TUGAS MATA KULIAH
GEOLOGI
Syahrul, ST., M.Eng Review Jurnal Iklim Dan Cuaca
Program Studi Teknik Sipil
Oleh
MUHAMMAD ALA'UDIN ATHARI
NPM : 16.11.1001.7311.020
FAKULTAS TEKNIK
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Iklim dan Cuaca".
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Geologi Fisik di Jurusan Pertambangan,Universitas 17 Agustus 1945.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
P enulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……… …….i
DAFTAR
ISI……….. .iii
BAB I .
PENDAHULUAN……… …….1
A. Latar Belakang………. 1
B. Maksud dan
Tujuan……….1 C. Manfaat……… ………1
BAB II. IKLIM DAN
CUACA………..5
A. Defenisi Iklim dan Cuaca………...5
C. Alat Pengukur Iklim Dan Cuaca………18
D. Klasifikasi Iklim………26
E. Gejala-Gejala Cuaca………..31
F. Gejala Optic Atmosfer………31
G. Perubahan Iklim………..32
F. Dampak Perubahan Iiklim……….32
G. Manfaat Iklim Dan Cuaca Dalam Kehidupan Sehari-Hari………..37
B1AB III.
PENUTUP……… …..38
A.Kesimpulan……… ……….38
DAFTAR
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bumi kita senantiasa diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi disebut dengan atmosfer yang teridiri dari gas. Atmosfer berdasarkan temperaturnya terdiri dari beberapa lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Perubahan cuaca dan iklim terjadi pada lapisan troposfer.
Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur : temperatur tekanan, kelembaban, angin, awan, dan curah hujan. Pengertian cuaca adalah rata-rata udara di suatu tempat uang terbatas dan relatif sempit, sedangkan iklim adalah keadaan rata cuaca di satu daerah yang cukup luas dan dalam kurun waktu yang cukup lama. Iklim dunia dikelompokan berdasarkan berdasarkan garis lintang dan garisbujursertasuhu. Kita hanya mengetahui kata iklim dan kata cuaca, akan tetapi kurang mengerti akan arti dari iklim atau cuaca tersebut apa. Maka dari itu saya menjadikan “Iklim Dan Cuaca” sebagai pembahasan dalam Makalah ini.
B. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
C. Manfaat
Manfaat penulisan dari makalah ini yaitu untuk menambah pengetahuan tentang iklim dan cuaca yang sebelumnya kurang mengerti akan iklim atau cuaca tersebut apa.
BAB II.
IKLIM DAN CUACA
A. Defenisi Iklim dan Cuaca
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama.Cuaca adalah keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit.
Iklim didefinisikan sebagai berikut :
Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979).
Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang iklim disebut klimatologi.
Beberapa definisi cuaca adalah :
Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu saat termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979).
Keadaan variable atmosfer secara keseluruhan disuatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980).
Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban dan berbagai fenomena hujan, disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1987).
Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang cuaca disebut meteorologi.
Pengertian iklim menurit para ahli yaitu :
atas perubahan cuaca harian dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan atau nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting.
Ø Trenberth, Houghton and Filho (1995) : mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Effendy (2001) salah satu akibat dari penyimpangan iklim adalah terjadinya fenomena El-Nino dan La-Nina. Fenomena El-Nino akan menyebabkan penurunan jumlah curah hujan jauh di bawah normal untuk beberapa daerah di Indonesia. Kondisi sebaliknya terjadi pada saat fenomena La-nina berlangsung.
Ø Menurut Winarso (2003) : berdasarkan kajian dan pantauan dibidang iklim siklus cuaca dan iklim terpanjang adalah 30 tahun dan terpendek adalah10 tahun dimana kondisi ini dapat menunjukkan kondisi baku yang umumnya akan berguna untuk menentukan kondisi iklim per dekade. Penyimpangan iklim mungkin akan, sedang atau telah terjadi bila dilihat lebih jauh dari kondisi cuaca dan iklim yang terjadi saat ini.
B. Unsur-Unsur Iklim dan Cuaca 1. Radiasi Matahari (Surya)
lamanya radiasi berlangsung. Intensitas radiasi matahari terbesar terjadi di daerah tropis.
Radiasi surya merupakan unsur iklim/cuaca utama yang akan mempengaruhi keadaan unsur iklim/cuaca lainnya. Perbedaan penerimaan radiasi surya antar tempat di permukaan bumi akan menciptakan pola angin yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi curah hujan, suhu udara, kelembaban nisbi udara, dan lain-lain. Pengendali iklim suatu wilayah berbeda dari pengendali iklim di bumi secara menyeluruh.Pengendali iklim bumi yang dikenal sebagai komponen iklim terdiri dari
lingkungan atmosfer, hidrosfer, litester, kriosfer, dan biosfer. Dalam hal ini akan terjadi hubungan interaksi dua arah di antara ke lima jenis lingkungan tersebut dengan unsur iklim/cuaca. Kondisi iklim/cuaca akan mempengaruhi proses-proses fisika, kimia, biologi, ekofisiologi, dan kesesuaian ekologi dari
komponen lingkungan yang ada.
Spektrum radiasi yang dipantulkan dan dipancarkan tanah, vegetasi, air dan materi lainnya berbeda dengan spectrum radiasi matahari karena karakteristik serapan, pantulan dan penerusan radiasi matahari oleh materi-materi tersebut berbeda satu sama lain. Buktinya terlihat pada warna pada permukaan benda tersebut.
rata-ratanya dari matahari. Angka ini disebut Konstanta Surya (Solar Constant).
Faktor yang mempengaruhi penerimaan radiasi surya di permukaan bumi ada dua. Pertama jarak dari matahari kebumi. Bumi mengelilngi matahari (revolusi) dengan lintasan yang elips, perubahan jarak menimbulkan variasi penerimaan radiasi surya. Perihelion: radiasi maksimum 2.01 ly.min-1(3 Januari jarak terdekat). Aphelion: radiasi minimum 1.88 ly.min -1 (Jarak terjauh 4 juli). Kedua Panjang hari dan sudut datang. Selain atmosfer penerimaan radiasi surya disebabkan oleh sudut jatuh. Sinar jatuh dengan posisi miring, memberikan lebih sedikit energy radiasi karena lapisan atmosfer menjadi lebih tebal dan bayak sinar yang dipantulkan.
Umumnya di nusantara sinar matahari terdapat dalam jumlah yang cukup. Penyinaran yang terlalu kuat dapat merangsang kembang dan buahnya terlalu lebat karenanya hanya dapat memberi hasil yang baik untuk beberapa tahun saja. Terlalu banyak matahari juga dapat mengakibatkan terlalu cepat merosotnya keadaan tanah. Penghancuran humus didaerah-daerah tropis yang lebih rendah juga sudah berjalan dengan sangat cepat.
2. Tekanan Udara
timbul akibat adanya berat dari lapisan udara. Udara yang menyelubungi bumi ini adalah dan mempunyai massa. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah barometer sedangkan alat yang bias mencatat sendiri disebut barograph. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung tekanan adalah p₂ = p₁ - h/8 x 1mb.
p₁ = 1013 mb.
Tekanan udara adalah berat udara pada permukaan bumi sampai batas atmosfer, pada daerah seluas 1 cm2 , temperatur 00 C, pada ketinggian 0 m di atas permukaan laut ( pal ) dan pada garis lintang 450 C. Tekanan udara tersebut besarnya 75 cm Hg tar. Tekanan 76 cm Hg ini disebut atmosfer.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran tekanan udara antara lain garis lintang bumi, lautan dan daratan, untuk menggambarkan tekanan udara disuatu daerah, ditarik garis-garis isobar. Garis ini menggambarkan sebaran tekanan udara pada suatu periode tertentu. Tekanan udara selalu turun dengan naiknya ketinggian tempat.
Suatu daerah yang mempunyai suhu rendah atau dingin mempunyai tekanan udara yang maksimum,sedang daerah yang mempunyai suhu yang tinggi menyebabkan tekanan udaranya rendah karena udara mengembang. Hal ini menyebabkan terjadinya angin, karena udara bertekanan maksimum bergerak menuju daerah yang tekanan udaranya minimum.
Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat dan waktu yang berbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun.
Hal ini dipengaruhi oleh:
· Sifat udara yang dapat dimampatkan, kekuatan gravitasi makin ke atas makin lemah.
· Adanya variasi suhu secara vertikal di atas troposfer (>32 km) sehingga makin tinggi tempat suhu makin naik.
Tekanan atmosfer adalah tekanan pada titik manapun di atmosfer bumi. Umumnya, tekanan atmosfer hampir sama dengan tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh berat udara di atas titik pengukuran. Massa udara dipengaruhi tekanan atmosfer umum di dalam massa tersebut, yang menciptakan daerah dengan tekanan tinggi (antisiklon) dan tekanan rendah (depresi). Daerah bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih sedikit di atas lokasinya, di mana sebaliknya, daerah bertekanan tinggi memiliki massa atmosfer lebih besar di atas lokasinya.
3. Suhu atau Temperatur Udara
Temperatur udara adalah derajat panas udara. Alat untuk mengukur temperature udara adalah termometer.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara suatu daerah adalah :
1. Sudut datangnya sinar mathari
Sudut datangnya sinar matahari sangat menentukan panasnya sinar suhi dipermukaan bumi. Jika sinar matahari tegak lurus dengan dengan permukaan bumi maka suhu udara dipermukaan bumi akan mendapatkan pemanasan yang maksimal. Sedangkan jika arah datangnya matahari itu condong maka pemanasan permukaan bumi akan tidak masimal.
Lamanya penyinaran permukaan bumi juga mempengaruhi suhu dipermukaan bumi. Lama penyinaran itu juga tergantung pada letak suatu wilayah.
Contoh :
lintang Lama waktu penyinaran maksimal
o° 12 jam
17° 13 jam
41° 15 jam
49° 16 jam
63° 20 jam
66,5° 24 jam 67,5° 1 bulan 90°(kutub) 6 bulan
3.Ketinggian tempat
Faktor ini juga sangat mempengaruhi suhu udara. Karna semakin tinggi di atas permukaan laut semakin rendah suhu udaranya. Penurunan suhu udara setiap 100 meter yaitu berkurang 0,5°-0,6°c. sedangkan suhu udara diatas permukaan laut 26°c.
4 Jarak suatu tempat ke laut
5.Banya sedikitnya awan
Semakin banyak awan maka semakin sedikit panas yang diterima oleh bumi.
Pemanasan permukaan bumi adayang secara langsung ada juga pemanasan permukaan bumi secara tidak langsung. Pemanasan bumi secara tidak langsung yaitu :
1. Konduksi
Konduksi adalah pemanasan yang dilakukan dengan peroses perpindahan panas antara dua benda yang bersentuhan.
2. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas secara gerak vertikal ke atas kebawah.
3. Adveksi
Adveksi adalah proses pemnindahan secara mendatar/horizontal. 4. Turbelensi
Turbelensi adalah gerakan angin yang berputar-putar akibat ada tekana rendah di tengah-tengah tekanan udara yang tinggi.
Garis isotherm adalah garis hayal yang menghubungkan tempat tempat yang memiliki suhu rata-rata yang sama.
4. Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Angin terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Jenis-jenis angin dapat dibedakan :
a. Angin tetap yang meliputi angin barat, angin timur, angin pasat, angin anti pasat
darat selain angin muson ada angin darat dan angin laut, angin gunung dan angin lembah.
Proses terjadinya angin lembah dan angin gunung
c. Angin lokal yang meliputi angin siklon yaitu angin di daerah depresi yang memiliki barometris minimum dan di kelilingi barometris maksimum, Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan di kelilingi barometris minimum, Angin fohn angin yang bersifat panas dan kerin yang turun di daerah pegunungan.
Angin siklon
Angin adalah udara yang bergerak dari dari tekann tinggi ketekanan rendah.
kecepatan angin dapat dihitung dengan ada beberapa factor.
Hal yang harus diperhatikan dalam mengamati angin antara lain :
Ø Kecepatan angin Ø Kekuatan angin Ø Arah angin
Baromerik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara antara 2 isobar melalui garis lurus, dihitung tiap 111 km(jarak di daerah ekuator = 1°.
Macam-macam angin v Angin tetap
Angin tetep adalah angin yang arah tiupanya selalu sama sepanjang tahun.
· Angin anti pasat · Angin barat · Angin timur v Angin periodik
Angin periodik dibagi menjadi dua :
· angin periodik setengah harian, meliputi : angin darat, angin laut, angin lembah, dan angin gunung.
· Angin periodic setengah tahunan/angin muson. v Angin local
Angin local adalah angin yang bertiup didaerah tertentu saja, antara lain :
· Angin terjun (fohn)
· Angin siklon dan angin anti siklon
Kecepatan dan arah angin masing-masing diukur dengan anemometer dan penunjuk arah angin. Anemometer yang lazim adalah anemometer cawan yang terbentuk dari lingkaran kecil sebanyak tiga (kadang-kadang empat) cawan yang berputar mengitari sumbu tegak. Kecepatan putaran mengukur kecepatan angin dan jumlah seluruh perputaran mengitari sumbu itu memberi ukuran berapa jangkauan angin, jarak tempuh kantung tertentu udara dalam waktu yang ditetapkan.
subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Kedua angin anti passat. Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin anti passat. Ketiga angin barat. Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis utara dan selatan mengalir ke daerah sedang utara dan daerah sedang selatan sebagai angin barat. Keempat angin timur. Angin timur bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub. Terakhir angin muson (monsun). Angin muson adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun.
Faktor terjadinya angin ada empat. Pertama gradien barometris yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin. Kedua letak tempat. Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa. Ketiga tinggi tempat. Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil. Terakhir waktu. Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.
Erosi angin pada dasarnya disebabkan pengaruh angin pada partikel-partikel yang ukurannya cocok untuk bergerak dengan saltasi.
(1) Bila partikel-partikel tanah dapat dibentuk ke dalam kelompok / butiran yang terlalu besar ukurannya untuk bergerak dengan saltasi.
(2) Bila kecepatan angin dekat permukaan tanah dapat dikurangi melalui penggunaan tanah oleh tanaman tertutup.
(3) Dengan menggunakan jalur-jalur tanggul / tanaman penutup lain yang cukup untuk menangkap dan menahan partikel-partikel yang bergerak dengan saltasi.
5. Kelembaban dan pH Tanah
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara.
Kelembaban udara dibedakan atas :
· Kelembaban spesifik yaitu banyaknya uap air yang dikandung dalam 1 kilogram udara.
·Kelembaban absolute yaitu densitas uap airsebanyak 12 gram. Rumus Kelembapan Absolut:
Jumlah Uap Air
Kelembapan absolute = Volume suatu tempat
· Kelembaban relative/nisbi yaitu perbandingan antara jumlah uap air yang ada secara nyata dengan jumlah uapair maksimum yang mampu dikan dung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.
Jumlah Uap Air
Kelembapan absolute = Volume suatu tempat x 100%
diperlihatkan dengan berbagai cara. Tekanan uap yang dinyatakan dalam minibar, tetapi dalam penggunaanya yang lebih sering, satuan lainya dipakai untuk menyatakan kandungan uap air .
Kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan oleh penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radisi matahari. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara oleh sebab itu kandungan uap air di udara dekat tersebut akan berkurang.
Salah satu fungsi kelembaban udara dalah sebagai lapisan pelindung permukaan bumi. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap atau memantulkan, sekurang-kurangnya setelah radiasi matahari gelombang pendek yang menuju kepermukaaan bumi. Ia juga menahan keluarnya radiasi matahari gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam.
Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan adalah perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan atau dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang terbuka saja, tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evaporasi.
turun ke bumi menjadi run off ataupun infiltrasi. Kelembaban tanah sangat penting untuk studi potensi air dan studi neraca air. 6. Awan
Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Awan yang mencapai permukaan bumi disebut kabut.
Pembagian awan berdasarkan morfologi
mengumpul pada sekeliling partikel-partikel kecil. Inti- inti tersebut biasanya terdiri atas asap, benda mikroskopik yang bersifat menyerap, dan kristal garam. Jenis awan didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus.
7. Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometer atau disebut raingauge. Berdasarkan bentuknya hujan dibedakan sebagai berikut yaitu hujan air, hujan salju, hujan es. Berdasar proses terjadinya hujan dibedakan yaitu hujan orografis yaitu hujan yang terjadi di daerah pegunungan, hujan konveksi, hujan frontal hujan yang terjadi di daerah sub tropis, hujan konvergen hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin. Berikut disajikan video animasi sederhana proses terjadinya hujan.
menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.
Ada empat jenis hujan berdasarkan proses terjadinya: 1. Hujan konveksi
Adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu masa udara sehingga gerakan udara naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.
2. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.
3. Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.
4. Hujan Konvergensi
Hujan konvergensi adalah hujan frontal pada daerah konvergensi antar tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal.
5. Hujan muson
Hujan muson terjadi karena diperngaruhi oleh tiupan angin muson.
C. Alat Pengukur Iklim dan Cuaca
Ada beberapa alat untuk mengukur iklim dan cuaca yaitu sebagai berikut:
Ø Termometer Dinding
Ø Alat Bantu PenunjukArah Angin.
Pengamatan dari unsur / keadaan cuaca dan iklim memerlukan alat-alat meteorology yang pada dasarnya sama dengan alat-alat ilmiah lainnya yang digunakan untuk penelitian di laboratorium yang bersifat peka dan teliti dan harus memenuhi syarat kuat dan sederhana. Alat-alat tersebut terdiri atas dua jenis yaitu,yang dipakai/dipasang di ruang tertutup dan terbuka. Dari cara pembacaan juga dibagi dua yaitu :
· recording : dapat mencatat data secara terus-menerus,sejak pemasangan sampai pergantian alat berikutnya. Contoh : barograf , anemograf dll
· non recording : alat yang digunakan harus dibaca pada saat-saat tertentu untuk memperoleh data . Alat ini tidak dapat mencatat dengan sendirinya, Contoh : barometer , anemometer , termometer dll
Termometer Raksa
Thermometer harus dipasang mendatar di lapangan terbuka yang pemasangan alatnya menggunakan alas kayu / besi sebagai penahan dan pada siang hari alat ini harus dilepas menghindari sinar matahari lalu pada petang hari thermometer akan dipasang kembali ,namun untuk lebih sederhananya dapat juga diberi pelindung atau dengan menempelkan thermometer ke dinding
Higrometer Digital
Higrometer yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara ini menggunakan rambut manusia karena panjang
rambutnya mudah diukur. Higrometer dipasang di dalam sangkar steveson .
Pluviometer yang digunakan untuk meakar hujan ini tidak dapat mencatat sendiri ,corong alat yang mempunyai bak penampung air hujan yang berbentuk silindris dan gelas penakar hujan dengan skala sampai 25 mm ini harus ditaruh di tempat yang terbuka dan datar ,dipasang dengan cara menyekrupnya pada balok kuatyang sudah dicat putih dan ditanam pada pondasi beton ,tinggi corong dari permukaan tanah 120 cm.
Anemometer
Anemometer digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin dan harus ditempatkan di daerah terbuka , pada saat tertiup angina, baling-baling yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah angin dan di dalamnya terdapat alat pencacah yang akan menghitung kecepatan angina dan lalu hasilnya akan dicocokkan dengan Skala Beaufort.
Anemometer Digital
Kecepatan atau kecepatan angin diukur dengan anemometer cup, instrumen dengan tiga atau empat logam berlubang kecil belahan ditetapkan, sehingga mereka menangkap angin dan berputar tentang batang vertikal. Sebuah catatan perangkat listrik revolusi dari cangkir dan menghitung kecepatan angin. The anemometer kata berasal dari kata Yunani untuk angin, “anemos.”
Mekanikal Anemometer
anemometer yang sama kemudian kembali ditemukan oleh Inggris Robert Hookeyang sering keliru dianggap sebagai penemu pertama anemometer. Bangsa Maya juga membangun menara angin (anemometers) pada saat yang sama seperti Hooke. kredit referensi lain Wolfius sebagai re-inventing anemometer di 1709.
Piala hemispherical Anemometer
The cup anemometer hemispherical (masih digunakan sampai sekarang) diciptakan pada tahun 1846 oleh peneliti Irlandia, John Thomas Romney Robinson dan terdiri dari empat cangkir hemispherical. Cangkir diputar horizontal dengan angin dan kombinasi roda mencatat jumlah revolusi pada waktu tertentu. Ingin membangun sendiri anemometer cup hemispherical
Sonic Anemometer
Sebuah anemometer sonik menentukan kecepatan dan arah angin sesaat (turbulensi) dengan mengukur berapa banyak gelombang suara perjalanan antara sepasang transduser yang dipercepat atau diperlambat oleh pengaruh angin. The anemometer sonik ditemukan oleh ahli geologi Dr Andreas Pflitsch pada tahun 1994.
Wind Komputer “Wicom”
Pada tahun 1986, komputer angin pertama “Wicom” dilahirkan.
Fungsi Anemometer :
Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort). Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah 0o – 360o serta arah mata angin.
Prinsip Kerja
Mengukur Kecepatan dan Arah Angin
Angin adalah gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat lainnya. Angin diartikan pula sebagai gerakan relatif udara terhadap permukaan bumi, pada arah horizontal atau hampir horinzontal. Masa udara ini mempunyai sifat yang dibedakan antara lain oleh kelembaban (RH) dan suhunya, sehingga dikenal adanya angin basah, angin kering dan sebagainya. Sifat-sifat ini dipengaruhi oleh tiga hal utama, yaitu (1) daerah asalnya dan (2) daerah yang dilewatinya dan (3) lama atau jarak pergerakannya. Dua komponen angin yang diukur ialah kecepatan dan arahnya.
Lamanya pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya disesuaikan dengan kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan tahunannya. Bila dipandang perlu dapat dilakukan pengamatan interval waktu lebih pendek agar dapat diketahui rata-rata kecepatan angin periode pagi, siang, dan malam.
A. Kecepatan Angin
satuan meter per detik (m/d), kilometer per jam (km/j), dan mil per jam (mi/j). Satuan mil (mil laut) per jam disebut juga knot (kn); 1 kn = 1,85 km/j = 1,151mi/j = 0,514 m/d atau 1 m/d = 2,237 mi/j = 1,944 kn. Kecepatan angin bervariasi dengan ketinggian dari permukaan tanah, sehingga dikenal adanya profil angin, dimana makin tinggi gerakan angin makin cepat. Kecepatan angin diukur dengan menggunakan alat yang disebut Anemometer atau Anemograf.
Ada beberapa beberapa tipe Anemometer , yaitu : Ø Anemometer dengan tiga atau empat mangkok
Sensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem mekanik roda gigi, perputaran rotor mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan akumulasi jarak tempuh angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut, sehingga kecepatan anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang waktu pengamatannya. Jenis anemometer menurut kecepatan terdiri dari :
o Anemometer piala
o Anemometer kincir angin o Anemometer laser Doppler o Anemometer sonik
o Anemometer hot-wire
Jenis anemometer mnurut tekanan terdiri dari : o Anemometer piring
o Anemometer tabung
Ø Anemometer propeler
Anemometer ini hampir sana dengan anemometer di atas, bedanya hanya mangkoknya terpasang pada poros horizontal. Ø Anemometer tabung bertekanan.
Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan Sehubungan dengan adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Untuk bidang agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas permukaan tanah. Untuk mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan Panci Kelas A, dipasang anemometer setinggi 0,5 m. Dilapangan terbang pemasangan umumnya setinggi 10 m. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat. Untuk keperluan navigasi alat harus dipasang pada jarak 10 x tinggi faktor penghalang seperti adanya bangunan atau pohon. Sebagian besar Anemometer ini umumnya tidak dapat merekam kecepatan angin dibawah 1 atau 2 mi/j karena ada faktor gesekan pada awal putaran.
B. Arah Angin
angin laut. Arah angin untuk angi di daerah permukaan biasanya dinyatakan dalam 16 arah kompas yang dikenal dengan istilah Wind Rose, sedangkan untuk angin di daerah atas dinyatakan dengan derajat dimulai dari arah Utara bergerak searah jarum jam sampai di arah yang bersangkutan. Bila tidak ada tiupan angin maka arah angin dinyatakan dengan kode 00 dan bila angin berasal dari titik utara dinyatakan dengan 3600. Arah angin tiap saat dapat dilihat dari posisi panah angin (Wind Vane), atau dari posisi kantong angin (Wind Sack). Pengamatan dengan kantong umumnya dilakukan dilapangan terbang. Untuk dapat memberikan petunjukan arah yang lebih mudah dilihat maka panah angin dihubungkan dengan sistem aliran listrik sehingga posisi panah angin langsung ditunjukan oleh jarum pada kotak monitornya. Perkembangan lebih lanjut dari sistem ini menghasilkan rekaman pada silinder berpias. Panah angin umumnya dipasang bersama dengan mangkok anemometer dengan ketinggian 10 meter.
Campbell Stokes
Campbell stokes ini digunakan untuk mengukur intesitas dan lama penyinaran matahari dan dilengkapi dengan kartu khusus yang berperan sebagai pencatat data yang dipasang di bawah lensa pada alat, kemudian diletakkan di tempat terbuka.
Radiasi matahari dalam perjalanannya melewati atmosfer menuju permukaan bumi mengalami penyerapan (absorpsi), pemantulan, hamburan dan pemancaran kembali atau reradiasi.
Radiasi matahari yang jatuh biasanya ditaksir dengan menggunakan alat perekam penyinaran matahari yaitu dengan Campbell Stokes. Alat ini mengukur durasi atau lamanya penyinaran matahari yang cerah dan terdiri dari sebuah bola pejal yang terbuat dari gelas. Sinar matahari akan di fokuskan atau dipusatkan oleh bola gelas tadi pada sutu kertas tebal yang peka dan khusus. Pias yang berskala pada jam ini dipasang pada logam berbentuk setengah mangkok yang konsentris dengan bola gelas tersebut. Sinar matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada pias. Durasi total penyinaran matahari cerah sepanjang siang hari di dapatkan dengan mengukur panjang total dari bekas pada pias.
Evaporimeter Panci Terbuka
Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut :
1. Panci Bundar Besar
Terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat. Panci ini mempunyai garis tengah 122 cm dan tingginya 25,4 cm.
Suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan. Untuk jenis cassella, terdiri dari sebuah batang yang berskala, dan sebuah sekrup yang berada pada batang tersebut, digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Sekrup ini berfungsi sebagai micrometer yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari micrometer mencatat perubahan ujung jarum setinggi 1 mm. Hook gauge buatan Perancis mempunyai micrometer yang dibagi menjadi 20 bagian. Dalam satu bagian menyatakan perubahan tinggi jarum 0,1 mm, berarti untuk satu putaran penuh, perubahan tinggi jarum sebanyak 2mm.
3. Still Well
Bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki. Pada tiap kaki terdapat skrup untu menyetel/ mengatur kedudukan bejana agar letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang, sehingga permukaan air dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat permukaan air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan pada panci, sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah dilakukan.
4. Thermometer air dan thermometer maximum/ minimum
Thermometer dipasang pada rangka baja non magnetis yang terapung sdikit di bawah permukaan air oleh pelampung aluminium. Kedua bola thermometer dilindungi terhadap radiasi. Indeks dibuat dari gelas dengan sumbu besi dan mempunyai pegas sehingga dapat dipengeruhi gaya magnet. Suhu maximum ditunjukkan oleh kanan index dalam tabung atas. Suhu minimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dalam tabung bawah. Magnet batang digunakan untuk menyetel kedudukan index setelah suhu dibaca
5. Cup Counter Anemometer
Alat ini dipasang sebelah selatan dekat pusat panci, dengan mangkok-mangkoknya sedikit lebih tinggi. Terutama sekali digunakan untuk mengukur banyaknya angin selama 24 jam. 6. Pondasi/ Alas
Dibuat dari kayu dicat sehingga tahan terhadap cuaca dan rayap. Bagian ata kayu dicat putih untuk mengurngi penyerapan radiasi sinar matahari
7. Penakar hujan biasa
Untuk memperoleh data curah hujan, yang digunakan dalam menentukan penguapan pada hari-hari hujan. Penakar hujan dipasang +2m dari evaporimeter.
Alat-alat untuk mengukur Relative Humidity dinamakan Psychrometer atau Hygrometer. Pada umumnya alat bola kering dan bola basah dinamakan Psychrometer. Dengan Hygrometer, Relative Humidity dapat langsung dibaca. Hygrometer ialah alat yang mencatat Relative Humidity.
Psychrometer ini terdiri dari dua buah thermometer air raksa, yaitu :
2. Thermometer Bola Basah : tabung air raksa dibasahi agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu; suhu yang diperlukan agar uap air dapat berkondensasi.
Suhu udara didapat dari suhu pada termometer bola kering, sedangkan RH (kelembaban udara) didapat dengan perhitungan:
Hal-hal yang sangat mempengaruhi ketelitian pengukuran kelembaban dengan mempergunakan Psychrometer ialah :
a. Sifat peka, teliti dan cara membaca thermometer-thermometer
b. Kecepatan udara melalui Thermometer bola basah c. Ukuran, bentuk, bahan dan cara membasahi kain d. Letak bola kering atau bola basah
e. Suhu dan murninya air yang dipakai untuk membasahi kain
Penakar Hujan Jenis Hellman
ditentukan dengan menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias.
II.4. Klasifikasi Iklim 1. Iklim matahari
Pembagian iklim matahari didasarkan pada kedudukan matahari terhadap muka bumi. Iklim matahari dibedakan menjadi empat yaitu :
iklim tropic
Iklim sebtropik
Iklim sedang
Iklim dingin
2. Iklim fisis
Iklim fisis didasarkan pada keadaan sesungguhnya di permukaan bumi. Tipe-tipe iklim fisis yaitu :
Iklim kontinental
Iklim ini dipengaruhi oleh ilim darat yang ditandai dengan amplitude suhu harian tinggi dan amplitudo tahunan juga tinggi.
Iklim maritime
Iklim dataran tinggi
Iklim ini dipengaruhi oleh angin gunung yang ditandai dengan amplitude suhu harian besar, tekanan udara rendah,udara kering, sinar matahari sangat terik, dan jarang turun hujan.
Iklim muson
Iklim muson ini berada didaerah yang dilalui oleh angin muson yang bertiup enam bulan sekali iklim ini ditandai dengan
deriupnya angin setangah tahun membawa hujan dan setengah tahun yang menimbulkan kemarau.
Kelasifikasi menurut para ahli yaitu : 1. Menurut koppen
Pada tahun 1918 Dr. Waldamir Koppen (Jerman) dalam bukunya Grundisserder Klimatologie, mempperkenalkan ilmu iklim dunia menjadi 5 tipe, yaitu A, B, C, D dan E serta ditambah huruf kecil. Dasar klasifikasi adalah:
a. Suhu udara b. Curah hujan c. Pennguapan
Adapun pembagian iklim tersebut sebagai berikut: 1) Ikllim tipe A (iklim hutan tropis) atau hjan tropis o Hujan rata-rata tahunan > 60 cm
o Suhu terdingin > 180C
o Hujan rata-rata tahunan 200C – 250C
Ø Af: panas, basah terdapat hutan rimba (Irian, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan)
Ø As: savana, musim dingin kering (Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Nusa Tenggara)
Ø As: savana, musim panas kering 2) Iklim tipe B (kering)
o Curah hujan sedikit o Penguapan tetap tinggi Ø Bs: stepa, padang rumput Ø Bw: iklim gurun, padang pasir
3) Iklim tipe C (sedang)
o Suhu bulan terdingin < 100C dan > -30 C o Suhu bulan terpanas > 100C
o Curah hujan banyak
Ø Cw: iklim sedang dengan musim dingin kering Ø Cs: iklim sedang musim panas kering
Ø Cf: iklim sedang basah
4) Iklim tipe D (iklim boreal/hujan salju) o Suhu rata-rata bulan terdingin < -30 C o Suhu rata-rata bulan terpanas > 100 C Ø Df: boreal musim dingin basah
Ø Dw: boreal musim dingin kering 5) Iklim tipe E (kutub)
o Penuh salju
o Bilan terpanas < 100C o Terdapat tumbuhan lumut Ø Et: tundra
Ø Ef: es abadi
Ø Efn: iklim didataran tinggi > 3.000 m suhu terpanas < 00C
Koppen menentukan tipe iklim dengan mencari jumlah bulan basah dan bulan kering, kemudian dihubungkan dengan garis lurus pada diagram Koppen dengan mengambil data curah hujan dalam setahun.
2. Menurut Schmidt-ferguson
Q = rata-rata bulan kering x 100% rata-rata bulan basah
Schmidt-Fergushon membagi iklim Indonesia menjadi delapan tipe yaitu :
1. Iklim A; sangat basah, qilai Q = 0-14,3%
2. Iklim B; basah, nilai Q = 14,3-33,3%
3. Iklim C; agak basah, nilai Q = 33,3-60%
4. Iklim D; sedang, nilai Q = 60-100%
5. Iklim E; agak kering, nilai Q = 100-167%
6. Iklim F; kering; nilai Q = 167-300%
7. Iklim G; sangat kering, nilai Q = 300-700%
8. Iklim H; luar biasa kering, nilai Q = >700%
SIMBOL INDEKS Q DALAM %
0 0,0
A 1 14,3
B 2 33,3
C 3 60,0
D 4 100,0
E 5 167,5
G 7 700,0
H 8
3. Menurut Oldeman
Menurut dia didasarkan atas jumlah bulan basah secara berurutan dan jumlah bulan kering.
1. A = jika terdapat 9 bulan basah berurutan
2. B = jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan
3. C = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan
4. D = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan
5. E = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan
4. Menurut F.W.Junghuhn
Menurutnya diklasifikasi dengan cara menghitung ketinggian tempat dan jenis tanaman. Junghuhn membagi iklim menjadi empat zona yaitu :
Daerah panas
Daerah sedang
Daerah sejuk
Daerah dingin
Gejala cuaca adalah serangkaian gejala alam yang terbentuk karena temperature, kelembaban dan tekanan udara. gejala-gejala cuaca yaitu:
1. Kilat, Guntur dan petir
Kilat adalah aliran listrik dalam bentuk sinar atau cahaya yang muncul secara tiba-tiba dari antara dua awan yang berbeda muatan listrik.
2. Kabut
Kabut adalah udara lembab yang berisikan jutaan butir air kecil halus yang letaknya dekat diatas permukaan tanah
Macam-macam kabut :
Kabut slokan / kabut sawak
Kabut pemancaran
Kabut adveksi
Kabut yang terjadi dikota industry
3. Awan
Awan adalah kumpulan titik air atau Kristal-kristal es yang halus diatmosfir.
II.6. Gejala Optic Di Atmosfer
Pelangi adalah busur warna di udara yang terdiri dari warna merah,jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
2. Halo
Halo adalah lingkaran sinar putih yang mengelilingi bulan atau matahari
3. Aurora
Aurora adalah gejala berupa cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub.
4. Sandikala
Sandikala adalah cahaya berwarna merah kekuningan yang tampak di ufuk barat mengiringi matahari terbenam.
5. Fatamorgana
Fatamorgana adalah suatu ilusi optic yang disebabkan pantulan cahaya oleh lapisan udara dengan temperature yang berlainan dekat permukaan tanah.
II.7. Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektorkehidupan manusia.
(muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut. Namun sekarang, iklim di Indonesia menjadi lebih hangat. Iklim tersebut telh berubah sejak abad 20. Suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekitar 0,3oC sejak 1900. Curah hujan tahunan telah turun sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia dalam abad ini. Curah hujan di beberapa bagian wilayah Indonesia ini dipengaruhi kuat oleh kejadian El-Nino. Di lain hal, IPCC juga mengungkapkan bahwa selama 100 tahun terakhir (1906-2005) temperatur permukaan bumi rata-rata telah naik sekitar 0,74oC dengan pemanasan yang lebih besar pada daratan dibandingkan dengan lautan. Tingkat pemanasan rata-rata selama 50 tahun terakhir hampir dua kali lipat dari yang terjadi pada 100 tahun terakhir.
Salah satu hal yang mempengaruhi adanya perubahan iklim tersebut adalah Efek Rumah Kaca yang merupakan hasil dari penyerapan energi oleh gas-gas tertentu yang terdapat di atmosfer dan meradiasikan kembali sebagian dari paanas tersebut ke bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca yang alami, suhu di permukaan bumi aka berada pada angka -18oC, bukan seperti suhu saat ini. Setiap gas rumah kaca mempunyai efek pemanasan global yang berbeda. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global.
semakin panjang, frekuensi peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering, dan curah hujan tinggi yang berujung pada bahaya banjir besar; -semuanya merupakan contoh dari dampak perubahan iklim. Terendamnya sebagian daratan negara, -seperti yang terjadi di Teluk Jakarta-, telah mulai terjadi. Demikian pula, keberagaman spesies hayati yang sangat kaya dimiliki Indonesia juga berada dalam resiko yang sangat besar. Pada gilirannya, hal ini akan membawa efek yang merugikan bagi sektor pertanian, perikanan dan kehutanan, sehingga berujung kepada terciptanya ancaman atas ketersediaan pangan dan penghidupan.
Perubahan iklim tersebut, salah satunya pemanasan global juga akan menaikkan level permukaan air laut, sehingga menggenangi daerah pesisir produktif yang sekarang digunakan sebagai lahan pertanian. Misalnya, di daerah Karawang, Jawa Barat, suplai beras lokal akan mengalami reduksi besar sebagai dampak dari penggenangan tersebut. Juga, kerugian dari sektor produksi ikan dan udang di daerah yang sama dapat mencapai angka sebesar lebih dari 7.000 ton. Jika prediksi ini menjadi nyata, beribu-ribu petani di kawasan tersebut harus mencari sumber penghidupan yang lain.
dan mutasi virus DBD. Ini berarti kasus-kasus DBD yang ada menjadi lebih sulit ditangani dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
Masalah kesehatan lainnya juga dapat diperparah karena perubahan iklim. Contohnya, manusia dengan penurunan fungsi jantung sangat mungkin menjadi lebih rentan dalam cuaca yang panas karena mereka membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan tubuh mereka. Suhu panas juga dapat mencetuskan masalah pernapasan. Konsentrasi zat ozone di level permukaan tanah akan meningkat karena pemanasan suhu. Ini akan menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru manusia.
II.8. Dampak Perubahan Iklim
Tentu saja dari perubahan iklim ini dapat menimbulkan dampak negative. Untuk Indonesia sendiri, ada sejumlah dampak perubahan iklim seperti :
1. Ekosistem
Ø Kemungkinan punahnya 20-30 persen spesies tanaman dan hewan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1,5-2,5 derajat Celcius.
Ø Bertambahnya CO2 di atmosfer akan meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal ini berdampak negative pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang dan spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut.
2. Pangan dan hasil hutan
Ø Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir akan memberikan dampak negative pada produksi local terutama pada penyediaan pangan di subtropics dan tropis.
3. Pesisir dan dataran rendah
Ø Daerah pantai akan semakin rentan terhadap erosi pantai dan naiknya permukaan air laut. Kerusakan pesisir akan diperparah oleh tekanan manusia didaerah pesisir.
Ø Diperkirakan tahun 2080, jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun karena naiknya permukaan air laut. Resiko terbesar adalah dataran rendah yang padat penduduknya dengan tingkat adaptasi yang rendah. Penduduk yang paling terancam adalah yang berada di delta-delta Asia dan Afrika, namun yang paling rentan adalah penduduk di pulau-pulau kecil.
4. Sumber dan Manajemen air tawar
Ø Rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air didaerah subpolar dan daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat 10-40 persen.
Ø Sementara didaerah subtropics dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang 10-30 persen, sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya.
5. Industri, permukiman dan masyarakat
sensitive terhadap iklim, serta mereka yang tinggal didaerah-daerah yang sering dilanda bencana ekstrem, dimana urbanisasi berlangsung dengan cepat.
Ø Komunitas miskin sangat rentan karena kapasitas beradaptasi yang terbatas,serta kehidupan mereka sangat tergantung kepada sumberdaya yang mudah terpengaruh oleh iklim seperti persediaan air dan makanan.
6. Kesehatan
Ø Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.
Meski tingkat emisi GRK terus meningkat, ada banyak peluang untuk menguranginya. Salah satu cara melalui perubahan gaya hidup dan pola konsumsi. IPCC memberikan rekomendasi kebijakan dan instrument yang dinilai efektif menurunkan emisi GRK, seperti :
Sektor Energi
· Mengurangi subsidi bahan bakar fosil. · Pajak karbon untuk bahan bakar fosil.
· Kewajiban menggunakan energi terbarukan. · Penetapan harga listrik bagi energi terbarukan. · Subsidi bagi produsen
Sektor Transportasi
· Kewajiban ekonomi bahan bakar, penggunaan biofuel dan standar CO2 untuk alat transportasi jalan raya.
· Pajak unstuck plebeian endbrain, STNK, bahan bakar serta tarif penggunaan jalan dan parker.
· Melakukan investasi pada fasilitas angkutan umumdan transportasi tak bermotor.
Sektor Gedung
· Menerapkan standard dan pemberian label pada berbagai peralatan.
· Sertifikasi dan regulasi gedung
· Program-program demand side management.
· Percontohan oleh kalangan pemerintah termasuk pengadaan. · Insentif untuk energy services company.
Sektor Industri · Pembuatan standar
· Subsidi, pajak untk kredit.
· Izin yang dapat diperjualbelikan · Perjanjian sukarela.
Sektor pertanian
· Insentif financial serta regulasi-regulasi untuk memperbaiki manajemen lahan, mempertahankan kandungan karbon didalam tanah, penggunaan pupuk dan irigasi yang efisien.
Sektor kehutanan
· Insentif financial (nasional dan internasional) untuk memperluas area hutan, mengurangi deforestasi, mempertahankan hutan, serta manajemen hutan.
· Regulasi pemanfaatan lahan serta penegakan regulasi tersebut.
Sektor manajemen limbah
· Insentif financial untuk manajemen sampah dan limbah cair yang lebih baik.
· Insentif atau kewajiban meggunakan energi terbarukan. · Regulasi manajemen limbah.
ü Gunakan penerangan secara efisien dan efektif. Penggunaan lampu hemat energi dan jadwal penerangan rumah yang tepat ü Gunakan peralatan elektronik, seperti komputer,TV, radio dan AC,
seperlunya saja.
ü Kurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi.
ü Maksimalkan penggunaan kendaraan umum dan jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, upayakan untuk berbagi dengan mereka yang memiliki tujuan sama.
ü Berjalan kaki maupun memanfaatkan angkutan tak bermotor untuk jarak dekat.
ü Jika harus memiliki kendaraan pribadi, pilih yang penggunaan bahan bakarnya lebih hemat dengan jenis bahan bakar yang lebih bersih.
ü Kejelian dalam memilih produk merupakan bantuan besar dalam mengendalikan emisi GRK. Secara keseluruhan, produk lokal akan memberikan emisi GRK yang lebih kecil dibandingkan produk impor. Sebab produk impor akan mengemisikan GRK dalam proses transportasinya dari negara asal ke negara tujuan. ü Jangan lupa, tanamlah pohon di sekitar lingkungan anda tinggal.
Selain berguna untukmenyegarkan udara di sekitarnya, pepohonan juga berfungsi untuk menyerap emisi GRK.
Perubahan iklim jelas menyengsarakan kehidupan umat manusia. Kerugian materi dan juga korban nyawa adalah akibat yang harus kita terima. Oleh karena itu, sudah saatnya kita, pemerintah, industri dan masyarakat, bahu-membahu berupaya untuk menghambat terjadinya perubahan iklim.
II.9. Manfaat Iklim dan Cuaca dalam Kehidupan Sehari-Hari
Informasi tentang iklim dan cuaca sangat bermanfaat bagi kehidupan, antara lain sebagai berikut :
Suhu, curah hujan, dan pola musim sangat berpengaruh terhadap usaha pertanian. Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, maka sangat cocok sekali untuk usaha pertanian, karena udaranya yang panas dan mendapatkan curah hujan sepanjang tahun.
2. Bidang Perhubungan / Transportasi
Faktor cuaca, curah hujan, dan kecepatan angin sangat menentukan dalam dunia perhubungan, terutama untuk kelancaran sarana transportasi pesawat terbang dan kapal laut. Penerbangan di daerah yang beriklim tropis biasanya tidak senyaman penerbangan di daerah iklim sedang, karena di daerah beriklim tropis udara selalu lembap banyak ditutupi oleh awan sehingga penerbanagn terganggu.
3. Bidang Parawisata
Indonesia yang beriklim tropis memiliki beraneka ragam flora dan auna. Keanekaragaman tersebut banyak mengundang wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang ingin menikmatinya.
4. Pemanfaatan iklim dalam bidang industri
III.1. Kesimpulan
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama.Sedangkan cuaca adalah keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit.
Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur : radiasi matahari(surya), tekanan udara, suhu atau temperatur udara, kelembaban dan pH tanah, angin, awan, hujan.Ada beberapa alat untuk mengukur cuaca yaitu : termometer dinding, termometer maksimum-minimum, termometer bola basah – bola kering, barometer aneroid, altimeter, anometer, higrometer, ombrometer, ph meter, alat bantu penunjukarah angin.
Iklim di klasifikasi menjadi iklim matahari dan iklim fisis, dan ada juga iklim yang di klasifikasi oleh para ahli yaitu : koppen, Schmidt-ferguson, oldeman, F.W.Junghuhn.
Gejala cuaca adalah serangkaian gejala alam yang terbentuk karena temperature, kelembaban dan tekanan udara. Gejala-gejala cuaca yaitu: kilat, guntur dan petir, kabut, awan (kumpulan titik air atau kristal-kristal es yang halus diatmosfir).Sedangkan gejala optic dibumi yaitu : pelangi, halo (lingkaran sinar putih yang mengelilingi bulan atau matahari), aurora (gejala berupa cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub), sandikala, fatamorgana.
Manfaat iklim dan cuaca dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada bidang pertanian, perhubungan / transportasi, parawisata, dan bidang industi.
DAFTAR PUSTAKA
Sulistiyanto. Iwan Gatot. 2009. Geografi 1 : untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Kelas X, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Wikipedia.2012.Iklim,(Online),
(http://wikipedia.org/wiki/Iklim,diakses 05 desember 2012). Wikipedia.2012.Cuaca,(Online),