PENGARUH KONSENTRASI DAN JENIS BAHAN PEMBAWA (
Carrier
)
KMnO
4(Kalium Permanganat) SEBAGAI ABSORBAN ETILEN TERHADAP
VASE
LIFE
MAWAR POTONG (
Rosa hybrida
)
THE EFFECT OF KMnO
4(Potassium Permanganate) CONSENTRATIONS AND
CARRIERS AS ETHYLENE ABSORBENT ON THE VASE LIFE OF
ROSE CUT FLOWERS (
Rosa hybrida
)
Maria Melita Rahardjo1, Suprihati2, Maria Marina2Diterima 14 Maret 2012, disetujui 31 Juli 2012
1 Alumni Fakultas Pertanian & Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana, email: [email protected]
PENDAHULUAN
Tanaman hias menduduki posisi yang penting dalam perdagangan dunia. Data statistik menun-jukkan bahwa nilai perdagangan internasional tanaman hias mencapai US $80 milyar (Wediyanto, 2006). Bunga mawar merupakan salah satu komoditi tanaman hias yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Dalam pemasaran,
mawar potong menduduki peringkat atas dari tahun ke tahun baik di pasar dunia maupun pasar dalam negeri. Produksi tanaman hias mawar di Indonesia juga menduduki peringkat teratas dari tahun 1999 sampai dengan 2004, bahkan oleh Direktorat Bina Produksi Hortikultura dikem-bangkan dengan target peningkatan produksi sebesar 2,27% pada tahun 2004 dan 20,61% pada
tahun 2010 (Satuhu dan Murtiningsih, 2005). Salah satu kendala dalam usaha mawar potong adalah umur peragaan bunga (vase life) yang relatif pendek. Dari berbagai percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ketahanan mawar potong setelah dipanen adalah 3-6 hari pada suhu ruang, dan 7-8 hari pada suhu dingin (1-5 0C) (Tirtosoekotjo, 1996; Sabari et al., 1997; Wuryaningsih dan Kusumo, 1997; Darliah et al., 1999; Murtiningsih et al., 2001; Amiarsi et al., 2003; dan Ichimura et al., 2005). Lewat dari hari tersebut mawar potong akan layu dan rontok. Pada prinsipnya, kelayuan dan kerontokan mawar potong disebabkan oleh adanya respirasi. Salah satu faktor yang memacu proses respirasi adalah gas etilen. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya reaksi respirasi dengan segera bila gas etilen diberikan dari luar (Pantastico, 1989). Sejumlah besar gas etilen dihasilkan dan dilepaskan oleh produk pertanian yang telah dipanen. Gas etilen dalam ruang dapat dikontrol keberadaanya hingga level aman bagi penyimpanan mawar potong dengan cara dioksidasi dengan KMnO4.
KMnO4 merupakan oksidator kuat yang dapat mengoksidasi etilen yang dihasilkan oleh produk-produk pertanian. Penggunaan KMnO4 dalam rangka memperpanjang umur simpan dan vase life
produk-produk pertanian telah dipakai secara luas dan memberikan hasil yang positif (Hiwale and Singh, 2003; Keditsu et al., 2003; Le et al., 2004; dan Widodo, 2007). Pemberian KMnO4 tidak boleh bersinggungan langsung dengan produk-produk pertanian, sehingga dibutuhkan suatu bahan pembawa (carrier). Beberapa carrier yang
sering digunakan yaitu zeolit, silika gel, spons, batu apung, alumina, semen, gamping, vermicu-lite, atau batu bata.
KMnO4 yang merupakan pengoksidasi gas etilen tersebut diharapkan dapat diaplikasikan pada mawar potong dalam rangka mengontrol keberadaan gas etilen dalam ruang penyimpanan. Penggunaan KMnO4 dengan konsentrasi tertentu diharapkan mampu mengoksidasi gas etilen sampai level yang aman bagi penyimpanan mawar potong sehingga dapat memperpanjang umur peragaan mawar potong.
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemu-kakan, maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi dan jenis bahan pem-bawa KMnO4 yang efektif dalam memper-panjang waktu peragaan bunga mawar potong.
METODE DAN PELAKSANAAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2008 sampai 20 Maret 2008 di sebuah laboratorium milik Fakultas Pertanian, Universi-tas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Bunga mawar yang digunakan adalah bunga mawar merah yang dibeli dari sebuah toko florist di Salatiga. Perlakuan yang dicobakan pada penelitian ini adalah kombinasi KMnO4 konsentrasi 0,2 M (1); 0,4 M (2); 0,6 M (3); 0,8 M (4); 1 M (5) dengan 3 jenis bahan pembawa berupa zeolit (Zl), batu apung (Ba), dan silika gel (Sg). Total kombinasi perlakuan tersebut berjumlah 15 perlakuan ditambah satu perlakuan kontrol. Kombinasi perlakuan dikodekan sebagai berikut:
K0J0 : Kontrol K1Ba : 0,2 M-batu apung K1Sg : 0,2M-silika gel K1Zl : 0,2 M-zeolit K2Ba : 0,4 M-batu apung K2Sg : 0,4 M-silika gel K2Zl : 0,4M-zeolit K3Ba : 0,6 M-batu apung K3Sg : 0,6 M-silika gel K3Zl : 0,6 M-zeolit K4Ba : 0,8 M-batu apung K4Sg : 0,8 M-silika gel K4Zl : 0,8 M-zeolit K5Ba : 1 M-batu apung K5Sg : 1 M-silika gel K5Zl : 1 M-zeolit
Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dengan dasar blocking waktu pelaksanaan ulangan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 20 batang bunga mawar yang diletakkan dalam 2 buah vas dalam suatu ruang bersekat. Vas pertama berisi 8 batang mawar non destruktif yang digunakan untuk pengamatan saat bunga mekar maksimal, persentase susut berat, dan umur peragaan bunga mawar. Vas kedua berisi 12 batang mawar destruktif yang digunakan untuk pengamatan kadar air dan laju respirasi bunga setiap 2 hari sekali. Di samping 5 pengamatan utama tersebut dilakukan juga pengamatan selintas suhu udara, kelembaban nisbi, pH larutan perendam bunga mawar potong, dan daya adsorbsi KMnO4 masing-masing senyawa pembawa.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Data hasil pengamatan utama dianalisis dengan mengguna-kan metode sidik ragam. Untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan dilakukan pengujian dengan menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan dilakukan uji korelasi.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang disajikan dalam bab ini diperoleh dari dua sumber data pengamatan, yaitu pengamatan selintas dan pengamatan utama.
Pengamatan Selintas
Suhu udara rata-rata selama penelitian adalah 24,410C. Kondisi suhu udara tersebut telah mendekati syarat simpan mawar potong pada suhu kamar yang berkisar antara 25-270C. Kelembaban udara yang dikehendaki untuk mendukung kesegaran mawar potong selama penyimpanan adalah 80 - 90% (Satuhu dan Murtiningsih, 2005). Kelembaban udara dalam ruang laboratorium selama penelitian berlangsung berkisar antara 87% sampai dengan 91%, dan rata-rata kelembaban udaranya 89,04%. Dengan demikian, keadaan lingkungan ruang laboratorium, baik suhu maupun
bunga mawar potong.
Larutan perendam bunga mawar yang digunakan dalam penelitian ini adalah aquades yang diganti setiap 3 hari sekali. Hasil pengukuran pH menunjukkan bahwa nilai pH larutan perendam stabil dari awal penelitian hingga akhir masa penelitian, yaitu berkisar pada pH 7.
Dari uji coba pengukuran daya adsorbsi diketahui bahwa zeolit dapat menyerap KMnO4 sebesar 50%, batu apung sebesar 63%, dan silika gel sebesar 59%.
Pengamatan Utama
Kadar Air Bunga Mawar Potong Selama Masa Peragaan
Kadar air bunga mawar selama peragaan tidak berbeda nyata antara kontrol dengan perlakuan dari awal hingga berakhirnya masa peragaan bunga. Pada masa awal peragaan, kadar air mawar berkisar antara 80-90%. Mendekati akhir masa peragaan, kadar air terus menurun, dan berkisar antara 70-80%. Kadar air bunga dipengaruhi oleh penyerapan air dan laju transpirasi bunga. Penyerapan air dipengaruhi ada tidaknya penyumbatan pori pada batang bunga mawar potong. Penyumbatan tersebut dapat diakibatkan oleh mikroba dan atau udara. Laju transpirasi dipengaruhi bentuk, jumlah dan ukuran stomata, luas daun, ada tidaknya lapisan lilin pada daun, suhu, kelembaban, angin, dan penyinaran matahari (Gardner et al., 1985). Dalam penelitian ini, diduga perlakuan yang diberikan tidak mempe-ngaruhi laju penyerapan air dan laju transpirasi, sehingga kadar air antara perlakuan dan kontrol tidak berbeda nyata.
Laju Respirasi Bunga Mawar Potong Selama Masa Peragaan
Pemberian perlakuan KMnO4 dapat mengurangi laju respirasi yang terjadi dibanding kontrol, bahkan dapat menggeser puncak laju respirasi
diberikan menunjukkan beda nyata dalam menekan laju respirasi dibandingkan dengan kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah CO2 yang dikeluarkan oleh bunga-bunga mawar
potong tersebut. Semakin sedikit jumlah CO2 yang dikeluarkan per gram bunga per satuan jam menunjukkan laju respirasi bunga mawar juga semakin rendah.
Tabel 1. Kadar Air Bunga Selama Masa Peragaan Bunga
Perlakuan
Kadar Air Bunga (%)
Hari 1 Hari 3 Hari 5 Hari 7
Laju Penurunan Hari 1 sampai 7 Kontrol 87.47 ab* 83.82 a 81.64 a 77.63 a 9.84 A * Zeolit 0,2 M 87.82 ab 84.19 a 83.12 a 79.41 a 8.41 A 0,4 M 84.67 ab 84.88 a 81.28 a 77.88 a 6.79 A 0,6 M 83.49 ab 82.79 a 82.50 a 75.46 a 8.03 A 0,8 M 89.15 b 84.66 a 80.78 a 78.87 a 10.28 A 1 M 82.88 a 83.02 a 81.13 a 77.94 a 4.94 A Batu Apung 0,2 M 84.60 ab 83.61 a 80.96 a 77.21 a 7.39 A 0,4 M 84.04 ab 83.74 a 82.38 a 76.27 a 7.77 A 0,6 M 83.77 ab 85.40 a 83.47 a 75.77 a 8.00 A 0,8 M 83.99 ab 85.74 a 81.95 a 80.03 a 3.96 A 1 M 84.25 ab 84.18 a 80.87 a 76.01 a 8.24 A Silika Gel 0,2 M 83.96 ab 82.99 a 81.46 a 77.63 a 6.33 A 0,4 M 90.02 b 83.48 a 81.49 a 79.70 a 10.32 A 0,6 M 82.86 a 83.50 a 82.21 a 77.84 a 5.02 A 0,8 M 84.20 ab 83.40 a 81.27 a 77.65 a 6.55 A 1 M 83.99 ab 84.09 a 83.29 a 76.03 a 7.96 A
Keterangan : * Angka dalam kolom yang sama yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5% berdasarkan uji Beda Nyata Jujur.
Tabel 2. Laju Respirasi Bunga Selama Masa Peragaan Bunga
Perlakuan Laju Respirasi Bunga
( gram CO2. Gram bunga -1. Jam -1)
Hari 1 Hari 3 Hari 5 Hari 7
Kontrol 0.28 ab * 0.43 d 0.29 cd 0.22 ab Zeolit 0,2 M 0.22 a 0.28 b 0.2 ab 0.21 ab 0,4 M 0.49 b 0.37 cd 0.26 bc 0.24 ab 0,6 M 0.23 a 0.49 d 0.26 bc 0.28 b 0,8 M 0.28 ab 0.28 b 0.22 b 0.18 a 1 M 0.27 ab 0.25 ab 0.27 bc 0.23 ab Batu Apung 0,2 M 0.31 ab 0.33 bc 0.4 e 0.39 c 0,4 M 0.21 a 0.35 c 0.34 d 0.47 d 0,6 M 0.17 a 0.29 bc 0.16 a 0.18 a 0,8 M 0.37 b 0.43 d 0.23 bc 0.28 b 1 M 0.19 a 0.2 a 0.27 bc 0.24 ab Silika Gel 0,2 M 0.19 a 0.34 bc 0.26 bc 0.23 ab 0,4 M 0.2 a 0.19 a 0.36 de 0.34 bc 0,6 M 0.3 ab 0.43 d 0.22 b 0.32 bc 0,8 M 0.26 ab 0.43 d 0.19 ab 0.26 ab 1 M 0.18 a 0.31 bc 0.28 c 0.27 ab
Keterangan : * Angka dalam kolom yang sama yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5% berdasarkan uji Beda Nyata Jujur.
Grafik laju respirasi menunjukkan bahwa mawar potong termasuk bunga yang memiliki pola laju respirasi klimaterik, dimana terdapat kekhasan fase pernafasan, yaitu fase respirasi menaik, fase puncak respirasi, dan fase respirasi menurun. Penyerapan KMnO4 pada percobaan ini tidak mengubah bentuk pola laju respirasi yang terjadi
Laju Respirasi Bunga
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 1 3 5 7
Waktu (Hari ke-)
R e s p ip ra s i ( g /k g/ ja m ) K0J0 K1Zl K2Zl K3Zl K4Zl K5Zl
Laju Respirasi Bunga
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 1 3 5 7
Waktu (Hari ke-)
R e p ira si ( g /kg /ja m ) K0J0 K1Sg K2Sg K3Sg K4Sg K5Sg
Laju Respirasi Bunga
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 1 3 5 7
Waktu (Hari ke-)
R e s p ir a s i ( g /k g /ja m ) K0J0 K1Ba K2Ba K3Ba K4Ba K5Ba
Gambar 1. Laju respirasi bunga, diperbandingkan antar konsentrasi KMnO4 yang berbeda dalam senyawa pembawa yang sama
pada mawar potong, hanya menekan puncak laju respirasi pada beberapa perlakuan, bahkan menggeser puncak laju respirasi yang rata-rata terjadi pada hari ketiga menjadi hari kelima pada perlakuan KMnO4 konsentrasi 0,2 M dalam bahan pembawa batu apung dan 0,4 M dalam bahan pembawa silika gel.
Respirasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah gas etilen (Pantastico, 1989). Berkurangnya gas etilen dalam ruang penyimpanan akibat penyerapan diharapkan akan mengurangi laju respirasi, karena telah diketahui dari berbagai penelitian bahwa gas etilen ini dapat
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gas etilen Respirasi ATP
Penyerapan oleh KMnO4
mempengaruhi hasil pembentukan
Gas etilen
Gambar 2. Hubungan laju respirasi dengan pembentukan gas etilen
1982). Semakin banyak gas etilen dalam ruang penyimpanan, maka aktivitas respirasi juga akan meningkat. Pemberian perlakuan KMnO4 pada penelitian ini diduga dapat menyerap KMnO4 yang terbentuk, sehingga menurunkan laju respirasi bunga mawar potong.
Saat Bunga Mekar Maksimal
Pada penelitian ini, rata-rata bunga mawar mekar maksimal pada hari ketiga sampai keempat. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sabari
et al. (1997) dan juga Muhajir dan Dondy (1999), yaitu bunga mawar rata-rata akan mekar maksimal pada hari ketiga setelah panen.
Efek etilen pada mawar potong adalah memper-cepat saat kemekaran bunga (Hartmann et al., 1981). Penundaan saat bunga mekar akan sangat menguntungkan, karena umur peragaan bunga yang sudah mencapai mekar maksimal lebih singkat dibandingkan yang belum mekar maksimal. Keuntungan lain, jika bunga mawar potong ter-sebut hendak didistribusikan ke lain tempat akan lebih sedikit memakan tempat dan tidak mudah rusak dibanding bunga yang sudah mekar. Pada penelitian ini, perlakuan yang secara nyata mampu memperpanjang saat bunga mekar maksimal dibanding kontrol adalah KMnO4 konsentrasi 0,2 M dalam carrier batu apung dan 0,4 M dalam
carrier silika gel. Penundaan saat bunga mekar tersebut diduga berkaitan dengan pergeseran puncak laju respirasi yang mencapai hari kelima pada perlakuan-perlakuan tersebut.
Persentase Susut Berat Bunga Mawar Potong
Susut berat yang terjadi pada produk-produk pertanian setelah pemanenan dipengaruhi oleh kadar air dan laju respirasi. Kehilangan kan-dungan air akan menyebabkan berkurangnya berat produk. Laju repirasi yang tinggi juga akan menyebabkan berkurangnya berat produk karena terjadi proses perombakan. Proses perombakan yang terjadi pada produk pertanian setelah dipanen akan merugikan karena pada proses ini terjadi perubahan-perubahan dalam produk tersebut yang berakhir pada habisnya umur simpan seperti kelayuan, kebusukkan, dan rusaknya produk pertanian tersebut. Oleh karena itu, untuk mengurangi hilangnya berat bunga mawar, dapat dilakukan dengan cara mengurangi laju respirasi bunga. Perlakuan KMnO4 yang
Keterangan : * Angka dalam kolom yang sama yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5% berdasarkan uji Beda Nyata Jujur.
Perlakuan Saat Bunga Mekar Mak
(Hari Setelah Perlaku
Kontrol 3.8 ab * Zeolit 0,2 M 3.8 ab 0,4 M 3.9 ab 0,6 M 3.9 ab 0,8 M 3.3 a 1 M 3.5 ab Batu Apung 0,2 M 5.2 c 0,4 M 4.0 ab 0,6 M 4.0 ab 0,8 M 4.2 b 1 M 3.8 ab Silika Gel 0,2 M 4.8 bc 0,4 M 5.1 c 0,6 M 3.6 ab 0,8 M 3.3 a 1 M 3.8 ab
diberikan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengoksidasi gas etilen yang dilepaskan oleh bunga mawar selama masa peragaan, sehingga mengakibatkan perlambatan laju respirasi, dan akhirnya dapat mengurangi persen susut berat bunga.
Dalam penelitian yang dilakukan, perlakuan KMnO4 dapat mengurangi persen susut berat bunga mawar secara nyata dibandingkan dengan kontrol. Namun ternyata, data korelasi
menunjuk-kan bahwa pengurangan berat ini tidak berhubung-an erat dengberhubung-an kadar air maupun laju respirasi. Ini berarti pengurangan berat bunga yang terjadi selama masa peragaan juga dipengaruhi hal lain selain kadar air bunga dan laju respirasi yang terjadi. Hal lain yang diduga juga mempengaruhi pengurangan berat bunga tersebut adalah rontok-nya daun-daun bunga mawar potong selama masa peragaan yang tidak ikut diukur selama masa percobaan.
Lama Peragaan Bunga Mawar Potong
Pada penelitian ini, pemberian perlakuan KMnO4 tidak berpengaruh secara nyata dalam memper-panjang umur peragaan bunga mawar potong Umur peragaan bunga mawar potong dipengaruhi banyak hal. Kadar air, laju respirasi, saat mekar bunga maksimal, dan persen susut berat adalah beberapa faktor dari sekian banyak faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi panjang masa
tinggi diduga dapat memperpanjang umur peragaan bunga mawar potong. Laju respirasi yang tinggi diduga akan memperpendek umur peragaan bunga mawar potong. Semakin lambat bunga mekar maksimal diduga umur peragaan semakin panjang. Susut berat semakin sedikit, diduga umur peragaan semakin panjang.
Tabel 4. Persentase Susut Berat Bunga Mawar
Keterangan :* Angka dalam kolom yang sama yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5% berdasarkan uji Beda Nyata Jujur.
Perlakuan Persentase Susut Berat Bunga (%) Kontrol 17.14 d * Zeolit 0,2 M 14.48 bc 0,4 M 12.75 a 0,6 M 12.18 a 0,8 M 12.80 ab 1 M 18.69 e Batu Apung 0,2 M 13.02 ab 0,4 M 12.14 a 0,6 M 12.21 a 0,8 M 13.97 b 1 M 16.02 cd Silika Gel 0,2 M 12.73 a 0,4 M 15.60 c 0,6 M 16.91 d 0,8 M 13.19 ab 1 M 15.95 cd
Data korelasi menunjukkan bahwa ternyata pa-rameter yang dipilih pada penelitian ini kurang berkaitan dengan umur peragaan bunga, sehingga tidak mampu menjelaskan data umur peragaan bunga mawar potong yang ada. Parameter mungkin sudah tepat, tetapi perlu ditambah dan perlu perbaikan teknis aplikasi supaya lebih efektif. Dalam penelitian ini, KMnO4 dicobakan pada mawar potong yang disimpan basah dalam ruang yang agak terbuka, karena itu perlakuan diduga kurang efektif, karena gas etilen telah dinetralisir oleh udara. Penelitian selanjutnya perlu dicoba perlakuan KMnO4 dalam ruang yang lebih tertutup, misal bunga mawar potong yang disimpan secara kering dalam box atau kardus tertutup, dengan demikian aplikasi KMnO4 dalam mengabsorbsi gas etilen dapat lebih efektif.
KESIMPULAN
Berdasar hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pemberian berbagai konsentrasi KMnO4 dalam berbagai bahan pembawa berpengaruh terhadap laju respirasi, saat bunga mekar maksimal, dan persentase susut berat bunga, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air dan lama hari peragaan bunga.
2. Pemberian berbagai konsentrasi KMnO4 dalam berbagai bahan pembawa yang dicobakan pada bunga mawar potong tidak mampu memper-panjang umur peragaan bunga mawar potong.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. 1982. Dasar-dasar Pengetahuan Tentang
Zat Pengatur Tumbuh. PT Angkasa. Bandung.
Amiarsi, Yulianingsih, W. Broto, dan Sjaifullah. 2003.
Pengaruh Larutan Pulsing dalam Pengemasan
dan Pengangkutan Bunga Mawar Potong.
J.Hort 13(4): 285-291.
Darliah, T. Danakusuma, dan T. Sutater. 1999. Evaluasi Sifat-sifat Kuantitatif dan Kualitatif Delapan Klon
Bunga Mawar Potong. J.Hort 9(3): 208-211.
Gardner, F., R.B. Pearce, and R.L. Mitchell. 1985.
Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerbit
Univer-sitas Indonesia. Jakarta.
Hartmann, H.T., J.F. William, and M.K. Anton. 1981.
Plant Science Growth, Development, and
Uti-lization of Cultivated Plants. Prentice-Hall, inc.
Englewood Cliffs, New Jersey.
Hiwale, S.S. and S.P. Singh. 2003. Prolonging the Shelf
Life of Guava (Psidium guajava L.).Indian
Jour-nal of Horticulture 60(1): 1-9. Tabel 6. Nilai Korelasi Antar Parameter
Bahan Pembawa Parameter Nilai Korelasi Kadar air Laju respirasi Mekar Bunga Susut berat Umur keragaan
Zeolit Kadar air 1 -0.43 -0.88 0.19 -0.43
Laju respirasi -0.88 1 0.71 -0.16 0.52
Mekar bunga -0.46 0.71 1 -0.22 -0.02
Susut berat 0.19 -0.16 -0.22 1 -0.35
Umur peragaan -0.43 0.52 -0.02 -0.35 1
Batu Apung Kadar air 1 -0.01 0.19 0.19 -0.10 Laju respirasi -0.01 1 0.46 -0.49 0.03
Mekar bunga 0.19 0.46 1 -0.42 0.01
Susut berat 0.19 -0.49 -0.42 1 -0.66
Umur peragaan -0.01 0.03 0.01 -0.66 1
Silika Gel Kadar air 1 0.55 0.59 -0.01 -0.22 Laju respirasi 0.55 1 0.24 0.30 0.26
Mekar bunga 0.59 0.24 1 -0.21 0.01
Susut berat -0.01 0.30 -0.21 1 -0.09
Ichimura, K., T. Fujiwara, Y. Yamauchi, H. Horie, and K. Kohata. 2005. Effects of Tea-Seed Saponins on the Vase Life, Hydraulic Conductance and
Transpiration of Cut Rose Flowers. JARQ
39(2): 115-119.
Keditsu, R., A. Sema, and Maiti. 2003. Effect of Modi-fied Packaging and Low Temperature on Post
Harvest Life of 'Khasi' Mandarin. Journal of
Food Science and Technology (Mysore) 40(6): 646-651.
Le, S.J., W. Ning, L. Jing, and W. L. Ju. 2004. Effects
of CaCl2 Treatment and Different Packing
Methods on Fruit Quality of Yutian Peach.
Journal of Henan Agriculture University 38(4): 417-422.
Muhajir, I dan Dondy ASB. 1999. Pendinginan Awal dan Komposisi Larutan Perendam pada Bunga
Mawar Potong. J. Hort. 9(2): 137-145.
Murtiningsih, Sabari, Sunarmani, Dondy ASB, dan Suyanti. 2001. Pengawet Berbentuk Tablet untuk Memperpanjang Umur Simpan
Peragaan Bunga Mawar Potong. J. Hort 11(1):
46-50.
Pantastico, E.R.B. 1989. Fisiologi Pasca Panen: Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buhan
dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika.
Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sabari, Yulianingsih, B. Tisna, dan Sunarmani. 1997.
Komposisi Perendam untuk Menjaga Kesegaran Bunga Mawar Potong dalam Vas.
J. Hort. 7(3): 818-828.
Satuhu, S dan Murtiningsih. 2005. Mawar: Pemanfaatan untuk Bunga Potong, Bunga
Kering, Aromaterapi, Kosmetik, dan Makanan.
Penebar Swadaya. Jakarta.
Tirtosoekotjo, M.S. 1996. Peranan Larutan Sukrosa Terhadap Kesegaran Bunga Mawar Selama
Penyimpanan Suhu Dingin. J. Hort 6(1):
100-104.
Wediyanto, A. 2006. Pengembangan Florikultura Belt
Berbasis Sumberdaya Wilayah. Makalah Acara
Fasilitasi Floriculture Belt & Field Day, Wonosobo.
Widodo, S.E. 2007. Pengembangan Penyerap Etilen dan Oksigen Sebagai Bahan Aditif Pada Pengemasan Aktif (Active Packaging) Buah Duku. Research Report LAPTUNILAPP. Wuryaningsih, S dan S. Kusumo. 1997. Pemberian
Triakontanol untuk Perbaikan Hasil dan
Kualitas Bunga Mawar. J.Hort 7(2): 673-677.