• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Berdasarkan Surat Tugas Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan Nomor: ST-005/PP.2/2010 tanggal 13 Januari 2010 tentang Penyusunan Modul Diklat Prajabatan Golongan II Tahun Anggaran 2011, Sdr. Budiasih Widiastuti, ditunjuk sebagai penyusun modul Membangun Tim Yang Efektif (Team Building).

Penunjukan ini sangat beralasan karena penyusun memiliki pengalaman mengajar cukup lama yang memungkinkan penyusun memilih materi yang diharapkan memenuhi kebutuhan belajar bagi peserta Diklat Prajabatan Golongan II.

Modul ini adalah hasil pengembangan dari bahan ajar Diklat Prajabatan Golongan I dan II dari Lembaga Administrasi Negara Indonesia Tahun 2006 dengan judul “Membangun Kerja Sama Tim (Team Building)”. Modul ini telah dipresentasikan di hadapan para Widyaiswara serta pejabat struktural terkait di lingkungan Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Kementerian Keuangan.

Kami menyetujui modul ini digunakan sebagai bahan ajar bagi peserta Diklat Prajabatan Golongan II, namun mengingat modul Membangun Tim Yang Efektif (Team Building) sebagai bahan studi yang senantiasa berkembang, maka penyempurnaan modul perlu selalu diupayakan agar tetap memenuhi kriteria kemutakhiran dan kualitas.

Pada kesempatan ini, kami mengharapkan saran atau kritik dari semua pihak (termasuk peserta diklat) untuk penyempurnaan modul ini. Setiap saran dan kritik yang membangun akan sangat dihargai.

Atas perhatian dan peran semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Januari 2011 Kepala Pusat,

Ttd.

Tony Rooswiyanto

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... ii

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL... iv

PETA KONSEP MODUL... v

PENDAHULUAN1 1. Latar Belakang... 1

2. Deskripsi Singkat ... 1

3. Prasyarat Kompetensi... 2

4. Standar Kompetensi... 2

5. Kompetensi Dasar ... 2

6. Relevansi Modul ... 2

KEGIATAN BELAJAR 1 KERJASAMA DALAM MEMBANGUN TIM DINAMIS... 3

1. URAIAN DAN CONTOH... 3

A. Pengertian Tim Yang Dinamis ... 3

B. Unsur-Unsur Tim Yang Dinamis ... 3

C. Tahapan Perkembangan Tim ... 6

D. Membangun Rasa Kebersamaan Tim ... 7

E. Peran Individu dalam Tim... 9

F. Membangun Kebanggaan Tim ... 10

2. LATIHAN... 11

3. RANGKUMAN... 11

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 1 ... 11

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ... 14

KEGIATAN BELAJAR 2 PEMECAHAN MASALAH SECARA WIN-WIN SOLUTION... 15

(3)

A. Pengertian Konflik ... 15

B. Mengenali Konflik... 17

C. Sumber-sumber Konflik ... 17

D. Gaya Tanggapan Konflik ... 18

E. Langkah-Langkah Penyelesaian Konflik ... 19

2. LATIHAN... 22

3. RANGKUMAN... 22

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 2 ... 23

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ... 26

KEGIATAN BELAJAR 3 KONSEPSI DASAR MEMBANGUN TIM EFEKTIF ... 27

1. URAIAN DAN CONTOH... 27

A. Pengertian Tim ... 27

B. Perbedaan Kelompok dan Tim ... 29

C. Hakekat dan Ciri Organisasi Sebagai Tim Efektif ... 31

D. Ciri-ciri Tim Efektif ... 32

E. Kriteria Tim Efektif ... 33

F. Manfaat Membangun Tim Efektif ... 33

2. LATIHAN... 35

3. RANGKUMAN... 35

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 3 ... 36

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ... 38

KEGIATAN BELAJAR 4 PEMECAHAN MASALAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN (PMPK)... 40

1. URAIAN DAN CONTOH... 40

A. Pengertian... 40

B. Proses PMPK Yang Rasional ... 42

C. Tipe-Tipe Keputusan ... 42

D. Beberapa Cara Pengambilan Keputusan... 43

E. Saran-Saran Praktis PMPK ... 45

(4)

3. RANGKUMAN... 46

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 4 ... 46

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ... 49

PENUTUP ... 50

TES SUMATIF... 51

KUNCI JAWABAN ... 58

(5)

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

(6)
(7)
(8)

1. Latar Belakang

Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah unsur Aparatur Negara dan Abdi

Negara yang selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa. Untuk itu

maka seorang PNS perlu memiliki kompetensi-kompetensi yang disyaratkan

agar mampu mengemban tugas dan fungsinya dengan baik. Salah satu

kompetensi yang harus dimiliki oleh PNS adalah kemampuan bekerja dalam

suatu Tim. Berkaitan dengan hal tersebut maka dalam Diklat Prajabatan

Golongan I dan II diberikan muatan mata Diklat “Membangun Tim Efektif”.

2. Deskripsi Singkat

Mata Diklat Membangun Tim Efektif dimaksudkan untuk meningkatkan

kompetensi Calon PNS dalam hal penerapan konsepsi Membangun Tim

yang Efektif secara efektif dan efisien. Hal-hal yang dibahas meliputi:

(1) Konsepsi Dasar Membangun Tim yang Efektif dengan subbahasan

Pengertian Tim; Perbedaan Kelompok dan Tim; Hakikat dan Ciri

Organisasi sebagai Tim Efektif; Kriteria Tim yang efektif; dan Manfaat

Membangun Tim yang Efektif.

(2) Kerjasama Dalam Membangun Tim Dinamis dengan subbahasan

meliputi: Pengertian Tim yang Dinamis; Unsur-Unsur Tim yang Dinamis;

Tahapan Perkembangan Tim; Membangun Rasa Kebersamaan Tim;

Peran Individu dalam Tim; dan Membangun Kebanggaan Tim.

(3) Pemecahan Masalah Secara Win-win Solution dengan subbahasan

meliputi: Pengertian Konflik; Mengenali Konflik, Respon terhadap

Konflik, Sumber-sumber Konflik, Langkah-Langkah Penyelesaian

Konflik, dan Gaya Tanggapan Konflik.

Metode pembelajaran yang digunakan adalah curah pendapat,

ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, kerja individual, presentasi, kerja

(9)

3. Prasyarat Kompetensi

Dalam modul Membangun tim yang efektif ini, apabila Anda telah

melakukan pekerjaan bersama dengan orang lain dalam suatu tim di

kantor-kantor Kementrian Keuangan, Anda akan temui hal-hal yang telah diketahui

sehari-hari. Modul ini disusun dengan tujuan agar Anda memiliki wawasan

lebih luas dalam melakukan pekerjaan dengan orang lain dalam suatu tim

sehingga Anda diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai untuk menjadi

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan II.

4. Standar Kompetensi (SK)

Setelah selesai proses pembelajaran peserta diharapkan mampu

menerapkan konsep Membangun Tim Efektif secara efektif dan efisien

dalam pelaksanaan diklat dan di lingkungan kerja.

5. Kompetensi Dasar (KD)

Setelah mempelajari Kegiatan Belajar ini, peserta diharapkan dapat:

a. Menjelaskan konsepsi dasar membangun tim yang efektif.

b. Mempraktikkan kerjasama dalam membangun tim yang efektif;

c. Menjelaskan teknik pemecahan masalah secara Win-win Solution;

d. Menjelaskan Pemecahan Masalah Pengambilan Keputusan (PMPK).

6. Relevansi Modul

Dengan memahami materi modul ini, diharapkan peserta diklat dapat

melakukan kerjasama dalam tim secara efektif dan efisien dalam

pelaksanaan diklat dan di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu,

peserta juga diharapkan dapat mengambil keputusan terhadap

masalah-masalah yang dialami dalam kerja tim sehari-hari di kantor, menerapkan

konsep membangun sebuah tim yang efektif dalam melaksanakan

pekerjaan, dan menggunakan teknik pengambilan keputusan yang tepat

(10)

INDIKATOR

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat:

a. Menjelaskan pengertian tim yang dinamis,

b. Menjelaskan unsur-unsur tim yang dinamis,

c. Menjelaskan tahapan perkembangan tim,

d. Membangun rasa kebersamaan tim,

e. Menjelaskan peran individu dalam tim, dan

f. Memupuk kebanggaan anggota tim.

1. URAIAN DAN CONTOH

A. Pengertian Tim yang Dinamis

Mengapa ada Tim yang mampu bertahan lama dan ada yang tidak

dapat bertahan lama? Apabila berbicara tentang Tim, maka ada Tim yang

dapat mencapai suatu prestasi yang tinggi, namun juga ada yang hanya

bertahan beberapa hari saja. Untuk itu maka diperlukan suatu usaha

maksimal akan mampu berperan sebagai Tim yang dinamis.

Tim Dinamis adalah Tim yang memiliki kinerja yang sangat tinggi, Tim

yang dapat memanfaatkan segala energi yang ada dalam Tim tersebut untuk

menghasilkan sesuatu. Tim dinamis merupakan Tim yang penuh dengan

rasa percaya diri, Tim yang para anggotanya menyadari kekuatan dan

kelemahannya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama.

B. Unsur-Unsur Tim yang Dinamis

Apakah manfaat membangun Tim dinamis? Tim dinamis memiliki

unsur-unsur yang tidak jauh berbeda dengan tim pada umumnya. Adapun

(11)

1. Menyatakan secara jelas misi dan tujuannya

Visi adalah gambaran akan datang yang merupakan cita-cita, dan

selanjutnya visi ini dijelaskan keadaan dalam bentuk misi. Suatu

organisasi atau Tim yang dinamis harus mampu menjelaskan misi

tersebut ke dalam tujuan-tujuan Tim baik tujuan jangka pendek maupun

tujuan jangka panjang. Tanpa memiliki tujuan yang jelas Tim tidak akan

mengetahui ke arah mana akan melangkah, sehingga akan

terombang-ambing oleh bertiupnya angin. Tujuan dan sasaran ini harus dipahami

oleh seluruh anggota Tim sebab hal ini akan meningkatkan komitmen

diantara mereka. Pemimpin yang dinamis harus mampu memastikan

bahwa semua anggota kelompok terlibat dalam perumusan tujuan Tim.

2. Beroperasi secara kreatif

Dalam pelaksanaan kerja Tim sangat kreatif dan dinamis dengan

memperhitungkan resiko yang ada dan selalu mencoba cara berbeda

dalam melakukan sesuatu. Mereka tidak takut menghadapi

kegagalan-kegagalan dan selalu mencari-cari peluang untuk

mengimplementasikan teknik yang baru. Mereka bersikap luwes dan

kreatif dalam memecahkan masalah-masalah.

3. Memfokuskan pada hasil

Tim yang dinamis mampu menghasilkan melampaui kemampuan

jumlah individu yang menjadi anggotanya. Para anggota Tim secara

terus-menerus memenuhi komitmen waktu, anggaran, produktivitas,

dan mutu “Produktivitas Optimum” merupakan tujuan bersama.

4. Memperjelas peran dan tanggung jawab

Peran dan tanggung jawab anggota Tim jelas. Setiap anggota Tim

mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan dari dirinya, dan

mengetahui dengan jelas peran temannya dalam Tim. Tim yang

dinamis selalu memperbaharui peran dan tanggung jawab anggotanya

(12)

5. Diorganisasikan dengan baik

Tim dinamis menjalankan fungsi-fungsi manajemen dengan baik,

menetapkan prosedur secara jelas serta kebijakan dengan jelas, Tim

juga menginventarisir jenis keterampilan yang dimiliki oleh para anggota

Timnya.

6. Dibangun di atas kekuatan individu

Kompetensi individu sangat diperhatikan, sehingga pimpinan Tim

memahami betul kekuatan dan kelemahan anggota Timnya. Oleh

karena itu program Pembinaan sangat diharapkan. Pimpinan Tim

sangat memperhatikan pemberdayaan Timnya sehingga dalam

pemberdayaan disesuaikan dengan kompetensi anggota Tim.

7. Saling mendukung kepemimpinan anggota yang lain

Dalam Tim yang dinamis kepemimpinan dibagi di antara para

anggotanya. Dalam hal ini tidak ada pimpinan yang mutlak. Setiap

anggota Tim memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Pimpinan

Tim. Meskipun demikian peran supervisor masih dianggap perlu ada.

Dalam Tim dinamis menghargai keunikan setiap individu.

8. Mengembangkan iklim Tim

Tim yang berkinerja tinggi memiliki anggota yang secara antusias

bekerja bersama dengan tingkat keterlibatan dan energi kelompok yang

tinggi (bersinergi).

9. Menyelesaikan ketidaksepakatan

Perbedaan persepsi dan ketidaksepakatan akan terjadi dalam setiap

Tim. Tim dinamis menganggap bahwa konflik merupakan suatu wahana

untuk hal-hal yang lebih positif. Segala konflik akan diselesaikan

dengan pendekatan secara terbuka dengan teknik kolaborasi.

10. Berkomunikasi secara terbuka

Pembicaraannya secara asersi yakni bicara yang lugas, jujur tetapi

(13)

memberi dan menerima saran dari anggota kelompok yang lain,

komunikasi dilakukan secara timbal balik dan untuk kepentingan

bersama.

11. Membuat keputusan secara obyektif

Dalam pemecahan masalah menggunakan pendekatan yang mantap

dan proaktif. Keputusan dicapai melalui konsensus. Setiap anggota

kelompok bersedia dan mendukung keputusan tersebut. Anggota

kelompok bebas mengutarakan pendapat dan ide-idenya dan

mendukung rencana yang telah ditetapkan.

12. Mengevaluasi efektivitasnya sendiri

Evaluasi dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk

melihat bagaimanakah pelaksanaan rencana selama ini.

Penyempurnaan dilaksanakan secara berkelanjutan dan manajemen

proaktif. Apabila muncul masalah kinerja, mereka bisa segera

memecahkannya sebelum menjadi permasalahan yang serius.

C. Tahapan Perkembangan Tim

Pada dasarnya dalam membangun tim yang dinamis mempunyai

tahapan sebagai berikut (Peter Senge):

1. Forming(pencairan bentuk)

2. Storming(mencari jati diri tim)

3. Performing(tim mulai menunjukkan kinerja)

4. Transforming(tim mulai terbiasa dengan budaya kerja baru)

Guna mewujudkan Tim dinamis tidak semudah membalikkan tangan

kita, tetapi merupakan rangkaian perkembangan setahap demi setahap.

Tahapan tersebut dalam bahan ajar ini akan dijabarkan mengacu pada

pendapat Richard Y. Chang yang dimuat dalam bukunya “Membangun Tim

yang Dinamis”. Adapun tahapan perkembangan tersebut adalah sebagai

(14)

1. Menetapkan arah (Drive)

Dalam tahap ini Tim harus memfokuskan pada misinya dan membuat

garis besar strategi yang akan ditempuh serta menetapkan tujuan,

prioritas dan prosedur kerja serta peraturan bagi Tim anda.

2. Bergerak (Strive)

Dalam tahap ini peran dan tanggung jawab anggota Tim ditetapkan

dengan jelas. Dalam tahap ini beberapa kendala akan dihadapi dengan

penuh bijaksana bersama dengan seluruh anggota Tim, sehingga

seluruh permasalahan dapat dihadapi dengan arif dan bijaksana.

3. Mempercepat gerak (Thrive)

Fase ini dimungkinkan untuk meningkatkan produktivitas secara

maksimal. Dalam memecahkan masalah menggunakan umpan balik

dari sesama anggota, manajemen konflik, kerjasama dan pembuatan

keputusan yang efektif. Penguasaan terhadap wilayah secara cepat dan

efektif dengan daya tahan yang tangguh.

4. Sampai (Arrive)

Dengan kerja sama Tim yang kompak Tim akan mencapai puncak

dengan mengatasi semua kendala-kendala yang ada, akhirnya

mencapai prestasi yang luar biasa. Namun apabila dalam fase ini belum

mencapai puncak idealnya adalah meninjau kembali Tim anda dengan

melaksanakan konsolidasi upaya misalnya berkoordinasi secara

maksimal. Di samping itu perlu meninjau kembali sasaran-sasaran yang

telah ada, masih relevan atau tidak.

D. Membangun Rasa Kebersamaan Tim

Adakah manfaat membangun rasa kebersamaan dalam sebuah Tim?

Tahapan-tahapan dalam membangun Tim yang dinamis tersebut akan

berjalan dengan seksama, apabila anggota-anggota Tim mampu

membangun rasa kebersamaan secara efektif. Untuk membangun rasa

(15)

mampu untuk menerima keragaman anggota Tim. Mengapa demikian? Hal

ini disebabkan setiap Tim terdiri dari berbagai individu yang memiliki latar

belakang, perilaku, pengalaman yang berbeda-beda.

Tidak ada seorang manusiapun yang diciptakan sama termasuk orang

yang kembar sekalipun. Tim akan efektif apabila dibangun berdasarkan

kebersamaan, tidak memandang pangkat, suku dan golongan, menunjukkan

rasa saling percaya, saling menghargai dan dilandasi oleh keterbukaan. Oleh

karena itu, anggota suatu Tim hendaknya memiliki karakteristik yang

berorientasi pada opini, persamaan, serta tujuan.

Adapun penjabaran karakteristik anggota tim yang berorientasi pada

opini, persamaan, dan tujuan, masing-masing adalah sebagai berikut:

Berorientasi pada Opini

1. Berlawanan dengan orang yang bersifat dogmatis, akan mengarahkan pada

tindakan tidak mengutuk orang lain;

2. Memperkenalkan gagasannya tanpa mengusulkan atau bahkan

mengisyaratkan agar orang lain memberi posisi istimewa pada

gagasannya;

3. Saling meminta ide dari anggota kelompok yang lain, bukan berorientasi

pada gagasan perorangan;

4. Tidak hanya memfokuskan pada idenya sendiri, tetapi menginvestigasi

pendapat orang lain.

Berorientasi pada Persamaan

1. Anggota Tim yang berorientasi pada persamaan melihat keragaman

sebagai suatu keunggulan. Perbedaan yang dimiliki dapat dipakai untuk

mengecek setiap sisi, sudut, puncak dan dasar suatu masalah;

2. Mengandalkan semua anggota;

(16)

(Sukses Melalui Kerjasama Tim, Richard Chang, PT Pustaka Binaman Pressindo)

Hal apakah yang akan saudara perhatikan? Dalam rangka

membangun kerjasama Tim perlu juga memperhatikan hal-hal sebagai

berikut: meningkatkan umpan balik sesama anggota Tim, memiliki komitmen

untuk menyelesaikan konflik, bekerja sama untuk meningkatkan kreativitas

dan menangani dalam pembuatan keputusan.

E. Peran Individu dalam Tim

Keberhasilan suatu Tim sangat tergantung dari peran individu-individu

dalam Tim tersebut. Ada lima peran individu dalam suatu Tim yang berhasil.

Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Driver MMeennggeemmbbaannggkkaann ggaaggaassaann,, mmeemmbbeerrii aarraahh,, mmeenneemmuukkaann hhaall- -h

haallbbaarruu

Planner MMeenngghhiittuunngg kkeebbuuttuuhhaann ttiimm,, mmeerreennccaannaakkaann ssttrraatteeggii kkeerrjjaa,,

m

meennyyuussuunnjjaaddwwaall..

Enabler AAhhllii mmeemmeeccaahhkkaann mmaassaallaahh,, mmeennggeelloollaa ssaarraannaa//ssuummbbeerr ddaayyaa

m

meennyyeebbaarrkkaannggaaggaassaann,,mmeellaakkuukkaannnneeggoossiiaassii

Executor MMaauu bbeekkeerrjjaa mmeenngghhaassiillkkaann oouuttppuutt,, mmeennggkkoooorrddiinniirr ddaann m

meemmeelliihhaarraattiimm

Controller MMeemmbbuuaattccaattaattaann,,mmeennggaauuddiittddaannmmeennggeevvaalluuaassiikkeemmaajjuuaannttiimm.. Berorientasi pada Tujuan

1.Tim yang terdiri dari anggota yang berorientasi pada tujuan, kecil

kemungkinan akan timbul konflik di dalamnya yang disebabkan oleh

keunikan masing-masing kelompok;

2. Keseluruhan anggota Tim berorientasi pada tujuan yang sama;

3. Anggota Tim mengakui bahwa masing-masing anggota Tim memiliki

tujuan, dan kemungkinan tujuan tersebut bertentangan dengan tujuan

Tim;

4. Keunikan anggota tim yang muncul segera dapat diatasi, tidak dibiarkan

(17)

F. Membangun Kebanggaan Tim

Perlukah membangun kebanggaan Tim? Tim dinamis akan senantiasa

mempertahankan prestasinya secara maksimal. Oleh karena itu

mempertahankan kinerja Tim sangat diharapkan. Ini berarti bahwa perlu ada

suatu usaha untuk memotivasi Tim secara efektif agar mampu membangun

kebanggaan Tim. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan

Tim agar anggota Tim mampu membangun kebanggaannya adalah sebagai

berikut:

1. Memotivasi Anggota Tim untuk berkomitmen;

Dalam memotivasi ini terlebih dahulu tentukan faktor-faktor apakah yang

dapat mempengaruhi orang tersebut termotivasi dengan baik. Tanpa

mengetahui hal ini proyek besarpun belum tentu merupakan faktor

stimulus. Setiap individu memiliki motif yang berbeda-beda, misalnya

ada orang timbul harga dirinya dengan menghargai kinerjanya, tetapi

orang lain belum tentu demikian.

2. Memotivasi anggota Tim yang tidak termotivasi;

Tidak setiap anggota Tim memiliki motivasi yang sama. Ada anggota

Tim yang produktif, ada pula yang enggan berpartisipasi secara aktif.

Untuk itu diperlukan beberapa strategi yang jitu. Strategi tersebut antara

lain (1) dapatkan nasihat dari mereka, (2) jadikan mereka guru (3)

libatkan mereka dalam presentasi dan delegasikan kepada mereka

proyek bintang.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membangun kerjasama Tim

adalah perlunya meningkatkan kerja sama Tim yang efektif. Kunci utamanya

adalah adanya komunikasi yang efektif (akan dibahas dalam mata sajian

komunikasi yang efektif), mendengarkan secara aktif, mampu memotivasi

anggota Tim serta menyelesaikan konflik secara efektif. Teknik penanganan

konflik akan dibahas dalam pokok bahasan berikutnya.

Dilihat dari tahapannya (baik menurut Peter Senge maupun Ricard Y.

Chang), apabila suatu Tim telah mencapai tahap ketiga (performingmaupun

thrive) sampai dengan tahap keempat (transforming maupun arrive), maka

(18)

2. LATIHAN

1. Dalam membangun tim yang dinamis membutuhkan perencanaan yang

strategis, pelaksanaan dan sistematis serta kinerja yang optimal, dengan

beberapa tahapan, sebutkan tahapan-tahapan tersebut!

2. Sebutkan lima peran individu dalam tim yang berhasil!

3. Sebutkan faktor-faktor yang diperhatikan dalam pemeliharaan tim agar

anggota tim mampu membangun kebanggaannya!

3. RANGKUMAN

Dalam rangka menerapkan kerjasama dalam membangun sebuah Tim

yang dinamis perlu mengacu pada pengertian Tim dinamis. Tim dinamis adalah

Tim yang berkinerja tinggi, Tim yang memanfaatkan energinya secara maksimal

untuk menghasilkan sesuatu. Tim yang penuh percaya diri, Tim yang saling

tergantung satu sama lain. Adapun unsur-unsur Tim yang dinamis antara lain

adalah menyatakan secara jelas misi dan tujuannya, beroperasi secara kreatif,

memfokuskan pada hasil, memperjelas peran dan tanggung jawab, diorganisir

secara baik, dibangun di atas kekuatan individu, saling mendukung

kepemimpinan anggota yang lain, mengembangkan iklim Tim, menyelesaikan

ketidaksepakatan, berkomunikasi secara terbuka, membuat keputusan secara

obyektif, mengevaluasi efektivitasnya sendiri. Untuk mencapai Tim yang dinamis

tentu saja mengacu pada perkembangan Tim dan perlunya membangun rasa

kebersamaan dan mampu menumbuhkan kebanggaan Tim.

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 1

Untuk menguji hasil belajar pada kegiatan belajar 1 ini, coba Anda kerjakan

tes formatif berikut ini, dengan cara memberi jawaban B apabila pernyataan

benar dan S apabila pernyataan salah pada tes Benar-Salah serta memberi

(19)

Benar - Salah

1. Tim dinamis adalah tim yang memiliki kinerja yang sangat tinggi, dapat

memanfaatkan segala energi yang ada dalam tim tersebut untuk

menghasilkan sesuatu yang bernilai.

2. Tahapan perkembangan tim secara berurutan menurut Peter Senge

adalah forming, storming, performing, transforming.

3. Untuk membangun kebersamaan dalam tim maka setiap anggota tim

harus mampu menerima keragaman anggota tim.

4. Salah satu unsur tim yang dinamis adalah dibangun di atas kekuatan

kebersamaan.

5. Anggota tim yang berorientasi pada persamaan mengandalkan pada

semua anggota.

Pilihan Ganda

1. Yang bukan merupakan unsur tim yang dinamis menurut Richard Y.

Chang adalah…

a. Jelas Visi dan Tujuannya

b. Beroperasi secara kreatif

c. Fokus pada hasil

d. Kebersamaan adalah segalanya

2. Storming maksudnya…

a. Pencarian bentuk c. mencari jati diri

b. Menunjukkan jati diri d. penyesuaian budaya kerja

3. Tahapan menuju tim yang dinamis menurut Richard Y. Chang adalah…

a. Strive, Drive, Thrive, Arrive,

b. Drive, Thrive, Strive, Arrive

c. Drive, Thrive, Arrive, Strive

d. Drive, Strive, Thrive, Arrive

4. Lima peran dalam tim yang berhasil adalah, kecuali…

a. driver c. leader

b. enabler d. controller

5. Dalam membangun kebersamaan tim, tim harus memiliki karateristik yang

(20)

a. Anggota yang berorientasi pada tujuan kelompok kecil

kemungkinan akan konflik

b. Keseluruhan anggota akan memiliki tujuan yang sama

c. Keunikan yang muncul akan segera teratasi

d. Anggota yang berorientasi pada tujuan kelompok kecil

kemungkinan akan menghilang dengan sendirinya

6. Salah satu dari lima peran tim yang berhasil adalah executor, salah satu

maksudnya ialah..

a. Mengembangkan gagasan

b. Menghitung kebutuhan tim

c. Ahli memecahkan masalah

d. Mau memelihara tim

7. Tim yang dinamis selalu memperbaharui peran dan tanggung jawab anggotanya sesuai dengan, kecuali….

a. perubahan tuntutan c. kemampuan

b. sasaran d. teknologi

8. Pada fasearrive tim akan mencapai puncak dan akan mencapai prestasi

kerja yang luar biasa. Namun apabila tim belum bisa menjadi seperti itu

maka sebaiknya….

a. Meninjau kembali tim dengan meminta bantuan dari tim lain

b. Mencari kesalahan dari fase-fase sebelumnya

c. Mencari tahu apakah semua anggota sudah terlibat dengan baik

atau belum

d. Menelaah kembali sasaran-sasaran yang telah ada.

9. Dalam tim dinamis apa yang dimaksud saling mendukung? a. Tiap anggota mendukung kegiatan anggota yang lain b. Kepemimpinan dibagi di antara para anggota

c. Pimpinan akan mendukung bawahannya

d. Pemimpin yang mutlak hanyalah satu orang top manager

10. Salah satu tahapan perkembangan tim menurut Richard Y. Chang adalah

strive. Dalam tahap ini seluruh permasalahan dapat dihadapi dengan …

a. Arif dan bijaksana c. Arif dan hati-hati

(21)

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Coba cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap materi pada kegiatan belajar ini. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan kualifikasi hasil belajar yang telah terinci sebagaimana rumus di bawah ini.

TP= Jumlah Jawaban yang Benar X 100% Jumlah Keseluruhan Soal

Apabila tingkat pemahaman (TP) Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai:

Kriteria Nilai:

91 s.d. 100 : Sangat Baik 81 s.d. 90 : Baik

71 s.d. 80 : Cukup 61 s.d. 70 : Kurang

0 s.d. 60 : Sangat Kurang

(22)

INDIKATOR

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat:

a. menjelaskan mengenai pengertian konflik,

b. mengidentifikasi isyarat adanya konflik,

c. mengidentifikasi sumber-sumber konflik,

d. mengidentifikasi gaya tanggapan terhadap konflik, dan

e. mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaian konflik.

1. URAIAN DAN CONTOH

A. Pengertian Konflik

Dalam suatu Tim yang berinteraksi satu sama lain dalam mencapai

tujuannya selalu mengalami perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat yang

berlarut-larut akan menyebabkan konflik. Anggota Tim perlu memahami

bahwa konflik atau ketidaksepakatan adalah sesuatu yang tidak bisa

dihindarkan dan tidak memiliki sifat baik atau buruk (konflik bersifat netral).

Konflik akan menghancurkan kemajuan Tim jika dibiarkan tidak terkelola,

tetapi juga dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang mantap jika

dikelola secara efektif. Hasil dari suatu konflik sangat tergantung pada

bagaimana Tim mengelolanya. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan

konflik? Isyarat apakah yang merupakan gejala konflik dalam suatu Tim?

Bagaimana konflik merebak dan bagaimanakah respon terhadap konflik?

(23)

Sebelum Saudara membaca pokok bahasan ini silahkan Saudara

merenungkan terlebih dahulu hakekat tentang konflik menurut pikiran

saudara.

Dari jawaban saudara tersebut silahkan diidentifikasi mana perasaan

yang cenderung positif dan mana yang cenderung negatif. Kecenderungan

dari kita adalah konflik berkonotasi negatif.

Kata konflik menimbulkan kesan tidak menyenangkan. Reaksi kita

pada umumnya adalah negatif. Pada umumnya merupakan bahaya dan

menyakiti perasaan orang lain. Kita cenderung menghubungkan konflik

dengan kekerasan, krisis, perkelahian, perang, kalah, menang, kehilangan

kendali dan lain sebagainya. Kebanyakan dari kata-kata ini memberikan

gambaran adanya kerusakan besar, merasa disakiti, dan hubungan menjadi

rusak.

Haruskah demikian?

Lalu apa sebenarnya konflik tersebut?

Konflik selalu melibatkan dua orang atau lebih (perorangan atau

kelompok) yang terjadi apabila salah satu pihak merasa kepentingannya

dihalang-halangi atau akan dihalang-halangi (Modul Leadership Laboratory,

Lembaga Administrasi Negara). Selanjutnya Hanmer dan Hogan dalam

bukunya How to Manage Conflictmengatakan bahwa yang dimaksud dengan

konflik adalah segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam organisasi,

baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun

kelompok yang bersifat antagonis.

Dari pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa konflik

terkait dengan persepsi pihak yang bersangkutan yang merasa

kepentingannya dihalang-halangi atau akan dihalang-halangi, terlepas dari

atau tidak ada halangan tersebut. Apabila konflik ini kita biarkan maka akan

menghancurkan kemajuan Tim, namun juga dapat mengarahkan pada

pengambilan keputusan yang mantap bila dikelola dengan baik. Hasil dari

suatu konflik tergantung pada bagaimana mengelolanya. Untuk itu perlu

mengenali konflik secara dini.

(24)

Isyarat adanya konflik antara lain :

(Sukses Melalui Kerjasama Tim, Richard Chang, PT Pustaka Binaman Pressindo), Hal. 30.

Konflik akan tambah merebak apabila:

C. Sumber-sumber Konflik

Menurut Bolton dalam bukunya ”Manajemen Konflik”, sumber-sumber

konflik adalah sebagai berikut:

1. Menghalangi pencapaian sasaran perorangan;

2. Kehilangan status;

3. Kehilangan otonomi atau kekuasaan;

4. Kehilangan sumber-sumber;

5. Merasa diperlakukan tidak adil; 1. Tindakan bermusuhan;

a. Anggota Tim memasuki permainan menang-kalah;

b. Mereka lebih senang memenangkan kemenangan pribadi daripada

memecahkan masalah.

2. Memegang posisinya dengan kuat;

Anggota Tim tidak melihat perlunya mencapai tujuan yang

menguntungkan, mereka memegang teguh posisinya, mempersempit

komunikasi dan membatasi keterlibatannya satu sama lain.

3. Keterlibatan emosional

Anggota Tim mempertahankan posisinya secara emosional.

1. Anggota kelompok memberikan komentar dan saran dengan penuh

emosi

2. Anggota Tim menyerang gagasan orang lain sebelum gagasan tersebut

diselesaikan

3. Anggota Tim saling menuduh bahwa mereka tidak memahami masalah

yang sebenarnya

4. Anggota Tim selalu beroperasi dan menolak untuk berkompromi

(25)

6. Mengancam nilai dan norma;

7. Perbedaan persepsi dan lain sebagainya

D. Gaya Tanggapan Terhadap Konflik

Konflik apabila dihindari maka akan berdampak terhadap keefektifan

suatu Tim sehingga produktivitas Tim akan menurun. Sebaliknya konflik akan

menjadi sehat apabila pihak-pihak yang terlibat mau menjajaki ide-ide baru,

menguji posisi dan keyakinan mereka serta memperluas wawasan imajinasi

mereka. Konflik yang ditangani secara konstruktif akan merangsang anggota

Tim lebih kreatif sehingga akan memperoleh hasil yang terbaik.

Oleh karena itu, dalam menghadapi suatu konflik, anggota Tim dapat

memiliki 5 (lima) gaya tanggapan seperti yang diklasifikasikan Robert B.

Maddux dalam bukunya ”Team Building”:

GAYA CIRI PERILAKU ALASAN PENYESUAIAN

Menghindar Tidak mau berkonfrontasi.

Perbedaan yang ada terlalu kecil atau terlalu besar untuk

diselesaikan.

Tidak sepadan jika mengambil resiko yang akan merusak hubungan dan menimbulkan ketidakselarasan secara keseluruhan.

Menang/Kalah Konfrontatif, menuntut dan agresif.

Harus menang dengan cara apapun.

Yang kuat menang. Harus membuktikan superioritas. Paling benar secara etis dan profesi.

Kompromi Mementingkan pencapaian sasaran utama semua pihak serta

memelihara hubungan baik. Agresif namun kooperatif.

Tidak ada ide perorangan yang sempurna.

Seharusnya ada lebih dari satu cara yang baik dalam melakukan sesuatu.

Anda harus berkorban untuk dapat menerima.

(26)

(Kolaborasi win-win)

penting. Penghargaan yang tinggi terhadap sikap saling mendukung.

Tegas dan kooperatif.

tebuka pokok permasalahan, solusi yang saling

menguntungkan dapat

ditemukan tanpa satu pihak pun dirugikan.

Sumber: Robert. B. Maddux, Team Building, halaman 56).

Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik secara win-win solutions?

Tentu saja dengan menggunakan gaya tanggapan penyelesaian masalah

atau kolaborasi.

E. Langkah-Langkah Penyelesaian Konflik

Tim dinamis konflik tidak dibiarkan berlarut-larut tetapi diselesaikan

secara terbuka. Adapun beberapa langkah dalam penyelesaian konflik

tersebut secara skematis menurut Richard Y. Chang adalah sebagai berikut:

(Sumber: Sukses melalui kerjasama Tim, Richard Y. Chang, PT Pustaka Binaman

Pressindo, halaman 35).

Langkah 1: Mengakui adanya konflik.

(27)

Langkah ini merupakan langkah awal untuk penyelesaian konflik, tanpa anda

mengakui adanya suatu konflik maka masalah tidak akan terpecahkan. Tim

yang dinamis akan membahas konflik secara dini sehingga tidak merupakan

penghalang bagi keberhasilan suatu Tim yang dinamis. Kearifan dari semua

pihak sangat diperlukan dalam hal ini. Bacalah dan analisa dialog antara

pimpinan Tim dan anggota Tim berikut ini:

(Sukses Melalui Kerjasama Tim, Richart Chang, PT Pustaka Binaman Pressindo), Hal. 30.

Dari kasus di atas adakah konflik yang terjadi? Konflik apa yang dapat

Saudara identifikasi?

Langkah 2: Mengidentifikasi konflik secara sebenarnya.

Langkah ini dalam kegiatan penelitian sering disebut dengan identifikasi

masalah. Kegiatan ini sangat diperlukan dan memerlukan keahlian khusus.

Mengapa demikian? Konflik dapat muncul dari akar masalah, tetapi juga

karena masalah emosi. Kasus di atas setelah diidentifikasi ternyata lebih

banyak dipengaruhi oleh dendam pribadi antara kelompok Santi dengan Adi,

karena akhir-akhir ini Adi dan teman-temannya sering mendapat

penghargaan pimpinan atas prestasinya. Oleh karena itu perlu memilah

antara masalah inti dengan masalah emosional. Masalah inti adalah masalah

yang mendasari suatu konflik (misalnya ketidaksepakatan adanya tugas)

sedangkan isu emosional merupakan masalah yang akan memperumit

masalah tersebut. Misalnya salah satu anggota Tim mendapat tugas yang

sangat penting (masalah inti), orang lain merasa tersinggung (masalah

emosional). Untuk hal ini maka hendaknya Saudara mengatasi masalah yang

inti terlebih dahulu. Setelah langkah ini terselesaikan maka langkah

selanjutnya adalah:

Irawan adalah pimpinan bagian penjualan, akhir-akhir ini target penjualan menurun dengan tajam. Beliau mengumpulkan seluruh anggota Tim untuk membahas masalah tersebut. Beliau memberikan kesempatan anggota Tim untuk mengemukakan ide-idenya. Santi dengan suara lantang dan penuh emosi mengatakan bahwa Adilah penyebab seluruh penurunan target penjualan tersebut, karena dalam promosinya kurang menggigit. Santi mendapat dukungan dari dua anggota Tim yang lain. Namun Santo salah satu anggota Tim yang lain mengatakan bahwa kesalahan ini tidak bisa dilimpahkan pada Adi saja karena banyak variable yang mempengaruhi terhadap penurunan target tersebut antara lain adanya krismon, mutu produk, pesaing dan lain sebagainya. Adi menahan emosi atas semua itu. Dengan penuh emosi Santi

(28)

Langkah 3: Dengar semua pendapat.

Lakukan kegiatan sumbang saran. Libatkan mereka yang terlibat konflik

untuk mengungkapkan pendapatnya, hindarilah pendapat benar dan salah.

Bahas juga mengenai dampak konflik terhadap Tim serta kinerja Tim.

Fokuskan pembicaraan pada fakta dan perilaku bukan pada perasaan atau

unsur pribadi. Hindari mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi temukan

mana yang terbaik jika dipandang dari sisi positif.

Langkah 4: Bersama-sama mencari cara untuk menyelesaikan konflik.

Dalam kegiatan ini diskusi terbuka sangat diharapkan. Karena dengan diskusi

terbuka bisa memperluas informasi dan alternatif serta bisa mengarahkan

pada rasa percaya dan hubungan yang sehat diantara yang terlibat. Dalam

Tim yang efektif tidak seluruh anggota kelompok menyukai satu sama lain,

tetapi yang utama adalah mampu bekerja sama secara efektif.

Langkah 5: Mendapatkan kesepakatan dan tanggung-jawab untuk

menemukan solusi.

Memaksakan kesepakatan akan berakibat fatal. Oleh karena itu doronglah

mereka untuk bekerja sama memecahkan permasalahan secara jitu. Buatlah

semua anggota Tim senang terhadap solusi yang dihasilkan. Oleh karena itu

solusi harus diusahakan secara bersama-sama. Salah satu cara yang

disarankan agar orang lain mau menerima saran yang diajukan adalah

memposisikan dirinya pada peran orang lain, masing-masing anggota Tim

mempresentasikan pandangan orang lain.

Langkah 6: Menjadwal sesi tindak lanjut untuk mengkaji solusi.

Pemberian tanggung jawab untuk melaksanakan komitmen sangat dihargai

oleh anggota Tim. Mengkaji resolusi sangat diperlukan untuk mengetahui

tingkat keefektifan resolusi yang telah diberikan.

(29)

PUSDIKLAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BPPK 2010 Sebelum Saudara melanjutkan membaca pokok bahasan III hendaknya

Saudara menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Widyaiswara tentang

pikiran dan perasaan dalam menghadapi konflik. Untuk analisanya Saudara akan

dipandu oleh Widyaiswara. Dari hasil analisa inilah kita akan mengetahui

kecenderungan setiap individu dalam menghadapi suatu konflik.

Lengkapi pertanyaan berikut:

1. Apabila saya mendengar kata “Konflik”, maka saya berpikir:

a. ………

b. ………

c. ………

d. ………

e. ………

2. Apabila saya mendengar kata “Konflik”, maka saya merasa:

a. ………

b. ………

c. ………

1. Apakah yang dimaksud dengan konflik menurut Hanmer & Hogan?

2. Hal-hal apakah yang menjadi sumber konflik menurut Bolton?

3. Apakah yang dimaksud dengan gaya tanggapan konflik?

4. Bagaimana langkah-langkah penyelesaian konflik?

3. RANGKUMAN

Konflik terjadi pada setiap individu dan sulit dihindarkan. Penanganan

konflik secara dini akan membantu Tim dalam meningkatkan kinerjanya. Konflik

selalu melibatkan dua orang atau lebih yang terjadi apabila salah satu pihak

merasa kepentingannya dihalang-halangi atau akan dihalang-halangi.

Sumber-sumber konflik antara lain adalah (1) Menghalang-halangi sasaran perorangan,

(2) Kehilangan status, (3) Perbedaan sudut pandang, (4) Kehilangan otonomi

atau kekuasaan, (5) Kehilangan sumber-sumber apalagi sumber yang langka, (6)

Ketidakadilan, (7) mengancam nilai-nilai dan lain sebagainya. Konflik yang

Timbul tidak bisa dihindari karena:

(30)

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 2

Untuk menguji hasil belajar pada kegiatan belajar 2 ini, coba Anda kerjakan

tes formatif berikut ini, dengan cara memberi jawaban B apabila pernyataan

benar dan S apabila pernyataan salah pada tes Benar-Salah serta memberi

tanda silang (X) pada jawaban yang Anda anggap benar pada tes pilihan ganda.

Benar - Salah

1. Konflik selalu melibatkan 2 orang atau lebih.

2. Apabila anggota memberikan komentar dengan santai dan tenang

merupakan salah satu isyarat adanya konflik.

3. Melakukan manufer negatif adalah salah satu cara merespon konflik.

4. Salah satu gaya tanggapan konflik adalah menghindar karena usaha

penyelesaian akan menciptakan masalah yang lebih kompleks.

5. Apabila ada orang yang merasa terhalangi orang lain maka hal itu sudah

dikatakan konflik. Meskipun keadaan sebenarnya tidak ada konflik nyata.

Pilihan Ganda

(31)

a. Anggota tim saling menuduh bahwa mereka tidak memahami

masalah yang sebenarnya.

b. Anggota tim kadang beroperasi dan selalu mau berkompromi

c. Anggota tim selalu menambahkan gagasan orang lain

d. Anggota tim menyerang tim yang lain

2. Salah satu gaya tanggapan konflik adalah menghindar, ciri perilaku

menghindar di antaranya adalah…

a. Tidak agresif

b. Tidak mau berkonfrontasi

c. Konfrontatif

d. Tegas dan kooperatif

3. Konflik yang mengemuka tidak bisa dihindari, hal itu bukan

disebabkan oleh….

a. Perbedaan kebutuhan, tujuan,dan nilai-nilai

b. Perbedaan cara pandang terhadap motif, ujaran, tindakan, dan

situasi

c. Perbedaan harapan terhadap hasil suka versus tidak suka

d. Kebutuhan kedua belah pihak adalah sah dan penting

4. Konflik akan bertambah merebak apabila….

a. Anggota tim memasuki permainan menang kalah

b. Anggota tim mempertahankan emosinya secara emosional

c. Jawaban a dan b benar

d. Jawaban a dan b salah

5. Menurut Bolton, sumber konflik di antaranya adalah….

a. Menghalangi pencapaian sasaran perorangan

b. Anggota tim memasuki permainan menang kalah

c. Anggota tim mempertahankan emosinya secara emosional

d. Tidak mau berkonfrontasi

6. Menurut Hanmer & Hogan konflik adalah….

a. Segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam organisasi,

baik antar individu, atau individu dengan pimpinan yang bersifat

(32)

b. Segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam organisasi,

baik antar individu, antar kelompok satu dengan kelompok yang

lain yang bersifat antagonis

c. Segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam organisasi,

baik antar individu, maupun antar tim satu dengan tim yang lain

d. Segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam organisasi,

baik antar individu, antar individu dengan kelompok, maupun

kelompok yang bersifat antagonis

7. Terpadat beberapa langkah menyelesaikan konflik, di bawah ini yang

bukan merupakan langkah untuk menyelesaikan konflik adalah….

a. Mengakui adanya konflik

b. Mengidentifikasi konflik secara sebenarnya

c. Pimpinan meminta badan eksternal untuk melakukan audit

terhadap anggota timnya

d. Mendapatkan kesepakatan dan tanggung jawab untuk

menemukan solusi

8. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah....

a. Menghalangi pencapaian seseorang merupakan bagian dari cara

merespon konflik

b. Merasa diperlakukan tidak adil akan membuat konflik bertambah

merebak

c. Perbedaan persepsi tidak akan bisa dipersatukan

d. Mengancam nilai dan norma merupakan sumber konflik

9. Bersikap menyetujui merupakan salah satu ciri perilaku dari gaya

tanggapan konflik, yaitu gaya tanggapan konflik ….

a. Menang/kalah c. Mengakomodasi

b. Kompromi d. Penyelesaian masalah

10. Salah satu langkah menyelesaikan konflik adalah melakukan diskusi

terbuka, karena bisa memperluas informasi dan alternatif. Hal ini

terdapat pada langkah..

a. Mengakui adanya konflik .

b. Mengidentifikasi konflik secara sebenarnya

c. Dengar semua pendapat

(33)

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Coba cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah

disediakan. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus

untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap materi pada kegiatan

belajar ini. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan kualifikasi hasil

belajar yang telah terinci sebagaimana rumus di bawah ini.

TP= Jumlah Jawaban yang Benar X 100%

Jumlah Keseluruhan Soal

Apabila tingkat pemahaman (TP) Anda dalam memahami materi yang sudah

dipelajari mencapai:

Kriteria Nilai:

91 s.d. 100 : Sangat Baik

81 s.d. 90 : Baik

71 s.d. 80 : Cukup

61 s.d. 70 : Kurang

0 s.d. 60 : Sangat Kurang

Apabila hasil perhitungan Anda telah mencapai 81 atau lebih, berarti Anda telah

menguasai materi kegiatan belajar 2 ini dengan baik. Namun, apabila nilai Anda

kurang dari 81, Anda harus mempelajari kembali materi Kegiatan Belajar 2 ini.

(34)

INDIKATOR

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat:

a. menjelaskan pengertian tim,

b. menjelaskan perbedaan kelompok dan tim,

c. memahami hakekat dan ciri organisasi sebagai tim yang efektif,

d. menjelaskan ciri-ciri tim yang efektif,

e. menjelaskan kriteria tim yang efektif,

f. memahami manfaat membangun tim yang efektif.

1. URAIAN DAN CONTOH

A. Pengertian Tim

Dalam pembelajaran ini Saudara akan diajak untuk mencermati

apakah Tim sama dengan kelompok.

Berikut ini akan dikutip beberapa pengertian kelompok sebagai berikut:

1. W. H. Y. Sprott memberikan pengertian kelompok sebagai beberapa

orang yang bergaul satu dengan yang lain;

2. Kurt Lewin berpendapat bahwa “The essence of a group is not the

similarity or dissimilarity of its members but their interdepence”;

(35)

3. H. Smith menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kelompok adalah

suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai

kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas

dasar kesatuan persepsi.

4. Kelompok adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain

saling berinteraksi dalam mencapai tujuan bersama.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang

dimaksud dengan Kelompok adalah suatu unit yang merupakan

sekelompok/sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain

berinteraksi dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan secara

bersama-sama dalam suatu wadah tertentu. Dari pengertian itu, maka

kelompok yang dibahas dalam modul ini adalah kelompok formal, yaitu suatu

kelompok yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Dari pengertian di atas muncul dalam benak kita apakah kelompok

sama dengan Tim? Kelompok belum tentu merupakan Tim, namun Tim pasti

merupakan suatu kelompok. Ini berarti bahwa kelompok akan menikmati

keberhasilan yang luar biasa jika menjadi satu kesatuan yang lebih produktif

yang disebut dengan Tim. Tim adalah kumpulan orang-orang yang memiliki

kebutuhan tertentu.

B. Perbedaan Kelompok dan Tim

 Memiliki keberadaan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak berkaitan;

 Orang-orang yang ditunjuk oleh organisasi yang bersangkutan untuk

menjalankan peran resmi tertentu, misalnya sebagai Kepala Bagian, Kepala

Seksi dan lain sebagainya;

 Memiliki struktur, hubungan tugas dan hirarkis yang telah digariskan secara

jelas.

(36)

Robert B. Maddux dalam bukunya “Team Building” membedakan

keduanya adalah sebagai berikut:

1. KELOMPOK

a. Anggota menganggap pengelompokan mereka semata-mata untuk

kepentingan Administratif. Individu bekerja secara mandiri,

kadang-kadang berbeda tujuan dengan individu yang lainnya;

b. Anggota cenderung memperhatikan dirinya sendiri karena tidak

dilibatkan dalam penetapan sasaran. Kadang-kadang pendekatannya

hanya sebagai tenaga bayaran;

c. Anggota diperintah untuk mengerjakan pekerjaan, bukan diminta saran

untuk mencapai sasaran yang terbaik;

d. Anggota tidak percaya pada motif rekan-rekan kerjanya karena tidak

memahami peran anggota lainnya. Menyatakan pendapat atau

menyampaikan kritik dianggap sebagai upaya memecah belah;

e. Anggota kelompok sangat berhati-hati dalam menyampaikan

pendapatnya, karena kurang saling toleransi;

f. Apabila menerima Diklat yang memadai dalam penerapannya sangat

dibatasi oleh pimpinan;

g. Anggota berada dalam suatu konflik tanpa mengetahui sebab dan cara

pemecahan masalahnya;

h. Anggota tidak didorong untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan

keputusan.

2. TIM

a. Anggota menyadari ketergantungan diantara mereka dan memahami

bahwa sasaran pribadi maupun Tim paling baik dicapai dengan cara

saling mendukung. Waktu akan sangat efektif karena masing-masing

sangat memahami dan tidak mencari keuntungan diatas anggota Tim

yang lain;

b. Anggota Tim ikut merasa memiliki pekerjaan dan organisasinya karena

mereka memiliki komitmen terhadap sasaran yang akan dicapai;

(37)

d. Anggota bekerja dalam suasana saling percaya dan didorong untuk

mengungkapkan ide, pendapat, ketidaksetujuan serta mencetuskan

perasaan secara terbuka. Pertanyaan yang muncul akan disambut

dengan baik;

e. Anggota menjalankan komunikasi dengan tulus. Mereka saling

memahami sudut pandang masing-masing;

f. Para anggota didorong untuk menambah keterampilan dan

menerapkannya dalam Tim, mereka menerima dukungan penuh dari

Tim;

g. Mereka menyadari bahwa konflik dalam Tim merupakan hal yang

wajar, karena dengan konflik merupakan kesempatan untuk

mengembangkan ide dan kreativitas. Apabila terjadi suatu konflik akan

diselesaikan secara konstruktif;

h. Anggota berpartipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang

mempengaruhi Tim. Meskipun mereka menyadari bahwa keputusan

tetap ditangan pemimpin apabila Tim menemui jalan buntu. Tujuannya

adalah memperoleh hasil yang positif.

Perbedaan kelompok dan tim:

No. Kelompok Tim

1 Individu bekerja secara mandiri Anggota menyadari ketergantungan diantara mereka

2 Anggota hanya memperhatikan diri sendiri Anggota ikut merasa memiliki pekerjaan dan organisasi

3 Anggota diperintah melakukan pekerjaan Anggota berkontribusi dalam keberhasilan kantor

4 Anggota tidak percaya pada rekan-rekannya

Anggota bekerja dalam suasana saling percaya

5 Anggota kurang bertoleransi Anggota menjalankan komunikasi dengan baik

6 Apabila menerima diklat, penerapannya dibatasi pimpinan

Anggota didorong meningkatkan keterampilan

7 Anggota menghadapi konflik tanpa tahu sebab dan pemecahannya

Anggota menyadari bahwa konflik adalah hal yang wajar

8 Anggota tidak didorong aktif dalam pengambilan keputusan

Anggota berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan

(38)

Dalam uraian di atas telah diuraikan pengertian tentang Tim. Tim dapat

disimpulkan sebagai suatu kelompok yang memiliki keikatan dan interaksi

yang harmonis memacu terjadinya perubahan, pertumbuhan dan

perkembangan pribadi maupun organisasi. Keikatan dan interaksi yang

harmonis tersebut akan muncul dalam bentuk keterpaduan pola pikir (way of

thinking), pola emosi dan motivasi (way of feeling) dan pola tindak (way of

action) (Prajudi Atmosoedirdjo: 1989). Adanya keterpaduan pola pikir, pola

emosi, motivasi dan persepsi serta pola tindak, memudahkan terjadinya titik

temu berbagai keinginan dan interest ke dalam tujuan bersama (Common

Goal).

Masalah paling rawan dalam organisasi adalah apabila keinginan dan

kepentingan individu dalam organisasi saling berhadapan sehingga terjadi

“Menang-Kalah” yaitu munculnya banyak vested-interest. Demikian pula

dalam organisasi penyelenggaraan Diklat apabila sudah terjadi hal yang

demikian misalnya antara panitia penyelenggara dengan peserta Diklat atau

Widyaiswara, maka organisasi tidak akan berjalan dengan efektif. Akibatnya

tujuan Diklat secara umum tidak akan tercapai.

Steven Covey (1997) menemukan tujuh resep habits yang perlu

dimiliki oleh individu yang ingin memiliki keefektifan yang tinggi yaitu:

1. Proaktif,

2. Mendahulukan yang utama,

3. Selalu memulai dengan tujuan akhir,

4. Pendekatan menang-menang,

5. Berusaha mengerti orang lain sebelum dimengerti oleh orang-orang lain,

6. Selalu menciptakan sinergi, keterpaduan dan kebersamaan,

7. Selalu mengasah dan mengembangkan diri baik fisik, sosial maupun

nilai-nilai.

Dari ketujuh habits tersebut yang menonjolkan adanya Tim adalah

pendekatan menang-menang, mengerti orang lain dan selalu bersinergi.

Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu manusia perlu

melaksanakan kegiatan bersama secara efektif sehingga pekerjaan akan

berjalan dengan efektif, oleh karena itu diperlukan sebuah Tim yang efektif.

(39)

untuk menggali potensi diri anda dalam membangun Tim yang efektif.

Apakah Tim akan efektif apabila telah didukung oleh anggota Tim yang

mampu berperan dengan baik?

Belbin (1991) mengatakan bahwa ciri atau kondisi organisasi juga

merupakan faktor dominan. Adapun ciri-ciri atau kondisi organisasi sebagai

Tim tidak akan berhasil apabila:

1. Desain visi, misi dan strategi organisasi yang kurang imaginable, feasible,

communicable;

2. Moral atau semangat Tim rendah;

3. Conflict of interestpribadi merebak;

4. Kemampuan mental (intelegensia, kreativitas) rendah;

5. Seleksi kurang berhasil;

6. Kepribadian yang dominan introvert atau ekstrovert;

7. Komposisi susunan Tim yang kurang efektif;

8. Ketidakjelasan peran Tim dan anggota-anggotanya;

9. Tertutup untuk dievaluasikan;

10. Pemberdayaan kurang efektif.

D. Ciri-ciri Tim Efektif

Berikut ini disajikan ciri-ciri Tim yang efektif menurut Wandi. S. Barata

dan Pius M. Sumaktoyo yang diambil dari buku “Mencapai Sasaran Melalui

Kerja Sama Tim” yang merupakan hasil alih bahasa dari buku “Achieving

Goals Through Team Work” sebagai berikut:

1. Tim merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja sama dengan

tujuan tertentu, demi mencapai sasaran-sasaran yang jelas dengan

diketahui oleh semua anggota Tim dalam suasana saling mempercayai

dan penuh percaya diri serta mengutamakan untuk kerja.

2. Dalam suatu Tim yang efektif anggota kelompok bersedia menerima

berbagai perbedaan dan sumbangan pemikiran serta masing-masing

individu memiliki peran yang berbeda-beda.

3. Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan

(40)

4. Para anggota dan Pimpinan Tim bersedia berbagi ilmu, pengetahuan,

informasi dan keterampilan agar seluruh Tim memiliki kemampuan yang

sama. Dalam hal ini tidak terjadi penonjolan pribadi;

5. Apabila terjadi perbedaan pendapat mereka akan duduk bersama dan

memecahkan permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan

memecahkan masalah secara terbuka.

6. Pembagian dan pendelegasian tanggung jawab dengan orang-orang

yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangka kerja sama;

7. Berbagai saran untuk memperbaiki kinerja organisasi diterima dengan

baik, walaupun berasal dari anggota Tim yang lain.

8. Seluruh anggota Tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan

yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara yang menentang.

E. Kriteria Tim Efektif

1. Small Size(jumlah ideal maksimum 10 orang)

2. Complementary Competencies (3 kompetensi dasar : attitude (sikap dan perilaku), knowledge (pengetahuan), skills(keterampilan problem solving & decision making)

3. Common Sense (memiliki visi dan tujuan umum yang mampu memberikan arah serta komitmen anggota tim)

4. Special Goals (menterjemahkan visi dan tujuan umum ke dalam target-target spesifik, terukur dan realistik)

5. Common Approach (kesepakatan akan pola, pola serta pendekatan dalam mencapai sasaran)

6. Mutual Accountability (tim memiliki tanggung jawab baik secara individu maupun kelompok).

F. Manfaat Membangun Tim Efektif

Apakah manfaat membangun Tim efektif? Robert B. Maddux dalam

bukunya Team Buildingmengatakan bahwa manfaat membangun Tim efektif

adalah sebagai berikut:

1. Dengan adanya Tim, maka sasaran yang realistis ditentukan, dan dapat

(41)

2. Anggota Tim dan Pemimpin Tim memiliki komitmen untuk saling

mendukung satu sama lain agar Tim berhasil;

3. Anggota Tim memahami prioritas anggota lainnya, dan dapat saling

membantu satu sama lain;

4. Komunikasi bersifat terbuka, diskusi cara kerja baru atau memperbaiki

kinerja lebih berjalan secara baik, karena anggota Tim terdorong untuk

lebih memikirkan permasalahannya;

5. Pemecahan masalah lebih efektif karena kemampuan Tim lebih

memadai;

6. Umpan balik kinerja lebih memadai karena anggota Tim mengetahui apa

yang diharapkan dan dapat membandingkan kinerja mereka terhadap

sasaran Tim;

7. Konflik diterima sebagai hal yang wajar, dan dianggap sebagai

kesempatan untuk menyelesaikan masalah. Melalui diskusi tersebut

konflik bisa diselesaikan secara maksimal;

8. Keseimbangan tercapainya produktivitas Tim dengan pemenuhan

kebutuhan pribadi;

9. Tim dihargai atas hasil yang sangat baik, dan setiap anggota dipuji atas

kontribusi pribadinya;

10. Anggota kelompok termotivasi untuk mengeluarkan ide-idenya dan

mengujinya serta menularkan dan mengembangkan potensi dirinya

secara maksimal;

11. Anggota kelompok menyadari pentingnya disiplin sebagai kebiasaan

kerja dan menyesuaikan perilakunya untuk mencapai standar kelompok;

12. Anggota kelompok lebih berprestasi dalam bekerja sama dengan Tim

dan Tim lainnya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak keuntungan bekerja

dalam Tim dibandingkan dengan kerja individu, oleh karena itu sangat

disarankan untuk bekerja dalam Tim agar hasilnya lebih maksimal.

Mengingat betapa pentingnya Tim dalam mewujudkan kinerja organisasi

(42)

2. LATIHAN

1. Apakah yang dimaksud dengan Kelompok?

2. Apakah Kelompok sama dengan Tim?

3. Mengapa dalam organisasi perlu bekerja di dalam Tim?

4. Apakah manfaat bekerja dalam Tim?

5. Apakah ciri-ciri organisasi disebut sebagai Tim?

3. RANGKUMAN

Dalam organisasi modern sangat dikenal adanya cara kerja secara Tim,

samakah Tim dengan kelompok? Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa

terdapat perbedaan yang jelas antara Tim dengan kelompok. Kelompok adalah

sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain interaksi dalam mencapai

tujuan bersama. Sedangkan yang dimaksud dengan Tim adalah kumpulan

orang-orang yang tergabung dalam suatu kelompok yang memiliki tujuan yang

sama, anggotanya saling tergantung antara yang satu dengan yang lain, dan

bekerja dalam suasana saling percaya, saling memotivasi dan apabila terdapat

permasalahan diselesaikan secara terbuka dengan pendekatan win-win

solutions.

Ada kecenderungan setiap individu lebih senang bekerja dalam Tim yang

efektif, mengingat lebih banyak manfaatnya dari pada kelemahannya. Beberapa

manfaat bekerja secara Tim antara lain adalah sebagai berikut:

1. Tujuan dan sasaran individu dan Tim akan tercapai secara maksimal.

2. Tercipta rasa saling menghargai satu sama lain dan apabila terjadi

perbedaan-perbedaan diselesaikan secara terbuka dengan prinsip win-win

solution;

3. Masing-masing anggota mau berbagi;

4. Bebas mengemukakan ide dan gagasannya secara kreatif;

5. Pembagian tugas secara musyawarah dengan asas profesionalisme;

6. Terhindar dari stress karena masing-masing pihak bebas mengutarakan

pendapatnya.

Dengan adanya keuntungan bekerja dalam Tim tersebut individu akan

(43)

yang dimaksud dengan Tim yang dinamis? Apakah unsur-unsurnya dan

bagaimanakah tahapan membangun Tim yang dinamis? Akan dibahas dalam

pokok bahasan selanjutnya.

4. TES FORMATIF KEGIATAN BELAJAR 3

Untuk menguji hasil belajar pada kegiatan belajar 3 ini, coba Anda kerjakan

tes formatif berikut ini, dengan cara memberi jawaban B apabila pernyataan

benar dan S apabila pernyataan salah pada tes Benar-Salah serta memberi

tanda silang (X) pada jawaban yang Anda anggap benar pada tes pilihan ganda.

Benar - Salah

1. Tim yang efektif sebaiknya hanya beranggotakan tidak lebih dari 10

orang.

2. Kelompok merupakan gabungan dari beberapa tim sehingga kelompok

pasti tim, tapi tim belum tentu kelompok.

3. Anggota tim akan sangat berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya.

4. Anggota tetap harus berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan,

dan apabila menemui jalan buntu keputusan terakhir akan dilakukan

dengan voting.

5. 3 Kompetensi dasar yang harus dimiliki agar tim efektif adalah sikap,

perilaku, dan pengetahuan.

Pilihan Ganda

1. Kumpulan orang-orang yang memiliki kebutuhan tertentu adalah

pengertian dari….

a. pribadi c. masyarakat

b. sosial d. tim

2. Di bawah ini yang bukan merupakan kriteria tim yang efektif:

a. Leadership c. Small size

(44)

3. Yang termasuk salah satu ciri kelompok yang membedakannya dengan

tim adalah….

a. Bersama-sama bertanggung jawab terhadap sasaran

b. Suatu hubungan terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu

c. Berbuat dengan dasar kesatuan/persepsi

d. Anggota berada dalam suatu konflik tanpa mengetahui sebab dan

cara pemecahan masalahnya

4. Apabila suatu anggota dari kumpulan beberapa orang diminta melakukan

pekerjaan saja tanpa diminta sarannya adalah suatu ciri dari....

a. kelompok c. tim

b. bawahan d. pelaksana

5. Yang bukan merupakan ciri tim yang efektif adalah…

a. anggota merasa memiliki pekerjaan

b. anggota memiliki kontribusi terhadap keberhasilan

c. anggota didorong untuk menambah keterampilan dan

menerapkannya dalam tim

d. anggota menerima pelatihan yang memadai dan mengikuti

pimpinan dalam melaksanakannya

6. Untuk membentuk tim yang efektif anggota harus memiliki kompetensi

dasar, kecuali….

a. sikap c. pengalaman

b. keterampilan d. pengetahuan

7. Suasana kerja dalam tim yang efektif adalah, kecuali..

a. saling percaya

b. berhati-hati dalam menyampaikan pendapat

c. terbuka

d. disiplin

8. Pada tim yang efektif konflik akan dianggap sebagai…

a. Hal yang wajar dan kesempatan untuk menyelesaikan masalah

b. Sesuatu yang harus dihindari

c. Masalah yang harus segera dilaporkan pada pimpinan

d. Kesempatan untuk menunjukkan prestasi pada pimpinan dengan

(45)

9. Pengertian yang paling tepat dengan mutual accountability….

a. Sesama anggota tim harus saling bekerja sama

b. apabila ada anggota lain yang gagal, maka semua akan gagal,

begitu pula sebaliknya

c. pimpinan yang bermutu akan membuat bawahannya juga bermutu

d. tim memiliki tanggung jawab baik secara individu maupun

kelompok

10. Manfaat membangun tim yang efektif adalah…

a. Anggota kelompok lebih berprestasi dalam bekerjasama dalam tim

dan tim lainnya

b. Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa

melibatkan kebencian individu.

c. Jawaban a dan b benar

d. Jawaban a dan b salah

5. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Coba cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah

disediakan. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus

untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap materi pada kegiatan

belajar ini. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan kualifikasi hasil

belajar yang telah terinci sebagaimana rumus di bawah ini.

TP= Jumlah Jawaban yang Benar X 100%

Jumlah Keseluruhan Soal

Apabila tingkat pemahaman (TP) Anda dalam memahami materi yang sudah

dipelajari mencapai:

Kriteria Nilai:

91 s.d. 100 : Sangat Baik

81 s.d. 90 : Baik

71 s.d. 80 : Cukup

61 s.d. 70 : Kurang

(46)

Apabila hasil perhitungan Anda telah mencapai 81 atau lebih, berarti Anda telah

menguasai materi kegiatan belajar 3 ini dengan baik. Namun, apabila nilai Anda

kurang dari 81, Anda harus mempelajari kembali materi Kegiatan Belajar 3 ini.

(47)

INDIKATOR

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat:

a. menjelaskan pengertian PMPK,

b. menjelaskan proses PMPK yang rasional,

c. menjelaskan tipe-tipe keputusan,

d. menjelaskan beberapa cara pengambilan keputusan,

e. memberikan saran-saran praktis PMPK,

f. menjelaskan keuntungan pencapaian konsensus kelompok.

1. URAIAN DAN CONTOH

A. Pengertian Tim

1. Keputusan

Adalah suatu arah dari tindakan yang dipilih dari sejumlah kemungkinan

untuk mencapai suatu sasaran yang direncanakan.

2. Pengambilan Keputusan

Adalah suatu proses dari pengamatan dan pengenalan masalah,

melakukan analisis terhadap masalah tersebut dan kemudian memilih

suatu tindakan dari beberapa alternatif, menilai alternatif, pemilihan

alternatif yang terbaik untuk mewujudkan suatu sasaran yang telah

ditetapkan.

3. Pemecahan Masalah

Adalah suatu proses pengamatan dan pengenalan serta usaha

mengurangi perbedaan antara situasi yang sekarang ada dengan situasi

(48)

a. Identifikasi Masalah

Mengenali atau mengidentifikasi masalah yang sebenarnya,

menyingkirkan cara tebak-tebakan dalam pengambilan keputusan.

b. Cara mengidentifikasi masalah

1) Kumpulkan data awal

Visi tim tentang tujuan, standar, atau sasaran tim menjadi

ukuran yang digunakan untuk membandingkan kondisi yang

sekarang dan kemungkinan (alternatif) tindakan.

2) Rumuskan pernyataan awal

Setelah dipisahkan dengan jelas apa yang seharusnya dengan

apa yang ada, kemudian dirumuskan sebuah pernyataan awal

mengenai masalah tersebut sebagai hubungan diantara apa

yang seharusnya dan apa yang riil ada.

3) Kumpulkan data tambahan

Mengenal lebih lanjut hal dan situasi yang tidak cocok dengan

apa yang dikehendaki.

4) Identifikasi faktor-faktor pendukung

5) Membuat pernyataan akhir mengenai masalahnya

c. Jenis Permasalahan

1) Permasalahan sederhana

a) Permasalahannya kecil

b) Berdiri sendiri

c) Tidak ada/kurang keterkaitannya dengan permasalahan

lain

d) Konsekuensi kecil

e) Pemecahan tidak memerlukan pemikiran yang mendalam

2) Permasalahan rumit

a) Permasalahannya besar

b) Tidak berdiri sendiri

c) Berkaitan dengan masalah lain

d) Mengandung konsekuensi besar

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan Senyawa Fenolik dan Beta-Karoten Serta Aktivitas Enzim Kasar Carotenoid Cleavage Dioxygenases dari Pomace dan Jus Jeruk Siam (Citrus Nobilis Lour

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, berdasarkan hasil Rapat Kelulusan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan II Periode VIII

bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler

Adapun yang termasuk dalam industri pariwisata adalah industri yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan wisata untuk melayani wisatawan sejak keberangkatan dari tempat asal

Mahkamah Konstitusi sebagai benteng terakhir penjaga keadilan untuk; memerintahkan kepada Termohon untuk melaksanakan tugas konstitusionalnya yang tertunda, yaitu Rapat

Tujuan penelitian yaitu untuk membuat Pulp dari kulit buah Kakao menggunakan proses Organosolv, serta menentukan waktu dan konsentrasi yang terbaik dalam memperoleh α –

Jaringan granulasi pada dasar ulkus merupakan komponen jaringan ikat yang terdiri dari fibroblas, makrofag, dan sel endotel yang berproliferasi membentuk pembuluh darah

kum, harus didaftarkan terlebih dahulu. Pendaftaran, pemohon dianggap sebagai pemegang hak yang memiliki kewenangan untuk mengeksploitasi atau mengambil nilai ekonomis dari