• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Deskriptif: Resistensi Remaja Akhir Terhadap Kelompok Sebaya Serta Fungsi Pertemanannya - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Deskriptif: Resistensi Remaja Akhir Terhadap Kelompok Sebaya Serta Fungsi Pertemanannya - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

xv

Natania Wijayanti. (5130058). Studi Deskriptif: Resistensi Remaja Akhir terhadap Kelompok Sebaya serta Fungsi Pertemanannya. Skripsi. Strata 1. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Laporatorium Psikologi Perkembangan (2016).

INTISARI

Pada remaja, kelompok sebaya dan pertemanan menjadi penting sehingga tidak jarang perilaku yang ditunjukkan dipengaruhi kelompok sebayanya. Ternyata, tidak semua remaja terpengaruh oleh kelompok sebaya, yang disebut dengan resistensi. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat resistensi remaja akhir serta hubungan pertemanan yang dijalin dalam studi deskriptif kepada 113 siswa (15-17 tahun) di dua SMA swasta berakreditasi A di Surabaya. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner yang mengacu pada Resistance to Peer Influence Scale (Steinberg & Monahan, 2007) dan McGill Friendship Questionnaire- Friendship Functions (Mendelson & Aboud, 1999) yang membedakan fungsi pertemanan menjadi kesenangan (stimulating companionship), pemberian petunjuk (help), kedekatan dengan teman (intimacy), loyalitas (reliable alliance), self-validation, dan kenyamanan di saat senang maupun terancam (emotional security). Sebanyak 87 partisipan (77%) memiliki resistensi tinggi dan sangat tinggi sedangkan hasil fungsi pertemanan tidak didapati selisih yang signifikan pada setiap tipenya. Hasil penelitian menunjukkan remaja akhir memiliki resistensi tinggi terhadap kelompok sebayanya, telah memiliki prinsip, terutama pada perilaku yang berorientasi pada diri sendiri. Teman sebaya masih diperlukan untuk memberikan kesenangan pada diri serta mendapatkan perhatian dan afeksi. Remaja menganggap teman sebagai seseorang yang menyenangkan untuk duduk dan berbicara bersama, memberikan bantuan saat membutuhkan, seseorang yang mudah diajak berbicara mengenai hal-hal pribadi, dan tetap mau menjadi teman walaupun berargumen.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian yang berjudul Sibing Rivalry pada Kembar Identik Remaja Akhir ini adalah untuk mengetahui gambaran persaingan saudara kandung (sibling

terdapat hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di lingkungan SMK Y di Pacitan tahun 2016, yaitu responden yang memiliki sikap positif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dukungan sosial teman sebaya antar tahap pencapaian status identitas diri pada remaja akhir.. Status Identitas terdiri

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang gambaran media literasi pada remaja akhir sehingga para orang tua dapat menjalankan tugasnya dalam

Apabila seorang remaja memiliki konsep diri yang positif terhadap dirinya sendiri, maka di dalam perkembangan sikap yang dimiliki remaja akan berpengaruh baik ketika

Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk lebih mencermati adanya variabel lain selain konsep diri yang dapat mempengamhi konformitas terhadap kelompok dan bagi remaja

Penelitian Singam (2017), gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di wilayah Kerja UPT Puskesmas

Remaja yang memiliki banyak teman dan merasa dirinya diterima di dalam kelompok sebaya cenderung mempersepsikan diri positif sehingga akan menunjukkan perilaku positif di