• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehadiran televisi lokal yang membawa spirit otonomi daerah, sangat dirasakan dampak kehadirannya sebagai warna baru dunia penyiaran di Indonesia. Berbagai daerah selama ini disadari kurang optimal diangkat dalam media televisi nasional, sehingga dengan kehadiran televisi lokal, potensi yang ada di masing-masing daerah dapat diangkat dalam siaran-siaran yang ada pada televisi lokal tersebut.

Tayangan-tayangan yang bermaterikan sosial, budaya, pariwisata, ekonomi, dan unsur kedaerahan lainnya tentunya menjadi suatu kebutuhan bagi seluruh lapisan masyarakat tersebut, demi optimalisasi pembangunan setempat. Fenomena kehadiran televisi lokal juga terlihat di Surabaya. Pada tahun 2008, tercatat ada 16 stasiun televisi lokal yang telah mengudara di Surabaya. Banyaknya stasiun televisi itu akhirnya mengakibatkan bentrok udara di Surabaya antara stasiun televisi yang ada akibat tumpukan frekuensi yang mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menikmati televisi. Bentrokan tersebut terjadi karena 16 stasiun televisi lokal memperebutkan tiga kanal televisi yang masih tersedia (“Fenomena kehadiran televisi lokal”, 16 Juni 2008).

Akibat bentrok udara yang mengakibatkan ketidaknyamanan dari para pemirsa televisi itu mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap stasiun-stasiun televisi lokal yang ada di Surabaya sehingga sampai dengan 14 Juli 2009 tercatat hanya 10 televisi lokal Surabaya yang telah lolos FRB atau Forum Rapat Bersama (“Forum rapat bersama”, 14 Juli 2009). FRB merupakan tahapan perizinan di tingkat pusat untuk memutuskan alokasi frekuensi dan masa uji coba siaran bagi lembaga penyiaran yang sebelumnya telah lolos EDP di daerah asal. Pelaksanaan FRB dipimpin langsung oleh Direktur Usaha Penyiaran, SKDI Depkominfo dan dihadiri Komisioner KPI Pusat, Ditjen Postel Depkominfo, Balmon kelas II Surabaya, Dinas Kominfo Jatim, dan lima komisioner KPID Jatim. Kesepuluh stasiun televisi yang telah lolos FRB tersebut adalah Arek TV, TV Anak space toon Surabaya, Matahari Nusantara televisi, JTV

(2)

Surabaya, SBO TV, Surabaya televisi, Pasuruan Televisi, BBS TV, MH TV dan BC Chanel (“sepuluh stasiun televisi yang lolos FRB”, 14 Juli 2009).

Untuk Surabaya, share total pemirsa (usia 5 tahun ke atas) TV lokal di Surabaya mencapai 1,3%. Di Surabaya, TV nasional tampak masih lebih dominan dibandingkan TV lokal dengan share pemirsa sebesar 98,4%. Selain program khas lokal, beberapa film import juga menjadi tontonan yang mendapat perhatian pemirsa di Surabaya Kepemirsaan TV lokal tertinggi di Surabaya terjadi pada pukul 12.00-12.59. Pada paruh waktu ini, program yang paling banyak ditonton adalah program singkat, hiburan musik dan infotainment (AGB Nielson, Januari 2008). Dengan kombinasi tayangan lokal dan asing, pemirsa TV lokal di Surabaya adalah laki-laki, usia 5-19 dan 30-39 tahun, dan berstatus kelas menengah atas. Sementara itu untuk acara televisi yang paling banyak ditonton adalah acara entertainment atau hiburan. Datanya dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 1.1. Persentase Jam Tayang dan Menonton Televisi

Sumber : ABN Nielson Media Research (2009)

Pengambilan data dilakukan pada periode 2008 vs. 2009 dengan target pemirsa: Usia 5 tahun ke atas. Tempat pengambilan data adalah di beberapa kota

(3)

besar yang meliputi Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa secara umum pada tahun 2009, porsi tayangan hiburan (seperti reality show, musik, variety show, kuis, dll) dan berita di stasiun TV l adalah yang terbesar, yaitu 21% dari total jam tayang. Porsi ini meningkat 3% dibandingkan tahun 2008. Sebaliknya, porsi tayang program informasi berkurang 2%, sementara porsi tayang film dan serial masing-masing turun 1%. Tahun 2009, penonton terlihat menambah porsi menonton program hiburan sebanyak 4% dan berita sebanyak 2% dari total jam menonton mereka. Sebaliknya porsi menonton serial dan film turun masing-masing 2%. Namun, porsi menonton terbesar pemirsa diberikan untuk program hiburan (25%) dan serial (24%).

Salah satu dari sepuluh stasiun televisi yang telah lolos FRB seperti telah disebutkan adalah SBO TV. SBO TV atau Suroboyo TV adalah stasiun televisi lokal yang di Surabaya, Jawa Timur. SBO mempunyai kantor pusat di Graha Pena Surabaya, dan merupakan stasiun televisi di bawah PT Surabaya Televisi Indonesia, salah satu anak perusahaan Grup Jawa Pos. Stasiun televisi ini mulai mengudara pada tanggal 30 Mei 2007. SBO TV mengudara setiap hari pada pukul 05.30-01.00 WIB, pada saluran 36 UHF (Surabaya dan sekitarnya), 55 UHF (Pasuruan, Malang, Kediri dan Nganjuk), serta 26 UHF (Madiun, Tuban, Bojonegoro, Magetan, dan Jember). Musik dan hiburan merupakan dua acara yang menjadi andalan SBO TV Surabaya dan ini sesuai dengan tipe program yang selama ini banyak ditonton oleh masyarakat, yaitu entertainment (Tabel 1.1).

Keberadaan stasiun-stasiun televisi lokal tersebut merupakan satu bukti bahwa industri media di Indonesia semakin mengalami kemajuan akan tetapi di balik itu persaingan di antara stasiun televisi tersebut semakin ketat, karena selain berebut pemirsa dengan stasiun televisi lokal, stasiun televisi nasional juga harus berebut pemirsa dengan televisi nasional. Untuk itulah SBO TV harus menerapkan strategi pemasaran yang tepat sehingga akan mampu eksis dan bersaing dengan stasiun televisi yang lain.

Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh para pemain televisi lokal adalah strategi komunikasi pemasaran melalui iklan. Iklan menjadi salah satu aspek dari bauran pemasaran yang menentukan keberhasilan stasiun televisi dalam

(4)

melakukan bisnisnya. Banyaknya stasiun televisi lokal yang ada di Surabaya ditambah dengan beberapa stasiun televisi nasional akan menjadikan SBO TV tidak dikenal dalam benak konsumen ketika SBO TV tidak mampu melakukan komunikasi pemasaran yang baik kepada konsumen yang menjadikan SBO TV dikenal oleh pemirsa televisi dan acara-acara yang disiarkan oleh SBO TV juga disukai oleh para pemirsa televisi.

Oleh karena itu, dalam penelitian akan dirancang sebuah komunikasi pemasaran dengan iklan untuk SBO TV melalui media Billboard. Pemilihan media Billboard ini didasarkan pada kenyataan bahwa dewasa ini, selain periklanan melalui media cetak berupa harian dan media elektronik berupa televisi, maka saat ini juga banyak sekali bermunculan iklan-iklan Billboard dengan ukuran yang relatif besar dan desain yang sangat menarik. Di sepanjang jalan masyarakat banyak disuguhi tampilan Billboard dengan beragam gambar, desain, dan warna. Di Surabaya, ada sekitar 3000 papan reklame terpasang di titik yang alokasi semestinya hanya 100 titik. Meningkatnya minat perusahaan terhadap media ini dengan alasan bahwa media ini dapat digunakan sebagai sarana reminder bagi konsumen dan ukuran papan reklame yang besar dengan dilengkapi gambar atau foto sangat memungkinkan media itu memiliki karakter reminder dan eyecatcher (Surya, 24 Desember 2008).

Billboard sebagai media komunikasi pemasaran dengan tampilannya yang besar dan mencolok, beserta elemen-elemen yang menunjang terbentuknya Billboard diharapkan akan berperan secara efektif, yaitu memberikan evaluasi rekognisi dan recall, reaksi emosional, reaksi psikologis, dan dampak persuasi (Suyanto, 2004, p.22). Dengan demikian pesan iklan yang disampaikan akan dapat diterima oleh khalayak sesuai dengan tujuan penyusunan iklan tersebut.

Tema iklan yang akan diangkat dalam penelitian ini sama dengan slogan SBO TV, yaitu ”Spirit of Surabaya”. Pengambilan tema iklan “Spirit of Surabaya” adalah untuk lebih menguatkan positioning SBO TV sebagai televisi lokal yang menyuguhkan musik dan hiburan yang paling tepat bagi anak muda dan orang yang berjiwa muda di Surabaya dan menjadi televisi lokal yang menyuguhkan informasi tentang kota Surabaya yang paling lengkap.

(5)

1.2 Perumusan Masalah

Dari pembahasan latar belakang masalah, dapat dirumuskan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini, yaitu:

“Apakah konsep iklan Billboard SBO TV dengan tema “Spirit of Surabaya” sudah efektif?”

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian, maka tujuan marketing plan ini adalah untuk mengetahui apakah iklan Billboard SBO TV dengan tema “Spirit of Surabaya” sudah efektif.

1.4 Gantt Chart

Tabel 1.2. Gantt Chart CPBC

No Aktivitas Bulan

September Oktober November Desember Januari Februari

1 Pembuatan Gambaran Awal, tentang pertelevisian di Surabaya, SBO TV, dan SWOT SBO TV 2 Pembuatan konsep STP 3 Pengumpulan data STP 4 Analisa data STP 5 Pembuatan konsep Rebranding 4 Pengumpulan data Rebranding 5 Analisa data Rebranding

(6)

Tabel 1.2. Gantt Chart CPBC (sambungan)

No Aktivitas Bulan

September Oktober November Desember Januari Februari

7 Pembuatan konsep Creative 8 Pengumpulan data Creative 9 Analisa data Creative 10 Pembuatan logo, konsep acara dan iklan 11 Penulisan laporan dan asistensi 12 Ujian dan Revisi laporan

Tabel 1.3. Gantt Chart Tugas Akhir

No Aktivitas Bulan

Januari Februari Maret April Mei Juni

1 Penyusunan bab 1 dan 2 1 PENDAHULUAN Latarbelakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Gantt Chart LANDASAN TEORI Landasan Teori Penelitian Terdahulu Hubungan Antar Konsep Kerangka Konseptual Kerangka Penelitian 2 Asistensi bab 1 dan 2 3 Revisi bab 1 dan 2 4 Pembuatan bab 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Company Profile Brand Communication Project 5 Asistensi bab 3

(7)

Tabel 1.3. Gantt Chart Tugas Akhir (sambungan)

No Aktivitas Bulan

Januari Februari Maret April Mei Juni

4 Pembuatan bab 4 METODOLO GI PENELITIAN Jenis Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data 5 Asistensi bab 4 7 Pengumpulan data pelengkap 8 Wawancara dengan responden 9 Pembuatan bab 5 dan 6 ANALISA DATA Deskripsi Penggalian Data Deskripsi Profil Informan Deskripsi Analisis Data Efektivitas Iklan Billboard SBOTV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran 10 Asistensi bab 5 dan 6 11 Revisi bab 5 dan 6 12 Pembuatan laporan tugas akhir lengkap

Gambar

Tabel 1.1.  Persentase Jam Tayang dan Menonton Televisi
Tabel 1.2. Gantt Chart CPBC
Tabel 1.3. Gantt Chart Tugas Akhir
Tabel 1.3. Gantt Chart Tugas Akhir (sambungan)

Referensi

Dokumen terkait

Dapat diidenti fi kasi beberapa poin yang menyebabkan terjadinya penurunan motivasi petani untuk merawat kebun. Penyebab tersebut terdiri dari kurangnya pengetahuan petani

Pada tahun 2006 yang sedang berjalan ini, langkah tindak lanjut di sektor pertanian yang sedang dan akan terus dilakukan adalah memfokuskan pada upaya-upaya untuk : (1)

Rumusan KHI pasal 4 di atas juga lebih tegas menyatakan bahwa Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum Islam. Dengan rumusan ini maka nikah siri bisa saja dianggap

Mau’du adalah isim maf’ul dari kata wa;dhaa yadha wadha’a yang secara bahasa berarti al-shiqod (meletakan atau menyimpan) (mengada-ngada atau yang dibuat-buat),dan menurut istilah

Interpretant (Pengguna Tanda) adalah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu dan makna yang ada dalam bentuk

Karakteristik tumbuhan hiperakumulator adalah: (i) Tahan terhadap unsur logam dalam konsentrasi tinggi pada jaringan akar dan tajuk; (ii) Tingkat laju penyerapan unsur dari tanah

Hasil analisis menunjukkan bahwa dari aspek fisika maupun termohidrolika serta keselamatan, teras kompak TK-2 and TK-4 dapat diterapkan sebagai teras kompak alternatif RSG-GAS..

Tandan yang dipotong adalah tandan buah telah memenuhi kriteria matang panen, apabila tandan buah segar (TBS), berondolan sudah jatuh 3-5 butir di piringan maka pemotongan buah