• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Kerangka Pemikiran

Program PEMP di Propinsi Jawa Barat telah diimplementasikan sejak tahun 2001 hingga saat ini. Program PEMP bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat; meski program tersebut sebenarnya memiliki cakupan yang lebih luas seperti sosial, lingkungan, dan infrastruktur (Gambar 1).

Analisis ini hanya menitik-beratkan pada aspek ekonomi saja; sedangkan aspek lainnya hanya digunakan untuk memperkaya analisis ekonomi. Evaluasi ekonomi itu pada prinsipnya menelaah apakah peningkatan pendapatan nelayan akibat introduksi program PEMP itu cukup nyata atau tidak, serta menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan tersebut.

3.2 Hipotesis

1) Program PEMP di lokasi penelitian menghasilkan peningkatan pendapatan secara nyata dibanding dengan sebelum adanya program.

2) Peningkatan pendapatan di Kabupaten Cirebon tidak berbeda nyata dibanding dengan Kabupaten Subang.

3) Variabel modal awal berpengaruh positif dan nyata terhadap peningkatan pendapatan total.

4) Variabel penambahan modal berpengaruh positif dan nyata terhadap peningkatan pendapatan total.

5) Variabel tingkat pendidikan masyarakat pesisir berpengaruh positif dan nyata terhadap peningkatan pendapatan total masyarakat pesisir.

6) Variabel persepsi responden tentang prospek aktifitas ekonomi yang dijalankannya berpengaruh positif dan nyata terhadap peningkatan pendapatan todal masyarakat pesisir.

(2)

Gambar 1 : Kerangka Pemikiran Keterangan Gambar bagan.

= Implimentasi program PEMP yg dilaksanakan oleh DKP

Melalui Dinas Kelautan & Perikanan Kab./ Kota, selanjutnya dampak program dianalisis sesuai dgn tujuan yg akan dicapai

= Hasil Penelitian merupakan rekomendasi untuk penyempurnaan program PEMP oleh Departemen kelautan dan Perikanan

Dampak

Tingkat Pendapatan Peserta Program

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan

Wicocson sign rank test Regresi berganda ANALISIS DAMPAK Rekomendasi untuk penyempurnaan progmam KEBIJAKAN DKP PROGRAM PEMP MASYARAKAT PESISIR KMP-II KMP..n KMP-I LEPP-M3 IMPLEMENTASI PROGRAM PEMP

(3)

3.3 Disain Penelitian

Pengaruh program PEMP terhadap peningkatan pendapatan peserta program dikaji dengan menggunakan hubungan antara variabel peningkatan pendapatan dengan modal awal, tambahan modal selama program PEMP, tingkat pendidikan, persepsi responden terhadap prospek usaha, lokasi, umur tahun pelaksanaan (dihitung dari tahun penelitian), persepsi responden terhadap kecakapan dirinya, dan jenis mata pencaharian. Mengingat variabel-variabel itu tidak di bawah kendali peneliti, pengumpulan dan pengukurannya dilakukan dengan disain ex post facto. Disain ini pada dasarnya merupakan pengukuran suatu peristiwa yang telah terjadi. (Umar, 2004).

Pengumpulan data tersebut mencakup kegiatan studi kasus, survai, dan riset korelasi.

3.4 Jenis, Sumber dan Pengumpulan Data

3.4.1 Jenis dan sumber data

Data primer adalah data nominal maupun ordinal hasil pengukuran langsung melalui kuesioner yang telah disediakan, data sekunder menyangkut informasi tematik tentang masyarakat dan tatalaksana program PEMP di lokasi penelitian.

Data bersumber dari hasil survai kepada para nelayan dan informan lainnya, yaitu:

ƒ KMP nelayan; ƒ KMP budidaya; ƒ KMP pengolahan; ƒ KMP pedagang ikan;

ƒ Pengurus LEPP-M3, Pengurus Mitra Desa, dan Pengurus KMP; dan ƒ Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten.

3.4.2 Pengumpulan dan pengolahan data

1) Unit analisis dalam studi ini adalah individu anggota masyarakat pengguna sumberdaya perikanan, baik nelayan, budidaya rumput laut, pengolahan hasil,

(4)

dan perdagangan hasil laut. Penghitungan tingkat kesalahan dari pengambilan contoh, digunakan rumus Slovin yang dikutip dari Umar (2003: 120), yaitu: n = N/(1+Ne2

) dengan keterangan bahwa n adalah ukuran contoh, N adalah ukuran populasi, dan e adalah kesalahan yang ditoleransi. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Metoda pengumpulan datanya adalah sebagai berikut:

• Desk study, yang digunakan untuk mempelajari konsep-konsep dan hasil penelitian terkait.

• Pengamatan, yang dilakukan untuk mempelajari situasi infrastruktur di lingkungan responden.

• Wawancara, yang dilakukan kepada responden maupun informan. Penentuan pengambilan contohnya dilakukan dengan cara acak berstrata (stratified random sampling). Tahun pelaksanaan PEMP dijadikan sebagai strata yang dalam hal ini dibagi tiga strata, yaitu pelaksanaan tahun 2001, 2002, dan 2003.

Jumlah contoh masing-masing Kabupaten adalah 50 contoh. Dengan ukuran contoh sebesar itu, nilai kesalahan sampling menurut rumus Slovin akan berkisar 10-15%.

2) Data yang terkumpul ditabulasi dengan menggunakann Microsoft Excell. Pengolahan data dan pengujuan statistik menggunakan paket program SPSS-14 (Statistical Package for Social Sciences).

3.4.3 Definisi dan pengukuran variabel

Untuk menegaskan batas-batas penelitian secara jelas, maka variabel-variabel penelitian didefinisikan secara khusus sebagai berikut:

1) Peningkatan pendapatan total nelayan adalah selisih antara pendapatan total masyarakat pesisir setelah program dikurangi pendapatan total sebelum program PEMP.

(5)

3) Pendapatan sebelum program adalah pendapatan masyarakat pesisir sebelum program PEMP diintroduksikan.

4) Pendapatan setelah program adalah tingkat pendapatan masyarakat pesisir setelah menjadi peserta program PEMP selama 3 tahun.

5) Modal awal adalah modal yang dilibatkan dalam kegiatan matapencaharian masyarakat pesisir sebelum adanya program PEMP.

6) Tambahan modal adalah jumlah modal yang diperoleh masyarakat pesisir selama mengikuti program PEMP.

7) Persepsi tentang prospek ekonomi kegiatan yang dilaksanakan oleh responden adalah ekspektasi responden terhadap peluang kemajuan usaha yang dijalankannya.

8) Lokasi adalah Kabupaten Cirebon dan Subang.

9) Tahun pelaksanaan adalah umur program dihitung dari tahun pelaksanaan penelitian (2006).

10) Persepsi tentang kecakapan sendiri adalah penilaian responden terhadap kecakapan dirinya.

11) Jenis mata pencaharian adalah jenis mata pencaharian kepala keluarga yang menjadi responden penelitian.

Variabel-variabel penelitian di atas (yang semuanya merupakan variabel ekonomi) diukur dengan angka nominal, kecuali tingkat pendidikan dan persepsi tentang prospek usaha yang merupakan data ordinal.

3.5 Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Kabupaten Cirebon dan Subang. karena keduanya merupakan dua kabupaten yang memperoleh perlakuan program PEMP relatif sama. Selanjutnya penentuan kecamatan dalam setiap kabupaten didasarkan pada strata tahun pelaksanaan program PEMP. Artinya sama-sama melaksanakan dalan tahun 2001 dan 2002 (tahap inisiasi) Adapun kecamatan terpiliha adalah sebagai berikut:

(6)

Mundu.

ƒ Kabupaten Subang: Kecamatan Blanakan, Legok Kulon, dan Pusaka Nagara. 3.6 Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan (Pebruari – April) 2006 3.7 Metoda Analisis

3.7.1 Analisis deskriptif univariat

Analisis deskriptif univariat menyajikan distribusi frekuensi. Dengan deskripsi ini, akan diketahui kecenderungan responden berkenaan dengan variabel penelitian yang digunakan.

3.7.2 Wilcoxon signed rank test

Analisis ini digunakan dalam rangka menguji apakah pendapatan masyarakat pesisir itu meningkat secara nyata setelah mengikuti program PEMP. Peluang kejadian pendapatan masyarakat antara sebelum dengan sesuadah mengikuti program PEMP adalah sebagai berikut:

Ya > Yb

Ya = Yb

Ya < Yb

dengan keterangan Ya = pendapatan sebelum program, dan Yb = pendapatan sesudah

program.

Dalam formula Wilcoxon, untuk menguji apakah ada perbedaan pendapatan sebelum dengan sesudah mengikuti program PEMP dilakukan rangkaian uji sebagai berikut:

1) Hipotesis

Jika d adalah selisih pendapatan antara sebelum dengan sesudah program PEMP, maka disusun hipotesis berikut:

(7)

H1: d ≠ 0 (pendapatan sebelum berbeda dengan sesudah program)

2) Dasar Pengambilan Keputusan

• Dengan membandingkan nilai z hitung dengan z tabel: Jika z hitung < z tabel, maka H0 diterima; dan Jika z hitung > z tabel, maka H0 diterima.

Adapun untuk memperoleh z hitung itu digunakan rumus sebagai berikut: z = [T -{1/4(N)(N+1)}]/√ [1/24(N)(n+1)(2N+1)]

dengan keterangan T adalah selisih pendapatan terkecil (tanda tidak diperhatikan) dan N adalah jumlah contoh (setelah mengeluarkan contoh yang memiliki nilai yang benar-benar sama).

• Dengan melihat angka probabilitas: Probabilitas > α maka H0 diterima

Probabilitas < α maka H0 ditolak

dengan keterangan α adalah nilai kesalahan (yang dalam penelitian ini digunakan 5%, karena penelitian ingin memperoleh informasi pada selang kepercayaan 95%).

Karena pada penelitian ini proses penghitungan menggunakan SPSS 14, maka digunakan pendekatan probabilitas. Jadi tidak dilakukan proses penghitungan manual seperti yang ditunjukkan pada rumus di atas.

3.7.3 Analisis regresi berganda

Analisis regresi berganda yang dilakukan ditunjukkan dengan rumus umum sebagai berikut:

Y = ƒ (X1, X2, X3i, X4, X5, X6, X7, X8i)

dengan keterangan bahwa:

ƒ Y adalah peningkatan pendapatan sesudah mengikuti program PEMP. Pendapatan ini tidak dikoreksi dengan nilai inflasi. Jadi nilai pendapatan itu

(8)

merupakan nilai nominal pendapatan pada tahun berjalan (current income). Pendekatan ini digunakan, karena dalam persepsi sederhana (mindset) nelayan maupun pengelola program, yang dimaksud dengan pendapatan itu senantiasa merujuk pada nilai nominal pendapatan; dan tidak dikaitkan dengan pengertian ‘daya beli’ (purchasing power) pendapatan.

ƒ X1 adalah modal awal. Nilai ini diukur dengan angka interval sesuai dengan

nilai modal awal yang dimiliki oleh responden.

ƒ X2 adalah tambahan modal selama program. Tambahan ini tidak dibedakan

apakah tambahan itu bersumber pada modal sendiri, kredit bank, maupun kredit dari PEMP.

ƒ X3i adalah tingkat pendidikan. Ini merupakan dummy variable (X31...X33).

Nilai variabel adalah sebagai berikut:

X31 X32 X33

SD 1 0 0

SMP 0 1 0

SMA 0 0 1

Lebih dari SMA 0 0 0

ƒ X4 adalah persepsi responden tentang prospek usaha ekonomi yang

dijalankannya. Variabel ini diukur dengan nilai interval, yang dihasilkan dari rata-rata angka Skala Lickert (Sangat Setuju = 5; Setuju = 4; Cukup Setuju = 3; Kurang Setuju = 2; Tidak Setuju = 1). Semua pertanyaan (ada 5 pertanyaan) merupakan pertanyaan positif. Jadi makin besar nilai interval dimaknai “persepsi responden terhadap prospek usaha itu semakin baik”. ƒ X5 adalah dummy variable untuk lokasi (Kabupaten Cirebon dan Kabupaten

Subang). Ini merupkan variabel biner, X5 bernilai 1 untuk Cirebon dan 0

untuk Subang.

ƒ X6 adalah tahun pelaksanaan PEMP. Nilai diukur dengan nilai interval umur

(9)

ƒ X7 adalah variabel persepsi responden tentang kecakapan dirinya dalam

menjalankan usahanya. Variabel ini diukur dengan nilai interval, yang dihasilkan dari rata-rata angka Skala Lickert (Sangat Setuju = 5; Setuju = 4; Cukup Setuju = 3; Kurang Setuju = 2; Tidak Setuju = 1). Semua pertanyaan (ada 5 pertanyaan) merupakan pertanyaan positif. Jadi makin besar nilai interval dimaknai “persepsi responden menilai dirinya lebih cakap”.

ƒ X8i adalah jenis mata pencaharian responden. Ini merupakan dummy variable

(X81...X83). Nilai variabel adalah sebagai berikut:

X81 X82 X83

Nelayan 1 0 0

Pedagang 0 1 0

Pengolah 0 0 1

Petambak 0 0 0

Untuk melihat pengaruh variabel bebas (Xi) terhadap variabel terikat (Y), dilakukan tiga tahap komputasi, yaitu:

ƒ Tahap 1: Seluruh variabel bebas dimasukkan dan dilakukan komputasi dengan menggunakan SPSS-14. Kemudian dianalisis hasilnya.

ƒ Tahap 2 (Iterasi I): Setelah mengoperasikan model yang utuh, dilakukan iterasi dengan metoda “entered/removed”, yang dalam hal ini digunakan metoda “entered”. Komputer secara iteratif memilih variabel yang memiliki korelasi yang relatif tinggi, baik berkorelasi positif maupun negatif. Kemudian dianalisis hasilnya.

ƒ Tahap 3 (Iterasi II): Iterasi kedua adalah menganalisis regresi berganda, hanya dengan memasukkan variabel bebas yang pada Iterasi I menunjukkan pengaruh nyata pada taraf <5%.

(10)

Terhadap rumus umum regresi berganda itu, dilakukan uji hipotesis terhadap konstanta regresi. H0 diterima jika konstanta bernilai sama dengan 0. Sutrisno

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat terhadap fasilitas publik yang tersedia di Kabupaten Karo (sebelum dan sesudah otonomi daerah dilaksanakan)

Based on the result of interview with taxpayers receiving enforcement letter from Tax Service Office “X”, it was formed horizons and interpretation unit explaining the reason

Pada penulisan ini akan disampaikan hasil percobaan tentang pemotretan ruang yang hanya menggunakan sebuah lampu flash eksternal berintensitas kecil, yang bisa

Although Hadoop is best known for MapReduce and its distributed filesystem (HDFS, renamed from NDFS), the term is also used for a family of related projects that fall under the

Ketiga, Perbedaan dengan penelitian terdahulu, jika pada penelitian sebelumnya hanya mendeskripsikan struktur teks berita dan membandingkannya, pada penelitian ini

Berdasarkan uraian tersebut, maka timbul keinginan peneliti untuk melakukan pemeriksaan konsentrasi timbal dalam air PDAM di rumah penduduk Desa Sijantang Koto

Upacara penyempurnaan dilakukan bagi jenazah yang akan dikremasi. Pada dasarnya, upacara yang dilakukan antara jenazah yang dimakamkan atau yang dikremasi tidak

Brand Activation merupakan sebuah aktifitas yang mampu memadukan seluruh bentuk komunikasi pemasaran.. Dalam mencapai sebuah