• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuransi dan Reasuransi Syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Asuransi dan Reasuransi Syariah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DASAR HUKUM USAHA

PERASURANSIAN

UU No.2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian

PP No. 73 Tahun 1992 Tentang Penyelenggaraan

Perasuransian

PP No. 63 Tahun 1999 Tentang Perubahan PP

No.73 Tahun 1992.

PP No. 39 tahun 2008 Tentang Perubahan atas PP

73 Tahun 1992.

(3)

DASAR HUKUM USAHA

PERASURANSIAN SYARI’AH

Pasal 1 ayat (5): “Unit Syari’ah adalah unit kerja di kantor pusat

Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Reasuransi yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang dan/atau kantor pemasaran yang

menjalankan usaha berdasarkan prinsip syari’ah”

Pasal 2A ayat (2): “Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat

menyelenggarakan seluruh usahanya berdasarkan prinsip syariah”

Pasal 2 A ayat (3): Perusahaan Asuransi sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dapat menyelenggarakan sebagian usahanya berdasarkan prinsip syariah dengan membentuk unit syariah”

Fatwa DSN-MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum

Asuransi Syariah.

Fatwa DSN-MUI Nomor 51/DSN-MUI/III/2006 Tentang akad Mudharabah

musyarakah pasa Asuransi Syariah.

Fatwa DSN-MUI Nomor 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah bil Ujrah

pada Asuransi dan Reasuransi Syariah.

Fatwa DSN-MUI Nomor 53/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Tabrru pada

(4)

PENGERTIAN ASURANSI

KONVENSIONAL

SYARIAH

Perjanjian antara dua pihak

atau lebih, dimana pihak

Penanggung menerima premi asuransi untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan , atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang

timbul dari peristiwa yang tidak pasti, atau untuk pembayaran yang didasarkan atas meningal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. (Pasal 1 angka 1)

Usaha saling melindungi

dan tolong menolong di

antara sejumlah

orang/pihak melalui

investasi dalam bentuk

aset dan/atau tabarru’

yang memberikan pola

pengembalian untuk

menghadapi resiko

(5)

PERBEDAAN ASURANSI KONVENSIONAL DAN

ASURANSI SYARIAH

KONVENSIAONAL

SYARIAH

Akadnya adalah transfer resiko

dari tertanggung kepada

penanggung (perusahaan asuransi).

Premi yang disetor tertanggung

menjadi milik penanggung.

Perusahaan asuransi (penanggung)

dapat menginvenstasikan premi yang disetor secara bebas.

Perusahaan asuransi mejadi pemilik

premi sehingga semua keuntungan dari premi yang diinvestasikan

menjadi milik perusahaan asuransi.

Tertanggung jika menghentikan

premi sebelum batas waktu yang disepakati hanya berhak

memperoleh jumlah yang ditentukan oleh perusahaan asuransi.

Mengandung gharar, maysir, dan

riba.

Akad tabarru’ (hibah) dan/ atau

tijarah (mudharabah).

Premi yang disetor milik

tertanggung kecuali yang dihibahkan.

Perusahaan Asuransi hanya dapat

menginvestasikan premi terhadap usaha-usaha yang dibolehkan syara.

Perusahaan asuransi sebagai

mudharib, wakil sehingga

keuntungan yang diperoleh dari investasi premi dibagi antara tertanggung dengan perusahaan asuransi sesuai kesepakatan.

Tertanggung jika menghentikan

premi sebelum batas waktu yang disepakati berhak memperoleh jumlah yang disetor ke perusahaan asuransi. Kecuali yang dihibahkan.

Tidak mengandung gharar, maysir,

(6)

JENIS USAHA ASURANSI

KONVENSIONAL

SYARIAH

Asuransi kerugian

(

General Insurance

)

Asuransi jiwa (

Life

Insurance

)

Asuransi sosial

Asuransi kerugian

(

General Insurance

)

Asuransi jiwa (

Life

(7)

REASURANSI

KONVENSIONAL

SYARIAH

Akad pertanggungan

ulang terhadap risiko

yang dihadapi oleh

perusahaan asuransi

kerugian dan atau

perusahaan asuransi jiwa

(Pasal 1 angka 7).

Akad pertanggungan

ulang terhadap risiko

yang dihadapi oleh

perusahaan asuransi

kerugian dan atau

perusahaan asuransi jiwa

yang berdasarkan

Referensi

Dokumen terkait

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung ka- rena kerugian, kerusakan atau

premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggungjawab hukum kepada pihak

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2(dua) pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi

tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul,.. kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga

Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk

“ asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi,

Asuransi adalah suatu persetujuan, dimana penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan mendapatkan premi, untuk mengganti kerugian karena kehilangan,

Asuransi atau pertanggungan merupakan perjanjian antara dua pihak penanggung kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena