• Tidak ada hasil yang ditemukan

uku Ajar DOKUMENTASI KEBIDANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "uku Ajar DOKUMENTASI KEBIDANAN"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Nani Surtinah
    • Sulikah
    • Nuryani
  • Sekolah: Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Mata Pelajaran: Kebidanan
  • Topik: Dokumentasi Kebidanan
  • Tipe: Buku Ajar
  • Tahun: 2019
  • Kota: Magetan

I. Konsep Dasar Dokumentasi

Bab ini memperkenalkan konsep dasar dokumentasi kebidanan, menekankan pentingnya pencatatan akurat dan lengkap dalam memberikan asuhan. Ia membahas definisi dokumentasi, membedakannya dari berbagai sumber, termasuk definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan konteksnya dalam praktik kebidanan. Penjelasan ini menekankan pentingnya dokumentasi sebagai bukti legal dan alat komunikasi yang efektif dalam tim kesehatan. Bab ini juga mendefinisikan asuhan dan pelayanan kebidanan, membedakan keduanya dan menjelaskan bagaimana dokumentasi merekam keduanya. Berbagai contoh diberikan untuk memperjelas perbedaan ini dan bagaimana dokumentasi merekam kedua aspek tersebut.

1.1 Pengertian Dokumentasi

Bagian ini mendefinisikan dokumentasi dari berbagai perspektif, termasuk pandangan hukum, pustaka, dan konteks kebidanan. Penjelasan yang komprehensif mencakup berbagai format dokumentasi (tertulis, rekaman audio-visual). Perbedaan antara dokumentasi asuhan kebidanan (individu) dan pelayanan kebidanan (kelompok/masyarakat) dijelaskan dengan contoh-contoh. Bagian ini juga menekankan pentingnya dokumentasi sebagai bukti legal, alat komunikasi, dan sumber informasi berkelanjutan dalam asuhan kebidanan. Pentingnya dokumentasi sebagai bukti untuk pertanggungjawaban dan perlindungan hukum bagi bidan dijelaskan secara rinci.

1.2 Tujuan dan Fungsi Dokumentasi

Bagian ini menjelaskan tujuan utama dokumentasi kebidanan, yaitu sebagai alat pertanggungjawaban dan perlindungan hukum bagi bidan. Ia juga membahas tujuan dokumentasi sebagai sarana komunikasi tiga arah (ke bawah, ke atas, dan ke samping), menekankan pentingnya dokumentasi untuk koordinasi asuhan, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Berbagai fungsi dokumentasi dibahas, termasuk fungsinya sebagai informasi statistik, sarana pendidikan, sumber data penelitian, jaminan kualitas pelayanan, dan penentuan standar prosedur. Contoh-contoh praktis diberikan untuk mengilustrasikan setiap fungsi ini. Penjelasan ini menekankan nilai tambah dokumentasi dalam meningkatkan kualitas asuhan dan pelayanan kebidanan.

1.3 Manfaat Dokumentasi Kebidanan

Bagian ini menjelaskan tujuh manfaat dokumentasi kebidanan secara terperinci: nilai hukum, jaminan mutu (quality control), alat komunikasi, nilai administrasi, nilai pendidikan, bahan penelitian, dan akreditasi/audit. Setiap manfaat dijelaskan dengan contoh-contoh kongkrit, misalnya bagaimana dokumentasi dapat menjadi bukti legal dalam kasus malpraktik, atau bagaimana ia dapat membantu dalam proses audit mutu pelayanan. Bagian ini juga menyoroti peran dokumentasi dalam pembelajaran berkelanjutan bagi tenaga kesehatan dan mahasiswa. Penekanan diberikan pada pentingnya dokumentasi dalam menjaga standar profesionalisme dan meningkatkan kualitas asuhan kebidanan secara keseluruhan.

II. Konsep Dasar Dokumentasi

Bab ini membahas prinsip dan aspek legal dalam dokumentasi kebidanan. Prinsip-prinsip penulisan dokumentasi yang benar dijelaskan secara detail, meliputi prinsip lengkap, teliti, berdasarkan fakta, logis, dan dapat dibaca. Setiap prinsip diuraikan dengan contoh-contoh praktis, menekankan pentingnya akurasi dan kejelasan dalam pencatatan. Bagian mengenai aspek legal mendiskusikan pentingnya dokumentasi sebagai perlindungan hukum bagi bidan. Ia menjelaskan bagaimana dokumentasi yang benar dapat melindungi bidan dari tuntutan hukum dan memastikan kualitas pelayanan.

2.1 Prinsip-prinsip Dokumentasi

Bagian ini menjelaskan lima prinsip utama dokumentasi: lengkap, teliti, berdasarkan fakta, logis, dan dapat dibaca. Setiap prinsip diuraikan secara rinci dengan contoh-contoh kasus yang relevan. Penjelasan ini mencakup pedoman praktis untuk memastikan dokumentasi memenuhi setiap prinsip. Selain itu, dibahas pula persyaratan tambahan seperti kesederhanaan, keakuratan, kesabaran, ketepatan, kelengkapan, kejelasan, dan keobjektifan. Bagian ini menekankan pentingnya prinsip-prinsip ini dalam menjaga integritas dan nilai legal dokumentasi kebidanan.

2.2 Aspek Legal dalam Dokumentasi

Bagian ini mengkaji aspek legal dokumentasi kebidanan, menekankan pentingnya dokumentasi sebagai perlindungan hukum bagi bidan. Ia membedakan antara tindakan sipil dan kriminal dalam konteks malpraktik kebidanan. Penjelasan ini mencakup pedoman praktis untuk memastikan dokumentasi memenuhi standar hukum, termasuk bagaimana mengoreksi kesalahan dan menghindari komentar subjektif. Ia juga membahas pentingnya dokumentasi untuk melindungi bidan dari tuntutan hukum dan memastikan kualitas asuhan yang diberikan. Contoh kasus yang relevan digunakan untuk mengilustrasikan pentingnya aspek legal dalam dokumentasi.

III. Teknik Dokumentasi Naratif dan Flowsheet

Bab ini membandingkan dua teknik dokumentasi: naratif dan flowsheet. Dokumentasi naratif dijelaskan secara detail, meliputi pengertian, kelebihan, kekurangan, dan pedoman penulisan. Ia menekankan pentingnya menjaga kronologi dan akurasi dalam dokumentasi naratif. Bab ini kemudian membahas teknik flowsheet sebagai alternatif yang lebih terstruktur dan efisien, menjelaskan manfaatnya dalam mengelola data yang besar dan kompleks. Perbandingan antara kedua teknik ini disajikan untuk membantu bidan memilih teknik yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

3.1 Teknik Dokumentasi Naratif

Bagian ini membahas teknik dokumentasi naratif secara mendalam, meliputi pengertian, kelebihan, dan kekurangan. Ia menjelaskan bagaimana dokumentasi naratif dapat digunakan untuk mendokumentasikan kronologi kejadian dan perkembangan pasien. Kelebihannya meliputi fleksibilitas dan kemudahan penggunaan, sedangkan kekurangannya meliputi potensi untuk menjadi tidak terstruktur dan memakan waktu. Pedoman penulisan yang jelas diberikan untuk memandu bidan dalam menggunakan teknik ini secara efektif dan efisien. Contoh kasus diberikan untuk mengilustrasikan kekuatan dan kelemahan teknik ini.

3.2 Teknik Dokumentasi Flowsheet

Walaupun teks yang diberikan tidak mencakup detail mengenai teknik dokumentasi flowsheet, bagian ini seharusnya membahas teknik ini sebagai perbandingan dengan dokumentasi naratif. Ia akan menjelaskan bagaimana flowsheet menawarkan cara yang lebih terstruktur dan efisien untuk mendokumentasikan data, khususnya data yang berulang atau terukur seperti tanda vital. Kelebihan flowsheet akan disorot, seperti kemudahan dalam memantau perkembangan pasien dan pengambilan keputusan yang cepat. Kekurangannya juga akan dibahas, jika ada, untuk memberikan gambaran yang seimbang.

Referensi Dokumen

  • ( Hidayat dan Uliyah )
  • ( Johnson dan Taylor )
  • ( Ladewig, London dan Olds )
  • ( Saifuddin )
  • ( WHO )

Gambar

Tabel 1.   Format Pendokumentasian POR  Data Dasar  Daftar Masalah  Rencana
Tabel 2. Format Pendokumentasian SOR

Referensi

Dokumen terkait

Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan, Jakarta: Salemba Medika.. Buku saku Asuhan kebidanan ibu bersalin,

Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan

Cara pengumpulan data dengan wawancara yang dilakukan pada ibu bersalin, keluarga pasien untuk mendapatkan data secara lengkap dengan format asuhan kebidanan pada

Pada langkah ke VII ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai

Asuhan kebidanan pada ibu hamil dilakukan sebanyak 3 kali, asuhan kebidanan pada ibu bersalin dilakukan mulai dari persalinan kala I - kala IV, asuhan kebidanan pada ibu nifas

Pelaksanaan Penatalaksanaan asuhan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah direncanakan sesuai kebutuhan dan masalah yang dialami oleh ibu pada saat hamil, bersalin, bayi

Evaluasi Evaluasi yang didapatkan pada asuhan Ny N tanggal 17 Februari 2022 yaitu ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan bahwa ibu dan janin dalam keadaan normal, ibu sudah mengerti

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER DI PUSKESMAS CIBEUNYING PENGKAJIAN No.. Riwayat kesehatan