• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi Kebijakan Moneter dan pengaruhnya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ekonomi Kebijakan Moneter dan pengaruhnya"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Nama Kelompok:

Anggun Puspa Regita

Asri Novianti

Aulia Friwidya Putri

Lia Endah Nur Pangestika

Majidah Hasna

(2)

Tujuan Kebijakan moneter

Menjaga kestabilan ekonomi, artinya pertumbuhan

arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.

Menjaga kestabilan harga, artinya harga suatu

barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar.

Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran

(medium of exchange) dalam perekonomian.

Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan

likuiditas perekonomian dan stabilitas tingkat harga.

Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka

(3)

Membantu pemerintah melaksanakan

kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.

Meningkatkan kesempatan kerja. Pada saat

perekonomian stabil, pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.

Memperbaiki neraca perdagangan kerja

(4)

Jalur Pembuatan Keputusan Kebijakan Moneter

(5)

Peran Bank Indonesia dalam Kebijakan Moneter

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi.

(6)
(7)

Politik Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan atau menurunkan cadangan minimum yang harus dipenuhi oleh bank umum dalam mengedarkan atau memberikan kredit kepada masyarakat.

 

Ketika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar maka pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Jika bank sentral menurunkan cadangan kas, berarti  bank sentral ingin menambah jumlah uang yang beredar. Dalam hal ini bank-bank umum diberi kesempatan untuk dapat mengedarkan uang lebih banyak.

 

Sebaliknya, ketika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka  pemerintah menaikkan rasio cadangan wajib. Hal ini terjadi karena dengan naiknya cadangan kas berarti bank umum harus lebih banyak menahan uang tunai untuk tidak diedarkan.

(8)

Syarat kredit

Ketika bank memberikan pinjaman uang kepada nasabah, bank tentu saja mengharapkan uangnya kembali. Karenanya, untuk memperkecil risiko (uangnya tidak kembali, sebagai contoh), dalam memberikan kredit bank harus mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan itikad baik (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay) nasabah untuk melunasi kembali pinjaman beserta bunganya. Hal-hal tersebut terdiri dari Character (kepribadian), Capacity (kapasitas), Capital (modal), Colateral (jaminan), dan Condition of Economy (keadaan perekonomian), atau sering disebut sebagai 5C (panca C).

Karakter

(9)

Kapasitas

Kapasitas adalah berhubungan dengan kemampuan seorang debitur untuk mengembalikan pinjaman. Untuk mengukurnya, kreditur dapat meneliti kemampuan debitur dalam bidang manajemen, keuangan, pemasaran, dan lain-lain.

Modal

(10)

Jaminan

Jaminan dibutuhkan untuk berjaga-jaga seandainya debitur tidak dapat mengembalikan pinjamannya. Biasanya nilai jaminan lebih tinggi dari jumlah pinjaman.

Kondisi ekonomi

(11)

Referensi

Dokumen terkait

dari bank sentral untuk dapat secara langsung mempengaruhi jumlah uang yang. beredar , melalui penetapan tingkat bunga, pengeluaran kredit,

Semua upaya atau tindakan bank sentral untuk mempengaruhi perkembangan moneter (uang beredar, suku bunga, kredit dan nilai tukar) untuk mencapai tujuan

Menurut Nopirin: kebijakan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter (biasanya bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan kredit

Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat menciptakan uang baru, dengan cara mengeluarkan uang kertas baru melalui pinjaman dari Bank Sentral berupa kredit kepada pemerintah,

• Menjaga Stabilitas Harga untuk Mengurangi Inflasi Jumlah uang beredar dalam masyarakat memberi pengaruh pada tingkat harga yang berlaku.. • Meningkatkan Kesempatan Kerja

Kebijakan moneter adalah semua upaya atau tindakan Bank Sentral dalam mempengaruhi perkembangan variabel moneter (uang beredar, suku bunga, kredit dan nilai tukar) untuk

pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk

Adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government security). Bank sentral dapat