• Tidak ada hasil yang ditemukan

Periode Kritis Pengendalian Gulma pada Tanaman jagung (Zea mays L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Periode Kritis Pengendalian Gulma pada Tanaman jagung (Zea mays L.)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

12

PENDAHULUAN Latar Belakang

Komoditi Jagung sedang menjadi salah satu primadona dalam agribisnis di Indonesia. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan utama selain padi dan kedelai (Rusastra et al., 2004). Jagung termasuk komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia, mengingat komoditas ini mempunyai fungsi multiguna, baik untuk pangan maupun pakan. Jagung digunakan sebagai makanan hewan ternak dan juga digiling menjadi tepung jagung (corn starch) untuk produk-produk makanan, minuman, pelapis kertas, dan farmasi (Park, 2001; Rusastra et al., 2004).

Menurut Badan Pusat Statistik (2014) bahwa pada tahun 2013 produksi tanaman jagung di Indonesia sebesar 193.870.922 ton dan pada tahun 2014 produksi sebesar 185.118.853 ton. Pada tahun 2014 telah terjadi penurunan produksi sebesar 8.752.069 ton atau sebesar 22,2 %. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu belum meluasnya penggunaan varietas unggul, minimnya permodalan petani serta pemakaian pupuk dan cara bercocok tanam yang belum memenuhi anjuran. Termasuk didalamnya mengatur jarak tanam yang tepat untuk produksi optimal dan menentukan waktu penyiangan yang tepat sesuai dengan periode masa kritis. Keberadaan gulma pada tanaman dapat menimbulkan persaingan yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil (BPS, 2014, Puspitasari, 2011).

Penyiangan merupakan cara pengendalian yang sangat praktis, aman dan efisien dan terutama murah jika diterapkan pada suatu area yang tidak begitu luas dan didaerah yang cukup banyak tenaga kerja. Pemilihan waktu

(2)

13

penyiangan yang tepat akan mengurangi jumlah gulma yang tumbuh serta dapat mempersingkat masa persaingan. Dalam siklus hidup tumbuhan tidak semua fase pertumbuhan suatu tanaman budidaya peka terhadap kompetisi gulma (Moenandir, 1993).

Penelitian tentang periode kritis telah banyak dilakukan terutama pada tanaman pangan dan sayuran. Jelas Nampak bahwa beda spesies berbeda pula lama periode keritis tanaman tersebut karena gulma beragam dengan spesies tanaman, ketinggian tempat dan kondisi lingkungan (Moenandir, 1993).

Penelitian Puspitasari (2011) menunjukkan bahwa persaingan gulma perlakuan bergulma 0 - 5 MST dan bergulma 2 MST – panen dapat menghambat tinggi tanaman dan lama bergulma menurunkan biomassa tanaman jagung manis. Saat dan lama persaingan gulma meningkatkan biomassa gulma saat dan tidak mempengaruhi panjang dan keliling tongkol jagung manis.

Keberadaan gulma merupakan masalah yang terus menghadang dalam budidaya jagung. Kehadiran gulma dapat secara nyata menekan pertumbuhan dan produksi karena menjadi pesaing dalam memperebutkan unsur hara dan cahaya

matahari, sehingga mampu menurunkan produksi sebesar 48% (Tanveer et al, 1999).

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian

guna mengetahui Periode Kritis Pengendalian Gulma Pada Tanaman jagung (Zea mays L.)

Tujuan Penelitian

Untuk menentukan Periode Kritis Pengendalian Gulma Pada Tanaman jagung (Zea mays L.)

(3)

14

Hipotesis Penelitian

Ada periode kritis waktu penyiangan gulma yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.).

Kegunaan Penelitian

1. Menjadi pedoman waktu penyiangan yang tepat pada tanaman jagung pada petani,

2. Mendapatkan data untuk bahan penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pertanian di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, dan diharapkan

berguna sebagai informasi pada budidaya tanaman jagung (Zea mays L.)

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh waktu penyiangan terhadap bobot kering jagung pipil per plot pada plot DK 979 dapat dilihat pada gambar 1... Grafik hubungan antara waktu penyiangan dengan bobot

Pada parameter pertumbuhan tanpa pengendalian gulma dengan pemupukan 150 kg N ha-1 dan 250 kg N ha-1 ini menyebabkan pertumbuhan dan hasil yang kurang optimal disebabkan karena

Pengaruh Penambahan Arang dan Abu Sekam Dengan Proporsi Yang Berbeda Terhadap Permeabilitas Dan Porositas Tanah Liat Serta Pertumbuhan Jagung Buletin Anatomi dan Fisiologi..

Sidik ragam Bobot kering jagung pipil per sampel (g).. SK db JK KT

Hasil olah data respon pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays. L) dan gulma terhadap berbagai jarak tanam dari beberapa pengukuran parameter yang diamati baik pada

juncea paling efektif untuk menurunkan populasi gulma dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam dan LCC lainnya Hasil biji ton ha -1 yang dihasilkan akibat

Selain dalam pengendalian pertumbuhan gulma petani harus menimbang dalam melaksanakan penanaman jagung manis, dengan jarak tanam yang akan dilakukan, karena akan

Jarak tanam yang rapat akan meningkatkan daya saing tanaman terhadap gulma karena tajuk tanaman menghambat pancaran cahaya ke permukaan lahan sehingga pertumbuhan gulma