i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat, rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang islam dan kesehatan ini tepat pada waktunya.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikutnya dan mudah-mudahan kita termasuk didalamnya.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:
1 Bapak Ahmad Zubaidi, MA selaku dosen pengampu mata kuliah islam dan ilmu pengetahuan, yang memberikan bimbingan, saran, ide dan kesempatan dalam proses penyelesaian makalah ini.
2 Orang tua yang telah memberikan dukungan baik berupa materi maupun non materi.
3 Teman-teman yang telah memberikan saran dalam proses
penyelesaian makalah ini.
i saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini
dimasa yang akan datang.
Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat, bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Ciputat, April 2018
ii
B. Tema-tema kesehatan dalam Al-Quran dan Hadits……. ……….…. ...6
C. Perkembangan Ilmu Kedokteran Dalam Peradaban Islam……..…...14
D. Penemuan-penemuan Islam Dalam Bidang Medis…………..…… ...27
ii A. Kesimpulan
... ....36
B.
Saran... ...36
DAFTAR PUSTAKA
1
B
A
B
I
P
E
N
D
A
H
U
L
U
A
2 kalau anaknya ditimpa penyakit yang tidak sembuh-sembuh, l ebih-lebih lagi kalau yang terkena penyakit itu adalah dirinya sendiri. Seperti yang kita lihat, dalam
perkembangan hidup manusia, mereka selalu berusaha untuk mencari ilmu untuk hidup sehat, dan kalau ditimpa penyakit maka mereka berusaha untuk mengobatinya.
Ilmu Kedokteran mulai didapat oleh sarjana-sarjana Islam seperti Ibnu Sina dan lain-lain, yang terus berkembang
3
al - Qur’an itu jauh lebih luas, lengkap dan sempurna karena kesehatan yang dianjurkan meliputi pencegahan penyakit manusia di dunia dan juga diakhirat nanti. Sebab arti perkataan Islam sendiri sudah menunjukkan maksudnya
yaitu selamat, ini berarti termasuk sehat.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja ayat-ayat dan hadits yang berbicara atau membahas tentang kesehatan?
2. Apa saja tema kesehatan yang dibahas dalam Al -Quran dan Hadits?
3. Bagaimana Perkembangan ilmu kedokteran dalam Islam? 4. Apa saja penelitian mutakhir dalam membahas
kesehatan dan apa saja obat yang direkomendasikan
C. Tujuan Penulisan
1. Agar pembaca mengetahui apa saja ayat-ayat dan hadits yang berbicara atau membahas tentang kesehatan.
2. Memberikan informasi kepada pembaca tentang tema kesehatan yang dibahas dalam Al-Quran dan Hadits. 3. Memberikan informasi tentang perkembangan ilmu kedokteran dalam Islam.
B
A
B
I
I
P
E
M
B
A
H
A
A
N
A. Ayat-ayat dan Hadits berbicara tentang Kesehatan
QS. Yunus : 57
Artinya : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Bukan hanya penyakit hati saja yang bisa sembuh dengan Al-Quran. Tetapi Al-Quran memang betul-betul bisa menyembuhkan penyakit. Contohnya saja Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa Al-Fatihahitu bisa untuk meruqyah penyakit. Begitu pula ayat lainnya seperti Surah Al-Falaq
dan Aurah An-naas.
Artinya : Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang- orang yang zalim selain kerugian.
QS. Al Baqarah : 222
Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah
kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah
kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka
telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang
diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang
mensucikan diri.”
QS. An-Nahl : 115
Artinya : Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu
(menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa
(memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak
pula melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun,
Maha Penyayang.
QS. Al-Israa’ ayat 32
Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
Zina yang saat ini ditengarai sebagai salah satu penyebar penyakit kelamin termasuk
Salahsatu sabda Nabi SAW yang terkenal adalah “Annadha fatu minal iiman” yang berarti bahawa “kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Hadi st lain menyatkana bahwa “orang mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Ajaran kesehatan Nabi SAW yang lain adalah khitan sangan sesuai dengan kebersihan dan kesehatan. Mengurus mayat menurut hukum Islam juga sesuai dengan kebersihan. Tentang pemberantasan penyakit menular telah diatur lengkap dalam Hadist. Peraturan hidup berkelamin dalam hadis juga sesuai dengan kesehatan. Isl am memandang perkawinan adalah suatu keadaan yang suci dengan tujuan murni.
Musnah Ahmad
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa setiap kali berjalan-jalan, ia selalu mendapati Rasulullah saw. tengah melaksanakan shalat. Ia
pun kemudian turut melaksanakan shalat . Rasulullah saw. kemudian bertanya kepadanya, "Apakah kamu sedang merasa sakit perut?" Abu Hurairah menjawab, "Tidak." Rasulullah saw. lalu bersabda, "Berdirilah dan laksanakanlah shalat karena sesungguhnya dalam shalat itu terdapat obat." (HR Ahmad)
Artinya : Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pergilah berperang sehingga kalian mendapatkan harta rampasan perang. Berpuasalah sehingga kalian sehat. Pergilah berjalan-jalan (menari rezeki) sehingga kalian dapat menjadi
B. Tema-tema kesehatan dalam Al-Quran dan Hadits
Tentang Kebersihan Diri
Q S .
A l -M a ’ i d a h
:
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air *kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan tentang kedudukan dan cara bersuci. Bersuci atau disebut juga thaharah untuk melaksanakan shalat, secara garis besarnya, terdiri dari dua; yakni wudhu dan mandi. Sedangkan tayamum merupakan cara bersuci yang bersifat rukhshah (keringanan) dari Allah SWT tatkala seseorang tidak memungkinkan untuk berwudhu atau mandi.
"Diriwayatkan dari Sa'ad bin Al-Musayyib dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah
tempat-tempatmu. Dan jangan meniru orang-orang Yahudi." (HR. Tirmizi)."
Seseorang yang tidak menjaga kebersihan tubuh dan pakaiannya akan menimbulkan bau yang tidak sedap dari dirinya. Apabila tidak menjaga kebersihan seluruh tubuhnya atau hanya sebagian yang dibersihkannya maka tidak akan luput dari bau yang ti dak sedap tersebut, apalagi, ses eorang yang s ama sekali tidak memperhatikan kebersihan seluruh tubuhnya. Tubuh yang banyak bergerak dan bersentuhan dengan hawa panas niscaya akan mengeluarkan keringat dari seluruh bagian tubuhnya. Hal ini menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau keringat yang keluar dari beberapa bagian tubuh ada yang lebih tajam daripada keringat yang keluar di bagian lain. Oleh karena itu, bagian yang menyengat tadi harus diperhatikan secara khusus misalnya daerahketiak.
lahan subur bagi bakteri, akibatnya menimbulkan aroma yang ti dak sedap. Juga akan menimbulkan kerusakan gigi dan terganggunya gusi akibat si sa makanan yang membusuk.
Mengenai kebersihan tangan, beberapa hadis menjelaskan sebagai berikut :
“Potonglah kuku-kukumu, sesungguhnya setan itu duduk (bersembunyi) pada kuku yang
Apabila kamu berangkat tidur, sedangkan pada tangannya terdapat sisa-sisa makanan, maka janganlah menyalahkan melainkan kepada dirinya sendiri”.
“Apabila kamu berangkat tidur, maka berwudlulah sebagaimana kamu berwudlu hendak mendirikan shalat”.
Mengenai menjaga kebersihan mulut dan gigi, Nabi mengajarkan dalam hadisnya antara lain :
“Siwak adalah membersihkan mulut dan mendapatkan ker idloaan Tuhan”.
Jika tidak memberatkan bagi umatku, tentu aku akan
memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat”.
“Aku enggan melihatmu ada di sisiku sedang gigimu kotor kekuning -kuningan. Gosoklah semoga Allah merahmatimu”.
Dalam kebersihan rambut, Nabi mengajarkan beberapa hal berikut :
“Barangsiapa memiliki rambut,maka hendaklah dimuliakannya”.
“Bukankah ini lebih baik daripada datang kepada seseorang di an tara kamu dengan rambut berdebu sebagai syaitan”.
Dalam menjaga kebersihan makanan Nabi bersabda sebagai berikut :
l a h ”
Tutuplah wadah makanan dan minumanmu, sesungguhnya dalam setahun ada satu malam yang di dalamnya turun wabah, tidak terlewatkan suatu tempat yang tidak ada tutup padanya, atau pada tempat air yang tidak ada tutup padanya kecuali wabah itu masuk ke dalamnya”.
“Jauhilah olehmu debu, sesungguhnya pada debu terdapat penyakit”.
“Sucinya tempat makanan di antara kamu, apabila dijilat anjing hend aknya dicuci
(dibasuh) sebanyak tujuh kali sedang salah satu diantaranya dengan debu”.
“Rasulullah melarang meminum pada satu tempat air minum yang besar , karena hal yang demikian akan menjijikan”.
“Sesungguhnya Rasulullah melarang dari membusuknya (berbaunya) minuman dengan minum di bibirnya”.
“Takutlah kamu dengan tiga hal terkutuk, yaitu : berak pada salura n air, pada tempat berteduh dan tempat berlalunya
manusia”.
“Janganlah kamu kencing pada tempat genangan air kemudian berwudlu di dalamnya, sesungguhnya daripadanya banyak
menimbulkan masalah”.
“Sesungguhnya nabi melarang kencing pada tempat air yang mengalir”.
Demikian juga dalam hal kebersihan lingkungan jalan,
rumah, tata kota, saluran irigasi, sumur serta tebingnya, Nabi bersabada sebagai berikut :
“Sesugguhnya Allah itu baik, menyukai sesuatu yang baik, Allah itu b ersih dan menyukai sesuatu yang bersih, Allah itu mulia dan menyukai kemuliaan, maka bersihkanlah halaman rumahmu dan lingkunganmu”.
“Bersihkanlah halaman rumahmu dan anganlah menyerupai kaum Yahudi yang suka mengumpulkan sampah di lingkungan rumah mereka”.
“Meludah di atas tanah dalam masjid merupakan suatu kesalahan
dan dendanya adalah menimbunnya”
"Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik". (Q.S Ali Imran:133-134).
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sahabat
Nabi Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhu berkata: Tidak ada luapan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah selain daripada luapan kemarahan yang ditahan oleh seseorang hamba demi menggapai wajah Allah (riwayat al-Bukhari dalam Adabul Mufrad)Sahabat Nabi Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhu berkata: Tidak ada luapan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah selain daripada luapan kemarahan yang ditahan oleh seseorang hamba demi menggapai
10
"Barangsiapa yang menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, Allah akan panggil ia di hadapan para makhluk pada hari kiamat, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari (terbaik) yang ia inginkan," (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat. Orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya di saat marah." (HR. Al Bukhari).
Hasil penelitian dari University of California San Diego tahun 2012 menyebutkan bahwa orang-orang yang dapat menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain memiliki resiko lebih rendah untuk terjadinya hipertensi. Pada penelitian tersebut sebanyak 200 sukarelawan diminta memikirkan ketika temannya menyinggung perasaannya. Separuh diperintahkan untuk berpikir mengapa hal tersebut bisa membuatnya marah,
dan separuh lainnya didorong untuk memaafkan kesalahan tersebut.
Pakar Psikologi di Virginia Commonwealth University AS,
11
tekonologi canggih, terungkap perbedaan pola gambar otak orang pemaaf dan yang tidak memaafkan.
Orang yang tidak memaafkan atau terbawa kemarahan dan dendam ditemukan mengalami penurunan fungsi kekebalan tubuh, tekanan darah lebih tinggi, ketegangan otot dan detak jantung. Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah, mengurangi stress, dan hubungan suami istri menjadi lebih baik.
Tentang Pola Makan Sehat
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita
permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah : 233)
Dalam ayat tersebut dibahas mengenai perintah memberikan ASI Eksklusif yang akan memberikan banyak manfaat untuk bayi. Manfaat yang bisa diperoleh dari pemberian ASI Eksklusif berdasarkan beberapa hasil penelitian diantaranya:
a) Mencegah terjadinya diare, pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh ganguan atau infeksi saluran
pencernaan yang belum siap untuk mencerna makanan luar seperti susu, pisang, sereal dan sebagainya.
b) Memberikan sistem imun (imunitas) pada bayi sehingga bayi tidak mudah untuk terserang penyakit.
c) Mencegah bayi mengalami gizi buruk yang dilihat dari berat badan, tinggi badan, lingkaran kepala
d) Mengandung zat-zat nutrisi yang penting dan lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi seperti: Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin, Mineral.
f) Membuat ibu lebih sehat karena ASI yang diproduksi
dikeluarkan, tidak ditahan g) Memberikan ketahanan pada
tubuh bayi.
h) ASI hampirmengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat ba yi hingga
20 kali lipat, maka ASI sangat diperlukan dalam pembentukan kualitas generasi penerus cerdas.
"Makan dan minumlah kalian, namun jangan berlebih-lebihan (boros) karena Allah ti dak mencintai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf:31).
"Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami
Dari Usamah bin Syarik radhiallahu'anhu, bahwa beliau berkata:
"Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?" Beliau menjawab: "Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit." Mereka bertanya: "Penyakit apa itu?" Beliau menjawab: "Penyakit tua."
Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan hadits ini dalam Zawa`id-nya. Lihat takhrij Al- Arnauth atas Zadul Ma'ad, 4/12-13).
"Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, demikian pula Allah menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian dan janganlah berobat dengan yang haram." (HR. Abu Dawud dari Abud Darda` radhiallahu 'anhu).
Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, dan hendaklah manusia melakukan perawatan sakitnya atau berobat kepada yang mengetahuaninya atau ahlinya. Tetapi obat dan dokter hanyalah cara kesembuhan, sedangkan kesembuhan hanya datang dari Allah. Karena Allah menyatakan, "Dialah yang menciptakan segala sesuatu." Semujarab apapun obat dan s ehebat apapun dokternya, namun jika Allah tidak menghendaki kesembuhan, maka kesembuhan itu tidak akan didapat. Bahkan jika meyakini bahwa kesembuhan itu datang dari selain-Nya, berarti ia telah rela keluar dari agama dan neraka sebagai tempat tinggalnya kelak jika tidak juga bertaubat.
Ayat di atas menjelaskan larangan memakai dan mengkonsumsi zat-zat yang berbahaya seperti khamr, rokok, maupun narkoba.
Hasil penelitian para pakar kesehatan, hampir semua
menyatakan alkohol dapat mempengaruhi kerja tubuh dan otak, serta mampu mengubah tingkah laku seseorang ke arah negatif. Hingga jika sudah menjadi suatu ketagihan yang akut, sistim hormon manusia (terutama pancreatic endocrine system) menjadi terhambat, fungsi hati pun menjadi terganggu. Selain itu juga mempengaruhi hormon kesuburan dan bayi yang dilahirkannya. Alkohol pun dapat menghambat sistim kerja syaraf pusat, sehingga
hilang kesadarannya, bahkan dalam kasus yang lebih akut, mampu menjadikan seseorang dalam keadaan koma, akhirnya binasa.
Semua ayat dan hadis Quran di atas menunjukkan konsep kesehatan dalam Islam. Hal ini dapat digunakan untuk lebih
C. Perkembangan Ilmu Kedokteran Dalam Peradaban Islam
Ikhtiar manusia dalam mengatasi penyakit yang dideritanya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Berawal dari insting yang
diberikan Allah, manusia mampu mengatasi penyakitnya. Selanjutnya pengetahuan mengenai penyakit dan ilmu pengobatan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia.
Dalam perjalanannya, ilmu pengetahuan seolah-olah terbagi dua kutub yang berbeda, antara pengobatan timur dan pengobatan barat. Kini seakan-akan barat mengklaim perkembangan ilmu kedokteran saat ini murni dari peradaban barat.
Padahal, ketika era kegelapan mencengkram Barat pada abad pertengahan, perkembangan ilmu kedokteran diambil alih dunia Islam yang tengah berkembang pesat di Timur Tengah. Pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam
berkembang begitu pesat. Sejumlah Rumah Sakit besar berdiri. Pada masa kejayaan Islam, Rumah Sakit tak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, namun juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru.
Dinasti Abbasiyah yang mendirikan kota Baghdad mengangkat Judis Ibn Bahtishu sebagai dekan sekolah kedokteran itu. Pendidikan kedokteran yang diajarkan di Jindi Shapur sangat serius dan sistematik. Era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah tokoh
kedokteran terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Zahrawi, Sina, Ibnu-Rushd, Ibn-Al-Nafis, dan Ibn- Maimon.
Rumah Sakit terkemuka pertama yang dibangun umat Islam berada di Damaskus pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid da ri Dinasti Umayyah pada 706 M. Namun, rumah sakit terpenting yang berada di pusat kekuasaan Dinasti Umayyah itu bernama Al-Nuri. Rumah sakit i tu berdiri pada 1156 M, setelah era kepemimpinan Khalif ah Nur Al- Din Zinki pada 1156 M.
Tak heran, bila penelitian dan pengembangan yang begitu gencar telah menghasilkan ilmu medis baru. Era kejayaan peradaban Islam ini telah melahirkan sejumlah dokter terkemuka dan berpengaruh di dunia kedokteran, hingga sekarang.
Studi kedokteran yang berkembang pesat di era modern ini
merupakan puncak dari usaha jutaan manusia, baik yang dikenal
maupun tidak, sejak ribuan tahun silam. Begitu pentingnya, ilmu
kedokteran selalu diwariskan dari generasi ke generasi dan
bangsa ke bangsa. Cikal bakal ilmu medis sudah ada sejak
dahulu kala. Sejumlah peradaban kuno, seperti Mesir, Yunani,
Roma, Persia, India, serta Cina sudah mulai mengembangkan
dasar-dasar ilmu kedokteran dengan cara sederhanaTapi
peradaban keilmuan, khususnya dalam bidang kedokteran yang
dicapai oleh bangsa-bangsa itu akhirnya bergeser. Zaman
pertengahan, peradaban ada ditangan Islam, dimana Ilmu
pengetahuan mendapat perhatian penuh. Tidak terkecuali ilmu
kedokteran, ketika penerjemahan dilakukan secara
besar-besaran. Dari kegiatan itu, dapat dikatakan kejayaan Islam dalam
keilmuan dimulai. Inilah zaman menuju keemasan Islam, yang
oleh tokoh-tokoh professional. Dunia kedokteran Islam di zaman
kekhalifahan meninggalkan banyak karya yang menjadi literatur
1. Sejarah
Keilmuan yang berkembang dan praktek-prakteknya
tidak tanpa mula. Tapi mempunyai sejarah panjang yang
dihasilkan para pendahulu hingga hasilnya dapat dilihat
berkontribusi mengembangkan ilmu kedokteran adalah
16
Selain itu, ada juga nama Rufus of Ephesus (1 M) di Asia Minor. Ia adalah dokter yang berhasil menyusun lebih dari 60 risalah ilmu kedokteran Yunani. Dunia juga mengenal Dioscorides. Dia adalah penulis risalah pokok-pokok kedokteran yang menjadi dasar pembentukan farmasi selama beberapa abad. Dokter asal Yunani lainnya yang paling berpengaruh adalah Galen (2 M). Ketika era kegelapan mencengkram Barat pada abad pertengahan, perkembangan ilmu kedokteran diambil alih dunia Islam yang telah berkembang pesat di Timur Tengah, menurut Ezzat Abouleish, seperti halnya lmu-ilmu yang lain.
b. Pada Masa Peradaban Islam 1) Masa Awal
17
memperkerjakan dokter ahli dalam tradisi Helenistik. Pada abad ke-8 sejumlah keluarga dinasti Umayyah diceritakan memerintahkan penterjemahan teks medis dan kimiawi dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Berbagai
sumber juga menunjukkan bahwa khalifah dinasti Umayyah, Umar ibn Abdul Aziz (p.717-20) memerintahkan penterjemhan dari bahasa Siria ke bahasa Arab sebuah buku pegangan medis abad ketujuh yang ditulis oleh pangeran Aleksandria Ahrun.
Pengalih bahasaan literatur medis meningkat drastis dibawah kekuasaan Khalifah Al-Ma'mun dari Diansti Abbasiyah di Baghdad. Para dokter dari Nestoria dari kota Gundishpur dipekerjakan dalam kegiatan ini.
Karya-karya original ditulis dalam bahasa Arab oleh Hunayn. Beberapa risalah yang ditulisnya, diantaranya al-Masail fi al-Tibb lil-Mutaallimin (masalah kedokteran bagi para pelajar) dan Kitab al-Asyr Maqalat fi al-Ayn (sepuluh risalah tentang mata). Karya tersebut berpengaruh dan sangat inovatif, walaupun sangat sedikit memaparkan observasi baru. Karya yang paling terkenal dalam periode awal ini disusun oleh Ali Ibn Sahl Rabban Tabari (783-858), Firdaws al-Hikmah. Dengan mengadopsi satu pendekatan kritis yang memungkinkan pembaca memilih dari beragam praktek, karya ini merupakan karya kedokteran Arab komprehensif pertama yang mengintegrasikan dan memuat berbagai tradisi kedokteran waktu itu.
satu tradisi mendorong untuk pendekatan kritis dan selektif “. Seperti dalam sains Arab awal.
2) Masa Kejayaan
Pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam berkembang begitu pesat. Sejumlah R S (RS) besar berdiri. Pada masa kejayaan Islam, RS tak hanya
berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, namun juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru. Tak heran, bila penelitian dan pengembangan yang begitu gencar telah menghasilkan ilmu medis baru. Era kejayaan peradaban Islam ini telah melahirkan sejumlah dokter terkemuka dan
berpengaruh di dunia kedokteran, hingga sekarang. `'Islam banyak memberi kontribusi pada
pengembangan ilmu kedokteran,'' papar Ezzat
Abouleish.
Era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah tokoh kedokteran terkemuka, seperti Razi, Al-Zahrawi, Ibnu-Sina, Ibnu-Rushd, Al- Nafis, dan
penguasa Khorosan. Ia lalu pindah ke Baghdad dan menjadi dokter kepa la di RS Baghdad dan dokter pribadi khalifah. Buku kedokteran yang dihasilkannya berjudul “Al-Mansuri” (Liber Al-Mansofis) dan “Al-Hawi”.
Tokoh kedokteran lainnya adalah Al-Zahrawi (930-1013 M) atau dikenal di Barat Abulcasis. Dia adalah ahli bedah terkemuka di Arab. Al-Zahrawi menempuh pendidikan di Universitas Cordoba. Dia menjadi
dokter istana pada masa Khalifah Abdel Rahman III. Sebagain besar hidupnya didedikasikan untuk menulis buku-buku kedokteran dan khususnya masalah bedah.
Salah satu dari empat buku kedokteran yang ditulisnya berjudul, 'AlTastif Liman Ajiz'an AlTa'lif'
-tengkorak selama membedah -tengkorak. Al-Zahrawi juga menulis buku tentang tentang operasi gigi.
adalah Al-Qanon fi Al- Tibb atau Canon of Medicine. Kitab itu menjadi semacam ensiklopedia kesehatan dan kedokteran yang berisi satu juta kata. Hingga abad ke-17, kitab itu masih menjadi referensi sekolah kedokteran di Eropa.
Tokoh kedokteran era keemasan Islam adalah Ibnu Rusdy atau Averroes (1126-1198 M). Dokter kelahiran Granada, Spanyol itu sangat dikagumi sarjana di di Eropa. Kontribusinya dalam dunia kedokteran tercantum dalam karyanya berjudul 'Al- Kulliyat fi Al-Tibb' (Colliyet). Buku itu berisi rangkuman ilmu kedokteran. Buku kedokteran lainnya berjudul 'Al-Taisir' mengupas praktik-praktik kedokteran.
Nama dokter Muslim lainnya yang termas yhur adalah Ibnu El-Nafis (1208
- 1288 M). Ia terlahir di awal era meredupnya perkembangan kedokteran Islam. Ibnu El-Nafis sempat menjadi kepala RS Al-Mansuri di Kairo. Sejumlah buku kedokteran ditulisnya, salahsatunya
yang tekenal adalah
ditulis Ibnu Sina. Beberapa nama dokter Muslim terkemuka yang juga mengembangkan ilmu kedokteran antara lain; Ibnu Wafid Al-Lakhm, seorang dokter yang terkemuka di Spanyol; Ibnu Tufails tabib yang hidup sekitar tahun 1100-1185 M; dan Al-Ghafiqi, seorang tabib yang mengoleksi tumbuh- tumbuhan dari Spanyol dan Afrika.
Setelah abad ke-13 M, ilmu kedokteran yang dikembangkan sarjana- sarjana Islam mengalami masa stagnasi. Perlahan kemudian surut dan mengalami kemunduran, seiring runtuhnya era kejayaan Islam di abad pertengahan. sampai disini, penulis tidak akan menjelaskan nasib Ilmu kedokteran masa kemunduran Islam. Karena sudah jelas Peradaban Islam mengalami kematian. Oleh karena itu, dalam sub-bab selanjutnya penulis akan terus menulusuri warisan-warisan peradaban Islam berkaitan dengan bidang ini. Karena banyak sekali warisan peradaban Islam dalam bidang kedokteran, baik itu berupa teori-teori pengobatan, lembaga-lembaga, beserta sistemnya.
3) Perkembangan Kedokteran Pada Masa Sebelum Masehi
Ilmu kedokteran pada masa purba
dan kreativitas manusia. Sejarah mencatat pada masa purba telah dikenal pijat-memijat, ramu-ramuan obat dan juga alat-alat perdukunan. Hal ini didasarkan pada insting (gharizah) yang dianugerahkan Allah Swt, bermula dari
pengalaman seseorang salah saru bagian tubuhnya mengalami sakit, secara refleks ia memijat bagian yang sakit tersebut. Apa bila tidak mengalami kemajuan mereka mulai melihat binatang-binatang yang makan buah atau tanaman tertentu bila sakit, kemudian dicoba sendiri dan bila sembuh diberikan ramuan tersebut pada orang
lain, bahkan sejarah mencatat pada masa purba pula sudah dikenal pembedahan. Kemudian pengetahuan tersebut diturunkan secara generasi ke generasi, namun biasanya kemampuan pengobatan tersebut masih diliputi oleh unsur syirik, penyembahan pada nenek moyang dan sebagainya.
20
Sumeria telah mengenal pengobatan sejak 4000 tahun sebelum masehi. Pada masa tersebut terdapat dua cara pengobatan; Pertama, menggunakan pengobatan dukun (menggunakan ramuan, pijatan, lalu dijampi dengan meminta bantuan jin). Kedua, dengan pengobatan yang
21
Bangsa Babiluuniyah (Babilon) masih serumpun dengan bangsa Arkadia dengan Raja Hamurabi sebagai raja sangat terkenal. Dimasa Raja Hamurabi kemajuan segala ilmu didapat. Bidang kedokteran yang berkembang saat itu antara lain al-kayy bakar, lasah (fisioterapi), ilmu peramu obat (farmakologi) dan bahkan konon telah ada obat-obatan jaman Babilonia dalam bentuk pil. Dibidang kedokteran didapati yang terkenal dimasa itu adalah dibedakannya antara tabib dengan kahin (dukun). Tabib berperan sebagaiahli pengobatan yang jauh dari tahayul, sedangkan kahin/dukun masih menghubungkan segala sesuatu dengan hal yang di luar jangkauan akal.
3
22
dilakukan oleh kahin-kahin (dukun-dukun) yang telah meminta bantuan jin lewat sihir-sihir mereka. Kedua dengan pengobatan ilmiah. Pengobatan ini hingga saat ini telah membuat takjub ilmu kedokteran modern saat ini. Mereka telah mampu melakukan pembedahan besar. Perkembangan kedokteran Mesir telah mengenal anastesi yang dinamakan Taftah. Mereka pun telah mengenal cara diagnosa dengan menggunakan detak nadi pasien.
Aksara yang digunakan adalah tulisan paku yang berasal yang dikembangkan sangat baik mereka sangat baik dalam
menjahit kembali bagian tubuh yang dibedah. Mereka menggunakan afium (opium) sebagai anastesi (pembiusan). Alat-alat kedokteran pun telah berkembang sangat baik, mereka telah menggunakan logam sebagai alat kedokteran & bedah.
Lembaga pengkajian kedokteran sudah sangat maju di sana, diantaranya terdapat di Mathura, Pataliputra dan Indraprahasta. Di Hindustan berkembang berbagai macam metode kedokteran; Pertama yang berasaskan agama, yang berpangkal pada Atharwaweda (weda) atau
Ayurweda. Kedua metode tidak berasaskan agama, melainkan berasaskan ilmu kedokteran murni. Ketiga metode campuran, yaitu metode kedokteran yang dicampur dengan sihir. Dahtayana (tenaga dalam) hingga pengobatan dengan perabaan jarak jauh. Ada juga pengobatan dengan
terapi air, pengobatan dengan tusukan dan bedah. Dalam kitab Hindu “Susruta Samhita” diceritakan bahwa Susruta dapat membentuk telinga buatan pada seorang yang telinganya terpotong. Susruta ini sebenarnya adalah seorang tabib bedah saat itu, namun tabib-tabib Hindustan setelahnya selalu memejamkan mata, memanggil nama Susruta agar membantu dalam
peramu obat Hindustan hampir sama dengan peramu dari Persia.
Walaupun tabib-tabib Hindustan sudah sangat maju dalam pengobatan, mereka masih mencampurkan antara ilmu kedokteran dengan praktek kahin (perdukunan). Kemajuan yang gemilang yang didapat dari pengobatan
Hindustan adalah, tabib-tabib mereka telah dapat melakukan pembedahan minor pada daging tumbuh dan semacamnya.
6) Romawi & Yunani
Sejarah Yunani dan Romawi telah ada semenjak 500 tahun sebelum Masehi. Di sana telah banyak dokter/tabib terkenal, namun dokter/tabib Yunani dan Romawi biasanya merangkap sebagai kahin (dukun) atau sebaliknya. Kahin-kahin tersebut dianggap sebagai
perantara bagi dewa-dewa Olympus. Bentuk pemujaan dewa-dewa tersebut tecermin dari penggunaan nama dan simbol keagamaan Yunani dan Romawi.
keagamaan Yunani dan Romawi purba dan tidak sedikit dokter-dokter muslim terbawa latah mengikutinya.
Di antara nama-nama yang digunakan dalam kedokteran modern saat ini adalah:
1. Aesculapius: dewa obat-obatan berwujud ular
2. Hygeia: dewi kesehatan 3. Psyiko: dewa kejiwaan 4. Venus: dewi kebirahian
Adapun lambang-lambang yang masih digunakan sekarang adalah:
1. Lambang Piala dan Ular 2. Lambang Tongkat dan Ular
3. Tanda Rx, “Recipe-Recipere” (diberikan atau diambilkan)
Semua lambang berasal dari “Lambang Altar” Dewa Jupiter atau Zeus Pater. Lambang ini dianggap sebagai azimat penangkal dan induk penyembuhan. Tabib-tabib Yunani biasa menuliskan surat obat (resep) yang terdapat tulisan “semoga Dewa Jupiter segera memberikan kesembuhan”
Yunani dalam sumpah kedokteran modern yang kita kenal dengan Sumpah Hippokrates;
“I swear by Apollo Physician and Asclepius and Hygieia and
Panaceia and all the gods and goddesses, making them my witnesses, that I fulfil according to my ability and judgement
this oath and this covenant. ”
Saya bersumpah demi (Tuhan) … bahwa saya akan memenuhi sesuai dengan kemampuan
saya dan penilaian saya guna memenuhi sumpah dan perjanjian ini.
“Now if I carry out this oath, and break it not, may I gain for
ever reputation among all men for my life and for my art; but if I transgress it and forswear myself, may the opposite befall
Apabila saya menjalankan sumpah ini, dan tidak melanggarnya, semoga saya bertambah reputasi dimasyarakat untuk hidup dan ilmu saya, akan tetapi bila saya melanggarnya, semoga yang berlawanan yang terjadi.
“And whatsoever I shall see or hear in the course of my
profession, as well as outside my profession in my intercourse with men, if it be what should not be published abroad, I will never divulge, holding such
things to be holy secrets.”
Dan apa pun yang saya lihat dan dengar dalam proses profesi saya, ataupun di luar profesi saya dalam hubungan saya dengan
masyarakat, apabila tidak diperkenankan untuk dipublikasikan, maka saya tak akan membuka rahasia, dan akan menjaganya seperti rahasia yang suci.
“Into whatsoever houses I enter, I will enter to help the sick,
and I will abstain from all intentional wrongdoing and harm, especially from abusing the bodies of man or woman, slave or
free.”
menyalahgunakan tubuh laki-laki atau perempuan, budak atau bukan budak.
“To hold him who has taught me this art as equal to my parents
and to live my life in partnership with him, and if he is in need of money to give him a share of mine, and to regard his offspring as equal to my brothers in male lineage and to teach
them this art-if they desire to learn it-without fee and
covenant; to give a share of precepts and oral instruction and all the other learning of my sons and to the sons of him who instructed me and to pupils who have signed the covenant and have taken an oath according to medical law, but to no one else.
”
Memperlakukan guru yang mengajarkan ilmu (kedokteran) ini
sudah membuat perjanjian dan mengucapkan sumpah ini sesuai dengan hukum kedokteran, dan tidak kepada orang lain.
“I will use treatment to help the sick according to my ability
and judgment, but never with a view to injury and wrongdoing. neither will I administer a poison to anybody
when asked to do so, not will I suggest such a course. ”
Saya akan menggunakan pengobatan untuk menolong orang sakit sesuai kemampuan dan penilaian saya, tetapi tidak akan pernah untuk mencelakai atau berbuat salah dengan sengaja. Tidak akan saya memberikan racun kepada siapa pun bila diminta dan juga tak akan saya sarankan hal seperti itu.
“Similarly I will not give to a woman a pessary to cause an
abortion. But I will keep pure and holy both my life and my art. I will not use the knife, not even, verily, on sufferers from
stone, but I wi ll give place to such as are craftsmen therein. ”
Sumpah Hippocrates itu mengundang 8 buah nasehat atau peringatan yaitu :
1. Mengajarkan Ilmu Kedokteran kepada mereka yang berhak menerimanya.
2. Mempraktekan Ilmu Kedokteran hanya untuk memberi manfaat sebanyak- banyaknya bagi pasien.
3. Tidak mengerjakan sesuatu yang berbahaya bagi pasien. 4. Tidak melakukan keguguran buatan yang bersifat kejahatan.
5. Menyerahkan perasat-perasat tertentu kepada teman-teman sejawat ahli dalam lapangan yang bersangkutan.
6. Tidak mempergunakan kesempatan untuk melakukan kejahatan atau godaan yang mungkin timbul dalam mengerjakan praktek kedokteran.
Sumpah Hippocrates tersebut telah dijadikan dasar penyusunan sumpah dokter sebagai yang telah dikukuhkan oleh Mukhtamar Ikatan Dokter Sedunia ( The Word Medical Association) di kota Geneva dalam tahun 1948, yang kemudian di kenal sebagai “Deklarasi Geneva” 1948.
Adapun sumpah kedokteran muslim yang sekarang disebut dengan istilah “Kode Etik
Profesi” adalah sebagai berikut.
“Saya bersumpah dengan nama ALLAH yang Maha Agung dan Nabi-Nya yang Mulia Muhammad SAW untuk menjadi orang yang dipercaya, berpegang teguh pada syarat- syarat kemuliaan dan kebaikan dalam melaksanakan profesi kedokteran. Saya akan mengobati orang-orang miskin secara gratis, tidak meminta upah yang melebihi upah pekerjaan saya. Jika saya memasuki rumah, mata saya tidak akan melihat segala apa yang terjadi
didalamnya, lidah saya tidak akan mengucapkan rahasia-rahasia yang diamanatkan kepada saya. Saya tidak akan menggunakan hasil kerja saya untuk merusak ahlak yang terpuji, tidak akan bantu membantu untuk melakukan dosa. Selamanya tidak akan memberi racun atau menunjukkannya, tidak akan memberi obat yang ada bahayanya bagi orang yag hamil, juga tidak akan
menggugurkan kandungannya. Saya akan menjadi orang
dengan mengajari anak-anak mereka sepadan dengan apa yang saya pelajari dari orang tua meraka. Selama saya perpegang teguh dengan janji saya dan dapat dipercaya dengan sumpah saya tersebut, maka semua manusia menghormati saya. Jika
saya melanggar itu, maka saya siap menjadi orang yang terhina.” ALLAH menjadi saksi atas apa yang saya ucapkan.
d. Warisan-Warisan Peradaban Islam Dalam Bidang Kedokteran
D. Penemuan-penemuan Islam Dalam Bidang Medis 1.
Ur ologi , B akteri ologi , Anesthesia, Sur gery,
Ophthamology, P sikoterapi
Salah satu penemuan Islam yang juga diungkap oleh karya-karya Barat dalam bidang medis adalah Urologi. Urologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang khusus menangani tentang penyakit ginjal dan saluran kemih serta alat reproduksi. Mengenai cabang ilmu ini ditulis dalam kitab Prof. Rabie E Abdel-Halim,
bertajuk Paediatric Urology 1000 Years Ago. Dikitab ini disebutkan keberhasilan dunia kedokteran muslim pada seratus tahun seribu tahun silam dalm bidang Urologi.
Dalam ilmu Urologi dikaji oleh empat dokter Islam dalam karyanya masing- masing. Kitab keempat dokter tersebut ialah Kitab al-Hawi fi al-Tibb karya al-Razi, Risalah fi Siyasat as -Sibian wa- Tadbirihim, karya Ibnu al-Jazzar, kitab at-Tasrif li-man
‘Ajiza ‘an at-Ta’lif, karya Al-Zahrawi, dan Al-Qanun fi at-TIbb, karya Ibnu Sina. Dalam Urologi ini, mereka membahas dan menganalisis penyakit ginjal dan yang lainnya dengan gejala-gejal yang timbul tentunya. Mereka berhasil mengembangkan
warisan-warisan ilmu medis YUnani dan menciptakan penemuan baru.
mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Dokter Muslim yang banyak memberi perhatian pada bidang ini adalah Al-Razi serta Ibnu Sina. Anesthesia, suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya
yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Ibnu Sina tokoh yang memulai mengulirkan ide menggunakan anestesi oral. Ia mengakui opium sebagai peredam rasa sakit yang sangat manjur.
Surgery, Bedah atau pembedahan adalah adalah spesialisasi dalam kedokteran yang mengobati penyakit atau luka dengan operasi manual dan instrumen. Dokter Islam yang berperan dalam bedah adalah Al-Razi dan Abu al-Qasim Khalaf Ibn Abbas Al- Zahrawi. Ophthamology, cabang kedokteran yang berhubungan dengan penyakit dan bedah syaraf mata, otak serta pendengaran. Dokter Muslim yang banyak memberi kontribusi pada Ophtamology adalah lbnu Al-Haytham (965-1039 M).
ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Dokter Muslim yang menerapkan psikoterapi adalah Al-Razi sert a Ibnu Sina.
2. Aneka Metode Terapi dalam Medis Islam
Kometerapi, Krometerapi, Hirudoterapi
Kometerapi adalah metode peratan penyakit dengan menggunakan zat kimia untuk membunuh sel penyakit kangker. Perawatan ini berguna untuk menghambat kerja sel. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini merujuk kepada obat antineoplastik yang digunakan untuk melawan kangker. Kometerapi pertama kali dikenalkan oleh dokter legendaris muslim, Al-Razi. Al-Razi merupakan dokter pertama yang memperkenalkan penggunaan zat-zat kimia dan obat-obatan dalam penyembuhan. Zat-zat itu meliputi belerang, tembaga, merkuri, garam arsenik, sal ammoniac, gold scoria, ter, aspal dan alcohol.
Kemoterapi merupakan metode perawatan penyakit dengan menggunakan warna- warna. Terapi ini merupakan terapi suportif yang dapat mendukung terapi utama. Menurut praktisi krometerapi, penyebab dari beberapa panyakit dapat diketahui dari
Canon of Medicane, “warna merupakan gejala yang nampak dalam penyakit”.
Hirudoterapi merupakan terapi penyembuhan penyakit
dengan menggunakan pacet/lintah sebagai obat untuk tujuan pengobatan. Metode terapi ini juga diperkanalkan oleh Ibnu Sina dalam karya yang sama. Tapi dalam kemajuannya, pengobatan dengan lintah inidiperkenalkan lagi oleh Abdel-Latief pada abad ke-12 M. yang kurang lebih menulis bahwa lintah dapat digunakan untuk membersihkan jaringan penyakit setelah operasi pembedahan.
dan digunakan untuk merawat sipilis. Dan tentunya masih banyak lagi metode terapi atau cara pengobatan lain dari khaazanah ilmu kedokteran Islam.
3.
Institusi-Institusi dan
Sistemnya a.
Pendidikan
Abad ke-12 dan ke-13 gelombang besar melanda aktivitas
kedokteran, ketika para dokter dari seluruh dunia Muslim mengejar karir institusi medis di Damaskus dan Kairo. Karena sudah banyak Rumah Sakit yang didirikan dan memerlukan lebih banyak dokter dalam pengoprasiaanya. Rujukan pertama dalam mendapatkan ilmu kedokteran adalah Institusi pendidikan seperti madrasah (sekolahan).
Di Damaskus abad ke-13, Muhadzadzab al-Din al-Dakhwar membuat sebuah sekolahan dalam rangka pengajaran kedokteran eksklusif.Sekolah tersebut disambut gembira oleh pemimpin otoritas keagamaan kota tersebut. Ada yang mengatakan, sekolah kedokteran pertama yang dibangun umat Islam sekolah Jindi Shapur. Khalifah
itu. Pendidikan kedokteran yang diajarkan di Jindi Shapur sangat serius dan sistematik.
Pendirian Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak
hanya mempelajari bidang keagamaan, mulai gencar pada abad ke-14 pada era Usmaniah hingga Sultan Muhammad berkuasa. Madrasah tersebut banyak mencetak yang tidak hanya ulama’, tapi seorang ilmuwan. Dokter-dokter pun banyak terlahir dalam pendidikan ini. Pendidikan era Usmani ini, mempunyai konsep dan metode khusus dalam mendidik tenaga medis, selain sudah memiliki tabib, yang dikenal spesialis penyakit pada era itu.
30
b. Rumah Sakit
Rumah sakit merupakan salah satu prestasi institusional terbesar masyarakat Islam abad pertengahan. Antara abad ke-9 dan ke-10 lima RS dibangun di Baghdad. Rumah sakit paling terkenal adalah RS Adudi yang dibangun di bawah pemerintahan Buyudiyah pada tahun 982. Setelah periode ini jumlah RS meningkat pengobatan para narapidana. System peraturan dan menageman RS juga telah diterapkan. Dengan adanya pemisahan antara pasien wanita dan laki-laki, jadwal kerja para dokter, terdapat seorang administrator kepala, seorang kepala setaf yang juga memiliki
wewenang menjalankan operasi medis.
sarana-31
sarana lainnya. Seperti Muhtasib (supervisor pasar) yang merupakan pegawai public, berwenang untuk memberikan perlindungan melawan praktek curang. Manual hisbah (supervise pasar), disusun untuk menjelaskan kewajiban muhtasib.
Dalam RS lebih maju terdapat berbagai fasilitas seperti apa yang telah dijelaskan. Termasuk apotek (toko obat) khusus untuk melayani pembelian obat masyarakat umum. Berbicara mengenai apotek, Islam juga mewarisi apotek-apotek yang dibangun oleh apoteker Islam zaman dulu. Sharif Kaf al-Ghazal dalam tulisannya bertajuk The Valueble contributions of Al-Razi in the History of pharmacy during the middle Ages, mengungkapkan, apotek
pertama di dunia berdiri di kota Baghdad pada tahun 754 M. Saat itu Baghdad sudah menjadi Ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah.
sendiri dirumahnya dan menggunakan keahliannya untuk meracik, menyimpan aneka obat-obatan sendiri. Pemerintah Islam juga mendukung pembangunan dibidang farmasi, dengan tujuan adanya selektifikasi atau ketelitian dalam obat.
Secara bersamaan, praktek sosial medis ini menjadikan kedokteran Islam berada pada satu tingkatan yang tak terprediksikan dalam sejarah yang selanjutnya memberi kontribusi pada perkembangan tradisi medis Timur maupun Barat.
2. Tok oh
Ilmu Ked okte ran a. AL-RAZ
I
seperti yang kita kenal, Ibnu Shina yang merupakan perintis awal Ilmu kedokteran. Dia adalah Muhammad bin Zakaria Al-Razi, atau lebih dikenal dengan nama Al-Razi. Menempati bidang ini pada usia yang dapat dibilang sudah tidak muda lagi.
Ia lahir di Rayy, dekat Teheran, Iran, pada tahun 846 M. (w. dikota yang sama pada tahun 925 M). Al-Razi yang bernama
lengkap Abu Bakar Muhammad Zakaria al-Razi sebagai seorang pribadi atau pemikir, dia sangat disegani dan dihormati kalangan sarjana barat. Seperti A.J. Aberry, yang menulis pengantar dalam buku Al-Razi, The Spiritual Physic of Rhazes (penyembuhan rohani). Walaupun sudah menginjak usia tua, ketekunannya dalam bidang kedokeran menghasilkan karya-karya sangat monumental. Humayun bin Ishaq adalah gurunya di Baghdad.
Dengan karya-karya yang dihasilkan dalam bidang kedokteran, pengabdian dan kejeniusan al-Razi diakui oleh Barat. Banyak ilmuan Barat menyebutnya sebagai pionir terbesar dunia Islam dibidang kedokteran. “Razhes merupakan tabib terbesar dunia Islam, dan satu yang terbesar sepanjang sejarah”, jelas Max Mayerhof. Sementara sejarawan barat terkenal, George Sarnton, mengomentari
Dalam karyanya, Al-Mansuri” (Liber Al-Mansofis) Ia menyoroti tiga aspek penting dalam kedokteran, antara lain; kesehatan publik, pengobatan preventif, dan perawatan penyakit khusus. Bukunya yang lain berjudul 'Al-Murshid'. Dalam buku itu, Al-Razi mengupas tentang pengobatan berbagai penyakit. Buku lainnya adalah 'Al-Hawi'. Buku yang terdiri dari 22 volume itu menjadi salah satu rujukan sekolah kedokteran di Paris. Dia juga menulis tentang pengobatan cacar dan cacar air dalam Kitab fil al-Jadari wal- Hasba yang merupakan catatan pertama tentang metode diagnosis dan perawatan atas dua penyakit dan gejal-gejalanya.
b. IBNU SINA
Karena kecerdasannya itu dia diangkat sebagai konsultan dokter-dokter praktisi.
Pengaruh pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak
hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Berbicara tentang karya-karyanya, tulisannya mencapai 250 karya. Baik dalam bentuk risalah maupun buku. Karyanya bayak dijadikan rujukan dalam bidang kedokteran oleh banyak kalangan pemikir. Diantaranya Qanun fi Thib, dalam buku ini berisi tentang bagaimana cara penyembuhan dan obat-obatan. Dalam dunia Barat kitab ini diterjemahkan dengan nama The Canon of
Madicine. Dan ada pula yang menyebutnya Ensiklopedia pengobatan. Asy-Syifa, dalam buku ini berisi menganai berbagai jenis penyakit, obatnya dan sekaligus cara pengobatannya berkaitan dengan penyakit bersangkutan
E. Penelitian Mutakhir Tentang Kesehatan dan Obat-Obatan
Kesehatan merupakan faktor penting dalam kelangsungan
terbagi menjadidua macam, yaitu kesehatan jasmani dan rohani. Kesehatan jasmani yaitu kesehatan badan atautubuh (fisik), sedangkan kesehatan rohani adalah kesehatan jiwa.
Pada zaman modern seperti sekarang ini, banyak ilmuwan yang menemukan berbagai penelitian-penelitian terbaru mengenai
kesehatan dan obat-obatan. diantaranya yaitu:
1. Manfaat madu
Madu adalah salah satu hasil yang dibuat oleh lebah. Para
peneliti menyatakan bahwa madu lebah mengandung banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melawan kanker, mencegah penyakit jantung dan perawatan luka. Hiedrun Gross, seorang ilmuwan California menemukan fakta meningkatnya zat antibody pada orang yang biasa mengkonsumsi madu.
Menurut Prof. Peter C Mulan mengatakan bahwa madu memilki zat hidrogen peroksida, yaitu zat yang efektif dalam melawan jamur dan bakteri. Dr. Glenys Round menyatakan bahwa madu digunakan untuk para penderita kanker. Dalam al-Qur’an
....
‘A r t i n y a
:
“ Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam
warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada demikian itu benar- benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir”. (Q.S. An-Nahl: 69).
2. Teknologi nuklir untuk pengembangan alat-alat medis
seperti ini hanya dilakukan kepada penderita kanker prostat dan kanker payudara. Sumber radiasi ini berukuran kecil, panjangnya hanya 10 milimeter dengan diameter 1 milimeter. Penanganan kanker dengan seed I-125 tidak memerlukan rawat inap serta berdampak kecil terhadap sel-sel tubuh di sekitarnya.
3.
Riset Ilmiah Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid, ilmuwan Saudi yang juga staf King Abdul Aziz University (KAAU) dan Presiden Tissues Culture Unit di Pusat Penelitian Medis King Fahd itu, menemukan bahwa partikel nano dalam air seni
unta dapat melawan sel kanker dengan baik. Air seni dan susu unta mampu memperkecil ukuran tumor hingga setengahnya dalam waktu sebulan. Riset ini terinspirasi oleh hadits Rasulullah Saw yaitu:
pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka.
clone, maka kromosomnya akan cocok dengan usia donor. seorang direktur Liver Transplantation Program di Intermountain Medical center Researchers menemukan sebuah perawatan mulut dengan pengobatan spesifik yang menghasilkan tingkat kesembuhan yang tinggi setelahnya.
6. Teh Hijau Tunda Munculnya Kanker
B
A
B
I
I
I
P
E
N
U
T
U
P
A. Kesimpulan
Kesehatan menurut UU No 36 Tahun 2009 pasal 1
jasmani,kesehatan rohani dan kesehatan sosial. Kesehatan jasmani merupakan bentuk dari keseimbangan manusia dengan alam. Kesehatan rohani di mana ada keseimbangan dan hubungan yang baik secara spiritual antara
khalik atau pencipta yang di wujudkan dari aktivitas makhluk dalam memenuhi semua perintah sang khalik. Yang terakhir adalah kesehatan sosial, dimana kesehatan yang bersifat psikilogis. Di mana ada ada keharmonisan antara sebuah individu dengan individu lain maupun dengan sistem yang berlaku pada sebuah tatanan masyarakat. Bila ketiga
unsur ini terpenuhi maka akan tercipta sebuah keadaan baik fisik, mental, maupun spiritual yang produktif dan sempurna untuk menjalankan aktivitas kemanusiaan.
Ilmu Kedokteran mulai didapat oleh sarjana-sarjana Islam seperti Ibnu Sina dan lain-lain, yang terus berkembang
sampai sekarang ini. Hanya saja mulai abad 16, penemuan-penemuan Ilmu Kedokteran tersebut beralih ke tangan sarjana-sarjana Barat. Namun Islam yang merupakan Dinullah juga berisi pokok- pokok Kedokteran Pencegahan atau Ilmu Kesehatan yang sumbernya adalah Al- Qur’an dan as-Sunnah.
B. Saran
DAF
TAR
PUS
TA
KA
Pengantar Kedokteran Islam, materi kuliah di Akademi Thibbun Nabawi oleh dr. Usman
At-Tarmum
Petunjuk Kesehatan dalam Al-Quran dan As-Sunnah, materi kuliah FK UMY oleh Dirwan Suryo Soularto (Staf Pengajar FK UMY, Bagian Anatomi dan Bagian Forensik Medikolegal)
Kajian Al-Quran dan Hadits Tentang Kesehatan Jasmani dan Ruhani. Mia Fitriah
Elkarimah. Vol.XV, No.1, Januari – Juni 2016.
Karakteristik Dokter Muslim oleh DR.Majid Ramadhan . Penerbit
Pustaka Al-Kaustar. M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan,
Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati, 2007)
logspot.co.id/2016/05/islam-dan
- kedokteran.html
http://ilmukedokteranislam.blogspot.co.id/