PROPOSAL
PROGRAM BELAJAR BEKERJA TERPADU
BIDANG PENDIDIKAN STKIP PAHLAWAN TUANKU
TAMBUSAI BANGKINANG
Oleh:
Moh Fauziddin, M.Pd.
▸ Baca selengkapnya: latar belakang proposal kegiatan
(2)(3)RINGKASAN
Anggapan masyarakat bahwa perguruan tinggi adalah lembaga yang mencetak lulusan yang dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan serba bisa serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi ada yang beranggapan bahwa mereka yang lulus perguruan tinggi akan menjadi pekerja elit. Akibatnya sarjana yang dihasilkan adalah sarjana yang siap kerja bukan sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja. Anggapan di atas juga menjadikan aktivitas kewirausahaan di kalangan mahasiswa relatif masih rendah. Padahal untuk mengurangi jumlah pengangguran harus ada aktifitas usaha-usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Untuk itu kepada mahasiswa STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai perlu dibuka pikiran dan wawasannya, bahwa ada pilihan lain yang juga baik dan menantang selain menjadi guru. Lulusan perguruan tinggi ini juga terbuka peluang untuk menjadi wirausaha-wirausaha diberbagai bidang usaha. Lahirnya wirausaha akan berdampak pada dunia kerja secara langsung dan berdampak pada perubahan sosial secara tidak langsung.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki berbagai permasalahan internal yang menghambatnya untuk dapat tumbuh dan berkembang. Secara sendiri-sendiri, setiap UMKM mempunyai kelemahan hampir keseluruhan aspek teknis usaha, yaitu yang berkaitan dengan legalitas usaha, pemasaran, permodalan dan manajemen usaha.
Latar Belakang
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan 90 persen pelaku usaha di Indonesia umumnya belum mempunyai kemampuan untuk memahami pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan untuk mencapai kesejahteraan. Permasalahan dalam menjalankan UMKM tidak sebatas pada manajemen pengelolaan keuangan dan sumber daya yang terbatas semata, namun juga akses permodalan yang dimiliki para pelaku usaha. (Antaranews, 5 Juni 2016)
Kondisi ini akan semakin meningkatkan jumlah pengangguran di Indonesia. Padahal setiap tahun perguruan tinggi terus mencetak sarjana yang merupakan angkatan kerja baru. Mereka yang lulus perguruan tinggi akan semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini setiap tahun akan bertambah jumlah penganggur yang berpendidikan tinggi. Kondisi ini masih dirasakan
Kondisi di atas semakin diperparah dengan pandangan masyarakat selama ini terhadap perguruan tinggi. Masyarakat menganggap perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak tenaga kerja yang siap pakai. Apalagi ada yang beranggapan bahwa mereka yang lulus perguruan tinggi akan menjadi pekerja elit. Akibatnya sarjana yang dihasilkan adalah sarjana yang siap kerja bukan sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja. Anggapan di atas juga menjadikan aktivitas kewirausahaan di kalangan mahasiswa relatif masih rendah. Padahal untuk mengurangi jumlah pengangguran harus ada aktifitas usaha-usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Mahasiswa yang berada di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pahlawan Tuanku Tambusai memilki pandangan yang lebih sempit lagi tentang dunia kerja. Kebanyakan dari mahasiswa beranggapan hanya memilki dua pilihan saja ketika lulus nanti yaitu menjadi guru negeri atau guru swasta. Walaupun Pemerintah terus menggalakkan dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah baru, namun lulusan perguruan tinggi Ilmu Pendidikan tidak semuanya akan terserap pada sekolah-sekolah yang ada.
untuk menjadi wirausahawan diberbagai bidang usaha. Lahirnya wirausaha akan berdampak pada dunia kerja secara langsung dan berdampak pada perubahan sosial secara tidak langsung.
Dalam konteks pemikiran di atas, STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) satu satunya di kabupaten Kampar juga berusaha untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan aktivitas kewirausahaan mahasiswa. STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai berusaha untuk terlibat aktif dalam upaya pengembangan minat, bakat, kegemaran dan pengembangan kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan Renstra STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai tahun 2014 – 2019, serta komitmen pimpinan dan seluruh civitas akademika, yaitu mengembangkan STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang mempunyai kemampuan entrepreneurship yang tinggi sesuai dengan bidang keilmuan dan profesinya.
Atas pertimbangan inilah yang mendasari STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai mengajukan proposal Program Cooperative Education (CO-OP) di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi Mahasiswa pada tahun 2017 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan PBBT Ristekdikti.
TUJUAN
Tujuan pengajuan progam ini adalah :
1. Memberikan bekal kepada mahasiswa agar mempunyai jiwa kewirausahaan yang nantinya mampu membuka lapangan kerja baru sebagai wirausahawan 2. Memberikan solusi pada UMKM agar dapat meningkatkan kualitasnya
UMKM memiliki berbagai permasalahan internal yang menghambatnya untuk dapat tumbuh dan berkembang. Secara sendiri-sendiri, setiap UMKM mempunyai kelemahan hampir keseluruhan aspek teknis usaha, yaitu yang berkaitan dengan legalitas perusahaan, pemasaran, permodalan dan manajemen usaha.
Pada umumnya UMKM masih menggunakan cara kerja yang relatif sederhana, sehingga menghasilkan jasa kurang maksimal. Demikian pula halnya dengan cara kerja dalam pengelolaan usaha, yang umumnya dikerjakan secara seadanya, tanpa perencanaan dan bahkan tanpa pembukuan keuangan.
Sedangkan dalam permodalan, para pengusaha UMKM memiliki keterbatasan, manakala kegiatan usaha yang mereka jalankan membutuhkan sumberdaya manusia (SDM) dan fasilitas pendukung usaha demi peningkatan kualitasnya. Kendala utama yang dihadapi penguasa UMKM dalam mendapatkan dana dari luar, khususnya kredit, adalah ketidakmampuan dan ketidaksiapan mereka untuk memenuhi persyaratan teknis perbankan. Demikian pula dalam pemasaran, masih terkendala pada sistem marketing yang masih dilakukan apa adanya.
Selain itu, pada pengusaha UMKM karena berbagai keterbatasan akses seperti disebut di atas, menjadi kurang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi. Mereka menjadi kurang gigih dalam memajukan usaha dan cepat puas dengan sedikit keberhasilan yang sudah dicapai. Mereka jarang sekali yang mampu melakukan inovasi dan penyempurnaan dan pengembangan baik dalam produksi maupun manajemen usaha, sehingga dengan cepat mereka kalah bersaing dengan pihak lain.
Permasalahan eksternal yang paling utama saat ini dan di masa depan yang sangat mempengaruhi setiap upaya pemberdayaan UMKM adalah arus liberalisasi dan globalisasi ekonomi yang tidak dapat lagi dicegah. Sebagai hasil dari kemajuan di bidang teknologi di berbagai bidang, terutama teknologi di bidang transportasi, telekomunikasi dan informasi, maka seluruh celah dunia telah menjadi terbuka dan menyatu menjadi pasar bebas. Yang menjadi masalah bagi UKM adalah ketidaksiapan memasuki era globalisasi ekonomi tersebut, karena sebagian besar masih terperangkap di dalam berbagai kendala internal.
yang selama ini dihadapi, serta memacu semangat dan kreativitas civitas akademika STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Soft Skills mahasiswa agar memiliki daya saing dalam menghadapi kompetisi kerja yang tinggi.
Mencermati permasalahan dari beberapa aspek dalam pemberdayaan program ini, pola penyelesaian yang diajukan adalah model kooperatif dan mandiri yang memerlukan beberapa langkah kegiatan yang dapat memenuhi tuntutan dan dapat menjadi jalan keluar bagi model pengembangan yang sesuai. Model kooperatif dan mandiri berupaya mengintegrasikan berbagai potensi yang tersedia, yakni melakukan penyesuaian antara potensi dan keterbatasan yang dimiliki oleh perguruan tinggi, UMKM dan mahasiswa. Pelaksanaan aktivitas yang demikian diharapkan bahwa model tersebur dapat diterima, dipahami dan diimplementasikan dalam menjalankan bisnis.
Untuk memperoleh hasil maksimal, maka perlu dilakukan pemantauan kegiatan secara kontinyu. Evaluasi yang digunakan adalah disusunnya form evaluasi dengan model penilaian partisipatif, yang berarti pengusaha dan perguruan tinggi melakukan evaluasi secara bersamaan dengan proses usaha terkait segala kendala yang dihadapi dan hasil yang telah diperoleh.
TAHAPAN DAN METODE PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan kegiatan Cooperative Education (CO-OP) di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi mahasiswa rancangan rencana kerja yang akan dilaksanakan adalah :
a. Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini terdiri dari tiga langkah yaitu: 1. Pembentukan tim panitia pelaksana program
Masing-masing komponen tersebut memiliki beberapa kewajiban/tugas dalam menyelesaikan program ini, diantaranya :
Perguruan Tinggi
Yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi pelaksana program ini adalah sebagai berikut
a. Identifikasi, seleksi dam memberikan pembekalan mahasiswa peserta program Co-op di UMKM ini dengan pengetahuan enterpeunership, sehingga mahasiswa lebih termotifasi dan tergerak hatinya dan yang paling besar diharapkan adalah perubahan meanset tiap mahasiswa peseeta program, jika telah lulus bukan menjadi lulusan/output yang siap kerja tetapi output yang siap membuka lapangan pekerjaan baru.
b. Melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala c. Evaluasi akhir kegiatan .
Mahasiswa
a. Mengikuti identifikasi, seleksi dan pembekalan enterpeunership yang dilakukan oleh STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai
b. Mengikuti program magang di tiap UMKM Mitra dengan konsisten c. Penerapan hasil magang bagi setiap mahasiswa peserta program
sehingga nantinya juga diharapkan menjadi wirausahawan sukses
UMKM Mitra
a. Bersedia bekerjasama dengan perguruan tinggi pelaksana program Co-op, dengan memberikan tempat magang disetiap UMKM yang telah dipilih
b. Menerima mahasiswa peserta program dan melakukan pembimbingan sesuai target dari setiap UMKM
d. Tahap Pelaksanaan
2. pendampingan terpadu oleh tim mentor dari STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai dan UMKM guna membantu berbagai kesulitan yang dihadapi.
e. Tahap Monitoring dan Evaluasi Program
Monitoring program secara umum akan dilakukan per kegiatan yang dilaksanakan. Monitoring akan dilakukan oleh penanggung jawab program dan ketua pelaksana program. Monitoring akan dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat yang menjadi fokus kegiatan dilakukan dengan wawancara mendalam yang sebelumnya akan dibuat panduan monitoring program.
Evaluasi program akan dilakukan setelah akhir program dengan melakukan pertemuan antara pelaksana, UKM mitra, mahasiswa peserta program beserta stakeholders lainnya yang terlibat langsung dalam program.
JADWAL KEGIATAN
Uraian Kegiatan Tahun 2017-2018 Bln ke
Penanggung Jawab 7 8 9 10 11 12 1 2
Persiapan Program
- Identifikasi dan seleksi mahasiswa peserta program
- Business plan
Kolaboratif PT, UMKM dan Mahasiswa
Rizki Ananda, M.Pd.
Pelaksanaan Program
- Kompensasi Mahasiswa
- Pendampingan oleh
Mentor Astuti, M.Pd.
Monev in dan Pelaporan
- Lokakarya MONEV
- Pelaporan Tim Monevin
bersumber dari Ristek Dikti adalah sebesar Rp. 91.910.000,- (Sembilan puluh satu juta sembilan ratus sepuluh ribu rupiah).
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dengan adanya program ini diharapkan dapat menghasilkan luaran sebagai berikut;
1. Perguruan Tinggi
Sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sebagai masukan dalam penyelenggaraan perkuliahan serta secara tidak langsung sebagai media promosi kampus
2. Mahasiswa
Mahasiswa mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman serta wawasan kewirausahaan sehingga mampu berwirausaha.
3. UMKM
Lampiran 1. Rancangan Kegiatan dan Biaya
1.a Rancangan Kegiatan dan Jenis Belanja (Tahun II)
No Kegiatan/Jenis Belanja Vol Sat SatuanBiaya JumlahBiaya Dikti UMKM/Sponsor PT
1 Persiapan dan pengelolaan 9.300 5.500 3.800
· Bahan 2 Keg 750 1.500 1.000 - 500
· Perjalanan 4 OK 1.200 4.800 3.000 - 1.800
· Barang Non Operasional Lainnya 2 keg 1.500 3.000 1.500 - 1.500
2 Sosialisasi dan Pendaftaran Program 2.500 2.000 - 500
3 Seleksi calon UMKM dan Peserta 2.000 1.500 - 500
4 Pembekalan dan pelepasan calon peserta 2.500 2.000 - 500
5 Pelaksanaan PBBT di UMKM
Barang Non Operasional Lainnya 98.880 76.410 22.470
1. Kompensasi mahasiswa 14 OB 2.140 89.880 67.410 22.470
-2. Kompensasi mentor 5 OB 600 9.000 9.000
-6 Sarasehan hasil PBBT 4.500 3.000 - 1.500
7 Visitasi dan Penyusunan laporan 2.500 1.500 - 1.000
Lampiran 2 Organisasi Pelaksana Program
Gambar 1. Struktur Kerja Pelaksana Program CO-OP UKM bagi Mahasiswa STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai
Penanggung Jawab Ketua PIKB Drs. Miswar Pasai, MH.
TIM MONEV PIKB
Ketua Pelaksana Program
Moh Fauziddin, S.Ag., M.Pd.
Bendahara
Astuti, M.Pd.
Sekretaris
Mufarizuddin, M.Pd.
Pelaksana Aktivitas II Kerjasama dan Pendampingan
Rizki Ananda, M.Pd.
Pelaksana Aktivitas I Rekruitmen, Business plan, dan
pelaporan
Lusi Marleni, M.Pd.
Staff
Uraian Tugas Personalia Pelaksana Program
N
O Nama Koordinatordan Anggaran Asal Unit Kerja Tugas dan wewenang AlokasiWaktu
1.
Drs. Miswar Pasai,
MH. Ketua PIKBPahlawan Tuanku Tambusai
Penanggung Jawab Program 28
Jam/Minggu
2. Moh Fauziddin, S.Ag., M.Pd. Prodi PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai
Ketua Pelaksana Program Belajar Bekerja Teroadu STKIP Pahlawan Tuanku
Tambusai, dengan tugas dan wewenang meliputi :
1) Mengatur pelaksanaan program 2) Menindaklanjuti setiap komponen
kegiatan program
3) Memonitor dan evaluasi secara teratur pelaksanaan program
4) Menyusun laporan pelaksanaan program secara periodik
28 Jam/Minggu
3. Mufarizuddin, M.Pd Prodi PGSDSTKIP Pahlawan Tuanku Tambusai
Sekretaris program Mahasiswa Wirausaha STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai, dengan tugas dan wewenang meliputi : 1) Mempersiapkan sistem administrasi dan
dokumentasi program
2) Mempersiapkan jadwal dan proses pelaksanaan program STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai, dengan tugas dan wewenang meliputi : 1) Mempersiapkan sistem perhitungan
dana untuk kegiatan program
28 Jam/Minggu
5. Lusi Marleni, M.Pd. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Ketua Pelaksana Aktivitas I, dengan rincian tugas dan wewenang meliputi:
1) Menetapkan peserta seleksi dari kalangan mahasiswa dan UKM 2) Menyusun TOR pelaksanaan kegiatan 3) Memonitor dan evaluasi secara teratur
pelaksanaan program
4) Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang diusulkan
28 Jam/Minggu
6. Rizki Ananda, M.Pd. Ketua Prodi Pendidikan Sekolah Dasar
Ketua Pelaksana Aktivitas II, dengan rincian tugas dan wewenang : 1) Menetapkan UKM Mitra dan
pendampingan oleh mentor
2) Menyusun TOR pelaksanaan kegiatan 3) Memonitor dan evaluasi secara teratur
pelaksanaan program
4) Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang diusulkan
28 Jam/Minggu
7. Fera Lisa Staf PIKB
Membantu segala administrasi yang dibutuhkan dalam kegiatan Program
Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) 28
Jam/Minggu
B. Biodata Pelaksana Program
Nama lengkap : Moh Fauziddin, S.Ag., M.Pd.
NIDN : 07 130773 05
Tempat/tgl. Lahir : Kediri / 13 Juli 1973
Alamat Kantor : Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar
Telepon & Fax Kantor : (0762) 21677 / Fax (0762) 21677
No HP : 0822 8558 0676
Alamat Email : [email protected]
Pendidikan Formal :
1. MI Darul Ulum Kediri, Tahun 1986 2. MTs Negeri Pare Kediri, Tahun 1989 3. MA Hasanuddin Pare Kediri, Tahun 1992
4. S1 PAI STAI Hasanuddin Pare Kediri, Tahun 2001 5. S2 Pascasarjana UPI Bandung, tahun 2009
Pengalaman Manajemen Kegiatan Mahasiswa :
1. Pembimbing PPL Mahasiswa STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai tahun 2013-sekarang
2. Penasehat Akademik Mahasiswa STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai tahun 2013-sekarang
3. Ketua Prodi PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai Tahun 2013-sekarang
4. Sekretaris Badan Inkubasi dan Kewirausahaan STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai Tahun 2016-sekarang
Pengalaman mengikuti Pelatihan dan Seminar :
1. Diskusi Online Nasional Forum Diskusi Berbagi Ilmu PAUD (BIP) Modifikasi Perilaku AUD tahun 2015
2. Seminar Peningkatan Mutu Dosen Kopertis Wilayah X Padang tahun 2017
Lampiran 4
Profil Pusat Inkubasi Kewirausahaan Dan Bisnis (PIKB)
Pusat Inkubasi Kewirausahaan dan Bisnis (P-IKB) adalah salah satu pusat yang berada dibawah Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai yang didirikan pada bulan Januari 2016 dengan SK Yayasan No. 21/KPTS/YPTT/UM/2016
PIKB ini mewadahi berbagai kegiatan kewirausahaan dengan tujuan utamanya adalah melakukan inkubasi untuk pengembangan wirausaha baru yang mandiri dan professional. PIKB ini juga bertujuan memaksimalkan spirit kewirausahaan mahasiswa STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai dengan melakukan program pelatihan dan workshop.
PIKB adalah salah satu pusat studi di STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai yang didirikan pada tahun 2017. Berdirinya PIKB didorong oleh tanggung jawab STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai sebagai perguruan tinggi yang mengemban aspek pengabdian masyarakat dan memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan terhadap UMKM secara terpadu dan berkesinambungan, selama jangka waktu tertentu sampai pelaku usaha mandiri dan sanggup beradaptasi dengan dunia usaha yang kompetitif dan dinamis. Untuk itu PIKB memberi layanan secara holistik bagi pebisnis pemula, sedang berjalan, maupun solusi terhadap permasalahan bisnis yang profitable, aksesibilitas pasar, permodalan, serta layanan IPTEK.
Melalui program inkubasi akan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program yang terstruktur mulai dari perencanaan, implementasi, dan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip manajemen mutu dan standar-standar nasional maupun internasional.
Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 27 Tahun 2013 tentang pengembangan inkubator wirausaha:
1. Inkubasi Wirausaha adalah suatu lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap Peserta Inkubasi (Tenant).
3. Peserta Inkubasi (Tenant) adalah wirausahawan atau calon wirausahawan yang menjalani proses inkubasi.
4. Dunia Usaha adalah Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah, dan Usaha Besar yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia dan berdomisili di Indonesia.
Visi PIKB
Penyedia layanan inkubasi kewirausahaan dan bisnis berstandar nasional
Misi PIKB
1. Memberi layanan inkubasi sesuai standar manajemen mutu dan ISO 9001-2008
2. Memberikan layanan kepada masyarakat, mahasiswa, dan alumni berbagai perguruan tinggi untuk memulai usaha sehingga tumbuh dan berkembang secara mandiri
3. Memberikan layanan pra inkubasi – masa inkubasi – pasca inkubasi secara terstruktur dan berkelanjutan dengan masa inkubasi minimal 3 tahun.
4. Memberikan layanan inkubasi in-wall dan out-wall baik secara langsung maupun virtual dalam bentuk aplikasi dan inovasi IPTEK, motivasi, peningkatan kekuatan personal, pengetahuan, keterampilan bisnis, manajerial, dan kepemimpinan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pendidikan, pendampingan, dan business coach.
5. Memberi layanan transfer pengetahuan dan teknologi tepat guna maupun pengembangan hak kekayaan intelektual serta hak cipta terhadap produk dan bisnis
6. Memberikan layanan dengan prinsip etika bisnis, komitmen dua arah, berorientasi tujuan, dan fokus untuk sukses
PROGRAM 1. Pertemuan, seminar, pelatihan
Pertemuan, seminar, dan pelatihan merupakan acara-acara yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan para tenant sehingga mampu menghadapi kendala yang ada serta mampu mencapai tujuan yang diharapkan.
2. Pendampingan usaha binaan
Merupakan bentuk-bentuk pelayanan usaha yang dilakukan oleh pusat inkubasi dalam pengembangan kegiatan usaha, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh staf inkubasi bisnis sendiri maupun dengan menghadirkan pendamping pakar dalam bidang tertentu yang dibutuhkan tenant, serta pemberian fasilitas kegiatan usaha tenant berupa fasilitas kantor bersama. Pendampingan oleh staf akan dapat memantau kemajuan bagi setiap tenant maupun calon tenant, demikian juga pendampingan oleh pakar yang dibutuhkan terutama dalam bidang pemasaran, akan menciptakan gairah kerja dan keseriusan para tenant dan calon tenant inkubasi bisnis.
3. Promosi inkubasi
Kegiatan ini dilakukan sebagai fasilitas untuk mempromosikan inkubasi, mempromosikan jaringan kerjasama, dan mempromosikan tenant kepada calon penanam modal.
4. Kemitraan
Dalam proses inkubasi tenant, Inkubasi Bisnis bekerjasama dengan sponsor atau stakeholders lainnya dalam rangka pembinaan, pendidikan, pelatihan dan pemagangan tenant.
Pola Kemitraan yang dimuat dalam UU no. 20 tahun 2008 tentang UMKM 1. Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha dan masyarakat
memfasilitasi, mendukung, dan menstimulasi kegiatan kemitraan, yang saling membutuhkan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan.
proses alih keterampilan di bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, sumberdaya manusia, dan teknologi.
3. Menteri teknis mengatur pemberian insentif kepada Usaha Besar yang melakukan kemitraan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui inovasi dan pengembangan produk berorientasi ekspor, penyerapan tenaga kerja, penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
Kemitraan dilaksanakan dengan pola: a) Inti-plasma;
b) Subkontrak; c) Waralaba;
d) Perdagangan umum;
e) Distribusi dan keagenan; dan
f) Bentuk-bentuk kemitraan lain, seperti: bagi hasil, kerjasama operasional, usaha patungan (joint venture), dan penyumberluaran (outsourcing).
5. Business Coach metode Neuro Linguistic Program
Merupakan jasa pendampingan berdasarkan Neuro Linguistic Program bagi para tenant yang secara bertahap belajar menerapkan langkah-langkah bisnis dibawah bimbingan coach bisnis yang profesional agar mampu mencapai sasaran bisnis yang telah ditetapkan dengan lebih cepat dan terstruktur.
6. Pengembangan Personal Power
Merupakan layanan baik secara individual maupun kelompok, sebagai dasar fundamental dalam mencapai kesuksesan bisnis. Pengembangan personal power memberi pengenalan pada
a) Eksplorasi Individual
7. Capacity Building
Lampiran 5 3. Astuti, M.Pd. Dosen Prodi