• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERSEPSI BURUH BATIK TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK DI KELURAHAN PRINGREJO KOTA PEKALONGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PERSEPSI BURUH BATIK TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK DI KELURAHAN PRINGREJO KOTA PEKALONGAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

46

ANAK DI KELURAHAN PRINGREJO KOTA PEKALONGAN

A. Gambaran Umum Kelurahan Pringrejo 1) Letak Geografis

Kelurahan pringrejo termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang terletak dibagian utara Kabupaten Pekalongan. Kelurahan Pringrejo mempunyai luas wilayah seluas 231,048 hektar. Terbagi menjadi 20 RW dan 91 RT.

Adapun batas-batas wilayah Kelurahan Pringrejo adalah sebagai berikut:1

a. Sebelah utara berbatasa dengan Kelurahan Tirto b. Sebelah Timur berbatasa dengan Kelurahan Medono

c. Sebelah Selatan berbatasa dengan Kelurahan Buaran Kradenan d. Sebelah Barat berbatasa dengan Desa Samborejo

2) Keadaan Penduduk

Berdasarkan monografi Kelurahan Pringrejo Kecamatan

Pekalongan Barat bulan Maret 2016 dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Jumlah penduduk yang berjenis laki-laki : 8.836 jiwa

b. Jumlah penduduk yang berjenis perempuan : 8.750 jiwa

(2)

Sehingga secara keseluruhan jumlah penduduk Kelurahan Pringrejo bulan Maret 2016 sebanyak 17.586 jiwa, dengan jumlah kepala

keluarga 4.628 KK, dapat di lihat pada table dibawah ini:2

Tabel I

Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur

3) Mata Pencaharian Pokok Penduduk

Berdasarkan mata pencaharian pokok penduduk Kelurahan Pringrejo Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, dimana sebagian besar penduduknya yaitu bermata pencaharian buruh atau swasta, yang mayoritas penduduk bekerja menjadi buruh batik, kemudian pegawai negeri sipil, dan wiraswasta/pedagang. Sedangkan sebagian kecil yang lain yaitu bermata pencaharian seperti tani, pertukangan, pensiunan, TNI/ Polri, nelayan dan jasa.

Mengenai mata pencaharian pokok di Kelurahan Pringrejo Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, dapat dilihat pada tabel berikut ini. No Umur Jumlah 1 00 – 03 Tahun 901 2 04 – 06 Tahun 726 3 07 – 12 Tahun 1.956 4 13 – 15 Tahun 987 5 16 – 18 Tahun 951 6 19 Tahun keatas 12.065 JUMLAH 17.586

(3)

Tabel II

Data Mata Pencaharian Pokok Penduduk Kelurahan Pringrejo Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan Juli – Desember 2015

No Mata Pencaharian Jumlah

1 Swasta/Buruh 2661 Jiwa

2 Pegawai Negeri Sipil 1117 Jiwa

3 Wiraswasta/Pedagang 449 Jiwa 4 Tani 275 Jiwa 5 Pertukangan 207 Jiwa 6 Pensiunan 172 Jiwa 7 TNI/Polri 56 Jiwa 8 Nelayan 16 Jiwa 9 Jasa 2 Jiwa

4) Tingkat Pendidikan Penduduk

Tabel III

Data Tingkat Pendidikan Penduduk Kelurahan Pringrejo Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan Juli – Desember 20153

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 Taman Kanak- Kanak 329

2 Sekolah Dasar 5.165 3 SMP/SLTA 2.433 4 SMA/SLTA 3.492 5 Akademi (D1 - D3) 474 6 Sarjana (S1 - S3) 879 7 Pondok Pesantren 182 8 Kursus/Keterampilan 15 Jumlah 12.969

Dari data di atas dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk Kelurahan Pringrejo sudah bagus, hal ini terlihat dari jumlah lulusan SMP/SLTP dan jumlah lulusan SMA/SLTA.

3

(4)

5) Struktur Organisasi Kelurahan

Pada struktur organisasi tergambar posisi, pembagian kerja, jenis kerja yang harus dilakukan, hubungan atas bawah, komponen/bagian, tigkat manajemen saluran komunikasi. Suatu struktur organisasi menspesifikasi pembagian kegiatan kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda-beda itu dihubungkan. Struktur itu menunjukkan hierarki dan struktur wewenang organisasi serta

memperlihatkan hubungan pelaporannya.4 Adapun bagan struktur

organisasi tersebut adalah sebagai berikut: Struktur Organisasi Kelurahan Pringrejo

Kepala Kelurahan HADI WIYOSO

Sekretaris Kelurahan SOKHIB, SH Kelompok Jabatan Fungsional

Kasi Pembangunan Endang Widiyati Kasi Trantib

Joko Sarwono, A.md Kasi Pemerintahan

Susilaningsih, SE, MSi

Kasi Kesejahteraan Masyarakat

Soemijati

Kepala lingkungan II Kepala lingkungan I

(5)

6) Sarana dan Prasarana

Untuk menunjang jalannya roda pemerintahan desa, maka diperlukan sarana dan prasarana yang mendukung. Adapun sarana dan

prasarana yang ada di Kelurahan Pringrejo adalah sebagi berikut:5

a. Agama

1. Jumlah Masjid : 9 Unit

2. Jumlah Musholla : 28 Unit

b. Kesehatan

1. Poliklinik/APOTIK : 1 Unit

c. Pendidikan

Tabel IV

Tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan Kelurahan Pringrejo

5

Data Monografi Kelurahan Pringrejo Bulan Juli – Desember 2015

No Jenis Pendidikan NEGERI SWASTA Gedung (Unit) Guru (Orang) Murid (Orang) Gedung (Unit) Guru (Orang) Murid (Orang) 1 Kelompok Bermain 3 10 60 2 T K 2 7 180 4 18 280 3 Sekolah Dasar 2 47 881 5 47 1092 4 SMP 1 24 245 5 SMA 6 Akademi 7 Universitas/ Institusi 8 Pondok Pesantren/PA 1 25 520 JUMLAH 4 54 1061 14 124 2197

(6)

d. Jumlah Perusahaan/Usaha 1. Industri

 Besar : 1 Unit

 Sedang : 18 Unit

 Kecil : 19 Unit

 Rumah Tangga : 15 Unit

2. Restauran/Rumah Makan : 4 Unit

B. Persepsi Buruh Batik tentang Pendidikan Agama Islam Anak di Kelurahan Pringrejo Kota Pekalongan

Persepsi Buruh Batik tentang Pendidikan Agama Islam Anak di Kelurahan Pringrejo Kota Pekalongan berdasarkan wawancara yang dilakukan secara insentif terhadap para buruh batik, maka para buruh batik memberikan sudut pandang dan argumen yang berbeda-beda terhadap pendidikan agama Islam anak.

Menurut Bapak Supandi Kasnadi bahwa:

“Perkembangan dan kegiatan keagamaan di Kelurahan Pringrejo sudah berjalan dengan cukup baik, maju dan berkembang atas kerjasama antar masyarakat. Dan alumni-alumni pesantren yang menghidupkan kegitan keagaman seperti mereka yang menjadi ustadz-ustadz di Taman Pendidikan Al-Qu’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah serta membimbing anak-anak dengan kegiatan Marhabanan

serta Sholawatan seperti dalam kelompok Duroran.” 6

Senada dengan Bapak Supandi Kasnadi, Bapak Iskandar menyatakan bahwa perkembangan dan kegiatan keagamaan di Kelurahan Pringrejo sudah berjalan dengan lancar dan baik. Seperti adanya kegiatan yasin dan tahlilan

(7)

untuk orang tua, sudah ada kegiatan TPQ dan Diniyah untuk anak-anak dan

tak lupa ada kegiatan marhabanan dan durorran disini. 7

Menurut Bapak Sochali bahwa pendidikan sangat penting bagi anak dari pada mereka bekerja dulu, kerena dengan pendidikan bisa menjadi modal kejujuran dalam bekerja. Apalagi pendidikan agama bisa membangun pribadi anak menjadi anak yang berakhlakul karimah serta bisa lebih menghormati

orang tuanya.”8

Senada dengan pendapat diatas, Bapak Muhammad Karomaini berpendapat kalau pendidikan yang baik menurut beliau adalah pendidikan yang mempunyai unsur agama, sehingga adanya keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama, jika anak dibekali dengan pendidikan agama maka anak bisa menjadi pribadi yang santun, berakhlakul karimah dan berbudi luhur.

Bapak Ahmad Syukron menyampaikan pendidikan agama Islam bagi anak adalah nomor satu. Karena dengan pendidikan agama Islam, anak- anak bisa menjadi anak sholeh dan solehah serta bisa mengamalkan ajaran agama

dalam kesehariannya dengan baik sesuai apa yang diajarkan. 9

Menurut bapak Muhammad Rusdy menyampaikan bahwa:

“Sebagai orang tua prihatin dengan adanya prilaku anak jaman

sekarang, yang sangat disayangkan anak-anak tidak bisa

memanfaatkan kegiatan keagamaan yang ada seperti Taman

Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin),

Marhabanan, Sholawatan atau Durorran. Sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan agar anak-anak bisa ikut dan aktif dalam pendidikan dan

7 Iskandar, Wawancara Pribadi, Pekalongan, 19 Maret 2016

8 Sochali, Wawancara Pribadi, Pekalongan, 20 Maret 2016

9

(8)

kegiatan agama tersebut. Akan tetapi, sudah sering dilakukan namun

anak-anak yang sulit untuk diarahkan.”10

Alasan lain dikemukakan oleh Bapak Ahmad Ilyas yang menyatakan bahwa anaknya nanti akan menjadi buruh batik seperti dirinya juga maka anaknya tidak perlu sekolah tinggi-tinggi bahkan tidak perlu dikirim kepesantren. Toh, yang lulusan pendidikan tinggi dan pesantren aja masih belum bisa berkiprah dimasyarakat dengan baik serta masih banyak yang menjadi buruk batik harian, yang penting adalah kerja keras sedini

mungkin.11

Menurut Bapak Ahmad Syukron menyampaikan bahwa sebagian besar orang tua di Kelurahan Pringrejo menyekolahkan anaknya di pendidikan agama mas Hery, ya anak saya sudah saya sekolahkan di

sekolahan yang ada agamanya seperti Madrasah Tsanawiyah.” 12

Sejalan dengan pendapat Bapak Ahmad Syukron, Bapak Madzkur Jufri menyampaikan bahwa mayoritas orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah agama, Seperti anak saya sendiri aku masukkan ke Madrasah

Aliyah.13

Menurut Wahyudin bahwa pendidikan agama Islam sangat dibutuhkan bagi diri si anak, seperti yang telah disebutkan dalam Hadits yang artinya bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Dan bahkan

10 Muhammad Rusdy, Wawancara Pribadi, Pekalongan, 20 Maret 2016

11

Ahmad Ilyas, Wawancara Pribadi, Pekalongan, 21 Maret 2016

(9)

pendidikan agama Islam sangat penting, karena pendidikan agama Islam membangun dan membentuk akhlak anak agar bisa menjadi manusia yang

baik di dunia bahkan di akhirat kelak.14

Sedangkan bagi Bapak Supandi Kasnadi mengharap anaknya mampu melanjutkan pendidikan agama di pesantrean, bahkan ini sudah terlaksana bahwa anaknya sudah dikirim ke Pondok Pesantren. Menurutnya dengan menempuh pendidikan agama dipesantren itu sangat terfokuskan dalam mengkaji tentang pendidikan agama, dan diharapkan anaknya nanti bisa

berkiprah di masyarakat dengan baik sesuai dengan ajaran agama Islam.15

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, masyarakat Kelurahan Pringrejo sebagian besar atau hampir 100% adalah beragama Islam, dengan pendidikan agama Islam bagi anak buruh batik di Kelurahan Pringrejo dilaksanakan melalui kegiatan keagamaan seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah dan mengaji Al-qur’an. Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Madrasah Diniyah dilaksanakan setiap hari sabtu sampai kamis pada sore hari sekitar jam 16.15 – 17.00 WIB, sedangkan menganji Al-Qur’an dilaksanakan tiap hari setelah sholat maghrib kecuali malam senin dan malam jum’at karena libur. Selain itu setiap malam jum’at diadakan rutinan

14

Wahyudin, Wawancara Pribadi, Pekalongan, 18 Maret 2016

15

(10)

Marhabanan, dimana marhabanan bertempat di rumah jama’ah dengan sistem

arisan satu minggu sekali.16

Gambar

Tabel III
Tabel IV

Referensi

Dokumen terkait

12 Alisuf Sabri, Ilmu Pendidikan , …, h.. yang dibaca, tausiah ini disampaikan oleh guru atau siswa dibawah bimbingan guru agama Islam. Bagi siswa yang beragama Islam

Agama Islam adalah suatu agama yang banyak dianut oleh sebagian besar masyarakat indonesi, sehingga prilaku masyarakat muslim selalu menjadi sorotan, apalagi yang

Namun dalam penelitian ini, peneliti hanya membatasi Pendidikan Agama Islam melalui proses penanaman nilai-nilai agama Islam di lingkungan informal atau dalam keluarga

Peneliti mencoba untuk mendeskripsikan dan menganalisa spirit nilai toleransi dan implementasi pendidikan agama Islam multikultural dalam mengembangkan kerukunan umat

Berdasarkan hasil observasi serta wawancara yang dilaksanakan peneliti, peneliti memperoleh temuan faktor-faktor intern yang menjadi kendala guru pendidikan agama Islam guna

Faktor-faktor Penghambat Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan hasil Belajar Siswa di SMP Plus Darus sholah Jember Dari hasil observasi dan wawancara peneliti di lapangan

Dari hasil wawancara dan observasi dapat peneliti simpulkan bahwa upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam kolaborasi antara guru Pendidikan Agama Islam dengan guru pendamping

Proses Penguatan Nilai Moderasi Beragama Bagi Peserta Didik Melalui Pendidikan Agama Islam di SMAN 7 Samarinda Proses penguatan nilai moderasi beragama melalui pendidikan agama Islam