• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang penelitian

Men sana in corpore sano, adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jika dalam jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. Begitu pula sebaliknya. PT. Bio Farma telah membantu kesehatan masyarakat dengan memproduksi vaksin dan sera.

PT. Bio Farma adalah Badan Usaha Milik Negara yang kantor pusatnya berada di Jalan Pasteur no.28 Bandung, Indonesia. Terdapat 10 vaksin antara lain BCG, Polio, Hepatitis B, DTP, DT, Campak, DTP HB, Td, TT, Flubio, 4 anti sera antara lain ATS 1500 IU, ATS 20.000 IU, ADS, ABU dan 1 diagnostik yaitu PPD RT 23 2 TU yang di jual oleh PT. Bio Farma. Untuk memasarkan semua produk tersebut dibutuhkan bagian khusus untuk memberikan informasi dan menawarkan produk, hal ini lah yang mendasari bagian promosi sangat dibutuhkan untuk menginformasikan vaksin kepada pelanggan dan mendukung divisi pemasaran.

Bagian promosi PT. Bio Farma mengadakan sebuah kegiatan untuk mengumpulkan pelanggan, kegiatan ini bersifat ‘sosialisasi’ dan ‘educational promotion’. Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini untuk sharing dan memberikan informasi seputar imunisasi. Seperti pengetahuan tentang trend/ kekinian seputar vaksin, antisera, isu imunisasi serta produk baru PT. Bio Farma yang di beri nama “Siang Klinik”. Kegiatan Siang Klinik telah dilaksanakan di Makasar, Manado, Batam, Jambi, Pontianak, Tanjung Pinang, Yogyakarta, Semarang, Padang, Balikpapan, Samarinda, Lampung, Denpasar, Kupang, Bandung dan Surabaya. Selain untuk sharing, memberikan informasi dan pengetahuan, bagian promosi secara khususnya meminta para pelanggan untuk mengisi kuesioner penilaian untuk pemetaan produk, kesetiaan pelanggan dan efektifitas promosi.                

(2)

Materi yang dibahas dalam acara Siang Klinik ini disampaikan oleh para narasumber yang kompeten dan ahli salah satunya isu imunisasi (dasar dan lanjutan) serta produk baru. Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. Imunisasi lanjutan adalah imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan di atas ambang perlindungan atau untuk memperpanjang masa perlindungan.

Menurut Irsan dalam Media Indonesia (2012), tingginya transmisi penularan vertikal dari ibu ke bayi ini diakibatkan oleh keterlambatan waktu pemberian vaksinasi hepatitis B pada bayi mereka. Proses imunisasi vaksin hepatitis B di Indonesia umumnya diberikan dalam jarak waktu satu minggu hingga satu bulan setelah bayi dilahirkan. Model waktu pemberian vaksinasi ini dinilai sudah terlambat. Berdasarkan sejumlah riset, ibu hamil yang mengidap hepatitis B sebanyak 50% yang berisiko tinggi menularkan penyakit tersebut ke bayi mereka. Mayoritas transmisi virus pada bayi terjadi pada proses persalinan. Seharusnya virus hepatitis B diberikan kepada bayi yang baru saja lahir agar dapat mengindari pemulalaran virus dari ibu hamil yang melalui proses persalinan karena selalu ada kemungkinan lecet, luka dan sebagainya.

Arifin (2012) penderita hepatitis di Indonesia, kini mencapai 20 juta, atau sekitar 8 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta.Indonesia merupakan negara dengan prevalensi Hepatitis B tinggi sebanyak 8 persen, dan 1,5 juta orang Indonesia diantaranya berpotensi mengidap kanker hati. Bahkan, setengah dari penderita hepatitis diduga memiliki penyakit liver kronis, dimana sepuluh persen diantaranya menjadi kanker liver (Rakyat Merdeka Online, 2012).

Irsan (2012) Manusia yang sudah tertular virus hepatitis B sejak bayi, mayoritas atau 90%-nya akan menjadi penderita hepatitis kronis, sehingga penyakit tersebut bakal ada di tubuh mereka sepanjang hidupnya dan hanya sekitar 10 % dari kelompok ini yang bisa disembuhkan total (Media Indonesia, 2012).

Berdasarkan dari kedua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa vaksin hepatitis B sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Terdapat empat pesaing vaksin hepatitis B uniject PT. Bio Farma yaitu, Euvax B, Engerix B, Hepavax Gene dan

               

(3)

Recombivax. Hal inilah yang melatar belakangi perusahaan untuk mengukur kesetiaan pelanggan terhadap vaksin Hepatitis B Uniject dari PT. Bio Farma jika dibandingkan dengan pesaing.

Dengan fenomena tersebut diatas maka penulis ingin mengambil judul tugas akhir (TA) adalah “Analisis Persepsi Pelanggan Vaksin Hepatitis B Uniject Terhadap Loyalitas Pelanggan”

1.2 Identifikasi Masalah

Sehubung dengan latar belakang masalah diatas, penulis membatasi ruang lingkup masalah yang akan dibahas, adapun masalah-masalah yang ingin dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh persepsi pelanggan terhadap minat rekomendasi. 2. Bagaimana pengaruh persepsi pelanggan terhadap minat beli.

3. Bagaimana pengaruh persepsi terhadap loyalitas.

4. Bagaimana persepsi pelanggan di Surabaya dengan persepsi pelanggan di Tanggerang, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung (digabungkan dan disebut Pulau Jawa).

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan di PT. Bio Farma adalah: 1. Mengetahui pengaruh persepsi pelanggan terhadap minat rekomendasi. 2. Mengetahui pengaruh persepsi pelanggan terhadap minat beli.

3. Mengetahui pengaruh persepsi pelanggan terhadap loyalitas.

4. Mengetahui persepsi pelanggan di Surabaya dengan persepsi pelanggan di Tanggerang, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung (digabungkan dan disebut Pulau Jawa).

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, penulis, dan pembaca. Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian sebagai berikut:

               

(4)

1.4.1 Bagi Perusahaan

1. Memberikan informasi menarik kepada perusahaan mengenai persepsi pelanggan vaksin Hepatitis B Uniject.

2. Memberikan informasi mengenai pengaruh persepsi pelanggan vaksin Hepatitis B Uniject terhadap minat rekomendasi.

3. Memberikan informasi mengenai pengaruh persepsi pelanggan vaksin Hepatitis B Uniject terhadap minat beli.

4. Memberikan informasi mengenai pengaruh persepsi pelanggan vaksin Hepatitis B Uniject terhadap loyalitas.

5. Memberikan informasi keterkaitan persepsi pelanggan daerah Surabaya dengan Tanggerang, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung (digabungkan dan disebut Pulau Jawa).

6. Diharapkan perusahaan dapat mempertahankan dan selalu meningkatkan kualitas produk.

1.4.2 Bagi Penulis

1 Menambah wawasan bagi penulis mengenai persepsi pelanggan terhadap loyalitas.

2 Membandingkan antara teori dan kenyataan lapangan pada saat melakukan penelitian.

3 Melatih penulis untuk bisa memberikan solusi atau pemecahan masalah yang terjadi dengan baik.

1.4.3 Bagi Pembaca

1 Menambah wawasan bagi pembaca mengenai persepsi pelanggan terhadap loyalitas.

2 Sebagai bahan referensi bagi pembaca yang akan melakukan penelitian yang sama atau penelitian lanjutan mengenai pelayanan pelanggan.

               

(5)

1.5 Sistematika Penyusunan Laporan BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dijelaskan latar belakang masalah yang melandasi diadakannya penelitian ini. Bab ini meliputi identifikasi masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penyusunan laporan, kerangka berfikir serta lokasi dan waktu penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab II berisi tentang teori-teori ilmiah yang relevan dengan masalah yang akan dibahas. Bab ini meliputi pengertian dan teori lainnya dari berbagai sumber referensi buku, internet, majalah dan sumber lainnya.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metode yang digunakan selama penelitian dilakukan mulai dari prosedur penelitian teknik pengumpulan data, jenis data dan metode analisis data yang digunakan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV berisi hasil dan pembahasan dari data yang diperoleh. Pembahasan menguraikan maksud dari angka-angka yang diperoleh dari lapangan melalui kuesioner.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan penelitian, selain itu dalam bab ini juga berisi saran yang diharapkan dapat bermanfaat. Selain untuk penulis juga pihak lain yang membutuhkan informasi dari penelitian ini.

1.6 Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir adalah kerangka kerja dalam penyusunan laporan ini. Kerangka berfikir akan digambarkan dalam bagan-bagan dibawah ini :

               

(6)

Kebutuhan informasi sejauh mana kepuasan dan kesetiaan pelanggan terhadap vaksin Hepatitis B Uniject jika dibandingkan dengan produk sejenis (pesaing), dilihat dari persepsi terhadap harga, kualitas produk, kemudahan dalam penggunaan produk, kemudahan dalam memperoleh

produk dan ketersediaan produk dipusat pelayanan kesehatan. Perusahaan telah menyebarkannya melalui acara “Siang Klinik”.

Pembagian kuesioner kepada pelanggan dalam acara promosi dan sharing “Siang Klinik” di Surabaya.

Pengambilan data sejenis dari perusahaan (data sekunder) untuk kebutuhan penelitian mencangkup kota Semarang, Yogyakarta, Bekasi,

Bandung, Cirebon dan Tangerang.

Informasi mengenai persepsi kepuasan dan kesetiaan pelanggan terhadap vaksin Hepatitis B Uniject jika dibandingkan dengan produk (pesaing) di

Surabaya dan Tanggerang, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung (digabungkan dan disebut Pulau Jawa).

INPUT

PROSES

OUTPUT

Pertanyaan dalam kuesioner; persepsi pelanggan terhadap kepuasan dalam penggunaan produk, minat rekomendasi dan minat beli jika

dibandingkan dengan produk lain (pesaing).

Gambar 1.1 Kerangka Berfikir

Sumber : Olah Pikir Penulis

               

(7)

Keterangan gambar : Input

Berawal dari kesadaran perusahaan akan pentingnya memenuhi keinginan pelanggan, khususnya untuk vaksin Hepatitis B Uniject. Informasi didapatkan melalui kuesioner yang di berikan kepada peserta acara “Siang Klinik”. Informasi yang ditanyakan perusahaan yaitu : harga, kualitas produk, kemudahan dalam penggunaan produk, kemudahan dalam memperoleh produk dan ketersediaan produk dipusat pelayanan kesehatan.

Proses

Latar belakang penulis adalah pernah melakukan PKL (Prakter Kerja Lapangan) di PT. Bio Farma sehingga penulis mengajukan tiga pertanyaan tambahan yaitu : kepuasan dalam penggunaan produk, minat rekomendasi dan minat beli pelanggan terhadap vaksin Hepatitis B Uniject. Hal ini diajukan atas dasar kebutuhan informasi mengenai kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Kuesioner dengan penambahan tiga pertanyaan tambahan hanya dibagikan kepada pelanggan di Surabaya dalam acara “Siang Klinik”.

Output

Data dari pembagian kuesioner di Surabaya akan dibandingkan dengan data yang telah dimiliki oleh perusahaan yang meliputi kota Tanggerang, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung (digabungkan dan disebut Pulau Jawa). Data akan diolah dengan menggunakan uji regresi untuk melihat pengaruh terhadap minat beli dan minat rekomendasi, uji anova digunakan untuk melihat perbandingan jawaban antara pelanggan daerah Surabaya dan pelanggan Tanggerang, Semarang, Yogyakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung (digabungkan dan disebut Pulau Jawa).

               

(8)

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT Bio Farma (Persero) di Jalan Pateur 28 Bandung. Sedangkan jangka waktu penulisan laporan Tugas Akhir selama 3 (tiga) bulan. Adapun jadwal pelaksanaan pengerjaan tugas seperti tertera pada tabel 1.1. Selama proses penulisan, juga dilakukan asistensi kepada Dosen Pembimbing.

Tabel 1.1 : Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir

No Nama Kegiatan

Waktu Pengerjaan

Mei Juni Juli

1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 1 Persiapan a. Pencarian Fenomena b. Penentuan Fenomena c. Penentuan Judul 2 Pengambilan Data a. Penentuan teori b. Pembuatan Kuesioner c. Pembagian Kuesioner 3 Pengolahan Data a. Penulisan Laporan b. Penyuntingan Laporan c. Penyusunan Laporan d. Pengumpulan Tugas Akhir

e. Sidang Tugas Akhir

Sumber : Olah Pikir Penulis, 2012

               

Referensi

Dokumen terkait

dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia pada halaman 215, yakni. pada

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju pengomposan adalah sebagai berikut: 1) Ukuran bahan yang dikomposkan, semakin kecil partikel maka semakin banyak jumlahnya dan semakin luas

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah pembagian penerimaan pajak rokok dibagi 50% (lima puluh persen) berdasarkan

Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin yang khusus disediakan dan atau diberikan

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan kit IPA di SD belum sepenuhnya optimal yang dilihat dari: (1) kondisi umum sekolah: a) rasio an tara jumlah siswa dan kit JPA

Oleh karena itu kami tim dosen yang ada di Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI dalam pengabdian pada masyarakat ini akan melaksanakan kegiatan yang melibatkan

Berdasarakan tesis al-Gazzali tentang pemaduan wahyu dan akal (yang meliputi rasio dan pengalaman) manusia serta pandangannya bahwa ilmu hukum Islam menyelidiki