• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. A DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG BAITUL ATHFAL RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. A DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG BAITUL ATHFAL RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

44 BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN An . A DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG BAITUL ATHFAL RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

SEMARANG

A. PENGKAJIAN 1. a) Biodata pasien

Nama : An . A

Usia : 6 bulan

Jenis kelamin : Laki – laki

Agama : Islam

Suku bangsa : Jawa

Alamat : Semarang

Nomor register : 111.96.41 Diagnosa medis : Gastroenteris b) Biodata penanggung jawab

Nama : Tn . AB

Usia : 29 tahun

Alamat : Semarang

Hubungan pasien : Ayah kandung 2. Riawayat Kesehatan

a) Keluhan utama

(2)

45 b) Riwayat Penyakit Sekarang

Ibu klien mengatakan , selama 1 hari sebelum dirawat di rumah sakit klien BAB lebih dari 10x/hari dengan konsistensi feces cair tanpa ampas. Kemudian muntah lebih dari 10x/hari tersebut. Klien tidak mau makan, hanya minum susu formula. Dan klien tampak lemah. Kemudian oleh karena diarenya tidak berhenti – henti dan klien tampak lemah dan tidak nafsu makan. Oleh nenek dan ayahnya pasien di bawa ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung untuk dirawat lebih lanjut.

Pengukuran TTV saat masuk :

Suhu (S) = 39,5 °C, Respiratory Rate (RR) 26x/menit, Nadi (N) = 94 x/menit.

c) Riwayat Kesehatan Dahulu

Kurang lebih satu minggu yang lalu sebelum klien sakit diare, klien pernah dirawat di rumah sakit islam Sultan Agung Semarang dengan diagnosa ISPA, setelah mendapatkan perawatan selama 5 hari klien sudah diizinkan pulang. Tetapi setelah 1 hari dirumah pasien diare. Kemudian dirawat dirumah sakit sekarang ini.

d) Riwayat Kesehatan Keluarga

Keluarga klien tidak ada yang pernah mengalami sakit diare sampai harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Keluarga klien mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang mempunyai riwayat penyakit keturunan dan penyakit menular.

(3)

46 Genogram : N CAn. A (6 bulan) Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Menikah : Saudara sekandung : Tinggal serumah e) Riwayat Kehamilan dan Persalinan

1) Pre Natal

Ibu klien mengatakan selama mengandung anaknya tidak pernah mengalami keluhan ataupun ngidam. Ibu klien mengatakan selalu memeriksakan kandungannya secara rutin di puskesmas, ibu klien mengatakan sudah pernah mendapatkan imunisasi TT 2x salama hamil.

Tn. AB Ny. M (29 th) (26. Th)

(4)

47 2) Natal dan Post Natal

Ibu klien mengatakan anaknya lahir secara normal spontan di puskesmas daerahnya. Dengan berat badan lahir 2900 gram dan panjang badan 48 cm.

f) Riwayat Imunisasi

Ibu klien mengatakan bahwa anaknya belum mendapatkan lima imunisasi dasar secara lengkap karena setiap akan di imunisasi anaknya sering panas. Imunisasi yang sudah didapatkan klien yaitu hepatitis 1, hepatitis 2, polio 1 dan BCG.

3. Pengkajian Pola Kesehatan Fungsional (Gordon) a) Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan

Ibu klien mengatakan bahwa kesehatan pada anaknya sangat penting, bila anaknya sakit ibu memeriksakannya ke puskesmas jika belum sembuh baru dibawa ke rumah sakit.

b) Pola Nutrisi dan Metabolisme

Ibu klien mengatakan sebelum sakit anaknya makan 2x sehari dengan pisang yang dihaluskan atau dengan bubur instan saset (promina). Dan minum susu formula kurang lebih 8 botol balam satu hari (8x80ml=640ml). Serta mau minum air putih sedikit-sedikit tetapi tidak mau minum asi. Pada saat sakit ibu klien mengatakan anaknya tidak mau makan, hanya mau minum susu formula saja kurang lebih 8 botol balam satu hari (8x80ml=640ml).

(5)

48 c) Pola Eliminasi

Ibu klien mengatakan sebelum sakit anaknya BAB 1x/hari konsistensi feses lunak dan BAK kurang lebih 6-7x/hari. Ibu klien mengatakan selama sakit anaknya BAB lebih dari 5x/hari, konsistensi feces cair, terdapat sedikit ampas dan lendir. Dan tampak kemerahan pada sekitar anus. BAK kurang lebih 6-7x/hari. Ibu klien sering meminta ganti stik laken kepada perawat karena anaknya sering BAB. Ibu klien mengatakan tidak mau memakaiakan pempers pada anaknya karena kasihan kulitnya menjadi merah-merah.

d) Pola Aktivitas dan Latihan

Ibu klien mengatakan, sebelum sakit anaknya aktif dalam bermain dan sudah mulai belajar duduk. Selama sakit pasien masih mau diajak bermain dan jalan-jalan di sekitar ruangan dirawat namun terkadang pasien rewel dan menangis terus.

e) Pola Istirahat dan Tidur

Ibu klien mengatakan baik sebelum sakit ataupun selama sakit anaknya tidur 2x/hari yaitu pagi dan malam hari, waktu tidur dalam sehari kurang lebih 8 jam. Pagi pukul 10.00–12.00 dan malam pukul 22.00–04.00.

(6)

49 f) Pola Kognitif dan Persepsi

Ibu pasien mengatakan anaknya sudah mengenal orang lain, ketika dipanggil namanya menoleh dan sudah bisa berkata a-a-a ketika diajak berbicara dan bercanda.

g) Pola Persepsi dan Konsep Diri

Reaksi pasien terhadap rasa cemas adalah menangis. h) Pola Hubungan dengan Orang Lain

Klien dekat dengan ibunya, ketika klien rewel akan diam dan merasa nyaman apabila berada dalam dekapan ibunya.

i) Pola Seksual

Klien berjenis kelamin laki-laki dan klien belum memahami jenis kelaminnya.

j) Pola Keyakinan

Orang tua klien dan keluarganya beragama Islam dan klien juga beragama Islam.

4. Pemeriksaan Fisik

a) Keadaan umum : klien tampak lemah Kesadaran : composmentis Berat badan : 10 kg Panjang badan : 70 cm Lingkar lengan : 14,4 cm Lingkar kepala : 46 cm Lingkar dada : 44 cm

(7)

50 Tanda vital : S 37,5°C , RR 28x/menit , N 102x/menit b) Kepala : bentuk mesochepal, ubun-ubun agak cekung, rambut hitam bersih dan lebat c) Mata : cekung, pada saat menangis hanya keluar

sedikit air mata, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak terdapat sekret. d) Hidung : tidak ada nafas cuping hidung, bersih tidak

terdapat sekret dan polip hidung.

e) Mulut dan Gigi : klien belum tumbuh gigi, lidah agak kotor berwarna putih, tidak ada stomatitis, mukosa bibir kering berwarna merah muda. f) Telinga : tidak ada serumen dan tidak ada gangguan

pendengaran

g) Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid h) Dada : bentuk dada simetris, tidak ada retraksi

dinding dada i) Paru

Inspeksi : tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan, pergerakan dada simetris Palpasi : fokal fremitus sama kanan dan kiri Perkusi : sonor diseluruh bagian paru

Auskultasi : suara nafas vesikuler, tidak ada bunyi paru tambahn (wheezing, ronchi,dll)

(8)

51 j) Jantung

Inspeksi : ictus cordis tak tampak Palpasi : ictus cordis teraba

Perkusi : pekak pada intercosta 4,5,6

Auskultasi : S1 dan S2 murni, mur-mur tidak ada, gallop tidak ada

k) Abdomen

Inspeksi : bentuk cembung

Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran hati (hepatomegali), ada distensi abdomen Perkusi : hipertimpani (kembung)

Auskultasi : bising usus 36x/menit

l) Ekstrimitas : terpasang infus pada ektrimitas bawah kiri, tidak ada edema. Ektrimitas atas dapat

digerakan dengan baik. Turgor kulit kembali lambat.

(9)

52 5. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium tanggal 12 Mei 2010 PARAMETER

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Satuan

WBC RBC HGB HCT MCH MCV MCHC PLT RDW-CV ROW-SD PDW MPV P-LCR 12,71 4,24 8,1 24,2 19,1 57,1 33,5 568 23,0 42,5 11,7 9,6 23,6 M : 3,8-10,6 F : 3,6-11,0 4,4-5,9 3,8-5,2 13,2-17,3 11,7-15,5 40-52 35-47 26,0-34,0 80,0-100,0 32,0-36,0 150-440 11,5-14,5 35-47 9,0-13,0 7,2-11,0 15,0-25,0 10^3/uL 10^6/uL g/dl % Pg fL g/dl 10^3/uL % fL Fl fL % DIFFERENTIAL

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Satuan NEUT LYMPH 8,13 3,58 1,8-7,7 0,9-4,4 10^3/uL 10^3/uL

(10)

53 MONO EOSO BASO NEUT LYMPH MONO EOSO BASO 0,93 0,03 0,04 64,0 28,2 7,3 0,2 0,3 0,072-0,88 0,092-0,44 0-0,4 50-70 25-40 2-8 2-4 0-1 10^3/uL 10^3/uL 10^3/uL % % % % %

LED I = 12mm/jam Nilai normal : M: 0-15 F: 0-20 LED II = 26mm/jam Therapi : a) Infus RL 150 cc/30 menit b) KAEN 3B 12 tetes/menit c) Injeksi lapixin 3x125 mg d) Injeksi invomit 3x0,8 mg e) Noprex drop 3x0,6 f) Apyalis drop 2x1 cc

g) Obat oral : nivural 3x1/4 sendok teh probi 3x1/2 saset

puyer 3x1 (cobazin 1000 1/2 capsul, heptazan 1/6 tablet, sanprima 1/4 tablet, colistin 50.000)

(11)

54 6. Pengkajian Pertumbuhan

Klien lahir dengan berat lahir 2900 gram dan panjang badan 48 cm. Saat ini pasien berusia 6 bulan dengan berat badan 10 kg dan panjang badan 70 cm.

7. Pengkajian Perkembangan a) Motorik :

1. Halus : Pada saat ini kien An.A berusia 6 bulan dan sudah mampu mengambil objek dengan tangan tertangkup, memindahkan objek dari satu tangan ketangan yang lain.

2. Kasar : Klien mampu menahan kepala tegak terus menerus, dapat duduk dengan bantuan dalam interval singkat.

b) Sensoris : Klien mampu berespon terhadap perubahan warna, menunjukkan pilihan. Mampu mencoba mencari sumber bunyi.

c) Kognitif : Klien mampu menirukan tindakan sederhana (bertepuk tangan). Mampu menunjukkan kesadaran bahwa diri sendiri terpisah dari orang lain (klien menangis ketika tidak ada ibunya). d) Bahasa : Klien mampu menggunakan kata-kata yang

(12)

55 dapat membunyikan dua bunyi vokal bersamaan (papa, mama)

e) Sosialisasi : Klien mulai bermain dengna mainan, memukul-mukulkan lengan dan kaki jika kesal. Klien sudah bisa mengenal orang lain, tertawa saat diajak bermain.

(13)

56 B. ANALISIS DATA

DATA (DO dan DS) PROBLEM ETIOLOGI

DS:

− Ibu klien mengatakan anaknya BAB lebih dari 5x/hari, konsistensi feces cair, terdapat sedikit ampas dan lendir. − Ibu klien mengatakan anaknya

tidak mau makan, hanya mau minum susu formula saja kurang lebih 8 botol balam satu hari (8x80ml=640ml). DO:

− Ubun-ubun agak cekung

− Mata cekung, pada saat menangis hanya keluar sedikit − Mukosa bibir kering berwarna

merah

− Turgor kulit kurang − Balance Cairan Intake

Susu formula : 640 cc Air menu diet : 50 cc

Kekurangan volume cairan tubuh

Pengeluaran cairan yang berlebih

(14)

57 Infus : 450 cc 1140 cc Output BAB cair : 560 cc BAK : 500 cc Muntah : 50 cc IWL : 72,9 cc 1182,9 cc Balance Cairan = Intake - Output = 1182,9 – 1140 = - 42,9 cc

DS:

− Ibu klien mengatakan anaknya BAB lebih dari 5x/hari, konsistensi feces cair, terdapat sedikit ampas dan lendir. DO:

− Klien BAB cair, warna kuning dan terdapat lendir dalam feces

Perubahan pola eliminasi fekal : diare

Peningkatan peristaltik usus

(15)

58 DS:

− Ibu klien sering meminta ganti stik laken kepada perawat karena anaknya sering BAB sehingga tempat tidur klien sering basah dan lembab. − Ibu klien mengatakan tidak

mau memakaiakan pempers pada anaknya karena kasihan kulitnya menjadi merah-merah DO:

− Kulit daerah anus klien tampak kemerahan dan lecet

Gangguan integritas kulit

Frekuensi defekasi yang sering

(16)

59 C. PATWAYS KEPERAWATAN

(17)

60 D. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebih

2. Perubahan pola eliminasi fekal : diare berhubungan dengan peningkatan peristaltik usus

3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan frekurnsi defekasi yang sering

Referensi

Dokumen terkait

Tidak ada hubungan antara Sikap dengan kelengkapan pengisian lembar pengajian keperawatan umum di Rumah Sakit Sultan Agung dengan nilai ρ value = 0,473. Ada hubungan antara

Selanjutnya, bab ini juga akan membahas mengenai pelaksanaan bimbingan rohani Islam di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang yang meliputi, tujuan bimbingan rohani

X (53 tahun) ibu rumah tangga dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan utama ditemukan pingsan di kamar mandi pada pagi hari oleh anaknya. Klien mengatakan merasa pusing

Keluarga klien mengatakan ” sebelum sakit bekerja sebagai ibu rumah tangga, klien tidak pernah merasa nyeri dada atau sesak saat beraktivitas ringan ataupun berat ”.. Keadaan saat

"Perbedaan Dukungan Keluarga Terhadap Ibu Yang Memberikan ASI Eksklusif Dan Non ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri", Jurnal Ilmu

Pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 11.00 dilakukan implementasi pada diagnosa yang pertama adalah mengidentifikasi lokasi karakteristik durasi frekuensi dan intensitas nyeri, respon

- Kolaborasi pemberian terapi obat 2 14.35 WIB S : Pasien mengatakan bahwa masih merasa lemas, BAB 4x sehari, BAB masih cair namun tidak ada lendir lagi O : Klien masih tampak lemah A

Penulis menegakkan diagnosa nausea berhubungan dengan makanan dan minuman yang tidak enak sebagai diagnosa ketiga dkarenakan data yang ditemukan pada pasien sudah memenuhi dari data