• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Honorifikasi Bahasa Korea. docx (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Honorifikasi Bahasa Korea. docx (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KATEGORISASI KALIMAT HONORIFIK DALAM BAHASA KOREA1

NUR ROSYIDAH SYAHBANIYAH 1106020011

ABSTRAK

The purpose of this journal is to explain the existing levels honorific sentences in Korean and how to use it. Korean honorific sentences have a complex structures with a variety of forms. An explanation of this categorization sentence is required for those who learn Korean language can understand well the kinds of sentences honorifics and how to use it in practice speaking. Furthermore, based on the data that has been obtained, there are three categories of honorifics sentences in Korean language. Then, after analysis the lyrics of the song Stay - I'm a Fool, there are two types of honorific sentences.

Kata kunci: honorifikasi, honorifik, kalimat, kategorisasi.

A. PENDAHULUAN

Pada setiap bahasa, terdapat perbedaan dalam cara berbicara yang didasarkan pada tingkat sosial dalam masyarakat. Bahasa Korea memiliki struktur kalimat honorifik yang kompleks dengan berbagai macam bentuk. Honorifikasi dalam bahasa Korea ini muncul sebagai pengaruh dari paham Konfusianisme yang menjunjung tinggi sikap hormat. Penjelasan mengenai kategorisasi kalimat honorifik yang ada dalam Bahasa Korea diperlukan agar orang-orang yang mempelajari bahasa Korea dapat memahami dengan baik jenis-jenis kalimat honorifik apa saja yang ada berserta cara penggunaannya dalam praktek berbicara sehari-hari. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tingkatan kalimat honorifik yang ada dalam bahasa Korea serta cara penggunannya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode literatur kepustakaan.

(2)

Honorifikasi (높임법/nophimbeob) adalah ekspresi cara berbicara yang digunakan untuk menghormati subjek atau lawan bicara. Di antara semua bahasa, honorifikasi yang ada dalam bahasa Korea merupakan bentuk yang paling rumit sehingga sulit untuk bisa dibandingkan dengan bahasa manapun (Kim Dong So, 2005: 117-132). Hal ini dikarenakan honorifikasi dalam bahasa Korea terdapat berbagai macam bentuk yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Secara umum, honorifikasi dalam bahasa Korea terbagi atas kalimat datar, familiar, semiformal, sopan, dan formal seperti pada contoh berikut:

a. 이거너의책이니? Igeo neo-eui chaekini? (datar) b. 이거자네책인가? Igeo jane chaekinga? (familiar) c. 이거당신책이오? Igeo dangshin chaekio? (semiformal) d. 이거댁의책입니까? Igeo daek-eui chaekimnikka? (sopan)

e. 이거어르신의책입니까? Igeo eoreushin-eui chaekimnikka? (formal) Kelima contoh kalimat di atas memiliki arti yang sama yaitu ‘(Apakah) ini buku Anda?’ namun terdapat perbedaan pada kata ‘Anda’ yang diterjemahkan sebagai

너 (neo), 자네 (jane), 당신 (dangshin), 댁 (daek), dan 어르신 (eoreusin) yang mempengaruhi penggunaan akhiran yang menentukan tingkat honorifik kalimat-kalimat tersebut.

Secara khusus, kategori bentuk honorifik bahasa Korea terdiri atas honorifikasi subjek, honorifikasi lawan bicara, dan honorifikasi objek.

2. Kategori Honorifikasi a. Honorifikasi Subjek

Honorifikasi subjek merupakan bentuk meninggikan subjek dalam sebuah kalimat namun bukan ditujukan pada subjek yang merujuk kepada diri sendiri. Bentuk ini digunakan pada subjek orang kedua yang dikaitkan pada suatu kegiatan atau keadaan. Akhiran kalimat dilekatkan dengan imbuhan –(으)시-/-(eu)si- kemudian pada subjek dilekatkan imbuhan –께서/-kkeseo.

Contoh:

1. 내가신문을본다. Naega sinmuneul bonda. Saya membaca koran.

(3)

Kalimat pertama bukan merupakan kalimat honorifik subjek karena subjek kalimat merujuk pada diri sendiri, sedangkan kalimat kedua merupakan kalimat honorifik subjek karena subjek berupa ayah sehingga akhir kalimat menjadi 보신다

setelah ditambahkan imbuhan –(으)시-.

Meskipun secara umum imbuhan –(으)시- hanya digunakan untuk meninggikan subjek kalimat berupa persona, namun terdapat kasus imbuhan –(으)시 -dilekatkan pada benda yang memiliki kaitan dengan subjek yang ditinggikan (Song Chang Seon, 2010: 165).

Contoh:

1. 선생님께서는 아직 눈이 밝으십니다. Seonsaengnimkkeseoneun ajik nuni balkeusimnida. Penglihatan guru masih bagus.

2. 할머니의 말씀이 옳으십니다. Halmeoni-eui malsseumi oreusimnida. Perkataan nenek benar.

Pada kedua contoh di atas terlihat bahwa walaupun sebenarnya setelah kata benda 눈 dan 말씀 tidak boleh dilekatkan dengan imbuhan –(으)시- namun karena subjek berupa 선생님 dan 할머니 pelekatan imbuhan honorifik diperbolehkan.

Kemudian, selain penambahan kata dasar dengan imbuhan –(으)시-, terdapat pula bentuk-bentuk kata kerja yang jika dilekatkan imbuhan –(으)시- akan membentuk kata baru, seperti: 먹다 (meokda)-드시다 (deusida), 잠다 (jamda)-주무시 다 (jumusida), 있다 (itta)-계시다 (kyesida), dan lain-lain.

Contoh:

1. 나는사과를먹는다. Naneun sagwareul meokneunda. Saya memakan apel.

어머니께서는 사과를 드신다. Eomeonikkeseoneun sagwareul deusinda. Ibu memakan apel.

2. 동생은방에서잔다. Dongsaengeun bangeso janda. Adik tidur di kamar.

할아버지께서 방에서 주무신다. Harabeojikkeseoneun bangeso jumusinda. Kakek tidur di kamar

3. 나는부엌에있다. Naneun bueoke itta. Saya ada di dapur.

어머니께서는 부엌에 계신다. Eomeonikkeseoneun bueoke kyesinda. Ibu ada di dapur.

Pemakaian kata 계시다 sebagai bentuk honorifik dari 있다 hanya dapat digunakan pada subjek kalimat berupa persona, seperti pada contoh:

(4)

2. 사장님, 시간 좀 있으십니까? Sajangnim, sigan jom isseusimnikka? Bos, apakah (Anda) ada waktu?

b. Honorifikasi Lawan Bicara

Honorifikasi lawan bicara merupakan bentuk honorifikasi yang paling penting dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bentuk ini digunakan untuk meninggikan lawan bicara atau pendengar. Terdapat beberapa tingkatan honorifik dalam honorifikasi lawan bicara yang dirinci pada tabel berikut (Penelitian Bahasa Universitas Seoul, 2002:173)

Bentuk kalimat formal biasa digunakan pada saat rapat maupun pidato, yang

menekankan pada formalitas, nuansa menghormati dan beretika. Adapun bentuk kalimat non-formal digunakan pada hubungan yang akrab dan memberikan kesan bersahabat kepada lawan bicara (Song Chang Seon, 2010: 161). Berikut merupakan contoh bentuk-bentuk kalimat honorifikasi lawan bicara dengan arti ‘Cheolsu datang ke sekolah’: meninggikan lawan bicara. Kalimat ini digunakan kepada lawan bicara yang usianya

(5)

lebih tua atau berada di status sosial lebih tinggi daripada penutur serta digunakan secara umum pada hubungan dua orang yang masih belum mengenal satu sama lain.

Selanjutnya bentuk kalimat –오 merupakan bentuk yang digunakan untuk meninggikan orang yang berada di status sosial lebih rendah daripada penutur serta sesama teman. Namun, bentuk kalimat –오 sudah tidak banyak digunakan pada praktek bicara sehari-hari melainkan hanya digunakan dalam bahasa penulisan surat.

Kemudian, bentuk kalimat –게 merupakan bentuk yang digunakan untuk meninggikan teman yang usianya sedikit lebih tua daripada penutur namun sekarang sudah jarang digunakan. Selain digunakan pada hubungan pertemanan, bentuk kalimat ini juga digunakan oleh mertua kepada menantu, serta guru kepada murid.

Bentuk kalimat lainnya yaitu –라, merupakan bentuk yang sama sekali tidak meninggikan lawan bicara dan setingkat dengan bentuk kalimat 반말/banmal. Kemudian bentuk kalimat –요 merupakan bentuk kalimat untuk meninggikan orang yang usianya lebih tua maupun berada pada status sosial lebih tinggi daripada penutur dan bentuk -요 ini paling banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Bentuk kalimat terakhir yaitu 반말 merupakan bentuk kalimat yang setingkat dengan bentuk –라 namun bentuk 반말 lebih memberikan kesan akrab kepada lawan bicara.

c. Honorifikasi Objek

Honorifikasi objek merupakan bentuk yang digunakan untuk meninggikan objek atau adverbia yang dijadikan sebagai sasaran dalam sebuah kalimat. Kalimat honorifikasi objek dibentuk dengan mengganti imbuhan –에게 menjadi –께 yang dilekatkan pada objek atau adverbia pada suatu kalimat seperti pada contoh berikut:

1. 나는 동생에게 선물을 주었다. Naenun dongsaengege seonmureul jueotda. Saya memberikan hadiah kepada adik.

2. 나는선생님께선물을드렸다. Naenun seonsaengnimkke seonmureul jueotda. Saya memberikan hadiah kepada guru.

Selain perubahan bentuk 주다-드리다, terdapat bentuk-bentuk kata kerja lain yang juga mengalami perubahan bentuk, seperti 데리다-모시다, 보다-뵙다, 묻다-여쭙 다/여쭈다.

C. ANALISIS HONORIFIKASI PADA LAGU STAY – I’M A FOOL

(6)

honorifikasi kalimat yaitu, honorifikasi subjek dan honorifikasi lawan bicara. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan-kutipan lirik kalimat berikut ini:

1. 그댈볼수없어요. 나도알고있어요. Keudael bol su eobseoyo. Nado algo isseoyo.

(Aku) tidak dapat bertemu denganmu. Aku juga tahu itu.

Pada kalimat ini kata 그대 memiliki arti ‘kamu’ yang biasa digunakan dalam lagu dan karya sastra. 그대 tidak mengandung unsur meninggikan subjek sehingga akhiran kalimat menggunakan bentuk –요. Kemudian, pada kalimat selanjutnya karena subjek berupa 나 yang berarti ‘aku’ dengan merujuk kepada diri sendiri sehingga akhir kalimat juga menggunakan bentuk –요.

2. 내가정말잘못했어요. 정말미안해요. Naega jeongmal jalmothasseoyo. Jeongmal

mianhaeyo. Aku sungguh bersalah. (Aku) benar-benar minta maaf.

Kalimat di atas memiliki subjek 내가 yang merupakan penggabungan dari kata

나 dan imbuhan subjek –가 sehingga akhiran kalimat menggunakan bentuk –요. Pada kalimat kedua akhiran kalimat juga berupa bentuk –요 dan tidak memiliki subjek karena unsur subjek sudah tercantum di kalimat sebelumnya.

3. 당신은나는바보입니다. 자존심때문에. Dangshineun naenun paboimnida.

Jajonshim ttaemune. Kau dan aku bodoh. Dikarenakan harga diri.

Kata 당신 pada kalimat di atas memiliki arti ‘kamu’ yang memiliki unsur honorifik karena kata ini digunakan kepada pendengar dengan hubungan akrab namun ditinggikan oleh penutur sehingga akhiran kalimat menjadi berbentuk –십시오. Namun, pada kalimat selanjutnya ditujukan kepada keduanya sehingga akhiran kalimat berbentuk 반말.

4. 그대없인단한순간도나살수없어요. Keudae eobsin dan hansungando na sal su eobseoyo. Tanpa dirimu aku tidak bisa hidup walau hanya sebentar.

Pada kalimat di atas akhiran –요 bukan merujuk pada kata 나 melainkan kata

그대 sebagai subjek pada kalimat tersebut.

(7)

Selanjutnya, pada kalimat ini akhiran kalimat berbentuk 반말 karena merujuk pada kata 그대 dan 나 sehingga kalimat tidak boleh berbentuk honorifik karena mengandung unsur yang merujuk kepada diri sendiri.

D. PENUTUP

Bahasa Korea memiliki bentuk-bentuk kalimat honorifik yang kompleks dan beraneka ragam. Secara umum honorifikasi dalam bahasa Korea terbagi atas bentuk datar, familiar, semiformal, sopan, dan formal. Terdapat tiga jenis kategori dalam honorifikasi bahasa Korea, yaitu honorifikasi subjek, honorifikasi lawan bicara, dan honorifikasi objek yang masing-masing memiliki aturan pembentukan kalimat. Kemudian, berdasarkan penjelasan mengenai kategorisasi honorifik tersebut, kalimat-kalimat yang terdapat pada lirik lagu Stay – I’m a Fool dapat dikategorikan ke dalam honorifikasi subjek dan honorifik lawan bicara dengan bentuk kalimat sopan dan formal.

DAFTAR PUSTAKA

Lee Ikseop dan S. Robert Ramsey. 2000. The Korean Language. United Stated of America: State University of New York Press.

Nam Gi Sim. 2010. 현대국어통사론. Kyeonggi: 태학사. Song Chang Seon. 2010. 국어통사론. Seoul: 한국문화사.

Susumu Kuno, dkk. 2004. Studies in Korean Syntax and Semantics. Seoul: Pagijong Press.

Referensi

Dokumen terkait

Pembahasan semantik bahasa Melayu dialek Bandar Khalipah, mencakup : kata, kata turunan, ciri-ciri makna leksikal, hubungan makna leksikal, makna kalimat, dan hubungan

Hasil penelitian menunjukkan unsur bahasa yang terdapat dalam campur kode bahasa Sunda dengan bahasa Indonesia mengacu kepada kategori kata dan pola kalimat dan unsur

Mengubah – 세요 ke – 아 / 어 / 여 주세요 tidak hanya membuat kalimat lebih sopan, tetapi juga menambahkan arti “untuk saya”, bahkan jika Anda menggunakan kata

Mengubah – 세요 ke – 아 / 어 / 여 주세요 tidak hanya membuat kalimat lebih sopan, tetapi juga menambahkan arti ―untuk saya‖, bahkan jika Anda menggunakan kata kerja

pengetahuan terhadap bahasa itu sendiri, baik dari segi kata yang digunakan, bagaimana kata-kata tersebut digabung untuk menghasilkan suatu kalimat, apa arti

sesuai dengan langkah-langkah yang tepat untuk mencari arti kata sulit - Membuat kalimat. dengan

Penutur bertanya “ you buat apa kat sini?” kepada pendengar, namun dia secara tidak langsung telah menyatakan perasaannya kepada penutur “saya rindu sama kamu”. Namun,

Ayah sedang memperbaiki genting yang bocor Kata yang dicetak tebal pada kalimat diatas memiliki arti… 19.. Adik suka makan coklat Kata yang tidak baku pada kalimat diatas adalah…