• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) TRIWULAN IV-2016 SEBESAR 98,54

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) TRIWULAN IV-2016 SEBESAR 98,54"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik No. 06/02/Th. VI, 6 Februari 2017 1 No. 12/02/Th. VI, 6 Februari 2017

I

NDEKS

T

ENDENSI

K

ONSUMEN

(ITK)

T

RIWULAN

IV-2016

S

EBESAR

98,54

1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2016

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Tengggara pada Triwulan IV-2016 sebesar 98,54 artinya kondisi ekonomi konsumen menurun dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme masyarakat

A. Penjelasan Umum

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang menurut pendapat konsumen sebagai pelaku konsumsi.

Jumlah sampel STK pada Triwulan IV-2016 sebanyak 14.021 rumah tangga di seluruh provinsi di Indonesia. Di Sulawesi Tenggara sendiri sampel STK berjumlah 180 rumah tangga. Responden STK mulai Triwulan I-2015 dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan "wealth index" dan merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar-triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar-waktu. Pada saat yang sama juga dilakukan penyempurnaan kuesioner dan cara penghitungan indeksnya.

B. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2016

 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Tengggara pada Triwulan IV-2016 sebesar 98,54,

artinya kondisi ekonomi konsumen mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme masyarakat mengalami penurunan dibandingkan dengan Triwulan III-2016 (nilai indeks sebesar 109,25).

 Menurunnya kondisi ekonomi konsumen terutama didorong karena walaupun pendapatan rumah

tangga mengalami peningkatan tetapi inflasi masih berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi konsumen, sehingga mengurangi pembelian barang yang harganya relatif mahal dan menambah pengeluaran konsumsi terhadap barang barang yang harganya relatif murah.

C. Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan I -2017

 Nilai ITK Sulawesi Tengggara pada Triwulan I - 2017 oleh masyarakat diperkirakan mencapai

106,79, artinya kondisi ekonomi konsumen oleh masyarakat diperkirakan akan semakin membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih tinggi dibandingkan Triwulan IV-2016 (nilai ITK sebesar 98,54).

 Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I - 2017 diperkirakan terjadi karena adanya

(2)

2 Berita Resmi Statistik No. 06/02/Th. VI, 6 Februari 2017

pada Triwulan IV-2016 juga menurun, ditandai dengan penurunan nilai ITK sebesar 10,71 poin dari Triwulan III-2016 (nilai indeks sebesar 109,25) (lihat Tabel 1).

Tabel 1

Indeks Tendensi Konsumen Menurut Variabel Pembentuknya, Triwulan III-2016 danTriwulan IV-2016

Variabel Pembentuk Triwulan III-2016 Triwulan IV-2016

(1) (2) (3)

Pendapatan rumah tangga kini 119,02 106,16 Pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga 90,62 82,52 Volume/frekuensi konsumsi barang dan jasa rumah tangga 109,58 100,72 Indeks Tendensi Konsumen 109,25 98,54

Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen terutama didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks 106,16). Peningkatan pendapatan di Triwulan IV masih terjadi terutama karena peningkatan gaji/penghasilan usaha, di samping adanya insentif dan bonus akhir tahun 2016, meskipun indeksnya lebih rendah dibandingkan Triwulan III (119,02).

Harga kebutuhan masyarakat selama Triwulan IV-2016 secara umum relatif stabil.Inflasi pada bulan Oktober-Desember 2016 relatif rendah. Namun, masyarakat menilai bahwa inflasi mempengaruhi pengeluaran rumah tangganya selama triwulan IV-2016. Hal ini tergambar dari nilai indeks pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga yang berada di bawah 100 (82,52).

Meski pengeluaran rumah tangga terpengaruh oleh inflasi, volume/frekuensi konsumsi barang dan jasa rumah tangga meningkat (nilai indeks 100,72) dengan optimisme yang lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Kenaikan tingkat konsumsi turut menegaskan adanya perbaikan kondisi ekonomi konsumen. Faktor penggerak yang meningkatkan volume/frekuensi konsumsi barang dan jasa rumah tangga antara lain Hari Raya Natal dan liburan sekolah menjelang akhir tahun. Pengeluaran untuk konsumsi makanan, komunikasi, pendidikan, dan transportasi mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya. Peningkatan ini secara umum meningkatkan volume/frekuensi konsumsi barang dan jasa rumah tangga meskipun komoditas bukan makanan lainnya, meliputi rekreasi/hiburan, perawatan kesehatan/salon dan akomodasi lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Naiknya nilai indeks variabel pendapatan dan volume/frekuensi konsumsi barang dan jasa tidak mampu mendorong peningkatan tingkat optimisme konsumen. Tingkat optimisme masyarakat turun sebesar 10,71 poin dari Triwulan III-2016.

2.

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I - 2017

Nilai ITK Sulawesi Tenggara pada Triwulan I-2017 diperkirakan sebesar 106,79, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan semakin membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan meningkat, yang ditunjukkan dengan lebih tingginya perkiraan nilai indeks pada Triwulan I-2017 dibandingkan Triwulan IV-2016 (nilai ITK diperkirakan naik 8.25 poin).

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2017 didorong oleh perkiraan peningkatan pendapatan rumah tangga mendatang (nilai indeks sebesar 107,69). Ekspektasi kenaikan pendapatan rumah tangga didorong oleh adanya ekspektasi kenaikan gaji maupun omset usaha, tambahan penghasilan dari pekerjaan/usaha sampingan, serta ekspektasi anggota rumah tangga yang akan memperoleh pekerjaan di tahun 2017. Ekspektasi kenaikan gaji bagi karyawan dapat terpenuhi dengan adanya standar upah baru (UMP tahun 2017) yang mengalami kenaikan 8,25 poin. Selain itu, rencana pembelian barang tahan lama yang meningkat (nilai indeks sebesar 105,22) juga

(3)

Berita Resmi Statistik No. 06/02/Th. VI, 6 Februari 2017 3 memperkuat adanya peningkatan kondisi ekonomi konsumen. Meningkatnya rencana pembelian ini, selain didorong oleh perkiraan naiknya pendapatan rumah tangga, juga dipengaruhi oleh membaiknya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi Sulawesi Tenggara dan Nasional sampai awal tahun 2017, terkait dengan adanya berbagai paket kebijakan yang diambil pemerintah.

Tabel 2

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Menurut Variabel Pembentuknya, Triwulan I-2017

Variabel Pembentuk Triwulan IV-2016

(1) (2)

Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 107,69 Rencana Pembelian Barang Tahan Lama, Rekreasi, dan Pesta/Hajatan 105,22 Indeks Tendensi Konsumen 106,79

3.

Perbandingan Regional

Peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2016 terjadi di seluruh provinsi di Sulawesi, kecuali Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah 100. Peningkatan kondisi ekonomi konsumen ditandai oleh nilai ITK masing-masing provinsi yang lebih besar dari 100 (lihat Gambar 1). Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi di Sulawesi adalah Sulawesi Utara yang mencapai 106,15. Sedangkan nilai ITK terendah dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu sebesar 98,54.

Gambar 1

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Pulau Sulawesi dan Nasional, Triwulan IVI-2016 dan Perkiraan Triwulan I-2017

Pada Triwulan I-2017, kondisi ekonomi konsumen di seluruh provinsi di Pulau Sulawesi diperkirakan semakin membaik (perkiraan nilai ITK lebih dari 100), kecuali Sulawesi Utara dan Sulawesi barat yang memperkirakan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2016 masih lebih baik dibanding Triwulan I-2017. Tingkat optimisme konsumen pada Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi barat diperkirakan menurun, yang masing-masing ditunjukkan dengan perkiraan nilai ITK Triwulan I-2017 yang lebih rendah daripada nilai ITK Triwulan IV-2016. Sementara Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo menunjukkan tingkat optimisme yang meningkat, sejalan dengan kondisi nasional. Nilai ITK Sulawesi Tenggara diperkirakan berada pada urutan keempat, dengan perkiraan nilai ITK sebesar 106,79 Perbandingan

106, 15 103, 06 102, 43 98, 54 100, 60 104, 44 102, 46 101, 59 110, 14 110, 44 106, 79 10 7, 99 103, 18 106, 30 90 95 100 105 110 115 Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Nasional Triw. IV-2016 Perkiraan Triw. I-2017

(4)

4 Berita Resmi Statistik No. 06/02/Th. VI, 6 Februari 2017

nilai ITK Triwulan IV-2016 dan Perkiraan nilai ITK Triwulan I-2017 seluruh Indonesia dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3

Indeks Tendensi Konsumen1) Seluruh Indonesia Triwulan III-2016 sampai dengan Triwulan I-2017

Provinsi ITK Triwulan III-2016 ITK Triwulan IV-2016 ITK Triwulan I- 20172)

(1) (2) (3) (4) 1. Aceh 106,73 103,65 101,75 2. Sumatera Utara 106,36 102,83 101,09 3. Sumatera Barat 109,53 103,73 101,38 4. R i a u 106,03 102,61 109,57 5. J a m b i 114,22 100,83 98,78 6. Sumatera Selatan 110,85 100,40 101,62 7. Bengkulu 109,22 100,30 101,75 8. Lampung 102,12 102,29 103,19 9. Kep. Bangka Belitung 112,38 104,59 109,79 10. Kep. R i a u 104,32 100,86 105,24 11. DKI Jakarta 108,79 104,28 110,31 12. Jawa Barat 108,27 101,59 104,62 13. Jawa Tengah 109,16 99,93 107,31 14. D.I. Yogyakarta 115,02 103,15 106,17 15. JawaTimur 108,23 103,34 110,03 16. Banten 110,01 104,65 107,78 17. B a l i 109,98 100,57 110,19 18. Nusa Tenggara Barat 114,81 103,16 105,62 19. Nusa Tenggara Timur 106,14 109,62 106,52 20. Kalimantan Barat 103,71 95,07 101,57 21. Kalimantan Tengah 101,13 101,92 104,10 22. Kalimantan Selatan 100,21 99,09 104,78 23. Kalimantan Timur 105,79 101,23 100,58 24. Sulawesi Utara 103,46 106,15 101,59 25. Sulawesi Tengah 104,50 103,06 110,14 26. Sulawesi Selatan 107,09 102,43 110,44 27. Sulawesi Tenggara 109,25 98,54 106,79 28. Gorontalo 107,89 100,60 107,99 29. Sulawesi Barat 111,00 104,44 103,18 30. Maluku 110,89 111,57 113,80 31. Maluku Utara 100,87 103,05 104,70 32. Papua Barat 110,17 106,88 105,92 33. Papua 112,09 112,47 112,34 Nasional 108,22 102,46 106,30 Keterangan:

1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut:

a. Nilai ITK < 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.

b. Nilai ITK = 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.

c. Nilai ITK > 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

2)

(5)

Berita Resmi Statistik No. 06/02/Th. VI, 6 Februari 2017 5

BPS PROV. SULAWESI TENGGARA

Informasi lebih lanjut hubungi:

Wa Zalima, S.Si

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Telepon: 0401-3121751

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu, perlu adanya kajian khusus mengenai Perencanaan Alternatif Analisis Sambungan Balok-Kolom Dengan Sistem Pracetak Pada Gedung Kuliah Fakultas Teknik

Dongkelsari Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten bupaten Sleman Provinsi DIY adalah stres sedang yaitu 30 responden (69,8 %) dan kejadian. hipertensi 20 responden

Pada tabel 4.5 dari keempat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, variabel yang signifikan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Ang katan

Madrasah kami memiliki jumlah tenaga kependidikan yang memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami

Seseorang yang sering berlatih atau berolahraga kemungkinan memiliki stamina yang baik dengan memiliki nilai VO 2 Max lebih tinggi, sehingga dapat melakukan

3 1. Jerami jagung 33. Jerami kedelai 34. Jerami kacang tanah 35. Jerami kacang hijau 36.. PENGGUNAAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGA1 PAKAN. Jenis Limbah/Pakan

Secara kumulatif dari Januari-Juni 2017 neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur surplus sebesar US$ 7,00 miliar, angka ini mengalami kenaikan dibanding

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Xu (2010) menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam proses belajar akan dapat mendukung self regulated learning