PERJANJIAN KERJA SAMA MAINTENANCE

144  Download (0)

Teks penuh

(1)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

PERJANJIAN KERJA SAMA

MAINTENANCE

Pada hari Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), bertempat di Kantor Pihak Kedua, telah disepakati suatu Perjanjian Kerja Sama oleh dan di antara Para Pihak yang tersebut di bawah ini:

Nama : Amin Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Jaya RT 01 Rw 02 No. 10, Jakarta Barat Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORSA

yang berkedudukan di Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 15, Jakarta Barat, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama.

Nama : Budi Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORKIT

yang berkedudukan di Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 15, Jakarta Pusat, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua.

Kedua belah pihak sepakat dan mengikatkan diri dalam Perjanjian Kerja Sama Maintenance Software Report Stone system ini dengan syarat-syarat dan ketentuan berikut.

Pasal 1

1. Pihak Kedua berkewajiban penuh dalam hal pengembang-an Report Stone System dpengembang-an menyediakpengembang-an semua fasilitas ypengembang-ang diperlukan Pihak Pertama untuk mengatur laporan sistem penjualan, dan stok barang pada toko milik Pihak Pertama dalam bentuk support buku panduan.

2. Pihak Kedua bertanggung jawab atas kelancaran Report Stone System. Tanggung jawab ini berupa bantuan (support)

(2)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

pemecahan masalah yang terjadi, yang berupa: Help Desk, Data Support dan kunjungan langsung.

3. Pihak Kedua bersedia melayani pertanyaan atau per-mintaan penjelasan dari Pihak Pertama baik melalui telepon maupun tatap langsung.

4. Jika penanganan masalah melalui telepon tidak berhasil, maka Pihak Kedua dengan persetujuan dari Pihak Pertama dapat meminta data-data yang diperlukan Pihak Kedua. 6. Jika penanganan masalah melalui telepon atau support tidak

berhasil, maka Pihak Kedua wajib melakukan kunjungan penanganan masalah ke Pihak Pertama dalam waktu 1 x 24 jam.

Pasal 2

1. Pihak Kedua tidak bertanggung jawab terhadap laporan-laporan atau angka-angka yang berkaitan dengan keuangan Pihak Pertama.

2. Pihak Pertama tidak bertanggung jawab terhadap komputer dan peralatan pendukung yang digunakan oleh Pihak Pertama, dan perangkat tersebut disediakan dan sepenuh-nya menjadi tanggung jawab Pihak Pertama.

Pasal 3

1. Jangka waktu kerja sama ini adalah dua tahun sejak tanggal surat Perjanjian ini ditandatangani, yaitu tanggal empat bulan satu tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010) dan berakhir tanggal tiga bulan satu tahun dua ribu dua belas (03-01-2012).

2. Atas kerja sama ini, Pihak Kedua berhak mendapat im-balan sebesar Rp 60.000.000,00 (lima puluh juta rupiah), per tahun dibagi dua belas dan dibayarkan setiap bulan sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah).

Pasal 4

1. Dalam hal pengelolaan Repor Stone System, Pihak Kedua tidak akan mendapatkan imbalan selain biaya akomodasi, tetapi hanya mendapat biaya maintenance.

(3)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

2. Masa garansi tetap dalam jangka waktu satu tahun, dan un-tuk perjanjian kontrak maintenance akan dilakukan setelah masa garansi berakhir atau tahun berikutnya.

Pasal 6

1. Terhadap pembatalan akibat force majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara sepakat akan merundingkan lagi mengenai perjanjian ini.

2. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagal-kan terlaksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epi-demik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 7

1. Dalam hal terjadinya sengketa dalam pelaksanaan dan/atau perbedaan penafsiran Perjanjian ini, maka Para Pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah dan dengan penuh itikad baik.

2. Apabila tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak dalam musyawarah, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan mengambil domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 8

Demikian Perjanjian ini dibuat serta ditandatangani oleh kedua belah pihak tersebut di bagian awal Perjanjian serta dibuat dalam rangkap 2 (dua), yang keduanya mempunyai ketentuan hukum sama. Perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua

(4)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

PERJANJIAN KERJA SAMA BALAI PENGOBATAN

Pada hari ini, Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), bertempat di Jakarta, telah terjadi Perjanjian oleh dan antara:

I. 1. Tuan Amin, bertempat tinggal di Jl. Jaya RT 01 Rw 02 No. 10, Jakarta Barat

2. Tuan Budi, bertempat tinggal di Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat

3. Nyonya Cindy, bertempat tinggal di Jl. Cakung RT 05 RW 06 No. 20, Jakarta Timur

Ketiga-tiganya adalah pengusaha, menurut keterangannya mereka dalam hal ini bertindak:

a. masing-masing untuk diri sendiri;

b. bersama-sama sebagai para pesero tersendiri dan juga sebagai pengurus dan komisaris tersendiri berturut-turut dengan jabatan Presiden Direktur, Direktur, dan Komisaris dari perseroan terbatas “PT. FORSA, kedudukan di Jakarta, yang anggaran dasarnya dimuat

dalam akta tertanggal xxxx no. xxx dibuat di hadapan Natalia, SH, notaris di Jakarta.

Untuk selanjutnya akan disebut juga Pihak Pertama.

II. Tuan Dokter Edy bertempat tinggal di Jakarta, di Jl. Elang RT 09 RW 10 No. 25.

Untuk selanjutnya akan disebut juga, Pihak Kedua. Para penghadap, lebih dahulu menerangkan:

Bahwa Pihak Pertama bermaksud menyelenggarakan suatu Balai Pengobatan Umum, dan untuk itu telah memperoleh izin dari Dinas Kesehatan Daerah Khusus Ibu Kota dengan ketetapannya tanggal 15-12-2009 Nomor XXXX.

Bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk mengada- kan kerja sama dalam menyelenggarakan Balai Pengobatan Umum tersebut, dengan ketentuan-ketentuan dan perjanjian-perjanjian sebagai berikut:

(5)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 1

Kerja sama ini bertujuan untuk menyelenggarakan Balai Pangobatan Umum berdasarkan Surat Izin Balai Pengobatan tanggal 15-12-2009 Nomor XX atas nama Pihak Pertama.

Pasal 2

Kerja sama ini dianggap dimulai pada tanggal empat bulan satu tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010) dan diadakan untuk selama Izin Balai Pengobatan tersebut dalam Pasal 1 berlaku.

Pasal 3

Untuk melaksanakan kerja sama ini, maka: I. Oleh Pihak Pertama disediakan:

(a) Izin Balai Pengobatan Tanggal xxxx no. xxx;

(b) ruangan untuk menyelenggarakan Balai Pengobatan di Balai Desa Nomor xxx;

(c) goodwill dan relatie;

(d) tenaga kasir dan pembukuan. II. Oleh Pihak Kedua disediakan

(a) tenaga, waktu dan kecakapan;

(b) alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan;

(c) tenaga perawatan dan tenaga-tenaga lainnya yang biasanya diperlukan dalam suatu Poliklinik.

Pasal 4

Pihak Pertama berjanji dan mengikat diri bahwa selama Perjanjian ini berlaku, semua fasilitas dan lainnya yang diterimanya dari Pemerintah berkenaan dengan Izin Balai Pengobatan tersebut akan diserahkannya kepada Pihak Ke-dua untuk dilaksanakan, kecuali bilamana Pihak KeKe-dua secara tertulis menyatakan bahwa ia tidak memerlukan fasilitas itu.

Pasal 5

Pihak Kedua bertanggung jawab penuh tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan penyelenggaraan balai peng-obatan tersebut dalam rangka kerja sama ini, dan Pihak Kedua menjamin Pihak Pertama, bahwa Pihak Pertama tidak akan mendapat tuntutan, tagihan, dan kesukaran lain-lain bertalian dengan urusan Balai Pengobatan tersebut.

(6)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 6

1. Buku-buku mengenai kerja sama ini ditutup tiap-tiap tahun. 2. Bilamana dianggap perlu oleh Pihak Kedua, maka Pihak

Pertama harus mengadakan penutupan buku-buku dan membuat perhitungan laba dan rugi.

3. Jika kedua belah pihak menyetujui perhitungan laba rugi tersebut, maka sebagai bukti mereka harus membubuhkan tanda tangannya pada surat-surat itu.

Pasal 7

Para Pihak sepakat bahwa Pihak Pertama menerima 25% (dua puluh lima persen) dari penghasilan kotor dengan kewajiban untuk memikul sendiri gaji tenaga tata usaha yang dimaksud pada pasal 3 Bab I (d) dan setengah bagian dari pajak berkenaan dengan penyelenggaraan balai pengobatan tersebut.

Pasal 8

Setengah dari utang pajak berkenaan dengan penyeleng-garaan balai pengobatan adalah tanggungan Pihak Kedua.

Pasal 9

1. Menyimpang dari yang ditentukan dalam pasal 2, kerja sama ini dianggap bubar jika salah satu pihak jatuh pailit atau diperkenankan menunda pembayaran (surseance van betaling) atau Pihak Kedua meninggal dunia atau tidak memperoleh/dicabut izin kerja/praktiknya;

2. Dalam hal salah satu pihak jatuh pailit, diperkenankan menunda pembayaran, maka kerja sama ini lantas dianggap bubar satu hari setelah jatuhnya keputusan hakim.

Pasal 10

Bilamana kerja sama ini karena apa pun juga berakhir, maka setelah masing-masing pihak mengeluarkan barang-barang yang dimasukkannya, sisa barang-barang/alat yang merupakan milik kerja sama ini akan ditetapkan nilai perusahaannya dan cara pembagiannya ditetapkan sebagai berikut:

a. kedua pihak masing-masing mengangkat seorang anggota komisi, dan kedua orang anggota itu mengangkat anggota ketiga. Pengangkatan mana harus sudah selesai dalam waktu 2 (dua) hari setelah pembatalan perjanjian ini;

(7)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

b. Komisi dimaksud dalam sub a menetapkan nilai dari barang-barang yang bersangkutan, dan dibayarkan:

- kepada Pihak Pertama 50% (lima puluh persen); -- kepada Pihak Kedua 50% (lima puluh persen);

Pasal 11

Para Pihak sepakat untuk tidak memindahkan bagiannya, baik untuk sebagian maupun untuk seluruhnya dalam kerja sama ini kepada orang lain, atau menerima orang lain sebagai peserta dalam kerja sama ini tanpa persetujuan tertulis lebih dahulu dari pihak lainnya.

Pasal 12

1. Terhadap pembatalan akibat force majeure, Para Pihak se-cara sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. 2. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah

suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagal-kan terlaksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epi-demik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 13

1. Apabila terjadi perselisihan akan diselesaikan secara ke-keluargaan atau musyawarah,

2. Apabila tidak terjadi kesepakatan dalam musyawarah, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dan memilih tempat kediaman yang sah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 14

Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani se-bagai bukti yang sah dalam rangkap empat dan dipegang oleh setiap pihak yang membuat perjanjian dengan bermaterai cukup. Perjanjian ini dibuat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua Notaris Amin (wakil) Dedy Natalia, S.H.

(8)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

PERJANJIAN KERJA SAMA BIDANG KESENIAN

Pada hari Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh, bertempat di Kantor Pihak Kedua, telah disepakati Perjanjian Kerja Sama untuk 1 (satu) pertunjukan musik, di antara Para Pihak yang akan tersebut di bawah ini:

1. Nama : Amin

Jabatan : Direktur Pelaksana

Alamat : Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10,

Jakarta Barat

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Manajemen Musik “Kita” yang berkedudukan di Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 15, Jakarta Barat, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Nama : Budi

Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08,

Jakarta Pusat

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Kreasi Muda, yang berkedudukan di Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 1, Jakarta Pusat, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua.

Kedua belah pihak menerangkan dahulu hal-hal berikut: Bahwa Pihak Pertama sebagai pengisi acara menyatakan sanggup untuk hadir sebagai pengisi acara pada kegiatan “Fes-tival Musik 2010”, dan Pihak Kedua menyatakan mengundang Pihak Pertama sebagai pengisi acara “Festival Musik 2010”.

Kedua belah pihak di atas sepakat untuk melaksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

Pasal 1: Waktu Pelaksanaan

1. Perjanjian ini berlangsung di antara kedua belah pihak da-lam kaitannya dengan acara pertunjukan “Festival Musik 2010” yang diselenggarakan pada tanggal sebelas bulan satu tahun dua ribu sepuluh (11-01-2010) di Jakarta Barat.

(9)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

2. Durasi pertunjukan musik tersebut di atas adalah 3 (tiga) jam dan dilaksanakan tidak lebih dari pukul 19.00 untuk pertunjukan malam hari, atau tidak lebih dari pukul 10.00 untuk pertunjukan pagi/siang hari pada tanggal tersebut.

Pasal 2: tujuan

1. Penggunaan Perjanjian ini oleh Pihak Kedua adalah untuk ditampilkannya Pihak Pertama dalam suatu acara pertujukan musik sebagaimana tersebut pada pasal 1 Perjanjian ini, dan tidak untuk direkam dalam bentuk re-kaman audio dan/atau visual oleh Pihak Kedua untuk ditayangkan secara langsung maupun siaran tunda pada satu atau lebih stasiun televisi/radio dan/atau untuk ke-perluan lain di luar acara tersebut di atas.

2. Untuk merekam penampilan Pihak Pertama pada tunjukan termaksud di atas akan diatur dalam satu per-janjian tersendiri di luar Perper-janjian ini.

Pasal 3: Honor

1. Dalam pengadaan pertunjukan musik tersebut, nilai total perjanjian adalah Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) yang diserahkan atau dibayarkan sebagai honor oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama atas jasa yang disediakan untuk keperluan Pihak Kedua.

2. Pembayaran honor oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama dilangsungkan serta dibayarkan dengan meng-gunakan tahap pembayaran sebagai berikut:

(a) Pembayaran pertama dilaksanakan pada saat penanda-tanganan Perjanjian ini, yaitu pada tanggal empat bulan satu tahun dua ribu sepuluh, Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah).

(b) Pelunasan sisa pembayaran Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) dibayarkan minimal 1 (satu) hari sebelum Pihak Pertama berangkat ke tempat tujuan, yaitu pada tanggal sepuluh bulan satu tahun dua ribu sepuluh (10-01-2010) atau 3 (tiga) jam sebelum acara berlangsung atau pada saat sound check, yaitu pada tanggal sebelas bulan satu tahun dua ribu sepuluh (11-01-2010).

(10)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 4: keWajiban PiHak Pertama

1. Pihak Pertama wajib menjaga ketertiban dan disiplin kelompok musiknya dalam segala hal yang berkaitan dengan acara pertunjukan musik sebagaimana tersebut dalam pasal 1, selama berada pada lokasi acara. Termasuk di dalamnya ketepatan waktu dalam melaksanakan jadwal dan susunan acara yang telah ditentukan oleh Pihak Kedua.

2. Jika karena suatu sebab yang tidak diharapkan, sehingga Pihak Pertama berhalangan untuk tampil dalam per-tunjukan yang telah disepakati dalam Perjanjian ini, Pihak Pertama wajib memberitahukan pada Pihak Kedua se-lambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum pertunjukan.

Pasal 5: keWajiban PiHak kedua

1. Menyediakan panggung, peralatan band, dan lighting se- suai dengan standarisasi venue dalam hal ini, semuanya berdasarkan atas persetujuan yang diberikan oleh Pihak Pertama sebagaimana telah disepakati bersama dengan Pihak Kedua. Hal ini menjadi tanggungan dan atau dibiayai oleh Pihak Kedua.

2. Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan Pi-hak Pertama selama berada di lokasi acara pada saat per-tunjukan.

3. Pihak Kedua tidak berhak mengalihkan Perjanjian ini dengan pihak lain tanpa sepengetahuan dan atau per-setujuan tertulis dari Pihak Pertama.

Pasal 6: Pembatalan Perjanjian

1. Pembatalan dan/atau penundaan pertunjukan sebagaimana tersebut pada Pasal 1 Perjanjian ini oleh Pihak Kedua di-karenakan suatu sebab dan lainnya secara sepihak, dikena-kan sanksi atau denda dalam bentuk dan/atau nilai rupiah sebanyak uang muka yang dibayarkan kepada Pihak Per-tama, atau senilai Rp 20.000.000 (dua puluh juta Rupiah). 2. Pembatalan dan/atau penundaan pertunjukan sebagaimana

tersebut pada Pasal 1 perjanjian ini oleh Pihak Pertama di-karenakan suatu sebab dan lain hal secara sepihak, dikena-kan sanksi atau denda dalam bentuk dan/atau nilai uang

(11)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

rupiah sebanyak nilai total Perjanjian ini, atau senilai Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Pasal 7: jaminan

1. Pihak Pertama akan melaksanakan kewajiban-kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini.

2. Pihak Pertama tidak akan membuat perjanjian dengan Pihak Ketiga yang bertentangan baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi Perjanjian ini. 3. Pihak Pertama tidak sedang terlibat dalam perkara pidana

atau mendapatkan sanksi administrasi dari Pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung yang pengaruhi Perjanjian ini.

4. Pihak Kedua mempunyai izin-izin yang diperlukan dalam melaksanakan Perjanjian ini.

Pasal 8: Forcemajeure

1. Terhadap segala kerugian karena hal-hal tersebut di atas Para Pihak akan menyelesaikan secara musyawarah.

2. Dalam hal terjadinya peristiwa-peristiwa sebagai akibat daripada hal-hal yang berada di luar batas kemampuan ke-dua belah pihak seperti antara lain bencana alam, kebakaran, kebijaksanaan Pemerintah dalam soal moneter kecuali de-valuasi, dan lain-lain sejenisnya, maka pihak lainnya wajib memberitahu kepada pihak yang tidak menderita karena akibat terjadinya keadaan force majeure selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah mengetahui adanya peristiwa yang dimaksud keadaan memaksa/force majeure tersebut di atas.

Pasal 9: Penyelesaian PerselisiHan

1. Dalam hal terjadinya sengketa dalam pelaksanaan dan atau penafsiran Perjanjian ini, maka Para Pihak akan me-nyelesaikannya secara musyawarah dan dengan penuh iti-kad baik.

2. Apabila tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pi- hak dalam musyawarah, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan mengambil domisili hukum di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

(12)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

68

Pasal 10: PenutuP

Demikian Perjanjian ini dibuat serta ditandatangani oleh kedua belah pihak tersebut di bagian awal Perjanjian serta di-buat dalam rangkap 2 (dua), yang keduanya mempunyai ke-kuatan hukum sama. Perjanjian ini dibuat oleh para pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohan serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua

Amin Budi

PERJANJIAN KERJA SAMA JASA MC (1)

Pada hari ini Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010) bertempat di Jakarta, telah ditanda tangani perjanjian kerjasama oleh dan antara:

1. Amin, Direktur PT. FORSA beralamat di Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10, Jakarta Barat; dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORSA, selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Budi, Direktur FORKIT Grup sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang penyediaan tenaga entertainer yang beralamat di Jl. Petojo RT 03 Rw 04 No. 08, Jakarta Pusat; dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama FORKIT Grup yang untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua

Para Pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal berikut:

• Bahwa Pihak Pertama adalah sebuah perusahaan yang

akan menyelenggarakan Perayaan Ulang Tahun ke-50 yang selanjutnya disebut Perayaan HUT.

• Perayaan HUT akan dilaksanakan pada tanggal tujuh bulan

satu tahun dua ribu sepuluh (07-01-2010) pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.30 waktu setempat bertempat di Hotel Indah Permai, Jakarta.

• Hari/jam yang telah disebutkan di atas selanjutnya dalam

(13)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

• Bahwa Pihak Pertama menawarkan kepada Pihak Kedua

untuk menyediakan 2 (dua) orang pembawa acara (MC/ Master of Ceremony) pada “Perayaan HUT” tersebut masing-masing satu orang pria dan satu orang wanita.

• Bahwa Pihak Kedua bersedia menerima tawaran

kerja-sama dari Pihak Pertama untuk menyediakan MC (Master of Ceremony) pada perayaan HUT tersebut.

Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan Perjanjian ini dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1 : ruang lingkuP dan tujuan

Yang dimaksudkan dengan perjanjian kerja sama dalam perjanjian ini adalah perjanjian kerjasama pemakaian jasa dimana Pihak Pertama menggunakan jasa MC dan Pihak Kedua telah bersedia untuk menyediakan dua orang MC pada “perayaan HUT” yang diselenggarakan oleh Pihak Pertama.

Pasal 2 : jangka Waktu

Perjanjian ini berlaku sejak ditandatanganinya oleh para pihak dan tetap berlaku sampai dengan para pihak telah men-jalankan kewajibannya dan telah memperoleh haknya masing-masing.

Pasal 3 : biaya

Pihak Pertama menyanggupi membayar jasa Pihak Kedua untuk 2 (dua) orang MC sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk tampil pada acara tersebut.

Pasal 4: sistem Pembayaran

Pembayaran sebagai honor Pihak Kedua tersebut di atas diatur sebagai berikut:

Down Payment sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) yang akan dibayarkan segera setelah penanda-tanganan kontrak secara tunai dan perjanjian ini sebagai bukti pembayarannya yang sah.

• Sisanya sebesar Rp 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta

rupiah) akan dibayarkan secara sekaligus dan tunai pada hari H sebelum Pihak Kedua tampil pada Perayaan HUT tersebut.

(14)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 5: keWajiban PiHak Pertama

Pihak Pertama berkewajiban untuk:

• Menyiapkan segala peralatan yang diperlukan bagi tugas

Pihak Kedua.

• Menyediakan makanan dan minuman pada saat gladi bersih

dan sebelum performance untuk 3 (tiga) orang, yaitu 2 (dua) orang MC dan seorang staf Pihak Kedua.

• Apabila ada peralatan yang tidak dapat dipenuhi oleh

Pi-hak Pertama, maka hal ini akan dibicarakan dan kemudi-an menggkemudi-antikkemudi-annya dengkemudi-an ykemudi-ang lainnya ykemudi-ang dapat di- pakai oleh Pihak Kedua dengan kualitas yang sekurang-kurangnya sama dengan yang diminta oleh Pihak Kedua.

• Melakukan pembayaran kepada Pihak Kedua sesuai

deng-an kesepakatdeng-an dalam perjdeng-anjideng-an ini.

• Menyediakan fasilitas antar jemput dari alamat Pihak

Ke-dua ke tempat pelaksanaan Perayaan HUT. Pasal 6: keWajiban PiHak kedua

Pihak Kedua berkewajiban untuk:

• Menjaga ketertiban dan disiplin dalam segala hal yang

ber-kaitan dengan perayaan HUT sebagaimana tersebut dalam buku acara yang disiapkan Pihak Pertama.

• Mengatur serta menjaga agar setiap materi acara dimulai

dan berakhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Pihak Pertama.

• Hadir tepat waktu pada saat gladi resik dan pada hari

pe-rayaan HUT yang telah ditetapkan oleh Pihak Pertama.

• Bekerjasama dengan Pihak Pertama dan memberikan

pe-nampilan yang terbaik untuk kepuasan seluruh pihak yang terlibat dalam Perayaan HUT.

Pasal 7 : Pembatalan

1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan pihak lainnya

2. Pengecualian dari ketentuan ayat 1, perjanjian ini dapat di- batalkan dengan syarat-syarat dan konsekuensi sebagai berikut:

a. Apabila pembatalan terjadi karena Pihak Pertama ti-dak memperoleh izin dari instansi terkait maka Pihak

(15)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pertama tidak berhak menarik kembali seluruh jumlah pembayaran yang telah diterima Pihak Kedua.

b. Apabila pembatalan dikarenakan oleh pertimbangan ekonomis, politis dan alasan-alasan apapun dari Pihak Pertama selain dari yang disebutkan pada huruf (a) di atas maka Pihak Pertama wajib untuk membayarkan secara penuh nilai kontrak yang telah diatur pada pasal 4 perjanjian ini.

c. Pihak Pertama tetap berkewajiban untuk membayar seluruh nilai kotrak apabila perayaan HUT dibatalkan oleh karena kelalaian dan kesalahan koordinasi pelaksa-naan Pihak Pertama

d. Pihak Pertama berkewajiban untuk membayar seluruh kontrak secara tunai dan sekaligus jika pembatalan terjadi karena pertimbangan kondisi keamanan yang tidak terkendali di lokasi pelaksanaan sebagai impli- kasi dari pelaksanaan perayaan HUT tersebut.

Pasal 8 : Force majeure

1. Apabila salah satu atau kedua belah pihak mengalami kerugian akibat force majeure, maka secara eksklusif Pihak Pertama dan Pihak Kedua menanggung kerugiannya masing-masing dan tidak saling menuntut satu terhadap yang lain.

2. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan gagal ter-laksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang di-sebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 9 : Penyelesaian PerselisiHan

1. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.

(16)

me-C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

69

nyelesaikan perselisihan tersebut, maka kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk Pihak Ketiga sebagai mediator. 3. Dan apabila tidak mencapai kesepakatan melalui mediasi,

maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara hukum dan dalam hal ini dengan segala akibatnya memilih tempat kediaman hukum yang tidak berubah pada Kantor Panitera Pengadilan Jakarta Barat.

Pasal 10 : PenutuP

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) masing-masing dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun juga.

Pihak Pertama Pihak Kedua,

materai

Amin Budi

PERJANJIAN KERJASAMA JASA MC (2)

Pada hari ini Senin, tanggal empat bulan satu tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), bertempat di Kantor Pihak Pertama, telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara:

1. Nama : Amin Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10, Jakarta Barat Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORSA,

selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Nama : Budi Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Petojo RT 03 Rw 04 No. 08, Jakarta Pusat Dalam hal ini bertindak sebagai direktur perusahaan jasa di

bidang penyediaan tenaga entertaintment, berkedudukan di Jl. Petojo RT 03 Rw 04 No. 15, Jakarta Pusat, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORKIT, selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua.

(17)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Para pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal berikut:

Pihak Pertama adalah sebuah perusahaan yang akan menyelenggarakan Perayaan Akhir Tahun yang selanjutnya disebut Acara.

• Acara akan dilaksanakan pada tanggal tiga puluh satu bulan

dua belas tahun dua ribu sepuluh (31-12-2010) pukul 17.00 sampai dengan pukul 02.00 waktu setempat bertempat di Jl. Jaya RT 01 Rw 02 No. 15, Jakarta Barat.

• Hari/jam yang telah disebutkan di atas selanjutnya dalam

perjanjian ini akan disebut sebagai hari H.

Pihak Pertama menawarkan kepada Pihak Kedua untuk menyediakan seorang pembawa acara (MC).

Pihak Kedua bersedia menerima tawaran kerjasama dari Pihak Pertama untuk menyediakan MC pada acara tersebut. Kedua belah pihak bersepakat untuk melaksanakan per-janjian ini dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1

Perjanjian kerja sama ini adalah perjanjian kerjasama pemakaian jasa di mana Pihak Pertama menggunakan jasa MC dan Pihak Kedua telah bersedia untuk menyediakan seorang MC pada acara yang diselenggarakan oleh Pihak Pertama.

Pasal 2

Perjanjian ini berlalu sejak ditandatanganinya oleh para pihak dan tetap berlaku sampai dengan para pihak telah men-jalankan kewajibannya dan memperoleh haknya masing-masing.

Pasal 3

Pihak Pertama menyanggupi membayar jasa Pihak Kedua untuk seorang MC sebesar Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) untuk tampil pada Acara tersebut.

Pasal 4

Pengaturan pembayaran sebagai honor Pihak Kedua ter-sebut di atas diatur sebagai berikut.

a. Down payment sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) yang akan dibayarkan segera setelah penandatanganan kontrak secara tunai dan perjanjian ini sebagai bukti pembayarannya yang sah.

(18)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

b. Sisanya sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) akan dibayarkan secara sekaligus dan tunai pada hari H sebelum Pihak Kedua tampil pada Acara tersebut.

Pasal 5

Pihak Pertama berkewajiban untuk :

a. menyiapkan segala peralatan yang diperlukan bagi layaknya seorang MC yang profesional,

b. menyediakan makanan dan minuman pada saat gladi resik dan sebelum performance untuk seorang MC,

c. melakukan pembayaran kepada Pihak Kedua sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian ini, dan

Pasal 6

Pihak Kedua berkewajiban untuk:

a. mengatur agar setiap materi acara dimulai dan berakhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Pihak Pertama, b. hadir tepat waktu pada saat gladi resik dan pada hari H yang

telah ditetapkan oleh Pihak Pertama. Pasal 7

1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan pihak lainnya

2. Pengecualian dari ketentuan ayat 1 pasal ini dapat di- batalkan dengan syarat-syarat dan konsekuensi berikut: a. Apabila pembatalan terjadi karena Pihak Pertama tidak

memperoleh izin dari instansi terkait maka Pihak Per-tama tidak berhak menarik kembali seluruh jumlah pembayaran yang telah diterima Pihak Kedua.

b. Pihak Pertama tetap berkewajiban untuk membayar seluruh nilai kontrak apabila Acara dibatalkan oleh ka-rena kelalaian/kesalahan Pihak Pertama.

Pasal 8

1. Apabila salah satu atau kedua belah pihak mengalami ke-rugian akibat force majeure, maka secara eksklusif Pihak Per tama dan Pihak Kedua menanggung kerugiannya masing-masing dan tidak saling menuntut satu terhadap yang lain. 2. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah

(19)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

70

belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagal-kan terlaksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontak-an masyarakat, blokade, kebijakspemberontak-anapemberontak-an pemerintah khusus-nya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 9

Bila saat terjadi perselisihan, musyawarah yang diadakan gagal mencapai kata sepakat maka Para Pihak memilih domisili hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 10

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua masing-masing dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipahami dan dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.

Pihak Pertama Pihak Kedua

Amin Budi

PERJANJIAN KERJA SAMA “EO “ DENGAN PENGISI ACARA (PENYANYI)

Pada hari ini Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010) bertempat di Jakarta, telah di-tandatangani perjanjian kerjasama oleh dan antara:

1. Amin, Direktur TV FORSA beralamat di Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10, Jakarta Barat; dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama TV FORSA, selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Budi, Direktur FORKIT yang beralamat di Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat; dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama FORKIT yang untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua.

(20)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pihak Pertama dan Pihak Kedua menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:

• Bahwa Pihak Pertama akan menyelenggarakan seleksi

Pe-nyanyi Baru tingkat remaja di seluruh kota Propinsi di Indonesia yang selanjutnya disebut “Lomba”.

• Jangka waktu penyelenggaraan “Lomba” dilakukan selama 3

(tiga) bulan terhitung sejak tanggal empat bulan satu tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010) sampai dengan tanggal tiga bulan empat tahun dua ribu sepuluh (03-04-2010).

• Bahwa Pihak Pertama menawarkan kepada Pihak Kedua

untuk menyediakan Juri dan penyanyi dalam Lomba yang diselenggarakan Pihak Pertama.

• Bahwa Pihak Kedua bersedia menerima tawaran

kerja-sama dari Pihak Pertama untuk menyediakan Juri dan penyanyi untuk “Lomba” tersebut.

Untuk pelaksanaan perjanjian ini, Pihak Pertama dan Pi-hak Kedua sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian ini dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1 : ruang lingkuP

1. Perjanjian ini adalah perjanjian kerjasama bidang jasa di-mana Pihak Pertama menggunakan 3 (tiga) orang juri dan 3 (tiga) orang penyanyi yang berada dalam hak pengelola- an Pihak Kedua.

2. Pihak Kedua bersedia menyediakan 3 (tiga) orang juri dan 3 (tiga) orang Penyanyi dalam penyelenggaraan Lomba yang diselenggarakan oleh Pihak Pertama.

Pasal 2 : jangka Waktu Perjanjian

Perjanjian berlaku sejak ditandatanganinya surat Perjanjian ini oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua dan tetap berlaku sampai dengan seluruh syarat dan ketentuan dalam perjanjian dilaksanakan oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

Pasal 3 : nilai kontrakdan sistem Pembayaran

1. Pihak Pertama bersedia untuk membayar jasa Pihak Ke-dua dalam menyediakan dewan juri dan penyanyi sebagai-mana dimaksud pada pasal 1 sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

(21)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

2. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa pem-bayaran nilai kontrak untuk jasa juri dan penyanyi sebagai-mana disebut pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut: a. Uang muka (Down Payment) sebesar 30% (tiga puluh

persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang dibayarkan pada saat perjanjian ini ditandatangani.

b. Sisa kontrak sebesar 70% (tujuh puluh persen) atau Rp 140.000.000,- (seratus empat puluh juta rupiah) akan dibayarkan segera pada hari terakhir penyeleng-garaan Lomba yakni pada tanggal tiga bulan empat tahun dua ribu sepuluh (03-04-2010).

Pasal 4 : keWajiban PiHak Pertama

Pihak Pertama berkewajiban untuk:

1. Menyiapkan sound system dan peralatan lainnya yang di-butuhkan oleh Pihak Kedua demi kesuksesan “Lomba” 2. Apabila Pihak Pertama tidak dapat menyediakan sound

system dan peralatan yang dibutuhkan dalam Lomba ter-sebut, Pihak Kedua dapat menyediakannya dengan biaya/ ongkos dari Pihak Pertama.

3. Menanggung seluruh biaya perjalanan baik dalam bentuk tiket pesawat, kendaraan roda empat, penginapan minimal hotel bintang 4 dan makan serta minum selama Pihak Kedua melakukan tugas sebagaimana dimaksudkan dalam perjanjian ini.

4. Mengurus penyediaan dokument keberangkatan serta menyiapkan service make up untuk penyanyi dan juri se-belum perform.

5. Melakukan pembayaran kepada Pihak Kedua sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dalam perjanjian ini.

Pasal 5 : keWajiban PiHak kedua

Dalam perjanjian ini Pihak Kedua berkewajiban untuk: 1. Menyediakan dan menghadirkan 3 (tiga) orang juri untuk

menilai peserta lomba dan 15 (lima belas) orang penyanyi yang wajib ikut dalam setiap kali lomba digelar di setiap kota propinsi di Indonesia.

(22)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

2. Kriteria dan dasar penilaian Lomba yang akan diberikan oleh dewan juri yang ditunjuk oleh Pihak Kedua wajib di-konsultasikan terlebih dahulu dengan Pihak Pertama. 3. Setiap penyanyi yang disediakan oleh Pihak Kedua, wajib

menyanyikan lagu-lagu yang telah ditetapkan oleh Pihak Pertama. Apabila Penyanyi tersebut hendak menyanyikan lagu lain, selain ditetapkan oleh Pihak Pertama, maka hal tersebut harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Pihak Pertama.

4. Pada saat lomba berlangsung, baik dewan juri maupun para penyanyi yang ditunjuk oleh Pihak Kedua, berkoordinasi dan bekerjasama serta memberikan penampilan yang ter-baik, sesuai permintaan Pihak Pertama.

Pasal 6 : Pembatalan

1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak lainnya. 2. Pembatalan pelaksanaan Lomba baik secara keseluruhan

maupun pembatalan untuk kota-kota tertentu yang di-sebabkan oleh karena Pihak Pertama tidak memperoleh izin dari instansi terkait maka Pihak Pertama tidak berhak menarik kembali seluruh jumlah pembayaran yang telah diterima Pihak Kedua.

3. Apabila pembatalan Lomba dikarenakan oleh pertimbang-an ekonomis, politis dpertimbang-an alaspertimbang-an-alaspertimbang-an apapun namun tidak termasuk keadaan memaksa (force majeure) dari Pihak Per-tama selain dari yang disebutkan pada ayat (2) di atas maka Pihak Pertama wajib untuk membayarkan secara penuh jumlah total yang telah disepakati dalam Perjanjian ini. 4. Apabila pembatalan dilakukan Pihak Pertama pada hari

pelaksanaan Lomba maka Pihak Pertama harus memenuhi kewajibannya untuk membayarkan secara penuh (full pay-ment) yang telah disepakati bersama dalam perjanjian ini. 5. Apabila Pihak Kedua membatalkan Perjanjian ini dalam

waktu 2 x 24 jam sebelum tanggal pelaksanaan Lomba, maka Pembayaran Down Payment yang telah dibayarkan Pihak Pertama kepada Pihak Kedua harus dikembalikan kepada Pihak Pertama.

(23)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

6. Apabila Pihak Kedua melakukan pembatalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) maka Pihak Pertama dapat men-cari dewan juri dan penyanyi pengganti dan seluruh biaya yang timbul akibat pembatalan dimaksud serta fee untuk dewan juri dan penyanyi ditanggung oleh Pihak Kedua.

Pasal 7 : Force majeure

1. Terhadap pembatalan akibat Force Majaure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.

2. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan gagal ter-laksananya acara, seperti bencana alam, epidemik, pe-perangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang di-sebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 8 : denda

Apabila Pihak Pertama terlambat membayar nilai kontrak yang telah disepakati dalam perjanjian ini akan dikenakan denda sebesar 1% (satu persen) setiap hari keterlambatan sam-pai dipenuhinya seluruh kewajiban tersebut.

Pasal 9 : Penyelesaian PerselisiHan

1. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.

2. Apabila musyawarah tidak dapat menyelesaikan perselisihan, maka kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk Pihak Ketiga sebagai mediator (secara mediasi).

3. Apabila tidak mencapai kesepakatan melalui mediasi, maka kedua belah pihak dalam hal ini dengan segala akibatnya memilih tempat kediaman hukum yang tidak berubah pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 10 : PenutuP

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) masing-masing dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai

(24)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

71

kekuatan hukum yang sama. Perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua

Amin Budi

PERJANJIAN KERJA SAMA

ANTARA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN PENYEDIA BARANG

Pada hari ini, Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), bertempat di Jakarta, telah terjadi Perjanjian Kerja Sama oleh dan antara:

1. Nama : Amin Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10, Jakarta Barat Dalam hal ini bertindak dalam jabatannya selaku Direktur

untuk dan atas nama PT. FORSA berkedudukan di Jakarta dan beralamat di Jl. Jaya RT 01 Rw 02 No. 15, selanjutnya disebut Pihak Pertama.

2. Nama : Budi Pekerjaan : Pengusaha

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat Dalam hal ini bertindak atas nama diri sendiri, yang

se-lanjutnya disebut Pihak Kedua.

Para Pihak menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut: 1. Bahwa Pihak Pertama merupakan perseroan terbatas yang

bergerak dalam bidang pembiayaan yang memberikan dana pinjaman kepada perorangan atau perusahaan yang akan membeli barang elektronik secara kredit.

2. Bahwa Pihak Kedua adalah pimpinan perusahaan yang menjual barang-barang elektronik kepada pihak konsumen yang membutuhkan barang tersebut.

(25)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

3. Kedua belah pihak sepakat dan mengikatkan diri dalam perjanjian kerja sama dengan ketentuan dan syarat-syarat berikut:

Pasal 1

Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal tiga bulan satu tahun dua ribu tiga belas (03-01-2013).

Pasal 2

1. Pihak Pertama memberikan jaminan kepada Pihak Kedua bahwa Pihak Pertama merupakan perseroan terbatas yang telah didirikan secara sah, mempunyai segala izin yang ber-kaitan dengan dan dipersyaratkan untuk menjalankan usaha-nya, dan telah memenuhi segala persyaratan pendaftaran sehubungan dengan pendirinya dan kegiatan usahanya. 2. Pihak Kedua memberikan jaminan kepada Pihak

Per-tama bahwa Pihak Kedua merupakan perusahaan yang sah, mempunyai segala izin yang berkaitan dengan dan dipersyaratkan untuk menjalankan usahanya dan telah memenuhi segala persyaratan pendaftaran sehubungan dengan pendirianya dan kegiatan usahanya.

Pasal 3

1. Pihak Pertama wajib melaksanakan proses pendanaan secara cepat atas setiap calon debitur yang diajukan oleh Pihak Kedua, dan disetujui oleh Pihak Pertama.

2. Pihak Pertama berkewajiban melakukan pembayaran kepada Pihak Kedua untuk setiap kali terjadi transaksi, dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah calon debitur yang diajukan Pihak Kedua disetujui oleh Pihak Pertama, dan seluruh dokumen, aplikasi, tanda terima Barang ke konsumen, serta faktur atau invoice telah diserahkan dan diterima baik dan lengkap oleh Pihak Pertama.

Pasal 4

Pihak Kedua tidak boleh meminta atau mengambil dan menggunakan uang pembayaran angsuran dari debitur apabila debitur keliru melakukan pembayaran kepada Pihak Kedua secara sengaja atau tidak sengaja.

(26)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 5

Untuk menghindari keraguan atas keamanan dan mem-buktikan itikad baik dari Pihak Kedua atas dana yang disiapkan kepada pembeli barang, Pihak Kedua dengan ini memberikan jaminan sebagai berikut:

1. Semua konsumen dijamin telah melakukan pembayaran pertama serta potongan yang lain pada saat sebelum pe-ngiriman barang itu dilakukan.

2. Kepemilikan atas barang yang diserahkan oleh Pihak Kedua kepada pembeli barang sesuai jenis yang tertera pada faktur. 3. Pihak Kedua bersedia memberikan jaminan pabrik atas barang yang dibeli konsumen sesuai dengan ketentuan jaminan dari pihak pabrik yang membuat barang tersebut.

Pasal 6

1. Terhadap pembatalan akibat Force Majaure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.

2. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan gagal ter-laksananya acara, seperti bencana alam, epidemik, pe-perangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang di-sebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 7

1. Apabila Pihak Kedua melanggar salah satu dari ketentuan yang ada pada Perjanjian ini, atau Pihak Kedua lalai melaksanakan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Perjanjian ini, maka Pihak Kedua wajib dengan segera dan seketika membayar seluruh jumlah tagihan yang belum terbayar oleh konsumen tesebut.

2. Adanya pembayaran tersebut tidak mengurangi hak Pihak Pertama untuk melakukan tindakan upaya hukum lainnya kepada Pihak Kedua sebagai akibat dari terjadinya pelang-garan dan atau kelalaian Pihak Kedua.

(27)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 8

Kedua belah pihak sepakat bahwa seluruh pajak baik secara langsung atau tidak langsung yang timbul sehubungan dengan adanya transaksi jual beli barang antar Pihak Kedua dengan pihak konsumen ditanggung oleh Pihak Kedua.

Pasal 9

Baik Pihak Pertama maupun Pihak Kedua, selama masa berlaku Perjanjian ini dengan cara dan alasan apa pun juga tidak dibenarkan untuk mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan kewajiban masing-masing atas Perjanjian ini kepada pihak mana pun tanpa mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lainnya.

Pasal 10

1. Pihak Pertama dapat membatalkan setiap saat perjanjian ini dengan memberitahukan kepada Pihak Kedua secara tulis 2 (dua) hari sebelumnya, dan pembatalan ini dengan cara apa pun tidak mempengaruhi kewajiban-kewajiban

Pihak Kedua sehubungan dengan tagihan-tagihan para konsumen yang dibiayai oleh Pihak Pertama, sebelum berakhirnya Perjanjian ini atau sehubungan dengan transaksi-transaksi mengenai tagihan yang terjadi sebelum berakhirnya Perjanjian ini.

2. Pembatalan Perjanjian ini tanpa memerlukan putusan pengadilan, dan karenanya kedua belah pihak sepakat mengesampingkan ketentuan-ketentuan Pasal 1266 dan Pasal 1267 KUH Perdata.

Pasal 11

Kedua belah Pihak telah sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Bila-mana musyawarah tersebut tidak menghasilkan kata sepakat, maka kedua belah pihak sepakat memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di Kantor pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 12

Demikian Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), bermeterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Perjanjian ini

(28)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua

Amin Budi Saksi:

1. Siti 2. Rudi

PERJANJIAN KERJA SAMA DISTRIBUSI BUKU (1)

Pada hari ini, Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh, di Jakarta, kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Amin

Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10, Jakarta Barat Dalam hal ini bertindak mewakili dan atas nama PT.

FORSA yang berkedudukan di Jl. Jaya No. 15, Jakarta Barat, selanjutnya disebut Pihak Pertama.

2. Nama : Budi Jabatan : Manager

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat Dalam hal ini bertindak mewakili dan atas nama PT.

FORKIT yang berkedudukan di Jl. Petojo No. 22, Jakarta Pusat. Selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Dengan ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat mengadakan perjanjian kerjasama pemasaran buku terbitan Pihak Pertama yang dituangkan dalam butir-butir perjanjian sebagai berikut:

Pasal 1

Pihak Pertama bersedia untuk :

1. Menunjuk Pihak Kedua sebagai distributor atau agen untuk area pemasaran di seluruh wilayah Indonesia terhadap buku-buku terbitan Pihak Pertama

(29)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

2. Pihak Pertama tidak melakukan pemasaran atau melayani order dari relasi yang ada di seluruh area kerja Pihak Kedua sesuai kesepakatan penentuan area kerja pemasaran yang tertera pada pasal 1 ayat 1. Jika kesepakatan ini dilanggar oleh Pihak Pertama maka akan dikenakan pinalti dengan memberikan tambahan diskon sebesar 5% (lima persen) dari total transaksi yang dilakukan oleh Pihak Kedua

3. Memberikan diskon pada Pihak Kedua sebesar 5% dari harga buku.

4. Menyerahkan atau mengarahkan setiap permintaan dari konsumen yang berada di area kerja Pihak Kedua sesuai kesepakatan yang tertera pada pasal 1 ayat 1.

5. Mengirim barang ke gudang Pihak Kedua setelah ada permintaan/PO dari Pihak Kedua, paling lama tujuh hari setelah PO diterima.

6. Biaya pengiriman barang ke gudang Pihak Kedua tanggung oleh Pihak Pertama.

7. Sistem pembayaran konsinyasi dan pembayaran pertama, 3 bulan sejak buku diterima Pihak Kedua

8. Bersedia memberikan nomor lepas sebanyak sejumlah sales yang dimiliki Pihak Kedua sebanyak tujuh (7) eksemplar untuk setiap buku baru yang diterbitkan kepada Pihak Kedua.

Pasal 2

Pihak Kedua bersedia dan berkewajiban dalam beberapa hal yang tersebut di bawah ini.

1. Memasarkan semua buku yang telah diterbitkan oleh Pihak Pertama di seluruh wilayah kerja yang telah pada pasal 1 ayat 1.

2. Berhak me-return buku yang dianggap tidak baik daya jualnya pada periode 6 (enam) bulan, sesuai data pemasar-an Pihak Kedua dan akan melakukan evaluasi ter-hadap buku yang dianggap berdaya jual rendah tersebut. 3. Biaya pengiriman retur ke Pihak Pertama, ditanggung

oleh Pihak Kedua. Jika retur dilakukan atas permintaan Pihak Pertama maka ongkos kirim ditanggung oleh Pihak Pertama.

(30)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

4. Pihak Kedua bertanggung jawab sepenuhnya akan barang yang telah diterima dari Pihak Pertama.

5. Apabila terdapat buku terbitan Pihak Pertama meng-alami kerusakan maka hal ini akan dibicarakan secara mu-syawarah.

6. Melaporkan hasil penjualan secara rutin setiap bulan. Pasal 3

Perjanjian ini efektif berlaku sejak tanggal ditanda tangani-nya surat perjanjian kerja sama dan akan berakhir apabila ada kesepakatan dari kedua belah Pihak.

Pasal 4

Pihak Kedua sepenuhnya tidak bertanggung jawab ter-hadap isi buku yang didistribusikan.

Pasal 5

1. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu pihak sebagai akibat terjadinya force majeure merupakan tanggung jawab masing-masing pihak yang bersangkutan. 2. Kedua belah pihak dibebaskan dari tanggung jawabnya

apabila mengalami suatu peristiwa atau keadaan yang ter-jadi di luar kekuasaan masing-masing yang menyebabkan salah satu pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini, mencakup antara lain tapi tidak terbatas pada bencana alam, peperangan, kerusuhan, atau kondisi lain yang terbukti terjadi di luar kebiasaan masing-masing pihak untuk mengendalikan.

Pasal 6

1. Apabila proses penagihan bermasalah 3x (kali) berturut-turut Pihak Pertama berhak mengevaluasi kerjasama se-telah menyelesaikan semua kewajiban pada Pihak Pertama. 2. Setelah satu tahun akan dilakukan evaluasi pemasaran.

Jika kondisi pemasaran buku tersebut dianggap tidak cu-kup baik Pihak Kedua berhak mengevaluasi setelah me-nyelesaikan semua kewajiban terhadap Pihak Pertama. 3. Bila di kemudian hari terjadi persoalan yang belum cukup

diatur dalam surat perjanjian ini, maka kedua belah Pihak sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah bersama

(31)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

4. Bila cara musyawarah yang dilakukan tidak dapat menyele-saikan persoalan yang muncul kemudian tersebut, maka ke-dua belah pihak sepakat memilih Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai penyelesaian akhir perselisihan tersebut.

Pasal 7

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk menjadi pedoman hukum kedua belah pihak. Surat Perjanjian dibuat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun dalam rangkap dua, bermaterai cukup untuk dipegang kedua belah pihak dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Pihak Kedua Pihak Pertama

Budi Amin

PERJANJIAN KERJA SAMA DISTRIBUSI BUKU (2)

Pada hari ini, Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), bertempat di Jakarta, telah diadakan perjanjian kerja sama Distribusi Buku oleh dan antara:

1. Nama : Amin

Alamat : Jl. Jaya RT 01 RW 02 No. 10, Jakarta Barat Jabatan : Direktris PT. FORSA

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORSA yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Penerbit. 2. Nama : Budi

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat Jabatan : Direktur PT. FORKIT

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORKIT yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Distributor. Penerbit dan Distributor tersebut di atas dengan ini se- pakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama pemasaran/

(32)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

distribusi/penjualan buku dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut:

Pasal 1 : objek Perjanjian

1. Penerbit sepakat untuk menyerahkan pendistribusian, pe-masaran, dan penjualan buku yang diterbitkan Penerbit kepada Distributor.

2. Spesifikasi buku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ada-lah sebagai berikut:

• Judul buku : Buku Pintar Membuat Perjanjian • Pengarang : Nana Elyus,SH

• Ukuran buku : 15 cm X 23 cm • Tebal buku : 300 halaman

• Harga buku : Rp 50.000,- /eksemplar

Pasal 2 : jumlaH buku

1. Jumlah buku cetak perdana yang diserahkan oleh Penerbit pada distributor adalah sebanyak sepuluh ribu (10.000) eksemplar.

2. Untuk mengantisipasi permintaan tambahan (repeat order) dari toko buku/outlet milik distributor atau pihak ketiga lainnya yang turut menjual buku tersebut, maka atas ke-sepakatan tertulis antara Penerbit dengan Distributor, buku sebagaimana dimaksudkan dalam perjanjian ini dapat di- tambah walaupun buku yang telah diserahkan belum se-muanya habis terjual.

Pasal 3 : Penentuan Harga jual

1. Penentuan harga jual buku tersebut sepenuhnya menjadi otoritas Penerbit.

2. Distributor tidak dilarang menaikkan atau menurunkan harga buku yang telah ditentukan oleh Penerbit.

Pasal 4 : Pengiriman buku

1. Penerbit menyatakan bersedia untuk mengirim seluruh buku yang dimaksud dalam perjanjian ini secara sekaligus dari percetakan ke gudang milik Distributor atas biaya/ ongkos Penerbit sendiri.

2. Sebelum Distributor menerima buku-buku yang dikirim-kan oleh Penerbit yang dibuktidikirim-kan dengan tanda terima

(33)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

buku secara tertulis dari Distributor maka, segala kerugian/ kehilangan buku tetap menjadi tanggungjawab Penerbit sendiri.

Pasal 5 : Pemasarandan distribusi

1. Proses pengiriman dan pemasaran buku ke toko buku - toko buku milik distributor atau toko buku milik pihak ketiga lainnya sepenuhnya menjadi tanggungjawab Distributor. 2. Distributor berhak menentukan/menggunakan berbagai

saluran distribusi buku seperti bekerjasama dengan agen-agen pemasaran, pemilik toko buku ataupun dengan pihak tertentu lainnya yang berada di seluruh wilayah Indonesia. 3. Distributor berkewajiban menyerahkan daftar saluran

dis-tribusinya kepada Penerbit yang berguna sebagai bahan untuk melakukan cross check oleh Penerbit.

Pasal 6 : PengHitungan Hasil Penjualan

1. Distributor wajib menyerahkan hasil penghitungan pen-jualan buku secara total dari seluruh toko buku kepada Penerbit setiap bulan sekali yaitu setiap tanggal sepuluh (10) untuk penjualan bulan sebelumnya.

2. Pada saat perjanjian ini berakhir kedua belah pihak wajib melakukan perhitungan akhir/final secara menyeluruh untuk mengetahui realisasi penjualan buku.

3. Pada saat berakhirnya perjanjian ini Distributor wajib mengembalikan (return) seluruh buku yang tidak terjual atas biaya Distributor sendiri.

Pasal 7 : komisi

1. Penerbit setuju bahwa setiap eksemplar buku yang terjual, Distributor berhak mendapat komisi 55% (lima puluh lima persen) dari Harga buku. Sisanya sebesar 45% (empat puluh lima persen) diserahkan kepada Penerbit.

2. Apabila ada permintaan khusus dari pihak ketiga atau pemerintah sehingga harus diberlakukan harga khusus maka penentuan komisi bagi Distributor ditetapkan ber-dasarkan kesepakatan tertulis antara Penerbit dengan Dis- tributor; kesepakatan mana merupakan bagian tak ter-pisahkan dari perjanjian ini.

(34)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Pasal 8 : Pembayaran

Pengaturan pembayaran hasil penjualan buku tersebut oleh Distributor kepada Penerbit adalah sebagai berikut:

1. Setelah menyerahkan laporan hasil penjualan buku bulanan kepada Penerbit, Distributor wajib membayar hasil jualan sesuai dengan laporan tersebut paling lambat sembilan puluh (90) hari setelah laporan penjualan buku

diterima oleh Penerbit.

2. Apabila Distributor terlambat membayar buku yang terjual secara sekaligus kepada Penerbit sebagaimana dimaksud pa-da ayat (1) maka Distributor akan dikenakan bunga sebesar 1/100 (satu persen) setiap hari keterlambatan.

Pasal 9 : jaminan Penerbit

Penerbit menjamin bahwa buku yang dimaksud dalam per- janjian ini adalah benar merupakan hak milik dan wewenangnya dan tidak terdapat perselisihan dengan pihak lain.

Pasal 10 : jaminan distributor

Distributor menjamin bahwa dalam tempo 10 (sepuluh) hari setelah menerima buku dari Penerbit, maka buku-buku tersebut sudah didistribusikan ke toko buku-toko buku yang menjadi rekanan Distributor.

Pasal 11 : jangka Waktu

Perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini sampai dengan tanggal tiga bulan satu tahun dua ribu tiga belas (03-01-2013).

Pasal 12 : Penyelesaian PerselisiHan

Segala sesuatu perselisihan yang timbul di kemudian hari akan diselesaikan secara musyawarah oleh kedua belah pihak, dan apabila tidak terdapat penyelesaian maka akan ditempuh jalur hukum yang berlaku di Indonesia.

Pasal 13 : PenutuP

Demikian perjanjian ini dibuat oleh Penerbit dan Distri-butor dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan tanpa tekan-an atau paksatekan-an dari pihak mtekan-ana pun juga dtekan-an dibuat dalam rangkap 2 (dua) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

(35)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

Penerbit Distributor

Amin PT. FORSA Budi PT. FORKIT

PERJANJIAN KERJA SAMA PENGGANDAAN VCD

Pada hari ini, Senin, tanggal empat bulan satu tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), bertempat di Jakarta, yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : Amin

Alamat : Jl. Jaya RT 01 Rw 02 No. 10, Jakarta Barat Dalam hal ini mewakili PT. Multiplus, berkedudukan di

Jakarta Barat, selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Budi

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat Dalam hal ini mewakili PT. Sandesk, berkedudukan di

Jakarta Pusat, selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Kedua pihak sepakat untuk mengadakan kontrak kerja du-plikasi 1 (satu) judul VCD “Never Dey”

Pasal 1: jenisPekerjaandan sPesifikasi VCd

Pihak Pertama setuju melakukan duplikasi VCD sebanyak 1500 keping dengan spesifikasi:

• Tipe product : VCD

• Standart quality : xxx

• Printing : xxx

• Jenis cetakan : xxx

Pasal 2: Waktu Penyelesaian kerja

Pihak Pertama bersedia menyelesaikan pekerjaan duplikasi VCD selama 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak master judul VCD dan kelengkapannya diserahkan oleh Pihak Kedua.

Pasal 3: Pembayaran

1. Atas pekerjaan di atas, kedua belah pihak sepakat dengan biaya duplikasi VCD dan perlengkapannya sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah)

(36)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

2. Pihak Kedua akan membayar lunas 1 (satu) minggu setelah semua judul VCD selesai diduplikasikan dan dikirim, semua bahan duplikasi VCD dikembalikan, dan kuitansi pe-nagihan diterima dari Pihak Pertama.

Pasal 4: Hak CiPta

1. Pihak Kedua merupakan pemegang hak cipta atas VCD tersebut di atas.

2. Pihak Pertama harus menjaga keamanan VCD yang diduplikasikan. Apabila di kemudian hari ditemukan VCD yang sesuai dengan judul yang diduplikasikan Pihak Pertama beredar dan berasal dari Pihak Pertama maka Pihak Kedua akan menuntut secara hukum kepada Pihak Pertama.

Pasal 5: sanksi

Apabila Pihak Kedua menemukan hasil duplikasi VCD yang dibuat Pihak Pertama rusak, tidak bisa diputar, dan masalah lain yang tidak sesuai dengan pesanan Pihak Kedua maka Pihak Pertama harus mengganti VCD yang bermasalah tersebut.

Pasal 6: Force majeure

1. Terhadap pembatalan akibat force majeure, para pihak se-pakat menanggung kerugian masing-masing.

2. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagal-kan terlaksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epi-demik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 7: lain-lain

1. Apabila ada perselisihan, kedua belah pihak akan memilih cara musyawarah sebagai jalan damai.

2. Kontrak Kerja Duplikasi VCD ini dibuat rangkap 2 (dua), yang asli dipegang oleh Pihak Kedua dan tindasannya dipegang oleh Pihak Pertama

(37)

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

C

O

NT

O

H

75

Pihak Pertama Pihak Kedua

Amin Budi

PERJANJIAN KERJA SAMA

PENYEDIA TEMPAT ACARA DENGAN EO (1)

Pada hari ini, Senin, tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh, bertempat di Jakarta, telah diadakan perjanjian kerja sama antara:

1. Nama : Amin

Alamat : Jl. Jaya RT 01 Rw 02 No. 10, Jakarta Barat Jabatan : Direktur Pelaksana

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. FORSA dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Nama : Budi

Alamat : Jl. Petojo RT 03 RW 04 No. 08, Jakarta Pusat Jabatan : Manager

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT FORKIT dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut.

Pihak Pertama adalah event organizer yang akan mengada-kan “Pesta Budaya” yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut “Acara”

• Jangka waktu penyelenggaraan “Acara” dilakukan selama

2 (dua) bulan, terhitung sejak tanggal empat, bulan satu, tahun dua ribu sepuluh (04-01-2010), sampai dengan tang-gal tiga, bulan tiga, tahun dua ribu sepuluh (03-03-2010).

Pihak Pertama menawarkan kepada Pihak Kedua untuk menyediakan tempat untuk “Acara” yang diselenggarakan oleh Pihak Pertama.

Pihak Kedua bersedia menerima tawaran kerjasama dari Pihak Pertama untuk menyediakan tempat “Acara” tersebut.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :