• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG KHOTIJAH RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG KHOTIJAH RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN GASTROENTERITIS

DI RUANG KHOTIJAH RUMAH SAKIT ROEMANI

MUHAMMADIYAH SEMARANG

A. Biodata

1. Identitas Pasien

Nama : Ny S

Umur : 60 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Suku Bangsa : Jawa, Indonesia

Agama : Islam

Status Perkawinan :Menikah

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : ibu rumah tangga

Alamat : Jl pamularsih no 83, Semarang Tanggal Masuk : 11 mei Jam 05.35 wib

No.Register : 303473

Diagnosa Medis : GE( gastroenteritis)

Tanggal Pengkajian : 11 mei 2011, pukul 14.20 wib 2. Penanggung Jawab

Nama : Tn. D

Umur : 32 tahun

(2)

Pendidikan : S1

Pekerjaan : kontraktor

Hubungan dengan pasien : anak kandung pasien

B. Riwayat Kesehatan

1. Keluhan Utama

Klien mengeluh kesakitan (nyeri) di perut, BAB cair > 6 kali dan muntah > 3 kali.

2. Riwayat Penyakit Sekarang

Dua hari sebelum masuk rumah sakit, klien mengeluh mules dan BAB cair > 6 kali dan muntah-muntah > 3 kali. Kemudian klien di bawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit roemani muhammadiyah semarang jam 04.35 wib. Setelah itu, klien di bawa ke ruang Khotijah jam 05.20 wib untuk mendapatkan perawatan.

3. Riwayat Perawatan dan Kesehatan Dahulu

Klien menderita Gastroenteritis baru pertama kali, sebelumnya belum pernah menderita infeksi usus, tapi klien mempuyai riwayat penyakit magh dan typoid pada usia 15 tahun dan di rawat di rumah sakit Tegalyoso Klaten.

4. Riwayat kesehatan keluarga

Keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit Gastroentritis atau infeksi usus.

(3)

C. Pola Kesehatan Fungsional

1. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan

Persepsi klien tentang kesehatan dari baik karena menjaga kesehatan adalah penting, pengetahuan dan persepsi klien tentang penyakitnya baik karena klien mengetahui tentang penyakitnya kalau klien sakit diare. Upaya yang biasa di lakukan dalam mempertahankan kesehatan yaitu perawatan diri, makan makanan yang bergizi. Apabila klien sakit ataupun keluarga klien ada yang mengalami masalah kesehatan diperiksakan di ke dokter terdekat untuk memperoleh pengobatan.

2. Pola Nutrisi dan Metebolik

Sebelum sakit, klien makan sehari 3 kali dengan porsi habis jenis nya nasi, sayur, buah dan lauk. Setelah sakit dan dirawat di Rumah Sakit klien makan 3 x sehari dengan menu rumah sakit yang terdiri dari bubur lunak, sayur, lauk dan buah. Dalam keadaan sakit saat ini, mempengaruhi pola makan klien karena klien nafsu makannya berkurang, ada keluhan mual atau muntah, jadi ada resiko perubahan nutrisi.

Klien tidak ada riwayat alergi makan makanan tapi klien menjaga pola makanan dan mengurangi makanan yang dapat mempengaruhi sakit magh klien. Klien juga tidak ada keyakinan atau kebudayaan yang bertentangan / yang mempengaruhi diet. Kurang lebih sejak klien sakit (+ 2 hari yang lalu) klien mengalami penurunan BB dari 44 kg menjadi 43 kg. Pola menurun klien sehari kurang lebih 6-8 gelas, jenis air putih, teh.

(4)

Selama di rawat diruang Chodijah mendapat cairan perenteral infusan RL 20 tpm, minum sedikit dan tidak ada keluhan demam dengan suhu 360C. 3. Pola Eliminasi

a. Eliminasi Feses

Sebelum sakit pola buang air besar klien sehari 1 x diwaktu pagi hari, warna kuning, lembak. Tapi setelah / selama sakit klien BAB di rumah > 6 kali dan selama dirawat di Rumah Sakit diruang Chodijah sehari klien BAB 3 x, warna kuning, encer cair.

b. Eliminasi Urin

Sebelum sakit, klien buang air kecil sehari 4-6 x, warna warna kuning jernih, kira-kira sekali buang air kecil 1 gelas (200 ml). Setelah sakit dan selama dirawat klien buang air kecil sehari 2-3 x warna kuning, sekali buang air kecil kira-kira ½ gelas (300-100 ml).

4. Pola Aktivitas dan Latihan

Sebelum sakit aktivitas dilakukan klien seperti biasa layaknya ibu di rumah tangga seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan sebagainya. Namun, selama sakit dan dirawat di rumah sakit di ruang Khotijah klien tidak dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya, apalagi saat nyeri muncul klien tidak bisa beraktivitas sama sekali, tapi kalau tidak nyeri klien biasa keluar / turun dari tempat tidur.

Klien mengatakan mengalami kesulitan beraktivitas saat nyeri muncul, pergerakan tubuh baik, perawatan diri seperti mandi, mengenakan pakaian, makan, minum dan lain – lain di bantu oleh anak-anaknya.

(5)

5. Pola Istirahat dan Tidur

Sebelum sakit klien tidur ± 6-7 jam sehari mulai jam 21.00 wib sampai jam 04.00 – 04.30 wib, sebelum tidur klien biasa berdoa terlebih dahulu dan Setelah sakit klien mengalami perubahan dalam pola tidur yang biasanya klein dapat tidur nyenyak, klien sering terbangun karena harus bolak – balik ke kamar mandi.

6. Pola Persepsi dan Kognitif

Klien tidak ada keluhan yang berkenaan dengan kemampuan sensori yaitu penglihatan, pendengaran, penghidu, pengecap maupun sensori perubahan. Klien menggunakan alat bantu penglihatan yaitu kaca mata

Persepsi klien terhadap nyeri dengan karateristik :

P : Nyeri pada perut semakin kerasa apabila digunakan untuk betgerak, dan nyeri akan hilang untuk istirahat, tapi saat pengkajian nyeri sangat terasa sekali dan timbul mendadak.

Q : Nyeri di rasakan seperti di tusuk-tusuk R : Nyeri terjadi di sekitar perut

S : Derajat nyeri antara 5-6

T : Sejak + 2 hari, nyeri perut mulai terasa karena diare, dan nyeri kira-kira 1-2 menit tapi saat pengkajian nyeri lebih dari 2 menit.

7. Pola Hubungan dengan Orang Lain

Hubungan klien dengan orang lain seperti keluarga, pasien lain dan petugas kesehatan (perawat, dokter, dll) baik, keadaan penyakit klien tidak mempengaruhi hubungan tersebut.

(6)

Kemampuan klien dalam berkomunikasi baik, jelas dan mampu mengerti orang lain. Orang yang terdekat dan lebih berpengaruh pada klien adalah anak-anaknya dan apabila klien mempunyai masalah klien meminta bantuan kepada anak-anaknya. Selama ini tidak ada kesulitan dalam keluarga seperti hubungan dengan saudara baik.

8. Pola Reproduksi dan Seksual

Klien adalah seorang istri dan ibu dari 4 orang anak serta seorang nenek dari 3 cucu yang sudah mengalami menopause dan klien tidak ada masalah dalam keadaan menopause.

9. Persepsi dan Konsep Diri

Hal yang dipikirkan saat ini yaitu klien mempunyai harapan setelah di rawat dan melalui pengobatan klien dapat sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

a) Citra dari / Body Image

Klien saat ini merasakan sedih karena kondisinyz saat ini yang melihat dirinya kurang beruntung di bandingkan dengan orang lain.

b) Identitas Diri

Klien adalah seorang istri dan ibu dari 4 orang anak serta seorang nenek dari 3 cucu yang sudah mengalami menopause dan klien tidak ada masalah dalam keadaan menopause.

c) Ideal Diri

Harapan klien yaitu nyeri hilang. BAB normal dan cepat sembuh supaya dapat beraktivitas seeprti biasa.

(7)

d) Harga Diri

Klien mengatakan perasaan saat ini lebih bahagia di bandingkan hari sebelumnya karena anak-anaknya dapat berkumpul.

10. Mekanisme Koping

Klien dalam mengambil keputusan biasanya bermusyawarah dengan anak-anaknya terutama pada anak pertamanya yaitu ny B untuk mengetahui masalah yang dialami.

11. Pola Nilai Kepercayaan / keyakinannya

Klien beragama Islam sehingga klien yakin bahwa yang memberi sehat maupun sakit adalah Allah SWT. Klien menjalankan kegiatan agama yaitu adalah sholat 5 waktu, walaupun klien sedang sakit klien tetap menjalankan ibadah kecuali jika nyeri muncul.

Alhamdullilah klien tidak ada keyakinan / kebudayaan yang bertentangan dengan kesehatan maupun dalam pengobatan yang dijalani.

D. Pengkajian Fisik

1. Penampilan / keadaan umum : klien tampak lemah 2. Tingkat kesadaran : composmetis 3. Tanda – tanda vital

Suhu : 36,5° C

Tekanan darah : 130 / 90 mmHg Respirasi rate : 18 x /menit

(8)

4. Pengukuran Antropometri Berat Badan : 43 kg Tinggi Badan : 152 cm

IMT : 18, 6115 ( Under weight) Kriteria : Under Weight bila IMT <20

Normal Weight bila IMT = 20-22 Over Weight bila IMT > 22 5. Kepala : Bentuk mesochepal, tidak ada luka

Rambut : Hitam, panjang, bergelombang dan beruban

Mata : kemampuan melihat menggunakan kaca mata, konjungtiva anemis, sklera tidak ekterik, tidak ada sekret.

Hidung : Tidak ada sekret, tidak memakai selang oksigen

Telinga : Kemampuan mendengar normal, tidak ada nyeri, tidak ada sekret / pembengkakan, kebersihan cukup, tidak terpasang alat bantu dengar.

Mulut : mukosa bibir kering, kebersihan gigi bersih, tidak terjadi sianosis

Leher dan tenggorokan : tidak terdaoat luka, tidak terpasang traceostomy dan tidak terjadi pembesaran kelenjar thyroid

6. Dada dan Thoraks : interkosta simetris,tidak terdapat luka, tidak nampak penggunaan otot bantu pernafasan

a. Paru-paru

(9)

Perkusi :sonor

Palpasi : SF (Stelfermitus) kanan dan kiri sama Akskultasi: wheezing/ronchi tidak teraba

b. Jantung

Inspeksi : Ictus Cordis tak nampak Perkusi : pekak+normal

Palpasi : Ictus Cordis teraba pada intercosta ke 4 dan 5 Auskultasi: BJ 1 dan BJ II regular, tidak ada suara tambahan 7. Abdomen

Inspeksi : tidak ada luka, bentuk simetris Akskultasi : bising usus 36 x /menit

Perkusi : tympani

Palpasi : nyeri tekan pada kuadran kanan bawah

8. genitalia : kebersihan cukup, tidak edema,tidak terpasang kateter 9. Ekstremitas : Kuku bersih, turgor cukup, capilary refill time > 3 detik,

terpasang infus RL di ekstremitas atas dekstra

10. Kulit : kebersihan cukup, warna sawo matang, tidak terdapat bekas luka.

(10)

E. Data penunjang

Tabel 3.1

Hasil Pemeriksaan Laboratorium Ny.S dengan Gastroenteritis

Tangggal 14-04-2008

pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal

Hematologi Darah rutin Hemoglobin Lekosit Trombosit hematokrit 13,2 10.000 243.000 39,9 gr/dl /mm3 /mm3 % 12,0-16,0 4000-11.000 150000-450000 35-47 Hitung jenis Eosinofil Basofil limfosit monosit 1,2 1,4 15,9 5,3 % % % % 0-5 0-2 22-40 2-8 Laju endap darah

Eritrosit MCV MCH MCHC 52 4,57 87 29 33 mm/jam juta/UL FL Pg % 0-20 3,6-5,8 80-100 26-33 32-36

(11)

Ny.S dengan Gastroenteritis

Tanggal 11 mei 2011

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal

Kimia klinik Ureum Kreatinin Elektrolit Kalium(ka) Natrium(Na) Clorida( cl) Calcium 48 1,0 3,0 135 105 8,5 mg/dl mg/dl mmol/L mmol/L mmol/L mg/dl 10-50 0,6-1,13 3,5-5,3 135-148 95-108 8,6-10,3

1. Diit tinggi: kalori tinggi potein 2. Therapy Oral : Gabriel 3 x 250 mg Omegdiar 3 x 1 mg PCT 3 x 1 mg Glisodin 2 x 1 mg ISDN 3 x 1 mg KSR 3 x 1 mg Injeksi: Papaverin 1 x1 ampul

(12)

Ondancentron 3 x 1 ampul Kliran 1 x 4 mg

Parenteral :

Infuse RL 20 tpm

(13)

Tabel 3.2 Analisa Data

Asuhan Keperawatan Ny.S dengan Gastroenteritis

No. Data Masalah Etiologi

1. Data Subyektif: “klien mengatakan BAB sehari lebih dari 3-4 x dengan konsistensi encer/cair.

Data Obyektif:

- Mukosa bibir kering - CRT > 3 detik - Pucat - Td:130/90 mmHg Suhu : 36,50C RR : 18 x/menit Nadi : 95 x/menit - IMT : 18, 6115 ( Under weight) Kekurangan volume cairan dan elektrolit Kehilangan sekunder akibat diare

(14)

2. Data Subyektif = Klien mengatakan nyeri di perut apabila digerakkan akan tambah terasa dan hilang dengan istirahat, nyeri, dirasakan seperti di tusuk-tusuk, skala nyeri 6

Data Obyektif :

- Klien menahan kesakitan - Nadi 92 x / menit

- Bising usus 36 x/menit

Gangguan rasa nyaman: nyeri

Kram abdomen sebelum dan akibat gastroentritis

3. Data Subyektif : “Klien mengatakan sejak sakit nafsu makan berkurang, setiap makan selalu muntah, terasa mual sebelum sakit berat badannya 44 kg”

Data Obyektif:

- BB turun(44 kg- 43 kg) - Porsi makan ¼ porsi - Mual dan mutah

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

Intake tidak ade kuat, mual, nafsu makan berkurang

G. Diagnosa Keperawatan

(15)

2. Ganguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kram abdomen sekunder akibat gastroentritis

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak adekuat, anoreksia, mual muntah, tidak adekuatnya absorbsi usus terhadap zat gizi

H. Intervensi keperawatan

Table 3.3

(16)

No Tanggal Tujuan dan KH Intervensi Rasional I II III 11-05-11 11-05-11 11-05-11 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, dapat mempertahankan

keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan KH : - Turgor baik - CRT < 2 detik - Mukosa lembab - Tidak pucat Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, nyeri klien hilang, rasa nyaman terpenuhi, dengan KH: - Klien mengatakan

secara verbal nyeri berkurang

- Rileks dan nyaman - Skala nyeri 0 - Nadi 60-90x/menit

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam, nutrisi terpenuhi dengan KH :

- BB turun (44-43kg) - Mukosa lembab

- Nafsu makan

1. Kaji tanda – tanda dehidrasi

2. monitor intake dan output

3. Anjurkan klien

untuk minum

setelah BAB, minum yang bnyak 4. Pertahankan cairan

parenteral dengan elektrolit

1. Kaji karakteristik nyeri (P,Q,R,S,T) 2. Ubah posisi klien

bila terjadi rasa nyeri, arahkan posisi yang paling nyaman 3. Beri kompres yang

hangat di perut 4. Kolaborasi untuk mendapatkan obat analgetik 1. timbang BB tiap hari

2. Beri klien makan sedikit tapi sering 3. Anjurkan klien

1. untuk mengetahui tingkat dehidrasi dan mencegah syok hipovolenik

2. Untuk mengetahui balance cairan 3. Untuk

mengembalikan cairan yang hilang 4. Untuk mempertahankan cairan 1. Untuk menentukan tindakan dalam mengatasi nyeri 2. posisi yang nyaman

dapat mengurangi nyeri 3. Untuk mengurangi perasaan keram di perut 4. Untuk memblok syarat yang menimbulkan nyeri 1. Untuk mengetahui terjadinya penurunan 2. Untuk memenuhi nutrisi 3. Keadaan hangat

(17)

meningkat

- Tidak mual, muntah

untuk makan dalam keadaan hangat 4. colaborasi pemberian obat anti emetic dapat meningkatkan nafsu makan 4. Untuk menghilangkan mual I. Tindakan keperawatan Tabel 3.4

Tindakan keperawatan Ny.S Dengan Gastroenteritis

No Tanggal Tujuan dan KH Respon perkembangan Ttd

I

11-05-11

15.00 Mengkaji tanda – tanda dehidrasi

S : “Klien mengatakan BAB sehari lebih dari 3-4x dengan konsistensi encer/cair.

(18)

I I I II 16.10 16.45 15.10 15.30

Menganjurkan kepada klien untuk banyak minum apalagi setelah BAB Mempertahankan cairan parenteral dengan mengganti yang baru karena habis

Monitor (menghitung) intake dan output

Mengkaji karakteristik nyeri

Memberi kompres hangat

- CRT > 3 detik - pucat

S :Klien mengatakan ya.

O : Klien mendengarkan dan memperhatikan apa yang didengarkan S :

-O : Cairan infuse terpasang RL yang baru dengan tetesan 20tpm

S : “Klien mengatakan minum 2 gelas, makan ¼ porsi, BAB 2x encer, BAK 1x O : - cairan infuse sisa 400ml

Balance cairan Intake Output Minum 200 ml BAB 200 Makan 62,5 BAK 200 Infus 300 ml+ Iwl 161,3 562,5 ml Muntah 20 ml+ 581,3 B = - 18,8

S : “Klien mengatakan nyeri di perut, apabila di gerakkan akan tambah terasa dan hilang dengan istirahat, nyeri dirasakan seperti di tusuk-tusuk, skala nyeri 6

O :

- Klien menahan kesakitan - Nadi 92x/menit

S : “Klien mengatakan terima kasih” O : - kompres hangat terpasang

(19)

II II III III III 16.00 17.25 14.15 14.35 14.00 di perut

Mengubah posisi dan mengarahkan posisi yang paling nyaman

Menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering

Menyuntik obat therapy sesuai program 1 ampul ondancentron

Menganjurkan klien untuk makan pada keadaan hangat

S : “Klien mengatakan posisi sudah agak nyaman”

O : - Klien tampak nyaman sambil di kompres

S : “Klien mengatakan ya’’

O : - Klien mendengarkan dan menganggukkan kepala

S : “Klien mengatakan ya…, terima kasih…

O : - therapy masuk ondancentron 1 ampul

S : “Klien mengatakan akan mencoba” O : - Klien mendengarkan

(20)

F

Lanjutan Tindakan Keperawatan

No dx

Tanggal Tindakan keperawatan Respon pasien Tt

I II 12-05-11 14.32 14.40 13/05/11

Mengkaji tanda-tanda dehidrasi

Mempertahankan cairan parenteral dengan mengganti yang baru

Mengkaji karakteristik nyeri dengan skala nyeri 0-10

S : “ klien mengatakan BAB sehari 1-2x sudah tidak encer

O : - turgor kulit cukup baik - mukosa bibir lembab - CRT < 3 detik - tidak pucat

S “ klien mengatakan terima kasih...”

O : cairan infus RL terpasang baru dengan tetesan 20 tpm

(21)

I I III 15.00 16.20 13/05/11 16.55 16.00 17.20

Menganjurkan klien untuk banyak istirahat

Memonitor (mengukur) intake dan out put

Menyuntik obat/therapy sesuai program

Menimbang BB klien

perut sudah tidak terasa lagi” O : - skala nyeri 0

- klien tenang dan rileks - nadi 80x/ menit S :” klien mengatakan ya..”

O : klien mendengar dan memperhatikan

S :“ klien mengatakan tadi minum habis 2 ½ gelas, makan habis,BAB 1-2x sudah tidak encer, BAK 2x O : cairan infus sisa 300 ml Balance cairan : Intake output Minum 500 mL BAB 250 mL Makan 500 mL BAK 600 mL Infus 300 mL IWL 161,3 mL 1300mL 1011 mL Balance = + 289

S : “ klien mengatakan ya.,terima kasih.”

O : therapy masuk ondancentron 1 ampul

S :

(22)

j. Catatan Perkembangan

Tabel 3.5

Catatan Perkembangan Ny.S dengan Gastroenteritis

No Dx Tanggal Catatan perkembangan TT

I 13-05-11

18.00 wib

S : Klien mangatakan tadi minum habis 2 ½ gelas, makan habis 1 porsi, BAB 1-2 x sudah tidak encer, BAK 3x

O : Balance cairan Intake output Minum 500 mL BAB 250 mL Makan 500 mL BAK 600 mL Infus 300 mL IWL 161,3 mL 1300mL 1011 mL Balance : + 289 - turgor cukup baik - CRT < 3 detik - mukosa bibir lembab

(23)

II III 13-05-11 18.15 wib 13/05/11 19.10 wib cairan P : Pertahankan intervensi : 1). Monitor TTV

2). Monitor intake dan out put

S : Klien mengatakan nyeri diperut sudah tidak terasa lagi O : - Skala nyeri 0

- Klien tenang dan rilek - Nadi 80x/menit

A : Masalah teratasi yaitu nyeri hilang dan rasa nyaman klien terpenuhi

P : hentikan intervensi :

1). Kaji karakteristik nyeri (P,Q,R,S,T)

2). Ubah posisi klien bila terjadi nyeri, arahan posisi yang nyaman

3). Beri kompres hangat

4). Kolaborasi pemberian analgetik

S : Klien mengatakan makan sudah habiz 1 porsi, sudah tidak mual dan muntah.

O : - Makan habis 1 porsi - Nafsu makan bertambah - Tidak mual dan muntah - BB masih 43 kg

A : Masalah teratasi karena klien sudah menunjukkan peningkatan nafsu makan, makan habis 1 porsi

(24)

Gambar

Tabel 3.2 Analisa Data

Referensi

Dokumen terkait

petugas farmasi IGD mengkonfirmasikan ke dokter untuk mengganti obat sesuai dengan DPHO. c) Petugas farmasi memberikan perbekalan farmasi tersebut kepada perawat/keluarga pasien.

Sebagai bukti nyata yang menunjukan bahwa pasien dan keluarga telah menerima asuhan keperawatan dan mendapat pengetahuan sehubungan dengan penyakit yang diderita

Formulir Ringkasan Asuhan Keperawatan adalah formulir yang digunakan oleh perawat dalam menuliskan hasil pemeriksaan / diagnosa dari dokter kepada pasien.

Intervensi mengkaji adanya perubahan pola makan dan jumlah makan klien, menimbang Berat Badan Klien, mengkaji adanya alergi makanan, mengkolaborasikan dengan ahli gizi

Ibu klien mengatakan sebelum sakit anaknya BAB 1x/hari konsistensi feses lunak dan BAK kurang lebih 6-7x/hari. Ibu klien mengatakan selama sakit anaknya BAB lebih dari

Keluarga klien mengatakan ” sebelum sakit bekerja sebagai ibu rumah tangga, klien tidak pernah merasa nyeri dada atau sesak saat beraktivitas ringan ataupun berat ”.. Keadaan saat

dapat merawat klien dengan.. RTL keluarga/ jadwal keluarga untuk merawat klien a. Diharapkan keluarga mengingat cara merawat klien dengan benar b. Dengan melatih

sakit DM, keluarga tidak mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan yang diderita oleh Ny. S keluarga tidak paham akibat dari penyakit DM, keluarga