• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS. : SMP-K Permata Bunda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS. : SMP-K Permata Bunda"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS

Sekolah

: SMP-K Permata Bunda

Mata Pelajaran

: Pendidikan Agama Katolik

Kelas / semester

: VIII / genap

Standar Kompetensi : Memahami pribadi Yesus Kristus dan konsekuensi perjuangan-Nya dalam upaya mengikuti dan mewujudkan nilai-nilai

kerajaan Allah dalam hidup menggereja dan memasyarakat.

N O KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK PENGALAMAN BELAJAR

INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BAHAN 1. Memahami peranan Roh Kudus sebagai daya hidup setiap orang dalam mengembangkan hidup bersama sebagai murid-murid Yesus Yesus mengutus Roh Kudus

 Menyanyikan lagu bertema Roh Kudus, misalnya “Datanglah Ya Roh Pencipta”

 Merumuskan makna lagu berkaitan dengan penghayatan akan kehadiran Roh Kudus  Mendiskusikan cerita tentang

orang yang berani memberi kesaksian atau orang yang tidak berani memberi kesaksian, misalnya cerita: ”Saksi”, dengan mengungkapkan beberapa hal berikut: alasan menjadi berani atau orang takut menjadi saksi atas peristiwa yang menimpa orang lain, memberi contoh yang dialami?

 Pleno dan rangkuman bersama tentang pengalaman memberi kesaksian

 Mendiskusikan makna kehadiran Roh Kudus bertolak dari kutipan Yoh 14:15-20; Yoh 15:4-11; Kis 2:1-13, dengan mengungkapkan: isi janji Yesus, istilah apa saja yang setara dengan Roh Kudus, harapan Yesus tentang kehidupan para rasul setelah Roh Kudus ada

 Menjelaskan alasan seseorang takut memberi kesaksian

 Menceritakan kembali kisah kehadiran Roh Kudus atas para rasul dalam peristiwa

Pentakosta dalam bahasa sendiri

 Menjelaskan pengaruh daya Roh Kudus dalam diri para rasul

 Membuat gambar untuk melukiskan peristiwa Pentakosta Tes lisan/ tertulis:  Menjelaskan alasan seseorang takut memberi kesaksian.  Menjelaskan pengaruh daya Roh Kudus pada para rasul saat Pentakosta. Unjuk karya:  Melukis peristiwa Pentakosta Unjuk kerja:  Menceritakan kembali kisah Pentakosta. 4X40 menit

Cerita

“Saksi”

Lagu

“Datan

glah Ya

Roh

Pencipt

a”

Yoh

14:15-20; Yoh

15:4-11; Kis

2:1-13,

Komkat

KWI,

Pendidi

kan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

(2)

Roh Kudus mempersa tukan murid Yesus

dalam diri mereka, tanda yang menyertai kehadiran Roh Kudus dalam peristiwa Pentakosta, sejauhmana Roh Kudus masih berkarya dalam kehidupan Gereja sekarang

 Pleno dan rangkuman bersama  Membuat gambar untuk

melukiskan peristiwa Pentakosta  Merefleksikan tentang berbagai

kekhawatiran yang menghambat pengembangan diri serta memohon bantuan Roh Kudus agar dapat keluar dari segala kekhawatiran yang dimiliki

 Menyanyikan lagu bertema Roh Kudus yang mempersatukan atau persatuan Gereja, misalnya ”Bapa Karya-Mu Agung Perkasa”  Mendemostrasikan pentingnya

persatuan, dengan menggunakan permainan sapu lidi

 Merumuskan makna yang bisa diperoleh dari demonstrasi permainan sapu lidi

 Diskusi dalam kelompok kecil untuk mencari contoh persekutuan, unsur yang menjadi perekat persekutuan, dan upaya mengembangkan kehidupan persekutuan agar makin kuat  Pleno dan rangkuman bersama  Merumuskan makna teks Ef

4:1-7.11-16 dengan mengungkapkan: unsur perekat kesatuan para murid Yesus, dampak kesatuan para murid bagi sesama yang dilayani

 Menjelaskan unsur-unsur yang mempersatukan Gereja sebagaimana ditunjukkan dalam Ef 4:1-7  Membandingkan peranan unsur-unsur yang mempersatukan Gereja pada masa lalu dengan kenyataan dalam Gereja saat ini Tes lisan/tertulis:  Menguraikan unsur yang mempersatuka n Gereja.  Membandingk an unsur pemersatu Gereja perdana dengan Gereja sekarang . 2X40 menit

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogyak

arta

 Lagu “Bapa Karya-Mu Agung”  Sapu lidi untuk permaina n/ demosntr asi  Lagu “ Ut Omnes Unum Sint”  Ef 4:1-7.11-16

Komka

t KWI,

Pendid

ikan

(3)

Memahami Gereja sebagai persekutuan murid-murid Yesus yang terdiri atas rupa-rupa karunia

Gereja Sebagai Persekutuan

 Membandingkan penghayatan Roh Kudus sebagai unsur perekat kesatuan murid Yesus pada masa lalu dengan pada masa sekarang:  Pleno dan rangkuman bersama Menyanyikan lagu bertema persatuan dalam Gereja, misalnya lagu”Ut Omnes Unum Sint”

 Menyanyikan lagu bertema Gereja sebagai persekutuan, misalnya lagu ”Keluarga Allah”  Melakukan permainan dalam

kelompok kecil untuk merangkai gambar/puzzle

 Mensharingkan makna permainan dengan mengungkapkan

pengalaman paling menarik dalam kerja kelompok, keterlibatan anggota kelompok, perasaan yang muncul saat mengerjakan tugas dalam kelompok

 Merumuskan ciri-ciri sebuah kumpulan disebut persekutuan  Merumuskan ciri-ciri kehidupan

sebagai persekutuan serta aktivitas yang dilakukan dalam persekutuan berdasarkan kutipan Kis 2:41-47  Membuat refleksi tertulis tentang

pengalaman menghayati hidup Gereja sebagai persekutuan,

 Menyebutkan kegiatan umat Gereja Perdana seperti dikisahkan dalam Kis. 2:41-47

 Menjelaskan ciri-ciri Gereja sebagai

persekutuan berdasarkan imterpretasi terhadap Kis. 2:41-47

 Menyebutkan contoh wujud kehidupan Gereja sebagai persekutuan di masa sekarang Membuat refleksi tertulis tentang pengalaman menghayati hidup Gereja sebagai persekutuan Tes lisan/ tertulis:  Menyebutkan kegiatan Gereja perdana.  Menjelaskan ciri persekutuan dalam Gereja Perdana.  Memberi contoh perwujudan persekutuan dalam Gereja sekarang. Unjuk karya:  Membuat refleksi 2X40 menit

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogya

karta

 Lagu ”Keluarg a Allah”  Potongan gambar/ puzzle untuk dinamika kelompo k  Kitab Suci: Kis. 2:41-47

Komkat

KWI,

Pendidika

n Agama

Katolik

untuk

SMP,

(4)

Keanggotaan Gereja

dengan mengungkapkan beberapa hal berikut:

a) Suka duka hidup dalam persekutuan Gereja b) Kerprihatinan dan harapan

Gereja sekarang

c) Akar permasalahan dan upaya pemecahan atas keprihatinan persekutuan Gereja

Doa penutup

 Doa/Nyanyian Pembukaan

 Melakukan permainan

”Ting-Dor-Tong-Teng”

 Membuat daftar nilai-nilai positif dan negatif yang ditemukan dalam permainan

 Rangkuman bersama atas nilai-nilai yang ditemukan dalam permainan

 Mendiskusikan makna kutipan 1 Kor 12: 12-18, Rm 12:4-5 dan LG artikel 9, berkaitan dengan pengertian Gereja sebagai Tubuh, relasi yang harusnya terjadi dalam pengertian Gereja sebagai Tubuh Kristus, perwujudan faham Gereja sebagai Tubuh Kristus dalam Gereja sekarang

 Pleno dan Informasi tentang Unsur-unsur keanggotaan Gereja beserta perannya

 Merenungkan bersama cerita ”Penari yang Tidak Menari”  Membuat simbol/gambaran kreatif

yang menggambarkan kesatuan Gereja Doa Penutup  Menyebutkan unsur-unsur anggota Gereja  Menjelaskan peran/tugas masing-masing anggota Gereja

 Menjelaskan makna dan tanggung jawab anggota Gereja berdasarkan Rm. 12:4-5; 1 Kor. 12:12-18 dan dokumen LG. 9 Membuat simbol/gambaran kreatif yang menggambarkan kesatuan Gereja, selain Gereja sebagai Tubuh tertulis tentang pengalaman menghayati hidup Gereja sebagai persekutuan. Tes lisan/ tertulis:  Menjelaskan keanggota an Gereja, peran/tugas dalam persekutuan, makna dan tanggung jawab anggota Gereja berdasarkan Rm. 12:4-5; 1 Kor. 12:12-18 dan dokumen LG. 9. Unjuk karya: Membuat gambar atau simbol Gereja. 2X40 menit

Buku

Guru dan

Siswa 2 B,

Kanisius –

Yogyakart

a

 Permaina n ”Ting- Dor- Tong-Teng”  Rm. 12:4-5; 1 Kor. 12:12-18  Dokumen LG artikel 9  Cerita “Penari yang Tidak menari” 

Komkat

KWI,

Pendidi

kan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

(5)

Memahami Gereja sebagai tanda dan sarana penyelamatan (sakramen) bagi semua orang Sakramen pada umumnya

 Doa / Nyanyian Pembukaan  Diskusi dalam kelompok kecil

untuk menemukan berbagai

simbol yang biasa dipergunakan dalam mengungkapkan keadaan atau peristiwa penting dalam masyarakat

 Pleno hasil diskusi dan rangkuman dan masukan dari guru tentang makna simbol

 Mendiskusikan salah satu contoh penggunaan simbol dan maknanya

dalam upacara adat Mitoni,

dengan memperhatikan tujuan

upacara, pihak-pihak yang hadir dan apa peran mereka dalam upacara tersebut

 Pleno dan rangkuman

 Mendiskusikan pengertian sakramen berdasarkan kutipan Luk 5:12-16, dengan memperhatikan: keyakinan yang mendasari, tanda yang dipakai dalam peristiwa tersebut, dampak/ tanggapan orang yang menerimanya

 Rangkuman dan masukan dari Guru

 Mendiskusikan pengertian Sakramen berdasarkan Dokumen Gereja Lumen ganetium artikel 1 dan artikel 9

 Rangkuman dan masukan dari Guru tentang pengertian Gereja sebagai sakramen dan sakramen dalam Gereja

 Menggambar simbol ketujuh sakramen dalam Gereja

Menyanyikan lagu ”Aku Rindu Akan Tuhan”

 Menjelaskan arti kata sakramen

 Menyebutkan tujuh sakraman dalam Gereja Katolik serta simbol yang dipakai

 Menjelaskan aspek-aspek simbolis dalam sakramen: antropologis, kristologis dan eklesiologis

 Menguraikan pengertian Gereja sebagai tanda dan

sarana keselamatan

berdasarkan LG 1 dan 9 Menggambar simbol ke tujuh sakramen Tes lisan/ tertulis:  Menjelaskan arti kata ”sakramen”.  Menyebutkan Sakramen yang dirayakan Gereja beserta simbol yang biasa dipakai.  Menjelaskan aspek-aspek simbolis dalam sakramen.  Menejelaskan pengertian Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan.. Unjuk karya:  Menggambar simbol 7 sakramen 2X40 menit  Teks tentang Upacara Mitoni  Lagu ”Aku Rindu Akan Tuhan”  Kitab Suci: Luk 5:12-16,  Teks Lumen Gentium art. 1 dan artikel 9

Komka

t KWI,

,

Pendid

ikan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s

Yogya

karta

(6)

Memahami macam-macam sakramen inisiasi beserta konsekuensi-nya dalam hidup menggereja Sakramen Baptis Sakramen Ekaristi  Doa/Nyanyian Pembukaan  Tanya jawab tentang pelajaran

sebelumnya

 Mendiskusikan contoh upacara Turun Ke Air, dengan

menguraikan: tujuan upacara, syarat yang perlu dipenuhi dalam upacara, kepercayaan yang mau diungkapkan dalam upacara, simbol yang dipergunakan  Rangkuman dan masukan dari

Guru

 Merumuskan pengertian sakramen Inisiasi dan maknanya.

 Mendiskusikan makna Sakramen Baptis dengan mempelajari kutipan Yoh 3:1-7,

 Rangkuman dan masukan dari Guru tentang makna Sakramen Baptis

 Merefleksikan kehidupan dirinya sebagai orang yang telah dibaptis Menyusun doa yang mengungkapkan hasil refleksi atas kehidupannya selama ini sebagai orang yang telah dibaptis

 Doa/Nyanyian Pembukaan  Mendiskusikan hal-hal yang

terdapat dalam pengalaman bersyukur, dengan

mengungkapkan: kapan biasa seseorang bersyukur, alasan atau motivasi bersyukur, yang dilakukan pada saat bersyukur, yang dirasakan pada saat mengikuti acara syukur  Pleno dan rangkuman

 Menyebutkan tahap-tahap inisiasi dalam Gereja  Menjelaskan makna

Sakramen Baptis  Menjelaskan tugas dan

perutusan yang diemban seseorang yang telah menerima Sakramen Baptis

 Menyusun doa yang mengungkapkan hasil refleksi atas kehidupannya selama ini sebagai orang yang telah dibaptis

 Menceritakan kembali kisah Perjamuan Malam Terakhir sebagai

perjamuan makan bersama yang dilakukan Yesus bersama para murid-Nya berdasarkan Luk. 21:14-23

 Menjelaskan hubungan antara pesan Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir dengan Tes lisan/ tertulis:  Menyebutkan tahap-tahap inisiasi dalam Gereja.  Menjelaskan makna sakramen Baptis dan tugas perutusan orang yang telah dibaptis.. Unjuk karya: Menyusun doa syukur atas baptisan Unjuk kerja:  Menceritakan kembali Kisah Perjamuan Malam Terakhir. Tes lisan/tertulis:  Menjelaskan kaitan antara 2X40 menit 2X40 menit  Teks kisah Upacara ”Turun Ke Air”  Buku Puji Syukur/ Madah Bakti  Yoh 3:1-7,

Komka

t KWI,

Pendid

ikan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

 Kisah Perjamua n Malam Terakhir Luk. 21:14-23  Cerita ”Pak Pedro”  Lagu ”Tuhan Semaya

(7)

Sakramen Krisma

 Merumuskan pesan Kitab Suci tentang makna Ekaristi sebagai Perjamuan berdasarkan Luk 22:14-23,

 Membandingkan hal-hal yang terjadi dalam Perjamuan Malam Terakhir dengan Perayaan Ekaristi dalam Gereja sekarang

 Diskusi kelompok untuk menjelaskan makna Perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup Gereja,

Menyebutkan sikap yang perlu dikembangkan dalam mengikuti Perayaan Sakramen Ekaristi  Pleno dan informasi dari guru

tentang makna sakramen Ekaristi  Merenungkan cerita yang

mengungkapkan pengalaman kesediaan berkorban demi orang lain, misalnya cerita ”Pak Pedro”  Membandingkan cerita dengan

makna Ekaristi sebagai korban  Membuat Refleksi pengalaman

dalam Mengikuti Perayaan Ekaristi  Membuat Tata Susunan Perayaan

Ekaristi

Menyanyikan lagu ”Tuhan Semayam di hatiku”

 Doa / Nyanyian Pembukaan  Menyimak kisah tentang

pelantikan seseorang yang

dianggap menjadi manusia dewasa, misalnya kisah ”Inisiasi Suku

Sakraman Ekaristi pada masa sekarang

 Menjelaskan makna Perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup Gereja

Membuat Refleksi

pengalaman dalam Mengikuti Perayaan Ekaristi

 Menyebutkan ciri-ciri orang yang disebut dewasa dalam beriman  Menjelaskan makna Perjamuan Malam Terakhir dengan Perayaan sakramen Ekaristi yang dilakukan Gereja sekarang.  Menguraikan pengertian Sakramen Ekaristi sebagai puncak dan sumber hidup Gereja.  Unjuk karya:  Membuat refleksi tertulis tentang pengalaman mengikuti Perayaan Ekaristi. Dalam kelompok membuat ringkasan Tata Perayaan Ekaristi. Tes lisan/ tertulis:  Mendeskripsik an ciri-ciri 2X40 menit m di hatiku”

Komka

t KWI,

Seri

Murid-murid

Yesus:

Persek

utuan

Murid-murid

Yesus,

Pendid

ikan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogya

karta

 Cerita tentang Upacara Inisiasi Suku

(8)

Memahami Sakramen Tobat sebagai tanda dan sarana

rekonsiliasi (perdamaian) antara manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya

Sakramen Tobat

Dani”

 Diskusi Kelompok untuk mendeskripsikan ciri-ciri orang yang disebut dewasa dan belum dewasa pada umumnya dan ciri-ciri orang yang disebut dewasa dan belum dewasa dalam kehidupan imannya

 Membaca dan mempelajari gagasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Sakramen Krisma yang terdapat dalam Buku Siswa

 Menyusun pertanyaan yang ingin disampaikan untuk mendapat pemahaman tentang Sakramen Krisma

 Menyusun karangan penilaian tentang sejauhmana remaja sekarang memperlihatkan kedewasaan imannya

 Menyanyikan lagu ”Daud Menari”

Berdoa bersama dari Puji Syukur No. 140 atau doa lain yang sesuai

 Doa/Nyanyian Pembukaan

 Menyimak cerita ”Godaan”

 Membandingkan pengalaman siswa mengalami godaan dengan cerita ”Godaan”

 Diskusi kelompok tentang: pengertian dosa, contoh perbuatan dosa, penyebab tindakan dosa, akibat perbuatan dosa, kebiasaan dalam masyarakat yang

mengungkapkan tobat  Pleno dan rangkuman

Sakraman Krisma  Menjelaskan konsekwensi

atas penerimaan Sakramen Krisma

 Memberi contoh tindakan kerasulan yang dapat dilaksanakan pada masa sekarang

Membuat karangan berisi penilaian tentang kedewasaan iman remaja sekarang

 Menyebutkan sebab-sebab manusia jatuh ke dalam dosa

 Menjelaskan akibat-akibat dosa

 Menjelaskan sikap Allah terhadap manusia yang berdosa seperti yang digambarkan dalam Luk. 15:11-32

 Menjelaskan makna sakramen tobat sebagai

orang yang dewasa dalam beriman.  Menjelasakan makna sakramen Krisma dan isi perutusan yang terkandung dalam sakramen Krisma.  Memberikan contoh kerasulan yang dapat dilakukan. Unjuk karya: Menyusun karangan tentang penilaian terhadap kedewasaan iman remaja sekarang Tes lisan/ tertulis:  Menyebutkan hal-hal yang mendorong manusia melakukan perbuatan dosa.  Menjelaskan akibat perbuatan 2X40 menit Dani  Lagu “Daud Menari”  Doa Puji Syukur No. 140

Komka

t KWI,

Pendid

ikan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogya

karta

 Cerita “Godaan ”  Luk 15:11-32  Doa tobat dan doa syukur atas pengamp unan

(9)

bersama- Membaca dan merenungkan perumpamaan Anak Yang Hilang dalam Luk 15: 11-32

 Diskusi kelompok

Membandingkan pengalaman si bungsu dengan pengalaman manusia berdosa, dengan mengamati beberapa hal berikut: a) Keadaan si bungsu saat masih

dekat dengan bapaknya - Keadaan manusia saat masih dekat dengan Allah

b) Keadaan sesudah si bungsu jauh dari bapaknya - Keadaan manusia sesudah berdosa dan jauh dari Allah

c) Yang dilakukan si bungsu setelah sadar akan kesalahan - Yang dilakukan manusia setelah sadar akan dosanya d) Sikap bapak si bungsu ketika

anaknya kembali - Sikap Allah terhadap manusia yang bertobat

e) Yang dilakukan bapak si bungsu ketika anaknya kembali – Yang dilakukan Gereja ketika pendosa bertobat  Pelno dan rangkuman

 Merumuskan pengertian tobat dan hambatan untuk melakukan pertobatan

 Rangkuman dan masukan dari Guru

 Membuat doa tobat dalam bahasa sendiri

sakramen rekonsiliasi berdasarkan Yoh. 20:19-23

 Menyusun doa tobat

dosa, sikap Allah terhadap manusia berdosa, dan makna sakramen tobat. Unjuk karya: Menyusun doa tobat sama dari Puji Syukur/ Madah Bakti  Lagu ”Kita Mesti Telanjan g” Ebiet G.A.D

Komkat

KWI,

Pendidi

kan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogyak

arta

(10)

Memahami makna Sakramen Pengurapan Orang Sakit sebagai wujud pendampingan Gereja terhadap orang yang menderita sakit Sakramen Pengurapan Orang Sakit  Doa/Nyanyian Pembukaan  Menyimak dan mendiskusikan

cerita ”Mengunjungi Orang Sakit”,  Mendiskusikan tentang perasaan,

pikiran, keinginan, harapan serta sikap yang dialami oleh orang yang sakit pada umumnya  Pleno dan rangkuman  Masukan dari Guru tentang

berbagai macam sikap manusia ketika mengalami sakit

 Kerja Kelompok untuk mencari teks/kutipan Kitab Suci yang menggambarkan perhatian dan keterlibatan Yesus kepada orang sakit

 Mempelajari teks-teks Kitab Suci yang menggambarkan perhatian Yesus kepada orang sakit: Mrk 6:12-13, Mrk 16:18; Kis 9:34, 14:3; Yak 5:13-16

 Masukan dari Guru tentang praktek Sakramen Pengurapan Orang Sakit dalam Gereja Melakukan wawancara dengan pasien di rumah atau di rumah sakit untuk mengetahui: penyakit yang diderita, penyebab sakit, perasaan, harapan, kegelisahan, bentuk bantuan yang paling relevan diberikan

 Menjelaskan ajaran Gereja tentang sikap yang tepat terhadap sakit dan penderitaan bertolak dari Yak. 5:13-16

 Menjelaskan makna Sakramen Pengurapan orang sakit

Memberi perhatian terhadap sesama yang sakit

Tes lisan/ tertulis:  Menjelaskan dengan kata-kata sendiri pandangan Gereja tentang sakit dan penderitaan, makna yang terkandung dalam pelayanan Sakramen Pengurapan Orang sakit. Unjuk kerja:  Menunjukkan kebiasaan memberi perhatian terhadap sesama yang sakit. Unjuk karya: Menyusun laporan wawancara dengan orang sakit. 2X40 menit  Cerita ”Mengun jungi oang sakit”  Orang sakit  Kitab Suci: Mrk 6:12-13, Mrk 16:18; Kis 9:34, 14:3; Yak 5:13-16

Komka

t KWI,

Pendid

ikan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogya

karta

(11)

Memahami bentuk-bentuk pelayanan Gereja dalam upaya mewujudkan karya penyelamatan Allah, sehingga terdorong untuk melibatkan diri secara aktif Kegiatan Pelayanan Gereja Keterlibatan ku dalam karya pelayanan Gereja  Doa/Nyanyian Pembukaan  Menginventarisir

kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh jemaat di lingkungan/komunitas basis/stasi atau paroki

 Masukan dari Guru tentang pengelompokan fungsi-fungsi pelayanan dalam Gereja

 Mengelompokkan aneka kegiatan yang dilakukan jemaat di

lingkungan/komunitas basis/stasi atau paroki ke dalam fungsi-fungsi pelayanan Gereja

 Membaca kutipan Ef 4:11-16,  Mendiskusikan tentang pelayanan

Gereja dengan menunjukkan: bentuk pelayanan Gereja, siapa yang dilayani, tujuan pelayanan, sikap dalam melayani:

 Pleno dan masukan dari Guru  Refleksi bersama dengan

merenungkan cerita: ”Menjadi sebuah Komunitas”

 Menghadiri pertemuan jemaat dan membuat laporan

Mengucapkan doa ”Doa untuk Paroki” dari Madah bakti No. 46

 Doa/Nyanyian Pembukaan  Menginventarisir bentuk-bentuk

kegiatan gerejani untuk kaum muda/remaja

 Mensharingkan pengalaman ikutserta dalam salah satu kegiatan

 Menyebutkan macam-macam kegiatan pelayanan Gereja

 Menjelaskan empat bidang pelayanan Gereja: Liturgi, Diakonia, Koinonia dan Kerygma  Membuat laporan menghadiri pertemuan jemaat  Menceritakan hasil kunjungan atau

wawancara dengan tokoh umat tentang karya pelayanan Gereja di lingkungannya Tes tertulis:  Menyebutkan berbagai kegiatan pelayanan Gereja menurut bidang-bidang pelayanannya. Unjuk karya:  Membuat laporan tentang pertemuan jemaat. Tes lisan / tertulis :  Menjelaskan tanggung jawab keterlibatan 2X40 menit 2X40 menit  Aktivitas jemaat  Ef 4:11-16,  Doa untuk Paroki dari Madah Bakti

Komka

t KWI,

Pendid

ikan

Agama

Katolik

untuk

SMP,

Buku

Guru

dan

Siswa 2

B,

Kanisiu

s –

Yogya

karta

 Kis 6:1-7,  Gaudium et Spes art. 1  Cerita

(12)

gerejani untuk kaum muda/remaja, dengan menunjukkan kapan, dimana, dengan siapa, siapa yang memberi, berapa biaya, hal yang menarik dan tidak menarik, alasan keikutsertaan

 Rangkuman dan informasi dari guru tentang kegiatan pelayanan kaum muda/remaja

 Merumuskan pandangan Gereja tentang pelayanan, sebagaimana tertuang dalam Dokumen Konsili Vatikan II Gaudium et Spes artikel 1 dan kutipan Kis 6:1-7,

 Merenungkan cerita setetspun mempengaruhi

 Menjelaskan tanggung jawab dan keterlibatan anggota Gereja dalam pelayanan

Memberi contoh bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan sesuai keadaan di lingkungannya anggota Gereja dalam pelayanan. Menyebutkan berbagai aktivitas pelayanan yang memungkinkan remaja terlibat ”Setetes pun Mempen garuhi”  Lagu ”2D2K”

Komkat

KWI,

Pendidika

n Agama

Katolik

untuk

SMP,

Mengetahui,

Depok, Juli 2010

Kepala Sekolah

Guru Bidang Studi

Dra. Angela Sustiwi

L. Atrik Wibawa, S.Pd

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tentang Analisis Tingkat Pelayanan Jaringan Jalan bertujuan : 1) Menganalisis sejauh mana tingkat kenyamanan saat ini dan keadaan Fisik jalan di Kota Surakarta, agar

Faktor lain yang menunjukkan hasil kemampuan membaca lebih baik pada anak tuna rungu yang memakai alat bantu dengar, dengan demikian perlu diberikan edukasi pada orangtua

Untuk menentukan persamaan garis yang sejajar atau tegak lurus dengan suatu garis yang diketahui, terlebih dahulu ditentukan gradien garis yang diketahui, kemudian persamaan garis

Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan, merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung diluar jangkauan

Kesimpulan bahwa Dukungan sosial (dukungan informasional, dukungan penghargaan dan dukungan emosi) berpengaruh terhadap kelengkapan pemberian imunisasi dasar di Wilayah

Dengan tanggung jawab juga orang akan lebih memiliki simpati yang besar untuk kita, dengan sendirinya derajat dan kualitas kita dimata orang lain akan tinggi karena memiliki

Dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali , Peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya.

Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara