• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Akhir Membuat Ringkasan i judul tuga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas Akhir Membuat Ringkasan i judul tuga"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah

: Bahasa Indonesia

Dosen Pembimbing : Abdul Azis, S.Pd., M.Pd

Tugas Akhir Membuat Ringkasan

UPAYA PERBAIKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS

DENGAN MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SMP NEGERI

33 MAKASSAR

(Nurul Vebriani)

Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri

Makassar

Oleh:

Maya NIM: 1664041015

Muh. Fahrul Haeri NIM: 1664040003 Program Studi Pendidikan IPS

(2)

ABSTRAK

Nurul Vebriani, 2016, Upaya Perbaikan Kualitas Pembelajaran pada Mata Pelajaran IPS dengan Mengatasi Kenakalan Siswa SMP Negeri 33 Makassar. Skripsi. Program Studi pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Syamsul sunusi dan Herman.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui gambaran kualitas pembelajaran IPS di SMP Negeri 33 Makassar (2) Untuk mengetahui gambaran perilaku kenakalan siswa di SMP Negeri 33 Makassar, dan (3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran pada mata pelajaran IPS dengan mengatasi kenakalan siswa di SMP Negeri 33 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

(3)

BK dan wakil kepala sekolah secara preventif dan represif dan kuratif. Guru ,mata pelajaran IPS juga melakukan pendekatan ke siswa secara umum dan secara khusus ke siswa.

1. PENDAHULUAN

Pada zaman modern seperti sekarang ini dimana perkembangan teknologi komunikasi semakin canggih maka makin mudahlah komunikasi hingga terjadilah akulturasi budaya. Akulturasi ini dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang melalui konflik personal dan konflik sosial. Munculnya konflik yang ditandai dengan keresahan sosial serta ketidak rukunan kelompok-kelompok sosial. Sebagai akibat lanjut, timbul ketidaksinambungan, disharmoni, ketegangan, kecemasan, ketakutan, kerusuhan, sosial dan perilaku yang melanggar norma-norma hukum formal. Sebagian besar dari mereka bertingkah laku seenak sendiri tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, akibatnya muncullah banyak masalah sosial.

Kenakalan remaja merupakan bagian dari masalah sosial yang seringkali muncul. Perkembangan remaja yang saat ini terjadi relevan dengan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku, sehingga seringkali pergaulan ini menyebabkan masalah sosial apalagi jika tidak ada pengawasan yang ketat dari berbagai pihak, seperti; keluarga, orang-orang disekitarnya, pemerintah maupun sekolah.

Berdasarkan penelitian yang telah ada bahwa angka tertinggi tindak kejahatan ada pada usia 15-19 tahun. Yang mana pada saat ini sudah cenderung pada perbuatan kriminal yang cukup meresahkan masyarakat. Adapun disekolah, kenakalan siswa menjadi tanggung jawab sekolah dalam mengelolanya. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mencapai keberhasilannya.

(4)

pengendalian terhadap dorongan meniru, dan yang mereka tiru adalah mayoritas perilaku yang tidak terpuji yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan mereka.

2. METODOLOGI PENELITIAN

A. Pendekatan dan jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk. Mendapatkan data mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan kepada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna.

Metode penelitian kualitatif itu dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis refleksi terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan, dan membuat laporan penelitian secara mendetail.

B. lokasi penelitian

Penulis akan melakukan penelitian di SMP Negeri 33 Makassar, bertempat di jalan Tamalate 8 No. 1, kelurahan Perumnas kecamatan Panakkukang, kode pos 90222.

C. tahap-tahap penelitian

(5)

terhadap data dan informasi lebih ditekankan dengan ciri utama pendekatan ini adalah bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta natural.

Adapun Sumber data yang dimaksud adalah dari mana Data tersebut diperoleh dalam hal ini peneliti menggunakan dua jenis sumber data antara lain:

a) Sumber data primer

Sumber primer adalah sumber data langsung yang memberikan data kepada pengumpul data. Dalam hal ini, data primer merupakan data yang diperoleh melalui mengamati kondisi lapangan (observasi) dan wawancara mendalam.

b) sumber data sekunder

Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. sumber datanya diperoleh melalui tulisan atau sumber tertulis berupa Laporan atau catatan yang tersusun dalam arsip dan dokumentasi-dokumentasi yang terkait.

Dalam hal ini Sumber data tersebut yakni orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti. Sumber data dari penelitian ini yaitu guru IPS, guru kelas, guru BK, Kepala Sekolah SMP Negeri 33 Makassar, dan siswa yang tak melakukan bentuk kenakalan serta siswa yang melakukan perilaku kenakalan tersebut. data yang diperoleh peneliti adalah data yang diperoleh langsung dari pihak-pihak yang berkaitan berupa data-data sekolah dan berbagai literatur yang relevan dengan pembahasan.

D. Sumber Data

(6)

makna terhadap data dan informasi lebih ditekankan, dengan ciri utama pendekatan ini adalah bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta natural.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

A) Visi Misi SMP Negeri 33 Makassar

SMP Negeri 33 Makassar mempunyai visi dan misi dalam menjalankan aktivitas pendidikannya. Dengan melihat visi dan misi sekolah seseorang bisa mengetahui cita-cita SMP Negeri 33 Makassar dalam menghasilkan kualitas pendidikan dan kualitas keluaran siswa-siswinya. Adapun visi dan misi SMP Negeri 33 Makassar adalah:

1) Visi

Menjadi manusia yang beriman, berilmu, berdisiplin, dan berwawasan lingkungan.

2) Misi

a) Menumbuhkan penghayatan dan pengalaman terhadap agama yang dianut

b) Melaksanakan bimbingan pembelajaran secara intensif

c) Mendorong dan membantu siswa untuk mengenal potensi dirinya sehingga dapat berkembang secara optimal

d) Menumbuhkan sikap disiplin pada seluruh warga sekolah

e) Menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan dan kesehatan sekolah.

B) Profil SMP Negeri 33 Makassar

(7)

milik pemerintah. Didirikan pada tahun 1992 dan gunakan sampai sekarang. Telp./ Fax 0411-869885. Adapun Email: [email protected]. sekolah ini berdampingan dengan SMP Negeri 13 Makassar.

C) Keadaan Guru dan Siswa

Pada tahun ajaran baru ini, SMP Negeri 33 Makassar dikepalai oleh Andi Mardiani Maddusila, S.Pd., M.Pd. dan dengan wakilnya Drs. Kusnadi Idris M.Pd. Adapun guru Mata Pelajaran juga ada penambahan, yakni guru dan atau guru BK sebanyak 56 orang, serta staf tata usaha sejumlah 16 orang.

Jumlah keseluruhan siswa-siswi tahun ajaran 2015/2016 di SMP Negeri 33 Makassar sebanyak 1050 orang siswa, dengan jumlah siswa kelas vii sebanyak 395 orang yang terbagi dalam 11 rombel, kelas VIII sebanyak 312 orang yang terbagi dalam 9 rombel, dan kelas IX sebanyak 343 orang siswa yang terbagi dalam 10 rombel. Ditinjau dari jenis kelamin jumlas siswa, yaitu laki-laki 489 orang dan perempuan 561 orang.

D) Sarana dan Prasarana SMP Negeri 33 Makassar

SMP Negeri 33 Makassar selalu berusaha untuk melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana serta fasilitasnya sebagai penunjang pendidikan dari waktu kewaktu sesuai kebutuhan dan kemampuan sekolah. Apalagi dengan bantuan dana yang diberikan pemerintah guna perbaikan sarana dan prasarana sekolah makin memberi peluang bagi sekolah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada siswa.

SMP Negeri 33 Makassar dilengkapi sarana dan prasarana seperti ruang kelas sejumlah 24 ruang yang dipakai siswa untuk kelas pagi dan kelas siang. Lapangan upacara yang digunakan juga sebagai lapangan basket, serta lapangan bulutangkis, dan lain-lain. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di tabel 4.1.

(8)

N O

SARANA DAN PRASARANA JML UKURAN

1 Ruang kepala sekolah 1 6 x 3,6

2 Ruang tamu 1 6 x 3,6

3 Ruang guru 1 12 x 7

4 Pegawai/tatausaha 1 9 x 3

5 Dapur pegawai dan guru 1 2 x 1,5

6 Perpustakaan 1 12 x 7

7 Ruang kelas 24 9 x 7

8 BP/BK 1 9 x 7

9 laboratorium IPA 1 15 x 18

10 Laboratorium computer 1 9 x 7

11 Ruang osis 1 9 x 7

12 UKS 1 5 x 12

13 Ruang Pramuka 1 4 x 7

14 Ruang PMR 1 9 x 7

15 Ruang Tari 1 9 x 7

16 Ruang Hasil Keterampilan 1 6 x 12

17 WC Siswa 10 2 x 1,5

18 WC Guru dan Pegawai 5 2 x 1,5

19 Ruang Bujang 1 4 x 3

20 Lap. Parkir 1 7 x 6

21 Mushollah 1 7 x 6

22 Kantin 1 4 x 3

(9)

Sumber. Tata Usaha SMP Negeri 33 Makassar

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti dari tanggal 28 September 2016 sampai tanggal 30 Oktober 2016 di lapangan, peneliti berhasil mewawancarai 22 informan. Adapun penyajian data hasil penelitiannya bisa dilihat sebagai berikut.

1. Gambaran kualitas pembelajaran IPS di SMP Negeri 33 Makassar

Berikut ini akan diuraikan hasil penelitian yang dilakukan mengenai gambaran kualitas pembelajaran IPS di SMP Negeri 33 Makassar. Kualitas pembelajaran adalah kadar baik buruknya setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu siswa mempelajari suatu pengetahuan, keterampilan, sikap atau nilai yang baru. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pembelajaran yang berkaitan dengan perilaku pembelajaran oleh guru, perilaku belajar siswa, iklim belajar, materi, media, dan sistem pembelajaran.

Dari hasil pengamatan peneliti di lapangan ini bahwa kualitas suatu pembelajaran sangat besar dipengaruhi oleh guru dan siswa itu sendiri. Ketika guru mampu membangkitkan minat belajar siswa dan bagaimana perilaku siswa mau untuk belajar. Melakukan kenakalan di kelas adalah selain karena lahir dari diri sendiri dan pengaruh dari luar dirinya (yakni temannya), juga sebagai bentuk siswa protes dengan iklim pembelajaran. Maka interaksi yang baik antara guru dan siswa perlu dipelihara dan diperbaiki agar kualitas pembelajaran bias ditingkatkan dan tujuan pembelajaran yakni out-put sumber daya manusia bias menjadi lebih berkualitas.

(10)

Tujuan pembelajaran di dalam sekolah adalah menitik-beratkan pada perilaku siswa atau perbuatan mereka sebagai suatu jenis out-put yang terdapat pada siswa dan menunjukkan bahwa siswa tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar. Adapun hasil penelitian yang didapatkan mengenai gambaran perilaku kenakalan siswa di SMP Negeri 33 Makassar adalah sebagai berikut.

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti yang diperoleh di kelas, siswa kadang sengaja tidur di kelas, main HP, dan kadang mondar-mandir di kelas untuk mengganggu temannya dengan alasan meminjam pulpen atau alat tulis lainnya saat jam pelajaran berlangsung.

Dari hasil wawancara dengan berbagai informan di tempat rerpisah, dapat disimpulkan bahwa kenakalan siswa di SMP negeri 33 Makassar adalah bolos atau mengajak bolos, buang sampah sembarangan, main HP di kelas saat guru ada, ribut pada saat jam pelajaran, menyontek di HP dan bekerja sama dengan teman sebangkunya saat ulangan harian, merusak keindahan sekolah(mencoret dinding sekolah dan memecahkan pot bunga), berkelahi, mengejek guru dan teman-teman lainnya, berbicara yang tidak sopan, mencuri barang teman mulai dari barang yang murah (pulpen, buku, dll) sampai barang yang mahal (Handphone). Mewarnai rambut, lompat pagar, bermain bola di kelas, minum obat-obatan yang serupa Narkoba, dan menghisap lem.

3. Upaya yang dilakukan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran IPS dengan mengatasi kenakalan siswa di SMP Negeri 33 Makassar

(11)

pembelajaran khususnya dengan cara pengantasan kenakalan siswa, kita dapat menyimak hasil wawancara berikut ini.

Dari hasil wawancara dengan guru IPS kelas VII smart ibu Dra. Hj. Rosmawati, mengatakan:

Saya berusaha membuat siswa senang dengan pelajaran IPS, caranya saya menerapkan berbagai variasi model pembelajaran, agar siswa tidak bosan. Sebenarnya kita harus tahu kondisi lingkungan anak-anak tinggal, karena hal ini juga mempengaruhi minat belajar siswa. Saya sering bertanya ke siswa tentang keadaan dan pekerjaan orangtuanya. Kita berusaha memberi pengalih perhatian agar anak tidak melakukan kenakalan. Kadang juga saya memberi hukuman, berdiri di samping saya, sampai siswa ini mengaku tidak mengulangi. Setiap tatap muka diawali dengan wejangan/pesan. Jangan anak-anak langsung divonis nakal karena setiap anak-anak beda karakternya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Rosmawati ini, dapat disimpulkan bahwa salah satu upaya yang bisa dilakukan agar bisa memperbaiki kualitas pembelajaran IPS dalam hal ini mengatasi kenakalan siswa pada saat mata pelajaran IPS berlangsung adalah membuat siswa senang dengan IPS yakni dengan cara menggunakan berbagai macam model pembelajaran dan menggabungkannya. Kita mencoba mengalihkan perhatian anak yang nakal tersebut dengan memberi tugas khusus atau pertanyaan tiba-tiba ke anak itu. Atau kalau tidak berhasil sesekali kita gunakan metode hukuman ke siswa. Kita juga berusaha mengetahui latar belakang lingkungan siswa agar kita bisa mengetahui kondisi psikologis siswa masing-masing. Bagian yang juga ditekankan adalah melakukan cara umum yakni memberi wejangan. Metode ini bisa berfungsi menarik perhatian pada sebagian siswa.

(12)

a) tindakan preventif

Pihak sekolah dalam hal ini BK dan wakil kepala sekolah melakukan penyuluhan ke kelas guna menyampaikan hal-hal yang baik dilakukan dan dihindari oleh siswa. guru IPS memperbanyak motivasi ke siswa untuk menjadi manusia yang baik dan menasehati untuk menghindari hal-hal buruk, diawal pertemuan, di tengah-tengah menjelaskan materi di kelas dan mengaitkannya dengan materi ajar dan juga di luar kelas. Menjelaskan efek buruk jika mendapati siswa melakukan kenakalan. Guru IPS berusaha membuat siswa senang dengan IPS, dengan cara menggunakan berbagai model pembelajaran dan menggabungkannya. Guru memakai cara pensugestian terhadap hal-hal baik ke siswa, missal “memang semua siswaku adalah anak-anak yang rajin, tenang, dan suka kebersihan,” dsb. Memperlihatkan kepedulian guru terhadap siswa dengan memberikan uang jajan sesekali waktu kepada siswa yang nakal yang kebetulan latar belakangnya kurang mampu secara ekonomi.

b) Tindakan represif

Ketika siswa melakukan kenakalan di kelas, sebelum guru menyerahkan Penanganannya ke Kantor BK, guru memberikan penanganan yang dapat membuat siswa Berhenti melakukan hal tersebut atau setidaknya teralihkan perhatiannya. Karena tujuan dari pembelajaran adalah bukan hanya mengajarkan kepada yang mau saja namun mampu merubah yang tidak mau belajar menjadi mau untuk belajar dan mampu melalui dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Pilihan terakhir dari sekolah dalam mengatasi kenakalan agar tidak bertambah yakni dengan memberi hukuman agar menimbulkan efek jerah atau yang paling berat jika masih tetap demikian setelah ditegur dan dinasehati beberapa kali yakni dikeluarkan dari sekolah.

(13)

sering melakukan kenakalan. Menghimbau siswa dekat dengan guru BK-nya karena guru Bimbingan dan Konseling lebih paham cara menghadapi siswa dengan berbagai macam karakteristik khusus tiap pribadi siswa.

c) Tindakan kuratif dan rehabilitasi

Guru IPS berusaha menasehati/berbicara secara khusus dan pribadi kepada siswa yang bermasalah, menanyakan sebab Iya guru IPS juga menggunakan metode hukuman ke siswa. Guru IPS juga berusaha menjaga emosi agar tidak terpancing ketika ada siswa yang memancing kemarahan dan dengan mengejek guru atau membuat ribut, atau siswa berkelahi. Karena dengan guru turut marah, maka seisi kelas teralihkan dari belajar ke memperhatikan pertengktern/keributan yang terjadi dan kualitas pembelajaran yang diinginkan pun tidak tercapai. Ketika guru bersikap demikian, maka siswa yang lain akan belajar dari sikap guru dalam menangani kenakalan temannya dengan bersikap tenang sehingga mampu memberi penyelesaian masalah yang tepat.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan masalah yang diajukan disimpulkan sebagai berikut:

(14)

2. Gambaran perilaku kenakalan siswa di SMP Negeri 33 Makassar yaitu bolos, merusak keindahan sekolah, menyalahgunakan fungsi HP, bertingkah memancing kemarahan guru, berkelahi, berbicara tidak sopan, mencuri, minum obat-obatan yang serupa narkoba, dan menghisap lem.

3. Upaya yang dilakukan dalam perbaikan kualitas pembelajaran IPS dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP Negeri 33 Makassar telah dilakukan secara preventif, represif dan kuratif. Guru IPS secara khusus juga melakukan perbaikan pendekatan ke siswa secara klasikal dan individu.

5. SARAN

a) Bagi kepala sekolah SMP Negeri 33 Makassar hendaknya mengadakan program guru mengaji, dan membuat jadwal piket shalat di mushallah sekolah bagi para guru dan piket berkeliling kelas mengajak siswa turut serta. Menghidupkan pula ekstra kulikurel ikatan remaja mesjid 33 yang ada bagi siswa. Mengadakan alat pembesar suara untuk guru yang menghadapi kelas yang ribut untuk meminimalisir kelelahan guru dalam menjelaskan di kelas sehingga guru bisa lebih bijak dan tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi siswa yang nakal.

(15)

c) Bagi guru hendaknya memaksimalkan perannya sebagai pendidik yakni lebih peduli terhadap kepribadian siswa dan lebih sering memberikan bimbingan personal ke siswa sehingga timbul kedekatan siswa dengan guru. Hendaknya para guru memaksimalkan fungsinya sebagai teladan, misalnya dalam pengamalannya terhadap agama yang dianut dan perilaku terpuji. Bagi guru IPS hendaknya memaksimalkan motivasi ke siswa di sela-sela pembelajaran yang berkaitan dengan materi ajarannya. Tidak meninggalkan kelas ketika mengajar tanpa keperluan yang penting dan darurat, menjaga emosi agar tetap stabil ketika menghadapi kelas, memilih kata-kata yang baik yang dapat diteladani siswa, lebih meningkatkan kepedulian dengan siswa-siswanya yang terlibat dengan kenakalan. Dan menambah serta mengimplementasikan pengetahuan tentang keterampilan menghadapi siswa yang diketahui.

(16)

Anas, Suryana. "Inilah tawuran yang pernah terjadi di makassar sejak tahun 2008". 25 januari 2016. http://makassar. tribunnews.com/2011/06/09/inilah-tawuran-yang-pernah-terjadi-di-makassar-sejak tahun 2008" 25 januari 2016. h //makassar tawuran yang-pernah-terjadi-di-makassar-sejak-2008

Arifuddin, Muallif M. 2015. Pengaruh Tes dan Non Tes terhadap motivasi belajar Sosiologi pada siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Makassar. Skripsi: Universitas Negeri Makassar

Budiarti, Siswati. "Kenakalan Remaja, Bentuk, Penyebab, Dan Cara Mengatasinya". 1 mei 2016. https://siswatibudiarti.wordpress.com/2010/12/23/kenakalan-remaja-bentuk-penyebab-dan-cara-mengatasinya/

Cowley, Sue. 2011. Panduan Manajemen Perilaku Siswa. Jakarta: Esensi, Erlangga Group

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pusat Utama

Ghufron, M ur. Risnawati, Rini. 2012. Gaya Belajar. yakarta: Pustaka Pelajar

Gunawan, Rudy. 2011. Pendidikan IPS Bandung: Alfabeta

Gunarsa, Singgih.D. 1998. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja Jakarta: BPK Gunung Mulia

Haling, Abd, Dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar

(17)

Harun, Idrus "Matikan Saja Televisimu” 31 januari 2016. http://www.kompasiana.com/cuba/matikan-saja-televisimu 009 f02813311275efa7cb3

Kaelan. 2012. Metode penelitian Kualitatif Yokyakarta: Paradigma

Kartono, Kartini. 2014. Patologi Sosial ll: Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers

Pangewa, Maharuddin. 2010. Perencanaan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar

Permana, Aziz "Perilaku Menyimpang Atau Kenakalan Peserta Didik Dalam Kelas". 1 mei 2016. http:/leostudent blogspot atau kenakalan html

Santrock, John W. 2007. Remaja. Jilid 2. Edisi ke-11. Terjemahan. Jakarta: Erlangga

Supardan, Dadang. 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Bumi Aksara

Suryabrata, Sumadi. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif Bandung: Alfabeta.

Trianto. 2012. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menerapkan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi komputer (seperti SPC) akan memberikan suatu model yang berbasis unjuk kerja, hal ini

Analisis, Anava, dan DMRT Kadar Protein Non Flaky Crackers dengan Substitusi Tepung Sukun dan Tepung Ikan Teri Nasi. Tabel

Berdasarkan hasil dari wawancara informan menyebutkan bahwa RSIA Kemang Medical Care mengundang Pelanggan untuk berpartisipasi dalam memasarkan dan membuat produk yang

Ampul dibuat dari bahan gelas tidak berwarna akan tetapi untuk bahan obat yang peka terhadap cahaya, dapat digunakan ampul yang terbuat dari bahan gelas

Fiqih lingkungan ( Fiqh al-Bi‘ah ) dapat dipahami sebagai produk hukum Islam berkaitan dengan hukum taklifi yang dihasilkan dalam proses istinbat hukum melalui

Monopoli pengusahaan kelapa sawit oleh perkebunan besar, di mana rakyat hanya menjadi buruh dianggap oleh pemerintah sebagai suatu warisan jaman penjajahan yang tidak sesuai

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan model Economic Order Quantity (EOQ) dan dampaknya terhadap

Bagi perusahaan, diharapkan agar hasil penelitian dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan tempat penelitian dilakukan, untuk dapat menentukan langkah selanjutnya