LINGKUNGAN POLITIK: KONSEP DARI KEKUASAAN ADMINISTRASI A. Pendahuluan
Ketika John Gauss manusia membahas secara rinci tentang perspektif ekologi, Norton E. Long dari universitas missoury santa Louis, seorang ilmuan politik Amerika berusaha menulis tentanng lingkungan administrasi negara di amati dari kekuasaan administrative. Dalam bukunya, ‘’power administration’’ Long menyampai kan beberapa argumentasi tentang kelembagaan administratif yaitu: badan- badan, instansi pemerintah, lembaga dan kantor-kantor lainnya yang secara langsung diikat pada kondisi ‘’political survival’’ dalam suatu persaingan administrasi seorang birokrat berpendapat terdapat kekuasaan yang dalam melayani masyarakat (klien) ataupun kelompok-kelompok bidang legislatif dan eksekutif dalam menggerak kan organisasi. Ia menulis ‘’darah kehidupan administrasi adalah kepuasan, pembinaannya, Pemeliharaan dan upaya peningkatannya sangat di tentukan oleh para praktisi. Dan hal tersebut secara teoritis sangat berbahaya untuk mengamatinya dalam praktek.
Menurut Long konsep kekuasaan tidak bisa begitu saja di simpan dalam suatu botol yang aman tanpa melihat penggunaanya di masa depan atau merujuknya dengan berlandaskan perundang-undangan negara, mandat legislatif dan hirarki formal dalam organisasi. Kekuasaan merupakan suatu substansi yang penting dan merupakan bagian dari administrasi negara di Amerika. Oleh sebab itu kekuasaan ada di mana-mana dan mengalir pada setiap sisi dalam organisasi. Ia bergerak dalam organisasi dan merupakan bagian dari perundangan.
Situasi ini Nampak berkembang, dan menurut pandangan Long kegagalam sistem seperti Amerika adalah melindungi para administrator dari tekanan politik dan memberikan pengarahan.
dan ‘’polotis klinis’’ dalam pemikiran. Namun demikian karyanya telah mengangkat beberapa persoalan yang sangat kritis untuk di bahas sampai sekarang, khususnya di bidang administrasi negara.
Berikut beberapa pernyataan:
Bagaimna pendapat Long mendefinisikan kekuasaan administrasi? Mengapa hal tersebut penting? Adakah perbedaan antara kekuasaan politis dan kekuasaan administratif? Bagaimana cara menangani kekuasaan administratif?
Apa yang menjadi ‘’tujuan’’ dan ‘’akhir’’ dari persaingan antara kekuasaan dan administratif?
Apakah persaingan administrasi di perlukan terutama dalam menghasilkan kebijakan negara yang bertanggung jawab efektif dan koordinatif?
Bagaimana perencanaan dan rasionalisasi dari sistem adminstrasi ini di jalankan?
Bagaimana pendekatan Long di bedakan dengan pendapat Weber atau Gaus?
B. Kekuasaan dan Administrasi
Tidak ada tantangan yang paling menyedihkan dari dunia administrasi bila mana suatu badan atau program yang di miliki yang telah jelas statusnya sesuai prundang-undangan dan yang telah di setujui oleh pengandilan tetapi di hentikan karena adanya pencapaian, pemeliharaan dan peningkatan ataupun pengurangan sangat di tentukan oleh para praktisi.
kekuasaan yang ada. Analisa dari sumber-sumber kekuasaan berdasarkan dari administrasi yang arif dan bijaksana seperti halnya dalam prosedur penentuan anggaran. Kebangkitan bisa berasal dari ketidakseimbangnya kekuasaan merupakan hal yang mendasar dari ilmu administrasi yang realistik.
Mungkin di pertanyakan tentang hirarki dalam puncak tentang struktur administrasi tentang kekuasaan yang tidak relevan. Kewenangan legislative dan aturan administratif sangat di perlukan. Kekuasaan mampu membantu menyelaraskan fungsi dan alur hubungan komando.
Kongres ataupun presiden memfokuskan kegiatan politiknya dengan berpijak pada masyarakat. Dengan demikian tidak hanya melaksanakan hal tersebut setelah ada tekanan. Kekuasaan tidak di tekankan oleh adanya struktur pemerintahan ataupun jalinan politik dalam kepemimpinan dalam kegiatan administrasi yang berbeda-beda. Gambaran kepresidenan lebih merupakan penyimpan kewenangan dari esolon administrasi di bawahnya. Kritik yang sama juga di alamatkan pada pimpinan suatu lembaga. Tingkat pariasi yang ada dapat menerangkan secara jelas tentang kekuasaan dari pejabat di bawahnya.
Hal ini sebagai akibat dari jalinan komando, namun demikian amat jarang suatu penjelasan di peroleh teerutama yang berkaitan dengan sumber-sumber kekuasaan. Untuk menghindari adanya kekuasaan yang di dasarkan pada eksklusifisme dari kalangan superior dalam hirarki, akan perlu adanya sub ordinasi hubungan yang mengatur mereka sesuai dengan tugasnya. Struktur interes kemitraan, kekaburan merupakan pokok-pokok penting terjadinya kebijaksanaan dalam pekerjaan administrasi. Struktur ini sangat penting dan menentukan dalam kegiatan. Karena sumber-sumber kekuasaan dari pihak berwenang merupakan pesaing-pesaing dalam hirarki formal.
Kekuasaan politis tidak hanya bergerak dari sisi organisasi-organisasi tapi juga bergerak dari organisasi ke pusat-pusat bagian konstitusi. Pada saat seorang staf dari sebuah kantor ‘’war mobilization and recorversion’’ memberikan saran pada suatu badan yang sedang mendapat tekanan untk keluar pada akhirnya mendapatkan dukungan dari pihak kepresidenan pun tampak ikut mendukungnya. Hal tersebut merefleksikan bahwa adanya kekuasaan dari pada sinisme politik.
ordinat tidak bisa bergantung pada komando formal dalam menjalankan kekuasaan politik . mereka lebih melengkapi dari sumber-sumber tersedia melalui jenjang hirarki yang di miliki. Rasionalisasi administrasi menuntut adanya tujuan-tujuan yang harus di tentukan dan melihat perlunya penyesuaian dengan penilaian posisi kekuasaan realistic dan potensi.
Birokrasi di kenal berbagai kelompok sebagai suatu penghubung refresentatif sehingga kongres dapat melakukan kompetisi secara sehat dengan pihak lawan politik. Kelemahan dari struktur partai ini memungkinkan hadirnya berbagai dimensi dari aktivitas politis dari cabang-cabang administrasi.
Hal ini terjadi karena struktur ini tidak mampu melindungi administrasi dari berbagai tekanan yang ada. Oleh sebab itu perlu adanya suatu pengarahan dan dukungan sehingga sistem ini mampu mengembangkan consensus antara keinginan dan program. Dengan demikian administrasi di pandang sebagai dasar dari pengambilan keputusan yang akan di pakai.
Badan-badan dan biro lebih bisa memiliki kekuatan dalam membangun, memelihara dan meningkatkan dukungan politis. Keduanya di pimpin oleh kelompok-kelompok yang cukup beragam dan saling mempengaruhi. Malahan sering menghasilkan konflik di antara mereka. Hal ini terjadi karena kekurangan mampu dalam melihat perbedaan perilaku sehingga menghasilkan dukungan yang kontradiktif. Herbert Simon menunjukkan bahwa rasionalisasi administrasi sangat bergantung pada premise nilai ini yang secara nyata membentuk dukungan sangat jauh di sebut ‘’custumer’’ dalam organisasi. Dan hal tersebut merupakan bagian dari organisasi yang di sebut dalam premis yang sering berwujud dalam kekuasaan nyata. Hal yang sangat menyita waktu dalam organisasi adalah penyesuaian tentang aktivitas yang di sesuaikan dengan kebutuhan pemakai. Bila mungkin membuat consensus sehingga di peroleh formulasi program yang sesuai.
Adanya perbedaan tingkat, ketergantungan dalam penerimaan program, variasi pegawai dalam mengestimasi situasi merupakan sumber daya yng di manfaatkan. Tingkat apresiasi dari komponen orgaanisasi tersebut, bisa di mulai dengan norma kebijakan. Komponen tersebut akan di temui dan sering berada di ruang lingkup pemerintahan. Mereka misalnya menghubungi badan legislative dan kongres, komisi, pengadilan, para pembantu presiden dan presiden sendiri. Analisis konstitusi yang beraliran Aristoteles memandang semuanya punya hal yang sama untuk memahami organisasi-organisasi administrasi.
yang di harapkan bisa di konsultasi kan pada kepemimpinan seseorang yang telah di beri mandat. Tindak perdamaian dan pemeliharaan dukungan ini merupakan ha yang penting dalam pencapaian dan keterlibatan kedinasan. Madison melihat adanya semangat partai dan fraksi merupakan keharusan daya, operasionalisasi pemerintah. Presiden harus banyak terlibat di situ bila tidak mungkin semua orang, paling tidak ke banyak orang. Konsekuensi adanya kontraksi dalam menjalankan kekuasaan yang di dasarkan kepada kepemimpinan presiden Roosevelt, tidak hanya di batasi kepada masalah administrasi saja tetapi juga politik harus di perhatikan.
Integrasi dari struktur administrasi, merupakan fenomena yang mendasaar terutama dalam menetapkan urutan-urutan prioritas dan tugas dalam pencapaian tujuan. Pada kenyataannya hanya kelompok-kelompok yang terbaik mampu membatasi suasana perang dan ekstrim lainnya. Pada situasi perang lembaga-lembaga seperti Farm Bureau federation, the Amerika federation of labor, congrase of industrial organization, the nasional association of manufacturers, the canber of comenrce merupakan kelompok-kelompok yang kurang perhatian dalam pengkoordinasian dalam perlawanan peperangan. Kelompok tersebut cenderung hanya membina gerapannya sendiri. Seorang presiden sering melaksanakan secara intensif untuk mendapatkan dukungan masa dengan mengatas namakan kegiatan yang di sepakati bersama. Hanya pada suasan krisis kekuasaan, lihat eksekutif, bila mendekati kesesuaian dalam merencanakan kegiatan-kegiatan termasuk juga di bidang ekonomi.
Kesulitan dalam pengkordinasian lembaga-lembaga tidak hanya pada kenyataan adnya birokrasi yang terkadan melahirkan interes dan konflik, tapi juga di sebabkan oleh kelompok-kelompok yang menjadi akar dalam masyarakat.
C. Perubahan Biro
Karena adanya berbagai kesulitan upaya kearah perubahan, dalam prioritas penyelidikan yang di lakukan biro memang cukup kontroversial dan sulit. Beberapa hal yang harus terjadi antara lain perlu adanya kebijakan baru, perlu adanya penyelidikan yang tidak konfensional, perlu adanya perubahan-perubahan dan hal lain berkaitan dengan pemberian cara-cara baru intensif.
kejahatan biasa seperti pencurian, perampokan kecil yang memang berdasarkan catatan statistik pada mana pemerintahan Hoover cukup tinggi. Kasus-kasus keamanan domestic memang gampang di telusuri secara politik ataupun konstitusi.
Kasus-kasus criminal walaupun cukup meresahkan sering kurang popular di tangani oleh para agen lapangan. Kelley membaawa kasus penyelidikan keamanan domestic ini sampai ke tingkat ‘’BUREAU S PHILADELFHIA OFFICE’’ kemudian ke ‘’NEW YORK OFFICE’’ dan ‘’OPERATION ABSCAM’’. Dalam beberpa ratusan kasus yang berkaitan dengan keamanan dapat terekam, kemudian ratusan informan di sebar untuk mencari fakta-fakta lapangan. Regu-regu keamanan ke tempat di sebar ke berbagai tempat kemudian para agen bisa mengerjakan tugas lain. Jaksa agung baru memberikan beebrapa petunjuk umum yang berkaitan dengan penanganan kasus-kasus tersebut. Sehingga di masa yang akan datang kasus tersebut dapat lebih di buka. Sejumlah informan FBI berpendapat bahwa perlu adanya jaminnan dalam resiko tugas sehingga resiko tersebut bisa di tekan seminimal mungkin, kasus-kasus di rahasiakan guna menghindari adanya usaha dari pihak subversif untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji untuk merasa takut oleh pengawasan pihak biro.
Atas dasar itu pusat FBI membuat suatu ketentuan yang jelas agar memprioritaskan kasus-kasus yang cukup besar, yaitu kejahatan kerah putih, kejahatan yang terorganisasi ataupun penanganan kasus-kasus antar negara. Dengan mengizinkan petugas lapangan untuk meneliti kasus-kasus yang kelas tinggi dan tidak menyelidiki kasus-kasus yang sifatnya rendah, tidak berarti sumber daya yang ada bisa di maksimalkan untuk menangani kasus kejahatan ke arah putih. Untuk hal ini beberapa hal yang penting antara lain adalah adanya perubahan daalam organisasi.
Hal ini yang paling penting adalah adanya perhatian tentang petugas-petugas lapangan. Secara tradisional seorang petugas-petugas lapangan di kelompokkan dalam suatu kelompok yang di dasarkan pad volume kriminalitas yang ditangani, misalnya ada kelompok yang khusus menangani kejahatan politik, kelompok yang menangani kejahatan di jalan raya ataupun kelompok kejahatan lainnya. Kelompok ataupun regu tersebut melakukan kegiatannya berdasarkan alur lapor yang masuk dari kejahatan yang terjadi.