• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rheumatoid Arthritis - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rheumatoid Arthritis - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 9 No. 1 Buletin Rasional

Rasional

M e d i a i n f o r m a s i p e r e s e p a n r a s i o n a l b a g i t e n a g a k e s e h a t a n I n d o n e s i a Volume 9, Nomor 1

Juni 2011 ISSN 1411 - 8742

Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis (RA)

adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi, misalnya jari-jari tangan, pergelangan tangan, sendi bahu, sendi lutut, dan panggul; umumnya bengkak dan selalu simetris, yang artinya mengenai sendi kanan dan kiri secara bersamaan. Darmawan et al pada tahun 1993 dalam penelitiannya menyebutkan prevalensi RA di Indonesia 0,2% untuk penduduk di daerah pedesaan dan 0,3% untuk penduduk di daerah kota. Prevalensi penyakit rematik di Indonesia saat ini belum diketahui secara pasti.

Penegakkan diagnosis RA berdasarkan (i) pemeriksaan fisik terhadap semua jari-jari, pergelangan tangan, siku, bahu, dan lutut dengan seksama sesuai

kriteria American College of

Rheumatology (ACR), (ii) pemeriksaan biomarker inflamasi, misalnya: Laju Endap Darah (LED), C-reactive protein (CRP), dan (iii)

pemeriksaan auto antibody,

misalnya: rheumatoid factor (RF) dan anti cyclic citrullinated peptide (Anti CCP). Tinjauan klinis penyakit rheumatoid arthritis akan dibahas lebih lengkap dalam artikel bulletin RASIONAL yang ditulis oleh dr. Ketut Martiana, Sp.OT, FICS.

Penegakan diagnosis dini sangatlah penting karena kerusakan sendi justru terjadi pada tahun pertama perjalanan penyakit. Pemberian terapi yang lebih intensif pada penyakit RA dini berguna untuk meminimalkan kerusakan struktural sendi. Tujuan utama terapi RA yang lain adalah meniadakan atau mengurangi rasa nyeri dan bengkak pada sendi. Beberapa golongan obat yang digunakan dalam penata-laksanaan RA, antara lain: (i) Disease-Modifying Antitheumatic Drug (DMARD), (ii) obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (AINS), dan (iii) kortikosteroid. Penatalaksanaan RA yang ditulis oleh Eko Setiawan, S.Farm., Apt. membahas tentang efektivitas dan keamanan ketiga golongan obat tersebut menurut bukti penelitian dan pedoman terapi terkini. Sedangkan Anakinra, obat

golongan recombinant Human

Interleukin-1 Receptor Antagonis, yang merupakan terapi terbaru dalam penatalaksanaan RA akan diulas oleh Bobby Presley, S.Farm., M.farm-Klin., Apt. (fa)

Daftar pustaka:

1. Darmawan J, Muirden KD, Valkenburg, Wigley RD. The epidemiology of rheumatoid arthritis in Indonesia. Rheumatology. 1993;32(7):537-40.

Topik edisi ini:

Editorial 2

Terapi 3 - 8

- Recombinant Human

Interleukin-1 Receptor Antagonist (Anakinra) sebagai Terapi Rheu-matoid Arthritis

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan pengetahuan usia lanjut dalam mengatasi rheumatoid arthritis dan sikap usia lanjut dalam mengatasi rheumatoid arthritis di Kelurahan

Since rheumatoid arthritis is a systemic disease, it often affects extra-articular tissues throughout the body including the skin, blood vessels, heart, lungs, and

The article also makes a case for the early treatment of rheumatoid arthritis since research had already established the efficacy of modern drugs for relieving the pain and

Based on the research conducted on rheumatoid arthritis rats treated with extract of brown seaweed ( Sargassum sp.), it was found that seaweed extract therapy ( Sargassum sp.)

Hubungan Self Management dengan Kualitas Hidup Penderita Rheumatoid Arthritis Berdasarkan penelitian diketahui bahwa dari 50 responden memiliki Self Management yang kurang dan

LIST OF TABLES TABLE TITLE PAGE CHAPTER 1 INTRODUCTION 1.1 The 1987 revised criteria for the diagnosis of rheumatoid arthritis 5 1.2 Proin:flammatory cytokines in rheumatoid

serum C-reactive protein CRP tended to have a low Table 1: Summary of Novel Therapeutic Targets in Rheumatoid Arthritis Therapeutic target Mode of Action Molecular regulation Agents

Keywords: Early diagnosis; Arthritis, rheumatoid Factors associated with time to diagnosis from symptom onset in patients with early rheumatoid arthritis Soo-Kyoung Cho1,2, Dam