• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Int. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengembangan Multimedia Pembelajaran Int. pdf"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | i

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat

Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Ijin dan

Ridho-Nya Makalah tentang “Pengembangan Multimedia Pembelajaran” ini dapat diselesaikan oleh penulis.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah

Media Pembelajaran : Media dan Produksi, Program

Doktor (S3) Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri

Malang.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Bapak

Dr. Sihkabuden, M.Pd. sebagai dosen Pembina mata

kuliah Media Pembelajaran : Media dan Produksi yang

telah membimbing penulis hingga berhasil

menyele-saikan Makalah yang masih sangat sederhana ini. Kritik

dan saran yang bersifat konstuktif sangatlah Penulis

harapkan demi penyempurnaan lebih lanjut.

Malang, Oktober 2013

(3)

ii | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

ABSTRAK

Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Oleh : Siyamta *)

*) Mahasiswa S3 Prodi Teknologi Pembelajaran UM

Definisi multimedia pembelajaran terbagi menjadi dua definisi, yaitu sebelum tahun 1980-an dan sesudah tahun 1980-an. Sebelum tahun 1980-an menurut Barker & Tucker 1990, multimedia diartikan sebagai ragam media yang digunakan untuk penyajian materi pelajaran, misalnya penggunaan wall chart atau grafik yang dibuat di atas kertas karton yang ditempelkan di dinding.

Setelah tahun 1980-an, multimedia didefinisikan sebagai penyampaian informasi secara interaktif dan terintegrasi yang mencakup teks, gambar, suara, video atau animasi (Hackbarth, 1996; Philips, 1997). Hackbarth (1996: 229) menekankan bahwa hypermedia dan hypertext termasuk multimedia interaktif berbasis komputer. Cognitive

Theory of Multimedia Learning (CTML) merupakan teori

kognitif multimedia pembelajaran yang dipopulerkan oleh

Mayer.

Makalah ini dengan singkat akan mencoba untuk

mengupas tentang Pengembangan Multimedia

Pembelajaran.

(4)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I DEFINISI MULTIMEDIA ... 1

BAB II DEFINISI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN ... 10

BAB III KEUNGGULAN SISTEM MULTIMEDIA ... 19

BAB IV KARAKTERISTIK MEDIA DALAM MULTIMEDIA ... 22

BAB V PEMANFAATAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN ... 33

BAB VI PENUTUP ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 54

LAMPIRAN SLIDE PRESENTASI ... 55

Profile Penulis ... 69

(5)
(6)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran | 1

BAB I DEFINISI MULTIMEDIA

Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi

suatu media yang menggabungkan berbagai macam

media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan.

Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi,

video, bahkan simulasi. Tay (2000) memberikan definisi

multimedia sebagai : kombinasi teks, grafik, suara,

animasi dan video. Apabila pengguna mendapatkan

keleluasaan dalam mengontrol maka hal ini disebut

multimedia interaktif. Kamus Informasi dan Teknologi

karangan Dudy Misky (2005:180) mendefinisikan

multimedia sebagai suatu PC, sistem dokumen, dan

lain-lain yang mengkombinasikan teks, grafik, suara, film

atau media lain.

Mengutip dari Robin dan Linda, Suyanto (2003:21)

mengartikan Multimedia adalah alat yang dapat

menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang

mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio, dan

(7)

2 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Definisi lain dari multimedia, yaitu dengan

menem-patkannya dalam konteks, seperti yang dilakukan

Hofstetter (2001), multimedia adalah pemanfaatan

komputer untuk membuat dan menggabungkan teks,

grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi)

dengan menggabungkan link dan tool yang

memungkinkan pemakai melakukan navigasi,

berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi (Suyanto dari

Hoffstetter, 2003:21). Kelebihan Inilah yang

menyebabkan tampilan multimedia lebih dinamis dan

menyenangkan bagi user.

Hooper (2002) menyebutkan bahwa multimedia sebagai

media presentasi berbeda dari multimedia sebagai

media pembelajaran. Media presentasi tidak menuntut

pengguna berinteraktivitas secara aktif di dalamnya;

sekalipun ada interaktivitas maka interaktivitas tersebut

adalah interaktivitas yang samar (covert). Media

pembelajaran melibatkan pengguna dalam

aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam

pembelajaran. Dari perspektif ini aktivitas mental spesifik

yang dibutuhkan di dalam terjadinya pembelajaran dapat

(8)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 3 instruksional (instructional events) yang sistematis.

Hooper menyatakan peran penting suatu desain

instruksional di dalam multimedia pembelajaran

(educational multimedia).

Gambar 1.1. Multimedia Interaktif

Dengan demikian multimedia pembelajaran adalah paket

multimedia interaktif di mana di dalamnya terdapat

(9)

4 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

melibatkan pengguna secara aktif di dalam proses

pembelajaran.

Istilah yang spesifik bagi suatu paket pembelajaran

berbasis komputer adalah Computer Assisted Instruction

(CAI), Computer Assisted Learning (CAL) atau Computer

Based Learning (CBL). Paket-paket ini tidak secara

eksplisit mencantumkan multimedia di dalamnya. Jadi

bisa saja paket-paket tersebut memang merupakan

multimedia dalam arti luas (mengandung teks, audio,

animasi, video, bahkan simulasi) atau hanya terbatas

mengandung beberapa media seperti teks dan gambar

saja. Apapun media yang dikandungnya, ketiganya

secara eksplisit menekankan adanya instruksional yang

didesain di dalamnya. Dengan kata lain di dalam

pengembangan CAI, CAL atau CBL suatu desain

instruksional menjadi kerangka yang mencirikan

paket-paket tersebut. Paket yang dirancang dengan

pendekatan behavioristik tentu berbeda dengan paket

dengan pendekatan kognitif. Sekalipun ketiganya

memiliki kesamaan tetapi dari nama yang dikandungnya

(10)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 5 Sangat penting bagi seorang pengembang multimedia

pembelajaran untuk mengetahui makna dari istilah-istilah

seperti CAI, CAL dan CBL. Pemahaman akan

istilah-istilah ini penting dalam menentukan paket mana yang

akan dikembangkan dan instruksi macam apa yang akan

diberikan.

CAI, secara umum, bermakna instruksi pembelajaran

dengan bantuan komputer yang memiliki karakteristik

yang khas : menekankan belajar mandiri, interaktif, dan

menyediakan bimbingan (Steinberg, 1991).

CAL memiliki arti dan karakteristik yang senada dengan

CAI (Rieber, 2000). Sekalipun di sini CAI atau CAL

menekankan belajar mandiri hal ini tidak serta merta

menunjukkan bahwa CAI atau CAL merupakan suatu

medium utama dalam pembelajaran. Pada kenyataannya

CAI atau CAL lebih banyak berfungsi sebagai medium

pengayaan (enrichment) bagi medium utama, baik

medium utama tersebut adalah guru yang mengajar di

depan kelas atau buku pelajaran utama yang wajib

dibaca oleh siswa. Sementara CBL , sesuai dengan

(11)

6 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

sebagai medium utama dalam memberikan

pembelajaran.

Pada CBLsebagian besar kandungan dari pembelajaran

(the bulk of the content) memang disampaikan melalui

medium komputer (Rieber, ibid). CBL, misalnya, cocok

diberikan pada kasus pendidikan jarak jauh. Perbedaan

arti dari CAI, CAL dan CBL ini tentu saja mempengaruhi

desain instruksional yang dirancang.

Multimedia adalah penggunaan dan pemrosesan

beberapa media (text, audio, graphics, animation, video,

and interactivity) yang berbeda untuk menyampaikan

informasi atau menghasilkan produk multimedia (music,

video, film, game, entertaiment, dan lain-lain) Atau

penggunaan sejumlah teknologi yang berbeda yang

memungkinkan untuk menggabungkan media (text,

audio, graphics, animation, video, and interactivity)

(12)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 7

1.1. Multimedia Content Production

Dalam kategori multimedia content production, maka

jenis-jenis media yang digunakan adalah : Media Teks,

Media Graph, Media Animasi, Media Video, Media

Audio/Music, Visual Effect, Sound Effect dan Software.

Tahap selanjutnya adalah melewati pemrosesan,

sehingga akan dilakukan dengan tahap Produk

Multimedia. Tahap terakhir adalah Broadcasting atau

Publishing, seperti gambar berikut ini.

(13)

8 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

1.2. Multimedia Communication

Multimedia adalah menggunakan media (masa), seperti

televisi, radio, cetak, dan Internet, untuk

mempublikasikan/ menyiarkan/mengkomunikasikan

material advertising, public-city, entertaiment, news,

education, dan lain-lain. Dalam kategori ini media yang

digunakan adalah : Televisi, Radio, Film, Cetak, Musik,

Game, Entertainment, Tutorial dan ICT (Internet), seperti

pada gambar berikut ini.

Gambar 1.3. Multimedia Produksi dan Multimedia

(14)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 9 Keterkaitan antara Multimedia Production dengan

Multimedia Broadcasting, ditunjukkan seperti gambar

berikut ini.

Gambar 1.4. Keterkaitan antara Multimedia Production

(15)

10 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

BAB

II

DEFINISI

MULTIMEDIA

PEMBELAJARAN

Definisi multimedia pembelajaran terbagi menjadi dua

yaitu definisi sebelum tahun 1980-an dan definisi

sesudah tahun 1980-an. Sebelum tahun 1980-an atau

pada era 60-an, menurut Barker & Tucker, 1990

(Sunaryo Soenarto, 2005: 116), multimedia diartikan

sebagai kumpulan dari berbagai peralatan media

berbeda yang digunakan untuk presentasi. Dalam

pengertian ini multimedia diartikan sebagai ragam media

yang digunakan untuk penyajian materi pelajaran,

misalnya penggunaan wall chart atau grafik yang dibuat

di atas kertas karton yang ditempelkan di dinding. Tan

Seng Chee & Angela F. L. Wong (2003: 217)

menyatakan bahwa multimedia secara tradisional

merujuk kepada penggunaan beberapa media,

sedangkan multimedia pada zaman sekarang merujuk

kepada penggunaan gabungan beberapa media dalam

penyajian pembelajaran melalui komputer.

Setelah tahun 1980-an, multimedia didefinisikan sebagai

penyampaian informasi secara interaktif dan terintegrasi

(16)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 11 (Hackbarth, 1996; Philips, 1997). Hackbarth (1996: 229)

menekankan bahwa hypermedia dan hypertext termasuk

multimedia interaktif berbasis komputer. Philips (1997: 8)

menekankan pada komponen interaktivitas yang

menunjuk kepada proses pemberdayaan pengguna

untuk mengendalikan lingkungan melalui komputer.

Definisi setelah tahun 1980-an tersebut di atas lebih

menekankan pada multimedia sebagai sistem

komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampu

menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses

kembali informasi teks, grafik, suara, dan video atau

animasi. Sejalan dengan hal tersebut, Agnew, Kellerman

& Meyer (1996: 8) menyatakan bahwa istilah multimedia

lebih terfokus pada interaktivitas antara media dengan

pemakai media.

Constantinescu (2007: 2) menyatakan bahwa

“Multimedia refers to computer-based systems that use various types of content, such as text, audio, video, graphics, animation, and interactivity”. Maksudnya adalah bahwa multimedia merujuk kepada sistem

(17)

12 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

seperti teks, audio, video, grafik, animasi, dan

interaktivitas.

Multimedia pembelajaran bermanfaat dalam beberapa

situasi belajar mengajar. Philips (1997: 12) menyatakan

bahwa “IMM has the potential to accommodate people with different learning style”. Artinya adalah bahwa

multimedia interaktif dapat mengakomodasi cara belajar

yang berbeda-beda. Lebih lanjut Philips (1997: 12)

menyatakan bahwa multimedia interaktif memiliki potensi

untuk menciptakan suatu lingkungan multisensori yang

mendukung cara belajar tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, multimedia dalam proses

belajar mengajar dapat digunakan dalam tiga fungsi.

Pertama, multimedia dapat berfungsi sebagai alat bantu

instruksional. Kedua, multimedia dapat berfungsi sebagai

tutorial interaktif, misalnya dalam simulasi. Ketiga,

multimedia dapat berfungsi sebagai sumber petunjuk

belajar, misalnya, multimedia digunakan untuk

menyimpan serangkaian slide mikroskop atau radiograf.

Dalam pengembangan multimedia pembelajaran perlu

(18)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 13 ini dilakukan agar dapat menghasilkan suatu produk

mutimedia pembelajaran yang baik dan layak untuk

digunakan sebagai media pembelajaran. Luther, 1994

(Ariesto Hadi Sutopo, 2003: 32-48) mengungkapkan

enam tahap pengembangan multimedia pembelajaran,

yaitu concept, design, material collecting, assembly,

testing, dan distribution. Philips (1997: 37) menyajikan

suatu model dalam mengembangkan multimedia

pembelajaran interaktif yang disebut waterfall model

(model air terjun). Dalam model ini, perbaikan dapat

dilakukan pada saat pembuatan desain atau sebelum

pembuatan produk dimulai.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai

kesempurnaan desain multimedia pembelajaran yang

dikembangkan. Model air terjun ini menggunakan

pendekatan interaktif partisipatori. Langkah-langkah

model air terjun adalah: (1) melakukan analisis

kebutuhan dan definisi, (2) mendesain perangkat lunak

dan sistem, (3) melakukan implementasi dan ujicoba,

dan (4) melakukan ujicoba sistem.

Menurut Arief S. Sadiman, et al. (2006: 100),

(19)

14 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2)

merumuskan tujuan instruksional, (3) merumuskan

materi secara terperinci, (4) mengembangkan alat

pengukur keberhasilan, (5) menulis naskah media, dan

(6) mengadakan tes dan revisi. Sementara itu, Satya Adi

(2003: 5-6) menyatakan bahwa proses pengembangan

multimedia pembelajaran mengikuti lima langkah, yaitu:

(1) melakukan proses analisis yaitu menemukan

kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membuat

multimedia; (2) membuat desain multimedia yaitu

membuat storyboard atau alur cerita; (3) melakukan

pengembangan yaitu membuat motion effect, transisi,

struktur navigasi, dan data variabel; (4) melaksanakan

evaluasi yaitu menguji produk dengan melibatkan

audience yang sesungguhnya; dan (5) melakukan

pendistribusian yaitu mengemas hasil karya untuk

(20)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 15 Teori kognitif multimedia pembelajaran menurut Mayer

digambarkan seperti berikut ini.

Gambar 1.5. Teori kognitif multimedia learning

Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML)

merupakan teori kognitif multimedia pembelajaran yang

dipopulerkan oleh Mayer. Terdapat beberapa tingkatan

dimulai dari multimedia presentation, sensory memory,

working memory and long term memory.

Pada

long

term memory, terdapat prior knowledge yang

merupakan suatu kemampuan awal yang nantinya

(21)

16 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Prinsip-Prinsip Mendesain Multimedia Pembelajaran

Bagi seorang guru maupun pengembang software

pembelajaran, penting untuk mengetahui prinsip-prinsip

dalam mendesain multimedia pembelajaran. Berikut

prinsip-prinsip desain multimedia pembelajaran menurut

Richard E. Mayer (2009:93):

a. Prinsip multimedia

Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan

gambar-gambar dari pada kata-kata saja.

b. Prinsip kedekatan ruang

Siswa dapat bisa belajar lebih baik saat kata-kata

dan gambar-gambar terkait disajikan saling

berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan

dalam halaman atau layar.

c. Prinsip keterdekatan waktu

Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan

gambar-gambar terkait disajikan secara simultan

dari pada bergantian.

d. Prinsip koherensi:

Siswa dapat belajar lebih baik jika materi ekstra

(22)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 17 dijabarkan menjadi tiga versi yang saling

melengkapi, yaitu

(1) Pembelajaran si murid akan terganggu jika

kata-kata dan gambar-gambar menarik, namun tidak

relevan, ditambahkan ke presentasi multimedia,

(2) Pembelajaran murid terganggu jika suara dan

musik menarik, namun tidak relevan ditambahkan

ke presentasi multimedia,

(3) Pembelajaran murid meningkat jika kata-kata,

yang tidak diperlukan disingkirkan dari

persentase multimedia.

e. Prinsip modalitas

Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan

narasi daripada dari animasi dan teks on-screen,

yakni, murid-murid bisa belajar lebih baik saat

kata-kata dalam pesan multimedia disajikan sebagai teks

yang terucapkan daripada teks yang tercetak.

f. Prinsip redudansi

Murid bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi

(23)

18 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif g. Prinsip perbedaan individu

Pengaruh desain lebih kuat bagi murid-murid

berpengetahuan rendah daripada murid-murid

bepengetahuan tinggi, dan bagi murid-murid dengan

(24)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 19

BAB

III

KEUNGGULAN

SISTEM

MULTIMEDIA

Multimedia memiliki beberapa keunggulan apabila

dibandingkan dengan media-media lainnya seperti buku,

audio, video, atau televisi. Keunggulan yang paling

menonjol adalah interaktivitas. Bates (1995) berargumen

bahwa diantara media-media lain interaktivitas

multimedia atau media lain yang berbasis komputer

adalah yang paling nyata (overt). Sebagai perbandingan

media televisi pun sebenarnya juga menyediakan

interaktivitas, hanya saja interaktivitas ini samar (covert).

Keunggulan multimedia dalam hal interaktivitas adalah

media ini secara inheren memaksa pengguna untuk

berinteraksi dengan materi. Interaksi ini bervariasi dari

yang paling sederhana hingga yang kompleks. Interaksi

sederhana misalnya pengguna harus menekan keyboard

atau melakukan klik dengan mouse untuk

berpindah-pindah halaman (display) atau memasukkan jawaban

dari suatu latihan dan komputer merespon dengan

memberikan jawaban benar melalui suatu umpan balik

(feedback). Interaksi yang komplek misalnya aktivitas di

(25)

20 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

dapat mengubah-ubah suatu variabel tertentu atau

simulasi komplek seperti simulasi menerbangkan

pesawat udara.

Beberapa keuntungan simulasi dalam multimedia

pembelajaran adalah:

1. Menirukan suatu keadaan nyata yang apabila

dihadirkan terlalu berbahaya (misalnya simulasi

reaktor nuklir)

2. Menirukan suatu keadaan nyata yang apabila

dihadirkan terlalu mahal (misalnya simulasi pesawat

udara)

3. Menirukan keadaan yang sulit untuk diulangi secara

nyata (misalnya letusan gunug berapi atau gempa

bumi)

4. Menirukan keadaan yang jika dilakukan secara nyata

memerlukan waktu yang panjang (misalnya

pertumbuhan tanaman jati)

5. Menirukan kondisi alam yang ekstrem (misalnya

(26)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 21 Manfaat multimedia pembelajaran bagi pengguna

diantaranya adalah (Fenrich, 1997) :

1. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan,

kesiapan dan keinginan mereka. Artinya pengguna

sendirilah yang mengontrol proses pembelajaran.

2. Siswa belajar dari tutor yang sabar (komputer) yang

menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa.

3. Siswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan

dan memperoleh umpan balik yang seketika.

4. Siswa menghadapi suatu evaluasi yang obyektif

melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang

(27)

22 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

BAB IV KARAKTERISTIK MEDIA DALAM

MULTIMEDIA

Banyak sekali media yang bisa kia gunakan untuk

melengkapi hasil multimedia yang dibuat. Beberapa

media tersebut akan dijelaskan berikut.

4.1. Text

Text bukan merupakan media paling kuno yang

digunakan oleh manusia dalam menyampaikan

informasi, tetapi suara (sound) adalah media yang lebih

dahulu digunakan di dalam menyampaikan informasi.

Para filusuf Yunani, bahkan para Nabi menggunakan

suara sebagai media utama untuk menyebarkan

ajarannya. Namun di dalam penggunaannya di dalam

komputer text adalah media yang paling awal dan juga

paling sederhana. Di awal perkembangan teknologi

komputer text adalah media yang dominan (bahkan

satu-satunya). Hal yang sama juga berlaku di dalam

perkembangan internet. Ketika internet masih bernama

ARPANET di awal tahun 1970 an text merupakan

satunya-satunya media. Kini ketika perkembangan

(28)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 23 media yang dominan, namun demikian ada beberapa

kelebihan text di dalam penggunaannya di dalam

multimedia pembelajaran :

1. Text dapat digunakan untuk menyampaikan informasi

yang padat (condensed).

2. Text dapat digunakan untuk materi yang rumit dan

komplek seperti rumus-rumus matematika atau

penjelasan suatu proses yang panjang.

3. Teknologi untuk menampilkan text pada layar

komputer relatif lebih sederhana dibandingkan

teknologi untuk menampilkan media lain.

Konsekuensinya media ini juga lebih murah bila

dibandingkan media-media lain .

4. Sangat cocok sebagai media input maupun umpan

balik (feedback).

Media text mempunyai beberapa kelemahan :

1. Kurang kuat bila digunakan sebagai media untuk

memberikan motivasi.

2. Mata cepat lelah ketika harus menyerap materi

melalui text yang panjang dan padat pada layar

(29)

24 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

4.2. Audio

Socrates pernah menyampaikan bahwa suara adalah

imitasi terbaik bagi pikiran maka suara adalah media

terbaik untuk menyampaikan informasi. Bagi Socrates

text adalah imitasi dari suara, dengan demikian sebagai

penyampai pikiran text bukanlah media yang ideal

karena ia hanyalah imitasi dari suatu imitasi.

Gambar 4.1. Perangkat media audio

Pendapat Socrates mungkin ada benarnya karena suara

(30)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 25 manusia sehingga suara adalah media yang paling

alami. Guru di kelas pun lebih banyak mengandalkan

suara baik ketika memberikan materi atau melakukan

motivasi bagi siswa-siswanya. Jika untuk percakapan

secara langsung audio adalah media yang simpel dan

alami maka tidak demikian halnya ketika digunakan di

dalam komputer. Penggunaan suara di dalam komputer

berlangsung belakangan sesudah penggunaan text.

Kelebihan suara di dalam multimedia pembelajaran :

1. Sangat cocok apabila digunakan sebagai media untuk

memberikan motivasi.

2. Untuk materi-materi tertentu suara sangat cocok

karena mendekati keadaan asli dari materi (misal

pelajaran mengenai mengenal suara-suara binatang)

3. Membantu pembelajar fokus pada materi yang

dipelajari karena pembelajar cukup mendengarkan

tanpa melakukan aktivitas lain yang menuntut

konsentrasi . Bandingkan dengan pembelajar yang

melihat teks di layar komputer. Dalam hal ini

pembelajar melakukan multi aktivitas yakni :

membaca teks pada layar (yang tidak semudah

(31)

26 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

(keyword) dari materi, dan menggerakkan tangan,

seperti melakukan klik mouse untuk menggulung layar

saat ingin melihat bagian teks yang tak terlihat pada

layar.

Kelemahan media audio :

1. Memerlukan tempat penyimpanan yang besar di

dalam komputer.

2. Memerlukan software dan hardware yang spesifik

(dan mungkin mahal) agar suara dapat disampaikan

melalui komputer.

4.3. Graphics

“A picture is worth a thousand words" Peribahasa ini menunjukkan bahwa penggunaan gambar di dalam

pembelajaran mampu menjelaskan banyak hal bila

dibandingkan dengan media text. Kelebihan media

gambar :

1. Lebih mudah dalam mengidentifikasi obyek-obyek.

2. Lebih mudah dalam mengklasifikasikan obyek.

3. Mampu menunjukkan hubungan spatial dari suatu

(32)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 27 4. Membantu menjelaskan konsep abstrak menjadi

konkret.

4.4. Animasi

Animasi adalah salah satu daya tarik utama di dalam

suatu program multimedia interaktif.

Gambar 4.2. Bermain game Animasi

Bukan saja mampu menjelaskan suatu konsep atau

proses yang sukar dijelaskan dengan media lain, animasi

(33)

28 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

menarik dan eye-catching akan memotivasi pengguna

untuk terlibat di dalam proses pembelajaran.

Manfaat animasi :

1. Menunjukkan obyek dengan idea (misal efek gravitasi

pada suatu obyek)

2. Menjelaskan konsep yang sulit (misal penyerapan

makanan kedalam aliran darah atau bagaimana

elektron bergerak untuk menghasilkan arus listrik)

3. Menjelaskan konsep yang abstrak menjadi konkrit

(misal menjelaskan tegangan arus bolak balik dengan

bantuan animasi garfik sinus yang bergerak).

4. Menunjukkan dengan jelas suatu langkah prosedural

(misal cara melukis suatu segitiga sama sisi dengan

bantuan jangka).

4.5. Simulasi

Media simulasi mirip dengan animasi, tetapi ada satu

perbedaan yang menonjol ! Bila dalam animasi kontrol

dari pengguna hanyalah sebatas memutar ulang maka di

dalam simulasi kontrol pengguna lebih luas lagi.

Pengguna bisa memasukkan variabel-varibel tertentu

untuk melihat bagaimana besarnya variabel berpengaruh

(34)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 29 pada simulasi pembentukan bayangan oleh suatu lensa,

pengguna dapat mengubah sendiri nilai indeks bias dan

kelengkungan lensa sehingga pengguna dapat melihat

secara langsung bagaimana variabel-variabel tersebut

berpengaruh terhadap pembentukan bayangan. Contoh

simulasi adalah seperti berikut ini yang dapat didownload

di

http://www.gameedukasi.com/2012/05/simulasi-gem-pa-jangan-takut-akan-gempa/

(35)

30 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Simulasi mempunyai beberapa manfaat berikut ini :

1. Menyediakan suatu tiruan yang bila dilakukan pada

peralatan yang sesungguhnya terlalu mahal atau

berbahaya (misal simulasi melihat bentuk tegangan

listrik dengan simulasi oscilloscope atau melakukan

praktek menerbangkan pesawat dengan simulasi

penerbangan, simulasi gempa bumi).

2. Menunjukkan suatu proses abstrak di mana pengguna

ingin melihat pengaruh perubahan suatu variabel

terhadap proses tersebut (misal perubahan frekwensi

tegangan listrik bolak balik yang melewati suatu

kapasitor atau induktor)

4.6. Video

Video atau film adalah serangkaian frame gambar yang

diputar dengan cepat. Masing-masing frame merupakan

rekaman dari tahap-tahapan dari suatu gerakan. Kita

sebagai manusia tidak dapat menangkap jeda antar

frame yang diputar dengan kecepatan tinggi, karena

(36)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 31 Contoh video Dora Explorer, ditunjukkan seperti gambar

berikut ini.

Gambar 4.4. Contoh video Anak

Kelebihan-kelebihan video di dalam multimedia adalah:

1. Memaparkan keadaan riel dari suatu proses,

fenomena atau kejadian

2. Sebagai bagian terintegrasi dengan media lain seperti

teks atau gambar, video dapat memperkaya

(37)

32 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

3. Pengguna dapat melakukan replay pada

bagian-bagian tertentu untuk melihat gambaran yang lebih

fokus. Hal ini sulit diwujudkan bila video disampaikan

melalui media seperti televisi.

4. Sangat cocok untuk mengajarkan materi dalam ranah

perilaku atau psikomotor.

5. Kombinasi video dan audio dapat lebih efektif dan

lebih cepat menyampaikan pesan dibandingkan

media text.

6. Menunjukkan dengan jelas suatu langkah prosedural

(misal cara melukis suatu segitiga sama sisi dengan

bantuan jangka).

Kelemahan media video adalah sebagai berikut :

1. Video mungkin saja kehilangan detil dalam

pemaparan materi karena siswa harus mampu

mengingat detil dari scene ke scene.

2. Umumnya pengguna menganggap belajar melalui

video lebih mudah dibandingkan melalui text sehingga

pengguna kurang terdorong untuk lebih aktif di dalam

(38)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 33

BAB V PEMANFAATAN MULTIMEDIA

PEMBELAJARAN

Multimedia pembelajaran mempunyai beberapa

pemanfaatan antara lain sebagai berikut :

1. Multimedia digunakan sebagai salah satu unsur

pembelajaran di kelas. Misalnya jika guru

menjelaskan suatu materi melalui pengajaran di

kelas atau berdasarkan suatu buku acuan, maka

multimedia digunakan sebagai media pelengkap

untuk menjelaskan materi yang diajarkan di depan

kelas. Latihan dan tes pada tipe pertama ini tidak

diberikan dalam paket multimedia melainkan dalam

bentuk print yang diberikan oleh guru.

2. Multimedia digunakan sebagai materi pembelajaran

mandiri. Pada tipe kedua ini multimedia mungkin

saja dapat mendukung pembelajaran di kelas

mungkin juga tidak. Berbeda dengan tipe pertama,

pada tipe kedua seluruh kebutuhan instruksional dari

pengguna dipenuhi seluruhnya di dalam paket

multimedia. Artinya seluruh fasilitas bagi

(39)

34 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

yang mendukung tujuan pembelajaran disediakan di

dalam paket.

3. Multimedia digunakan sebagai media satu-satunya

di dalam pembelajaran. Dengan demikian seluruh

fasilitas pembelajaran yang mendukung tujuan

pembelajaran juga telah disediakan di dalam paket

ini. Paket semacam ini, seperti dijelaskan di muka,

sering disebut Computer Based Learning (CBL).

Dalam bidang sains, multimedia berhubungan dengan

materi yang sangat cocok untuk dijelaskan melalui

multimedia.

(40)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 35 Hal ini berkaitan dengan sifat dari materi sains sendiri

yang banyak berhubungan dengan penjelasan suatu

fenomena, proses, dan hal-hal lain yang dinamis.

Beberapa persepsi guru dan siswa di dalam

pemanfaatan multimedia dalam pengajaran sains

diberikan oleh Barton (2004) di bawah ini :

Manfaat dari visualisasi :

1. Membuat yang terlihat menjadi terlihat

2. Menghadirkan reaksi yang tak nampak di dalam

laboratorium

3. Animasi menambah pemahaman

4. Gambar menambah pemahaman suatu konsep

abstrak

5. Memungkinkan visualisasi yang terlalu kecil, terlalu

cepat, terlalu lamban atau terlalu berbahaya.

Perbedaan yang muncul apabila dibandingkan

pemanfaatan media yang lain :

1. Memberikan pengayaan bagi siswa yang mahir

2. Memberikan support dan motivasi bagi siswa yang

belum mahir

3. Memungkinkan siswa belajar sesuai dengan

(41)

36 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

4. Mudah bagi siswa untuk mengulang-ulang suatu

proses

5. Memungkinkan interaksi yang lebih luas antara

guru-siswa

Motivasi yang muncul :

1. Menimbulkan antusiasme, ketertarikan, dan

keterlibatan

2. Mendorong siswa untuk mendapatkan jawaban atas

ketertarikan mereka

3. Siswa merasakan suasana menyenangkan (fun)

4. Mendorong siswa untuk tetap fokus pada materi

5. Suatu tool pembelajaran untuk menghadirkan ide-ide

yang sukar.

Terdapat banyak hal-hal positif dari pemanfaatan

multimedia untuk pengajaran sains. Sekalipun demikian

ada hal penting yang mesti kita antisipasi yakni :

munculnya miskonsepsi dan menurunnya motivasi pada

praktikum yang sessungguhnya. Di dalam multimedia

animasi dan simulasi hanyalah suatu tiruan dari keadaan

yang sebenarnya. Tiruan ini bagaimanapun juga tidak

(42)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 37 Keadaan tiruan inilah yang memunculkan miskonsepsi.

Sebagai contoh animasi yang menunjukkan kerja suatu

rangkaian tegangan bolak balik yang dihadirkan dengan

gelombang berbentuk grafik sinus dapat saja

menimbulkan miskonsepsi bagi siswa bahwa elektron

bergerak naik turun sperti halnya gerak gelombang

sinus.

Melakukan praktikum dengan multimedia dan praktikum

sesungguhnya di lab jelas sangat berbeda. Praktikum

dengan multimedia berlangsung dalam kondisi yang

ideal atau kendala-kendala yang ada sengaja

dihilangkan.

Peran guru dalam menjelaskan keterbatasan dan

perbedaan suatu praktikum dengan multimedia dan

praktikum sesungguhnya sangat penting. Praktikum

dengan multimedia bukan tidak memiliki nilai positif akan

tetapi perlu ditekankan bahwa praktikum dengan

multimedia lebih menekankan pada penjelasan proses

yang rumit atau konsep yang abstrak agar siswa

mendapatkan gambaran umum dari suatu proses atau

(43)

38 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

latihan bagi siswa untuk mencoba menguji teori-teori

yang ada pada keadaan yang nyata dengan berbagai

kendala yang ada.

5.1. CD Interaktif

CD Interaktif adalah salah satu media interaktif yang bisa

terbilang baru. Media ini sebenarnya merupakan

pengembangan dari teknologi internet yang akhir-akhir

ini berkembang pesat. Sebagaimana dimaklumi bahwa

teknologi internet saat ini menjadi salah satu tolok ukur

majunya suatu perusahaan. Contoh CD interaktif

ditunjukkan seperti gambar berikut ini.

(44)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 39 Dari data disebutkan bahwa lebih dari 200 juta orang

menggunakan media ini, termasuk di antaranya

penduduk Indonesia. AC Nielsen menyatakan bahwa 3%

dari penduduk Indonesia juga merupakan pengguna aktif

internet (Istanto, 2001). Data ini juga memungkinkan

perubahan yang semakin besar seiring semakin

merakyatnya teknologi ini di masyarakat. Hal yang

sebenarnya tidak mengherankan, mengingat internet

memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan

media lain. Media ini demikian mudah digunakan,

memiliki kecepatan tinggi, dan yang paling penting

bahwa internet memiliki jaringan yang mendunia.

Bahkan, dengan kenyataan tersebut kini setiap

perusahaan atau lembaga yang bergerak dalam bidang

apapun merasa “berkewajiban” untuk memiliki situs

sendiri yang berfungsi menyampaikan informasi seputar

eksistensi keberadaan dirinya kepada masyarakat di

seluruh dunia.

Berkembangnya internet ini tidak lepas dari

perkembangan teknologi Personal Computer (PC) dan

(45)

40 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Terlebih lagi setelah diperkenalkannya teknologi

multimedia pada era tahun 80-an.

Versi online (aktif di jaringan) internet ini kemudian

diadopsi dalam versi offline (tanpa jaringan) dalam

bentuk CD Interaktif dengan tampilan yang tetap menarik

walau terbatas penggunaannya pada lokal satu unit PC

saja. Hal ini yang menjadikan adanya korelasi antara

internet dan CD Interaktif.

CD Interaktif merupakan sebuah media yang

menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemas

dalam sebuah CD (Compact Disk) dengan tujuan

aplikasi interaktif di dalamnya. CD ROM (Read Only

Memory) merupakan satu-satunya dari beberapa

kemungkinan yang dapat menyatukan suara, video, teks,

dan program dalam CD (Tim Medikomp, 1994).

Kemudian dalam program talk show e-Lifestyle yang

ditayangkan Metro TV pada 9 Agustus 2003 pukul 09.00

WIB disebutkan bahwa CD Interaktif adalah sebuah CD

yang berisi menu-menu yang dapat diklik untuk

(46)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 41 Dari sini jelas bahwa sistem interaktif yang dipakai CD

Interaktif sama persis dengan sistem navigasi pada

internet, hanya yang berbeda di sini adalah media yang

dipakai keduanya. CD Interaktif memakai media off line

berupa CD sementara Internet memakai media on line.

Kelebihan CD Interaktif sebagai Media Pembelajaran

Media pembelajaran saat ini sudah semakin beragam,

mulai dari media konvensional seperti buku dan alat

peraga tradisional sampai dengan media modern audio

visual berupa kaset tape, Video Compact Disk (VCD)

maupun alat paraga modern lainnya. Dengan beragam

media tersebut, maka suatu sistem pembelajaran yang

dapat menghadirkan suasana menyenangkan mutlak

diperlukan. Oleh karena itu tidak salah jika CD Interaktif

merupakan salah satu alternatif media yang dapat

menjawab kebutuhan tersebut.

Kelebihan pertama yang menyebutkan bahwa

penggunanya bisa berinteraksi dengan komputer adalah

bahwa dalam CD Interaktif terdapat menu-menu khusus

yang dapat diklik oleh user untuk memunculkan

(47)

42 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

diinginkan oleh pengguna. Kemudian yang kedua adalah

menambah pengetahuan. Pengetahuan di sini adalah

materi pembelajaran yang dirancang kemudahannya

dalam CD Interaktif bagi pengguna. Kelebihan ketiga

adalah tampilan audio visual yang menarik. Menarik di

sini tentu saja jika dibandingkan dengan media

konvensional seperti buku atau media dua dimensi

lainnya. Kemenarikan di sini utamanya karena sistem

interaksi yang tidak dimiliki oleh media cetak (buku)

maupun media elektronik lain (film TV, audio).

Dari beberapa keunggulan CD Interaktif, dapat diketahui

bahwa CD Interaktif dapat membantu mempertajam

pesan yang disampaikan dengan kelebihannya menarik

indera dan menarik minat, karena merupakan gabungan

antara pandangan, suara, dan gerakan (Suyanto, 2003:

(48)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 43 kognitif anak. Ada juga untuk pelajar SD, yang isinya

antara lain mengenal huruf, belajar membaca dan

berhitung, dan yang berisi aneka gambar. Sedangkan

untuk sekolah menengah ada CD Interaktif berbagai

mata pelajaran, seperti mengenal organ tubuh manusia.

Jenis CD Interaktif dengan asumsi menurut tujuannya

dapat dibagi menjadi :

 Komersial, seperti CD Interaktif tutorial maupun pembelajaran untuk anak-anak.

 Non-Komersial, seperti CD Interaktif profil pemerintahan, wisata, kota, maupun profil

perusahaan.

Tampilan halaman CD Interaktif merupakan sebuah

proses komunikasi yang disampaikan secara visual.

Kerja seorang perancang atau desainer komunikasi

visual berkaitan dengan proses komunikasi sebuah

materi untuk dikonsumsi oleh sekelompok target

komunikan, yaitu user CD Interaktif adalah bagaimana

materi tersebut dapat diterima oleh komunikan dengan

efektif sesuai target yang diharapkan. Artinya reaksi

yang diberikan oleh dari user CD Interaktif harus sesuai

(49)

44 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Desainer bertanggung jawab atas pemecahan masalah

komunikasi dalam menyampaikan informasi tersebut

secara fungsional, elegan, sistematis, proporsional,

sederhana, dan ekonomis. Demikian halnya pada

perancangan sebuah CD Interaktif.

Sebagai sebuah produk, CD Interaktif merupakan hasil

pemecahan suatu masalah berdasarkan pendekatan

komunikasi visual. Rancangan sebuah CD Interaktf

adalah sebuah desain komunikasi visual yang

ditayangkan melalui monitor yang dapat dihadirkan pada

saat tertentu. Layar monitor berfungsi sebagai media

komunikasi visual yang tampilannya tidak berbeda

dengan desain sebuah majalah atau sebuah surat kabar

(Istanto, 2001:55), sehingga kaidah-kaidah perancangan

CD Interaktif adalah kaidah-kaidah yang berkaitan

dengan desain komunikasi visual.

Elemen-elemen Perancangan CD Interaktif

Membuat halaman CD interaktif hampir sama dengan

membuat halaman web karena secara umum halaman

web sama dengan halaman CD interaktif, hanya

(50)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 45 kaidah-kaidah yang ada pada CD Interaktif dan web

adalah sama.

Seorang desainer menggunakan elemen-elemen pokok

agar sebuah desain dapat secara efektif menyampaikan

tujuannya. Elemen-elemen yang digunakan tersebut

antara lain adalah tipografi, simbolisme, ilustrasi dan

fotografi (Istanto, 2001:57). Sedangkan menurut Budi

Sutedjo Dharma Oetomo (Oetomo, 2001) menyatakan

ada 10 unsur yang dapat digunakan untuk merancang

sebuah halaman CD Interaktif yang cantik dan artistik,

yaitu huruf, warna, gambar, model kartun, foto, animasi,

tiga dimensi, bentuk-bentuk geometri, tekstur, dan

manusia.

Dari berbagai pendapat itu maka dapat disimpulkan ada

beberapa elemen yang sangat vital dalam proses

perancangan sebuah CD Interaktif yang artistik dan

efektif, diantaranya adalah: tipografi, simbolisme,

ilustrasi, warna, fotografi, animasi, nuansa, dan halaman

(51)

46 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

5.2. Sistem Yang Interaktif

Sistem yang interaktif dibentuk oleh teknik penyajian

halaman-halaman pada layar monitor yang akan diakses

oleh oemakai. Untukmembuat halaman Multimedia

interaktif yang interaktif, faktor-faktor berikut perlu

mendapatkan perhatian, seperti yang dikemukaan I..T.

Hawryszkiews dalam (Oetomo, 2001:164).

a. Workspace

Tampilan pada layar monitor harus ditata dengan baik

dan proporsional, dimana tidak seluruh ruang yang ada

dipenuhi dengan tulisan, gambar atau fasilitas menu. Hal

ini mempertimbangkan kemampuan dan kenyamanan

mata dari si pengguna dalam melakukan scanning.

Pembuat halaman Multimedia Interaktif juga harus

mempertimbangkan sudut yang dibentuk ketika mata

bergerak ke kiri terjauh dan kanan terjauh

b. Mudah digunakan

Pembangunan sistem muga harus memperhatikan

derajat di mana pemakai dapat menggunakan sistem

secara mudah karena sistem mudah dipelajari dan

(52)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 47

c. Ergonomic

Sistem yang baik juga harus mempertimbangkan faktor

kenyamanan dan keamanan dalam penggunaan antar

halaman Multimedia Interaktif.

d. Cognitive Psychology

Agar sistem dapat berinteraksi dengan user secara baik,

maka perancang harus mempertimbangkan faktor

psikologis, karena pemahaman seseorang terhadap

sesuatu yang ditatapnya dipengaruhi oleh pengetahuan

dan pemahaman yang telah dimiliki seseorang

sebelumnya. Oleh karena itu penggunaan simbol,

bentuk, ataupun gambar tertentu harus

memper-timbangkan faktor cognitive psychology tersebut antara

lain:

 Jumlah warna. Jumlah warna yang berlebihan akan mengaburkan penekanan informasi-informsi tertentu.  Simbol standar. Gunakan simbol-simbol yang standar

dan secara umum telah diterima oleh komunitas TI,

seperti OK, exit, close, gambar printer, gambar disket,

dan sebagainya. Simbol-simbol itu akan

(53)

48 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Agar sistem yang dibangun mudah digunakan, maka

para analis dan pemrogram perlu memperhatikan

beberapa teknik perancangan sistem sebagai berikut:

a. Perancangan berbasis pemakai. Rancangan sistem

harus berdasarkan kebutuhan pemakai, bukan

berdasarkan idealisme pembuat.

b. Perancangan secara partisipatif. Untuk memastikan

bahwa sistem yang dibangun seseuai dengan

kebutuhan pemakai, maka pemakai perlu dilibatkan

sebagai anggota tim perancang atau sebagai

konsultan.

c. Perancangan secara eksperimental. Perancangan

model ini dilakukan dengan menyusun prototipe

sistem. Setelah disusun, maka perlu dilakukan uji

pemakai resmi untuk memperoleh kesan dan

pendapat pemakai. Masukan dari hasil uji pemakai

resmi ini digunakan untuk penyempurnaan sebelum

sistem diterapkan.

d. Proses perancangan, pengujian, pengukuran

dilakukan dengan prosedur yang tetap sampai

(54)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 49 Untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam

penggunaan antar halaman sistem, maka beberapa

faktor berikut perlu dipertimbangkan :

a. Karakter tentu akan banyak mendominasi

pembangunan antar halaman sistem. Oleh karena

itu, penentuan jenis, ukuran, dan format karakter

harus dirancang sedemikian rupa agar dapat

memberi kenyamanan dan keamanan bagi pemakai.

Nyaman karena mudah dan enak dibaca,

sedangkan aman artinya menekan serendah

mungkin resiko salah baca dan kerusakan organ

mata pemakai. Oleh karena itu perancang sistem

perlu mewaspadai karakter-karakter yang

membingungkan seperti angka 1 (satu) dengan

huruf l (el), 2 dengan z, 8 dengan B, 0 dan O dan

sebagainya.

b. Pemilihan warna harus memperhatikan faktor radiasi

sinar yang dapat melelahkan mata para pengguna,

di mana warna merah, oranye, kuning, dan hijau

serta warna-warna metalik perlu dihindari. Pilihan

warna yang tepat diperlukan untuk menyajikan objek

yang tipis atau kecil agar otot mata tidak tegang

(55)

50 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

c. Perpaduan warna juga harus mendapat perhatian

tersediri. Misalnya jika latar ditentukan warna yang

terang, maka warna tulisan sebaiknya warna yang

lebih gelap.

d. Kompleksitas sajian pada sebuah halaman

Multimedia Interaktif harus dikelola dengan baik agar

tidak mengurangi kenyamanan pada saat

melihatnya. Pengelolaan kompleksitas sajian antar

halaman sangat diperlukan mengingat kemampuan

scanning mata sangat terbatas.

Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak diantaranya

untuk : media pembelajaran, game, film, medis, militer,

bisnis, desain, arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi,

dll. (Wahono, 2007). Apabila pengguna mendapatkan

keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut,

maka hal ini disebut multimedia interaktif.

Thorn (2006) mengajukan enam kriteria untuk menilai

multimedia interaktif, yaitu : (1) Kriteria pertama adalah

kemudahan navigasi, (2) Kriteria kedua adalah

kandungan kognisi. (3) Kriteria ketiga adalah presentasi

(56)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 51 (5) Kriteria kelima adalah artistik dan estetika dan (6)

Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara

keseluruhan.

(57)

52 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

BAB VI PENUTUP

Berdasarkan uraian bahasan tentang “Pengembangan Multimedia Pembelajaran” di atas maka dapat disimpulkan bahwa :

 Definisi multimedia pembelajaran terbagi menjadi dua definisi, yaitu sebelum tahun 1980-an dan sesudah

tahun 1980-an. Sebelum tahun 1980-an menurut

Barker & Tucker 1990, multimedia diartikan sebagai

ragam media yang digunakan untuk penyajian materi

pelajaran, misalnya penggunaan wall chart atau grafik

yang dibuat di atas kertas karton yang ditempelkan di

dinding.

Setelah tahun 1980-an, multimedia didefinisikan sebagai penyampaian informasi secara interaktif dan

terintegrasi yang mencakup teks, gambar, suara,

video atau animasi (Hackbarth, 1996; Philips, 1997).

Hackbarth (1996: 229) menekankan bahwa

hypermedia dan hypertext termasuk multimedia

interaktif berbasis komputer.

Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML)

merupakan teori kognitif multimedia pembelajaran

(58)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 53 tingkatan dimulai dari multimedia presentation,

sensory memory, working memory and long term

memory.

Pada

long term memory, terdapat prior

knowledge yang merupakan suatu kemampuan

awal yang nantinya akan berintegrasi dengan

(59)

54 | Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

DAFTAR PUSTAKA

Mayer, Richard E, 2001, Multimedia Learning, New York : Cambridge University Press.

Mayer, R.E. 2005. Cognitive Theory of Multimedia Learning, The Camridge handbook of Multimedia Learning, New York : Cambridge University Press.

http://cs.upi.edu/uploads/paper_skripsi_dik/Paper_ahma d_wisnu.pdf, didownload tanggal 26 Oktober 2013.

http://maroebeni.wordpress.com/2008/11/05/perkemban gan-multimedia-dan-cd-interaktif/, didownload tanggal 26 Oktober 2013.

(60)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 55

(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif | 69

Profile Penulis

SIYAMTA, dilahirkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Menyelesaikan pendidikan SD-S1 di Yogyakarta, Gelar Magister Teknik (M.T) dengan predikat Cumlaude diperoleh pada tahun 2005 melalui beasiswa unggulan Depdiknas di Program Pasca Sarjana ITB dalam bidang Teknik Elektro, Konsentrasi Teknologi Informasi.

Pengalaman Luar Negeri diperoleh dari pemerintah Germany

melalui program Internationale Weiterbildung und

Entwick-lung gGmbH (InWent) / Deutschen Gesellschaft für

Technische Zusammenarbeit (GIZ) pada tahun 2010-2011

selama 12 bulan, dengan mengikuti Program International Leadership Training (ILT). Pengalaman training dalam bidang Komputer dan Jaringan memperoleh sertifikat IT Essential PC Hardware and Software serta CCNA dari CISCO Academy. Training dalam bidang Sistem Manajemen Mutu (SMM) memperoleh sertifikat Lead Auditor dalam SMM ISO dari SAI Global. Pernah mengikuti diklat calon Asessor untuk penyusunan Instrumen dan Pelaksanaan Uji Kompetensi Professional Guru Paket Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Selama kurun waktu 2000 sampai sekarang aktif sebagai Instruktur di lingkungan PPPPTK/VEDC Malang dengan mengajar diklat-diklat teknis kejuruan bidang Teknologi Informasi untuk guru-guru SMK dan industri. Selain itu juga sebagai tenaga pengajar dalam Joint Program VEDC Malang yang merupakan kerjasama antara Industri, EST Tettnang, VEDC Malang dan STTAR Malang. Beberapa Artikel pernah dimuat dalam Proceeding Seminar on Intelligent and its Applications / SITIA (Teknik Elektro ITS Surabaya), Journal LPM Universitas Negeri Yogyakarta, http://www. Ilmukomputer.com dan http://www. oke.or.id. Komunikasi lebih lanjut dapat dihubungi melalui :

(75)
(76)

Gambar

Gambar 1.1. Multimedia Interaktif
Gambar 1.2. Multimedia content production
Gambar 1.3. Multimedia Produksi dan Multimedia
Gambar 1.4.  Keterkaitan antara Multimedia Production
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Habibah (2016: 56), guna meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan perbaikan terhadap kurikulum tetapi juga diperlukan peranan guru dan siswa

Pengujian alat dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian parameter Antena  Fractal Koch Dipole  hasil perancangan melalui  software  dengan hasil setelah fabrikasi

[r]

Penelitian ini mengkaji strategi percakapan bahasa Batak Toba dalam acara ‘Jou-Jou Tano Batak’ yang meliputi bagaimana cara memulai dan mengakhiri percakapan, cara pengambilan

Permainan papan (board game) dengan judul damkar ini merupakan sebuah media yang mampu membantu anak dalam memahami dan mempelajari tindakan mitigasi kebakaran?. Dengan

- Pada bentuk massa bangunan Pusat Penitipan Anak ini, akan didominasi oleh bentuk-bentuk murni, baik dalam bentuk pengurangan, pengulangan, maupun penambahan...

Dengan demikian Corporate Governance Perception Index sebagai informasi hasil riset dan pemeringkatan penerapan GCG pada suatu perusahaan akan berpengaruh

(4) Pemungutan Retribusi yang tidak menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, sebagaimana dimaksud pada ayat (3), merupakan perbuatan melawan hukum