• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK TAN1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK TAN1"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK TAN1

Penyusunan Rencana Program

Latar Belakang

Hasil kajian menunjukan bahwa kelompok tani di Long Midang dalam kehidupan sehari-hari menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan motivasi pengurus dan anggota, kurang pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi pertanian, ketidakdisiplinan anggota dalam pengembalian dana, tidak ada pembinaan dari pemerintah baik teknik maupun manajerial, sulitnya pemasaran serta kurangnya komitmen bersama terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

Penduduk Long Midang mayoritas bermatapencaharian pada sektor pertanian dan mempunyai potensi dalam sumberdaya manusia yang cukup untuk kecukupan pangan di Kecamatan Krayan. Lahan yang masih luas dan kesuburan tanah dapat dijadikan aset yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi warga.

Kelembagaan yang ada di Long Midang selain kelembagaan adat, kelembagaan agama serta kelembagaan ekonomi yaitu adanya kelompok- kelompok tani. Walaupun dalam aktivitas kelompok memiliki dinamika yang sangat beragam, namun kelembagaan kelompok tani diharapkan memiliki peran dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok dan anggotanya.

Sumberdaya lokal yang mendukung pengembangan kelompok tani dalam upaya menguatkan katahanan pangan. Potensi alam yang mencakup pada lahan yang masih luas, kesuburan tanah, serta sumber bahan pangan seperti tanaman, temak dan ikan dapat dimanfaatkan secara bijaksana, peraturan pemerintah yang mendukung terhadap berkembanganya kelompok tani sehingga lebih mandiri dapat menguatkan kelompok tani yang ada.

Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Long Midang disebabkan oleh faktor internal maupun faktor ekstemal mencakup permasalahan sumber da?a manusia keterbatasan akses informasi dan pemasaran serta kurangnya perhatian pemerintah dan peraturan daerah yang selama ini masih belum ada untuk

(2)

memberdayakan kelompok tani. Oleh karena itu upaya pemberdayaan kelompok tani di Long Midang harus mencakup peningkatan kemampuan kelompok tani dalam memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan anggota serta pemberian akses untuk menjangkau sumber-sumber yang dapat mendukung peningkatan ekonomi anggota kelompok.

Proses Penyusunan Rencana Program

Penyusunan rencana program pemberdayaan kelompok tani dilaksanakan dengan diskusi kelompok yang dihadiri oleh pengurus dan anggota kelompok tani yang menerima bantuan, Kepala Desa, Sekretaris Desa, petugas PPL pertanian serta Sekretaris Kecamatan. Sebelurn melakukan diskusi pengkaji menyampaikan pernasalahan berdasarkan hasil kajian. Diskusi melibatkan lima kelompok tani yang ada di Long Midang. Sebelum diskusi secara bersama melibatkan lima kelompok. pada masing-masing kelompok dilakukan diskusi untuk melakukan kategorisasi masalah pada masing-masing kelornpok tani. Hasil dari diskusi tersebut digunakan sebagai bahan dalam diskusi bersama.

I-lasil diskusi tentang pernberdayaan kelompok tani dapat dilakukan dengan startegi yaitu :

Program Pemberdayaan Kelompok Tani

T u j u a n

Tujuan program pemberdayaan kelornpok tani adalah untuk meningkatkan struktur kelompok yang dibangun masayarakat, dalam rangka meningkatkan ekonomi anggota kelompok tani. Struktur kelompok yang kuat akan dapat menjamin kemampuan kelompok dalam menghadapi faktor-faktor internal dan eksternal. Secara internal kelompok harus mempunyai kematangan norna-noma dan aturan yang berlaku di dalam kelompok serta juga hams mcmpunyai hubungan baik antara anggota dengan kelompok yang lain.Adapun rencana kegiaran dalam rnenguatkan kelompok tani dengan :

I . Pelatihan teknis dan manajemen bagi kelompok tani 2. Pelatihan kepemimpinan bagi pengurus kelompok

(3)

3. Pengembangan jejeraing kelompok secara horizontal dan vertikal 4. Mengadakan kunjungan ke kelompok tani yang sudah berhasil

5. Mengadakan dialog dengan pihak pemerintah yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah, Bagian Ekonomi

6. Melakukan pendampingan yang lebih intensif oleh PPL pertanian, Perindagkop dan UKM dan Bagian Ekonomi sehingga dapat diketahui kendala yang ada pada kelompok tani serta kondisi yang sebenarnya.

Sasaran

Sasaran program pemberdayaan kelembagaan ekonomi adalah kelompok tani di Long Midang khususnya dan Kecamatan Krayan pada umumnya

Kegiatan Perencanaan Program

Kegiatan perencanaan program dilakukan dengan langkah

-

langkah menganalisa masalah, kebutuhan dan potensi. Kegiatan ini dilakukan selain melalui wa\\,ancara, pengamatan peranserta, Focus Group Discussion (FGD) terutama untuk mengklasifikasi pernyataan yang pernah dikemukakan oleh anggota kelompok. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dipakai dalam kajian ini adalah FGD yang dilakukan dengan warga penerima bantuan, Kepala Desa atau Sekretaris Desa, Sekretaris Kecamatan, petugas PPL pertanian. Pertemuan dilakukan di rumah Kepala Desa.

Penyusunan Program Peningkatan Ekonomi Keluarga

Dengan pennasalahan-penasalahan yang ada di kelompok tani di Long Midang, maka dipilih alternatif kegiatan untuk mengatasi pennasalahan tersebut. Pemilihan alternatif pemecahan pennasalahan dilakukan secara bersama-sama dengan kelompok tani. PPL pertanian. Ketua adat dan Sekretaris Kecamatan dalam suatu diskusi yang terfokus. Hasil diskusi lentang penetapan rencana kegiatan tersebut

(4)

dikategorikan dalam tiga strategi peningkatan produktivitas padi yang tujuan akhirnya adalah peningkatan kecukupan pangan keluarga, yaitu :

1. Penguatan struktur kelompok tani dengan kegiatan meliputi pelatihan manejemen bagi anggota kelompok tani, pelatihan kepemimpinan bagi pengurus kelompok tani, penguatan jejaring kelompok secara vertikal dan horizontal, mengadakan kunjungan, mengadakan dialog, pendampingan kepada kelompok, mengadakan pertemuan kelompok yang dilakukan secara partisipatif, pembuatan laporan kegiatan kelompok secara transparansi serta adanya penyuiuhan pertanian yang partisipatif.

2. Penguatan ekonomi kelompok dengan kegiahn pokok penguatan modal kelompok pola bergulir, memberikan kemudahan dalam syarat krdit pada lembaga keuangan, meningkatkan peranan PPL dalam penyuluhan pertanian dan meningkatkan intensitas pendampingan kepada kelompok tani

3. Penguatan kapasitas anggota kelompok dengan kegiatan pokok pelatihan teknologi pertanian, pelartihan manejemen dan pelatihan teknis pasca panen. Penguatan S t r u k t u r Kelompok Tani

Program ini bertujuan untuk memperkuat struktur kelompok tani yang dibentuk oleh masyarakat. Hal ini disusun sebagai upaya untuk memperbaiki tatanan kelompok tani sehingga dapat memperkuat kecukupan pangan keluarga. Pada umumnya kelompok yang memiliki struktur yang kuat akan mampu mengembangkan aktivitasnya. Adapun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai implementasi dari penguatan struktur kelompok tani dijabarkan pada tabel

10

I . Pelatillan Teknis Manajemen dan Kepemimpinan pengurus dan anggota Kelompok T a n i

Kegiatan ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kapasitas kelompok khususnya pengurus kelompok dalam mengelola kelompoknya secara berkelanjutan sehingga mampu mengarahkan anggota kelompoknya untuk berperan serta dalam pencapaian tujuan yang diharapkan bersama. Selain itu kegiatan ini diharapkan mampu mengoptirnalkan pemanfaatan

(5)

sumberdaya kelompok sehingga dapat memperkuat struktur kelompok dalam mengatasi pernasalahan-pernasalahan internal.

Pelaksana kegiatan adalah kelompok tani yang didukung oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Petemakan (Dispertanak) sekaligus sebagai nara sumber dalam pelatihan ini. Materi pelatihan disesuaikan dengan tingkat pengalaman organisasi masing-masing peserta dengan prioritas kelompok tani. Waktu pelaksanaan kegiatan pada bulan Maret dengan asumsi aktivitas pertanian telah selesai, dengan metode ceramah, tanya jawab, praktek bertempat di Kantor Kecamatan Krayan. Sumber dana dari APBD.

2. Pengembangan Jejaring Anggota Kelompok Secara Vertikal dan Horizontal

Kegiatan ini memiliki tujuan yang hampir sama dengan kegiatan pertama yakni memperkuat kapasitas kelompok hanya saja arah penguatannya agar kelompok mampu mengoptimalkan sumberdaya ekstemal yaitu kelompok lokal yang mendukung baik secara horizontal yakni kelompok tani lainnya, dan secara vertikal yaitu kelembagaan yang arasnya lebih tinggi yaitu pemerintah. Melalui jaringan yang kuat antara kelompok tani yang ada dan dukungan dari pemerintah diharapkan mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatan anggota.

Pelaksana kegiatan adalah kelompok tani yang didukung oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Petemakan (Dispertanak), Dinas Perindushian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM), Bagian Ekonomi, pihak swasta lokal dan lembaga keuangan.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah selama proses produksi yaitu bulan Januari sampai Desember.

3. Mengadakan kunjungan lapangan

Kunjungan gang dilakukan oleh kelompok mi agar kelompok tani mempunyai motivasi dalam meingkatkan produktivitas lahan pertanian.

(6)

Kunjungan tersebut dapat dilakukan dengan melihat dan mempelajari keberhasilan manajemen kelompok tani, mengetahui penggunaan teknologi pertanian yang digabungkan dengan cara pertanian tradisonal, sehingga dapat tercapai tujuan kelompok.

Kelompok tani dapat melakukan magang atau belajar pada kelompok tani yang sudah maju dengan kondisi alam, sosiobudaya yang sama.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah bulan Januari sampai Desember.

4. Mengadakan Dialog

Dialog yang dilakukan kelompok tani bukan saja dengan mengadakan dialog dengan pihak pemerintah tetapi dengan stakeholder yang lain yaitu dengan lembaga keuangan dan pihak swasta.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya baik manusia atau alam, sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas lahan pertanian. Peningkatan produktivitas berdampak pada peningkatan pendapatan, sehingga dapat rneningkatkan kecukupan pangan keluarga.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara mtin bulan Januari sampai bulan Desember.

Pelaksana kegiatan adalah kelompok tani yang didukung oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Petemakan (Dispertanak), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM), Bagian Ekonomi, pihak swasta lokal dan lembaga keuangan.

5. Pertemuan Rutin Kelompok Secara Mandiri d a n Pendampingan

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kelompok dalam mengembangakan norma-norma dalam kelompok serta membangun kepercayaan dan kerjasama anggota dalam aktivitas kelompoknya sekaligus menjadi kontrol sosial dalam aktivitas kelompok. Proses pematangan norma- norrna menjadi pcnting agar kelompok mampu mengatasi gangguan faktor- faktor ekstemal yang kurang baik dan memanfaatkan kondisi ekstemal !ang ada.

(7)

Pelaksanaan kegiatan ini adalah semua anggota kelompok tani. Kegiatan ini difasilitasi oleh PPL, Dispertanak.

Waktu pelaksanaan kegiatan pada bulan Januari sampai Desember, tanggal dan waktu serta tempat berdasarkan kesepakatan. Pertemuan rutin anggota kelompok biasanya dilakukan bergiliran di rumah anggota.

(8)

Tabel 10 Rencana program penguatan s t r u k t u r k e l o m p o k disusun dari hasil studi tahun 2006

f

Masalah

I

Tuiuan Kegiatan

1

Pelaksana

1

lntansi

1

Waktu &

I

MekanismelMetode

I

Prioritas

I

(

Pendukung

I

Tempat

I

I

Kelompok

l ernahnvn I Meninckatkan

I

Pelatihan

I

K e l o m ~ o k Tani

I

Dispertanak

1

Bulan Maret 11. Peserta pelatihan diutamakan kepada

I

Lima ( 5 )

. .

-

-

. .

. . .

,

-

-

I

SDM I'cngurus manajemen PPL Tempat di anggota'kelompok tani terdiri d&i ~ e l o m p b k kelomook Dispertanak Kantor Ketua, Sekretaris, Bendahara dan

1

Tani yang

I

Pelatihan Kepemimpinan Pendampingan Penguatan jejaring Mengadakan kunjungan Mengadakan dialog Pendampingan 2. Lemahnya kelompok dalam jejaring Kelompok tani PPL Disperindagkop Pemerintahan Desa Mempcrkuat jejaring kelenlktpnan secar:~ horiz.o~~t:~l d:ln vertikal Dispertanak PPL Disperindagkop Bagian Ekonomi Lembaga Keuanga Swasta Lokal Kecamatan Krayan Bulan Januari

-

Desember anggota

.

ldentifikasi kebutuhan latihan bani peserta sesuai tingkat kemampuai

.

Materi disusun oleh Dispertanak sesuai hasil identifikasi kebutuhan latihan

.

Metode yang digitnakan cermah, diskusi dan praktek

.

Evaluasi kegiatan dilakukan oleh semua pelatih dan peserta dengan indikator yang ditetapkan

.

Peserta musyawarah di tingkat desa adalah seluruh warga masyarakat

.

Pembentukan jaringan yang dilakukan dengan pihak pemerintah tnaupun, lembaga keuangan, dan pihak swasta lokal maupun dari luar

.

Kunjungan ke daerah atau kelompok tani lain yang dilakukan agar memotivasi kelo~npok tani.

.

Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan kelompok rani

ada di Long Midang Lima (5) Kelompok Tani yang ada di Long Midang

(9)

pengurus Prioritas Kelompok Anggota 5 kelompok tani Long Midang 4. Masih lemahnya kepercayaan terhadap Pembuatan laporan secara rutin dan trans~aransi Mcmh;rngun kepercayaan dan kerjasalna Pendampingan lntansi Pendukung Dispertanak Waktu R: 'Tempat Januari

-

Desember Tempat dimasing- masing -

pengelolalaan kelompok lnaupun usaha tani

3. Pengembangan norma-norma baru dilakukan secara bertahap agar kelo~npok lnenjadi terbiasa dan menerima inforlnasi baru

4. Proses pelnbelajaran sekolah lapangan cocok diterapkan dalam pematangan norma

5. Metode pelembagaan dilakukan dengan pendampingan, penyuluhan dan konsultasi

6. Kelompok menyllsun laporan secara berkala untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi

'7. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala dengan melibatkan petani sebagai pelaksana

MekanismelMetode

1 . Norma-nortna yang ada di susun bersama oleh kelompok dalam musyawarah dalam kelompok

2. Kelompok melakukan identifikasi nornia-norma yanx ada baik dalam Pelaksana PPL Kelompok tani Kegiatan Pertemuan rutin Masalali 5. Lemahnya norma- norma dan aturan Tuitran Menpcliibang kan norma- norm;\ dan aturali

(10)

Program Penguatan Ekonomi Kelompok

Program ini memapakn strategi kedua setelah memperkuat struktur kelompok tani, sehingga penguatan ekonomi sangat baik dilakukan terhadap kelompok-kelompok yang telah memiliki kekuatan dari aspek sbuktur. Program ini bertujuan memperkuat kecukupan pangan kelompok, adapun rencana kegiatan yang dilakukan sebagai implementasi dari penguatan ekonomi kelompok adalah sebagaimana diuraikan dalam tabel 11

1. Penguatan Modal Usaha Kelompok dengan Pola Bergulir

Kegiatan ini merupakan proses transfer sumberdaya modal usaha yang sangat dibutuhkan oleh kelompok untuk meningkatkan produktivitas pertanian agar memiliki ketahanan pangan sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan dukungan struktur kelompok yang kuat kelompok diharapkan memiliki kemampuan untuk akses terhadap permodalan dalam pen ingkatan produktivitas pertanian.

Pelaksanaan kegiatan ini adalah 5 kelompok tani di Long Midang. Penyaluran dana dilakukan pada awal musim tanam untuk proses produksi. Instansi pendukung adalah Dispertanak, Dinas Perikanan dan Keiautan, Disperindagkop dan UKM dan Bagian Ekonomi Sekretariat dan BRI dengan memberikan fasilitasi dalam ha1 pendampingan dan pembinaan. Pola umum peningkatan produktivitas pertanian, perikanan darat

Modal diberikan dalam bentuk uang tunai melalui rekening kelompok tani untuk dijadikan modal peningkatakan produktivitas hasil pertanian. Penggunaan dana berdasarkan kesepakatan kelompok yang dituangkan dalan Rencana Usulan Kelompok. Pendampingan diperlukan untuk proses-proses yang masih sulit dilakukan kelompok, mulai perencanaan, pemanfaatan dan penggulirannya. Pelaporan kegiatan diperlukan secara berkala untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dari aktivitas usahanya.

Sumber dana berasal dari APBD. diharapkan dari kegiatan ini produkstivitas pertanian d a p a ~ meningkat dengan kemandirian modal kepada kelompok tani setempat.

(11)

2. Peningkatan ketahanan pangan

Kegiatan ini mempakan upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. Pengolahan lahan pertanian diupayakan melalui intensitikasi dan ekstensifikasi pertanian. Diharapkan dengan pola intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian dapat meningkatkan h a i l produktivitas pertanian. Peningkatan hasil produksi pertanian tersebut dapat mencukupi kebutuhan pangan dalam satu tahun, serta dapat memenuhi kebutuhan uang tunai bagi anggota kelompok.

Pelaksanaan kegiatan ini adalah 5 kelompok tani di Long Midang. Dilakukan secara mandiri oleh anggota kelompok. Penyerahan hasil panen dan disimpan dilumbung desa dapat menjadi cadangan bagi anggota yang kekuarang pangan. Pola aturan pemakaian lumbung desa diserahkan kepada kesepakatan kelompok, dan anggota berperan dalam pengambilan keputusan. Terlihat pada tabel I I .

(12)

Tabel I I Rencana program penguatan ekonomi kelompok belum mampu mengelola modal dengan baik

.

Kelompok belum dapat memperkuat kecukupan pangan untuk keluarga

/K$I~:~,,,I,

Kegiatan dengan pola bergulir Kemudahan dalam pinjaman Mcningkatkan produktivitas lahan pcrtanian

I

Meningkatkan peranan PPL Meningkatkan intensitas pendarnpingan kelo~npok Pelaksana

I

lnstansi Pendukun Midang Tempat

I

Januari

-

I

I . Modal usaha diberikan dalam

Musirn tanaln Bulan Juni

-

Januari

melalui rekening kelompok 2. Jenis penggunaan modal sesuai

dengan musyawarah anggota kelompok yang disusun dalam Rencana Usaha Kelompok 3. Pendampingan diperlukan dalam

proses perencanaan, pemanfaatan dan pengguliran dana

4. Persyaratan kredit mudah dipenuhi oleh kelompok tani

5. Kelompok dapat mengakumulasi modal secara swadaya dan didukung bantuan modal pemerintah

6. Pengelolaan lumbung desa dengan kesepakatan bersama

7. Atciran pengelolaan administrasi diserahkan kepada kelompok

8. Pelaporan dibuat secara berkala menjaga akuntabilitas dan transparansi Fokus Kelompok Anggota 5 kelompok tani Long Midang

(13)

Program Pengembangan Kapasitas Anggota Kelompok

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah usaha tani secara produktif sebagi unit ekonomi keluarga yang mengguntungkan. Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya petani, melalui perubahan sikap dan perilaku petani sehingga mampu mengalokasikan sumberdaya yang dimiliki secara lebih efektif dan efisien. Disamping program i n i juga sebagai upaya melembagakan norma- norma dan aturan dalam berusaha tani kepada para petani. Sebagai implementasi dari program ini disusun rencana kegiatan sebagaimana yang dijabarkan dalam tabel 12

I . Pelatihan Teknologi Produksi

Kegiatan ini bertu,juan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam masalah-masalah teknis produksi yang sering menjadi penyebab rendah produktivitas pertanian setiap petaknya. Penguasaan teknologi produksi yang sederhana yang dimiliki petani perlu dikembangkan ke arah yang lebih baik sehingga petani mampu mengalokasikan sumberdaya secata efektif dan etisien.

Pelaksana kegiatan adalah PPL pertanian dan pengurus kelompok tani yang didukung oleh tokoh informal warga. Petani sebagai peserta diambil dari masing-masing kelompok dengan mempertimbangkan kemampuan untuk menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan kepada petani lainnya, dengan prioritas kelompok. lnstansi pendukung adalah Dispertanak, Dinas Perikanan dan kelautan serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan sekaligus sebagai nara sumber dalam materi teknis produksi.

Petani diberi peluang untuk mengembangkan materi dari kegiatan pelatihan secara mandiri sehingga perlu didukung dengan bantuan penyediaan sarana yang akan dikembangkan. Materi pelatihan disusun oleh pelaksana kegiatan dibantu oleh PPL pertanian untuk identifikasi kebutuhan latihannya sehingga materi benar-benar dibutuhkan oleh petani dan sesuai dengan spesifik lokasi. Pelaksana kegiatan secara konsisten mengadakan evaluasi bersama partisipan secara berkala dalam proses perlembagaan program.

(14)

Pemantauan dan pengawasan setiap kegiatan dilaksanakan secara berkala sampai batas waktu yang telah ditentukan b e m a . Evaluasi kegiatan dilaksanakan secara berkala oleh sebuah tim dari penvakilan siakeholders.

2. Pelatihan Teknis Pengelolaan Pasca Panen

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan keluarganya dalam menangani hasil usaha tani sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil yang memiliki nilai jual yang lebih baik. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menguatkan

ketahanan pangan keluarga.

Pelaksana kegiatan adalah kelompok tani dengan mengambil peserta individu petani atau pengelola penggilingan padi. lnstansi pendukung adalah Dispertanak, Disperidagkop dan UKM. Waktu pelaksanaan pada saat menjelang musim panen antara bulan Nopember - Januari.

Metode pembelajaran ditekankan pada praktek langsung serta demonstmi cara dan demontrasi h a i l dengan menggunakan saratia dan prasarana yang sesuai dengan kondisi setempat. Materi pelatihan disusun oleh pelaksana kegiatan dibantu oleh PPL pertanian untuk identifikasi kebutuhan palatihannya.

(15)

Tabel 12 Rencana p r o g r a m p e n g e m b a n g a n k a p a s i t a s surnberdaya anggota kelompok

I

-- -

Masalah I I I

1

Kegiatan

I

Pelaksana ( Instansi

/

Waktu & 'Tempat

/

MekanismeIMetode

.

Rendahnya SDM anggota !. Rendahnya kualitas gabah yang dihasilkan Meni~~ykatkan pengctnhuan dan keterarnpilan anggota kelompok tani dalam mengalasi masillaI1- masalall oroduksi manajemen kelompok Pelatihan Teknologi Pertanian Meningkatkan penyctahuan dan keterarnpilan pctatli dalarn ~ncnil~lgani hasil psnen sehingga nicninykatkan kualitas dan nilai jual PPL Pengurus Anggota kelompok tani tokoh informal Pendukung Dispertanak, Perikanan dan Dishutbun sekaligus nara sumber Januari

-

Desernber Pelatihan Teknis dan pengolahan pasca panen

dalam proses pelembagaan Januari

-

Deseniber

I . Metode yang digunakan dalam praktek langsung, demonstrasi cara atau hasil, dapat juga magang di luar daerah

2. Bagi pengelola penggilingan diharapkan mampu

rnengoperasionalkan mesinnya dengan baik

3. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan petani

4. Tindak lanjut setiap kegiatan perlu dipantau dengan baik

I . Petani diberikan peluang untuk mengembangkan materi pelatihan produksi secara mandiri didukung dengan bantuan penyediaan sarana yang akan dikembangkan

2. Materi disesuaikan dengan kebutuhan petani sesuai dengan spesifik lokasi

3. Pelaksana kegiatan secara konsisten mengadakan evaluasi bersama partisipan secara berkala

Kelompok tani dan pengelola penggilingan padi Fokus kelompok Dispertanak, Disperindagkop dan UKM tani L& Midang Anggota 5 kelompok tani Long Midang

Gambar

Tabel  10  Rencana program  penguatan  s t r u k t u r  k e l o m p o k  disusun dari hasil  studi tahun  2006
Tabel  I  I  Rencana  program  penguatan ekonomi  kelompok  belum  mampu  mengelola  modal  dengan baik
Tabel  12  Rencana p r o g r a m  p e n g e m b a n g a n  k a p a s i t a s  surnberdaya anggota kelompok

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai contoh dapat kita lihat adanya kegiatan seperti: Provinsi Sumatera Selatan telah mencanangkan “ Visit Musi 2008”; Daerah Khusus Jakarta dengan programnya “ Enjoy

Pihak klub gampong yang menyewa pemain bola tarkam dari luar harus memiliki standar untuk honor yang diberikan berdasarkan beberapa aspek seperti jarak tempuh pemain, label pemain

Kami bersyukur bahwa tahun ini, Perusahaan mampu membukukan penjualan regular di Bintaro Jaya sebesar Rp 692 milyar di tahun 2010, meningkat 63% dari Rp 424 milyar

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penilaian kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA), selanjutnya dapat

Sehubungan dengan hal tersebut permasalahan yang utama yang perlu mendapatkan jawaban tuntas adalah bagaimana pengembangan pariwisata dan pelestarian

Dalam penelitian ini dilakukan analisa untuk menunjukkan sifat fisikokimia dari surimi meliputi kadar protein, water holding capacity, gelasi, kapasitas emulsi,

Berdasarkan hasil penelitian, total radiasi tertinggi terjadi pada hari pertama sebesar 4240,82 (Watt Jam/m 2 ). Jumlah energi yang diterima oleh kolektor tertinggi terjadi

Dari analisa tersebut, diketahui bahwa sampel batuan intrusi, lava dan breksi autoklastika yang diduga insitu di Perbukitan Sepuluhribu kurang mengalami diferensiasi yang