• Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah
• Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Mei 2017
Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H. (Hakim Agung MA-RI)
PENGERTIAN AKAD
SUMBER PENGERTIAN AKAD
Fiqh Pertalian atau keterikatan antara ijab dan qabul sesuai
dengan kehendak syari’ah (Allah dan Rasulnya) yang
menimbulkan akibat hukum pada obyek akad
Fatwa DSN-MUI 1. Pertalian (pernyataan melakukan ikatan) dan qabul
(pernyataan menerima ikatan) yang dibuat antara dua pihak atau lebih, sesuai prinsip syariah (Fatwa 88) 2. Transaksi atau perjanjian syar’i yang menimbulkan hak
dan kewajiban serta merupakan bagian yang tak
terpisahkan dariLine Facility(Fatwa 45)
KHES Kesepakatan dalam suatu perjanjian antara dua pihak atau
lebih untuk melakukan dan atau tidak melakukan perbuatan hukum tertentu (Pasal 20 angka 1 )
UU No, 21/2008 tt
Perbankan Syariah Kesepakatanlain yang memuat adanya hak dan kewajiban bagi masing-tertulisantara Bank Syariah atau UUS dan pihak masing pihak sesuai dengan Prinsip Syariah. (Pasal 1 , angka 13)
PENGERTIAN
ASURANSI & ASURANSI SYARIAH
Perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan
pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi
oleh perusahaan asuransi sebagaiimbalanuntuk:
a. memberikan penggantian kepada peserta atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita peserta atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau
b. memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya peserta atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya peserta dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.
Asuransi (Konvensional)
PENGERTIAN
ASURANSI SYARIAH
Kumpulan perjanjian, yang terdiri atas perjanjian antara
perusahaan asuransi syariahdan pemegang polis dan perjanjian
di antara para pemegang polis, dalam rangka pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah gunasaling menolong dan melindungidengan cara:
a. memberikan penggantian kepada peserta atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita peserta atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau b. memberikan pembayaran yang didasarkan pada
AKAD TABARRU’
(HIBAH)
PESERTA ASURANSI
Hibah Hibah MUSIBAH/KECELAKAAN
(PERILS)
Kumpulan Dana
Tabarru’ (Hibah)
Pengalihan Resiko
(Transfered Sharing) AKAD ANTARA SESAMA PESERTA ASURANSI
Hibah Hibah
5
KARAKTERISTIK AKAD ANTARA SESAMA PESERTA ASURANSI
AKAD ANTARA PESERTA DENGAN PERUSAHAAN ASURANSI
OPERATOR
(PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH)
(2) Wakalah bil Ujrah,untuk mengelola operasional usaha asuransi, seperti: kegiatan administrasi, pengelolaan dana, pembayaran klaim, underwriting, pengelolaan portofolio risiko, dan pemasaran.
Wakalah bil Ujrah / (3) Mudharabah / (4) Mudharabah Musytarakah,untuk menginvestasikan dana-dana investasi Peserta Asuransi.
(4)Qarh, bila terjadidefisit underwriting. (1) AKAD TIJARAH
Manager Investasi untuk Kumpulan
Dana Tabarru’ Administrator
Hibah
7
JENIS AKAD DALAM ASURANSI SYARIAH
9
PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KOVENSIONAL
Lanjutan …..
11
PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KOVENSIONAL
Lanjutan …..
Lanjutan …..
13
PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KOVENSIONAL
Polis
adalah
akad
antara
perusahaan asuransi syariah
dengan
pemegang polis (peserta)
beserta lampiran-lampirannya yang
merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dan
memuat hak
dan
kewajiban
antara
perusahaan asuransi syariah,
pemegang polis
dan
antar peserta.
Polis harus memuat :
- Penggunaan jenis akad
- Manfaat yang diperjanjikan
-
Ujroh
- Hak dan kewajiban perusahaan asuransi
- Hak dan kewajiban peserta
- Penggunaan
surplus underwriting
a. Saat berlakunya,
b. Uraian manfaat yang diperjanjikan, c. Cara pembayaran premi,
d. Tenggang waktu (grace period) pembayaran premi,
e. Kurs yang digunakan untuk polis asuransi dengan mata uang asing apabila pembayaran premi dan manfaat dikaitkan dengan mata uang rupiah,
f. Waktu yang diakui sebagai saat diterimanya pembayaran premi, g. Kebijakan perusahaan yang ditetapkan apabila pembayaran premi
dilakukan melewati tenggang waktu yang disepakati,
h. Periode dimana pihak perusahaan tidak dapat meninjau ulang keabsahan kontrak asuransi (incontestable period);
15
i. Tabel nilai tunai, bagi polis asuransi jiwa yang mengandung nilai tunai;
j. Perhitungan dividen polis atau yang sejenis, bagi polis asuransi jiwa yang menjanjikan dividen polis atau yang sejenis;
k. Penghentian pertanggungan, baik dari pihak penanggung maupun dari pihak pemegang polis, termasuk syarat dan penyebabnya; l. Syarat dan tata cara pengajuan klaim, termasuk bukti pendukung
yang diperlukan dalam mengajukan klaim; m. Pemilihan tempat penyelesaian perselisihan;
Akad tabarru’ wajib memuat:
• Kesepakatan para peserta untuk tolong menolong.
• Hak dan kewajiban peserta. • Cara dan waktu pembayaran
kontribusi dan manfaat asuransi. • Ketentuan mengenai boleh atau tidaknya kontribusi dikembalikan kepada peserta jika terjadi pembatalan polis.
• Ketentuan mengenai penggunaan surplus underwriting.
Akad wakalah bil ujrah, mudharabah, atau mudharabah
musytarakah wajib memuat: • Obyek yang dikuasakan. • Hak dan kewajiban peserta. • Hak dan kewajiban perusahaan. • Besaran, cara, dan waktu
pembayaran ujrah atau bagi hasil.
17
Peserta
Kontribusi
Iuran Tabarru’ Ujrah Investasi
Peserta Khusus untuk produk dgn manfaat investasi
Manfaat / Penarikan Investasi
Hasil Investasi Manfaat Asuransi
Surplus Underwriting
Penyisihan Teknis Bagi Hasil Investasi Bagi Hasil
Surplus
Komisi agen & biaya operasional
Hasil Investasi
DANA TABARRU’ DANA PERUSAHAN DANA INVESTASI PESERTA
Qardh
PENGELOLAAN DANA ASURANSI SYARIAH
Jika a
Produk berdasarkan Pemegang Polis :
1. Produk Individu
Pemegang Polis adalah perorangan
2. Produk kumpulan
Pemegang polis adalah badan/perusahaan yang
mengasuransikan anggota/karyawannya
Produk berdasarkan
Manfaat Asuransi
yang diterima peserta:
1. Manfaat diterima jika peserta mengalami musibah
Sering juga disebut produk asuransi murni (
Pure Insurance
)
karena tidak mempunyai nilai tunai.
Terdiri dari :
- Asuransi Kematian berjangka (
Term Insurance
)
- Asuransi Kesehatan
(
Cash plan
/santunan harian atau indemnity/penggantian
biaya)
2. Manfaat diterima jika peserta hidup saat polis jatuh
tempo/berakhir (manfaat dana investasi/dana tabungan)
Terdiri dari :
- Produk saving tradisional (
non unit link
)
Pengelolaan dana dilakukan oleh Perusahaan Asuransi
Syariah dan mengikuti instrument investasi yang
ditentukan oleh perusahaan.
- Produk unit link
Pengelolaan dana dilakukan oleh Perusahaan Asuransi
Syariah, peserta dapat memilih penempatan dana
investasi yang disediakan Perusahaan.
3. Produk dengan manfaat
anuitas
- Produk
anuitas
dengan jangka waktu tertentu
Manfaat berkala yang diterima peserta dalam jangka
waktu tertentu baik peserta hidup ataupun meninggal
dunia.
- Produk anuitas hidup berjangka
Manfaat berkala yang diterima peserta dalam jangka
waktu tertentu jika peserta hidup
- Produk anuitas hidup seumur hidup
A. Produk Asuransi tanpa Unsur Tabungan (Asuransi Murni) Kontribusi dibagi menjadi :
1. Ujrah
2. Dana Tabarru’
Akad yang digunakan : 1. Akad wakalah bi ujrah
Akad antara peserta secara Individu atau kumpulan dengan pengelola dengan tujuan komersial yang memberikan kuasa kepada pengelola dalam
hal ini perusahaan asuransi syariah dengan imbalan berupaujrah/fee/biaya
2. AkadTabarru’
Akad hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta kepada dana
tabarru’ untuk tujuan tolong menolong di antara para peserta yang tidak bersifat dan bukan untuk tujuan komersia/
3. Akad dalam pengelolaan dana tabarru peserta : - Mudharabah
- Mudharabah Musytarakah - Wakalah bil ujroh
l
B. Produk Asuransi dengan Unsur Tabungan (Asuransi Murni)
Kontribusi dibagi menjadi :
1.
Ujrah
2. Dana
Tabarru’
3. Dana Investasi/tabungan peserta
Akad yang digunakan :
1. Akad
wakalah bi ujroh
2. Akad
Tabarru
’ (hibah)
3. Akad dalam pengelolaan dana investasi/tabungan dan
dana tabarru’ peserta :
-
Mudharabah
C. Produk Anuitas Syariah
Kontribusi dibagi menjadi :
1.
Ujroh
2. Dana
Tanahud
Akad yang digunakan :
1. Akad
wakalah bi ujrah
2. Akad
Tanahud
’
Akad hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta
kepada dana Tanahud yang digunakan untuk embayarkan
anuitas kepada anuitan
3. Akad dalam pengelolaan dana tanahud peserta :
-
Mudharabah
- Mudharabah Musytarakah
- Wakalah bil ujroh
A. Produk Asuransi Umum untuk Individu/Retail 1. Asuransi Kendaraan Bermotor
2. Asuransi Kecelakaan diri 3. Asuransi Kebakaran 4. Asuransi Kesehatan
B. Produk Asuransi Umum untuk Perusahaan/Corporate 1. Asuransi Kendaraan Bermotor
2. Asuransi Kecelakaan diri 3. Asuransi Kebakaran 4. Asuransi Kesehatan 5. Asuransi Alat Berat 6. Asuransi Pengangkutan 7. Asuransi Rekayasa 8. Asuransi Tanggung Gugat
Kontribusi dibagi menjadi :
1. Ujrah
2. Dana
Tabarru
’
Akad yang digunakan :1. Akad wakalah bi ujrah
Akad antara peserta secara Individu atau kumpulan dengan Pengelola dengan tujuan komersial yang memberikan kuasa kepada pengelola dalam hal ini Perusahaan Asuransi Syariah dengan imbalan berupa ujrah/biaya.
2. AkadTabarru’
Akad hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta kepada dana
Tabarru’ untuk tujuan tolong menolong diantara para peserta yang tidak bersifat dan bukan untuk tujuan komersia
3. Akad dalam pengelolaan dana tabarru peserta : - Mudharabah
- Mudharabah Musytarakah - Wakalah bil ujrah
Jika dana Tabarru’
surplus
, maka dana
tabarru’
tsb harus
dipergunakan untuk :
1. Seluruhnya ditambahkan kedalam dana
Tabarru
’
2. Sebagian ditambahkan kedalam dana
Tabarru
’ dan sebagian
lagi kepada peserta
3. Sebagian ditambahkan kedalam dana
Tabarru
’, sebagian
dibagikan kepada peserta dan sebagian dibagikan kepada
dana Perusahaan
Jika dana
Tabarru
’
Defisit
:
Pengertian Reasuransi (Konvensional)
(Pasal 1 angka 7 UU No. 40/2014)
Usaha
jasa
pertanggungan
ulang
terhadap risiko yang dihadapi oleh
perusahaan
asuransi,
perusahaan
penjaminan, atau perusahaan reasuransi
lainnya.
29
Pengertian Reasuransi Syariah
(Pasal 1 ayat 10 UU No. 40/2014)
Usaha reasuransi syariah adalah usaha
pengelolaan risiko berdasarkan prinsip syariah
atas risiko yang dihadapi oleh perusahaan
asuransi syariah, perusahaan penjaminan
syariah, atau perusahaan reasuransi syariah
lainnya.
Akad Para Reasuransi Syariah
31
Perusahaan
Asuransi Perusahaan Reasuransi
Pengelolaan Dana Tabarru’ Bagi Hasil
Akad Tijari (mudharabah musytarakah)
Jasa pengeloaan dana investasi
Keuntungan bagi hasil
Hubungan antara Perusahaan Asuransi Syariah dan Perusahaan Reasuransi Syariah dapat digambarkan dalam pengelolaan dana tabarru tsb .
Peserta (Risk Sharing) Delegasi Pengelolaan tabarru kpd Reasuransi Insurance
(Mewakili Peserta Asuransi)
Delegasi Pengelolaan risiko kepada Perusahaan Reasuransi (mewakili Perusahaan Asuransi)
• Produk Reasuransi Jiwa Syariah adalah produk-produk Asuransi Jiwa Syariah tanpa unsur tabungan
Reasuransi
Fakultatif (Dinamis) Treaty(Pasti)
Proporsional Non Proporsional Proporsional Non Proporsional
Pada Perusahaan Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah, dana
Tabarru’ hanya dapat digunakan untuk:
1. Pembayaran santunan kepada peserta yang mengalami musibah atau pihak lain yang berhak
2. PembayaranReasuransi/Retrocesi
3. Pembayaran kembaliqardhke Perusahaan
4. Pengembalian dana tabarru’ kepada peserta, dalam hal:
- Pembatalan Polis dalam tenggang waktu yang diperkenankan - Penghentian polis oleh Peserta sebelum masa asuransi
berakhir
- Penghentian polis oleh Perusahaan sebelum masa asuransi berakhir
Aspek Penyelesaian Sengketa Asuransi Syariah dan
Reasuransi Syariah
35
Bentuk Penyelesaian Sengketa
Penyelesaian Sengketa
Non Litigasi
BMAI Basyarnas
Litigasi
Penyelesaian Sengketa Secara Litigasi
Tahapan/
Ruang
Lingkup P
em
er
iksaan
Tahapan/
Ruang
Lingkup P
em
er
iksaan
Kompetensi Kompetensi Periksa akad (polish
asuransi syariah) Periksa akad (polish
asuransi syariah) Pelaksanaan akad Pelaksanaan akad
Penyebab sengketa Penyebab sengketa
Upaya perbaikan Upaya perbaikan
Tuntutan ganti rugi Tuntutan ganti rugi
Sanksi
Penyelesaian Sengketa Secara Litigasi
Tah
ap
an
Pemeriks
aa
n
Tah
ap
an
Pemeriks
aa
Jenis perkara (Ps. 49 (i)) Jenis perkara (Ps. 49
(i)) Klausula penyelesaian sengketa dalam akad Klausula penyelesaian sengketa dalam akad
Litigasi
Litigasi PAPA
Non Litigasi Non Litigasi
Basyarnas Basyarnas BMAI BMAI APS/ADR lainnya APS/ADR lainnya Kombinasi
(litigasi/nonlitgasi)Kombinasi (litigasi/nonlitgasi) Relatif
Relatif
Tempat tinggal tergugat Tempat tinggal
tergugat Tempat objek
sengketa Tempat objek
sengketa Pilihan (opsi dalam
akad) Pilihan (opsi dalam
akad)
1
Bila ada eksepsi
Kewenangan kewenanganDiluar
Cara Menanggapi eksepsi Mempertimbangkan Merumuskan amar putusan
Tah
ap
an
Pemeriks
aa
n
Tah
ap
an
Pemeriks
aa
n
Periksa akad (polish asuransi
syariah) Periksa akad (polish asuransi
syariah)
Subjek akad Subjek akad
Legal standing Legal standing
Diskualifikasi inperson Diskualifikasi inperson
Gamis aanheding heid Gamis aanheding heid
Plurium litis consortium Plurium litis consortium
Bentuk Bentuk
Orang Orang
Badan usaha Badan usaha
Pesekutuan Pesekutuan
Kepentingan Kepentingan
Langsung
Langsung PrinsipalPrinsipal
Tidak langsung Tidak langsung
Kuasa hukum Kuasa hukum
Ahli waris Ahli waris
Wali Wali
Pengampu Pengampu Pernyataan
kehendak Pernyataan
kehendak Objek akad Objek akad
Tujuan akad Tujuan akad 2.1
Penyelesaian Sengketa Secara Litigasi
Taha
Periksa akad (polish asuransi syariah): Periksa akad (polish
asuransi syariah):
Subjek akad Subjek akad Pernyataan kehendak Pernyataan
kehendak
Taradhain(kerelaan kedua belah pihak)
Taradhain(kerelaan kedua belah pihak)
Pembacaan dan penandatangananPembacaan dan penandatanganan Kedudukan pihak setara/seimbang Kedudukan pihak setara/seimbang Objek akad
Objek akad
Tujuan akad Tujuan akad
2.2
Obje
k akad
Obje
k akad
Kedudukan akad Asuransi Kedudukan akad
Asuransi
Pokok Pokok
Accessoire Accessoire
Jenis asuransi Jenis asuransi
Penggantian aset Penggantian aset
Kerugian Kerugian
Kerusakan Kerusakan
Biaya yang timbul Biaya yang timbul
Kehilangan aset/keuntungan Kehilangan aset/keuntungan
Tanggung jawab hukum kpd pihak ketiga Tanggung jawab hukum kpd pihak ketiga
Pembayaran Ruang lingkup
Asuransi Ruang lingkup
Asuransi
Penyelesaian Sengketa Secara Litigasi
Taha
pan
Pemeriksa
an
Periksa akad (polish asuransi syariah):
Subjek akad
Pernyataan kehendak
Objek akad
Tujuan akad
Penggantian
Pembayaran
2.4
Taha
Pelaksanaan akad Pelaksanaan akad
Waktu Waktu
Mulai akad Mulai akad
Berakhir akad Berakhir akad
Pelaksanaan Efektif Pelaksanaan Efektif
Waktu Waktu
Prosentase prestasi yang terlaksana Prosentase prestasi yang
terlaksana
Pelaksanaan tidak efektif /macet Pelaksanaan tidak
efektif /macet
Waktu Kerugian yang
timbul Kerugian yang
timbul 3
Penyelesaian Sengketa Secara Litigasi
Taha
Penyebab sengketa Penyebab sengketa
Wanprestasi Wanprestasi
Tidak melakukan apa yang diperjanjikan Tidak melakukan apa yang
diperjanjikan
Melakukan, tapi tidak sesuai Melakukan, tapi tidak sesuai
Melakukan, tapi terlambat Melakukan, tapi terlambat
Melakukan yang dilarang Melakukan yang dilarang
Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Perbuatan Melawan
Hukum (PMH)
Melanggar UU/peraturan yang berlaku Melanggar UU/peraturan yang
berlaku
Menimbulkan kerugian langsung Menimbulkan kerugian langsung 4
Penyelesaian Sengketa Secara Litigasi
Tahapan
Pem
eriks
aan
Tahapan
Pem
eriks
aan
Langkah perbaikan Langkah perbaikan
Rescheaduling Rescheaduling
Restrukturisasi Restrukturisasi
Pengalihan hutang Pengalihan hutang
Somasi
Tuntutan ganti rugi Tuntutan ganti
rugi
Tahapa
Pembatalan akad Pembatalan akad
Ganti rugi Ganti rugi
Denda Denda
Peralihan resiko Peralihan resiko
Bayar biaya perkara Bayar biaya perkara
7