S SDT 1103196 Abstract

Teks penuh

(1)

Neng Iramaya, 2015

IBING PENCAK PADA PERTUNJUKAN LAKON TOPENG PENDUL DI KABUPATEN KARAWANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Ibing Pencak pada Pertunjukan Lakon Topeng Pendul di Kabupaten Karawang. Kesenian ini merupakan kesenian khas dari Kabupaten Karawang yang merupakan kesenian yang digunakan dalam pesta panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang ragam gerak Ibing Pencak pada Pertunjukan Lakon Topeng Pendul dan akan membahas tentang penyajian ibing pencak pada pertunjukan lakon Topeng Pendul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif analisis dengan menggunakan pendekatan Kualitatif, dengan tujuan untuk memberi gambaran yang faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan ciri khas tertentu dalam objek penelian. Kesenian ini berdiri kurang lebih pada tahun 1900 di Kabupaten Karawang. Kesenian Ibing Pencak pada pertunjukan lakon Topeng Pendul pada awalnya digunakan sebagai pesta panen, namun dengan perkembangan zaman mengalami berbagai perubahan agar tetap bisa menjaga eksistensi dari kesenian Topeng Pendul.

(2)

Neng Iramaya, 2015

IBING PENCAK PADA PERTUNJUKAN LAKON TOPENG PENDUL DI KABUPATEN KARAWANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT

The name of this research is Ibing Pencak Pada Pertunjukan Topeng Pendul di Karawang. This art is a typical art of Karawang regency which is used in the art harvest festival. This study aims to find out about the range of motion in the Ibing Pencak Pada Pertunjukan Topeng Pendul and will discuss the presentation of the performing arts ibing Mask pendul play. The method used in this research is descriptive method of analysis using qualitative approach, in order to provide factual and accurate

picture of the facts and specific characteristics in the object penelian. This art stands approximately in 1900 in Karawang. The art of Ibing Pencak Pada Kesenian Topeng Pendul was originally used as a harvest festival, but with the times undergone changes in order to remain able to maintain the existence of Kesenian Topeng Pendul.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...