PERILAKU KONSUMSI KERANG PADA KOMUNITAS PENGHUNI SITUS GUA HERE SOROT ENTAPA (HSE), PULAU KISAR, MALUKU
TENGGARA BARAT Latar Belakang:
Analisis faktor merupakan suatu kelas prosedur yang dipergunakan untuk mereduksi dan meringkas data. Setiap variabel dinyatakan sebagai kombinasi linear dari faktor yang mendasari. Faktor-faktor diekstraksi sedemikian rupa sehingga faktor yang pertama menyumbang(memberikan andil) terbesar terhadap seluruh varian dari semua variabel asli, faktor kedua penyumbang terbesar kedua, dan begitu seterusnya. Pada dasarnya analisis faktor didasarkan pada suatu matriks korelasi antar-variabel asli, sehingga variabel ini harus diukur menggunakan skala interval-ratio sebagai data matriks.
Tujuan utama analisis faktor adalah untuk menjelaskan struktur hubungan di antara banyak variabel dalam bentuk faktor. Faktor yang terbentuk merupakan besaran acak yang sebelumnya tidak dapat diamati atau diukur atau ditentukan secara langsung. Dalam kasus ini, peneliti ingin memahami perilaku konsumsi kerang penghuni situs Gua Here Sorot Entapa,Maluku berdasarkan analisis variabel data temuan dari hasil ekskavasi yang telah dilakukan. Data temuan pada situs ini ada 13 variabel dan 16 objek, dalam hal ini objek adalah kedalaman galian dimana objek nomer 1 berarti kedalaman 10cm. Dengan adanya analisis ini maka diharapkan dapat mengetahui pola konsumsi dan variabel apa yang dikosumsi secara dominan oleh penghuni Gua Here Sorot Entapa, sehingga dapat memperkuat penjelasan arkeologis khususnya secara kuantitatif.
Rumusan Masalah:
1. Bagaimana perilaku konsumsi kerang penghuni situs Gua Here Sorot Entapa? Metode:
Data: Tabel 1. Temuan Hasil Ekskavasi Situs Gua Here Sorot Entapa
Kedalaman (cm) Kerang(grm) Kepiting Urchin Tulang Arang Biji Sisa
Tumbuhan Gerabah Batu(artefak) Oker Karang Kaca
Analisis:
Dari data tersebut kemudian diinput ke dalam tabel spss, dan dilakukan analisis faktor sesuai prosedur dengan memasukkan seluruh variabel yang ada, dan hasil analisis diperoleh sebagai berikut:
Hasil Analisis 1
Hasil Analisis 2
Hasil analisis 2 ternyata angka KMO MSA sudah diatas 0,5 sehingga bisa dianalisis lebih lanjut dengan dilakukan analis Anti Image Matrices. Nilai MSA pada tabel di atas ditunjukkan pada baris Anti Image Correlation dengan tanda “a”. Dari hasil tabel Anti Image Corellation diatas, ternyata variabel Oker ternyata memiliki nilai MSA(Measures of Sampling Adequacy) dibawah 0,5 dan nilainya paling kecil sehingga variabel tersebut harus dikeluarkan atau direduksi. Hasil reduksi tersebut akan tampak pada hasil analisis 3.
Dari hasil analisis ini, maka tampak masih adanya nilai MSA yang dibawah 0,5 pada beberapa variabel. Dalam tahap ini maka variabel terseebut akan direduksi mulai dari yang terkecil hingga hasil semua nilai MSA per variabel tidak ada yang dibawah 0,5. Dalam tahap ini peneliti melakukan reduksi data sebanyak 7 variabel dari jumlah variabel total 13. Variabel yang direduksi tersebut antara lain; Kepiting; Urchan; Tulang; Arang; Biji; Batu(artefak); Oker. Hasil setelah reduksi data dapat dilihat pada hasil analisis akhir.
Hasil Analisis Akhir
Dari tabel tersebut maka dapat dilihat pengelompokkan yang terjadi dalam enam
Dalam tabel tersebut dapat dikatakan bahwa antar variabel dalam kedua faktor tersebut sangatlah berhubungan erat dan pengelempokkan yang dilakukan sudah tepat.
Kesimpulan dan Rekomendasi:
Faktor 1(Sisa Biotik): Gerabah; Kaca; Kedalaman; Kerang Faktor 2 (Sisa Abiotik): Karang; Sisa Tumbuhan
-1,30957 hingga 0,007287 = Rendah 0,007287 hingga 1,316857 = Sedang 1,316857-2,641 = Tinggi
Dari hasil factoring tersebut, maka secara arkeologis dapat disimpulkan dengan mengasumsikan nomor 2-17 yang menunjukkan masing-masing kedalaman galian dapat dikaitkan dengan hasil analisis faktor. Hasil analisis faktor 1 (Residu Biotik) karena berisi gerabah, kerang yang merupakan hasil sisa kegiatan manusia, sedangkan faktor 2 (Residu Abiotik) dikarenakan berisi karang dan sisa tumbuhan yang bukan merupakan hasil kegiatan manusia(alami). Dalam kepentingan analisis data, maka dapat dikatakan bahwa pada kedalaman 10cm, variabel gerabah;kaca;kerang merupakan variabel dominan ditemukan sehingga lebih penting menganalisis ketiga variabel tersebut daripada variabel yang lain. Sehingga pada dasarnya, analisis faktor ini berguna dalam analisis per spit(kedalaman) dan penentuan variabel mana yang dianalisis terlebih dahulu(mempunyai informasi yang lebih penting daripada variabel lain) dalam setiap spit tersebut. Penentuan ini dapat dilihat dalam pembagian faktor score(rendah-sedang-tinggi).
Daftar Pustaka:
Asyahri, Hendri F K. 2017. Pola Subsistensi Penghuni Gua Here Sorot Entapa Pada Masa Prasejarah: Analisis Fauna dan Lingkungan. Skripsi Sarjana. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.