• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini menjelaskan teori – teori yang menunjang penulisan tugas akhir ini mengenai pembuatan Program Simulasi Kendaraan Roda Dua Terhadap Putaran Sudut Gas Motor dan Kecepatan yang diperuntukan untuk melakukan simulasi tentang pengaruh perputaran sudut gas motor terhadap kecepatan yang ditampilkan melalui grafik.

2.1 Pengertian Aplikasi

Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran, penggunaan. Secara istilah adalah program siap pakai yang direkayasa untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain dan dapat digunakan oleh sasaran yang dituju.

2.2 Pengertian Aplikasi Sistem

Aplikasi sistem adalah software yang dibeli perusahaan dari tempat pembuatnya. Aplikasi akan menggunakan sistem operasi (OS) komputer dan aplikasi yang lainnya yang mendukung. Istilah ini mulai perlahan masuk ke dalam istilah Teknologi Informasi semenjak tahun 1993, yang biasanya juga disingkat dengan app. Secara historis, aplikasi adalah software yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan. App Industri PC tampaknya menciptakan istilah ini untuk merefleksikan medan pertempuran persaingan yang baru, yang paralel dengan yang terjadi antar sistem operasi yang dimunculkan.

2.3 Pengertian Visual Basic

Visual Basic merupakan cara termudah dan tercepat untuk membuat aplikasi yang dijalankan di sistem operasi Microsoft Windows®. Apakah Anda seorang profesional atau pemula sekalipun di bidang pemrograman Windows, Visual Basic menyediakan kepada Anda sekumpulan perangkat

(2)

6

untuk mempermudah dan menyederhanakan pengembangan aplikasi yang tangguh.

Kata “Visual” merujuk kepada metode yang digunakan untuk membuat antar muka yang bersifat grafis Graphical User Interface (GUI).Daripada menulis berbaris-baris kode untuk menjelaskan pemunculan dan lokasi dari suatu elemen di dalam antar muka, Anda dengan mudah dapat menambahkan objek yang sebelumnya sudah dibangun ke dalam tempat dan posisi yang Anda inginkan di layar Anda.Jika Anda pernah menggunakan program untuk menggambar seperti Paint, maka Anda sebenarnya sudah memiliki keahlian uuntuk membuat sebuah antar muka pengguna secara efektif.

Kata “Basic” merujuk kepada bahasa BASIC (Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code), sebuah bahasa yang digunakan oleh banyak programmer dibandingkan dengan bahasa lainnya dalam sejarah komputer. Visual Basic telah berubah dari bahasa asli BASIC dan sekarang memiliki ratusan pernyataan (statements), fungsi (functions), dan kata kunci (keywords), dan kebanyakan di antaranya terkait dengan antar muka grafis di Windows. Pengguna tingkat pemula sekalipun dapat membuat aplikasi dengan mempelajari hanya beberapa kata kunci, sementara kekuatan dari bahasanya membolehkan para pengguna tingkat professional mencapai apapun yang dapat dihasilkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Windows lainnya.Bahasa pemrograman Visual Basic tidaklah hanya identik dengan Visual Basic saja. Sistem Pemrograman Visual Basic dalam bentuk Edisi Aplikasi, telah dimasukkan ke dalam Microsoft Excel, Microsoft Access, dan banyak aplikasi Windows lainnya juga menggunakan bahasa yang sama. Visual Basic Scripting Edition (VBScript) adalah sebuah bahasa skrip yang digunakan secara lebih umum dan merupakan bagian dari bahasa Visual Basic. Dengan mempelajari Visual Basic, maka Anda akan dibawa ke area-area yang telah disebutkan tadi.

(3)

7 2.4 Sejarah Microsoft Visual Basic VB.Net

Sejarah Visual Basic diawali dari perkembangan bahasa BASIC di darthmouth College, Amerika Serikat, pada awal tahun 1960-an. Sejak semula BASIC memang dirancang untuk mudah dipelajari.Begitu sederhananya sehingga nyaris semua pakar pemrograman komputer menggunakan BASIC sebagai bahasa pemrograman pertamanya.Pada tahun 1982 IBM/PC diperkenalkan pada masyarakat, Microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini.Didalamnya disertakan pula bahasa BASIC yang dikenal sebagai QuickBasic (QBASIC).Pada tahun 1990-an era DOS berlalu digantikan era Windows.Tampilan grafis windows yang sangat bagus dan lebih interaktif mengubah pemrograman dari pekerjaan yang memusingkan kepala menjadi sebuah pekerjaan yang sangat menyenangkan.Microsoft pun akhirnya membuat BASIC versi Windows yang dikenal dengan Microsoft Visual Basic.

Visual Basic memungkinkan pembuatan aplikasi Grapichal User Interface (GUI) atau pemrograman yang menggunakan tampilan grafis sebagai alat komunikasi dengan pemakainya. Pembuatan tampilan user interface dapat dilakukan dengan meletakkan objectobject grafis ke lembar (form) yang sudah disediakan oleh Visual Basic. Visual Basic Merupakan bahasa pemrograman Visual sehingga dapat mempermudah dalam mendesain tampilan program atau lebih dikenal dengan istilah user interface.Hal ini sangat bermanfaat untuk membuat program yang bekerja dalam lingkungan windows yang tampilannya lebih rumit.Dengan Bahasa Pemrograman biasa / Non Visual, Waktu seorang programmer lebih banyak dihabiskan untuk mendesain tampilan program dibandingkan dengan penulisan program utamanya.Visual basic adalah suatu bahasa pemrogramman visual yang merupakan pengembangan terakhir dari Basic. Visual Basic „VBx‟ (VB 10.0) , Visual Basic 10, yang juga dkenal dengan nama VBx, akan menawarkan dukungan

(4)

8

untuk Dynamic Language Runtime. VB 10 direncanakan akan menjadi bagian dari SilverLight 1.

2.5 Lingkungan di Microsoft Visual Basic 6.0

Gambar 2.1 Tampilan awal lembar kerja Microsoft Visual Basic 6.0

Beberapa lingkungan komponen penting di Visual Basic adalah:

1. Menu Bar

Menampilkan daftar menu yang berisi daftar perintah-perintah yang dapat digunakan saat bekerja pada Visual Basic. Terdiri dari menu File, Edit, View, Project, Format, Debug, Run, Query, Diagram, Tools, Add-Ins, Window dan Help.

Gambar 2.2 Tampilan Menu Bar

2. Main Toolbar

Digunakan untuk mengakses perintah-perintah dalam menu yang sering dipakai secara cepat.

(5)

9 Gambar2.3 Tampilan Toolbar

Fungsi dari masing-masing tombol di Main Toolbar (Madcoms,2008)

Tabel 2.1 Fungsi Setiap Tool di Toolbar

Toolbar Nama Fungsi

Add Project Menambah Project baru dengan

pilihan : 1. Standar EXE 2.ActiveX EXE

3. ActiveX DLL 4. ActiveX Control

Add Form Menambahkan item dengan

pilihan: 1. Form 2. MDI Form 3. Module 4. Class Module 5. User Control 6. Property Page 7. User Document 8.Add File

Save Project Menyimpan Project

Menu Editor Menampilkan kotak dialog menu

editor

Open Project Membuka project yang pernah

dibuka sebelumnya

Save Project Menyimpan Project

(6)

10

editor

Open Project Membuka project yang pernah

dibuka sebelumnya

Save Project Group Menyimpan Project

Cut Memotong kontrol yang ada di

jendela form atau teks yang ada di jendela code

Copy Menyalin kontrol yang ada di

jendela form

Paste Menampilakan kontrol atau teks

yang pernah dipotong dengan perintah cut atau di salin dengan perintah copy.

Find Mencari text pada jendela code

Undo Membatalkan suatu perintah

yang pernah dijalankan

sebelumnya.

Redo Mengulangi perintah yang

pernah dibatalkan

Start Menjalankan program

Break Menampilkan program yang

sedang dijalankan sementara

End Menampilkan program yang

sedang berjalan

Project Explorer Menampilkan jendela Project

Explorer

Properties Window Menampilkan jendela properties

Form layout window Menampilkan jendela Form

layout

Object browser Menampilkan jendela object

(7)

11

Toolbox Menampilkan jendela toolbox

3. Jendela Toolbox (Toolbox Standard)

Toolbox standard berisi komponen-komponen yang merupakan sarana untuk membentuk user interface.

(8)

12

Tabel 2.2 ToolBox

Tool Nama Keterangan

Picture Box Komponen ini digunakan untuk menampilkan gambar dengan tipe gambar Bitmap (bmp), Icon (ico), Gif (gif), JPEG (jpeg).

Label Komponen ini digunakan untuk menampilkan

teks, dan pemakai tidak dapat berinteraksi dengan komponen ini saat program dijalankan.

Text Box Komponen ini digunakan untuk menempatkan teks dalam form dan pemakai dapat memberikan masukan / berinteraksi dengan komponen ini.

Frame Komponen ini digunakan untuk mengelompokkan

kumpulan/grup dari komponen lain seperti option button, check box, command button dan lainnya. Command button Komponen ini digunakan untuk memberi perintah

atau tindakan ketika digunakan dalam aplikasi. Check box Komponen ini digunakan untuk memberikan

pilihan dimana pemakai / user dapat memilih lebih dari satu buah pilihan dari beberapa pilihan yang disediakan

Option Button Komponen ini digunakan untuk memberikan pilihan dimana pemakai/ user dapat memilih hanya satu pilihan dari beberapa pilihan yang disediakan.

Combo box Komponen ini digunakan untuk menentukan pilihan dari daftar pilihan yang disediakan. Bentuk pilihannnya berupa Dropdown list.

(9)

13

pilihan dari daftar pilihan yang disediakan. Bentuk pilihannya tidak berupa Dropdown list tapi semua item di tampilkan.

Horizontal Scroll Bar

Komponen ini digunakan untuk memungkinkan pemakai memilih atau mengubah sesuatu dari suatu objek selama masih dalam jangkauan horizontal objek

Vertikal Scroll Bar Komponen ini diguanakan untuk memungkinkan pemakai memilih atau mengubah sesuatu dari suatu objek selama masih dalam jangkauan vertical objek

Timer Komponen ini digunakan untuk mengoperasikan waktu kejadian pada rutin program termasuk interval waktunya.

Drive List Box Komponen ini digunakan untuk menampilkan daftar drive yang terdapat dalam komputer.

Dir List Box Komponen ini digunakan untuk menampilkan direktori yag terdapat di sebuah drive pada computer

File List Box Komponen ini digunakan untuk menampilkan file pada sebuah direktori di komputer.

Shape Komponen ini digunakan untuk membentuk objek

dua dimensi seperti bujur sangkar, linkaran, empat persegi, dan elips

Line Komponen ini digunakan untuk membetuk garis

Image Box Komponen ini digunakan untuk menampilkan gambar Bitmap(bmp), Windows meta file (wmf), dan Icon (ico)

Data Komponen ini digunakan untuk menghubungkan

antaraform VB 6.0 dengan database yang akan digunakan pada aplikasi tersebut

(10)

14

pemakai menempelkan objek dari aplikasi VB 6.0 ke aplikasi yang mendukung OLE ( Object linking and Embedding)

2.6 Tahapan Pengembangan Dan Perancangan Sistem Perangkat Lunak

Dalam tahap perancangan aplikasi dan pembuatan aplikasi ini menggunakan metodologi Waterfall. Waterfall adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang mengusulkan pendekatan kepada perangkat lunak sistematik dan skuensial yang mulai pada tingkat kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan.

Penjelasan rinci tentang proses diatas adalah sebagai berikut,

1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Pada tahap ini adalah untuk memahami sifat program yang dibangun, rekayasa perangkat lunak (analisis) harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja dan antar muka (interface) yang diperlukan. Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh software yang akan dibangun.

2. Desain

Design adalah membuat spesifikasi rinci mengenai arsitektur program, gaya, tampilan, dan kebutuhan material/bahan untuk program simulasi kendaraan roda dua terhadap putaran sudut gas motor dan kecepatan, pada tahap ini spesifikasi di buat serinci mungkin. Namun demikian pasti sering terjadi penambahan bahan atau bagian aplikasi yang harus ditambah, dihilangkan, atau diubah pada awal pengerjaan aplikasi.

3. Generasi Kode

Desain harus diterjemahkan dalam bentuk mesin yang bisa dibaca oleh komputer. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan

(11)

15

secara mekanis. Tahap ini meerupakan implementasi dari tahap desain yang secara teknis dikerjakan oleh programmer.

4. Pengujian

Tahap ini dilakukan setelah menyelesaikan tahapan diatas dengan menjalankan aplikasi ini apakah aplikasi berjalan baik atau belum, tahap awal pengetesan biasanya di sebut alpha test, penulis sendiri yang akan melakukan testing aplikasi.

5. Pemeliharaan

Perangkat lunak ini sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru), atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja.

2.7 UML (Unified Modeling Language)

Menurut Whitten dan Bentley (2007), UML adalah satu kumpulan konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah sistem software yang terkait dengan objek. UML terdiri dari beberapa diagram, antara lain:

2.7.1 Use Case Diagram

Menurut Whitten dan Bentley (2007), Use Case diagram menggambarkan interaksi antara sistem dan sistem eksternal, serta user. Dengan kata lain, use case diagram menggambarkan siapa yang akan menggunakan sistem dan dengan jalan apa yang diinginkan user untuk berinteraksi dengan sistem. Selain itu, use case digunakan untuk secara tekstual menggambarkan urutan langkah setiap interaksi tersebut. Fokus use case adalah pada tugas sistem yang berasal dari pandangan secara eksternal. Use case menjabarkan suatu entity yang berhubungan dengan sistem. Identifikasi dari aktor dan use case menghasilkan definisi dari batasan sistem, yang membedakan tugas yang sistem oleh sistem dan tugas yang diselesaikan oleh aktor.

(12)

16 2.7.2Sequence Diagram

Sequence diagram adalah diagram UML yang menggambarkan interaksi antara obyek-obyek di dalam sistemberdasarkan urutan waktu (Whitten and Bentley

2.7.3 Activity Diagram

Menurut Whitten dan Bentley (2007), Activity diagram menggambarkan struktur objek dari sistem. Juga menampilkan object class dari sistem yang dibuat sebagai relationship antar objek lainnya. Aktivitas tersebut bisa terdiri dari elemen model yang menggambarkan mengenai serangkaian proses eksekusi yang sedang berjalan. Eksekusi tersebut bisa digerakkan oleh penyelesaian dari aktivitas lain, kemudian dari objek yang tersedia, atau dari kegiatan dari luar

2.8 Proses kinerja motor matik

Mungkin banyak yang belum mengerti cara kerja dari mesin motor matiK yang biasa disebut CVT (Continuously Varible Transmission). Cara kerja mesin CVT ternyata lebih sederhana dari mesin konvensional atau mesin bertransmisi. Perlu dipahami sebelumnya, adalah semua komponen CVT terdapat pada boks CVT. Terlihat tak begitu besar memang, tapi disitulah tenaga motor matic bermula. Didalamnya terdapat tiga komponen utama yaitu pulley depan (Drive Pulley), pulley belakang (Driven Pulley), dan v-belt. Strukturnya, Pulley depan dihubungkan ke crankshaft engine (kruk-as), sedangkan pulley belakang dihubungkan ke as-roda. komponen yang menghubungkan pulley depan dan pulley belakang adalah v-belt.

Pada saat putaran rendah, pulley depan memiliki radius yang kecil dibandingkan dengan pulley belakang atau boleh dibilang rasio gigi ringan. Seiring dengan bertambahnya putaran mesin (rpm), maka pulley depan radiusnya juga ikut membesar sedangkan pulley belakang justru mengecil atau sama dengan rasio gigi berat. Sedangkan untuk kinerja V-belt hanya sebagai mediator kedua pulley tersebut agar dapat bersinergi secara pas. V-belt sendiri di desain kokoh dan lentur, sehingga proses kerja pulley menjadi lebih fleksibel dan motor dapat berakselerasi secara optimal.

(13)

17

Besarnya daya motor merupakan fungsi dari torsi yang terukur oleh dinamometer dan besar putaran poros motor yang dinyatakan dengan menggunakan persamaan:

atau dapat juga dinyatakan dengan hasil kalibrasi dinamometer :

dimana:

BHP = Brake Horse Power

(HP) P = Gaya yang terbaca pada dinamometer (N) R = Panjang lengan dinamometer = 0,9549m α = Putaran motor (rpm)

Torsi yang dihasilkan oleh motor dapat dihitung dengan persamaan : Torsi = P x R

dimana:

P = gaya aksi dinamometer (N)

Tekanan Efektif Rata–Rata Tekanan efektif rata–rata (Brake Mean Effective Pressure) yang merupakan tekanan rata–rata yang bekerja pada piston selama langkah kerja dapat dihitung berdasarkan rumus:

dimana :

N = tenaga kuda poros (HP) A = luas penampang torak (m2) L = panjang langkah torak (m) i = jumlah silinder

α = putaran motor (rpm)

Z = jumlah putaran poros engkol menyelesaikan satu siklus kerja

Konsumsi Bahan Bakar Spesifik (specific fuel consumption) Specific Fuel Consumption adalah jumlah pemakaian bahan bakar yang dikonsumsi oleh motor

(14)

18

yang menghasilkan daya satu dk selama satu jam. Sfc dapat dihitung dengan menggunakan rumus : dimana :

Sfc = specific fuel consumption

M = masssa bahan bakar yang dikonsumsi (kg) selama t (detik) BHP= daya yang dihasilkan motor (HP)

T = waktu yang dibutuhkan oleh motor untuk mengkonsumsi bahan bakar sebanyak Mb kg (detik)

Prosedur yang digunakan dalam pengambilan data pada putaran berubah adalah sebagai berikut:

1. Menghidupkan motor pada putaran idle .

2. Mengatur sudut pengapian motor dengan timing light sedemikian rupa sehingga didapatkan beban tertinggi pada dinamometer. Untuk percobaan ini didapatkan sudut 14°(untuk bensin), 20°(untuk BBG) dan dicoba 14°(untuk BBG) .

3. Menghidupkan pompa air dinamometer lalu membuka kran pemasukan air ke dinamometer agar tekanan air masuk sebesar 2,5 ± 0,5 bar dengan posisi pengereman 0% dan putaran motor idle.

4. Menaikkan putaran motor sampai 4000 rpm dengan kondisi tanpa beban (0%) dan melakukan pencatatan setelah keseimbangan tercapai.

5. Memberikan beban pada motor dengan meningkatkan pembebanan supaya didapatkan putaran motor sebesar 4500 rpm, 4000 rpm, 3500 rpm, 3000 rpm, 2500 rpm, 2000 rpm, 1500 rpm, 1000 rpm, 500 rpm. Mencatat perubahan beban pada dinamometer, kelembaban udara, temperatur dalam ruang, temperatur air radiator, tekanan pelumas, tekanan udara yang keluar dari kompresor, waktu konsumsi bahan bakar tiap 50 cc.

(15)

19 2.9 Pengenalan Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.

Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.

2.9.1 Simbol-Simbol Flowchart Tabel 2.1 Simbol Flowchart

BAGAN NAMA FUNGSI

TERMINATOR Awal atau akhir program

FLOW Arah aliran program

PREPARATION inisialisasi/pemberian nilai awal

PROCES Proses/pengolahan data

INPUT/OUTPUT

DATA input/output data

SUB PROGRAM sub program

(16)

20 ON PAGE

CONNECTOR

Penghubung bagian-bagian flowchart pada

halaman yang sama OFF PAGE

CONNECTOR

Penghubung bagian-bagian flowchart pada halaman yang berbeda

COMMENT Tempat komentar tentang

suatu proses

2.10 Tahapan Proses

Tahapan proses merupakan langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu masalah, dimana untuk bisa masuk ketahap selanjutnya kita sebaiknya menyelesaikan tahapan sebelumnya.

Gambar

Gambar 2.1 Tampilan awal lembar kerja Microsoft Visual Basic 6.0
Tabel 2.1 Fungsi Setiap Tool di Toolbar
Gambar 2.4 Tampilan Toolbox Standard
gambar  Bitmap(bmp),  Windows  meta file (wmf),  dan Icon (ico)

Referensi

Dokumen terkait

Visual Basic merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak

Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik

Microsoft Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman berbasis MS Windows yang digunakan untuk membuat aplikasi windows yang berbasis grafis atau yang lebih dikenal dengan

Pemrograman visual C++ adalah salah satu bahasa pemrograman yang bisa digunakan sebagai pengolahan citra digital seperti gambar dan video, (Kadir, 2004) visual C++ adalah

Dalam Microsoft Visual Basic 6.0 kemampuannya secara umum adalah menyediakan komponen-komponen untuk membuat program aplikasi yang sesuai dengan tampilan dan cara kerja Microsoft

Application Design melibatkan proses perancangan User Interface dan program aplikasi yang akan digunakan untuk memproses database. Desain suatu user interface harus

Sejak dikembangkan pada tahun 80-an, visual basic kini telah mencapai versinya yang ke-6.Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan pengembangan aplikasi

Pemrograman visual adalah bahasa generasi ke-4 atau 4 Generation Language (4th), merupakan satu langkah yang maju dengan cara program, karena pemrograman tidak