• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMETAAN KOMPLEK STADION SEGIRI SAMARINDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMETAAN KOMPLEK STADION SEGIRI SAMARINDA"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

PEMETAAN KOMPLEK

STADION SEGIRI SAMARINDA

Oleh :

DITA SAPUTRI WARDANI

NIM. 110 500 158

PROGRAM STUDI GEOINFORMATIKA

JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

S A M A R I N D A

2014

(2)

PEMETAAN KOMPLEK

STADION SEGIRI SAMARINDA

Oleh :

DITA SAPUTRI WARDANI

NIM. 110 500 158

Karya Ilmiah Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk memperoleh Sebutan Ahli Madya pada Program Diploma III Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

PROGRAM STUDI GEOINFORMATIKA

JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

S A M A R I N D A

2014

(3)

PEMETAAN KOMPLEK

STADION SEGIRI SAMARINDA

Oleh :

DITA SAPUTRI WARDANI

NIM. 110 500 158

Karya Ilmiah Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk memperoleh Sebutan Ahli Madya pada Program Diploma III Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

PROGRAM STUDI GEOINFORMATIKA

JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

S A M A R I N D A

2014

(4)

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Karya lmiah : Pemetaan Komplek Stadion Segiri Samarinda

Nama : Dita Saputri Wardani

NIM : 110500158

Program Studi : Geoinformatika

Jurusan : Manajemen Pertanian

Lulus ujian pada tanggal : ……… Menyetujui,

Ketua Program Studi GeoInformatika

Dyah Widyasasi, S.Hut, MP NIP. 197101031997032001 Pembimbing,

Ir. Saini, MP

NIP. 196006261987031003

Penguji I,

Dwinita Aquastini, S.Hut, MP NIP.197002141997032002

Penguji II,

Husmul Beze S.Hut, M.si NIP. 197906132008121003

Mengesahkan,

Ketua Jurusan Manajemen Pertanian

Ir. Hasanudin, MP NIP. 196308051989031005

(5)

ABSTRAK

DITA SAPUTRI WARDANI. Pemetaan komplek Stadion Segiri Samarinda (dibawah bimbingan SAINI).

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana informasi mengenai letak dan fasilitas yang ada di Stadion Segiri Samarinda.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data geografis objek vital, objek pendukung serta sarana dan prasarana yang ada di stadion Segiri Samarinda yang kemudian akan diolah menggunakan software ArcGis 10 dan menghasilkan berupa peta informasi komplek Stadion Segiri Samarinda.

Metode pengambilan data dilakukan dengan mengambil data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil pengukuran langsung dilapangan koordinat X, Y, dan Z menggunakan GPS navigasi Garmin tipe 60 CSx dengan metode Waypoint, sedangkan data sekunder berupa data tabular hasil wawancara dengan pihak pengelola Stadion Segiri Samarinda. Kemudian data tersebut diolah menggunakan ArcGis 10.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat objek vital sebanyak 8 meliputi stadion utama, GOR serba guna, lapangan tenis, lapangan basket, lapangan voli, kolam renang,lapangan softball, fitnes dengan luas 15.239,343 m². Objek pendukung meliputi Power House yang berjumlah 4, masjid 1 bangunan, 4 lampu stadion, gerbang, dan 7 hydrant. Sarana dan prasarana meliputi Lahan Parkir seluas 12.683,41 m². Cafe, perkantoran, distro kios dan warung. Data-data koordinat objek vital, objek pendukung, sarana dan prasarana dibuat sebuah peta informasi mengenai Komplek Stadion Segiri Samarinda dengan skala 1: 2.000

Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis (SIG), software Arc Gis10 dan Stadion Segiri Samarinda

(6)

RIWAYAT HIDUP

DITA SAPUTRI WARDANI, lahir pada tanggal 23 April 1993 di Nunukan, Kalimantan Timur. Merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Didit Slamet Supriadi dan Ibu Sarminah. Pada tahun 1999 memulai pendidikan Dasar di Madrasah Ibtidaiah Al khairaat Nunukan dan lulus pada tahun 2005.

Kemudian pada tahun 2005 melanjutkan pendidikan lanjutan di Sekolah Menengah Pertama Madrasah Tsanawiyah Al-khairaat Nunukan, dan memperoleh ijazah pada tahun 2008. Pada tahun 2008, melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas SMA unggulan bppt darusholah Jember Jawa Timur dan lulus pada tahun 2011.

Jenjang pendidikan tinggi dimulai di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Jurusan Manajemen Pertanian, Program Studi Geoinformatika pada tahun 2011.

Tanggal 3 Maret 2014 hingga 3 Mei 2014 mengikuti program PKL (Praktik Kerja Lapang) di Perusahaan PT. Timur AdyaCitra Alaya Samarinda.

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas berkat Tuhan yang melimpahkan rahmat, nikmat, taufik serta hidayah-Nya, maka Penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini tepat pada waktunya. Karya Ilmiah ini di susun berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Stadion Segiri. Penelitian dan penyusunan Karya Ilmiah merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas akhir di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dan memperoleh sebutan Ahli Madya.

Pada kesempatan ini tak lupa Penulis menyampaikan ucapan terimakasih setulus hati kepada :

1. Orangtua tercinta yang senantiasa berdoa untuk keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan Karya Ilmiah ini.

2. Bapak Ir. Saini, MP. selaku dosen pembimbing.

3. Ibu Dwinita Aquastini, S.Hut, MP Selaku dosen penguji I 4. Bapak Husmul Beze S.Hut, M.si selaku dosen penguji II

5. Bapak Ir. Hasanudin, MP selaku Ketua jurusan Manajemen Pertanian.

6. Bapak dan Ibu Dosen serta PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan) dan administrasi Program Studi Geoinformatika.

7. Seluruh staf dan pegawai Stadion Segiri Samarinda dan teman–teman mahasiswa angkatan 2011 yang ikut serta membantu dalam penyusunan Karya Ilmiah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan dalam penulisan ini, dikarenakan oleh keterbatasan Penulis dalam penguasaan materi, oleh karena itu mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan Karya Ilmiah ini. Akhirnya Penulis berharap semoga apa yang tertulis dalam Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Dita Saputri Wardani Kampus Sei. Keledang, Agustus 2014

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Keadaan Umum Stadion Segiri Samarinda Kaltim` ... 3

B. Dasar teori sistem informasi geografis SIG) …………..…… . 5

C. ARCGIS 10 ... 12

D. Global positioning System (GPS) ... 17

E. Uraian Singkat Tentang Peta... 19

BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23

B. Alat dan Bahan ... 23

C. Prosedur Penelitian ... 24

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil ... 31

B. Pembahasan ... 34

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 40

B. Saran ... 40 DAFTAR PUSTAKA ………..

(9)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Tubuh Utama Halaman

1. ArcMap10 ... 12 2. Table Of Contens ... 14 3. Search Tool ... 15 4. Basic Tools ... 15 5. Toolbar Standar ... 16 6. ArcCatalog ... 16 Lampiran 7. Data Koordinat Pintu masuk ... ... 41

8. Data Koordinat Stadion Utama Segiri Samarinda... 42

9. Data Koordinat Lapangan Tenis... 42

10. Data Koordinat Lapangan Voli... 42

11. Data Koordinat Lapangan Basket... 42

12. Data Koordinat Lapangan Soft ball... . 42

13. Data Koordinat Fitnes... 43

14. Data Koordinat Kolam Renang... 43

15. Data Koordinat GOR Serba Guna... 43

16. Data Koordinat Lampu Besar Stadion Utama Segiri... 43

17. Data Koordinat Hydrant... 44

18. Data Koordinat Power House... 44

19. Data Koordinat Masjid... 44

20. Data Koordinat Cafe... ... . 44

21. Data Koordinat Kios dan Warung ... . 45

22. Data Koordint Perkantoran... ... 45

23. Data Koordinat Distro... 45

24. Data Koordinat Lahan Parkir... 45

25. Pengambilan Data... ... 47

26. Pintu masuk stadion utama segiri... 47

27. Masjid... ... 48

28. Tribun VIP Stadion Utama... 48

(10)

DAFTAR TABEL

Nomor Tubuh Utama Halaman

1. Daftar nama alat yang digunakan... 20

2. Daftar nama bahan yang digunakan dalam penelitian... 21

3. Fasilitas dan sarana dan prasarana Stadion Segiri Samarinda... 22

4. Letak Koordinat objek pendukung Stadion Segiri Samarinda... 24

5. Luas penggunaan lahan Komplek Stadion Segiri Samarinda... 24

6. Sarana dan prasarana Stadion Segiri Samarinda... 25

7. Sarana dan prasarana Lapangan Tenis... 25

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Kota Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2010 kota ini memiliki luas wilayah 718 kilometer persegi dan berpenduduk 726.223 jiwa, menjadikan kota berpenduduk terbesar di seluruh Kalimantan. Berbanding lurus dengan jumlah penduduk kota Samarinda yang besar maka pembangunan yang berada di Kota Samarinda pun dituntut untuk merata dan seimbang, dapat dilihat dari fasilitas sarana dan prasarana yang terdapat di Kota Samarinda (Anonim, 2014).

Dalam hal ini SIG mempunyai peran penting dalam pembangunan. Pembangunan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam setiap tahapnya pembangunan memerlukan data yang handal agar pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang dikehendaki. Untuk mencapai maksud tersebut, maka SIG berperan untuk menampilkan informasi karakteristik area (fisik dan non-fisik) yang akan menjadi tempat pembangunan tersebut. SIG mampu menyajikan prioritas daerah-daerah mana yang harus didahulukan, memberikan informasi tentang jenis pembangunan yang diperlukan, dan lain-lain. Bila masing-masing daerah mempunyai basis data SIG, maka pemerintah dapat memanfaatkan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan pada tahap pembangunan (Masri, 1989).

Sebagaimana uraian tentang SIG diatas, maka SIG sangat diperlukan sebagai penyedia informasi. Salah satu bangunan yang ada di Samarinda dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, namun sebagian besar

(12)

2

masyarakat umum belum mengetahui objek vital, objek pendukung serta sarana dan prasarana apa saja yang tersedia dan dapat digunakan di Stadion Segiri tersebut dan di mana letak fasilitas umumnya. Hal ini dikarenakan belum adanya sistem informasi yang dapat dimanfaatkan, oleh masyarakat untuk mengetahui letak dan fasilitas apa saja yang ada di Stadion Segiri Samarinda. Minimnya informasi mengenai Stadion Segiri Samarinda tentunya mengharuskan adanya penyusunan pemetaan dan sudah tentu pemetaan tersebut diharapkan bermanfaat untuk berbagai pihak, baik pihak pemerintah daerah, para pegawai dan staf stadion segiri Samarinda serta masyarakat umum di luar kota Samarinda.

Dalam hal ini pula Stadion Segiri sebagai salah satu tempat aktivitas kegiatan olahraga di pusat kota Samarinda digolongkan sebagai komplek karena dapat dikategorikan dalam suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian, khususnya yang memiliki bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung. Komplek dapat merujuk pada gabungan beberapa bangunan dalam suatu wilayah (Anonim, 2009). Selain Stadion Segiri ada juga Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja. Stadion Utama Palaran telah dilakukan pengamatan dan dibuat peta oleh Handayani (2013). Inilah yang melatarbelakangi adanya penelitian pemetaan Stadion Segiri.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan data-data geografis objek vital dan objek pendukung serta sarana dan prasarana yang berada di komplek Stadion Segiri Samarinda.

Dari penelitian ini pula dapat memberikan informasi dalam bentuk peta yang diharapkan dapat membantu masyarakat Samarinda pada umumnya dan khususnya

(13)

3

untuk masyarakat diluar kota Samarinda sehingga dengan mudah mengakses komplek Stadion Segiri Samarinda.

(14)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Keadaan Umum Stadion Segiri Samarinda Kaltim

1. Letak Geografis

Secara geografis Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur terletak antara 0,4930ºLS – 117,1491ºBT dengan kapasitas 18.000 kursi (Anonim, 2012)

2. Sejarah Stadion Segiri samarinda Kaltim

Stadion segiri merupakan sebuah stadion yang berlokasi di pusat kota Samarinda, Kalimantan Timur. Merupakan salah satu stadion yang representatif yang dimiliki Kota Samarinda selain Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja. Stadion ini juga merupakan stadion bagi kesebelasan Persisam Putra Samarinda. Kompleks Stadion Segiri dibangun pada masa yang bersamaan dengan pembangunan Balai Kota Samarinda pada sekitar tahun 1960-1970 Dilakukan renovasi pada tahun 2008 sebagai persiapan pelaksanaan PON XVII Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur merupakan stadion sepak bola ke dua Persisam Putra Samarinda setelah Stadion Palaran (Anonim, 2012).

Daya tampung stadion ini di yakini 18 ribu penonton dari 4 tribun. Untuk tribun utara dapat menampung 2.700 orang, tribun timur 5.000 orang, tribun selatan 2.700 orang dan tribun barat 7.600 orang. Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah Pusamania dan Pusamanita yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persisam Putra Samarinda selain itu stadion segiri juga memiliki julukan Theater Of Hell (Anonim, 2012).

(15)

4

3. Sarana dan Prasarana

Stadion Segiri Samarinda telah menjadi kandang kedua Persisam meskipun tidak banyak event-event yang diadakan di Stadion Segiri Samarinda namun stadion ini digunakan untuk football (soccer) Persisam, acara keagamaan, konser musik, acara sosial, dll. Sarana dan Prasarana yang ada di Stadion Segiri Samarinda ini diantaranya adalah :

1) Stadion Utama 2) GOR Serba Guna 3) Lapangan Tenis 4) Lapangan Voli 5) Lapangan Basket 6) Kolam Renang 7) Lapangan Soft ball 8) Sanggar senam indah 9) Fitnes 10) Lahan Parkir 11) Lampu Stadion 12) Hydrant 13) Power House 14) Masjid 15) Cafe 16) Kios

(16)

5

B. Dasar Teori Sistem Informasi Geografis (SIG)

1. Pengertian sistem informasi geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat (Barus dan Wiradisastra, 2000).

Sistem Informasi geografis adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geografis di bumi (georeference) (Anonim, 2001).

Sistem informasi geografis (SIG) adalah sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi (Bernhardsen, 2002). Secara

umum sistem informasi geografis (SIG) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial.

Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi (Nurshanti, 1995).

2. Komponen-komponen dalam SIG

Untuk membuat suatu perencanaan pembangunan atau pengambilan keputusan yang berkaitan dengan spasial diperlukan analisis data yang bereferensi geografis. Analisis ini harus didukung oleh sejumlah konsep konsep ilmiah dan sejumlah data data yang handal. Data atau informasi yang berkaitan dengan pemasalahan akan dipecahkan harus dipilih dan diolah melalui pemprosesan yang akurat. Untuk keperluan tersebut SIG menyediakan

(17)

6

sejumlah komponen atau subsistem masukan data pengelolaan data, manipulasi dan analisis data, dan keluaran data (Prahasta, 2004)

a. Masukan data (data input)

Subsistem masukan data adalah fasilitas dalam SIG yang digunakan untuk memasukan data dan merubah bentuk data asli ke dalam bentuk data yang dapat diterima dan dipakai dalam SIG.

Pemasukan data ke dalam SIG dilakukan dengan 3 cara, yakni: 1) Pelarikan (Scanning)

Pelarikan atau penyiamaan adalah proses pengubahan data grafis kontinue menjadi data diskrit yang terdiri atas sel-sel penyusunan gambar (pixel). Pelarikan untuk gambar peta kini dapat dilakukan dengan portable scanner yang kini banyak beredar di pasaran. Data hasil penyiamaan disimpan dalam bentuk raster. Data raster ini dapat diubah menjadi data vektor melalui proses digitasi. SIG berbasis raster banyak yang menyukai karena pengolahannya lebih mudah, proses tumpang susun (overlay) peta dapat dilakukan secara lebih cepat. 2) Digitasi

Digitasi adalah proses pengubahan data grafis analog menjadi data grafis digital, dalam struktur vektor. Pada struktur vektor ini data disimpan dalam bentuk titik (point), garis (lines) atau segmen, data poligon (area) secara matematis geometris (Lo, 1986). Contoh tipe data titik adalah kota, lapangan terbang, pasar. Tipe data garis diantaranya adalah sungai, jalan, kontur topografik. Tipe data

(18)

7

poligon/area antara lain ditunjukan oleh bentuk bentuk penggunaan lahan, klasifikasi tanah, daerah aliran sungai. Tipe-tipe data geografis tersebut dapat saling berinteraksi atau berinteraksi dengan data lain. Misal, data penggunaan lahan dapat berinteraksi dengan data jenis tanah.

Pada beberapa perangkat lunak SIG berbasis windows, seperti Map Info dan ArcView, digitasi dapat dilakukan pada tampilan peta screen monitor komputer, yang merupakan display data hasil penyiamaan. Digitasi dalam hal ini lebih dikenal dengan istilah stretching. Digitasi dengan cara ini dianggap memiliki akuransi yang lebih baik dari pada digitasi dengan menggunakan digitizer table. Prosess digitasi ini merupakan langkah dalam SIG yang banyak menyita waktu.

3) Tabulasi

Basis data dalam SIG dikelompokkan menjadi dua, yakni basis data grafis dan basis data non-grafis (atribut). Data grafis adalah peta itu sendiri, sedangkan data atribut adalah semua informasi non-grafis, seperti derajat kemiringaan lereng, jenis tanah, nama tempat, dan lain-lain. Data atribut ini disimpan dalam bentuk tabel, sehingga sering disebut basis data tabular. Data tabel ini kemudian dikaitkan dengan data grafis untuk keperluan analisis.

(19)

8

b. Pengelolaan data

Pengelolaan data meliputi semua operasi penyimpanan, pengaktifan, penyimpanan kembali dan pencetakan semua data yang diperoleh dari input data. Beberapa langkah penting lainnya, seperti pengorganisasian data, perbaikan, pengurangan, dan penambahan dilakukan pada subsistem ini.

c. Manipulasi dan Analisis data

Fungsi subsistem ini adalah untuk membedakan data yang akan diproses dalam SIG. Untuk merubah format data, mendapatkan parameter dan proses dalam pengelolaan dapat dilakukan pada subsistem ini. Upaya evaluasi terhadap subsistem ini perlu terus dilakukan, karena subsistem ini merupakan sentra dalam proses kerja SIG, dimana informasi baru yang akan dihasilkan ditentukan dalam proses subsistem ini. Beberapa fasilitas yang biasa terdapat dalam paket SIG untuk manipulasi dan analisis, meliputi semua unsur yakni : fasilitas penyuntingan, interpolasi spasial, tumpang susun, modeling, dan analisis data (Danoedoro, 1996).

1) Penyuntingan

Sebenarnya sebagian fungsi penyuntingan ini telah dilakukan dalam subsistem manajemen data (khususnya data spsial), tetapi ada yang belum dikerjakan secara detail, yakni pemutakhiran (up dating) data. Sebagai contoh pemutakhiran data spasial antara lain, peta persebaran pemukiman untuk tahun terbaru tidak perlu digitasi ulang, tetapi cukup diperbaharui dengan menambahkan data baru.

(20)

9

2) Interpolasi spasial

Interpolasi spasial merupakan jenis fasilitas SIG yang rumit, bahkan dapat dikatakan bahwa langkah ini tidak dapat dilakukan secara manual. Setiap titik pada koordinat tertentu dalam peta memuat sejumlah informasi koordinat dan nilai nilai tertentu suatu variabel yang dikehendaki. Misal, pemasukan data berupa posisi koordinat dan kemiringan lereng, dapat diinterpolasi. Hasil dari proses interpolasi tersebut adalah data kontinyu dimana setiap titik pada peta digital tersebut menyajikan informasi berupa nilai rill.

3) Tumpang susun (Overlay)

Tumpang susun ini sebenarnya merupakan langkah di dalam SIG yang dapat dilakukan secara manual, tetapi cara manual terbatas kemampuannya. Bila peta yang akan ditumpang susunkan lebih dari 4 lembar pada tematik, maka akan terjadi kerumitan besar dan sukar dirunut kembali dalam menyajikan, satuan-satuan pemetaan baru (Danoedoro, 1996). Software SIG yang berbasis vektor. Proses tumpang susun secara lebih cepat pada SIG berbasis raster karena proses ini dilakukan antar pixel dari masing masing input data peta pada koordinat yang sama, tidak harus merumuskan lagi topologi baru untuk satuan pemetaan baru yang di hasilkan dari proses ini sebagai mana yang terjadi pada SIG berbasis vektor.

(21)

10

4) Pembuatan model dan analisis data

Bila input data telah masuk dan tersusun dalam bentuk basis data, maka proses pembuatan model (modeling) dan analisis data menjadi efisien, dapat dilakukan kapan saja dan dapat dipadukan dengan input data peta baru. Pada bagian inilah terletak manfaat SIG yang besar, yakni ketika seluruh data telah tersedia dalam bentuk digital. d. Keluaran data (Data output)

Subsistem ini berfungsi untuk menayangkan (displaying) informasi baru dan hasil analisis data geografis secara kuantitatif maupun kualitatis. Wujud keluaran ini berupa peta, tabel atau arsip elektronik (file). Keluaran data ini tidak hanya ditayangkan pada monitor, tetapi selanjutnya perlu disajikan dalam bentuk cetakan (hardcopy), dengan maksud agar dapat dibaca, dianalisis, dan diketahui persebarannya secara visual (khusus untuk data peta).

3. Data-data yang digunakan dalam SIG

Menurut Anonim (2010), data data yang digunakan dalam SIG umumnya dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

a. Data grafis

Data grafis dibagi menjadi data-data raster dan data-data digital: 1) Data raster adalah semua data digital yang didapat dari hasil scanning

dan data-data lain yang belum dalam format vector.

2) Data digital adalah data-data digital yang didapat dari hasil digitasi yang telah dilengkapi dengan data-data teks dan data-data atribut lain nya.

(22)

11

Misalnya, jaringan jalan beserta namanya, Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan anak-anak sungainya.

b. Data tabular

Data tabular adalah data-data selain data grafis yang berupa data pendukung, berupa teks, angka dan data pendukung lain.

c. Data vector

Data vector adalah data-data digital atau data-data yang telah diubah kedalam bentuk digital dan telah dilengkapi dengan data-data objek atau informasi objek.

4. Prosedur dalam SIG a. Input

Tahap ini meliputi pemasukan data, yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat digitizer, mouse, keyboard, scanning, dan sebagainya. b. Analisis

Analisis ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti overlay, pembuatan peta tematik dan sebagainya.

c. Output

Hasil analisis dari penggabungan beberapa peta dapat berupa peta tematik, diagram model, atau yang lain. Secara umum hasil output dibagi menjadi dua yaitu output grafis dan output non-grafis. Output grafis seperti peta tematik, grafis dan sebagainya. Sedangkan non grafis yaitu data-data hasil analisis yang berupa data data teks.

(23)

12

5. Sumber Data

Menurut Prayono (1994), sistem informasi geografis memerlukan data masukan agar dapat berfungsi dan memberikan informasi lain hasil analisisnya, data masukan tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber, yaitu :

a. Data lapangan, data ini diperoleh langsung dari pengukuran lapangan secara langsung. Contoh data hasil pengukuran lapangan adalah data batas administrasi, batas kepemilikan lahan, dan lain sebagainya berdasarkan teknik perhitungan. Pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut.

b. Peta analog, atara lain peta topografi, peta tanah dan sebagainya. Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin, dan sebagainya. Referensi spasial dari peta analog memberikan koordinat sebenarnya dipermukaan bumi pada peta digital yang dihasilkan. Biasanya peta analog direpresentasikan dalam format vector.

c. Data citra penginderaan jauh, citra penginderaan jauh berupa foto udara atau radar dapat diinterprestasikan terlebih dahulu sebelum dikonversikan ke dalam bentuk digital melalui pelarikan atau scanning. Sedangkan citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya. Data penginderaan jauh biasanya ditampilkan dalam format raster.

(24)

13

C. ARC GIS 10

1. ArcMap 10

ArcMap merupakan menu utama dalam ArcGis yang digunakan untuk membuat (create), menampilkan (viewing), memilih (query), editing, composing dan publishing peta (GIS Consortium Aceh – Nias, 2007).

Gambar 1. ArcMap 10

Komponen-komponen ArcMap antara lain: a. Table Of Contents (TOC)

Merupakan list atau daftar isi data yang ditampilkan dalam Map Area.

TOC terdiri atas data frame yang berisi layer-layer yang mempresentasikan data yang ada. Beberapa fungsi yang dapat

dilakukan dalam TOC antara lain : 1) Menyusun susunan layer

2) Mengaktifkan layer dan me-nonaktifkan layer

(25)

14

4) Membuka table attribute data spasial (Open Attribute Table)

TOC juga menyediakan fasilitas symbology yang merepresentasikan muka bumi yang diwakili oleh symbol (baik bentuk maupun warna) dari feature (point, line, maupun polygon) berdasarkan attribute dapat di sesuaikan melalui TOC.

Selain symbology TOC juga dapat melakukan fungsi labeling yang mana fasilitas ini berungsi unutk mempermudah user dalam memahami isi peta tersebut.

Gambar 2. Table Of Contents b. Arc Toolbox

ArcToolbox merupakan kumpulan alat bantu yang disediakan untuk melaksanakan operasi-operasi tertentu pada ArcGis. Tampilan ArcToolbox

(26)

15

yaitu berupa tools yang ditampilkan pada folder-folder ArcToolbox berdasarkan fungsi.

c. Search

Satu hal yang baru di ArcMap 10 yaitu terdapat fasilitas search. Fasilitas ini menyerupai alat browsing pada layanan mesin pencari. Melalui fasilitas ini, user dapat mencari data spasial, data project. dan tools local server.

(27)

16

d. Toolbar

Merupakan kumpulan tools yang diletakkan didalam bar. Secara logis toolbar memiliki tools-tools yang berkaitan secara erat dalam melaksanakan operasi-operasi tertentu.

Berikut ini beberapa contoh tools standart yang terdapat pada ArcMap 10

1) Toolbar Tools

Gambar 4. Basic Tools

2) Toolbar Standart

Gambar 5. Toolbar Standart

2. ArcCatalog 10

ArcCatalog merupakan bagian dari ArcGis yang digunakan untuk menjelajah (browsing), mengatur (organizing), membagi (distribution), dan

(28)

17

menyimpan (documentation) data-data SIG. Secara sederhana fungsi dari ArcCatalog ialah manajemen data.

Gambar 6. ArcCatalog

D. Global Positioning System (GPS) 1. Pengertian GPS

GPS atau singkatan dari Global Positioning System merupakan suatu teknologi pemantau posisi dibumi yang memanfaatkan teknologi satelit. Untuk menjalankan sistem ini, selain satelit GPS juga dibutuhkan perangkat penerima sinyal GPS (GPS receiver). GPS receiver inilah yang berfungi sebagai titik tujuan yang menentukan lokasi bumi (Supriono, 2010).

GPS merupakan alat untuk pengambilan data spasial yang paling mudah, cepat, murah dan akurasinya bisa dipertanggung jawabkan. Saat ini GPS bukan lagi merupakan alat survey yang mahal atau terlalu rumit untuk

(29)

18

diaplikasikan. Dengan menggunakan GPS genggam saja sudah bisa dilakukan kegiatan survey dan hasil dari survey dapat digunakan sebagai data dasar dalam melakukan kegiatan perencanaan. GPS bisa menghasilkan data spasial berupa titik, garis dan polygon. Data-data menyangkut lokasi seperti lokasi infrastruktur seperti jembatan, gardu listrik, lokasi pusat pemerintahan mulai dari desa sampai ke provinsi, lokasi pusat pelayanan seperti puskesmas. Pada survey untuk fitur line dilakukan pada survey jalan, sungai atau juga perencanaan untuk saluran air dan batas wilayah dengan menggunakan GPS. Sementara data polygon atau area dapat dilakukan pada survey, survey untuk perencanaan wilayah lindung dan banyak lagi. Kemudahan teknologi menjadi faktor penunjang lainnya sehingga penggunaan GPS menjadi pilihan yang paling mudah dalam mengambil data GPS. Saat ini GPS terkoneksi dengan software GIS sehingga bisa mempermudah pengolahan data dari GPS untuk langsung menjadi data digital peta dalam software GIS. Setelah data GPS dikonversi dalam peta digital, langkah selanjutnya adalah menambahkan database sebanyak mungkin yang dilakukan dengan menggunakan survey. 2. Fungsi GPS

Kini GPS dengan aplikasi peta digital terbaru, memiliki fungsi yang semakin menarik:

a. Mengetahui koordinat suatu titik b. Penunjuk arah jalan (navigasi) 3. Metode Pengambilan Data GPS

Ada dua metode yang dapat dilakukan oleh GPS, yaitu : a. Metode waypoint

(30)

19

b. Metode Track

4. Cara Menggunakan GPS (untuk GPS Garmin)

Menurut Suryowidiyanto (2008), cara menggunakan GPS adalah sebagai berikut:

a. Pegang GPS dengan benar. b. Periksa baterai.

c. Tekan tombol On (I/O).

d. Tunggu sebentar karena GPS akan terhubung via satelit.

e. Masuk ke fitur map anda akan menemukan tanda panah bergerak-gerak, itu tanda kedudukan anda sekarang, bila garmin anda belum ada petanya maka GPS anda masih kosong belum diinstall peta, GPS anda bisa terkoneksi dengan software ArcGIS, bila GPS anda masih kosong anda bisa memasukkan koordinat-koordinat yang bisa anda mengerti.

f. Lalu tekan "MARK", untuk menyimpan koordinat anda saat ini, kalau sudah rename point tersebut dengan nama yang anda inginkan.

g. Lalu tekan “SAVE”

E. Uraian Singkat Tentang Peta

1. Pengertian

Peta

Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak yang dipilih dari pemukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan (Farid, 2012).

(31)

20

Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilh dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar diperkecil dan di skalaka (Anonim, 2014).

Peta adalah gambaran konversional dari kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas (Raisz, 1948)

Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan (Anonim, 2005).

2. Komponen Peta a. Judul Peta

Judul peta merupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta. Letak judul peta berada di bagian atas peta.

b. Legenda

Legenda merupakan keterangan berisi gambar-gambar atau simbol-simbol beserta artinya. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah.

c. Skala

Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi. Misal skala 1 : 200.000.

(32)

21

artinya 1 cm ukuran pada peta sama dengan 200.000 cm, ukuran sebenarnya.

d. Simbol

Simbol peta merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukan objek alam atau buatan.

e. Mata angin

Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin. f. Garis Astronomi

Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi. Garis astronomis terdiri dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis dari timur ke barat, sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.

g. Garis Tepi Peta

Garis tepi peta sebagai batas gambar peta h. Tahun Pembuatan

Tahun Pembuatan menunjukan kapan peta dibuat. i. Indeks

Indeks adalah daftar nama pada atlas. daftar nama pada indeks disusun berdasarkan abjad. Fungsi indeks adalah memberi keterangan halaman, kode tempat dan nama. Contoh, Purbalingga, 20 D2. Artinya, kota Purbalingga berada di halaman 20, kode D menunjukan lokasi kotak dari kiri ke kanan. Adapun kode 2 menunjukan lokasi pada kotak dari atas ke bawa.

(33)

22

j. Insert Peta

Insert Peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena letaknya di luar garis batas peta. Insert peta disebut juga dengan peta sisipan.

3. Fungsi dan manfaat peta

Menurut Farid (2012), peta memiliki fungsi yang beragam dalam kehidupan, antara lain:

a. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi.

b. Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua dan gunung) sehingga dimensi terlihat dari peta, mengetahui jarak suatu tempat.

c. Menyajikan data tentang potensi suatu daerah.

d. Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi.

4. Skala Peta

Skala Peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau teknik tertentu. Skala terbagi atas 3 jenis, yaitu:

a. Skala Angka/Skala pecahan (1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 100 cm jarak aslinya didunia nyata).

b. Skala Satuan (1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inchi dipeta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya).

(34)

23

c. Skala Garis (Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada).

(35)

23

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat

Pengambilan data di lapangan dilaksanakan di komplek Stadion Segiri Samarinda sebagai objek yang dikaji. Sedangkan data lapangan disusun dan diolah di laboratorium Geomatika dan SIG Program Studi GeoInformatika Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

2. Waktu

Penelitian ini memerlukan waktu selama 6 bulan yaitu 1 April 2014 sampai dengan 1 September 2014 meliputi penyusunan proposal, pengambilan data lapangan, pengolahan data di laboratorium dan penyusunan laporan.

B. Alat dan Bahan 1. Peralatan yang digunakan:

a. GPS Garmin 60 CSx, digunakan untuk menggambil koordinat b. Laptop digunakan untuk mengolah data

c. Software ArcGis 10 d. Alat tulis

2. Bahan

a. Peta administrasi Samarinda yang didapat dari Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BPN)

(36)

24

C. Prosedur Penelitian 1. Persiapan

Persiapan meliputi studi pustaka terhadap literatur-literatur yang berhubungan pembuatan proposal, surat perijinan, penyusunan rencana kerja, konsultasi pembimbing, serta pengumpulan data-data yang diperlukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder :

a. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik). Data primer yang diambil adalah hydrant, lampu stadion, cafe, kios, power house, stadion utama, GOR Serba Guna, lapangan tenis, lapangan basket, Lapangan Soft ball, Fitnes, gedung sanggar senam indah, lapangan voli, lahan parkir, kolam renang wilayah komplek Stadion Segiri Samarinda. Pengambilan data tersebut dilakukan menggunakan GPS Navigasi Garmin 60CSx dengan mengambil koordinat-koordinat objek yang akan dipetakan atau dengan kata lain dapat disebut sebagai metode waypoint.

b. Data Sekunder merupakan sumber data penelitian yang dioerileh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Data sekunder berupa data tabular yang

(37)

25

berfungsi sebagai data attribute antara lain data kapasitas gedung, fasilitas yang dimiliki gedung, lapangan dan kondisi fisik bangunan. Data tersebut selanjutnya dibuat dalam bentuk tabulasi seperti tabel berikut.

Tabel 1. Fasilitas Sarana dan Prasarana Stadion Segiri Samarinda.

No Bangunan X Y Z Luas M² Kapasitas Fasilitas Ruangan

2. Pengambilan data Lapangan

Cara pengambilan data menggunakan GPS navigasi Garmin 60 CSX (Suryowidiyanto, 2008) adalah sebagai berikut :

a. Menentukan posisi berdiri pengambilan titik awal point b. Memegang GPS dengan benar

c. Memeriksa baterai d. Menekan tombol On (I/O)

e. Menunggu sebentar hingga GPS akan terhubung via satelit, minimal terlihat 4 signal satelit.

f. Saat masuk ke fitur map maka akan ada tanda panah bergerak-gerak, itu tanda kedudukan sekarang, bila garmin belum ada petanya maka GPS masih kosong alias belum diinstal peta, GPS bisa terkoneksi dengan software ArcGis, bila GPS masih kosong bisa untuk memasukkan koordinat-koordinat yang bisa dimengerti.

g. Dalam penelitian ini titik pada gedung diambil dibagian depan pintu, untuk pengambilan titik lapangan dibagian setiap sudut lapangan.

(38)

26

h. Lalu menekan “MARK”, untuk menyimpan koordinat saat ini, jika sudah rename point tersebut dengan nama yang diingankan.

i. Lalu tekan menekan tombol “SAVE” 3. Pengolahan Data

Data yang sudah diambil dari lapangan dibawa ke ruang laboratorium SIG Program Studi Geoinformatika Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Diolah dengan menggunakan komputer dengan aplikasi software Arc Gis. Dipadukan dengan peta administrasi Samarinda hingga mendapatkan hasil yang akurat. Pengolahan data terdiri dari identifikasi failitas umum, hasil pengukuran lapangan, pemetaan, input data atribut. Hasil akhir yang diperoleh berupa peta informasi komplek Stadion Segiri Samarinda.

a. Download Data GPS

Download data hasil survei lapangan menggunakan GPS biasanya berupa titik-titik (waypoint) dan garis (Track). Data-data ini biasanya langsung bisa ditransfer ke komputer dengan menggunakan software Map Source.

1) Membuka program Map Source

2) Memilih Receive From Device (Pastikan GPS telah terhubung) 3) Kemudian memilih tipe GPS> Receive

4) Menyeleksi file (point maupun track) yang akan di download dari GPS 5) Menyimpan file dalam format GPX. Untuk mengkonversi gpx ke

shapefile sehingga bisa terbaca oleh ArcGis,maka langkahnya sebagai berikut :

(39)

27

a. Membuka software Global Mapper > Open Your Own Data File

b. Mengeksport file gpx ke dalam format gpx ke dalam format shp dengan klik File > Export Vector Data > Export Shapefile

c. Mengklik tombol OK.

ArcGis juga dapat membaca data dari GPS dengan format DXF. 1) Membuka program Map Source

2) Memilih Receiver From Device (Pastikan GPS telah terhubung) 3) Memilih tipe GPS > Receiver

4) Menyeleksi data yang akan di download

5) File > Save As > Memilih lokasi penyimpanan > Mengisi File Name > Mengklik tombol Save As Type kemudian memilih DXF ( dxf) > Save b. Georeferencing

Georeferencing merupakan proses penempatan objek berupa penempatan objek raster atau image yang belum mempunyai acuan sistem koordinat ke dalam suatu sitstem koordinat dan proyeksi tertentu. Georeferencing dilakukan dengan membuat minimal 4 titik ikat yang tersebar.

1) Membuka program ArcMap star menu > program > ArcGis > ArcMap10 2) Untuk menampilkan peta yang akan di Georeferencing, browse dari

data direktorinya melalui icon add data

3) Memberi koordinat pada layer dengan cara mengklik kanan pada layer > properties > coordinat system. Kemudian memilih predefined >

(40)

28

projected coordinate system (Karena layer berupa UTM) > UTM >WGD 1984 > Southern Hemisphere > WGS 1984 UTM Zone 50S > OK 4) Mengaktifkan Georeferencing tool pada toolbars dari view > toolbar >

Georeferencing, atau mengklik kanan pada tools bar, lalu memberi tanda cek Georeferencing

5) Memilih add control point pada Georeferencing tool. X (hijau) merupukan Source (koordinat gambar), dan x (Merah) merupakan destination (koordinat sebenarnya)

6) Kemudian mengklik zoom pada gambar koordinat yang berpotongan untuk mempermudah pembuatan titik.

7) Mengklik kiri titik perpotongan > lalu memilih kanan > input X dan Y. 8) Titik ikat atau control point yang digunakan minimal 4 titik pada sudut

yang berbeda. Buka Link Table pada georeferencing tools untuk melihat RMS Error. Jika terdapat residual yang terlalu besar, bisa menghapusnya dengan klik icon yang bertanda X dan mengganti dengan control point baru yang lebih akurat.

9) Kemudian menekan tombol save untuk menyimpan titik ikat tersebut (format txt)

10) Georeferencing > Rectify. Memilih folder output dan mengatur nama filenya (format option)

c. Digitasi

Digitasi (Digitazing) adalah proses konversi feature ke dalam format digital, merupakan salah satu cara untuk membuat data fitur (feature data )

(41)

29

digital. Ada beberapa cara untuk mendigitalkan feature baru yaitu digitasi pada layar, digitasi hardcopy dari papan digitasi (digitizer tablet), atau menggunakan tools digitasi otomatis. Dalam digitasi kali ini menggunakan metode Digitazing on Screen (digitasi langsung pada layar komputer). Dalam metode ini, terlebih dahulu menampilkan peta dasar (basecamp) yang telah dilakukan Georeferencing sebelumnya.

ArcGis dapat melakukan digitalisasi dengan beberapa tipe format data. Untuk data vektor, software keluaran vektor ESRI ini memiliki kemampuan membuat dan menyimpan data feature dalam format Shapefile (SHP) yang familiar dengan produk pendahulunya, Arcview. Format shapefile setidaknya memiliki 3 tipe file untuk membangun suatu data yaitu dbf. Shx, dan shp. Format dbf yang merupakan file database IV shx merupakan file index spatial, sedangkan shp menyimpan file grafis.

1) Pembuatan shapefile melalui ArcCatalog di folder penyimpanan data feature. Folder telah dibuat sebelumnya pada ArcCatalog > klik kanan folder >conection >conect folder>tentukan folder>Ok

2) Mengklik kanan folder penyimpanan lalu pilih new,kemudian pilih shapefile.

3) Kemudian menyesuaikan name, feature type, dan spatial reference. Untuk Spatial Reference >description system> Edit > project coordinate system > UTM >WGS 1984> Southern Hemisphere> WGS 1984 UTM Zone 50S > Ok

(42)

30

5) Mengklik Eidtor> lalu start editing

6) Saat kondisi Editor Tools dalam keadaan aktif, kotak Create Feature akan muncul secara otomatis

7) Untuk digitazing batas maka menggunakan feature poligon, lalu memulai mendigitasi.

8) Mengklik dua kali jika digitasi telah selesai.

9) Kemudian mengedit vertex jika ingin menambah atau mengurangi vertex berdasarkan titik-titik koordinat feature yang telah dibuat. Edit vertex dilakukan dalam sketch Properties mengklik icon sketch properties kemudian mengklik feature yang telah dibuat.

10) Mengklik Editor > Stop editing > “Do you want to save project?” >kemudian memilih Yes.

(43)

31

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data primer dan data sekunder. Data primer berupa koordinat objek vital yaitu Stadion utama Segiri, lapangan tenis, lapangan basket, kolam renang, lapangan Soft ball, GOR Serba Guna, Fitnes dan lapangan voli. Data sekunder berupa objek pendukung yaitu, lampu penerangan stadion utama Segiri, masjid, hydrant, power house, gerbang, lahan pakir, cafe, kios, perkantoran dan distro. Pengukuran dilaksanakan langsung dilapangan dengan mengambil data berupa koordinat X, Y, dan Z menggunakan GPS navigasi Garmin tipe CSx dengan dengan metode waypoint untuk mendapatkan data geografis Stadion Segiri Samarinda.

1. Objek Vital

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dalam komplek Stadion Segiri Samarinda terdapat 8 objek vital dengan koordinat yang sudah diambil, lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Koordinat dan Luas Objek Vital Di Komplek Stadion Segiri Samarinda.

Nama Objek No X Y Z Luas (m²)

a) Stadion Utama 1 516380 9945778 28,96 1.859,52 2 516639 9945550 12,38 3 516380 9994555 12,19 4 516390 9945499 11,90 b) GOR Serba Guna 1 516461 9945647 22,7 2718.27 2 516438 9945612 22,9 3 516485 9945581 21.01 4 516511 9945615 21,3 c) Lap. Tenis 1 516344 9945651 33,7 2628.96 2 516428 9945650 33,9 3 516429 9945610 32,3

(44)

32 4 516344 9945610 33,6 d) Lap. Voli 1 516380 5545669 8.05 629.07 2 516639 9945697 10,21 3 516380 9945692 13,82 4 516398 9945669 5.61 e) Lap. Basket 1 516422 9945666 8,29 693.59 2 516402 9945666 6,47 3 516406 9945699 3,97 4 516424 9945761 1,08 f) Kolam Renang 1 516434 9945502 36,03 1900,71 2 516464 9945502 36,9 3 516464 9945440 33.8 4 516433 9945440 39,2 g) Fitnes 1 516434 9945564 21 386,5 2 516429 9945553 25 3 516435 9945543 22 4 516446 9945543 19 h) Lap. Soft ball 1 516377 9945467 32 6280,65 2 516292 9945467 27 3 516319 9945531 33 4 516381 9945551 35

Total Luas Bangunan 15.239,343

2. Objek Pendukung

Objek pendukung yang ada di dalam Komplek Stadion Segiri Samarinda terdapat 5 bangunan dengan koordinat yang sudah diambil, untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3. Koordinat dan Jumlah Bangunan Objek Pendukung Komplek Stadion Segiri Samarinda.

Nama Objek No X Y Z Jumlah

Bangunan a) Lampu besar stadion 1 516643,20 9945579,70 35,78 4 2 516553,70 9945582,91 35,79 3 516557,37 9945426,40 35,73 4 516640,44 9945428,24 35,81 b) Hydrant 1 516595.15 9945607.81 35,87 7 2 516644.10 9945591.94 35,96 3 516670.89 9945544.97 35,90 4 516668.90 9945476.18 35,99

(45)

33 5 516639,80 9945414,00 35,93 6 516521,07 9945563,82 35,97 7 516518,09 9945484,12 35,14 c) Power House 1 516554,56 9945593,46 43,2 4 2 516647,96 9945588,17 43,7 3 516554,56 9945414,07 43,6 4 516643,72 9945416,98 43,8 d) Masjid 1 516444.21 9945664.01 35,60 1 e) Gerbang 1 516554 9945671 45 1

3. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang ada di Stadion Segiri Samarinda terdapat 5 objek sarana dan prasarana yaitu cafe, kios, perkantoran, distro, dan lahan parkir dengan koordinat yang sudah diambil, dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Sarana dan Prasarana yang Berada Di Dalam Komplek Stadion Segiri Samarinda.

Nama Objek No X Y Z Jumlah

Bangunan a) Cafe 1 5140388 9945200 29 7 2 5141657 9945337 31 3 5143198 9945485 23 4 5148404 9945545 21 5 5147025 9945867 26 6 5146184 9934585 25 7 5142761 9945724 25 b) Kios 1 516474 9945465 45 15 2 516476 9945502 43 3 516470 9945512 44 4 516412 9945491 44 5 516474 9945456 42 6 516475 9945566 46 7 516481 9945557 45 8 516474 9945479 47 9 516476 9945465 47 10 516470 9945502 47 11 516412 9945512 47 12 516440 9945555 40 13 516482 9945548 44

(46)

34 14 516482 9945548 46 15 516483 9945539 42 c) Perkantoran 1 516481 9945512 27 3 2 516432 9945510 27 3 516455 9945511 26 d) Distro 1 5148785 9935306 21 3 2 5149675 9935250 18 3 5149986 9935292 19 e) Lahan parkir 1 5164950 9945675 36 2 516566 9945635 36 3 516617 9945606 36 4 516532 9945597 36 5 516508,17 9945531,90 36,40 6 516641,28 9945446,75 36,75 7 516529,53 9945432,07 36,21 8 516495,09 9945675,90 36,34 B. Pembahasan

Berdasarkan dari hasil pengambilan data dilapangan dan pengolahan data di laboratorium Geomatika diperoleh data berupa objek vital sebanyak 8 bangunan, objek pendukung 5 bangunan dan sarana serta prasarana berupa Cafe, Kios, lahan parkir, distro, perkantoran yang ada di Stadion Segiri Samarinda.

1. Objek Vital

a) Stadion Utama

Stadion Utama memiliki 37 pintu masuk terdiri dari VVIP, VIP, dan ekonomi, dengan luas stadion utama 1.859,52 m². Stadion utama ini memiliki kapasitas 18 ribu kursi yang terdiri dari 2 lantai dimana lantai 1 dapat digunakan untuk beragam aktivitas seperti distro, cafe, ruang perkantoran, tempat penjualan tiket pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, serta terdapat pula ruang ganti pakaian yang digunakan oleh para pemain bola saat bertanding. Lantai 2 digunakan untuk Tribun

(47)

35

penonton. Stadion utama segiri biasa digunakan untuk pertandingan bola seperti Indonesia Super League (ISL) pada tanggal 15 Agustus 2014, tes fisik seleksi masuk IPDN pada tanggal 28 Mei 2011.

b) GOR Serba Guna

GOR Serba Guna memilki luas 2718,27 m² dengan kapasitas 1000 orang. Gedung ini dapat digunakan untuk acara-acara resmi, sosial, keagamaan dan event-event lainnya seperti acara wisuda, reuni, seminar, bazar, pameran, konser dan lain-lain, seperti Samarinda book fair Pameran buku terbesar dan terlengkap pada tanggal 13 hingga 21 April 2013, Competion dan IT Expo pada tanggal 20 hingga 22 Januari 2012, Reuni akbar Polnes pada tanggal 25 September 2014 (Anonim, 2014).

c) Lapangan Tenis

Di Stadion Segiri Samarinda terdapat dua lapangan tenis dengan luas total 2628,96 m². Lapangan tenis ini berseberangan dengan lapangan basket dan lapangan voli. Lapangan tenis dapat menampung 200 orang. d) Lapangan Voli

Lapangan Voli memiliki luas 629,07 m². Lapangan voli yang berdampingan dengan lapangan basket berada di samping GOR Serba Guna. Lapangan Voli dapat menampung 50 orang.

e) Lapangan Basket

Lapangan Basket memiliki luas 693,59 m² dengan kapasitas 50 orang. Lapangan ini setiap sore seringkali digunakan pemuda-pemuda

(48)

36

untuk latihan basket. Kadangkala juga digunakan untuk pertandingan-pertandingan lokal antar sekolah menengah atas.

f) Lapangan soft ball

Lapangan softball memilki luas 6280,65 m² dengan kapasitas 50 orang. Posisi lapangan ini berada berdampingan dengan kolam renang. Lapangan ini sudah jarang digunakan dan kurang perawatan dilihat dengan tidak adanya rumput hijau. Sekarang lapangan ini lebih sering digunakan untuk bermain anak-anak.

g) Fitnes

Fitnes merupakan tempat olah raga kebugaran yang memiliki luas 386,5 m² yang berada di belakang kios dan warung. Memiliki fasilitas fitnes yang biasa digunakan untuk kebugaran seperti barbel, treatmill dan lain-lain.

h) Kolam Renang

Kolam renang yang ada di Stadion Segiri memiliki luas 1900,71 m², terdapat dua areal yaitu untuk dewasa dan anak-anak, yang mana kolam renang untuk dewasa dapat menampung ± 80 orang, kolam renang untuk anak-anak dapat menampung ±30 orang. Kolam renang dewasa dengan ukuran lebar 12 meter dan panjang 18 meter, sedangkan untuk anak-anak panjang 10 meter dan luas 15 meter.

(49)

37

2. Objek pendukung a) Hydrant

Hydrant salah satu objek pendukung yang ada di Stadion Segiri Samarinda yang berjumlah 7 yang berada disekitar stadion utama Segiri. Hydrant ini sebagai fasilitas yang digunakan jika terjadi bencara kebakaran. b) Masjid

Masjid ini diperuntukkan untuk para pengguna stadion segiri untuk melaksanakan ibadah lima waktu sehingga tidak perlu lagi mencari tempat yang lebih jauh. Selain itu mesjid ini juga melaksanakan sholat Jum’at serta kegiatan-kegiatan ibadah lain umat Islam seperti setiap jumat malam diadakan manasik haji. Posisi daripada masjid ini di depan GOR serba guna dan berdampingan dengan lahan parkir.

c) Lampu Besar Stadion Utama

Lampu penerangan lapangan yang berada di empat sudut Stadion dengan penerangan yang memenuhi syarat pencahayaan untuk kegiatan malam hari. Lampu penerangan lapangan memiliki 1.200 Lux per lampu penerangan. Lampu ini hanya digunakan untuk acara malam yang bersifat nasional karena besarnya daya yang digunakan.

d) Gerbang

Gerbang atau pintu masuk di komplek stadion segiri ini terdapat sebanyak 4 buah. 3 pintu gerbang letaknya berada di depan komplek stadion segiri yang melalui jalan Kesuma Bangsa. Sedangkan 1 pintu berada di belakang komplek stadion Segiri menuju jalan Agus Salim.

(50)

38

e) Power House

Power house merupakan tempat gardu listrik untuk mendukung lampu stadion. Terdapat di setiap posisi lampu besar stadion utama.

3. Sarana dan Prasarana a) Cafe

Stadion Segiri Samarinda memiliki 7 cafe yang berada di luar lantai 1 stadion utama Segiri Samarinda. cafe biasa digunakan untuk tempat berkumpul dan nonton bareng seperti piala dunia (world cup).

b) Kios dan warung

Kios yang ada di stadion segiri sebagian besar pindahan dari citra niaga Samarinda. Kios dan warungini tersebar dibeberapa tempat seperti ada beberapa yang disekitar kolam renang dan sebagian dibelakang GOR serba guna. Warung yang berada di Stadion Segiri menjual makanan dan minuman. Sementara kios-kios banyak yang menjual pulsa dan handphone serta asesorisnya.

c) Distro

Distro merupakan tempat penjualan pakaian yang berada di lantai 1 stadion utama segiri, seperti plaza 94 yang menjual berbagai attribut pusam soccer seperti baju kaos, syal, jam, gelang, jaket dan lain-lain.

d) Perkantoran

Perkantoran digunakan untuk pelayanan masyarakat seperti penjualan tiket pesawat dan travel, kantor pemerintah kota samarinda dinas

(51)

39

pemuda dan olahraga UPTD sarana dan prasarana olahraga yang bersampingan dengan cafe.

e) Lahan Parkir

Lahan Parkir merupakan lahan terbuka di Stadion Segiri Samarinda yang memiliki luas 12683,41 m². Lahan parkir yang berada di depan GOR serba guna biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti konser musik, senam pagi rutin setiap minggu, pasar ramadhan di bulan ramahan, bazar pada acara besar ulang tahun Kota Samarinda pada tanggal 21 Januari dan sholat hari besar umat Islam yaitu sholat ied dan sholat idul adha.

Lahan parkir yang ada di sekitar stadion utama segiri biasanya digunakan sebagai lahan parkir kendaraan transportasi, joging, dan berdagang pada saat pertandingan bola yang berlangsung di stadion utama segiri.

Lahan parkir yang berada disekitar lapangan tenis digunakan untuk parkir kendaraan para pengguna komplek stadion Segiri.

(52)
(53)

40

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data dan pembahasan yang sudah dilaksanakan di Komplek Stadion Segiri Samarinda dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:

1. Objek vital yang ada terdapat 8 bangunan berupa stadion utama segiri, lapangan tenis, lapangan basket, lapangan voli, lapangan soft ball, fitnes, GOR serba guna dan kolam renang. Dengan luas total bangunan dari objek vital seluas 15.239,343 m².

2. Terdapat 5 jenis objek pendukung berupa hydrant, power house, lampu besar stadion utama segiri, masjid dan gerbang.

3. Sarana dan prasarana yang ada terdapat 5 bangunan berupa cafe, kios dan warung, perkantoran, distro dan lahan parkir.

B. Saran

1. Pada pihak pengelola dapat melihat peta komplek stadion segiri samarinda untuk mengembangkan bangunan pada areal yang kosong.

2. Perlu adanya penelitian Stadion Madya Sempaja untuk melengkapi informasi stadion yang ada di Kota Samarinda.

(54)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Letak Geografis Stadion Segiri. wiki. Wikipedia.org. http://id.wikipedia.org/wiki/stadion-segiri-html (diunduh pada tanggal 5 Maret 2014)

Anonim. 2005. Pengertian peta. RANDHARD.com.html (diunduh pada tanggal 15 juni 2014)

Anonim. 2014. Pengertian peta. RANDHARD.com.html (diunduh pada tanggal 15 juni 2014)

Barus dan Wiradisastra. 2000. Sitem Informasi Geografis. Ar Rayyan htm (diunduh pada tanggal 10 Mei 2014)

Bernhardsen. 2002. Sistem informasi geografis. Fakultas geografi UGM. Yogyakarta-Bakosurtanal 370 h.

Farid, R. 2012. Pengertian, Fungsi, dan Jenis Peta.

http://faridrizky.blogspot.com/2012/12/pengertian-fingsi-dan-jenis- peta.html. (diunduh pada tanggal 15 juni 2014)

Handayani. 2013. Sistem informasi Geografis Stadion Utama Palaran Kalimantan timur.

Lo. 1986. Sistem informasi geografis.peranan-sig-dalam-pendidikan (diunduh pada tanggal 3 April 2014)

Masri singarimbun, Sofian Effendi. 1989. Metode penelitian survei. LP3ES. Jakarta. 452h

Nurshanti. 1995. Sistem informasi geografis.msp1160meia.blogspot.com/sig-sistem -informasi-geografi.htm (diunduh pada tanggal 3 April 2014)

Prahasta. 2004. Sistem informasi geografis : Arc View lanjut.informatika Bandung. Halaman 378 h.

Prayono, P. 1994. Sistem informasi geografi. Andi offset yogyakarta 511 h.

Raisz. 1948.Pengertian peta. RANDHARD.com.html (diunduh pada tanggal 15 Juni 2014)

Supriono, N. 2010. http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/search-

Engine-and-seo/2013341-cara-menggunakan-gps/#xzz1Zua1c3Lo (diunduh pada tanggal 15 April 2014).

(55)

Suryowidiyanto. 2008. Cara Menggunakan GPS, Supriono Nano. http://id.shvo- ong.com/internet-and-technologies/search-engine-and-seo/2013341-cara-menggunakan-gps/#ixzz1Zua1c3Lo (diunduh pada tanggal 15 April 2014).

(56)

41

Data Koordinat Objek Vital

Lampiran 1. Data Koordinat Pintu masuk stadion utama segiri

NO X Y Z 1 516602 9945582 35,78 2 516623 9945587 35,799 3 516645 9945581 35,739 4 516660 9945566 35,739 5 516661 9945566 35,813 6 516668 9945548 35,753 7 516671 9945521 35,753 8 516672 9945485 35,847 9 516671 9945459 35,787 10 516665 9945440 35,787 11 516650 9945422 35,88 12 516630 9945415 35,82 13 516611 9945419 35,82 14 516586 9945431 35,913 15 516583 9945440 35,853 16 516580 9945454 35,947 17 516580 9945465 35,887 18 516581 9945478 35,887 19 516579 9945512 35,98 20 516577 9945552 36,013 21 516578 9945564 35,953 22 516538 9945573 35,953 23 516532 9945546 36,047 24 516515 9945507 35,987 25 516537 9945455 35,987 20 516577 9945552 36,013 21 516578 9945564 35,953 26 516548 9945422 36,08 27 516515 9945480 36,02 28 516560 9945408 36,02 29 516580 9945409 36,113 30 516601 9945403 36,053 31 516635 9945395 36,053 32 516661 9945402 36,147 33 516687 9945411 36,087 34 516688 9945439 36,087 35 516693 9945444 36,18 36 516699 9945464 35,987 37 516697 9945488 35,987

(57)

42

Lampiran 2. Data koordinat Stadion Utama Segiri

No X Y Z

1 516590 9945778 28,96

2 516586 9945550 12,38

3 516655 9994555 12,19

4 516661 9945499 11,90

Lampiran 3. Data koordinat Lapangan Tenis

No X Y Z

1 516344 9945651 33,7

2 516428 9945650 33,9

3 516429 9945610 32,3

4 516344 9945610 33,6

Lampiran 4. Data Koordinat Lapangan Voli

No X Y Z

1 516380 5545669 8.05

2 516639 9945697 10,21

3 516380 9945692 13,82

4 516398 9945669 5.61

Lampiran 5. Data koordinat Lapangan Basket

No X Y Z

1 516422 9945666 8,29

2 516402 9945666 6,47

3 516406 9945699 3,97

4 516424 9945761 1,08

Lampiran 6. Data koordinat Lapangan soft ball

No X Y Z

1 516377 9945467 32

2 516292 9945467 27

3 516319 9945531 33

4 516381 9945551 35

Lampiran 7. Data koordinat Fitnes

No X Y Z

1 516434 9945564 21

2 516429 9945553 25

3 516435 9945543 22

4 516446 9945543 19

Lampiran 8. Data koordinat Kolam Renang

No X Y Z

1 516434 9945502 36,03

2 516464 9945502 36,9

3 516464 9945440 33.8

(58)

43

Lampiran 9. Data Koordinat GOR Serba Guna

No X Y Z

1 516461 9945647 22,7

2 516438 9945612 22,9

3 516485 9945581 21.01

4 516511 9945615 21,3

Data Koordinat Objek Pendukung

Lampiran 10. Data koordinat lampu besar stadion utama segiri

No X Y Z

1 516643,20 9945579,70 35,78

2 516553,70 9945582,91 35,79

3 516557,37 9945426,40 35,73

4 516640,44 9945428,24 35,81

Lampiran 11. Data koordinat Hydrant

No X Y Z 1 516595.15 9945607.81 35,87 2 516644.10 9945591.94 35,96 3 516670.89 9945544.97 35,90 4 516668.90 9945476.18 35,99 5 516639,80 9945414,00 35,93 6 516521,07 9945563,82 35,97 7 516518,09 9945484,12 35,14

Lampiran 12. Data koordinat Power House

No X Y Z

1 516554,56 9945593,46 43,2

2 516647,96 9945588,17 43,7

3 516554,56 9945414,07 43,6

4 516643,72 9945416,98 43,8

Lampiran 13. Data koordinat Masjid

No X Y Z

1 516444.21 9945664.01 35,60

Lampiran 14. Data koordinat Gerbang

No X Y Z

1 5145145 9935434 29

2 5145120 9935398 24

3 5147979 9935369 26

(59)

44

Sarana dan Prasarana Lampiran 15. Data koordinat Cafe

No X Y Z 1 5140388 9945200 29 2 5141657 9945337 31 3 5143198 9945485 23 4 5148404 9945545 21 5 5147025 9945867 26 6 5146184 9934585 25 7 5142761 9945724 25

Lampiran 16. Kios dan Warung

No X Y Z 1 516474 9945465 45 2 516476 9945502 43 3 516470 9945512 44 4 516412 9945491 44 5 516474 9945456 42 6 516475 9945566 46 7 516481 9945557 45 8 516474 9945479 47 9 516476 9945465 47 10 516470 9945502 47 11 516412 9945512 47 12 516440 9945555 40 13 516482 9945548 44 14 516482 9945548 46 15 516483 9945539 42

Lampiran 17. Data koordinat Perkantoran

No X Y Z

1 516481 9945512 27

2 516432 9945510 27

3 516455 9945511 26

Lampiran 18. Data koordinat Distro

No X Y Z

1 5148785 9935306 21

2 5149675 9935250 18

3 5149986 9935292 19

(60)

45

Lampiran 19. Data koordinat Lahan parkir

No X Y Z 1 516495 994567 36 2 516566 994563 36 3 516617 994560 36 4 516532 994559 36 5 516508 994553 36 6 516641 994544 36 7 516529 994543 36 8 516495 994567 36 9 516522 994559 36 10 516441 994563 36 11 516449 994568 36 12 516466 994572 36 13 516544 994566 36 14 516504 994563 36 15 516522 994559 36 16 516441 994563 36 17 516441 994563 36 18 516449 994568 36 19 516466 994572 36 20 516544 994566 36 21 516504 994563 36 22 516447 994555 36 23 516399 994554 36 24 516484 994545 36 25 516422 994567 36 26 516442 994554 36 27 516441 994563 33 28 514431 993505 33 29 514139 993507 33 30 514140 993507 24 31 514139 993507 35 32 514139 993507 34 33 514142 993507 21 34 514143 993507 46 35 514143 993507 46 36 514170 993506 44 37 514171 993507 44 38 514173 993507 34 39 514177 993507 43 40 514182 993507 45 41 514182 993507 33 42 514179 993507 32 43 514179 993507 33 44 514181 993512 22 45 514179 993513 35 46 514178 993513 44

(61)

46 47 514177 993513 32 48 514176 993513 34 49 514174 993513 55 50 514150 993513 32 51 514146 993513 34 52 514145 993512 33 53 514144 993512 34 54 514143 993512 43 55 514143 993512 32 56 514397 993554 34 57 514396 993550 33 58 514396 993549 33 59 514398 993549 32 60 514398 993549 32 61 514398 993549 32 62 514478 993549 33 63 514479 993549 34 64 514520 993537 34 65 514682 993545 34 66 514742 993545 35 67 514754 993544 35 68 514717 993539 33 69 514680 993543 21 70 514732 993538 22 71 514767 993541 22 72 514775 993543 22 73 514775 993545 21 74 514774 993545 21 75 514524 993538 22 76 514398 993549 32 77 514478 993549 33 78 514479 993549 34 79 514520 993537 34 80 514682 993545 34 81 514742 993545 35 82 514754 993544 35 83 514717 993539 33 84 514680 993543 21 85 514732 993538 22 86 514767 993541 22 87 514563 993486 33 88 514563 993486 33 89 514774 993545 32 90 514564 993486 32 91 514608 993490 40

(62)

47

Lampiran 20. Pengambilan data

Lampiran 23. Pintu masuk Stadion Utama

(63)

48

Lampiran 25. Tribun VIP Stadion Utama

Gambar

Gambar 1. ArcMap 10
Gambar 2. Table Of Contents  b.  Arc Toolbox
Gambar 3. Search Tool
Gambar 4. Basic Tools
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dalam penulisan laporan akhir ini adalah untuk membuat aplikasi yang dapat mempermudah proses pengolahan data dan mengetahui jumlah sarana prasarana

Tahap selanjutnya setelah mendapatkan data dari objek penelitian dan dilengkapi dengan teori-teori pendukung dari studi pustaka adalah perumusan masalah dilakukan untuk

Dari kedua definisi di atas dapat di simpulkan bahwa Objek penelitian merupakan sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu

Hasil rekapitulasi data tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk yaitu: ketersediaan sarana dan prasarana mendapatkan nilai 135 masuk

Meningkatkan sarana dan prasarana untuk perlindungan objek pemajuan kebudayaan Melayu Riau. Jumlah objek pemajuan kebudayaan Melayu Riau yang

Pendekatan ini dipandang sangat tepat karena berkaitan dengan tujuan umum penelitian yaitu: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2)

Dokumentasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data yang terkait dengan sejarah singkat, visi dan misi, keadaan sarana dan prasarana, denah lokasi, data tentang keadaan guru dan

Dalam rangka melaksanakan pekerjaan pengamanan: orang, sarana dan prasarana yang biasa disebut dalam kategori objek vital pada Gedung Kantor BPS Kabupaten Merauke tahun 2024, yang