• Tidak ada hasil yang ditemukan

BINTIK CATU Liek Wilardjo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BINTIK CATU Liek Wilardjo"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BINTIK CATU

Liek Wilardjo

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer – UKSW Jalan Diponegoro 52-60, Salatiga 50711

ABSTRACT

One-dimensional square potential well is used as a model for quantum dots. Its Schroedinger's equations and their solutions both eigenstates and eigenenergies for he lowest three levels are explained qualitatively and derived mathematically.

1. PENGANTAR

University Physics susunan Young dan Freedman (2008) dinyatakan oleh penerbitnya sebagai buku teks laris nomor wahid. Pernyataan itu tidak berlebihan, sebab sebagai buku teks Fisika untuk mahasiswa S-1 bertahana "tama" (freshman) dan "muda" (sophomore), buku Y & F itu memang komprehensif, ringkas, bernas, dan jelas. Penjelasannya diberikan baik secara kuantitatif-matematis, maupun secara kualitatif-konseptual. Contoh-contoh soalnya diselesaikan dengan lebih dulu menegaskan apa-apa yang diketahui dan menggariskan siasat yang hendak ditempuh.

(2)

2

Gambar 1 : Uo = 6E

Untuk Uo = 6 E , Y & F memberikan ketiga aras tenaga yang terendah, yakni dalam E E1 = 0,635, E2 = 2,43, dan E3 = 5,09 (Gambar 1).

2. PERSAMAAN SCHROEDINGER DAN EIGENKEADAAN

Kalau H ialah pengandar (operator) Hamilton, ialah eigenfungsi atau

eigenkeadaan, dan E ialah eigentenaga, persamaan Schroedinger kita tulis:

H = E .

kiri dan kanan sumur:

(1) ( ) 0

sedang di dalam sumur

(2) 0

6 Artikel ini mengisi bagian yang rumpang itu. Untuk

memudahkan mencari eigentenaganya secara matematis-grafis, kita mengikuti Eisberg (1961) dengan menggeser sumbu ordinat (tenaga, dalam Uo/E , di Gb.1) ke tengah, sehingga dinding kiri dan kanan sumur itu setangkup terhadap sumbu tersebut. Di sini Uo ialah tenaga potensial, sedang E = 22

(3)

3

Penyelesaian persamaan (2) ialah fungsi sinusoida:

(3) M = A sin k1x + B cos k1x ; ax≤ a dengan

(4) k1 2mE  ,

sedang penyelesaian persamaan (1) ialah fungsi eksponensoal :

(5) Cek x Ge k x memasukkannya ke dalam persamaan diferensialnya masing-masing. Tetapi secara fisis penyelesaian-penyelesaian itu harus tetap anta bila x pun! Karena itu haruslah F = G = 0, sehingga

Penyelesaian-penyelesaian (3), (5.a), dan (6.a) dan turunan pertamanya juga harus malar (continuous) di batas-batas daerah. Tegasnya,

(4)

4

sehingga berturut-turut kita dapatkan persamaan-persamaan syarat batas, (8) Ce (k2a/2) Asin(k1a/2) Bcos(k1a/2) (9) k2Ce (k2a/2) k1 Acos(k1a/2) Bsin(k1a/2) (10) Asin(k1a/2) Bcos(k1a/2) De (k2a/2)

(11) k1 Acos(k1a/2) Bsin(k1a/2) k2De (k2a/2) yang dapat diselesaikan secara simultan.

Dari (10) – (8) kita peroleh

(12) (D C)e (k2a/2) 2Asin(k1a/2) dan dari (10) + (8) :

(13) (D C)e (k2a/2) 2Bcos(k1a/2) , sedang dari (9) – (11) kita dapatkan

(14) k2(D C)e (k2a/2) 2k1Bsin(k1a/2) , dan dari (9) + (11) :

(15) k2(D C)e (k2a/2) 2k1cos(k1a/2).

Asalkan B≠ 0 dan (D + C) ≠ 0 , (14) dapat dibagi dengan (13), dan hasilnya ialah (16) k2 = k1 tan(k1a/2) .

Asalkan A≠ 0 dan (DC) ≠ 0, (15) dapat dibagi dengan (12). dan hasilnya ialah (17) k2 = k1 cot(k1a/2) .

Dengan reductio ad absurdum (yang juga disebut reductio ad impossibile), dapat dibuktikan bahwa (16) dan (17) tidak dapat dipenuhi kedua-keduanya secara bersama, sebab seandainya bisa maka (16) + (17) akan memberikan :

0 = k1{tan(k1a/2) + cot(k1a/2)} Kalikanlah ini dengan tan(k1a/2), maka hasilnya ialah :

0 = k1{tan2(k1a/2) + 1} atau

tan2(k1a/2) = 1

(5)

5 berturut-turut dari (4) dan (7) kita peroleh:

(6)

6 dan > 0 grafik ( versus )-nya berupa seperempat lingkaran di kuadran-1, dengan pusat di titik asal O dan ruji (radius) R. Ruas kiri dan kanan dari (16.a) ialah fungsi =

Dari syarat untuk Kategori 2, yakni persamaan (17), diperoleh :

0 1 2 3 4 5 6 7 8

(7)

7

2 2 2

2 2

2

0 ) / / cot /

(U E amEamEam

atau

(17.a) ( ) R2 2 cot .

Ruas kiri dan kanan persamaan ini ialah = cot yang grafiknya nol di /2 (=1,57) rad, dan naik, mula-mula landai tetapi lalu terjal, menghampiri sumbu x = (= 3,14) rad secara asimtotis. Perpotongannya dengan kurve seperempat lingkaran di kuadran 1 yang diberikan oleh ruas kiri dan tengah persamaan (17.a) ialah titik dengan absisa 2yang bersangkutan dengan eigentenaga E2 (lihat Gambar 4).

2 2/2 a mU

R o , yang untuk Uo = 6 E

= m(6E )a2/22 6(ma2/22)( 22/2ma2) 85

, 3 6 ) 2 / ( 4 /

6 2 .

0 1 2 3 4 5 6 7 8

5

4

3

2

1

0

Gambar 4

( )

3,85

/2

(8)

8

E1, E2 dan E3 inilah, bersama dengan E , yang ditunjukkan dengan bagan aras tenaga (energy level diagram) di Gb.1, dengan tenaga E yang dinyatakan dalam E sebagai ordinat.

4. WASANAKATA

Seperti disebutkan dalam Y & F (p.1384), salah satu terapan model potensial sumur persegi ini ialah bintik catu (quantum dots), yakni zarah-zarah berukuran nanometer dan bahan semipenghantar, seperti kadmium-selenida (CdSe). Bila bintik-bintik catu disinari dengan foton ultraungu, elektron-elektronnya menyerap tenaga foton itu dan terteral (excited) ke aras-aras tenaga yang tinggi, misalnya aras ketiga. Kemudian elektron itu kembali ke aras tenaga dasar secara beriam (cascading), ke aras ke dua dulu, lalu dari sana ke aras pertama. Salah satu langkah itu dibarengi dengan dipancarkannya foton cahaya kasatmata, yang disebut pendaran-fluor (fluorescence). Bintik-bintik catu dapat disuntikkan ke jaringan hidup dan pendaran-fluornya dipakai sebagai perunut (tracers) untuk penelitian biologi dan biomedis. Bintik catu dapat menjadi kunci perancangan laser dan komputer ultracepat generasi baru.

Pernah ada usulan untuk RUTI (Riset Unggulan Terpadu Internasional) untuk merancang dan memproduksi bintik-bintik catu guna memetakan agihan suhu di bagian-bagian tubuh tertentu, dalam pendeteksian tumor di bidang Onkologi.

ACUAN

1. Eisberg, Robert M. : Fundamentals of Modern Physics, John Wiley & Sons, New York, 1961, p.239 – 45

Gambar

Gambar 2 memperlihatkan eigenfungsi-
 Gambar 3
Gambar 4 :

Referensi

Dokumen terkait

dijelaskan bagaimana menentukan persamaan garis singgung yang melalui suatu titik pada lingkaran.. Dengan Tanya jawab, dibahas bagaimana menentukan persamaan garis

Dalam menentukan kedudukan suatu titik terhadap lingkaran dan menentukan persamaan garis singgung lingkaran siswa yang tidak siap belajar dengan gaya berpikir

Untuk membuktikan suatu persamaan mempakan identitas atau bukan maka persamaan itu diubah dengan salah satu dari cara-cara berikut. Mengubah bentuk ruas kiri sehingga menjadi

Dalam menentukan kedudukan suatu titik terhadap lingkaran dan menentukan persamaan garis singgung lingkaran siswa yang tidak siap belajar dengan gaya berpikir

Berdasarkan definisi sebelumnya, torus terbentuk dari sebuah lingkaran dengan r adalah jari-jari lingkaran yang telah dirotasikan dan R adalah jarak dari titik tengah lingkaran

Siswa dapat menemukan simbol atau hal-hal yang berkaitan dengan konsep bentuk umum persamaan lingkaran dan kedudukan titik terhadap lingkaran dari permasalahan dari

31 = 36 Kemudian cari nilai a dan b pada persamaan diatas dengan metode pengelompokkan ruas kiri dan kanan pada persamaan 35 dengan memasukkan nilai h pada persamaan 36, sehingga

Menurut metode IRI ruas kiri, ruas kanan segmen 1, dan ruas tengah segmen 1 dalam kondisi baik dengan penanganan pemeliharaan rutin, untuk ruas kanan segmen 2 dalam kondisi rusak ringan