• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Penyusunan Penulisan Skripsi 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pedoman Penyusunan Penulisan Skripsi 2011"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN

PENULISAN SKRIPSI

FAKULTAS HUKUM

PENYUNTING :

ENCIK MUHAMMAD FAUZAN TOLIB EFENDI

MISBAHUL MUNIR

(2)

KEPUTUSAN DEKAN ---Nomor : 20c./H46 1.11/SK/2011

Tentang

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN SKRIPSI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

DEKAN FAKULTAS HUKUM

Menimbang : a. Bahwa evaluasi mutu proses pembelajaran di Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura selalu dilakukan untuk mengetahui tingkat standart mutu yang telah tercapai, seiring dengan upaya peningkatan mutu proses pembelajaran, terutama standart kualitas penyusunan dan penulisan skripsi maka dipandang perlu untuk melakukan perbaikan pedoman penyusunan dan penulisan skripsi; b. Bahwa dengan adanya perubahan pedoman penyusunan

dan penulisan skripsi membawa implikasi terhadap teknis administratif pelaksanaan pembimbingan, dan pelaksanaan ujian skripsi;

c. Bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan perubahan terhadap Keputusan Dekan Nomor :: 29//H46 1.11/KM/2008 tentang Pedoman Penyusunan Skripsi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum;

d. Bahwa sehubungan dengan butir c tersebut diatas, maka dipandang perlu diterbitkan Keputusan Dekan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor : 11 Tahun 2006 tentang Statuta Universitas Trunojoyo;

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor : 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan;

5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor: 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa;

6. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor : 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi;

7. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor : 034/O/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Trunojoyo;

8. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 189/MPN.A4/KP/2010 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Trunojoyo Madura periode 2010-2014;

9. Keputusan Rektor Universitas Trunojoyo Nomor 945/H46/KP/2009, tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura periode 2009-2013; 10. Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo,

(3)

11. Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo, Nomor 20b/H46 1.11/KM/2011 tentang Peraturan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Program Sarjana Strata 1 (S1) Bidang Ilmu Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura;

M E M U T U S K A N

Menetapkan : PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN SKRIPSI

Dalam peraturan ini yang dimaksud, dengan:

1. Skripsi adalah suatu karya tulis (karya ilmiah) yang dibuat oleh mahasiswa dalam rangka

menyelesaikan tugas akhir (TA) pada Program Studi Ilmu Hukum Strata I berdasarkan hasil

penelitian hukum normatif dan/atau hasil penelitian hukum empiris;

2. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program

pendidikan dan suatu jenjang pendidikan, dimana satu semester setara dengan 18 – 19

minggu kerja;

3. Satuan kredit semester (sks), adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya

beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan keberhasilan usaha mahasiswa, besarnya

pengakuan keberhasilan kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk

menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya bagi tenaga pengajar;

4. Rapat bidang akademik adalah rapat yang dipimpin oleh pembantu dekan bidang akademik

dengan dihadiri ketua program studi, sekretaris program studi, dan para ketua bagian;

5. Bagian adalah unsur pelaksana akademik yang mengelola sumber daya manusia,

pengembangan ilmu, dan pengelolaan konsentrasi;

6. Dosen pembimbing adalah dosen pembimbing satu (I) dan dosen pembimbing dua (II)

yang mempunyai surat tugas dari Dekan untuk melaksanakan pembimbingan penulisan

skripsi;

7. Nilai satu satuan kredit semester (sks), adalah meliputi 50 menit acara tatap muka, 60

menit kegiatan terstruktur,dan 60 menit kegiatan pengembangan;

8. Nilai satuan kredit semester skripsi, adalah 6 sks yang meliputi 300 menit acara tatap

muka, 360 menit kegiatan terstruktur, 360 menit kegiatan pengembangan per minggunya;

9. Ujian Skripsi adalah evaluasi akhir penulisan skripsi oleh tim penguji;

10. Nilai Skripsi adalah nilai akhir penulisan skripsi yang meliputi nilai pembimbingan dan nilai

ujian skripsi.

Pasal 2 Sifat

Sifat skripsi adalah wajib sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H) serta

(4)

Pasal 3

Syarat dan Prosedur Skripsi

1. Syarat pengajuan skripsi adalah sebagai berikut:

a. Mahasiswa telah menempuh minimal seratus dua puluh (120) sks dengan

menyerahkan satu salinan transkip nilai;

b. Mahasiswa telah mengikuti kegiatan seminar proposal skripsi mahasiswa lain dengan

menyerahkan bukti tanda tangan pada lembar kehadiran seminar proposal skripsi

minimal lima (5) kali keikutsertaan.

2. Prosedur skripsi adalah sebagai berikut:

a. Menyerahkan kerangka penulisan skripsi untuk diketahui dan ditandatangani oleh

dosen penasehat akademik pada saat pengisian kartu rencana studi;

b. Memprogram skripsi pada kartu rencana studi;

c. Mengisi formulir permohonan penyusunan skripsi kepada Ketua Prodi yang diketahui

oleh ketua bagian masing-masing dengan melampirkan proposal skripsi maksimal

pengumpulan adalah minggu pertama (I) setiap semester;

d. Penetapan dosen pembimbing skripsi melalui surat tugas dari Dekan yang dikeluarkan

maksimal pada minggu kedua (II) setiap semester;

e. Pembimbingan proposal skripsi dengan pembimbing skripsi dilakukan setelah

dikeluarkannya surat tugas dosen sebagai dosen pembimbing skripsi sampai sebelum

pelaksanaan seminar proposal;

f. Mengikuti seminar proposal pada minggu keempat (IV) yang diadakan secara

terstruktur dan terjadwal;

g. Mahasiswa yang telah mempresentasikan seminar proposal skripsi wajib memperbaiki

proposal skripsinya dan hasil perbaikannya diserahkan kepada bagian akademik dan

kemahasiswaan;

h. Mahasiswa dapat melakukan pembimbingan skripsi setelah huruf a sampai dengan

huruf g di atas telah dilakukan.

Pasal 4 Dosen Pembimbing

1. Mahasiswa dapat mengajukan calon dosen pembimbing skripsi dengan mengetahui ketua

bagian masing-masing;

2. Penentuan dosen pembimbing skripsi bagi mahasiswa ditentukan dalam Rapat bidang yang

diadakan maksimal pada minggu kedua perkuliahan setiap semester;

3. Penetapan dosen pembimbing skripsi mahasiswa ditetapkan melalui surat tugas Dekan

maksimal dikeluarkan pada hari kedua minggu kedua setiap semester;

4. Dosen pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2 melakukan pembimbingan dari mulai

ditetapkan surat tugas pembimbing skripsi sampai dengan ujian skripsi;

5. Dalam masa pembimbingan, mahasiswa dan dosen pembimbing wajib menandatangani

(5)

Pasal 5 Seminar Proposal

1. Mahasiswa yang mengajukan penyusunan skripsi wajib mengikuti seminar proposal sesuai

jadwal yang telah ditetapkan oleh Pembantu Dekan bidang akademik;

2. Seminar proposal skripsi maksimal diadakan pada minggu keempat setiap semester yang

diadakan oleh bidang akademik fakultas;

3. Seminar proposal skripsi dihadiri oleh dosen pembimbing dan sekurang-kurangnya

sepuluh (10) mahasiswa;

4. Mahasiswa yang telah selesai mempresentasikan proposal skripsinya wajib memperbaiki

proposalnya dibimbing oleh dosen pembimbing maksimal satu minggu setelah presentasi;

5. Hasil perbaikan proposal skripsi diserahkan kepada bagian akademik dan kemahasiswaan

fakultas.

Pasal 6

Pembimbingan Skripsi

1. Pembimbingan skripsi dilakukan pada semester yang sedang berlangsung;

2. Dalam masa pembimbingan, mahasiswa harus membawa kartu pembimbingan skripsi

(KPS);

3. Masa pembimbingan skripsi (proposal sampai dengan ujian skripsi) dengan jumlah masa

pembimbingan minimal tujuh (7) kali untuk tiap-tiap dosen pembimbing;

4. Pembimbingan pada tiap-tiap dosen pembimbing maksimal 2 minggu untuk mengembalikan

draft skripsinya;

5. Jika ketentuan pada angka 1 tersebut di atas tidak terpenuhi, maka mahasiswa harus

memprogram ulang pada semester berikutnya;

6. Jika ketentuan pada angka 4. tersebut di atas tidak terpenuhi, maka mahasiswa harus

memprogram skripsi dengan judul baru.

Pasal 7 Ujian Skripsi

1. Mahasiswa yang telah selesai menyusun skripsi dan mendapatkan bimbingan dari dosen

pembimbing dapat mengajukan ujian skripsi;

2. Syarat ujian skripsi adalah sebagai berikut:

a. Mendapat persetujuan dari dosen pembimbing skripsi;

b. Mengisi formulir permohonan untuk ujian skripsi dengan melampirkan kartu

pembimbingan skripsi dan lima (5) naskah skripsi;

c. Membayar uang ujian skripsi;

d. Telah menempuh seratus tiga puluh delapan (138) sks yang dibuktikan dengan

(6)

e. Melampirkan transkip akademik dengan ketentuan mata kuliah wajib (universitas,

fakultas dan konsentrasi) minimal bernilai C dan nilai D tidak lebih dari lima belas (15)

% untuk mata kuliah pilihah;

3. Mahasiswa mengisi formulir permohonan ujian skripsi kepada Ketua Program Studi yang

disetujui oleh ketua bagian masing-masing;

4. Ketua Bagian mengusulkan dosen penguji skripsi pada rapat bidang akademik untuk

disetujui dan ditetapkan melalui surat tugas Dekan;

5. Dosen penguji skripsi berasal dari lintas bagian dengan memperhatikan kompetensi dosen;

6. Pembantu Dekan bidang akademik menetapkan jadwal ujian skripsi;

7. Pada saat ujian skripsi mahasiswa wajib berpakaian sopan dan rapi dengan baju warna

putih berkerah dan memakai jaket almamater serta bersepatu;

8. Dosen penguji skripsi wajib memberikan laporan secara tertulis terhadap skripsi mahasiswa

yang diuji mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki (panduan laporan secara terlampir);

9. Pelaksanaan ujian skripsi akan diadakan tiga (3) bulan sekali secara terstruktur dan

terjadwal.

Pasal 10

Pedoman Penilaian Skripsi

1. Komponen penilaian skripsi adalah sebagai berikut:

a. Originalitas tulisan dan isi skripsi sebesar tiga puluh (30) persen;

b. Kemampuan penyajian dan argumentasi pada saat ujian skripsi sebesar empat puluh

(40) persen;

c. Teknik penulisan sebesar dua puluh (20) persen;

d. Sikap , perilaku dan penampilan sebesar sepuluh (10) persen.

2. Nilai minimal skripsi adalah 56 dan nilai tertinggi adalah 85.

Pasal 11 Nilai Skripsi

1. Mahasiswa dapat melakukan ujian perbaikan dengan syarat memenuhi syarat administratif;

2. Jika mahasiswa dinyatakan tidak lulus atau ujian perbaikan maka harus dilakukan ujian

ulang skripsi dengan membayar biaya sebesar seratus persen (100 %) dari biaya ujian

skripsi.

Pasal 12

Perbaikan skripsi, penulisan dalam artikel dan pengumpulan skripsi

1. Mahasiswa yang telah melakukan ujian skripsi wajib memperbaiki skripsi sesuai dengan

saran-saran dari penguji skripsi;

2. Perbaikan skripsi maksimal dilakukan dua (2) minggu dari tanggal pelaksanaan ujian

skripsi;

(7)

4. Jika terjadi perubahan nilai dari hasil perbaikan skripsi oleh satu atau lebih dosen penguji

skripsi, maka tim penguji skripsi wajib mengadakan rapat tim penguji skripsi untuk

menentukan nilai skripsi mahasiswa;

5. Mahasiswa yang sudah melakukan perbaikan skripsi dapat menjadikan skripsi tersebut

dalam bentuk artikel ilmiah yang ditulis secara bersama dengan dosen pembimbing skripsi

pertama;

6. Mahasiswa yang telah selesai memperbaiki skripsi wajib mengumpulkan skripsi dalam

bentuk cetak sebanyak lima naskah dan dalam bentuk cakram padat dengan formatpdf ke bagian tata usaha;

Pasal 13 Penulisan Skripsi

1. Penulisan skripsi menggunakan pedoman penulisan sebagaimana termuat dalam lampiran

keputusan ini;

2. Mahasiswa dalam melakukan penulisan skripsi wajib menggunakan sumber buku

sekurang-kurangnya sepuluh (10) buku;

3. Jika mahasiswa menggunakan sumber penulisan berupa jurnal, maka jurnal yang dipakai

sekurang-kurangnya terbitan empat tahun (4) terakhir dari saat mahasiswa melakukan

penulisan skripsi;

4. Mahasiswa yang melakukan penulisan skripsi dilarang untuk melakukan penjiplakan atau

plagiat;

5. Mahasiswa wajib membuat pernyataan keaslian tulisan skripsi di atas materai enam ribu

rupiah (Rp. 6000);

6. Mahasiswa yang diketahui dan terbukti melakukan plagiat atau penjiplakan dalam

penulisan skripsi maka tidak akan diberikan gelar dan/atau dicabut gelar kesarjanaanya

sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

Pasal 14 Penutup

Dengan berlakunya keputusan ini, maka Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas

Trunojoyo, Nomor : 29//H46 1.11/KM/2008 tentang Pedoman Penyusunan Skripsi Program

Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, dinyatakan tidak berlaku.

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Di tetapkan di Bangkalan Pada : 4 Juli 2011 Dekan,

ttd

Yudi Widagdo Harimurti, S.H., M.H

(8)

Nomor SOP-1

1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 232/ U/ 2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 045/ U/ 2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi

5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 034/ U/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unversitas Trunojoyo

6. Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo nomor ... tentang Peraturan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Program Sarjana Bidang Ilmu Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo.

7. Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo nomor: 20.a/H.46.1.11/SK/2011 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura.

8. Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura nomor... tentang Pedoman Penyusuan dan Penulisan Skripsi Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura

Prosedur:

1. Mahasiswa memprogram skripsi pada saat pengisian kartu rencana studi dan menyerahkan kerangka

penulisan skripsi untuk diketahui dan ditandatangani oleh dosen penasehat akademik. Syarat untuk

memprogram skripsi adalah mahasiswa yang bersangkutan telah menempuh minimal 120 SKS dan

telah menghadiri seminar proposal skripsi mahasiswa lainnya;

2. Mahasiswa mengambil blanko permohonan penyusunan skripsi di bagian Tata Usaha FH UTM;

3. Mahasiswa menyerah permohonan skripsi dengan dilampiri proposal skripsi, transkip nilai dan

lembar keikutsertaan telah menghadiri seminar proposal mahasiswa lainnya kepada bagian tata usaha

FH UTM. Segala kelengkapan yang telah terkumpul diserahkan kepada program studi;

4. Program Studi mengadakan rapat bidang akademik untuk menentukan dosen pembimbing skripsi

mahasiswa berdasarkan proposal yang terkumpul dari Tata Usaha FH UTM;

5. Program studi mengadakan seminar proposal skripsi mahasiswa secara terstuktur dan terjadwal

6. Mahasiswa mengumpulkan perbaikan proposal skripsi ke bagian tata usaha dan mengambil Kartu

Pembimbingan Skripsi (KPS);

7. Mahasiswa melakukan penulisan skripsi dibawah bimbingan dosen pembimbing skripsi. Pada saat

bimbingan skripsi mahasiswa wajib mengisi Kartu Pembimbingan Skripsi (KPS). Pembimbingan

skripsi dilakukan minimal tujuh (7) kali bimbingan kepada setiap dosen pembimbing skripsi;

8. Mahasiswa melakukan pendaftaran ujian skripsi setelah mendapat persetujuan masing-masing dosen

pembimbing skripsi dengan mengisi borang permohonan ujian skripsi. Syarat pendaftran adalah

(9)

a. Membayar uang ujian skripsi di bank yang telah ditunjuk;

b. Telah menempuh minimal seratus tiga puluh delapan (138) sks yang dibuktikan dengan

transkip nilai akademik;

c. Melampirkan transkip akademik dengan ketentuan mata kuliah wajib (universitas, fakultas

dan konsentrasi) minimal bernilai C dan nilai D tidak lebih dari lima belas (15) % untuk

mata kuliah pilihah;

d. Menyerahkan 5 bendel skripsi;

e. Menyerahkan Kartu Pembimbingan Skripsi;

9. Program studi melalui Pembantu Dekan bidang akademik mengadakan rapat bidang akademik untuk

menentukan dosen penguji skripsi mahasiswa;

10. Mahasiswa mengikuti ujian skripsi sesuai jadwal yang telah ditetapkan;

11. Mahasiswa melakukan perbaikan skripsi maksimal dua minggu dari pelaksanaan ujian skripsi;

12. Mahasiswa menyerahkan skripsi yang telah diperbaiki dalam bentuk hardcover sebanyak lima (5)

buah dan satu (1) softcopy skripsi dalam cakram padat ke bagian tata usaha.

OUTPUT

Disahkan oleh:

Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura

ttd

Yudi W. Harimurti,SH.,MH. NIP. 19640732001121002

Dikendalikan oleh:

Penjaminan Mutu Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura

ttd

(10)

Manual Prosedur Skripsi Fakultas Hukum UTM

Mahasiswa Dosen Penasehat

Akademik Tata Usaha Ketua Bagian Program Studi

(11)

PEDOMAN KERANGKA PENULISAN (OUTLINE)

SKRIPSI

(DISERAHKAN PADA SAAT MEMPROGRAM

KRS)

Pedoman kerangka penulisan skripsi ini dibuat oleh mahasiswa dan dilampirkan pada saat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS). Dosen wali menandatangi KRS dan kerangka penulisan skripsi. Kerangka penulisan skripsi ini sebagai bahan diskusi mahasiswa dengan calon pembimbing skripsi yang diinginkan dan/ketua bagian masing-masing.

Kerangkan penulisan skripsi sebagai berikut:

Ketentuan-kententuan lain kerangka penulisan skripsi: 1. Ditulis dalam kertas A4

2. Jumlah halaman 2-5 lembar

3. Menggunakan font times new roman 12 spasi 2

KERANGKA PENULISAN SKRIPSI 1. Rancangan Judul Skripsi :

2. Latar Belakang.

Berisikan uraian latar belakang dan pentingnya tema dalam tulisan skripsi ini. 3. Rumusan masalah.

Sebutkan rumusan masalah yang dimunculkan. 4. Tujuan

Berisikan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan 5. Metode penelitian.

Berisikan uraian tentang metode apa yang akan digunakan dalam melakukan penulisan skripsi.

Nama Dosen Penasehat Akademik :

NIP. :

(12)

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN SKRIPSI PROGRAM STUDI ILMU HUKUM STRATA 1 FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

1. Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

a. Judul Skripsi

b. Latar Belakang Masalah: bagian ini berisi uraian mengenai latar belakang

adanya masalah hukum yang dijadikan kajian penelitian

c. Rumusan Masalah; disusun dalam bentuk kalimat tanya yang menunjukkan

permasalahan yang akan diteliti

d. Tujuan Penulisan; bagian ini berisi uraian tujuan yang ingin dicapai oleh

penulis terhadap masalah hukum yang dipilih sesuai dengan rumusan

masalah

e. Manfaat Penelitian; bagian ini berisi kemanfaatan yang diperoleh dari

penulisan ini. Manfaat ini dapat ditinjau baik secara teoritis maupun praktis.

f. Metode Penelitian; metode penelitian yang digunakan dapat berupa

pendekatan yuridis empiris maupun yuridis normatif yang dilengkapi dengan

tahap penelitian dan data penelitian serta analisis data. Tahap penelitian

terdiri atas penelitian lapangan atau penelitian kepustakaan dalam upaya

mencari data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan cara

content analysis maupun dengan cara deskriptif analitis.

g. Pertanggungjawaban Sistematika: berisi uraian tiap-tiap bab secara teratur

untuk memudahkan penelitian

h. Daftar Pustaka

i. Lampiran Outline

2. Sistematika Penulisan Skripsi

a. Halaman Judul (bagian luar/ sampul);

b. Halaman Judul bagian dalam;

c. Halaman Persetujuan;

d. Halaman Pengesahan;

e. Halaman Motto;

f. Halaman Pernyataan Keaslian;

(13)

h. Halaman Kata Pengantar;

i. Halaman Daftar Isi;

j. Halaman Daftar Lampiran (jika ada);

k. Halaman Daftar Singkatan (jika ada);

l. Halaman Daftar Tabel (jika ada);

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Manfaat Penelitian

D. Tujuan Penulisan

E. Manfaat Penelitian

F. Metode Penelitian

- Jenis Penelitian

- Pendekatan masalah

- Analisis data (empiris) atau bahan hukum (normatif) G. Sistematika Penulisan

BAB II : Berisikan landasan teori dan tinjauan pustaka (tulis judul yang

relevan)

BAB III : Berisikan hasil pembahasan dan analisis hasil penelitian

(didasarkan pada rumusan masalah)

BAB IV : PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

m. Daftar Pustaka

(14)

3. Tata Cara dan Teknik Penulisan

a. Ukuran Kertas, Spasi, Bentuk dan Ukuran Huruf

1) Ukuran Kertas

Kertas yang digunakan adalah kertas ukuran A4 dengan berat 80 gram.

Namun, jika masih berupa konsep (masih perbaikan/ belum siap jilid)

tidak ditentukan ukuran berat kertas.

Ukuran batas-batas lay out adalah sebagai berikut:

- Margin atas 4 cm;

- Margin kiri 4 cm;

- Margin bawah 3 cm;

- Margin kanan 3 cm. 2) Spasi Penulisan

Ukuran spasi penulisan adalah sebagai berikut:

a) Penulisan uraian biasa menggunakan ukuran 2 (dua) spasi;

b) Kutipan langsung yang jumlah barisnya kurang dari 5 (lima) baris

menggunakan ukuran 2 (dua) spasi;

c) Kutipan langsung yang jumlah barisnya 5 (lima) baris atau lebih

menggunakan ukuran 1 (satu) spasi;

d) Penulisan abstrak menggunakan ukuran 1 (satu) spasi;

e) Penulisan footnote menggunakan ukuran 1 (satu) spasi dengan jarak

masing-masing footnote dipisahkan 1 (satu) spasi;

f) Penulisan daftar pustaka menggunakan ukuran 1 (satu) spasi dengan

jarak masing-masing daftar pustaka dipisahkan 1 (satu) spasi.

3) Bentuk dan Ukuran Huruf

Bentuk huruf (font) yang digunakan adalah Times New Roman dengan

ukuran font 12. Judul bab ditulis dalam huruf capital (UPPERCASE) dan

tebal (Bold), sedangkan sub bab ditulis dalam huruf capital untuk

masing-masing kata (Title Case) dengan format ditebalkan (Bold).

Footnote menggunakan ukuran font 10 dengan jenis huruf yang sama.

b. Penulisan Halaman Skripsi

1) Alinea dimulai setelah 7 (tujuh) ketukan (satu tab) dari margin kiri;

2) Jumlah halaman skripsi minimal 50 (lima puluh) halaman dengan

perimbangan:

(15)

b) Bab II maksimal 25%;

c) Bab III minimal 60%; dan

d) Bab IV maksimal 5%.

3) Halaman-halaman bagian awal skripsi (Judul Skripsi sampai dengan

daftar table) diberi nomor urut Angka Romawi kecil (i, ii, iii dan

seterusnya) yang ditulis di bagian bawah tengah halaman dengan catatan

dua halaman judul dihitung akan tetapi tidak diberi nomor;

4) Halaman-halaman berikutnya (mulai Bab I dan seterusnya) diberi nomor

urut Angka Arab (1, 2, 3, dan seterusnya) ditulis di sudut kanan atas,

kecuali pada halaman Bab yang ditulis di bagian bawah tengah halaman;

5) Dalam penulisan skripsi tidak diperbolehkan menyebut diri sendiri

seperti penggunaan istilah: saya, kami atau penulis;

6) Penulisan kata-kata asing, hurufnya ditulis miring;

c. Penomoran Bab dan Sub-Sub Bab

1) Judul Bab ditulis di tengah dengan huruf besar, ditulis tebal tanpa

diakhiri titik;

2) Bab dibagi ke dalam beberapa sub bab dan/ atau sub-sub bab yang diberi

nomor urut Angka Arab;

3) Sub Bab ditulis tebal tanpa diakhiri titik dengan huruf besar pada huruf

pertama dari tiap-tiap kata kecuali untuk kata penghubung dan

kata-kata tugas;

4) Sub – sub Bab ditulis tanpa ditebalkan dengan huruf besar pada huruf

pertama dari tiap-tiap kata kecuali untuk kata penghubung dan

kata-kata tugas diakhiri tanda titik.

(16)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Sub Bab

1.1.1 Sub-Sub Bab

1.1.2 Sub-Sub Bab

1.2 Sub Bab

1.2.1 Sub-Sub Bab

1.2.2 Sub-Sub Bab

BAB II

LANDASAN YURIDIS DAN TEORI PEMERINTAHAN DAERAH

2.1 Sub Bab

2.1.1 Sub–Sub Bab

2.1.2 Sub–Sub Bab

2.2 Sub Bab

2.2.1 Sub–sub Bab

2.2.2 Sub–sub Bab

d. Abstrak

Abstrak tidak sama dengan ringkasan, sinopsis, resume dan lain sebagainya.

Abstrak adalah deskripsi singkat suatu karya ilmiah yang berisi:

1) Ringkasan latar belakang masalah, dan tujuan;

2) Metode penelitian yang digunakan; dan

3) Ringkasan hasil penelitian.

e. Tata Cara Pengutipan

1) Kutipan Langsung

a) Pada kutipan langsung, isi harus sama dengan aslinya baik mengenai

(17)

b) Kutipan yang panjang barisnya kurang dari 5 (lima) baris,

dimasukkan ke dalam teks dengan 2 (dua) spasi dan diberi tanda

kutip pada awal dan akhir kutipan dan ditulis huruf miring (italic);

c) Kutipan yang panjang barisnya 5 (lima) baris atau lebih diketik

dengan 1 (satu) spasi tanpa tanda kutip pada awal dan akhir kutipan,

dimulai setelah 7 (tujuh) ketukan dari margin kiri dan diakhiri 7

(tujuh) ketukan dari margin kanan. Jarak antara kutipan dengan

paragraph sebelum dan sesudahnya adalah 2 (dua) spasi;

d) Apabila dalam kutipan perlu dihilangkan beberapa bagian, maka

bagian-bagian yang dihilangkan diganti dengan bagian yang diketik

jarang (ellipsis point) diselingi 1 (satu) ketukan dengan ketentuan:

- Tiga titik digunakan sebagai pengganti 1 (satu) kata sampai beberapa kalimat atau beberapa kalimat dalam 1 (satu) paragraph;

- Empat titik jika yang dihilangkan adalah: bagian akhir kalimat atau bagian awal kalimat berikutnya atau lebih.

e) Apabila diperlukan sisipan dalam kutipan, dipergunakan tanda

kurung besar […];

f) Apabila di dalam kutipan yang panjangnya kurang dari 5 (lima) baris

terdapat tanda kutip, maka tanda kutip tersebut diubah menjadi tanda

petik (‘);

g) Apabila terdapat perubahan dalam kutipan yang dilakukan oleh

penulis, maka di belakang kata atau kalimat yang diubah tersebut

tersebut diberikan catatan langsung di dalam tanda kurung besar.

Contoh: “Dalam hal seperti itu, ternyata Presiden sama sekali tidak

[garis bawah tidak terdapat pada kutipan] mempunyai pengaruh

apa-apa”;

h) Tiap-tiap kutipan diberikan nomor kutip pada akhir kutipan. Nomor

kutipan merujuk pada sumber kutipan yang dituliskan dengan sistem

footnote (catatan kaki) bukan running note maupun endnote.

2) Kutipan Tidak Langsung

a) Yang diutamakan dalam kutipan tidak langsung adalah isi dari

(18)

b) Pada kutipan tidak langsung juga dicantumkan nomor kutip pada

akhir kutipan yang merujuk pada sumber kutipan yang dituliskan

dengan sistem seperti kutipan langsung.

f. Penulisan Footnote (Catatan Kaki)

1) Footnote adalah catatan kaki di halaman yang sama untuk menyatakan

sumber, pendapat, fakta atau ikhtisar atau dapat juga berisi komentar

mengenai suatu hal yang dikemukakan di dalam teks;

2) Nomor-nomor footnote disusun berurutan, tanpa titik, tidak ditulis tebal

(bold), tidak diberi tanda kurung, tidak ditulis miring dan lain-lain;

3) Tiap-tiap nomor footnote ditempatkan setengah spasi di atas baris

pertama, langsung diikuti huruf pertama dalam footnote (tanpa diselingi

satu ketukan);

4) Tiap-tiap footnote ditulis dengan jarak 1 (satu) spasi dan dimulai sesudah

7 (tujuh) ketukan dari margin kiri;

5) Apabila footnote lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya

dimulai pada margin teks;

6) Nama pengarang dalam catatan kaki tetap seperti tercantum dalam

karyanya. Tidak ada“pembalikan”nama seperti dalam daftar pustaka.

7) Tata cara penulisan footnote tergantung sumber referensi, antara lain:

a) Buku

(1) Jika pengarangnya satu orang pengarang yang dicantumkan

berturut-turut adalah:

1. Nomor footnote,

2. Nama pengarang (tidak perlu dibalik dan tanpa gelar),

3. Judul Buku ditulis dengan huruf miring

4. Tempat penerbit

5. Nama Penerbit

6. Tahun diterbitkan

7. Halaman (disingkat “hlm”)

Contoh:

1 Devi Rahayu, Trafficking Buruh Migran, (Surabaya: Qisthos Press,

2008), hlm. 16.

2 Peter Hanks, Constitutional Law in Australia, Second Edition,

(19)

Catatan: tempat penerbit, nama penerbit dan tahun diterbitkan

ditulis dalam kurung.

(2) Jika pengarangnya dua orang yang dicantumkan berturut-turut

adalah:

1. Nomor footnote,

2. Nama pengarang (nama kedua-duanya tidak perlu dibalik dan

tanpa gelar kecuali nama penulis asing),

3. Judul Buku ditulis dengan huruf miring

4. Tempat penerbit

5. Nama Penerbit

6. Tahun diterbitkan

7. Halaman (disingkat “hlm”)

Contoh:

1 Devi Rahayu dan Sri Maharani, Trafficking Buruh Migran,

(Surabaya: Qisthos Press, 2008), hlm. 17.

(3) Jika pengarangnya lebih dari dua orang yang dicantumkan

berturut-turut adalah: nomor footnote, nama pengarang yang

pertama diikuti tulisan “dkk” untuk nama penulis dari Indonesia

dan “et al” (et alii) untuk penulis asing dicetak miring (tidak

perlu dibalik dan tanpa gelar), tahun terbit, judul buku (cetak

miring),nama penerbit, kota tempat diterbitkan, halaman yang

dikutip (halaman disingkat “hlm.”).

Contoh:

1 Devi Rahayu, dkk, Trafficking Buruh Migran, (Surabaya: Qisthos

Press, 2008), hlm. 18.

2Peter Hanks, et al, Constitutional Law in Australia, Second Edition,

(Sydney: Butterworths, 1996), hlm. 93.

(4) Jika buku tersebut adalah terjemahan, yang dicantumkan

berturut-turut adalah: nomor footnote, nama pengarang asli diikuti tulisan

“diterjemahkan oleh” (nama penerjemahnya) (tidak perlu dibalik

dan tanpa gelar), tahun terbit, judul buku (cetak miring),nama

penerbit, kota tempat diterbitkan, halaman yang dikutip (halaman

(20)

Contoh:

1J.G. Starke diterjemahkan oleh Bambang Iriana Djajaatmadja, 2000,

Pengantar Hukum Internasional 1, (Jakarta: Sinar Grafika, 2000), hlm. 19.

(5) Jika buku tersebut adalah kumpulan tulisan maka yang

dicantumkan berturut-turut adalah: nomor footnote, nama

pengarang yang pertama diikuti tulisan “(ed)” (editor) dicetak

miring di dalam tanda kurung (tidak perlu dibalik dan tanpa

gelar), tahun terbit, judul buku (cetak miring),nama penerbit, kota

tempat diterbitkan, halaman yang dikutip (halaman disingkat

“hlm.”). Contoh:

1 Devi Rahayu (ed), Trafficking Buruh Migran, (Surabaya: Qisthos

Press, 2008), hlm. 20.

b) Peraturan perundang-undangan

(1) Konstitusi Indonesia, yang dicantumkan adalah pasal, ayat (jika

ada), nama konstitusi. Contoh:

1Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Tahun 1945.

(2) Undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, yang

dicantumkan pasal, ayat, nomor undang, judul

undang-undang, nomor lembaran negara/daerah. Contoh:

1 Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32

Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 46).

(3) Peraturan perundang-undangan lainnya yang dicantumkan adalah

pasal, ayat, nomor produk hukum, judul produk hukum.

Contoh:

1Pasal 2 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor

(21)

c) Artikel dalam Jurnal dan media lainnya

(1) Artikel di dalam majalah, Koran, jurnal yang dicantumkan

berturut-turut adalah: nomor footnote, nama pengarang (tidak

perlu dibalik dan tanpa gelar), judul artikel (dalam tanda kutip

“..” dan tidak perlu dicetak miring), nama majalah/ Koran/ jurnal

(dicetak miring), nomor dan volume serta tahun terbitan, kota

tempat diterbitkan, halaman yang dikutip (halaman disingkat

“hlm.”).

Contoh:

1Ade Saptomo, “Sistem Peradilan dalam Budaya Hukum Indonesia”,

Rechtidee Jurnal Hukum, Vol. 4 Nomor 1, Juni 2009, Bangkalan, hlm. 21.

(2) Artikel di dalam seminar yang dicantumkan berturut-turut adalah:

nomor footnote, nama pengarang (tidak perlu dibalik dan tanpa

gelar), judul artikel (dalam tanda kutip “..” dan tidak perlu

dicetak miring), nama seminar (dicetak miring), kota dan tanggal

seminar, halaman yang dikutip (halaman disingkat “hlm.”).

Contoh:

1Andi Hamzah, “Pembangunan Hukum Pidana Indonesia”, Makalah

disampaikan pada Seminar Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Pidana

dan Kriminologi Menghadapi Kejahatan Transnasional, Diselenggarakan

Oleh ASPEHUPIKI di Hotel Savoy Homann, Bandung 17 Maret 2008, hlm. 2.

(3) Artikel dari internet yang dicantumkan berturut-turut adalah:

nomor footnote, nama pengarang (tidak perlu dibalik dan tanpa

gelar), judul artikel (dalam tanda kutip “..” dan tidak perlu

dicetak miring), alamat domain lengkap, keterangan waktu

mengunduh (ditulis di dalam tanda caping “[..]”).

Contoh:

1Mahkamah Agung Republik Indonesia, “Sejarah Mahkamah Agung”

(22)

d) Putusan Pengadilan

1 Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia nomor

31/PHPU.D-VIII/2010,hlm 10.

2Putusan Pengadilan Negeri Serang nomor 351/Pid.B/2008/PN.Srg,

hlm 4.

e) Penggunaan Ibid, Op.Cit dan Loc.Cit.

(1) Penggunaan Ibid

Ibid kependekan dari ibiden yang artinya “pada tempat yang

sama”, dipakai apabila suatu kutipan diambil dari sumber yang

sama dengan yang mendahuluinya, yang tidak diselingi sumber

lain.

(2) Penggunaan Op.Cit.

Op.Cit merupakan singkatan dari opera citato yang artinya

“dalam karangan yang telah disebut”, dipakai untuk menunjuk

pada sumber yang telah disebut sebelumnya lengkap pada

halaman lain dan telah diselingi oleh sumber lain. Apabila nama

pengarang sama dan buku yang dikutip lebih dari satu, untuk

menghindari kesalahan disebutkan nama dan judul buku yang

dikutip.

(3) Penggunaan Loc.Cit.

Loc.Cit merupakan singaktan dari loco citato yang artinya“pada

tempat yang telah disebut”, digunakan untuk menunjuk kepada

halaman yang sama atau persoalan yang sama dari suatu sumber

yang telah disebut tetapi telah diselingi sumber lain. Apabila

nama pengarang sama dan buku yang dikutip lebih dari satu,

untuk menghindari kesalahan disebutkan nama dan judul buku

yang dikutip.

Contoh:

1Devi Rahayu, Trafficking Buruh Migran, (Surabaya: Qisthos Press,

2008), hlm. 16.

2Ibid.

3Ibid, hlm. 16. 4

J.G. Starke diterjemahkan oleh Bambang Iriana Djajaatmadja, 2000, Pengantar Hukum Internasional 1, Sinar Grafika, Jakarta, hlm. 19.

5Devi Rahayu, Op.Cit, hlm. 16.

6J.G. Starke diterjemahkan oleh Bambang Iriana Djajaatmadja,

Loc.Cit.

7 Devi Rahayu, 2008, Hukum Ketenagakerjaan, Qisthos Press,

Surabaya, hlm. 16.

8

(23)

f) Kutipan Al-Quran

Kutipan ayat Al-Quran ditulis dengan cara:

1. Menyebutkan Quran dan Nama Surat

2. Nomor Surat

3. Ayat

Contoh:

1Al-Quran, Surat Al-Baqarah 2:120

g) Hadits

Kutipan hadits ditulis dengan cara menuliskan periwayat dan

buku/kitab yang menjadi sumber.

Contoh:

1HR. Bukhari, Terjemahan Shahih Bukhari Jilid I, (Jakarta:Balai Pustaka,

1990), hlm. 20.

g. Daftar Pustaka

Pada prinsipnya penulisan daftar pustaka sama dengan tata cara penulisan

footnote, namun terdapat beberapa perbedaan prinsip, diantaranya:

1) Disusun secara alfabetis tanpa menggunakan nomor urut;

2) Ukuran font yang digunakan adalah 12 dan menggunakan tanda titik (.)

untuk pemisah.

3) Penulisan dimulai dari margin kiri, sedangkan baris kedua dan seterusnya

dimulai setelah 7 (tujuh) ketukan;

4) Ditulis tanpa halaman yang dirujuk;

5) Nama penulis atau pengarang dibalik;

6) Jika dalam daftar pustaka terdapat satu pengarang dengan dua atau lebih

judul buku/ referensi yang berbeda, maka untuk judul buku berikutnya

nama pengarang diganti dengan tanda underscore (_) sebanyak tujuh

ketuk;

7) Daftar pustaka ditulis dengan ukuran 1 (satu) spasi dengan jarak antara

satu referensi dengan referensi lainnya dipisahkan 1 (satu) spasi.

8) Daftar pustaka berupa buku, jurnal, perundang-undangan atau pustaka

(24)

Contoh:

Rahayu, Devi. 2008. Hukum Ketenagakerjaan. Surabaya: Qisthos Press.

_______. 2008. Trafficking Buruh Migran. Surabaya: Qisthos Press.

Starke, J.G., Introduction of International Law I diterjemahkan oleh Bambang Iriana Djajaatmadja. 2000. Pengantar Hukum Internasional 1. Jakarta: Sinar Grafika.

Artikel yang Dipublikasikan

Hamzah, Andi. 2008. “Pembangunan Hukum Pidana Indonesia”,

Makalah disampaikan pada Seminar Pengaruh Globalisasi

Terhadap Hukum Pidana dan Kriminologi Menghadapi Kejahatan Transnasional, Diselenggarakan Oleh ASPEHUPIKI

di Hotel Savoy Homann, Bandung 17 Maret.

Sumber Lainnya

Mahkamah Agung Republik Indonesia. “Sejarah Mahkamah Agung”

dikutip dari http://www.mahkamahagung.go.id/pr2news. asp?bid=468, [diunduh tanggal 16 Maret 2011].

Hozaimah. 2006. Perbandingan pemberian Kredit Atau Pembiayaan

Menurut Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah.

(25)

CONTOH KETERANGAN SAMPUL MUKA LUAR

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 14 dengan logo berwarna)

\

4 cm

SKRIPSI

PENYELESAIAN SENGKETA PEMBIAYAAN MUDHARABAH YANG BERMASALAH DENGAN MENGGUNAKAN AKAD RAHN DI BPRS BHAKTI

SUMEKAR SUMENEP

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum

Oleh:

RATNA BUDI KURNIASARI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

FAKULTAS HUKUM

2011

(26)

CONTOH KETERANGAN SAMPUL MUKA DALAM

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 14)

\

4 cm

SKRIPSI

PENYELESAIAN SENGKETA PEMBIAYAAN MUDHARABAH YANG BERMASALAH DENGAN MENGGUNAKAN AKAD RAHN DI BPRS

BHAKTI SUMEKAR SUMENEP

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum

Oleh:

RATNA BUDI KURNIASARI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

FAKULTAS HUKUM

2011

(27)

CONTOH HALAMAN PERSETUJUAN

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 12,spasi 1)

HALAMAN PERSETUJUAN

SKRIPSI

PENYELESAIAN SENGKETA PEMBIAYAAN MUDHARABAH YANG BERMASALAH DENGAN MENGGUNAKAN AKAD RAHN DI BPRS BHAKTI

SUMEKAR SUMENEP

OLEH:

RATNA BUDI KURNIASARI

Pembimbing I

INDAH PURBASARI, SH.,LL.M NIP.19810 4092 005012

Pembimbing II

(28)

CONTOH HALAMAN PENGESAHAN

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 12,spasi 1)

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Fakultas Hukum Universitas

Trunojoyo Madura, Pada………, Tanggal………

DEWAN PENGUJI KETUA

Sri Maharani MTVM , SH., MH NIP. 19740 8032 002122

Penguji I Penguji II

Azizah, S.H., M.Hum Dr. Muffarijul Ikhwan, S.H., M.Hum NIP.19581 127200 1122 NIP.19760 52620031 21001

Penguji III Penguji IV

Indah Purbasari, S.H.,LL.M Shofiyun Nahidloh, S.Ag., M.HI NIP. 19810 4092 005012 NIP. 19760 516200 0032003

Mengesahkan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura

(29)

CONTOH PERNYATAAN KEASLIAN

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 12,spasi 1)

PERNYATAAN KEASLIAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi ini tidak pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi lain, dan sepanjang pengetahuan saya didalamnya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila suatu saat ada pihak lain yang melakukan klaim bahwa karya ilmiah ini merupakan plagiat karya ilmiah lain, dan ternyata memang terbukti, saya bersedia menerima segala sanksi yang akan diberikan oleh Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura

Bangkalan, 15 Juli 2011

(Materai Rp. 6000 dan tanda tangan)

(30)

CONTOH ABSTRAK

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 12,spasi 1 dengan jumlah 200–250 kata)

ABSTRAK

Pembiayaan mudharabah merupakan salah satu produk berbasis prinsip bagi hasil yang disediakan oleh bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep. Bank dalam hal ini menjadi shahibul maal (pemodal) yang menginvestasikan dananya kepada mudharib (nasabah) sebagai pelaku usaha. Pembiayaan ini berasaskan kepercayaan dan tidak memerlukan jaminan. Tetapi pelaksanaan pembiayaan ini tidak terlepas dari resiko kegagalan bayar. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti sebab

shahibul maal menanggung seratus persen kerugian selama tidak diakibatkan kelalaian mudharib. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memaparkanlangkah-langkah

(31)

CONTOH HALAMAN MOTTO

(Halaman ini hendaklah menggunakan huruf Times New Roman 16,spasi 1 kecuali tulisan MOTTO menggunakan Times New Roman 12 tebal )

MOTTO

Jangan pernah berpikir untuk menyerah, jika masih ingin

mencoba. Selama keinginan untuk lebih baik itu ada, Tuhan pasti

(32)

CONTOH HALAMAN KATA PENGANTAR

(Contoh daftar isi menggunakan huruf times new roman 12 spasi 1)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama perkenankanlah penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah

SWT. Karena hanya dengan Ridho Nya lah Skripsi dengan judul: “Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Mudharabah yang Bermasalah dengan Menggunakan Produk Rahn”ini dapat diselesaikan.

Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena terbatasnya pengetahuan, referensi, waktu dan pemahaman yang penulis miliki, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang positif guna perbaikannya nanti. Dalam menyusun Skripsi ini penulis sangat banyak memperoleh bantuan, dorongan, bimbingan dan saran dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini perkenankanlah pula penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada : 1. Orang tua yang selam ini selalu memberikan semangat serta doa agar

menyelesaikan skripsi hingga ahkir.

2. Bapak Yudi Widagdo Harimurti, SH.,MH., selaku Dekan Fakultas Hukum dan segenap jajaran pimpinan di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura.

3. Bapak Dr. Mufarrijul Ikhwan, SH., Mhum., selaku Ketua Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo.

4. Bapak Misbahul Munir, SH., M.Hum., selaku Ketua Konsentrasi Bisnis Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo.

5. Ibu Sri Maharani MTVM , SH., MH., selaku ketua penguji sidang skripsi yang memberikan masukan beserta sarannya dalam penyusunan skripsi setelah sidang. 6. Ibu Azizah, SH., Mhum., dan bapak Dr. Mufarrijul Ikhwan, SH., Mhum. Selaku

anggota penguji yang memberikan beserta sarannya dalam penyusunan skripsi setelah sidang.

7. Ibu Indah Purbasari, SH.,LLM., selaku Dosen pembimbing I yang dengan sabar dan tidak bosan-bosannya meneliti, memberikan masukan dan sarannya dalam penyusunan skripsi ini dan telah memberikan suport sampai akhir skripsi.

8. Ibu Shofiyun Nahidloh, SAg., MHI., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan dorongan dan masukan-masukan dalam penyelesaian skripsi ini 9. Bapak Hairil Fajar sebagai Ketua Bagian Marketing BPRS Bhakti Sumekar

Sumenep yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan penelitian sekaligus memberikan data, semangat, dan bimbingan kepada menulis dalam pembuatan Skripsi ini.

10. Bapak-bapak dan Ibu-ibu dosen dan karyawan tata usaha pada Program Studi Ilmu Hukum Universitas Trunojoyo yang telah memberikan bekal yang sangat berharga selama penulis mengikuti pendidikan.

11. Tohir, Rita, Fidi, dan Suci sebagai sahabat-sahabat terdekat yang selalu mendukung dan memberi canda serta semangat untuk menyelesaikan skipsi ini sampai akhir.

12. Mbak Ulfi (tante), mbak Asfhi (mak), dan semua teman-teman kos yang senantiasa selalu mendukung dan memeberi semangat untuk menyelesaikan skripsi ini samapai akhir.

13. Teman-teman Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo 2007 terutama konsentrasi bisnis, terima kasih atas kesolidan kalian dan kebersamaan kita selama ini.

(33)

SWT. Harapan terakhir penulis, semoga skripsi ini dapat memberikan tambahan cakrawala ilmu dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukannya serta sebagai darma bakti penulis kepada almamater tercinta.

Bangkalan, 22 Agustus 2011 Penulis

(34)

CONTOH HALAMAN DAFTAR ISI

(Contoh daftar isi menggunakan huruf times new roman 12 spasi 1)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN TIM PENGUJI ... iii

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ...iv

MOTTO...v

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah... 6

1.3 Alasan Pemilihan Judul ... 6

1.4 Tujuan Penulisan... 7

1.5 Metodologi Penelitian... 7

1.6 1.5.1 Jenis Penelitian ... 7

1.7 1.5.2 Pendekatan Penelitian ... 8

1.8 1.5.3 Data Penelitian dan Bahan Hukum ... 8

1.9 1.5.4 Metode Pengumpulan Data...10

1.10 1.5.5 Metode Pengolahan Data ...11

1.11 1.5.6 Analisis Data ... 11

1.12 Pertanggungjawaban Sistematika ... 12

BAB II Kedudukan Hukum Akad Mudharabah dan Akad Rahn ... 14

2.1 Definisi Mudharabah...14

2.2 Dasar Hukum Mudharabah ... 15

2.3 Legitimasi Mudharabah dalam Hukum Positif di Indonesia... 18

2.4 Pembiayaan Mudhrabah ... 23

2.4.1 Macam Mudharabah... 25

2.4.1 Hal-hal yang Membatalkan Akad Mudharabah ... 26

2.5 Elemen-elemen Akad Pembiayaan Mudharabah ... 28

2.6 Langkah-langkah Penanganan Pembiayaan Mudharabah... 32

2.7 Definsi Rahn (gadai) ... 34

2.8 Dasar Hukum Rahn... 34

2.9 Legitimasi Rahn dalam Hukum Positif di Indonesia ... 36

2.10 Rukun, Syarat dan Mekanisme Rahn... 38

(35)

BAB III Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Mudharabah yang Bermasalah

dengan Menggunakan Akad Rahn ...41

3.1 Gambaran Umum Bank Perkreditan Rakyat Syariah Bhakti Sumekar Sumenep (BPRS Bhakti Sumekar) ...41

3.2 Prosedur Permohonan Pembiayaan Mudharabah yang Diterapkan oleh BPRS Bhakti Sumekar Sumenep...44

3.3 Praktek Pemberian Pembiayaan Mudharabah di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ...47

3.4 Penerapan Analisis Prinsip kehati-hatian oleh BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Untuk Mencegah Timbulnya Pembiayaan Bermasalah ...52

3.5 Langkah-langkah Penyelesaian sengketa Pembiayaan Mudharabah Bermasalah di BPRS Bhakti Sumakar Sumenep ...60

3.6 Peneyelesaian Sengketa Pembiayaan Mudharabah Bermasalah dengan Menggunakan Akad Rahn di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ...67

BAB IV PENUTUP...72

4.1 Kesimpulan ...72

4.2 Saran ...73

DAFTAR PUSTAKA ...74

LAMPIRAN ...77

Lampiran 1 Daftar Pertanyaan Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Mudharabah yang Bermaalah dengan Menggunakan Akad Rahn ...77

Lampiran 2 Akad Pembiayaan Al Mudharabah ...78

Lampiran 3 Surat Kuasa Menjual...99

(36)

CONTOH HALAMAN DAFTAR BAGAN

(Contoh daftar bagan menggunakan huruf times new roman 12 spasi 1 dan satu kali enter untuk jarak antar daftar)

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Mekanisme Perjanjian Mudharabah ...28

Bagan 2.2 Mekanisme Rahn...40

Bagan 3.1 Struktur Organisasi BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ...44

Bagan 3.2 Skema Mudharabah BPRS Bhakti Sumekar Sumenep...47

(37)

CONTOH PENULISAN DALAM BAB

(Contoh penulisan dalam bab menggunakan huruf times new roman 12 spasi 2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan bank syariah diawali dengan kesadaran perlunya bank bebas riba

kemudian ditinjaklanjuti dengan berdirinya bank muamalat tahun 1992. Kemajuan

perbankan syariah semakin pesat setelah terjadinya krisis pada tahun 1998. Hal ini

bermula ketika krisis ekonomi terjadi, berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh

pemerintah untuk menangani krisis tersebut. Dalam sektor perbankan contohnya,

pemerintah berusaha menarik dana yang beredar dari masyarakat dengan menaikan suku

bunga bank. Namun, kebijakan ini justru membuat masalah baru dengan kenaikan pada

bunga deposito mencapai lebih dari 70 % dan juga suku bunga lebih besar lagi.

Tingginya tingkat suku bunga bank mengguncang dunia usaha. Dengan suku bunga

melangit mereka tidak mampu membayar bunga sehingga dana yang terhimpun dari

masyarakat tidak tersalurkan. Kredit yang telah diberikan pun menjadi macet

pengembaliannya karena masyarakat kesulitan membayar beban bunga yang begitu

besar.

Pada prinsipnya sistem perbankan syariah berbeda dengan perbankan

konvensional, karena sistem keuangan dan perbankan syariah merupakan subsistem dari

suatu sistem ekonomi islam yang cakupannya lebih luas. Untuk itu dalam perbankan

syariah sebagai salah satu sistem perbankan nasional memerlukan berbagai sarana

pendukung agar dapat memberikan kontribusi yang maksimum bagi pengembangan

ekonomi nasional. Salah satu sarana pendukung yang penting adalah berlakunya

(38)

Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah atau

peraturan-peraturan lainya yang berada dibawahnya.1 Perbankan syariah merupakan suatu sistem

perbankan yang dikembangkan berdasarkan prinsip syariah. Menurut Undang-undang

Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dinyatakan

bahwa:

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalan bentuk kredit dan/atau bentuk lainya dalam rangka meningkatkan tarif hidup rakyat (pasal 1 angka 2).

Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya bedasarkan prinsip syariah disebut bank syariah menurut jenis terdiri atas bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah (pasal 1 angka 7).

Perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya (pasal 1 angka 1)

(Contoh Kutipan dimulai setelah 7 (tujuh) ketukan dari margin kiri dan diakhiri 7 tujuh) ketukan dari margin kanan sebagaimana contoh diatas)

1Wirdyaningsih, Bank dan Asuransi Islam Di Indonesia, (Jakarta: Kencana Prenada Media

(39)

CONTOH PENULISAN SUB BAB

1.5 Metode Penelitian

1.5.1 Jenis Penelitian

Dalam skipsi ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dimana dalam

menganalisis rumusan permasalahan menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif

berdasarkan data-data yang diperoleh kemudian dikaitkan dengan perundang-undangan

dan berdasarkan penelitian di lapangan, untuk menemukan kebenaran yang berdasarkan

logika keilmuan hukum yang nantinya akan ditarik sebuah kesimpulan. Oleh karena itu

fokus penelitian adalah mengungkap penerapan dan permasalahan pembiayaan

(40)

BAB II

KEDUDUKAN HUKUM AKAD MUDHARABAH DAN RAHN

2.1 Definisi Mudharabah

Definisi mudharabah dapat ditinjau berdasarkan etimologi (asal kata) dan

terminologi (istilah). Jika ditinjau secara etimologi mudharabah disebut pula sebagai

muqaradah (persamaan) atau qiradh berasal dari kata al-qardhu-mikradh yang berarti

potongan, spekulasi.2Mudharabah secara terminologi diartikan oleh para ulama sebagai

berikut :

2

Mohammad Khairi Zainuddin,et.al, Al-Miftah: Kamus Moden Arab-Melayu-Inggeris jilid 2,

(Shah Alam: Al Azhar Media Enterprise), hlm. 286. , Al-Zuhaili wahbah, Md. Akhir Haji Yaacob (Tr),

(41)

CONTOH HALAMAN DAFTAR PUSTAKA

(Contoh daftar pustaka menggunakan huruf times new roman 12 spasi 1)

DAFTAR

PUSTAKA

Ali, Zainuddin. 2008. Hukum Gadai Syariah. Jakarta: Sinar Grafika.

Al-Zuhaili, Wahbah, Md, Akhir Haji Yaacob (Tr). 1996. Fiqh dan Perundangan Islam

Jilid IV. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Amirudin, Zainal Asikin. 2004. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hirsanuddin. 2008. Hukum Perbankan Syariah di Indonesia. Yogyakarta: Genta Press.

Hozaimah. 2006. Perbandingan pemberian Kredit Atau Pembiayaan Menurut

Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah. (Skripsi). Fakultas Hukum

Universitas Trunojoyo Madura.

Kadir, Muhamad. 2004. Hukum dan Penelitian Hukum. Jakarta: Citra Aditya Bakti.

Purbasari, Indah. 2010. The Implementation of Akad Wadiah and Mudhrabah in Islamic Banking of Indonesia and Malaysia. Rechtidee Jurnal Hukum. Nomor 2. Volume 6.

Sutedi, Adrian. 2009. Perbankan Syariah Tinjuan dan Beberapa Segi Hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia.

,2010. Aspek Hukum Lembaga Penjamin Simpanan, Jakarta: Sinar Grafiki.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Yulianto, Achmad & Mukti Fajar ND. 2010. Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan

Referensi

Dokumen terkait

Siswa yang aktif, siswa yang senang dalam bermain peran dan siswa yang lebih memahami materi akan membantu siswa dalam meningkatkan rasa percaya diri bahwa siswa yakin bahwa ia

pembelajaran yang tepat, sehingga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam. kegiatan proses

Untuk memudahkan penyelenggaraan seleksi Calon PNS, seleksi masuk sekolah kedinasan ikatan dinas, seleksi pengembangan karier, dan seleksi selain ASN dengan menggunakan

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

Adapun mengenai pengertian “mereka” yang bertindak sebagai pimpinan tersebut tidak terbatas hanya pimpinan dalam melakukan tindak pidana lingkungan, tetapi juga

Korelasi Motivasi Belajar Bahasa Arab dengan Minat Berkomunikasi dalam Bahasa Arab pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Sedangkan untuk bakteri Bacillus cereus , konsentrasi ekstrak 2%, 4%, dan 6% sudah menunjukkan efek penghambatan yang kuat, dan pada konsentrasi 8% sangat kuat

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau