• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Air pada Berbagai Kapasitas Lapang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Tanggap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Air pada Berbagai Kapasitas Lapang"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

TANGGAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN AIR PADA BERBAGAI

KAPASITAS LAPANG

SKRIPSI

OLEH:

ICHSAN DESTARI PURBA 080301099/AGRONOMI

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

TANGGAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN AIR PADA BERBAGAI

KAPASITAS LAPANG

SKRIPSI

OLEH:

ICHSAN DESTARI PURBA 080301099/AGRONOMI

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

Judul Penelitian : Tanggap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Air pada Berbagai Kapasitas Lapang

Nama : Ichsan Destari Purba

Nim : 080301099

Program Studi : Agroekoteknologi

Disetujui Oleh :

Ir. Irsal, MP Ir. Jasmani Ginting, MP

Ketua Pembimbing Anggota Pembimbing

Mengetahui

(4)

ABSTRAK

ICHSAN DESTARI PURBA: Tanggap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Air pada Berbagasi Kapasitas Lapang. Dibimbing oleh IRSAL dan JASMANI GINTING.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vermikompos dan pemberian air pada berbagai kapasitas lapang terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kakao (Theobroma cacao L.) di pembibitan, dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian USU dengan ketinggian ±25 meter di atas permukaan laut pada November 2012 – Februari 2013 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor yaitu vermikompos (0 %, 10%, 20% dan 30% dari media tanam) dan pemberian air pada berbagai kapasitas lapang (100 %, 75 %, 50%, dan 25%). Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, diameter batang, total luas daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, panjang akar, bobot kering akar dan efisiensi penggunaan air.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vermikompos berpengaruh nyata pada parameter tinggi bibit, diameter batang, total luas daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar dan efisiensi penggunaan air. Pemberian air berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, total luas daun, bobot basah tajuk, bobot basah akar dan efisiensi penggunaan air. Interaksi antara pemberian vermikompos dan air pada berbagai kapasitas lapang tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati.

(5)

ABSTRACT

ICHSAN DESTARI PURBA: Response of cacao (Theobroma cacao L.) seedlings vegetative growth with the provision of vermicompost and water at various field capacity. Supervised by IRSAL and JASMANI GINTING.

Research aim to know the response of cacao seedlings vegetative growth with the provision of vermicompost and water at various field capacity. It was conducted at green house, Faculty of Agriculture USU’st about 25 m sea level on November 2012 to February 2013 by using a randomized block design factorial with two factor that is the first factor were vermicompost (0%, 10%, 20% and 30% of media plant) and the second factor were provision of water at various field capacity (100%, 75%, 50% and 25%). The parameters observed were seedling height, stem diameter, total of leaf area, seedling wet weight, seedling dry weight, root wet weight, root length, root dry weight and water use efficiency.

The result of research showed that vermicompost significant to seedling height, stem diameter, total of leaf area, seedling wet weight, seedling dry weight, root wet weight, root dry weight and water use efficiency. And provision of water significant to seedling height, stem diameter, total of leaf area, seedling wet weight, root wet weight and water use efficiency. The interaction of vermicompost and water had not signifficant

(6)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pematang Siantar pada tanggal 22 Desember 1990 dari ayah Ir. Mondan Purba dan ibu Hj. Erina M. Hasibuan. Penulis merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Tahun 2008 penulis lulus dari SMA Negeri 2 Pematang Siantar dan pada tahun 2008 terdaftar sebagai mahasiswa program studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara melalui jalur MANDIRI.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Tanggap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Air pada Berbagasi Kapasitas Lapang”.

Pada kesempatan ini penulis menghaturkan pernyataan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yang telah membesarkan, memelihara dan mendidik penulis selama ini. Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Ir. Irsal M.P. sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Jasmani Ginting M.P. sebagai anggota komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada penulis mulai dari menetapkan judul, melakukan penelitian sampai pada ujian akhir.

Disamping itu penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua staf pengajar dan pegawai di Program Studi Agroekoteknologi, serta semua rekan mahasiswa yang tak dapat disebutkan satu per satu disini yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat.

Medan,Juli 2013

(8)

DAFTAR ISI

Hipotesis Penelitian ... 4

Kegunaan Penelitian ... 5

TINJAUAN PUSTAKA

Hubungan Air dengan Tanaman ... 12

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ... 15

Bahan dan Alat ... 15

Metode Penelitian ... 15

PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan Areal ... 18

Persiapan Naungan ... 18

Persiapan Media Tanam ... 18

Perkecambahan ... 18

Pemeliharaan Tanaman ... 19

Penyiraman ... 19

Penyiangan ... 19

(9)

Pengamatan Parameter ... 19

Efisiensi Penggunaan Air (%) ... 21

HASIL DAN PEMBAHASAN

Efisiensi Penggunaan Air (%) ... 40

Pembahasan ... 42

Pemberian Vermikompos terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao ... 42

Pemberian Air pada Berbagai Kapasitas Lapang terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao ... 45

Pengaruh Interaksi Vermikompos dan Pemberian Air pada Berbagai Kapasitas Lapang terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kakao ... 47

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 48

Saran ... 48

DAFTAR PUSTAKA

(10)

DAFTAR TABEL

No. Judul Hal.

1. Rataan tinggi tanaman (cm) pada perlakuan vermikompos dan pemberian air serta interaksi kedua perlakuan umur 4-14 MST ... 22 2. Rataan diameter batang (mm) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan umur 4-14 MST ... 26 3. Rataan total luas daun (cm2) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan ... 29 4. Rataan bobot basah tajuk (g) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan ... 32 5. Rataan bobot basah tajuk (g) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan ... 34 6. Rataan bobot basah akar (g) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan ... 36 7. Rataan bobot kering akar (g) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan ... 38 8. Rataan panjang akar (cm) pada perlakuan vermikompos dan

pemberian air serta interaksi kedua perlakuan ... 40 9. Rataan efisiensi penggunaan air (%) pada perlakuan vermikompos dan

(11)

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Hal.

1. Hubungan vermikompos dengan tinggi tanaman kakao

pada 14 MST ... 24 2. Hubungan air dengan tinggi tanaman kakao pada 14 MST ... 25 3. Hubungan vermikompos dengan diameter batang kakao

pada 14 MST ... 27 4. Hubungan air dengan diameter batang kakao pada 14 MST ... 28 5. Hubungan vermikompos dengan total luas daun kakao

pada 14 MST ... 30 6. Hubungan air dengan total luas daun kakao pada 14 MST ... 31 7. Hubungan vermikompos dengan bobot basah tajuk kakao

pada 14 MST ... 32 8. Hubungan air dengan bobot basah tajuk kakao pada 14 MST ... 32 9. Hubungan vermikompos dengan bobot kering tajuk kakao

pada 14 MST ... 35 10. Hubungan vermikompos dengan bobot basah akar kakao

pada 14 MST ... 36 11. Hubungan air dengan bobot basah akar kakao pada 14 MST ... 37 12. Hubungan vermikompos dengan bobot kering akar kakao

(12)
(13)

23. Sidik Ragam Diameter Batang 10 MST... 64

41. Sidik Ragam Efisiensi Penggunaan Air ... 73

42. Foto Supervisi ... 74

43. Foto Tanaman Kakao Perlakuan Pemberian Vermikompos ... 75

44. Foto Tanaman Kakao Perlakuan Pemberian Air ... 76

45. Foto Akar Kakao Perlakuan Pemberian Vermikompos ... 77

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian pupuk kandang kelinci berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, total luas daun, bobot basah tajuk, dan bobot kering tajuk,

Interaksi antara media tanam dan pemberian pupuk daun tidak berpengaruh nyata pada tinggi bibit, diameter batang, total luas daun, bobot basah dan kering tajuk, bobot basah dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik vermikompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4-14 MST, diameter batang 4-14 MST, total luas daun, bobot basah

terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diam batang, luas daun, berat basah bibit, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat

Peubah amatan yang diamati adalah tinggi bibit kakao, diameter batang bibit kakao, jumlah daun bibit kakao, total luas daun bibit kakao, bobot basah tajuk bibit kakao,

Perlakuan pupuk NPKMg berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati yaitu: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bobot basah tajuk, bobot kering

Foto akar bibit kakao pada perlakuan tanpa pemberian pupuk organik kascing b.. Foto akar bibit kakao pada perlakuan 10% pupuk kascing dari media tanam

Parameter yang diamati antara lain tinggi bibit (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), total luas daun (cm 2 ), bobot basah dan bobot kering tajuk (g), serta bobot basah