• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS KOMENTAR POSITIF DALAM MENGA (4)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "EFEKTIVITAS KOMENTAR POSITIF DALAM MENGA (4)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Rasmawati

EFEKTIVITAS KOMENTAR POSITIF DALAM MENGAJAR KETERAMPILAN BERBICARA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respond an persepsi mahasiswa terhadap umpan balik korektif yang diberikan dalam kegiatan mengajar. Penelitian ini diterapkan metode kuantitatif dengan mengirimkan kuisioner kepada siswa. Tanggapan dan pemahaman siswa untuk umpan balik korektif guru menunjukkan siswa berfikir kesalahan yang diucapkan mereka harus diperbaiki. Yang paling popular masukan perbaikan dalam mengajar speaking adalah eksplisit,koreksi,elistasi dan pengulangan. Metode tersebut memiliki fungsi yang efektif dalam mendeteksi salah ucapan siswa dan akurasi dan kelancaran berbicara. Adapun umpan balik korektif lain seperti koreksi implisit, perombakan, klarifikasi dan metalinguistic karena presentase ini lebih rendah dari umpan balik korektif lainnya.

Mengetahui fungsi umpan balik, peneliti tertarik menyelidiki efektivitas umpan balik dalam mengajar dan proses belajar. Dalam penyelidikan, peneliti melakukan pengamatan untuk mengetahui tanggapan siswa dan persepsi terhadap umpan balik korektif diberikan dalam mengajar aktivitas berbicara. Sudah banyak peneliti yang telah menyelidiki tentang umpan balik dalam mengajar. Mereka melakukan penelitian tentang keterampilan berbahasa inggris seperti menulis,membaca dan mendengarkan. Banyak peneliti yang telah menyelidiki tentang umpan balik dalam mengajar. Salah satu peneliti telah mempelajari tanggapan guru pada akurasi EFL menulis siswa. Dia menarik kesimpulan bahwa penelitian jika umpan balik guru telah maju maka siswa dipengetahuan linguistic yang lebih baik dan itu akan meningkatkan akurasi dari siswa dalam menulis dengan tingkat yang lebih tinggi setelah menerima umpan balik dari korektif guru.

Dalam mendapatkan ilustrasi perlu melakukan umpan balik. Kemudian peneliti memberikan beberapa kuisioner yang dibuat untuk mengetahui respon siswa untuk umpan balik guru tersebut. Hal ini dibuat dengan menggunakan skala likert. Misalnya ada sekitar 22 pertanyaan termasuk semua kegiatan yang yang ditunjukkan ketika guru mengajar dikelas. Kuisioner diklasifikasikan menjadi beberapa kriteria seperti frekuensi umpan balik dimana peneliti harus mengatasi permasalahan siswa. Jadi menurut penelitian ini berarti bahwa siswa setuju mereka ingin kesalahannya untuk dikoreksi dan mendapatkan umpan balik dari guru.

(2)

mengatasi kesalahan siswa. Jadi menurut penelitian ini berarti bahwa siswa setuju mereka ingin kesalahannya untuk dikoreksi dan mendapatkan umpan balik dari guru.

Hasil permintaan klarifikasi menunjukkan ketidaksesuaian antara keyakinan guru dan mereka yang sebenarnya praktek. Selain itu guru tidak menggunakan jenis umpan balik yang mereka anggap sebagai yang paling efektif dalam mengajar. Mengingat fakta berdasarkan tanggapan siswa yang guru mungkin tidak menyadari praktek mereka yang sebenarnya. Yang paling popular umpan balik korektif dalam mengajar berbicara adalah eksplisit,koreksi,elisitasi,dan pengulangan. Peneliti juga memiliki fungsi yang efektif dalam mendeteksi siswa yang salah ucapan, akurasi rendah dan kelancaran. Umpan balik seperti koreksi implisit,menyusun kembali, permintaan klarifikasi, dan umpan balik metalinguistic yang tidak disukai karena presentase lebih rendah dari umpan balik korektif. Ini menandakan bahwa tidak semua korektif timbal balik yang efektif jika digunakan dalam berbicara. Tergantung pada keterampilan masing-masing.

Daftar Pustaka :

Muhsin, M. A. (2016). The Effectiveness of Positive Feedback in Teaching Speaking Skill. Lingua Cultura, 10(1), 25-30. http://dx.doi.org/10.21512/lc.v10i1.873

Referensi

Dokumen terkait

Maluku Maya Mandiri adalah bahan baku yang dalam proses. pengolahannya terdapat pengurangan berat secara nyata selama dan

Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tanjung Jabung Timur terdiri atas: kawasan pemanfaatan Umum yang meliputi zona perikanan tangkap, zona perikanan

Apabila dilihat dari masih banyaknya permasalahan yang ada di wilayah pesisir Bandar lanmpung, manajemen atau pengelolaan wilayah pesisir yang dilakukan masihsangatlah kurang

Dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, pasal 7 ayat 1 berbunyi “kewenangan daerah untuk

[r]

Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kementerian

Penerapan multi-threading dalam pengolahan citra bukanlah hal yang baru, aplikasi- aplikasi pengolahan citra komersil telah menggunakan teknik ini untuk mempercepat