• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Pola Penyapihan dan Status Gizi Anak Usia 0-59 Bulan di Kelurahan Tanjung Marulak, Tebing Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Pola Penyapihan dan Status Gizi Anak Usia 0-59 Bulan di Kelurahan Tanjung Marulak, Tebing Tinggi"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

56

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita, 2001. Prinsip Ilmu Gizi. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Arisman, 2006. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC.

Aritonang, Irianto, 1996. Pemantauan Pertumbuhan Balita. Yogyakarta : Kasinus.

Arum, 2012. Hubungan Usia Penyapihan Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Nusa Indah Desa Bantul. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan A’isyiyah Yogyakarta.

Bumi C., 2005. Pengaruh Ibu Yang Bekerja Terhadap Status Gizi Anak Balita. Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Departemen Kesehatan R.I., 1992. Pedoman Pemberian Makanan Tambahan Pendamping ASI (MP-ASI). Jakarta:Departemen Kesehatan RI.

Departemen Kesehatan R.I., 2007. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Departemen Kesehatan R.I., 1992. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT). Jakarta : Badan Litbangkes BPS

Ebrahim, G.J., 1974. Perawatan Anak. Yogyakarta : Yayasan Essential Medica.

Dharma, 2010. Saat Dan Cara Tepat Menyapih Si Kecil. http://tabloidnova.com/Keluarga/Anak/Saat-Dan-Cara-Tepat-Menyapih-Si-Kecil

Evi, N.A., 1992. Sudahkah Bayi Anda Diberi ASI? Warta Demografi, Th XXII, No.8, Agustus 1992, Jakarta.

Fatimatuzzahra, 2009. Hubungan Usia Penyapihan Dengan Status Gizi Balita Di Dukuh Pundong Srihardono Bantul. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan A’isyiyah Yogyakarta.

Hadju, Veni. 1997. Penentuan Status Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Hasanudin. Makasar.

Harmani, 1999. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pola Menyusui Di Wilayah Pemukiman Kumuh. Jakarta : Universitas Indonesia.

Hegar, Badriul. 2006. Penyapihan atau Sapih.

http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/10/12/penyapihan-sapih/ diakses Februari 12, 2015.

Jelliffe, D.B., 1994. Kesehatan Anak Di Daerah Tropis. Jakarta : Bumi Aksara.

(2)

57

Jocelyn, 2007. Pemberian Makanan Untuk Batita. www.ayahbunda.co.id diakses Maret 4 2015.

Jus’at, 1994. Maternal and Child Malnutrition Problem In Indonesia a Literature Survey. Jakarta : Akademik Gizi Departemen Kesehatan, R.I.

Kemenkes RI., 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1995/Menkes/ SK/ XII /2010. Tentang Standart Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.

Manalu, Ade. 2008. Pola Makan dan Penyapihan serta Hubungannya dengan Status Gizi Balita di Desa Polip Kec. Silima Pungga-Pungga Kab. Dairi, Sumatera Utara. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara.

Maria, Dina, 2001. Menjaga Kesehatan Bayi dan Balita. Jakarta:Puspa Swara.

Moehji, S., 1992. Pemeliharaan Gizi Bayi dan Balita. Jakarta : Bharatama Karya Aksara.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2002. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta.

Novita, 2012. Hubungan antara Karakteristik Keluarga dengan Usia Penyapihan, Praktek Pemberian Makanan Pendamping ASI dan Status Gizi Balita di Kelurahan Susia Batu, Bantar Gebang Bekasi. Jawa Barat : Institut Pertanian Bogor.

Nurvina, 2010. Hubungan Penyapihan Dini Dengan Status Gizi Balita Di Dusun Jambeyan Desa Banyurejo Tempel Sleman. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan A’isyiyah Yogyakarta.

Papalia, D. E., Olds, S. W., Feldman, R. D. (2009). Human Development : Perkembangan Manusia (Edisi 10, Buku 2). Jakarta : Salemba Humanika.

Prasetyo, Sunar, D. 2009. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press. Rahmani, 1997. Hubungan Status Pekerjaan Ibu, Pola Menyusui dan Usia

Pemberian Makanan Pendamping ASI. Medan : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Ratna, LB., 1995. Perubahan Perilaku Pemberian ASI di Indonesia. Majalah Kesehatan Perkotaan II (I), Jakarta:84.

Roesli, U., 2000. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta : Trubus Agriwidja.

RSCM dan Persagi, 1994. Penuntun Diet Anak. Jakarta : Gramedia.

Soetjiningsih, 1997. ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta : EGC.

(3)

58

Sunartyo, N. 2007. Panduan Merawat Bayi dan Balita. Jogjakarta : Diva Press. Hal 11-19.

Supariasa, I.D.N. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC.

WHO, 2006. WHO Child Growth Standards : Lenght/Height-for-Age, Weight-for-Age, Weight-for-Length, Weight-for-Height and Body Mass

Index-for-Age:Methods and Development. Geneva : WHO Press.

Widjaja M.C., 2002. Gizi Tepat Untuk Perkembangan Otak dan Kesehatan Balita. Jakarta : Kawan Pustaka.

Widodo, J., 2005. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Pemberian ASI Secara Eksklusif Pada Bayi Indonesia. http://www.childrenfamily.com diakses Juni 9, 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi balita usia 7-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas

HUBUNGAN UMUR PENYAPIHAN DAN POLA ASUH MAKAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA USIA 25-36 BULAN DI DESA PURWOSARI KABUPATEN WONOGIRI.. Pendahuluan : Indonesia masih

makanan pendamping ASI dengan status gizi pada balita dapat dilihat. pada

hubungan antara usia penyapihan terhadap status gizi pada anak usia 6-24 bulan di. Kelurahan Malangjiwan,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makanan ditinjau dari praktik penyapihan dengan status gizi bayi.. Pola

Penelitian Kristiani dkk (2012) membuktikan adanya hubungan antara waktu penyapihan, pola pemberian makanan, dan frekuensi kunjungan Posyandu dengan status gizi

Kurang gizi pada balita merupakan dampak dari rendahnya pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat,

Hasil Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan Makanan pendamping ASI MP-ASI dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin dan