• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1.

1.1. Latar BelakangLatar Belakang Usaha

Usaha  pemerintah provinsi NTB untuk menekan angka kematian ibu  pemerintah provinsi NTB untuk menekan angka kematian ibu dan bayi masih cukup berat, sebab hingga kini angka kematian ibu dan bayi di dan bayi masih cukup berat, sebab hingga kini angka kematian ibu dan bayi di daerah ini masih sangat tinggi. Data tahun 2009 menyebutkan, jumlah kematian daerah ini masih sangat tinggi. Data tahun 2009 menyebutkan, jumlah kematian  bayi

 bayi menembus menembus angka angka 545 545 orang. orang. Sedangkan Sedangkan untuk untuk kematian kematian ibu ibu saatsaat melahirkan berjumlah 121 orang dari 93.281 proses melahirkan.

melahirkan berjumlah 121 orang dari 93.281 proses melahirkan.

Data tersebut diberikan oleh kepala BAPPEDA NTB H.Rosiady Sayuti. Data tersebut diberikan oleh kepala BAPPEDA NTB H.Rosiady Sayuti. Menurutnya angka kematian bayi sebenarnya turun jika dibandingkan dengan Menurutnya angka kematian bayi sebenarnya turun jika dibandingkan dengan tahun 2006 lalu. Saat itu jumlah ibu yang meninggal mencapai 360 orang dari tahun 2006 lalu. Saat itu jumlah ibu yang meninggal mencapai 360 orang dari 100.000 proses melahirkan. “atau rata

100.000 proses melahirkan. “atau rata-rata 72 orang per 1000 proses-rata 72 orang per 1000 proses melahirkan”, jelasnya.

melahirkan”, jelasnya.

Meskipun demikian, Pemprov NTB akan tetap berusaha untuk mengejar Meskipun demikian, Pemprov NTB akan tetap berusaha untuk mengejar rata-rata angka kematian ibu dan bayi nasional yang hanya 42 orang meninggal rata-rata angka kematian ibu dan bayi nasional yang hanya 42 orang meninggal  per

 per 1000 1000 proses proses melahirkan. melahirkan. Saat Saat ini ini alokasi alokasi dana dana APBD APBD untuk untuk bidangbidang kesehatan juga cukup tinggi yaitu sekitar 14,6 %.

kesehatan juga cukup tinggi yaitu sekitar 14,6 %.

Untuk menurunkan angka kematian ini, pemerintah telah melakukan Untuk menurunkan angka kematian ini, pemerintah telah melakukan  berbagai

 berbagai upaya, upaya, dengan dengan mendirikan mendirikan dan dan menyebarluaskan menyebarluaskan peskesmas peskesmas didi  berbagai

 berbagai daerah daerah dan dan juga juga bidan-bidan bidan-bidan desa desa di di berbagai berbagai pelosok-pelosok pelosok-pelosok desa.desa. Alat-alat canggih juga telah dilengkapi di berbagai puskesmas seperti Alat-alat canggih juga telah dilengkapi di berbagai puskesmas seperti ultrasonografi

ultrasonografi untuk mendeteksi untuk mendeteksi dengan tepat dengan tepat janin yjanin yang ang dikandung.dikandung.

Dengan adanya tenaga-tenaga terlatih tersebut dapat menarik Dengan adanya tenaga-tenaga terlatih tersebut dapat menarik masyarakat untuk bersalin di tempat pelayanan kesehatan yang memadai seperti masyarakat untuk bersalin di tempat pelayanan kesehatan yang memadai seperti rumah sakit, puskesmas, polindes atau di bidan praktek swasta. Sehingga proses rumah sakit, puskesmas, polindes atau di bidan praktek swasta. Sehingga proses  persalinannya

 persalinannya dapat dapat selalu selalu dipantau dipantau baik baik kesejahteraan kesejahteraan ibu, ibu, janin janin maupunmaupun kemajuan persalinan. Dengan demikian, apabila terdapat patofisiologis dari kemajuan persalinan. Dengan demikian, apabila terdapat patofisiologis dari  proses

(2)

dapat segera dilakukan agar tidak merugikan baik bagi kesehatan ibu maupun dapat segera dilakukan agar tidak merugikan baik bagi kesehatan ibu maupun  janin.  janin. 1.2 1.2 TTujuanujuan 1.2.1 Tujuan Umum 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa

Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny “I” denganmampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny “I” dengan observasi persalinan normal menggunakan manajemen kebidanan 7 Langkah observasi persalinan normal menggunakan manajemen kebidanan 7 Langkah Varney.

Varney.

1.2.2 Tujuan Khusus 1.2.2 Tujuan Khusus

1. Mampu melakukan Pengkajian data subjektif dan objektif

1. Mampu melakukan Pengkajian data subjektif dan objektif pada  pada Ny Ny “I”“I” dengan observasi persalinan normal secara sistematis.

dengan observasi persalinan normal secara sistematis.

2. Mampu merumuskan diagnosa, masalah dan kebutuhan pada

2. Mampu merumuskan diagnosa, masalah dan kebutuhan pada Ny “I”  Ny “I” dengandengan observasi persalinan normal secara sistematis.

observasi persalinan normal secara sistematis.

3. Mampu merumuskan diagnosa dan masalah potensial pada

3. Mampu merumuskan diagnosa dan masalah potensial pada Ny  Ny “I” “I” dengandengan observasi persalinan normal secara sistematis.

observasi persalinan normal secara sistematis.

4. Mampu mengidentifikasi kebutuhan akan tindakan segera pada

4. Mampu mengidentifikasi kebutuhan akan tindakan segera pada Ny  Ny “I”“I” dengan observasi persalinan normal secara sistematis.

dengan observasi persalinan normal secara sistematis. 5. Mampu menyusun rencana asuhan pada

5. Mampu menyusun rencana asuhan pada Ny “I”  Ny “I” dengandengan observasi persalinanobservasi persalinan normal secara sistematis.

normal secara sistematis.

6. Mampu melaksanakan tindakan kebidanan pada

6. Mampu melaksanakan tindakan kebidanan pada Ny  Ny “I” “I” dengandengan observasiobservasi  persalinan normal secara sistematis.

 persalinan normal secara sistematis.

7. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yang telah 7. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yang telah

dilaksanakan pada

dilaksanakan pada  Ny  Ny “I” “I” dengandengan observasi persalinan normal secaraobservasi persalinan normal secara sistematis.

sistematis.

1.3 Manfaat 1.3 Manfaat

1. Bagi Institusi Pendidikan 1. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai sarana untuk mendidik mahasiswa agar lebih terampil dan cekatan Sebagai sarana untuk mendidik mahasiswa agar lebih terampil dan cekatan dalam memberikan pelayanan terhadap ibu bersalin melalui manajemen kebidanan dalam memberikan pelayanan terhadap ibu bersalin melalui manajemen kebidanan dengan 7 langkah varney.

(3)

dapat segera dilakukan agar tidak merugikan baik bagi kesehatan ibu maupun dapat segera dilakukan agar tidak merugikan baik bagi kesehatan ibu maupun  janin.  janin. 1.2 1.2 TTujuanujuan 1.2.1 Tujuan Umum 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa

Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny “I” denganmampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny “I” dengan observasi persalinan normal menggunakan manajemen kebidanan 7 Langkah observasi persalinan normal menggunakan manajemen kebidanan 7 Langkah Varney.

Varney.

1.2.2 Tujuan Khusus 1.2.2 Tujuan Khusus

1. Mampu melakukan Pengkajian data subjektif dan objektif

1. Mampu melakukan Pengkajian data subjektif dan objektif pada  pada Ny Ny “I”“I” dengan observasi persalinan normal secara sistematis.

dengan observasi persalinan normal secara sistematis.

2. Mampu merumuskan diagnosa, masalah dan kebutuhan pada

2. Mampu merumuskan diagnosa, masalah dan kebutuhan pada Ny “I”  Ny “I” dengandengan observasi persalinan normal secara sistematis.

observasi persalinan normal secara sistematis.

3. Mampu merumuskan diagnosa dan masalah potensial pada

3. Mampu merumuskan diagnosa dan masalah potensial pada Ny  Ny “I” “I” dengandengan observasi persalinan normal secara sistematis.

observasi persalinan normal secara sistematis.

4. Mampu mengidentifikasi kebutuhan akan tindakan segera pada

4. Mampu mengidentifikasi kebutuhan akan tindakan segera pada Ny  Ny “I”“I” dengan observasi persalinan normal secara sistematis.

dengan observasi persalinan normal secara sistematis. 5. Mampu menyusun rencana asuhan pada

5. Mampu menyusun rencana asuhan pada Ny “I”  Ny “I” dengandengan observasi persalinanobservasi persalinan normal secara sistematis.

normal secara sistematis.

6. Mampu melaksanakan tindakan kebidanan pada

6. Mampu melaksanakan tindakan kebidanan pada Ny  Ny “I” “I” dengandengan observasiobservasi  persalinan normal secara sistematis.

 persalinan normal secara sistematis.

7. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yang telah 7. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yang telah

dilaksanakan pada

dilaksanakan pada  Ny  Ny “I” “I” dengandengan observasi persalinan normal secaraobservasi persalinan normal secara sistematis.

sistematis.

1.3 Manfaat 1.3 Manfaat

1. Bagi Institusi Pendidikan 1. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai sarana untuk mendidik mahasiswa agar lebih terampil dan cekatan Sebagai sarana untuk mendidik mahasiswa agar lebih terampil dan cekatan dalam memberikan pelayanan terhadap ibu bersalin melalui manajemen kebidanan dalam memberikan pelayanan terhadap ibu bersalin melalui manajemen kebidanan dengan 7 langkah varney.

(4)

2. Bagi Pembimbing Lahan 2. Bagi Pembimbing Lahan

Dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan mutu pelayanan, sehingga Dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan mutu pelayanan, sehingga kebutuhan ibu bersalin dapat terpenuhi secara optimal.

kebutuhan ibu bersalin dapat terpenuhi secara optimal.

3. Bagi Mahasiswa 3. Bagi Mahasiswa

Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan pengetahuan dalam Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan pengetahuan dalam melakukan praktik selanjutnya, dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan praktik selanjutnya, dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan kegiatan intra natal care pada ibu bersalin.

(5)

BAB 2 BAB 2

TINJAUAN TEORI TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Teori 2.1 Konsep Dasar Teori 2.1.1 Devinisi Persalinan 2.1.1 Devinisi Persalinan

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan

ke dalam jalan lahirlahir. (Prawirohardjo, 2001).. (Prawirohardjo, 2001).

Pesalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi Pesalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi  pada

 pada kehamilan kehamilan cukup cukup bulan bulan (37-42 (37-42 minggu), minggu), lahir lahir spontan spontan dengan dengan presentasipresentasi  belakang

 belakang kepala kepala yang yang berlangsung berlangsung dalam dalam 18 18 jam, jam, tanpa tanpa komplikasi komplikasi baik baik padapada ibu maupun pada janin. (Prawirohardjo, 2006).

ibu maupun pada janin. (Prawirohardjo, 2006).

Pesalinan normal (partus spontan) adalah proses lahirnya bayi pada letak Pesalinan normal (partus spontan) adalah proses lahirnya bayi pada letak  belakang kep

 belakang kepala ala yang dapat yang dapat hidup denghidup dengan tenaga an tenaga ibu sendiri ibu sendiri dan uri, dan uri, tanpa tanpa alatalat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24  jam melalui jalan lahir ( Prawirohardjo, 2006 ).

 jam melalui jalan lahir ( Prawirohardjo, 2006 ).

2.1.2 Teori Penyebab Bermulanya Persalinan 2.1.2 Teori Penyebab Bermulanya Persalinan

Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum diketahui secara Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum diketahui secara  pasti/jelas. T

 pasti/jelas. Terdapat beberapa teori antara lain:erdapat beberapa teori antara lain: a.

a. Penurunan kadar progesteronPenurunan kadar progesteron

Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya Estrogen Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya Estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar Progesteron dan Estrogen di da;lam darah, keseimbangan antara kadar Progesteron dan Estrogen di da;lam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar Progesteron menurun sehingga timbul tetapi pada akhir kehamilan kadar Progesteron menurun sehingga timbul his.

his. b.

b. TTeori oxyteori oxytocinocin

Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah. Oleh karena itu timbul Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah. Oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim.

kontraksi otot-otot rahim. c.

c. Keregangan otot-ototKeregangan otot-otot

Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya

(6)

teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya mengeluarkan isinya. Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan

kehamilan makin teregang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.otot-otot rahim makin rentan. d.

d. Pengaruh janinPengaruh janin

Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang  peranan

 peranan oleh oleh karena karena pada pada anencephalus anencephalus kehamilan kehamilan sering sering lebih lebih lama lama daridari  biasa.

 biasa. e.

e. TTeori Prostaglandeori Prostaglandinin

Prostaglandin yang dihasilkan oleh decidua, disangka menjadi salah satu Prostaglandin yang dihasilkan oleh decidua, disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaab menunjukkan bahwa sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaab menunjukkan bahwa Prostaglandin F2 dan E2 yang diberikan secara intra vena, intra dan Prostaglandin F2 dan E2 yang diberikan secara intra vena, intra dan extraamnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur extraamnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan. Hal ini juga di sokong dengan adanya kadar Prostaglandin yang kehamilan. Hal ini juga di sokong dengan adanya kadar Prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu-ibu tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu-ibu hamilsebelum melahirkan atau selama persalinan ( Sarwono, 2009 ).

hamilsebelum melahirkan atau selama persalinan ( Sarwono, 2009 ).

2.1.3 Tanda-tanda Persalinan 2.1.3 Tanda-tanda Persalinan

T

Tanda- tanda persalinan atau inpartu anda- tanda persalinan atau inpartu yaitu :yaitu : 1.

1. TTerjadinya his erjadinya his persalinanpersalinan

His adalah kontraksi rahim yang dapat diraba menimbulkan rasa nyeri His adalah kontraksi rahim yang dapat diraba menimbulkan rasa nyeri diperut serta dapat menimbulkan pembukaan serviks. His persalinan memiliki diperut serta dapat menimbulkan pembukaan serviks. His persalinan memiliki ciri-ciri yaitu pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan, sifat his teratur, ciri-ciri yaitu pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan, sifat his teratur, interval semakin pendek dan kekuatan semakin besar, serta terjadi perubahan interval semakin pendek dan kekuatan semakin besar, serta terjadi perubahan  pada serviks.

 pada serviks. 2.

2. Keluarnya lendir bercampur darah pervaginamKeluarnya lendir bercampur darah pervaginam

Lendir berasal dari pembukaan yang menyebabkan melepasnya lendir Lendir berasal dari pembukaan yang menyebabkan melepasnya lendir yang berasal dari kanalis servikalis. Sedangkan pengeluaran darah disebabkan yang berasal dari kanalis servikalis. Sedangkan pengeluaran darah disebabkan robeknya pembuluh darah waktu serviks membuka.

(7)

3. Dilatasi dan effacement

Dilatasi adalah terbukanya kanalis servikalis secara berangsur-angsur akibat pengaruh his. Effacement adalah pendataran atau pemendekan kanalis servikalis yang semula panjangnya 1-2 cm menjadi hilang sama sekali, sehingga tinggal hanya ostium yang tipis seperti kertas ( Sarwono, 2006 ).

2.1.4 Tahapan Persalinan

Tahap persalinan meliputi 4 fase/kala :

1. Kala I : Dinamakan kala pembukaan, pada kala ini serviks membuka sampai terjadi pembukaan 10 cm. Proses membukanya serviks dibagi atas 2 fase :

a. Fase laten berlangsung selama 7-8 jam pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm.

 b. Fase aktif dibagi dalam 3 fase yaitu fase akselerasi dalam waktu 2 jam, pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm dan fase dilatasi maximal dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 menjadi 9 cm dan fase deselerasi  pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam  pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap 10 cm.

Kala I ini selesai apabila pembukaan serviks uteri telah lengkap. Pada primigravida kala I berlangsung kira-kira 12 jam sedang pada multigravida 8 jam. Pembukaan primigravida 1 cm tiap jam dan multigravida 2 cm tiap jam.

2. Kala II : Kala pengeluaran karena berkat kekuatan his dan kekuatan mengedan janin didorong keluar sampai lahir. Kala ini berlangsung 1,5  jam pada primigravida dan 0,5 jam pada multipara.

3. Kala III : Kala uri/plasenta terlepas dari dinding uterus dan dilahirkan. Prosesnya 5-15 menit setelah bayi lahir.

(8)

4. Kala IV : Observasi dilakukan mulai lahirnya plasenta selama 2 jam, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya perdarahan postpartum. Observasi yang dilakukan melihat tingkat kesadaran penderita,  pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi dan pernapasan),

kontraksi uterus dan terjadinya pendarahan ( Saifuddin, 2006 ).

2.1.5 Mekanisme Persalinan Normal

Mekanisme Persalinan adalah proses keluarnya bayi dari uterus ke dunia luar  pada saat persalinan.

Gerakan utama pada Mekanisme Persalinan : a. Engagement

1) Diameter biparietal melewati PAP

2)  Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan 3) Multipara terjadi permulaan persalinan

4) Kebanyakan kepala masuk PAP dengan sagitalis melintang pada PAP-Flexi Ringan.

b. Descent (Turunnya Kepala)

1) Turunnya presentasi pada inlet Disebabkan oleh 4 hal:

a) Tekanan cairan ketuban

 b) Tekanan langsung oleh fundus uteri

c) Kontraksi diafragma dan otot perut (kala II) d) Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus. e) Synclitismus dan Asynclitismus

1. Synclitismus

2. Sutura sagitalis terdapat di tengah-tengah jalan lahir tepat antara symplusis dan promotorium.

3. Os Parietal depan dan belakang sama tinggi. 4. Asynclitismus

Jika Sutura sagitalis agak ke depan mendekati symplusis atau agak kebelakang mendekati promotorium.

(9)

- Asynclitismus Posterior

Sutura sagitalis mendekati simplusis, Os parietal  belakang lebih rendah dari Os parietal depan.

- Asynclitismus Anterior

- Sutura sagitalis mendekati promotorium sehingga Os  parietal depan > Os parietal belakang.

c. Flexion

Majunya kepala  mendapat tekanan dari servix, dinding panggul atau dasar panggul  Flexi (dagu lebih mendekati dada).

Keuntungan: Ukuran kepala yang melalui jalan lahir lebih kecil (D. SOB = 9,5 cm)  Outlet.

d. Internal Rotation

1) Bagian terrendah memutar ke depan ke bawah symphisis

2) Usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir (Bidang tengah dan PBP)

3) Terjadinya bersama dengan majunya kepala

4) Rotasi muka belakang secara lengkap terjadi setelah kepala di dasar panggul.

e. Extension

1) Defleksi kepala

2) Karena sumbu PBP mengarah ke depan dan atas 3) Dua kekuatan kepala

4) Mendesak ke bawah

5) Tahanan dasar panggul menolak ke atas

6) Setelah sub occiput tertahan pada pinggir bawah symphisis sebagai Hypomoclion  lahir lewat perinium = occiput, muka dagu.

f. External Rotation

1) Setelah kepala lahir   kepala memutar kembali ke arah panggul anak untuk menghilangkan torsi leher akibat putaran paksi dalam

(10)

2) Ukuran bahu menempatkan pada ukuran muka belakang dari PBP. g. Expulsi

Bahu depan di bawah symphisis  sebagai Hypomoklion  lahir   bahu belakang, bahu depan  badan seluruhnya ( Saifuddin, 2006 ).

2.2 Konsep Manajemen Kebidanan

Menurut Helen Varney (2006), manajemen kebidanan adalah proses  pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan  pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan menyeluruh dari kepada kliennya, yang merupakan suatu proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data, memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat, efektif dan efisien.

Standar 7 langkah Varney, yaitu : 1. Langkah 1 : Pengkajian

Pada langkah ini bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien, untuk memperoleh data dapat dilakukan dengan cara:

1. Data subjektif

Yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. Yang termasuk data subjektif antara lain:  biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan,  persalinan & nifas, biopsikologi spiritual, pengetahuan klien.

2. Data objektif

Yang menggambarkan pendokunentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil laboratorium test diagnostic lain yang dirumuskan dalam data fokus. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesui dgn

(11)

kebutuhan & pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi), Pemeriksaan penunjang (laboratorium, cacatan baru dan sebelumnya).

Bila klien mengalami komplikasi yang perlu di konsultasikan kepada dokter dalam penatalaksanaan maka bidan perlu melakukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter. Tahap ini merupakan langkah awal yang akan menentukan langkah berikutnya, sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang di hadapi akan menentukan proses interpretasi yang  benar atau tidak dalam tahap selanjutnya, sehingga dalam pendekatan ini harus yang komprehensif meliputi data subjektif, objektif dan hasil  pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan kondisi/masukan klien

yang sebenarnya dan valid. Kaji ulang data yang sudah di kumpulkan apakah sudah tepat, lengkap dan akurat.

2. Langkah II: Merumuskan Diagnosa/Masalah Kebidanan Potensial

Pada langkah ini identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang akurat atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik. Rumusan diagnosa dan masalah keduanya digunakan karena masalah tidak dapat didefinisikan seperti diagnosa tetapi tetap membutuhkan penanganan. Masalah sering berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami wanita yang diidentifikasioleh bidan sesuaidengan hasil pengkajian. Masalah juga sering menyertai diagnosa. Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup  praktik kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosa kebidanan.

a. Diagnosa kala I

G0P0A0H0, usia kehamilan atterm, tunggal, hidup, intrauterine,

 presentasi kepala, keadaan umum ibu dan janin baik dengan inpartu kala I fase aktif.

(12)

 b. Diagnosa kala II

G0P0AOH0, usia kehamilan atterm, tunggal, hidup, intrauterin, letak

kepala, keadaan umum ibu dan janin baik dengan kala II. c. Diagnosa kala III

Kala III normal d. Diagnosa kala IV

Kala IV normal

3. Langkah III: Mengantisipasi Diagnosa/Masalah Kebidanan

Pada langkah ini mengidentifikasi masalah potensial atau diagnose  potensial berdasarkan diagnosa/masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Pada langkah ketiga ini bidan dituntut untuk mampu mengantisipasi masalah  potensial tidak hanya merumuskan masalah potensial yang akan terjadi tetapi juga merumuskan tindakan antisipasi agar masalah atau diagnosa  potesial tidak terjadi.

Masalah potensial yang dapat terjadi pada persalinan adalah: a. Kala I Kala I memanjang  b. Kala II Partus kasep c. Kala III  –  Atonia uteri  –  Retensio plasenta  –  Rest plasenta d. Kala IV Perdarahan

4. Langkah IV: Menetapkan Kebutuhan Tindakan Segera

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan/dokter dan/untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang

(13)

lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah ini mencerminkan kesinambungan dari proses penatalaksanaan kebidanan. Jadi, penatalaksanaan bukan hanya selama asuhan primer periodik atau kunjungan prenatal saja tetapi juga selama wanita tersebut bersama bidan terus-menerus. Pada penjelasan diatas menunjukkan bahwa bidan dalam melakukan tindakan harus sesuai dengan  prioritas masalah/kebutuhan yang dihadapi kliennya. Setelah bidan merumuskan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi diagnosa/masalah potensial pada langkah sebelumnya, bidan juga harus merumuskan tindakan emergency/segera untuk segera ditangani baik ibu maupun bayinya. Dalam rumusan ini termasuk tindakan segera yang mampu dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau yang bersifat rujukan.

Apabila diagnosa/masalah potensial: tidak ada, maka dalam menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, seperti:

Mandiri Kolaborasi Rujukan

5. Langkah V: Merencanakan Asuhan Secara Menyeluruh

Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan  penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnosa yang telah teridentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi data yang tidak lengkap dapat dilengkapi. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari masalah yang  berkaitan tetapi juga dari krangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah-masalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi-kultural atau masalah psikologi. Setiap rencana asuhan haruslah disetujui oleh kedua  belah pihak, yaitu oleh bidan dan klien agar dapat dilaksanakan dengan

(14)

efektif karena klien juga akan melaksanakan rencana tersebut. Semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar valid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date serta sesuai dengan asumsi tentang apa yang akan dilakukan klien.

6. Langkah VII: Evaluasi

Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasidi dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar-benar efektif dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah  proses penatalaksanaan umumnya merupakan pengkajian yang memperjelas  proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan serta berorientasi pada  proses klinis, karena proses penatalaksanaan tersebut berlangsung di dalam situasi klinik dan dua langkah terakhir tergantung pada klien dan situasi klinik

6.1. Kala I

a. Ruangan yang bersih, nyaman, penerangan yang cukup sudah disediakan

 b. Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmetis c. TTV : 1) TD 2)  N 3) S 4) RR d. VT Ø 10 cm (pembukaan lengkap)

e. Partus set, heating set Peralatan dan tempat resusitasi telah disiapkan

f. Perlengkapan dam pakaian ibu serta bayi telah disiapkan disiapkan

(15)

g. Ibu selalu berbaring miring kiri dan jalan-jalan h. Ibu sudah makan dan minum

6.2. Kala II

Bayi lahir spontan, bayi langsung menangis, dengan letak belakang kepala, dengan penilaian selintas: bayi menangis dengan kuat, bayi  bergerak aktif, kulit bayi berwarna kemerahan, dengan APGAR SCORE satu menit pertama setelah lahir 7. Kemudian mengeringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tanagn tanpa membersihkan verniks, mengganti handuk basah dengan handuk kering, membiarkan bayi di atas perut ibu.

6.3. Kala III

a. K/u ibu baik, kesadaran composmetis  b. TTV :

1) TD 2)  N 3) S 4) RR

c. Plasenta lahir leng.kap , baik selaput amnion korion dan kotiledon. d. Pengeluaran darah tidak melebihi 500 cc.

e. Tidak ada robekan

f. Bayi biarkan di atas perut ibu selama 1 jam untuk dilakukan IMD. 6.4. Kala IV

a. K/u baik, kesadaran composmetis  b. TTV 1) TD 2)  N 3) S 4) RR c. TFU d. Kontraksi

(16)

e. Kandung kemih

f. Jumlah perdarahan : Tidak melebihi 100 cc

60 Langkah APN

I. MENGENALI GEJALA DAN TANDA KALA DUA

1. Mendengar dan melihat adanya tanda persalinan kala dua a. Ibu merasakan ada dorongan kuat dan meneran.

 b. Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan vagina.

c. Perenium tampak menonjol. d. Vulva dan sfingtar ani membuka. II. PERSIAPAN ALAT

2. Pastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong prersalinan dan menatalaksana komplikasi ibu dan bayi  baru lahir.Untuk asuhan bayi baru lahir atau resusitasi siapkan:

a. Tempat datar, rata, bersih, kering dan hangat

 b. 3 handuk/kain bersih dan kering (termasuk ganjal bahu bayi) c. Alat penghisap lender

d. Lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi Untuk ibu:

a. Menggelar kain di perut bawah ibu  b. Menyiapkan oksitosin 10 unit

c. Alat suntik steril sekali pakai di dalam partus set III. PERSIAPAN DIRI

3. Pakai celemek plastik atau dari bahan yang tidak tembus cairan

4. Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang di pakai, cuci tangan dengan sabun air bersih mengalir kemudian keringkan tangan dengan tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering.

5. Pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan digunakan untuk  periksa dalam VT.

(17)

6. Masukan oksitosin ke dalam tabung suntik (gunakan tangan yang memakai sarung tangan DTT dan steril (pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik).

IV. MEMASTIKAAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK.

7. Membersihkan vulva dan perineum, menekannya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atu kasa yang dibasahi air DTT.

8. Lakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap.

9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5% kemudian lepaskan dan rendam dalam keadaan terbalik dalam larutan 0,5% selama 10 menit. Cuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepas. 10.Periksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi/saat relak sasi

uterus untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160x/menit).

a. Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal

 b. Mendokumentasikan hasil-hasil periksa dalam,DJJ,semua temuan  pemeriksaan dan asuhan yang diberikan ke dalam partograf

V. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES BIMBINGAN MENERAN.

11.Beritahukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan bantu ibu dalam menemukan posisi yang nyaman dan sesuai dengan keinginannya.

12.Meminta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran (bila ada rasa ingin meneran dan terjadi kontraksi yang kuat, bantu ibu ke  posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan

(18)

VI. MEMIMPIN PERSALINAN

13.Laksanakan bimbingan meneran pada saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran.

14.Anjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.

VII. PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI

15.Letakkan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.

16.Letakkan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian di bawah bokong ibu. 17.Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan

 bahan.

18.Pakai sarung tangan DTT pada kedua tangan. VIII. PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI

19.Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain  bersih dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi untuk

menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala. Ajurkan ibu untuk meneran perlahan atau bernapas cepat dan dangkal.

20.Periksa kemungkinan ada lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi, dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 21.Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan. 22.Setelah putaran paksi luar selesai, pegang kepala bayi secara

 biparental. Anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakkan kepala ke arah bawah dan distal hingga bahu depan muncul di bawah arkus pubis, kemudian gerakkan ke arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang

23.Setelah kedua bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan

(19)

tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.

24.Setelah tubuh dan lengan lahir, penulusuran tangan atas berlanjut ke  punggung, bokong, tungkai dan kaki. Pegang kedua mata kaki

(masukkan diantara ibu jari dan jari lainnya).

25.Melakukan penilaian selintas pada bayi dan warna kulit tangisan dan tonus otot.

26.Keringkan tubuh bayi.

IX. MANAJEMEN AKTIF KALA III

27.Periksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus (hamil/tunggal).

28.Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitosin agar uterus berkontraksi  baik.

29.Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikkan oksitosin 10 unit IM.

X. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR

30.Setelah 2 menit pasca persalinan, pegang tali pusat dengan satu tangan pada sekitar 5 cm dari pusar bayi, kemudian jari telunjuk dan  jari tengah tangan lain menjepit tali pusat dan geser hingga 3 cm  proksimal dari pusar bayi. Klem tali pusat pada titik tersebut kemudian tahan klem ini pada posisinya, gunakan jari telunjuk dan tengah tangan lain untuk mendorong isi tali pusat ke arah ibu (sekitar 5 cm) dan klem tali pusat pada sekitar 2 cm distal dari klem pertama 31.Pemotongan dan pengikatan tali pusat.

32.Letakkan bayi di dada ibu agar ada kontak kulit ibu ke kulit bayi, selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala  bayi.

33.Pindahkan klem pada tali pysat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva. 34.Letakkan 1 tangan diatas kain pada perut ibu di tepi atas simfisis

(20)

35.Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat kearah bawah sambil tanggan yang lain mendorong uterus kearah belakang atas (dorso kronial).

36.Lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas. Saat plasenta muncul di introitus vagina, lahirkan plasenta dengan kedua tangan.

37.Pegang dan putar placenta hingga selaput ketuban terpilin kemudian lahirkan dan tempatkan placenta pada wadah yang disediakan

38.Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan masase uterus, letakkan telapak tangan di pundus dan lakukan masase dengan gerakan melinggkar dengan lambat hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras).

XI. MENILAI PERDARAHAN

39.Periksa ke-2 sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi di pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.

40.Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum lakukan  penjahitan bila laserasi menyebabkan pendarahan.

XII. ASUHAN PASCA PERSALINAN

41.Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi pendarahan  pervaginam.

42.Celupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%, bersihkan noda darah dan cairan tubuh, lepaskan secara terbalik dan rendam sarung tangan dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, keringkan tangan dengan tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering

43.Lanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan  pervaginam.

(21)

44.Ajarkan ibu dan keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.

45.Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.

46.Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama  jam ke 2 pasca persalinan.

47.Periksa kembali bayi untuk pastikan bayi bernapas dengan baik (normal 40-60 kali per menit) serta suhu tubuh normal (36,5-37,5). 48.Tempatkan semua peralatan bekas pakai dan larutan klorin 0,5 %

untuk de kontaminasi (10 menit).

49.Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.

50.Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT.

51.Pastikan ibu merasa nyaman. Bantu ibu memberikan ASI. Anjurkan keluarga untuk memberim minum dan makanan yang di inginkannya. 52.Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%.

53.Celupkan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5% balikan  bagian dalam keluar dan rendam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. 54.Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.

55.Pakai sarung tangan bersih/DTT untuk melakukan pemeriksaan fisik 56.Setelah satu jam, lakukan penimbangan atau pengukuran bayi, beri

tetes mata anti biotic profilaksis dan vitamin K1 1mg IM dipaha kiri ke anterolateral, pemeriksaan fisik bayi baru lahir, pernapasan bayi (normal 40-60 kali/menit) dan temperature tubuh (normal 36,5-37,50 C) setiap 15 menit

57.Setelah 1 jam pemberian vit K1 berikan suntik imunisasai hepatitis B dipaha kanan anterolateral. Letakan bayi di dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu dapat disusukan

58.Lepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan rendam di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit

(22)

59.Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan dengan tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering 60.Lengkapi partograf.

(23)

BAB 3

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “I DENGAN OBSERVASI PERSALINAN NORMAL

DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TANGGAL 22 JANUARI 2014

Hari/ tanggal : Rabu, 22 Januari 2014 Waktu : 08.15 Wita

Tempat : Ruang Bersalin Rumah Sakit Bhayangkara

KALA I

I. PENGUMPULAN DATA A. Data Subjektif

1. Identitas/Biodata

Biodata Istri Suami

 Nama  Ny “I” Tn “S”

Umur 27 tahun 34 tahun

Agama Islam Islam

Suku Sasak Sasak

Pendidikan SMP SMA

Pekerjaan IRT Swasta

Alamat Narmada Narmada

Tanggal Masuk : Rabu, 22-01-2014, pukul : 08.15 wita

2. Keluhan Utama

(24)

3. Riwayat Keluhan Utama

Ibu mengatakan keluar lendir dan sakit perut menjalar ke pinggang sejak subuh tanggal 22 januari 2014 dan gerakan janin masih dirasakan sampai sekarang.

4. Riwayat Menstruasi

a. Menarche : 12 tahun  b. Siklus : 28 hari

c. Lama : ± 7 hari d. Warna : merah segar

e. Jumlah : 2 x ganti pembalut dalam sehari f. Flour albus : Tidak ada

g. Dismenorea : Tidak ada

5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifa yang lalu

Hamil

Ke UK 

Jenis

 persalinan Penolong Tempat

Riwayat

 penyulit BBL

(gram) JK  Umur  Ket

H B N I Ini aterm -Spontan -Bidan -BPS -3300 -♀ -7 thn -H

-6. Riwayat kehamilan sekarang

a. Hamil ke : 2 (dua)

 b. Umur kehamilan : 35- 36 minggu

c. HPHT : 17-05-2013

d. ANC : 6 kali di Puskesmas

e. Imunisasi TT : 2 kali lengkap f. Gerakan janin : Masih dirasakan g. Keluhan umum : Tidak ada

(25)

i. Obat yang dikonsumsi : Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan lain, selain yang diberikan oleh bidan. Ibu hanya meminum tablet Fe (1x1) 3 bungkus (90 tablet) selama hamil.

 j. Kekhawatiran khusus : Tidak ada

7. Riwayat kesehatan/ penyakit yang pernah diderita dahulu dan sekarang a. Penyakit Kardiovaskuler : Tidak ada

 b. Penyakit Hipertensi : Tidak ada c. Penyakit Diabetes : Tidak ada d. Penyakit Hepatitis : Tidak ada e. Penyakit Malaria : Tidak ada

f. Penyakit HIV/ AIDS : Belum dilakukan pemeriksaan lab. g. Penyakit Campak : Tidak ada

h. Penyakit Asma : Ada

i. Penyakit Ginjal : Tidak ada  j. Penyakit Anemia : Tidak ada k. Penyakit Tuberkulosis : Tidak ada l. Gangguan mental : Tidak ada m. Riwayat kembar : Tidak ada

8. Riwayat Biopsikososial Ekonomi

a. Status perkawinan : Menikah syah 1 kali lamanya ± 9 tahun.  b. Respon ibu dan keluarga : Ibu senang menghadapi persalinan dan

 berharap persalinannya berjalan lancar dan normal

c. Riwayat KB : Implan

Rencana KB : Implan

d. Dukungan keluarga : Suami sangat mendukung kehamilan yang diharapkan.

(26)

f. Beban kerja : Ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak dan menyapu g. Kebiasaan hidup sehat : Ibu dan suami tidak merokok dan minum

minuman keras 9. Pola Kebiasaan Sehari-hari

a. Pola Nutrisi 1) Makan

Makan terakhir : Tgl 22-01-2014 pukul 07.00 wita

Komposisi : Roti, nasi, lauk, sayur, air mineral botol

Porsi : ½ porsi

Makanan pantangan : Tidak ada 2) Minum

Minum terakhir : Tgl 22-01-2014 pukul 14.00 wita Komposisi : Air gula

Porsi : 1 gelas

Minuman pantangan : Tidak ada 3) Eliminasi

BAB terakhir : Tgl 20-01-2014

BAK terakhir : Tgl 22-01-2014 pukul 13.50 wita 4) Istirahat/tidur

Istirahat terakhir : Tgl 21-01-2014 pukul 10.00 wita Lamanya : ± 5 - 6 jam

B. Data Objektif

1. Pemeriksaan Umum

a. Keadaan Umum : Baik

 b. Kesadaran : Composmentis

c. Tinggi Badan : 160 cm d. BB sebelum hamil : 68 kg

(27)

e. LILA : 25 cm f. Tanda-tanda vital  Tekanan Darah : 120/80 mmHg Nadi : 80 x/menitSuhu : 36,5 ºCRespirasi : 24 x/menit 2. Pemeriksaan Fisik a. Kepala

Inspeksi : Bersih, tidak ada lesi, tidak ada bekas luka jahitan Palpasi : Tidak ada benjolan, tidak ada oedema

 b. Wajah

Inspeksi : Wajah tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum Palpasi : Tidak ada oedema

c. Mata

Inspeksi : Simetris, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus d. Mulut dan gigi

Inspeksi : Bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries e. Telinga

Inspeksi : Bersih, Tidak ada penumpukan serumen f. Leher

Inspeksi : Tidak ada bendungan vena jugularis

Palpasi : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan kelenjar th yroid g. Payudara

Inspeksi : Simetris, puting susu menonjol, dan ada hiperpigmentasi  pada sekitar areola,colostrum ada

h. Abdomen

Inspeksi : Tidak ada bekas luka operasi, ada linea nigra, ada striae albican

Palpasi :

(28)

Leopold II : Teraba punggung kanan

Leopold III : Persentasi kepala, sudah masuk PAP Leopold IV : Kepala masuk PAP 3/5 bagian. PBBJ : 2790 gram

HIS : (-)

Auskultasi : DJJ: (+), irama 12-12-12, frekuensi 144 x/menit i. Genetalia

Inspeksi : Vulva tidak oedema, vagina tidak varises, tidak ada  jaringan parut di perineum, ada lendir.

Pemeriksaan dalam pukul : 08.15 wita VT Ø 3 cm, effacemen 30 %, ketuban (+), presentasi kepala, denominator belum jelas, kepala turun HI, tidak teraba bagian kecil janin/ tali pusat.

 j. Ekstremitas atas

Inspeksi : Bersih, simetris dan kuku tidak pucat Palpasi : Tidak ada oedema

Ekstremitas bawah

Inspeksi : Bersih, simetris, kuku tidak pucat dan tidak ada varises

Palpasi : Tidak ada oedema Reflek patella : (+/+)

3. Pemeriksaan Penunjang (Tanggal 22-01-2014)

a. HB : 11,4 gr /dl

 b. Golongan Darah : O c. Protein Urine : negatif

II. INTERPRETASI DATA DASAR a. Diagnosa

G2P1A0H1, umur kehamilan 35-36 minggu, tunggal, hidup, intra uterin,

 presentasi kepala, keadaan umum ibu dan janin baik dengan inpartu kala I fase laten.

(29)

Dasar

Subyektif :

Ibu mengatakan hamil ke-2 dan tidak pernah mengalami keguguran.Ibu mengatakan HPHT : 17-05-2013

Ibu mengatakan hamil 9 bulan, pergerakan janin masih dirasakan aktif.

Obyektif :

K/u ibu dan janin baik, TD :120/80 mmHg, N: 80x/menit, S: 36,5 ºC,

Rr: 24 x/menit.

TFU 29 cm, teraba bokong di fundus, punggung kanan, presentasi

kepala, sudah masuk PAP 3/5 bagian.

DJJ (+), Irama 12-12-12, Frekuensi 144 x/menit.

Pemeriksaan dalam Tanggal 22 Januari 2014 pukul 08.15 wita.

VT Ø 3 cm, effacemen 30 %, ketuban (+), presentasi kepala, denominator belum jelas, kepala turun HI, tidak teraba bagian kecil

 janin/ tali pusat.

b. Masalah : Ketidaknyamanan

Dasar : Ibu mengatakan sakit pinggang menjalar ke perut . c. Kebutuhan

Menjelaskan pada ibu tentang penyebab ketidaknyamanan yang dirasakan dan cara mengatasinya.

III. IDENTIFIKASI ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL Tidak ada

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

Mandiri : Observasi kesejahteraan ibu dan janin dan kemajuan persalinan menggunakan partograf.

Kolaborasi : Tidak ada Rujukan : Tidak ada

(30)

V. RENCANA ASUHAN MENYELURUH

1. Jelaskan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan. 2. Anjurkan ibu untuk makan dan minum.

3. Ajarkan ibu cara relaksasi. 4. Mempersiapkan alat

5. Berikan ibu dukungan moril.

6. Observasi kesejahteraan ibu dan janin serta kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.

VI. PELAKSANAAN TINDAKAN

Tanggal 22 Januari 2013 Pukul: 08.15 wita

1. Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa, keadaan janin baik, TD: 120/80 mmHg, N: 80 x/menit, S: 36,5ºC, R:24 x/menit, His masih  belum ada, DJJ (+), irama 12-12-12, frekuensi 144 x/menit dan ibu belum  boleh meneran.

2. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum yang manis seperti teh hangat, air gula untuk tenaga ibu saat persalinan.

3. Mengajarkan cara relaksasi seperti menarik nafas dalam-dalam lewat hidung dan menghembuskannya pelan-pelan lewat mulut saat ada kontraksi/his.

4. Petugas kesehatan atau bidan mempersiapkan alat-alat terlebih dahulu seperti alat partus set, heating set, resusitasi set, dan berbagai kelengkapan lainnya.

5. Memberikan dukungan moril kepada ibu dengan meyakinkan ibu dan memberikan pujian serta tidak mengkritik ibu, memberikan informasi  proses persalinan, mendengarkan keluhan ibu, menghadirkan orang terdekat  bagi ibu yaitu suami atau keluarga lainnya.

6. Mengobservasi kesejahteraan ibu, kesejahteraan janin dan kemajuan  persalinan meliputi:

(31)

Denyut jantung janin (setiap 30 menit), warna air ketuban (setiap  pemeriksaan dalam), penyusupan sutura (setiap pemeriksaan dalam).  b. Kemajuan persalinan

Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus (setiap 30 menit), pembukaan serviks dan penurunan kepala ( setiap 4 jam).

c. Kesejahteraan ibu

 Nadi (setiap 30 menit ), tekanan darah (setiap 4 jam), temperatur tubuh (setiap 2 jam), kandung kemih (setiap berkemih), makan dan minum (setiap makan dan minum).

Tabel observasi persalinan Kala I

Tgl/ Waktu TTV DJJ HIS Pengeluaran  pervaginam Keluhan Utama Ket TD N S +/- Frek Frek /10m nt Lama 22-01-2014 08.15

120/80 80 36,5 + 144 - - lendir Sakit perut menjalar ke  pinggang. VT Ø 3 cm, eff 30%, ketuban (+), kepala turun HI, denominator  belum jelas, tidak teraba  bagian kecil  janin atau tali  pusat.

08.45 - 80 - + 144 - - lendir Sakit perut

menjalar ke  pinggang.

(32)

-09.15 - 82 - + 148 1x 15 lendir Sakit perut menjalar ke  pinggang.

-09.45 - 80 - + 136 1x 15 lendir Sakit perut

menjalar ke  pinggang..

-10.15 - 80 36,7 + 144 1x 15 lendir Sakit perut menjalar ke  pinggang.

-10.45 - 84 - + 148 3x 20 lendir Sakit perut

menjalar ke  pinggang.

-11.15 - 84 - + 144 3x 35 lendir Sakit perut

menjalar ke  pinggang.

-11.45 - 82 - + 136 4x 45 lendir Sakit perut

menjalar ke  pinggang.

(33)

-12.15 110/80 82 36,7 + 148 4x 45 Lendir dan air ketuban merembes Sakit  perut menjalar ke  pinggang. VT Ø 7 cm, eff 70%, ketuban (+) merembes warna jernih, kepala turun HIII, denominator uuk kidep, tidak teraba  bagian kecil  janin atau tali  pusat. 12.45 - 86 - + 144 5x 45 Lendir dan air ketuban merembes Sakit  perut menjalar ke  pinggang. -13.15 - 86 - + 136 5x 50 air ketuban merembes Sakit  perut menjalar ke  pinggang.

(34)

-13.45 - 86 - + 144 5x 50 air ketuban merembes Sakit  perut menjalar ke  pinggang. -14.15 - 86 36,7 + 144 5x 50 Bloody show Sakit  perut menjalar ke  pinggang. -14.40 100/70 86 - + 146 5x 50 Lendir campur darah dan air ketuban  jernih. Ibu merasa sakit perut dan  pinggang tambah kuat dan ingin meneran seperti BAB. VT Ø 10 cm, eff 100%, ketuban (-), kepala turun HIII, denominator uuk kidep, tidak teraba  bagian kecil  janin atau tali  pusat.

VII. EVALUASI TINDAKAN

Tanggal 22 Januari 2014 Pukul : 14.40 wita

1. Ibu sudah mengetahui keadaan dirinya dan janinnya, bahwa keadaan umum ibu baik.

(35)

Pukul 14.40 wita, VT Ø 10 cm, eff 100 %, ket (-) warna jernih, teraba kepala, UUK kiri depan, penurunan kepala HIII, tidak teraba bagian kecil

 janin/tali pusat.

2. Ibu bersedia untuk makan dan minum

3. Ibu mengerti tehnik relaksasi yang diajarkan

4. Alat dan ruangan yang bersih, nyaman, dan penerangan yang cukup sudah disediakan.

5. Ibu merasa senang atas dukungan yang diberikan oleh petugas kesehatan. 6. Observasi telah dilakukan.

KALA II

Hari/ tanggal : Rabu, 22 Januari 2014 Tempat : Rumah Sakit Bhayangkara Waktu : Pukul 14.40 wita

I. PENGUMPULAN DATA DASAR

A. Subyektif

1. Ibu mengatakan ingin meneran. 2. Ibu mengatakan ingin BAB.

3. Ibu mengatakan sakit perut dan pinggang yang semakin kuat B. Obyektif

1. K/U ibu baik, TD: 100/70 mmHg, N: 86x/mnt, S: 36,7oC, R: 24x/mnt 2. His semakin kuat lamanya 50 detik, frekuensi 5x dalam 10 menit, DJJ

(+), irama teratur 12-13-12, frekuensi: 146x/menit.

3. Ada dorongan untuk mengedan, tekanan anus (+), perineum menonjol, vulva membuka, ada pengeluaran lendir campur darah.

4. VT   10 cm, eff 100%, ket (-) warna jernih, teraba kepala, uuk kiri depan, Kepala  HIII, tidak teraba bagian kecil janin/tali pusat.

(36)

II. INTERPRETASI DATA DASAR a. Diagnosa

G2P1A0H1, Umur kehamilan 35-36 minggu, tunggal, hidup, intra uterin,

letak kepala, keadaan umum ibu dan janin baik dengan inpartu kala II. Dasar subyektif

Ibu mengatakan ingin buang air besar dan ingin meneran

Ibu mengatakan sakit perut dan pinggang yang semakin sering dan kuat.

Dasar Obyektif

Keadaan umum ibu dan janin baik.

Pengeluaran lendir campur darah semakin banyak.

Dorongan mengedan, perineum menonjol, vulva membuka, tekanan

anus (+).

VT   10 cm, eff 100%, ket (-) warna jernih, teraba kepala, uuk kiri

depan, Kepala  HIII, tidak teraba bagian kecil janin/tali pusat.

b. Masalah  : Ketidaknyamanan

Dasar : Ibu mengatakan sakit pinggang menjalar ke perut dan ingin meneran

c. Kebutuhan

Informasi mengenai proses persalinan kala IICara meneran yang baik dan posisi yang nyamanMotivasi dari keluarga dan bidan

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada

IV. MENETAPKAN KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA Mandiri : Menolong persalinan secara APN

Kolaborasi : Tidak ada Rujukan : Tidak ada

V. RENCANA ASUHAN

(37)

2. Berikan dukungan moril pada ibu 3. Atur ibu pada posisi persalinan

4. Bimbing ibu cara meneran yang baik.

5. Tolong persalinan sesuai dengan langkah APN

VI. PELAKSANAAN

Tanggal 22 Januari 2014 Pukul 14.43 Wita

1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa keadaan umum ibu baik. Keadaan janin ibu baik, posisi normal dan bunyi jantung teratur, dan memberitahu ibu bahwa sebentar lagi akan melahirkan karena pembukaan sudah lengkap. Sakit pinggang sampai ke perut bagian bawah masih terjadi karena kepala bayi ibu terus turun pada jalan lahir, sehingga ibu akan mengalami sakit pinggang dan perut bagian bawah.

2. Menganjurkan kepada keluarga untuk memberi dukungan moril dan meminta keluarga untuk menemani selama proses persalinan.

3. Mengatur ibu pada posisi persalinan yaitu dengan posisi setengah duduk. 4. Membimbing cara meneran yang baik yaitu dalam posisi setengah duduk

tempelkan dagu di dada dan menarik kaki kebelakang sambil membuka  paha lebar-lebar, bila sakit datang ibu diminta menarik nafas dalam-dalam dari hidung dan mengeluarkan dari mulut dan meneran seperti BAB. Apabila rasa sakit hilang, ibu diminta istirahat.

5. Menolong persalinan sesuai dengan langkah APN

Mengamati tanda dan gejala kala II yaitu keinginan untuk meneran,

tekanan pada anus (ibu merasa seperti ingin BAB), perineum menonjol, vulva membuka.

Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan, mematahkan ampul

oksitosin 10 IU dan menempatkan tabung suntik steril 3 cc kedalam wadah partus set.

Menggunakan celemek, cuci tangan, lalu menggunakan handscoen.

(38)

dimasukkan lagi kedalam wadah partus set dan kemudian wadah ditutup kembali.

Membersihkan vulva dan perinium dengan kapas DTT, kemudian

melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan lengkap. Ternyata pembukaan sudah lengkap (10 cm).

Mendekontaminasi sarung tangan yang telah digunakan untuk

 pemeriksaan dalam ke dalam larutan clorin 0,5 % dan merendamnya selama 10 menit.

Memeriksa DJJ untuk memastikan bahwa DJJ dalam Batas normal dan

ternyata DJJnya (+) frekuensi 146x/menit, irama teratur 12-13-12.

Memberitahu ibu bahwa pembukaaan sudah lengkap dan keadaan

 janinnya baik. Membantu ibu dalam posisi yang nyaman yaitu meminta  bantuan kepada keluarga untuk membantu ibu dalam posisi setengah

duduk.

Memimpin ibu untuk meneran pada saat ada dorongan yang kuat untuk

meneran dan menganjurkan ibu untuk istirahat jika sakit berhenti.

Pada saat kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm,

meletakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayinya, dan meletakkan kain yang bersih di bawah bokong ibu.

Membuka partus set.

Memakai sarung tangan steril.

Melindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain, meletakkan

tangan yang lain di kepala bayi untuk melindungi kepala bayi agar tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat. Menganjurkan ibu untuk meneran sekuat tenaga hingga lahir kepala bayi.

Memeriksa lilitan tali pusat dan ternyata tidak ada lilitan tali pusat

Menunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara

spontan yaitu ke sebelah kiri.

Menempatkan kedua tangan dalam posisi biparietal kemudian

(39)

melahirkan bahu depan. Selanjutnya mengangkat kepala bayi ke arah atas untuk melahirkan bahu belakang.

Setelah kedua bahu dilahirkan, tangan kiri menelusuri badan bayi dari

 bahu hingga menyelipkan telunjuk tangan kiri di antara pergelangan kaki, sedangkan tangan kanan menyangga kepala, leher dan bahu bayi.

Setelah keseluruhan badan bayi lahir, pegang bayi bertumpu pada tangan

sedemikian rupa sehingga menghadap kearah penolong, kemudian melakukan penilaian awal yaitu bayi langsung menangis dengan kuat,  bernafas tanpa kesulitan, bayi bergerak aktif, warna kulit merah, kemudian bayi diletakkan di atas perut ibu, dikeringkan, ganti kain kedua sambil melakukan penilaian apgar score pada 1 menit pertama dan 5 menit kedua.

Kemudian melakukan jepit potong tali pusat dengan cara mengklem tali

 pusat 3 cm dari umbilikalis dan tali pusat diurut ke arah ibu dan di  pasangkan klem kedua 2 cm dari klem pertama, menggunting tali pusat di antara kedua klem, kemudian ikat tali pusat dengan benang tali pusat steril, mengikat 2 kali dengan simpul mati.

Kemudian selanjutnya meletakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi

katak untuk kontak kulit dan IMD segera setelah bayi lahir, untuk mendapatkan ASI pertama dari ibunya, sambil diselimuti bayi agar tetap terjaga kehangatannya.

(40)

Tabel Apgar Score

Aspek yang

dinilai 1 menit Nilai 5 menit Nilai

Appearance Kulit merah, ekstremitas biru

1 Seluruh badan merah

2

Pulse rate  100 x/ menit 2 > 100 x / menit 2

Grimance Menyeringai 1 Menangis 2

Activity Sedikit fleksi 1 Sedikit fleksi 1 Respiration Teratur   40 x/menit 2 Teratur 2

Jumlah 7 9

VII. EVALUASI

Tanggl 22 Januari 2014 Pukul 14.50 Wita

1. Bayi lahir spontan, letak kepala, tunggal, hidup, bernafas tanpa kesulitan, warna kulit kemerahan, tonus otot baik, seluruh tubuh kemerahan, A-S: 7-9 dan bayi langsung di IMD.

2. K/U ibu baik, TD: 100/70 mmHg, N: 88 x/menit, S: 36,80C, R: 24 x/menit, TFU sepusat, perdarahan ± 70 cc.

KALA III

Hari/ tanggal : Rabu, 22 Januari 2014 Tempat : Rumah Sakit Bhayangkara Waktu : 14.50 Wita

I. PENGKAJIAN DATA A. Data Subyektif

1. Ibu mengatakan bayi sudah lahir dan perutnya masih terasa mulas 2. Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayinya

B. Data Obyektif

(41)

2. K/U ibu baik, TD: 100/70 mmHg, N: 88 x/menit, S:36,8 0C, R: 24 x/menit.

3. Tinggi fundus uteri sepusat, kontraksi uterus baik, pendarahan ± 70 cc. 4. Plasenta belum lahir tampak tali pusat di vulva.

II. INTERPRETASI DATA DASAR a. Diagnosa : Kala III

Dasar:

Subyektif : Perut ibu masih terasa mulas. Obyektif:

1. Bayi lahir pukul: 14.50 Wita. 2. Plasenta belum lahir.

3. TFU sepusat, kontraksi baik, pendarahan ± 70 cc 4. Tali pusat tampak menjulur didepan vulva.

 b. Masalah : Tidak ada c. Kebutuhan : Tidak ada

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada

IV. KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA

Mandiri : Manajemen aktif Kala III Kolaborasi : Tidak ada

Rujukan : Tidak ada

V. RENCANA ASUHAN YANG MENYELURUH

1. Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan. 2. Melakukan manajemen aktif kala III.

VI. PELAKSANAAN ASUHAN

Tanggal 22 januari 2014 Pukul 15.00 Wita

(42)

dengan jenis kelamin perempuan dan harus segera disusui yang juga akan membantu untuk pengeluaran plasenta.

2. Melakukan manajemen aktif kala III yaitu:

a. Melakukan cek fundus uteri untuk memastikan tidak ada bayi kedua, memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik, lalu menyuntikkan oksitosin 10 IU IM pada 1/3 paha bagian luar segera 1 menit setelah lahir.

 b. Mengontrol pelepasan placenta dengan melakukan PTT yaitu tangan kanan meregangkan tali pusat dan tangan kiri menekan tepi atas symfisis. Bila tali pusat lebih panjang berarti plasenta sudah lepas, tetapi  bila plasenta tidak bertambah panjang berarti placenta belum lahir.

Ternyata tali pusat bertambah panjang. Adanya semburan darah, uterus membulat. Kemudian melahirkan plasenta dengan cara melakukan PTT yaitu tangan menegangkan tali pusat dan tangan kiri menekan atas symfisis sambil mendorongnya ke arah dorso kranial.

c. Saat placenta tampak di introitus vagina, tangan kanan penolong menerima placenta kemudian memutar searah jarum jam agar selaput tidak robek.

d. Melakukan masase fundus uteri dengan arah memutar menggunakan 4  palmar jari selama 15 detik atau 15 kali sambil mengecek kontraksi

uterus dan perdarahan.

3. Memeriksa kelengkapan plasenta meliputi kotiledon, selaput amnion dan korion, dan ternyata lengkap.

4. Memeriksa adanya robekan jalan lahir, ternyata tidak ada.

VII. EVALUASI

Tanggal : 22 Januari 2014 Pukul : 15.00 Wita

Plasenta lahir spontan dengan cara Schultze kemudian melakukan masase yang  pertama selama 15 detik searah jarum jam, hingga kontraksi uterus membaik, setelah itu penolong memeriksa kelengkapan plasenta: kotiledon lengkap,

(43)

selaput amnion dan korion lengkap, diameter 18x22x2, berat 500 gram, panjang tali pusat ± 50 cm. Keadaan umum ibu baik. Ibu mengatakan sangat lelah dan  perutnya teras mules.

KALA IV

Hari/ tanggal : Rabu, 22 Januari 2014 Tempat : Rumah Sakit Bhayangkara Waktu : 15.00 Wita

I. PENGKAJIAN DATA

A . Data Subjektif

1. Ibu mengatakan sangat lelah dan perutnya mules

B. Data Obyektif

1. Keadaan umum ibu baik, Tekanan Darah: 110/70 mmHg, Nadi: 88 x/menit, Suhu: 36,8 °C, Respirasi 24 x/menit.

2. Kontraksi uterus baik 3. TFU 2 jari di bawah pusat 4. Kandung kemih kosong

5. Perdarahan ± 80 cc setelah plasenta lahir 6. Bayi dan plasenta sudah lahir

II. INTERPRETASI DATA DASAR a. Diagnosa : Kala IV

Dasar subyektif :

Ibu mengatakan melahirkan tanggal 22-01-2014 Pukul 14.50 wita.Ibu mengatakan plasenta lahir tanggal 22-01-2014 pukul 15.00 wita.Ibu mengatakan merasa lelah dan perutnya terasa mules.

Dasar obyektif :

Keadaan umum ibu baik dengan TD: 110/70 mmHg, Nadi : 88 x/menit,

(44)

Plasenta lahir lengkap.

Kontraksi uterus baik, TFU 2 jari bawah pusat, kandung kemih kosong.

b. Masalah : Ketidaknyamanan.

Dasar : Ibu mengatakan perutnya mules

c. Kebutuhan : Penjelasan tentang penyebab perut terasa mules merupakan hal yang fisiologis.

III.IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada

IV. KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA Mandiri : Pemantauan Kala IV

Kolaborasi : Tidak ada Rujukan : Tidak ada

V. RENCANA ASUHAN MENYELURUH

1. Beritahu ibu tentang keadaanya setelah melahirkan dan informasikan pada ibu  penyebab perutnya terasa mules.

2. Periksa robekan jalan lahir. 3. Dekontaminasi alat-alat.

4. Observasi tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, kandung kemih dan perdarahan tiap 15 menit pada 1 jam pertama dan 30 menit pada 1  jam kedua.

5. Bersihkan badan ibu dan memasang softeks. 6. Pasangkan selimut dan lanjutkan IMD.

7. Setelah 1 jam IMD dilakukan pemeriksaan fisik pada bayi yang meliputi TB, BB, lika, lida, lila, suhu, reflek hisap dan anus.

8. Motivasi keluarga untuk memberi makan dan minum pada ibu, anjurkan ibu untuk istirahat.

(45)

9. Beri penyuluhan tentang

a. Kebersihan diri (personal hygiene)  b. ASI ekslusif

c. Perawatan tali pusat

d. Cara menyusui yang benar

10. Beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas. 11. Anjurkan mobilisasi dini.

12. Pemantauan Kala IV.

VI. PELAKSANAAN ASUHAN MENYELURUH Hari/tanggal : Rabu, 22 Januari 2014

Waktu : Pukul 15.00 wita

1. Memberitahu ibu bahwa keadaanya baik dan menjelaskan bahwa rasa mules yang ia rasakan adalah normal karena pengembalian bentuk rahim ke bentuk semula seperti sebelum hamil. Untuk mengatasinya ibu dapat menarik nafas  panjang dari hidung dan menghembuskan perlahan melalui mulut.

2. Memeriksa adanya robekan jalan lahir, kemudian nilai perluasan laserasi  perineum, ternyata tidak ada robekan.

3. Lakukan pendekontaminasian alat-alat.

4. Melakukan observasi TTV atau pemantauan kala IV yaitu satu jam pertama setiap 15 menit dan satu jam kedua setiap 30 menit meliputi Tekanan darah,  Nadi, TFU, Kontraksi uterus, Kandung Kemih dan Perdarahan, kecuali suhu

setiap 1 jam.

5. Membersihkan badan ibu dengan air bersih dan mengeringkan/mengelap  badan ibu, kemudian memasangkan softeks.

6. Memasangkan selimut pada ibu agar ibu merasa nyaman dan melanjutkan IMD.

7. Setelah 1 jam IMD, melakukan pemeriksaan fisik pada bayi ibu, secara umum keadaan bayi baik, tidak ditemukan kelainan kongenital, dengan berat badan 2900 gr dan panjang badan 49 cm, lika 33 cm, lida 33 cm, lila 11 cm.

(46)

Kemudian injeksi Vitamin K 11 mg secara IM pada paha kiri bayi.

8. Menganjurkan keluarga untuk selalu mendampingi ibu dan memberikan motivasi serta memberi makan dan minum pada ibu, juga menganjurkan ibu istirahat yang cukup agar keadaannya cepat pulih.

9. Beri penyuluhan tentang:

a. Kebersihan Diri (personal hygine)

Anjurkan ibu untuk menggunakan pakaian yang terbuat dari katun agar keringat dapat diserap dan apabila baju sudah basah atau kotor agar segera diganti dan anjurkan ibu untuk sering mengganti pembalut.

 b. Asi Eksklusif

Menganjurkan ibu agar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, tanpa makanan pendamping lain selain ASI sebelum bayi berumur 6 bulan . c. Perawatan Tali Pusat

Mengajarkan cara merawat tali pusat yang benar yaitu tali pusat dicuci dan  bideri sabun pada saat bayi dimandikan, lalu dikeringkan. Jangan beri

obat-obatan agar tidak terjadi infeksi. d. Cara Menyusui yang Benar

Mengajarkan cara menyusui yang benar yaitu dengan cara perut bayi menempel pada perut ibu dengan kepala bayi menghadap ke arah  payudara ibu, dagu bayi menempel pada areola. Kemudian mulut bayi

dimasukkan ke puting menempel sampai sampai areola. 10. Tanda-tanda Bahaya Pada Masa Nifas

a. Demam

 b. Perdarahan aktif

c. Bau busuk dari vagina d. Pusing

e. Lemas luar biasa

f. Penyulit dalam menyusukan banyinya g.  Nyeri panggul atau perut yang lebih hebat

(47)

11. Anjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi dini untuk mempercepat proses involusio uteri.

12. Memantau KU ibu, TTV, suhu, kontraksi, TFU, kandung kemih, dan  perdarahan sampai 2 jam PP.

Tabel Pemantauan Kala IV Jam ke Waktu TTV TFU Kontraksi uterus Kandung kemih Perdarahan TD (mmHg) R (x/mnt) Suhu (C)  Nadi (x/mnt) I

15.00 110/70 24 36,8 88 2 jari  pusat Baik Kosong ± 5 cc 15.15 110/70 24 88 2 jari  pusat Baik Kosong ± 5 cc 15.30 110/70 24 86 2 jari  pusat Baik Kosong ± 5 cc 15.45 110/70 24 84 2 jari  pusat Baik Kosong ± 10 cc

II 16.15 110/80 22 36,7 84 2 jari  pusat Baik Kosong ± 10 cc 16.45 110/80 22 84 2 jari  pusat Baik Kosong ± 10 cc

VII. EVALUASI

Hari/tanggal : Rabu, 22 Januari 2014 Waktu : Pukul 16.45 Wita

1. Ibu telah mengetahui keadaan diri dan bayinya. 2. Tidak ada robekan jalan lahir.

3. Lat telah didekontaminasi. 4. Observasi telah dilakukan.

5. Badan ibu telah bersih dan ibu telah memakai pembalut. 6. Ibu telah melakukan IMD

7. Pemeriksaan fisik pada bayi telah dilakukan. 8. Ibu telah didampingi keluarga.

9. Ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh bidan dan akan berusaha untuk melaksanakannya.

(48)

10. Ibu mengerti tanda-tanda bahaya masa nifas dan akan segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika ada tanda-tanda tersebut. 11. Ibu telah melakukan mobilisasi.

12. Keadaan umum ibu telah baik, kesadaran composmetis yaitu tekanan darah: 110/80 mmHg, nadi: 84x/menit, suhu: 36,7 0C dan respirasi: 22 x/menit, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari bawah pusat, kandung kemih kosong dan perdarahan ± 45 cc.

(49)

BAB 4 PEMBAHASAN

Dalam melakukan asuhan pada ibu bersalin dilakukan dengan 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN).

1. Kala I : pada kasus Ny.“I” dengan multigravida, kala I berlangsung selama 6 jam, hal ini sesuai dengan teori dimana lamanya kala I untuk multigravida adalah 6-7  jam. Sehingga antara teori dan praktek telah sesuai.

2. Kala II : pada kasus Ny. “I”, kala II berlangsung selama 10 menit yang ditandai dengan adanya keinginan dan dorongan untuk meneran, tekanan pada anus,  perineum menonjol, dan vulva membuka. Menurut teori, kala II berlangsung selama 1,5 jam - 2 jam (multigravida) dimulai dari pembukaan lengkap hingga lahirnya bayi, dan adanya tanda-tanda kala II.

Sehingga, antara teori dengan praktek tidak berkesinambungan, dimana pada  prakteknya kala II dapat berlangsung lebih cepat dari yang dibahas dalam teori,

tetapi dalam praktek dapat ditemui tanda-tanda kala II seperti dalam teori dan  penatalaksanaan yang diberikan oleh Rumah Sakit Bhayangkara memenuhi

standar

3. Kala III : pada kasus Ny.“I”, kala III berlangsung selama 10 menit, yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu perubahan bentuk uterus, semburan darah tiba-tiba, dan tali pusat yang semakin memanjang. Menurut teori, kala III berlangsung selama 5-15 menit dimulai dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta. Dan ditandai dengan adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. Sehingga, antara teori dengan praktek saling berkesinambungan baik lamanya kala III maupun tanda pelepasan plasenta yang ditemui pada kasus Ny. “I” dan  penatalaksanaan yang diberikan oleh Rumah Sakit Bhayangkara memenuhi

standar.

4. BBL : pada kasus Ny. “I”, bayi yang baru lahir langsung didekapkan di dada ibunya/ melakukan IMD. Dalam teori, bayi yang baru lahir harus segera dilakukan kontak kulit dengan ibunya untuk meningkatkan ikatan batin antara ibu

Gambar

Tabel  observasi persalinan Kala I
Tabel Apgar Score

Referensi

Dokumen terkait

berkesinambungan untuk melihat keefektifan dari asuhan yang sudah.. diberikan, sesuai dengan perubahan perkembangan kondisi

Hasil Penelitian : Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin Ny R usia 19 tahun G 1 P 0 A 0 usia kehamilan 39 +2 minggu dengan Preeklampsi Berat di Ruang Teratai RSUD Cilacap

Metode yang dilakukan yaitu dengan pendekatan manajemen kebidanan kemudian didokumentasikan dalam bentuk SOAP serta melakukan evaluasi keefektifan asuhan yang

Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu inpartu kala I fase aktif yang diberikan rangsangan puting susu selama 2 menit didapat bahwa kedua pasien mengalami penambahan

mencegah diagnosa atau masalah potensial ini menjadi benar-benar terjadi. Langkah ini, penting sekali dalam melakukan asuhan yang aman. Langkah 4 : Menetapkan kebutuhan terhadap

Mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang diberikan, ulangi kembali proses manajemen dengan benar terhadap setiap aspek asuhan yang sudah dilaksanakan tapi belum efektif

Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis, masalah, dan kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang dikumpulkan.Data

Rencana asuhan menyeluruh tiak hanya meliputi yang sudah terindentifikasi atau setiap masalah yang berkaitan, tetapi juga dapat dari kerangka pedoman