• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Klorofil dan Laju Pengisian Biji Progeni F4 Hasil Persilangan Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) Varietas Anjasmoro dengan Grobogan Tahan Salin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Klorofil dan Laju Pengisian Biji Progeni F4 Hasil Persilangan Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) Varietas Anjasmoro dengan Grobogan Tahan Salin"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Bagan Alur Penelitian

Penanaman Benih F3 Hasil Hibridisasi

Varietas Anjasmoro x Genotipa Tahan Salinitas

Pengamatan Berdasarkan Karakter Fisiologi daun Pengamatan Berdasarkan

Karakter Anatomi Daun

Analisis Kadar Klorofil Penghitungan

Kerapatan Stomata

Kadar Air Relatif

Laju Pengisian Biji

Analisis sidik lintas

(2)

Lampiran 2. Alur Penelitian Mendapatkan Progeni F4

X

Dihasilkan 5 varietas yang dapat tumbuh ditanah salin dhl 5-6

mmhos/cm

Varietas Grobogan dapat berproduksi pada

tanah salinitas dhl 5-6 mmhos/cm sampai 4 (empat)

generasi Dilakukan uji ekspresi gen

tahan salin secara molekuler terhadap varietas grobogan

yang diadaptasikan

Dilakukan persilangan genotipa tahan salinitas tersebut dengan varietas Anjasmoro sebagai varietas berproduksi tinggi untuk perbaikan

varietas Dihasilkan 5 nomor

genotipa tahan salinitas dari seleksi adaptasi

varietas Grobogan Seleksi 20 varietas kedelai

ditanam secara kultur jaringan dan dilapangan

pada media tumbuh

Genotipa tahan salin Varietas Anjasmoro

(berproduksi tinggi)

F1 (penanaman bulk pot) sebanyanyak 14

F2 (penanaman dalam barisan)

sebanyak 500 benih

F3 (keragaman dan identifikasi genetik untuk seleksi

F3 berdasarkan fenotip dan marka SSR serta

berdasarkan produksi tinggi sebanyak 666 benih

F4 (seleksi berdasarkan karakter fisiologi)

(3)

Lampiran 3. Deskripsi Kedelai Varietas Anjasmoro

Nama varietas : Anjasmoro

Kategori : Varietas ungul nasional (released variety) SK Mentan : 537/Kpts/SR.204/10/2001

Tanggal 22 Oktober 2001

Tetua : Seleksi massa dari populasi galur murni MANSURIA Potensi hasil : 2,25 – 2,03 ton/ha

Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaludin M. Susanto, Darman M. Arsyad, Muchlis Adie

Nomor galur : MANSURIA 359 -49 -4 Warna hipokotil : Ungu

Warna epokotil : Ungu

Warna daun : Hijau

Warna bulu : Putih

Warna bunga : ungu

Warna kulit biji : Kuning Warna polong tua : Cokelat muda Warna hilum biji : Kuning kecokelat

Bentuk daun : Oval

(4)

Lampiran 4. Deskripsi Kedelai Varietas Grobogan

Nama varietas : Grobogan

SK : 238/kpts/sr..120/3/2008

Tahun : 2008

Tetua : Pemurnian populasi lokal malabar grobogan Potensi hasil : 2,77 ton/ha

Pemulia : Suhartina, M. Muchlish Adie, T. Adisarwanto, Sumarsono, Sunardi, Tjandramukti, Ali Muchtar, Sihono, Sb. Purwanto, Siti Khawariyah, Murbantoro, Alrodi, Tino Vihara, Farid Mufhti, dan Suharno Warna hipokotil : Ungu

Warna epikotil : Ungu

Warna daun : Hijau agak tus Warna bulu : Coklat

Warna bunga : Ungu

Warna kulit biji : Kuning muda Warna hilum : Cokelat Tipe tumbuh : Determinate Bentuk daun : Lanceolate Umur berbunga : 30-32 hari Umur masak : 76 hari Tinggi tanaman : 50-60 cm Bobot 100 biji : 18 gram Kandungan protein biji : 43,9 % Kandungan lemak : 18,4%

Daerah sebaran : Berdaptasi baik pada beberapa kondisi lingkungan tumbuh yang berbeda cukup besar, pada musim hujan dan daerah beririgasi baik

(5)

Lampiran 5. Bagan Lahan Penelitian

Keterangan:

: P1 : P7 Tulisan tebal: Tanaman tumbuh

: P2 : P8

: P3 : Tanaman Optimal Tulisan tidak tebal: Tanaman tidak tumbuh

(6)

Lampiran 6. Jadwal Kegiatan Penelitian

no kegiatan waktu kegiatan (minggu ke-)

Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 Mei-16

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 pelaksanaan

Penelitian

2 Pemeliharaan

(7)

Lampiran 7. Data Hasil Pengamatan Kadar Klorofil a, b dan Total Pada

Lampiran 8. Data Pengamatan Kerapatan Stomata Pada Tanah Salin

NO NO TAN TITIK 1 TITIK 2 TITIK 3 RATAAN KER. STOM

Lampiran 9. Data Pengamatan Kadar Air Relatif Daun Pada Tanah Salin

(8)

Lampiran 10. Data Pengamatan Laju Pengisian Biji Pada Tanah Salin

BERBUNGA LPB g/hari

1 P1.61.16 7,20 86,00 31,00 0,13

Lampiran 11. Data Pengamatan Bobot Biji / Tanaman Pada Tanah Salin

NO NO TAN B. BIJI/

(9)

Lampiran 13. Data Pengamatan Kerapatan Stomata Pada Tanah Optimal

Lampiran 14. Data Pengamatan Kadar Air Relatif Daun Pada Tanah Optimal

Lampiran 15. Data Pengamatan Laju Pengisian Biji Pada Tanah Optimal

NO NO TAN BOBOT BIJI / TAN (g)

UMUR PANEN

UMUR

BERBUNGA LPB g/hari

(10)

Lampiran 16. Data Pengamatan Bobot Biji/ Tanaman Pada Tanah Optimal

Lampiran 17. Data Pengamatan Penelitian Kedelai Pada Tanah Optimal

N

(11)

Lampiran 18. Data Pengamatan Penelitian Kedelai Pada Tanah Salin

N

O NO TAN (Y) (X1) (X2) (X3) (X4) (X5) (X6) 1 P1.61.16 7,2 0,46 0,80 1,26 0,10 0,89 0,13 2 P1.61.18 10,7 0,52 0,93 1,45 0,21 0,79 0,20 3 P2.16.3 11,30 0,51 0,92 1,43 0,21 0,75 0,21 4 P2.16.7 14,40 0,49 0,94 1,43 0,15 0,78 0,27 5 P3.19.1 8,30 0,47 0,80 1,26 0,12 0,86 0,15 6 P3.19.2 0,50 0,39 0,82 1,10 0,10 0,84 0,01 7 P3.28.1 10,40 0,50 0,90 1,40 0,14 0,81 0,21 8 P3.54.6 8,90 0,48 0,86 1,34 0,12 0,85 0,16 9 P3.69.2 8,40 0,47 0,83 1,30 0,17 0,88 0,16 10 P6.6.3 16,00 0,49 0,89 1,38 0,12 0,97 0,31 11 P7.6.2 0,40 0,39 0,61 1,00 0,07 0,40 0,01 total 96,50 5,18 9,30 14,37 1,50 8,80 1,83 rataan populasi 8,77 0,47 0,85 1,31 0,14 0,80 0,17

simpangan

baku 3,80 0,04 0,06 0,11 0,04 0,05 0,07 *ket. X1: Klorofil a (mg/L)., X2: Klorofil b (mg/L)., X3: Klorofil total (mg/L)., X4:

Kerapatan stomata (n/mm2)., X5: Kadar air relatif daun (g)., X6: Laju

pengisian biji (g/hari)., Y: Bobot biji/tanaman (g)

Lampiran 19. Rataan Populasi Progeni Kedelai F4

variabel rataan

optimal salin

Bobot Biji/ Tanaman (g) 20,11 8,77

Klorofil a (mg/L) 0,46 0,47

Klorofil b (mg/L) 0,83 0,85

Klorofil total (mg/L) 1,29 1,31

Kerapatan Stomata (n/mm2) 0,15 0,14

Kadar Air Relatif Daun (g) 0,77 0,80

(12)

Lampiran 20. Sampel Daun Pengamatan Parameter Klorofil, Kerapatan Stomata dan Kadar Air Relatif Daun

Gambar 1. Tanaman kedelai dengan nomor tanaman P3.54.6 AxG/PD/P sebagai tanaman sampel untuk pengambilan sampel daun pengamatan parameter klorofil a, klorofil b, klorofil total, kerapatan stomata dan kadar air relatif. Sampel daun trifoliat diambil pada daun ketiga (a), sampel daun trifoliat diambil pada daun keempat (b).

a

(13)

Lampiran 21. Hasil Pengamatan Kerapatan Stomata

Gambar 1. Hasil pengamatan fisual kerapatan stomata kedelai nomor tanaman AxG/PD/P1.61.16 titik 1 menggunakan mikroskop jenis/ model Carl Zeiss Microlmaging GmbH, merk Axio dengan perbesaran 40x10 dihasilkan jumlah stomata sebanyak 96 stomata. Stomata kedelai (a), bulu daun (b).

Gambar 2. Hasil pengamatan fisual kerapatan stomata kedelai nomor tanaman AxG/PD/P1.61.18 titik 2 menggunakan mikroskop jenis/ model Carl Zeiss Microlmaging GmbH, merk Axio dengan perbesaran 40x10 dihasilkan jumlah stomata sebanyak 180 stomata. Urat daun (a), stomata kedelai (b) dan bulu daun (c).

a

b

a

b

(14)

Gambar 3. Hasil pengamatan fisual kerapatan stomata kedelai nomor tanaman AxG/PD/P7.62 ditanah optimal titik 3 menggunakan mikroskop jenis/ model Carl Zeiss Microlmaging GmbH, merk Axio dengan perbesaran 40x10 dihasilkan jumlah stomata sebanyak 166 stomata. Urat daun (a), stomata kedelai (b).

Lampiran 22. Hasil Pengamatan Kadar Klorofil

Gambar 1. Hasil analisa klorofil kedelai nomor tanaman AxG/PD/P6.6.6 menggunakan alat spektrofotometer spectronic 20D merk Milton Roy dengan panjang gelombang 663 nm menghasilkan nilai absorbansi sebesar 482. Nilai absorbansi (a), panjang gelombang analisa klorofil (b), pengatur panjang gelombang (c).

a

b

a

(15)

Gambar 2. Hasil analisa klorofil kedelai nomor tanaman AxG/PD/P6.6.3 menggunakan alat spektrofotometer spectronic 20D merk Milton Roy dengan panjang gelombang 645 nm menghasilkan nilai absorbansi sebesar 488. Nilai absorbansi (a), panjang gelombang analisa klorofil (b), tempat memasukkan absorban (c).

a

b

(16)

Lampiran 23. Proses Pengamatan Kadar Air Relatif Daun

Diambil sampel daun kedelai trifoliat pada daun ketiga, sampel

nomor tanaman AxG/PD/P3.28.1

Digunting daun dengan ukuran 1cm x 1cm sebanyak 9 potong

Ditimbang daun menggunakan timbangan

analitik untuk mengetahui bobot awal daun

Direndam daun kedalam botol menggunakan aquades dengan volume 20 ml selama 4 jam. Ditimbang daun

menggunakan timbangan analitik untuk mengetahui bobot turgid daun

Diambil sampel daun kedelai trifoliat pada daun ketiga, sampel

nomor tanaman

AxG/PD/P3.28.1

Digunting daun dengan ukuran 1cm x 1cm sebanyak 9 potong

Ditimbang daun menggunakan timbangan

analitik untuk mengetahui bobot awal daun

Direndam daun kedalam botol menggunakan aquades dengan volume 20 ml selama 4 jam. Ditimbang daun

menggunakan timbangan analitik untuk mengetahui bobot turgid daun

Ditimbang daun menggunakan

Gambar

Gambar 1. Tanaman kedelai dengan nomor tanaman P3.54.6 AxG/PD/P sebagai tanaman sampel untuk pengambilan sampel daun pengamatan parameter klorofil a, klorofil b, klorofil total, kerapatan stomata dan kadar air relatif
Gambar 1. Hasil pengamatan fisual kerapatan stomata kedelai nomor tanaman AxG/PD/P1.61.16 titik 1 menggunakan mikroskop jenis/ model Carl Zeiss Microlmaging GmbH, merk Axio dengan perbesaran 40x10 dihasilkan jumlah stomata sebanyak 96 stomata
Gambar 1. Hasil analisa klorofil kedelai nomor tanaman AxG/PD/P6.6.6 menggunakan alat spektrofotometer spectronic 20D merk Milton Roy dengan panjang gelombang 663 nm menghasilkan nilai absorbansi sebesar 482
Gambar 2. Hasil analisa klorofil kedelai nomor tanaman AxG/PD/P6.6.3  menggunakan alat spektrofotometer spectronic 20D merk Milton Roy dengan panjang gelombang 645 nm menghasilkan nilai absorbansi sebesar 488

Referensi

Dokumen terkait