• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pengaruh tingkat suku bunga dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "analisis pengaruh tingkat suku bunga dan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis pengaruh tingkat suku bunga (interes rate)

dan jumblah uang yang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi

di Indonesia pada tahun 2008 - 2012

a.

Pendahuluan

1.1

Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Sementara, Suku bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas investasinya. Suku bunga dibedakan menjadi dua, suku bunga nominal dan suku bunga riil. Suku bunga nominal adalah tingkat bunga (rate) yang dapat diamati di pasar. Sedangkan suku bunga riil adalah konsep yang mengukur tingkat bunga yang sesungguhnya setelah suku bunga nominal dikurangi dengan laju inflasi yang diharapkan, sementara jumblah uang beredar adalah Secara sederhana dapat dikatakan bahwa uang beredar dalam arti sempit adalah seluruh uang kartal dan uang giral yang ada di tangan masyarakat. Sedangkan uang kartal milik pemerintah (Bank Indonesia) yang disimpan di bank-bank umum atau bank-bank sentral itu sendiri, tidak dikelompokkan sebagai uang kartal. Sedangkan uang giral merupakan simpanan rekening koran (giro) masyarakat pada bank-bank umum. Simpanan ini merupakan bagian dari uang beredar, karena sewaktu-waktu dapat digunakan oleh pemiliknya untuk

(2)

1.2 Rumusan masalah.

1. Sejauh mana tingkat suku bunga dan jumblah uang yang beredar mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

2. Bagaimana hubungan antara tingkat suku bunga dan jumblah uang yang beredar dan tingkat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

1.3 Tujian penelitian.

1. Menganalisis Sejauh mana tingkat suku bunga dan jumblah uang yang beredar mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia..

2. Menganalisis hubungan antara tingkat suku bunga dan jumblah uang yang beredar dan tingkat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

1.4 Landasan teori

 Teori kuantitas

Teori kuantitas adalah, teori yang menganalisis, dari jumblah uang yang beredar dan ekspektasi masyarakat mengenai kemiskinan, kenaikan harga. Uang beredar sifatnya sementara dengan demikian menurut teori ini apabila jumblah uang tidak di tambah kenaikan harga akan berhenti dengan sendirinya

 Teori tingkat suku bunga

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).

1.5 Metode Penelitian

(3)

2. pembahsan

Y = c + i + g +( n x ) pertumbuhan ekonomi di Indonesia, unsur dari pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi,infestasi,pengeluaran pemerintah, dan eksport netto.

Y, adalah pendapatan, dimana pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan.

C, konsumsi adalah ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.

I, investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

G, pengeluaran pemerintah adalah adalah belanja sektor pemerintah termasuk pembelian barang dan jasa dan pembayaran subsidi.

NX, atau ekpoe neto (NX) adalah nilai ekspor suatu negara dikurangi nilai impornya.

(4)

beberapa hal yang harus diwaspadai dalam menaikkan dan menurunkan suku bunga yang semuanya harus berpihak pada kesejahteraan rakyat dalam negeri sebagai prioritas utama. Dampak ekonomi yang harus diwaspadai dalam perubahan suku bunganya diantaranya adalah

 GDP (Gross Domestik Product) sebagai indikator tingkat kesehatan pertumbuhan ekonomi Negara, meliputi Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor-Impor) apabila peningkatan suku bunga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi maka interest rate (IR) perlu dinaikkan demikian juga sebaliknya.

 Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) Dampak yang harus diperhatikan dalam kebijakan naik-turunnya suku bunga apakah semakin meningkatkan peluang usaha dan peluang kerja atau malah justru meningkatkan pengangguran dan PHK. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment/Jobless Rate adalah indeks tingkat pengangguran atau yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Unemployment Rate berpengaruh terhadap sinyal perubahan tren perekonomian Negara.

Pengaruh Jumlah Uang Beredar.

Pengertian Jumlah Uang Beredar (JUB), Uang Beredar Dalam Arti Sempit (Narrow Money = M1)

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa uang beredar dalam arti sempit adalah seluruh uang kartal dan uang giral yang ada di tangan masyarakat. Sedangkan uang kartal milik pemerintah (Bank Indonesia) yang disimpan di bank-bank umum atau bank-bank sentral itu sendiri, tidak dikelompokkan sebagai uang kartal.

Sedangkan uang giral merupakan simpanan rekening koran (giro) masyarakat pada bank-bank umum. Simpanan ini merupakan bagian dari uang beredar, karena sewaktu-waktu dapat digunakan oleh pemiliknya untuk melakukan berbagai transaksi. Namun saldo rekening giro milik suatu bank yang terdapat pada bank lain, tidak dikategorikan sebagai uang giral.

(5)

Dalam arti luas, uang beredar merupakan penjumlahan dari uang beredar dalam arti sempit dengan uang kuasi. Uang kuasi atau near money adalah simpanan masyarakat pada bank umum dalam bentuk deposito berjangka (time deposits) dan tabungan. Uang kuasi diklasifikasikan sebagai uang beredar, dengan alasan bahwa kedua bentuk simpanan masyarakat ini dapat dicairkan menjadi uang tunai oleh pemiliknya, untuk berbagai keperluan transaksi yang dilakukan.

Jumlah uang beredar berhubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat jumlah uang beredar, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat. jumlah uang beradar berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan dengan hipotesa Keynes, yakni, penawaran uang (Money Supply) memiliki pengaruh positif terhadap output dan pertumbuhan ekonomi. Apabila terjadi kelebihan jumlah uang beredar, Bank Indonesia akan mengambil kebijakan (menurunkan) tingkat suku bunga. Kondisi ini mendorong para investor untuk melakukan investasi, yang pada akhirnya akan menciptakan kenaikan output dan memicu pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, permintaan uang akan memiliki hubungan negatif terhadap output, meningkatnya permintaan uang akan berdampak pada peningkatan tingkat suku bunga dan pada akhirnya berakibat pada penurunan output.

Untuk menjaga kestabilan nilai mata uang, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diberikan beberapa wewenang dalam melakukan tugasnya. Dengan merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mengendalikan uang beredar dan suku bunga dalam perekonomian agar dapat mendukung pencapaian tujuan kestabilan nilai uang tidak boleh dilakukan secara fleksibel. Hal ini akan mempersulit dan menyebabkan aktivitas ekonomi menjadi terkendala dan lesu jika Bank Indonesia terlalu intervensi dalam hal pengendalian jumlah uang beredar. Sebaliknya, pengendalian uang beredar dan suku bunga tidak boleh terlalu longgar karena akan menyebabkan tidak terpeliharanya kestabilan nilai uang, yang akan mendorong merosotnya kepercayaan masyarakat dan mempersulit perencanaan bisnis para pengusaha. Hasil analisa dan pemantauan yang dilakukan oleh bank sentral kemudian akan digunakan dalam melaksanakan kebijakan moneternya baik melalui pengendalian jumlah uang beredar dan suku bunga.

Jumlah uang beredar, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1970 – 2002, menemukan bahwa jumlah uang beredar (M2) memiliki hubungan dengan tingkat bunga (i) dan pertumbuhan ekonomi (PDB) memiliki hubungan dengan jumlah uang beredar (M2) secara signifikan.

(6)

sebagai variabel moneter memiliki hubungan jangka pendek dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berarti dalam periode yang sama, jumlah uang beredar akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Berikut ini data perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2008-2012

tahun 2008 tahun 2009 tahun 2010 tahun 2011 tahun 2012 0.00%

1.00% 2.00% 3.00% 4.00% 5.00% 6.00% 7.00% 8.00%

Series 1

Dapat di lihat dari data ini pertumbuah ekonomi tertinggi di indonesia ada pada tahun 2012 karena, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat dari sisi konsumsi masyarakat akan naik 4,9 persen, konsumsi pemerintah sebesar 6,7 persen, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik 11,9 persen. Sementara, ekspor barang dan jasa diperkirakan naik 11,7 persen, dan impor barang dan jasa naik 13,3 persen. Adapun dari sisi produksi, Indonesia cukup bagus karena pertumbuhan ekonominya mencapai 6,4 persen pada kuartal kedua 2012 [ CITATION BBC12 \l 1057 ].

Suku bunga mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan.

(7)

3.1 Kesimpulan

Dapat di lihat dalam makalah ini bahwa tingkat suku bunga dan jumblah uang yang beredar mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia saling memengaruhi dan saling berhubungan karena Suku bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas investasinya.

Suku bunga mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan. Karna Jumlah uang beredar berhubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat jumlah uang beredar, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat.

3.2 Saran

(8)

Daftar pustaka

BBC. (2012, agustus 17). Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,8 persen. Retrieved juli 16, 2014, from BBC:

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/08/12081 7_depkeu_rapbn2013.shtml

Pengaruh tingkat Suku Bunga BI Terhadap Kinerja Keuangan

Badan pusat statistik Indonesia 2007 s/d 2012.

Referensi

Dokumen terkait

Laporan yang dihasilkan pada kegiatan pemantauan kualitas sumber air skala.

Bagi kegiatan SBSV, secara umum upaya publikasi dilakukan selain melalui media cetak, berdasarkan data dan hasil wawancara peneliti menganalisa bahwa Departemen CSR

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS I SD.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kotler dan Keller (2012) mengemukakan bahwa kepuasan adalah konsep yang jauh lebih luas dari hanya sekedar penilaian kualitas layanan, namun juga dipengaruhi oleh

difficulties in comprehending texts adopted from Hello Magazine faced by the second year students of SMK Diponegoro Salatiga. The model

Pelestarian gunung dan laut yang dilakukan masyarakat Bali (Hindu) dengan cara merjadikan tempat-tempat itu (laut dan gunung) sebagai tempat melaksanakan pemujaan, memuliakan

Pada penelitian ini diambil 2 kelas sebagai sampel yang terdiri dari 1.. kelas menjadi kelas eksperimen, dan 1 kelas

sosialisasi program kewirausahaan Ditjen Belmawa ke civitas akademika PT dan mengajak PT agar berperan lebih aktif dalam pengembangkan program kewirausahaan Suatu kegiatan