
Menurut Sukamto dan Shalahuddin, (2015:28) “Model air terjun (waterfall) sering disebut dengan model sekuensial linier (sequential liner) atau alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut mulai dari analisis kebutuhan perangkat lunak, desain, pembuatan kode program, pengujian, dan pendukung (support)”.
Gambar II.1
Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Adapun tahapan-tahapan dari model waterfall menurut Sukamto dan Shalahuddin, (2015:29) yaitu:
1. Analisis kebutuhan perangkat lunak
Analisis kebutuhan perangkat lunak merupakan proses pengumpulan kebutuhan secara insentif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak. Dalam tahapan ini, penulis melakukan analisis kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan sistem
monitoring, dimulai dari analisis kebutuhan fungsional dan analisis kebutuhan
non-fungsional. Analisa kebutuhan perangkat lunak juga didasari dari data-data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak yang terdiri dari rancangan sistem 20 usulan, basis data (ERD dan LRS), struktur navigasi, dan pemodelan tampilan.
3. Pembuatan kode program
Rancangan sistem dijadikan sebagai untuk pengimplementasian atau pembuatan kode program. Tahapan ini berkaitan dengan pengkodean (coding) menggunakan PHP, HTML, CSS dan Javascript untuk menghasilkan sistem informasi berbasis web.
4. Pengujian
Untuk meminimalisir kesalahan dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan, maka penulis melakukan pengujian menggunakan metode
blackbox.
5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)
Pemeliharaan (support) dalam rangka menjaga stabilitas sistem serta melakukan perbaikan-perbaikan kecil.
2.5. Tools Program 2.5.1. XAMPP
Salah satu Software yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah XAMPP. Penulis menggunakan web server XAMPP, karena semua kebutuhan telah disediakan oleh XAMPP.
Menurut (Purbadian, 2016:1), mengatakan bahwa “XAMPP merupakan suatu
software yang bersifat open source yang merupakan pengembangan dari LAMP
(Linux, Apache, MySQL, PHP and Perl)”.
Kesimpulan dari pengertian di atas adalah XAMPP merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun website dan dapat mendukung banyak sistem seperti Windows, Linux dan Mac sehingga tidak masalah ketika berpindah-pindah sistem operasi.
2.5.2. Sublime Text 3
Menurut (Pasaribu, 2017) “Sublime Text Editor adalah editor teks untuk berbagai bahasa pemograman termasuk pemograman PHP. Sublime Text Editor
merupakan editor text lintas platform dengan Python Application Programming
Interface (API)”.
Sublime Text Editor juga mendukung banyak bahasa pemrograman dan bahasa
markup, dan fungsinya dapat ditambah dengan plugin, dan Sublime Text Editor
tanpa lisensi perangkat lunak. 2.6. Teori Pendukung
Teori pendukung berguna untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana fungsi dari suatu sistem informasi dapat bekerja dengan suatu logika yang digambarkan dengan simbol-simbol. Beberapa pendukung yang penulis gunakan dalam merancang Tugas Akhir sebagai berikut:
2.6.1.Struktur Navigasi
Struktur navigasi digunakan oleh para pengembang atau programmer untuk menguraikan fungsional sistem (navigasi menu di dalam sistem). Navigasi ini membantu perancangan lebih terorganisir dan rapi.
Menurut Rohman, Ermawati, Farlina, dan Syabaniah (2018:88) “Struktur navigasi adalah susunan menu atau hierarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi halaman pada suatu situs web”.
Berdasarkan kutipan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa struktur navigasi merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari sistem yang dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen dari halaman dan menunjukkan sesuatu yang penting serta menjadi kata kunci untuk usabilitas aplikasi.
2.6.2.Entity Relationship Diagram(ERD)
Pemodelan basis data yang paling banyak digunakan dalam tahap perancangan basis data yaitu ERD. Hasil dari pemodelan menggunakan ERD ini berupa gambar atau simbol yang saling berhubungan.
Menurut Yasin (Puspitasari, 2016:229) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu rancangan atau bentuk hubungan suatu kegiatan di dalam sistem yang berkaitan langsung dan mempunyai fungsi di dalam proses tersebut. ERD adalah suatu pemodelan dari basis data relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship. Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya”.
Berdasarkan pengertian dari atas, maka ERD merupakan sebuah model jaringan yang menggunakan susunan data, serta perincian dalam melakukan perancangan basis data resional.
1. Komponen ERD a. Entititas (Entity)
adalah sebuah objek yang keberadaannya dapat dibedakan terhadap objek lain. b. Atribut (Field)
adalah elemen, data field, atau data item yang di gunakan untuk menerangkan suatu entribut dari entitas dan mempunyai nilai tertentu, misalnyaa tribute dari entitas kandidat diterangkan oleh nama, umur, no ktp, no hp, tempat tanggal lahir, jenis kelamin dan pendidikan.
c. Atribut Kunci Primer
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan
dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).
d. Atribut Multi Nilai (Multivalue)
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat
memiliki nilai lebih dari satu e. Relasi
adalah suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan kehimpunan lain. Relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja. f. Asosiasi (Association)
Penghubungan tararelasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki
multiplicity. Kemungkinan jumlah maksimum keterhubungan antara entitas satu
dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan one to many menghubungkan entitas A dan entitas
2. Derajat Relationship
Dalam hubungan antar entitas, juga harus ditentukan derajat relasi antar entitas. Derajat relasi menunjukkan jumlah maksimum record suatu entitas berelasi denga record pada entitas yang lainnya. Terdapat 3 macam derajat dari
relationship, yaitu :
a. Unary Degree (derajat satu) Bila satu entitas mempunyai relasi terhadap dirinya sendiri.
c. Ternary Degree (derajat tiga) Bila satu entitas menghubungkan lebih dari entitas
2.6.3. Logical Record Structure(LRS)
Bentuk pemodelan lainnya selain ERD adalah menggunakan LRS. LRS disini sebenarnya merupakan hasil kardinalitas dari entity relationship diagram (ERD) menjadi logical record structure (LRS).
Menurut Hasugian dan Shidiq (Puspitasari, 2016:229) “Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram –ER akan mengikuti pola atau aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, maka perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut ini : Setiap entitas akan di ubah kebentuk kotak, Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau singkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi), sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungannya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan”.
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai LRS, dapat disimpulkan bahwa LRS adalah hasil dari transformasi ERD ke LRS yang memulai proses kardinalitas, serta pada umumnya setiap tabel memiliki keterkaitan hubungan antar tabel yang disebut dengan relasi.
2.6.4. Pengujian Web (Black Box Testing)
Black-box testing merupakan pengujian fungsionalitas aplikasi yang lebih sederhana. Berikut ini adalah penjelasan mengenai Black-box testing yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:
Menurut (Mustaqbal, 2015:34) “Pengujian Black-box testing hanya berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Tester dapat mendefinisikan
bahwa kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional program”.
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai Pengujian unit (Black box testing) dapat disimpulkan bahwa Black box testing adalah suatu pengujian program yang dibuat bertujuan untuk menemukan kesalahan yang tidak diduga serta mengatasi penyelesaian penemuan kesalahan yang terjadi.