• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggung Jawab Manajemen Entitas Yang Di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tanggung Jawab Manajemen Entitas Yang Di"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Tanggung Jawab Manajemen Entitas Yang Diperiksa

Oleh: Ady Cahyadi

Satuan Pemeriksa Intern UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Masih seputar serial membangun SPI. Setelah sebelumnya kita membahas tentang tujuan pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemeriksa Keuangan Negara (BPK RI), pada kesempatan kali ini kita akan coba membahas tentang tanggung jawab kita sebagai satuan kerja

(satker)/entitas yang diperiksa (auditee). Tanggung jawab auditee, dalam hal ini adalah pemimpin satker (rektor jika entitas kita adalah perguruan tinggi) mencakup seluruh aktivitas tata kelola keuangan pada satker yang dipimpinnya, tentu tanggung jawab ini merupakan tanggung jawab kolektif antar seluruh bagian yang ada di satker tersebut, mulai dari bagian perencanaan, bagian keuangan, bagian akuntansi dan pelaporan sampai kepada satuan

pengawas/pemeriksa internal yang ada. Lebih lengkap tanggung jawab yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. mengelola keuangan negara secara tertib, ekonomis, efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. menyusun dan menyelenggarakan pengendalian intern yang efektif guna menjamin: (1) pencapaian tujuan sebagaimana mestinya; (2) keselamatan/keamanan kekayaan yang

dikelola; (3) kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan; (4) perolehan dan pemeliharaan data/informasi yang handal, dan pengungkapan data/informasi secara wajar. c. menyusun dan menyampaikan laporan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara tepat waktu.

d. menindaklanjuti rekomendasi BPK, serta menciptakan dan memelihara suatu proses untuk memantau status tindak lanjut atas rekomendasi dimaksud.

Referensi

Dokumen terkait

Secara teknis, pemisahan bidang tanah diatur dalam Pasal 49 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yang menentukan bahwa atas permintaan pemegang hak yang bersangkutan, dari

Deteksi molekuler beberapa sampel daun nilam bergejala dan tidak bergejala dari ketiga lokasi menggunakan primer degenerate gen CP Potyvirus, berhasil

Penelitian pada tahap pertama ini (2011) telah mengembangkan suatu anemometer berbasis sensor suhu positive temperature coefficient (PTC- thermistor) untuk mengukur kecepatan

Namun, dalam melaksanakan tugas tersebut banyak kendala dan hambatan yang dihadapi oleh kepala cabang, misalnya tuntutan dari manajer puncak agar semua pekerjaan

Pertama, di dalam variabel kepuasan pelanggan didapatkan hasil bahwa indikator “Saya merasa puas dengan kualitas produk Rama Krisna Oleh-Oleh Khas Bali dan saya

Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut: 3.1 aspal keras aspal yang bersifat viskoelastik dapat berupa aspal alam, aspal buatan aspal

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri Salmonella dari feses penderita diare di Puskesmas Cangkurawok, Dramaga, Bogor dan mengetahui nilai hematokrit, jumlah leukosit,

Pada dosis pem- upukan 4-3-3 gram urea, SP36 dan KCL per polybag pertumbuhan dan produksi tanaman menunjukkan hasil yang tertinggi berbeda nyata dengan kontrol