9
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem meliputi berbagai aspek dan sudut pandang yang berbeda sesuai dengan keterangan dalam hal-hal yang berkaitan dengan kedudukan sistem informasi sebagai sistem.
2.1.1. Teknologi Informasi
Teknologi informasi (Information Technology) atau lebih dikenal dengan IT mulai popular di akhir Tahun70-an, yang sebelumnya lebih dikenal dengan istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronis atau PDE (Electronic Data
Processing).
1. Definisi Teknologi Informasi
Menurut kamus Oxford dalam Kadir (2014:10) meyatakan bahwa “Teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.”
Sedangkan secara umum Martin dalam Kadir (2014:10) mendefinisikan bahwa “Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.”
2. Lingkup Teknologi Informasi
Teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi dua (2) bagian, yaitu: a. Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras perangkat keras agar bekerja sesuai dengan instruksi tersebut.
Contoh: program pengolah kata (word processor). b. Perangkat keras (hardware)
Perangkat keras menyangkut pada peralatan-peralatan yang bersifat fisik. Contoh: printer, keyboard.
3. Peranan Teknologi Informasi
Peranan teknologi informasi dapat berupa salah satu dari berikut: a. Teknologi informasi menggantikan peranan manusia.
Teknologi informasi melakukan suatu tugas atau proses secara otomatis. b. Teknologi memperkuat peran manusia
Teknologi informasi menyajikan suatu informasi terhadap suatu tugas atau proses.
c. Teknologi informasi berperan restrukturisasi peran manusia.
Teknologi informasi berperan dalam melakukan perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
2.1.2. Sistem
Menurut Kadir (2014:61) menyatakan bahwa “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.”
Sedangkan menurut Pratama (2014:7) menyatakan bahwa “Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama.”
1. Komponen Utama Sistem a. Perangkat lunak (software)
Software mencakup semua perangkat lunak yang dibangun dengan bahasa
pemrograman tertentu, pustaka untuk kemudian menjadi sistem operasi dan aplikasi.
b. Perangkat keras (hardware) mencakup semua perangkat keras (motherboard, processor dan lainnya) yang disatukan menjadi sebuah komputer.
c. Manusia (Brainware) mencakup kemampuan otak manusia, yang mencakup ide, pemikiran, analisis di dalam menciptakan dan menggabungkan
hardware dan software.
Pengguna
Sumber: Pratama (2014:8)
Gambar II.1. Bagan Sistem 2. Elemen sistem
Elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu: Sistem Kumpulan
Prosedur
Software
Hardware
a. Tujuan
Tujuan merupakan pemotivasi dalam mengarahkan sistem. Tujuan utama sebuah sistem meliputi:
1) Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen. 2) Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. 3) Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan
b. Masukan (Input)
Masukan (Input) merupakan segala sesuatu yang masuk ke dalam sebuah sistem, yang akan menjadi sebuah bahan untuk selanjutnya dapat diproses. Misalnya: permintaan jasa dari pelanggan.
c. Proses (Process)
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna.
Misalnya: meringkas data, melakukan perhitungan, mengurutkan data. d. Keluaran (Output)
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Misalnya: informasi, saran, cetakan laporan.
e. Mekanisme pengendalian (Control Mechanism)
Kontrol mekanisme (control mechanism) digunakan untuk mengatur masukan, keluaran maupun proses agar sistem dapat berjalan sesuai dengan tujuan.
f. Batas (Boundary)
Batas (boundary) sistem merupakan pemisah antara sistem dan diluar sistem untuk menentukan ruang lingkup atau kemampuan sistem.
g. Lingkungan
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang berada diluar sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem sehingga dapat mengendalikan dan menjaga kelangsungan hidup sitem.
2.1.3. Landasan Informasi
1. Data, Informasi dan Pengetahuan a. Data
Data dapat didefinisikan sebagai bahan mentah informasi yang dapat diolah melalui suatu proses sehingga data dapat mengnjadi informasi yang lebih berguna dan bermakna.
Data juga dapat berupa: 1) Data yang terformat
Data dengan format tertentu.
Misalnya, data yang menyatakan tanggal dan jam 2) Text
Deretan huruf, angka dan simbol-simbol tertentu. Misalnya, artikel dan Koran.
3) Gambar (image)
Data dalam bentuk gambar. Misalnya, foto dan hasil rontgen. 4) Audio
Data dalam bentuk suara.
5) Video
Data dalam bentuk gambar bergerak dan dilengkapi dengan suara. Misalnya, video pernikahan.
b. Informasi
Menurut Pratama (2014:9) menyatakan bahwa “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah sehingga memberikan nilai, arti dan manfaat.”
Menurut Kadir (2014:46) bahwa “Hal yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data, informasi itu mempunyai kandungan “makna”, data tidak.”
Berdasarkan makna si penerima dapat memahami informasi dan dapat digunakan untuk menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.
c. Pengetahuan (knowledge)
Menurut Alter dalam Kadir (2014:47) bahwa “Pengetahuan (knowledge) adalah kombinasi dari naluri, gagasan, aturan dan prosedur yang mengarahkan tindakan atau keputusan.”
Pengguna
Pengguna
Pengguna Sumber: Pratama (2014:9)
Gambar II.2. Ilustrasi Pengolahan Data Menjadi Informasi 2. Usia dan Rentang Waktu
a. Usia (age)
Usia informasi merupakan lama informasi sejak dihasilkannya informasi sampai dengan saat sekarang.
b. Rentang Waktu ((time horizon)
Rentang waktu merupakan selang waktu yang digunakan untuk mencakup data baik masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan dating.
3. Kualitas Informasi (quality of information) Kualitas informasi dapat diukur berdasarkan: a. Relevansi b. Ketepatan Waktu c. Akurasi Data Data Data Data Data Teknologi Pengolahan
Data Verifikasi Informasi
Data
2.1.4. Sistem Informasi
Menurut Pratama (2014:10) menyatakan bahwa “Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih.”
Menurut Kadir (2014:8) bahwa “Sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi ) dan dimaksudkan untuk mencapai sasaran atau tujuan.”
Sistem Informasi mengandung komponen-komponen seperti berikut: 1. Perangkat keras (hardware) yang mencakup peranti-peranti fisik seperti
komputer dan printer.
2. Perangkat lunak (software) atau program yaitu sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data.
3. Prosedur yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
4. Orang yakni semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5. Basis data (database) yaitu kumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama dan diakses oleh sejumlah pemakai.
2.1.5. Sistem Informasi Manajemen
Menurut Kadir (2014:106) menyatakan bahwa “Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Management Information System (MIS) adalah sistem informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.”
1. Karakteristik sistem informasi manajemen meliputi:
a. Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal secara tegas dan jelas. Misalnya: prosedur operasi, aturan pengambilan keputusan dan arus informasi.
b. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
c. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan (manajer menggunakan laporan, informasi dan membuat kesimpulan untuk pengambilan keputusan.
2. Macam-macam laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen (SIM), yaitu:
a. Laporan periodis yaitu laporan yang dihasilkan dalam waktu tertentu seperti harian, bulanan dan sebagainya.
b. Laporan ikhtisar yaitu laporan yang memberikan ringkasan data atau informasi.
c. Laporan perkecualian yaitu laporan yang hanya muncul apabila terjadi suatu keadaan yang tidak normal.
d. Laporan perbandingan yaitu laporan yang menunjukkan dua atau lebih kumpulan informasi yang hampir sama untuk dapat diperbandingkan.
e. Laporan permintaan yaitu laporan dapat diminta sewaktu-waktu sesuai dengan tata letak informasi yang diinginkan.
2.1.6. Basis Data
Sistem pemrosesan data sebelum adanya basis data menggunakan pemrosesan yang berbasis berkas, sehingga ada kemungkinan terdapat data yang sama pada berkas-berkas yang lain.
1. Kelemahan sistem berbasis berkas
a. Duplikasi data yaitu terdapat data yang sama pada berkas lain.
b. Ketidakkonsistenan yaitu ketika ada data yang dirubah maka data yang lain tidak ikut berubah karena data tersebut terdapat dalam beberapa berkas. c. Pemisahan data yaitu untuk menyatukan suatu data harus menyatukan juga
berkas-berkas yang lain karena data tidak hanya berada dalam satu berkas saja.
2. Basis Data
Menurut Kadir (2014:218) menyatakan bahwa “Basis data (Database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Basis data dimaksudkan untuk mengatasi problem pada sistem yang memakai pendekatan berbasis berkas.”
3. DBMS (Database Management System)
Menurut Kadir (2014:218) menyatakan bahwa “DBMS (Database
Management System) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para
pemakai membuat, memelihara, mengontol dan mengakses basis data dengan cara yang praktis dan efisien.”
Contoh beberapa DBMS (Database Management System) yaitu Access, DB2, Oracle, Mysql.
4. Mysql
Mysql merupakan DBMS (Database Management System) yang dipakai penulis dalam merancang sistem informasi administrasi data penduduk Desa Balonggandu.
Menurut menurut Anhar dalam Hikmah, dkk (2015:2) menyatakan bahwa “MYSQL (My Structure Query Language) adalah satu Database Management
System (DBMS) dari sekian banyak DBMS, seperti oracle, MS SQL, postrage
SQL dan lainnya.”
5. Komponen basis data terdiri dari:
a. Perangkat keras digunakan untuk menjalankan DBMS beserta aplikasinya. Berupa computer dan pendukungnya.
b. Perangkat lunak mencakut DBMS itu sendiri, program aplikasi serta perangkat lunak pendukung untuk komputer dan jaringan.
c. Data merupakan komponen terpenting bagi pemakai karena dari data dapat diperoleh informasi yang dibutuhkan.
d. Prosedur merupakan petunjuk tertulis yang berisi cara merancang hingga menggunakan basis data. Beberapa hal yang dimasukkan dalam prosedur seperti login, cara menggunakan aplikasi, mengaktifkan dan menghentikan DBMS.
e. Orang merupakan komponen orang, yang dibagi menjadi:
1) Pemakai akhir (end user) merupakan orang yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.
2) Pemrogram aplikasi merupakan orang yang membuat aplikasi yang melibatkan basis data.
3) Administrator basis data merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap manajemen basis data.
2.1.7. Jaringan
Menurut Kadir (2014:288) memberi pengertian bahwa “Jaringan komputer
(computer network) atau sering disingkat jaringan saja adalah hubungan dua buah
simpul (umumnya berupa komputer) atau lebih yang tujuan utamanya adalah melakukan pertukaran data.”
1. Jaringan menurut rentang geografi dibagi menjadi: a. Local Area Network (LAN)
LAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area dalam satu ruang, satu gedung atau beberapa gedung yang berdekatan.
b. Metropolitan Area Network (MAN)
MAN merupakan jaringan yang mencakup area satu kota atau dengan rentang sekitar 10-45 km.
c. Wide Area Network (WAN)
WAN merupakan jaringan yang mencakup antarkota, antarprovinsi, antarnegara dan bahkan antarbenua.
2.1.8. Internet
Menurut Kadir (2014:306) menyatakan bahwa “Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar diseluruh penjuru dunia dan tidak terikat pada satu organisasi pun.”
1. Sumber daya Internet
Internet mempunyai banyak sumber daya, dua (2) diantaranya yaitu:
a. Surat elektronik
Pengiriman surat dilakukan secara elektronis, bukan dalam bentuk kertas. Contoh: transfer e-mail.
b. Word-Wide-Web (WWW)
Sistem yang memungkinkan pengaksesan informasi dalam internet melalui pendekatan hypertext.
2. Intranet
Menurut Kadir (2014:312) menyatakan bahwa “Intranet adalah jaringan komputer dalam sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi internet sehingga terbentuk lingkungan yang seperti internet tetapi bersifat privat bagi perusahaan bersangkutan.”
2.1.9. Website
Menurut Hidayat dalam Hikmah, dkk (2015:1) menyatakan bahwa “Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.”
1. HTML (Hypertext Markup Language)
Menurut Winarno, dkk (2013:1) menyatakan bahwa “HTML merupakan singkatan dari Hypertext Markup Language, artinya bahasa ini adalah bahasa markup untuk memformat konten halaman web.”
2. PHP
Menurut Winarno, dkk (2013:59) menyatakan bahwa “PHP atau PHP Hypertext
Preprocessor adalah sebuah bahasa pemrograman web berbasis server (server-side).”
3. Web Server
Menurut Pratama (2016:439) menyatakan bahwa “Web server merupakan perangkat lunak yang dijalankan disistem operasi pada komputer server maupun desktop, yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) dalam bentuk protokol, misalkan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol Secure).”
4. Xampp
Menurut Pratama (2016:440) bahwa “Xampp adalah aplikasi web server bersifat instant (siap saji) yang dapat digunakan baik di system operasi Linux maupun di sistem operasi Windows.”
5. Sublime Text
Supono dan Putratama (2016:14) menjelaskan bahwa “Sublime text merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan untuk membuat atau meng-edit suatu aplikasi.”
2.1.10. Aplikasi Web
Aplikasi web terdiri dari beberapa macam, diantara beberapa aplikasi web salah satu diantaranya yaitu e-government.
Menurut Kadir (2014:324) menyatakan bahwa “e-government atau sering disingkat menjadi e-gov adalah istilah yang menyatakan penggunaan teknologi informasi untuk melakukan transformasi atau hubungan dengan masyarakat, bisnis, sesama badan pemerintah dan pegawai.”
E-government dapat digunakan untuk meningkatkan tata kelola yang baik
di pemerintahan.
Tabel II.1
E-government dan Tata Kelola Yang Baik
Tujuan Tata Kelola Yang Baik Cara e-government bisa membantu Peningkatan transparansi a. Penyebaran aturan-aturan dan
prosedur-prosedur pemerintah serta data kinerja pemerintah.
b. Pengungkapan aset publik, anggaran pemerintah dan informasi pengadaan barang.
c. Keputusan-keputusan tersedia di publik.
Pengurangan korupsi administrative a. Transaksi-transaksi bisa dipantau dengan mudah secara online.
b. Pengurangan aktivitas yang sangat bergantung pada orang melalui otomasi untuk kekuasaan yang menimbulkan korupsi.
c. Menghilangkan perantara.
Peningkatan penyampaian layanan a. Mempercepat penyelesaian transaksi. b. Pengurangan biaya bagi yang ada
keperluan ke lokasi pemerintah. c. Peningkatan kemampuan pemerintah
untuk melayani populasi yang lebih besar.
Peningkatan kinerja pegawai negeri a. Peningkatan kemampuan pemimpin untuk memantau pekerjaan pegawai. b. Peningkatan efisiensi pegawai melalui
otomasi pekerjaan yang membosankan.
c. Mempercepat dan mengefisiensikan aliran kerja dan pertukaran data di internal atau di lembaga pemerintah. d. Mengurangi redudansi pegawai. Sumber: Kadir (2014:325)
1. Kategori aplikasi e-government
Kategori aplikasi dibagi menjadi empat (4), yaitu: a. Government-to-Citizens (G2C)
G2C adalah aplikasi e-government yang menyatakan interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat bisa berhubungan dengan pemerintah dimana saja.
Contoh: Pembayaran pajak online, pengurusan tanah, pengurusan mendirikan bangunan.
b. Government-to-Bisnis (G2B)
G2B adalah aplikasi e-government yang ditujukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pebisnis.
Contoh: pelayanan untuk berinvestasi, pemercepat pengurusan barang di pelabuhan.
c. Government-to-Government (G2G)
G2G adalah aplikasi e-government yang ditujukan untuk kepentingan berbagi informasi antarlembaga pemerintah.
d. Government-to-Employess (G2E)
G2E adalah aplikasi e-government yang yang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan unit pemerintah.
Contoh: penyediaan e-learning untuk pegawai, pencatatan data pribadi dan hal-hal yang berkaitan dengan pegawai.
2. Teknis aplikasi website
a. Web Statis
Web statis dibentuk hanya menggunakan HTML saja. Kekurangan aplikasi
ini terletak pada keharusan untuk memelihara program terus menerus mengikuti terjadinya perubahan.
b. Web Dinamis
Web dinamis dapat memperluas kemampuan HTML, yakni dengan
menggunakan perangkat lunak tambahan, perubahan informasi dapat ditangani melalui perubahn data tanpa melakukan perubahan pada program. Dengan menggunakan web dinamis dimungkinkan untuk membentuk sistem informasi berbasis web.
2.1.11. Penelitian Yang Terkait
Pada tahap ini penulis melakukan penelitian yang terkait dari lima (5) jurnal yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan penulis.
Hidayatulloh (2015) dengan judul Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan Desa Candigatak Berbasis Web. Persamaanya yaitu merupakan suatu peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Perbedaanya yaitu merupakan pelayanan administrasi berbasis web (online). Permasalahan yang dihadapi yaitu pemerintah Desa Candigatak tidak dapat melayani warganya secara 24 jam sesuai dengan motto kepala desa. Solusi yang diterapkan dengan menerapkan sistem pelayanan administrasi kependudukan berbasis web yang dapat diakses kapanpun. Metode penelitian yang digunakan adalah system development life cycle (SDLC). Tujuannya untuk membuat sistem pelayanan administrasi kependudukan desa berbasis web yang dapat memberikan
solusi untuk menangani permasalahan dalam pelayanan administrasi kependudukan di Desa Candigatak.
Paryanta, dkk (2017 dengan judul Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Berbasis Web Desa Sawahan. Persamaannya memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat dengan lebih efektif dan efisien. Perbedaannya memberikan pelayanan dan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Permasalahan yang dihadapi adalah aktivitas yang memakan waktu dan resiko kesalahan dalan pengolahan data. Solusi yang diterapkan dengan menerapkan administrasi penduduk pedesaan dengan berbasis web. Untuk teknik pengembangan sistem menggunakan metode waterfall.
Amalia dan Yayat Supriyatna (2017) dengan judul Perancangan Sistem Administrasi Kependudukan Sebagai Pengembangan E-Government. Persamaanya dengan paper penulis yaitu mengelola data-data yang berkaitan dengan informasi penduduk meliputi data kependudukan, data kelahiran, data kematian dan data kepindahan. Perbedaanya tidak menggunakan metode waterfall. Permasalahan yang dihadapi kesulitan yang dihadapi dalm proses pencarian data yang disimpan dalam dokumrn-dokumen. Solusinya merancang sistem informasi kependudukan yang baru. Tujuannya mempermudah dalam administrasi kependudukan untuk meningkatkan pelayanan kepada publik.
Marini (2015) dengan judul Perancangan Sistem Pendataan Penduduk Pada Kelurahan Air Itam Dengan Object Oriented. Persamaanya untuk mempermudah dalam proses pengolahan data penduduk dan pencarian data. Perbedaanya prosedur pengumpulan data penduduk dengan proses pendataan penduduk. Permasalahan yang dihadapi dalam pengolahan data penduduk pada Desa Air Itam masih secara
manual menggunakan buku besar. Solusinya merancang sistem untuk pendataan penduduk dengan tujuan untuk menyediakan sistem administrasi terkomputerisasi dalam database.
Hayat, dkk (2014) dengan judul Perancangan Sistem Informasi Kependudukan Berbasis Web. Persamaanya dengan penulis yaitu mengelola data penduduk. Perbedaanya yaitu sistem dapat diakses langsung oleh penduduk. Permasalahan yang dihadapi yaitu proses pencatatan data kependudukan masih manual daalam bentuk dokumen sehingga pada saat membutuhkan informasi mengalami kesulitan. Solusinya sistem informasi dibuat berbasis web untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya dan mendapatkan informasi dengan mudah. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode unified approach. Tujuannya untuk membantu bagian pendaftaran dan pendataan penduduk data. 2.2. Teori Pendukung
Teori pendukung merupakan pembahasan dari suatu sistem yang menggunakan simbol-simbol yang menunjukkan arti dan fungsinya.
2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Yanto (2016: 32) menjelaskan bahwa “ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual suaty basis data relasional”. Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:50) “Entity Relationship
Diagram (ERD) digunakan untuk pemodelan basis data relasional”. Entity Relationship Diagram memiliki komponen sebagai berikut:
1. Entitas (Entity)
Entitas adalah suatu objek di dunia nyata yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. Objek dapat berupa orang, benda ataupun hal lainnya. Entitas dapat digambarkan sebagai persegi panjang. Dari jenisnya entitas terbagi 2 (dua) yaitu: a. Entitas Kuat (Strong Entity)
Entitas kuat adalah entitas yang dapat berdiri sendiri tidak bergantung pada entitas lainnya, entitas kuat memiliki atribut key dan entitas kuat digambarkan sebagai kotak persegi panjang bergaris tunggal. Contoh entitas kuat adalah pegawai.
b. Entitas Lemah (Weak Entity)
Entitas lemah adalah entitas yang tidak adapat berdiri sendiri. Entitas lemah merupakan hasil dari pembentukan entitas kuat, entitas lemah tidak memiliki
atribut key dan entitas lemah digambarkan sebagai kotak persegi panjang
bergaris ganda. Jika entitas kuat yang membentuk entitas lemah dihapus maka secara otomatis entitas lemah akan terhapus. Contoh entitas lemah adalah entitas pegawai kontrak, pegawai tetap.
Pegawai
Status
Pegawai Tetap Pegawai Kontrak
Entitas Kuat
Entitas Lemah
Sumber: Yanto (2016: 34)
2. Atribut (Atribute)
Atribut merupakan semua informasi yang berkaitan dengan entitas. Atribut sering dikenal dengan property dari suatu entitas atau objek. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran elips. Macam-macam atribut:
a. Atribut Sederhana (Simple Attribute)
Atribut sederhana adalah atribut yang nilainya tidak dapat dibagi lagi menjadi banyak atribut yang lebih kecil. Contoh atribut sederhana adalah harga.
Harga Sumber: Yanto (2016: 34)
Gambar II.4. Atribut Sederhana b. Atribut Komposit (Composite Attribute)
Atribut komposit adalah atribut gabungan yang nilainya dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil. Atau sering disebut atribut yang terdiri dari beberapa atribut kecil di dalamnya. Contoh atribut komposit adalah alamat.
Alamat
Kota Prov Kd_Pos No_Jln
Sumber: Yanto (2016: 35)
Gambar II.5. Atribut Komposit c. Atribut Benilai Tunggal (Single Values Attribute)
Atribut bernilai tunggal adalah jenis atribut yang nilainya hanya satu dari suatu entitas. Contoh atribut bernilai tunggal adalah tanggal lahir dari entitas
mahasiswa. Bisa dipastikan bahwa satu mahasiswa pasti mempunyai satu tanggal lahir.
Tgl_lahir
Sumber: Yanto (2016: 35)
Gambar II.6. Atribut Bernilai Tunggal d. Atribut Bernilai Banyak (Multivalues Attribute)
Atribut bernilai banyak adalah jenis atribut yang nilainya lebih dari satu dalam suatu entitas tertentu. Contoh atribut bernilai banyak adalah hobi.
Hobi
Sumber: Yanto (2016: 36)
Gambar II.7. Atribut Bernilai Banyak e. Atribut Turunan (Derived Attribute)
Atribut turunan adalah jenis atribut yang nilainya diperoleh dari atribut yang lain. Contoh atribut turunan adalah masa_bakti dari entitas pegawai. Atribut masa_bakti akan muncul nilainya ketika atribut tanggal_masuk_kerja sudah ada nilainya. Atribut masa_bakti akan muncul dengan bantuan query.
Masa_bakti
Sumber: Yanto (2016: 36)
f. Atribut Identitas (Key Attribute)
Atribut identitas adalah atribut yang dijadikan sebagai kunci pada suatu entitas. Sifat atribut identitas unik, tidak ada yang menyamai. Contoh atribut identitas adalah NIM.
NIM
Sumber: Yanto (2016: 38)
Gambar II.9. Atribut Identitas 3. Relasi (Relationship)
Relasi adalah hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Gambar belah ketupat merupakan perlambangan relasi antar entitas atau sering disebut kerelasian. Ada 2 macam penggambaran relasi, yaitu:
a. Relasi Kuat
Relasi kuat adalah relasi yang berfungsi untuk menghubungkan antar entitas kuat.
b. Relasi Lemah
Relasi lemah adalah relasi yang berfungsi untuk menghubungkan entitas kuat dengan entitas lemah.
Relasi Kuat Relasi Lemah
Sumber: Yanto (2016: 38)
4. Kardinalitas Relasi
Angka yang menunjukkan banyaknya kemunculan suatu obyek terkait dengan kemunculan obyek lain pada suatu relasi. Kardinalitas dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:
a. Kardinalitas One to One
Kardinalitas one to one terjadi jika satu entitas X hanya berelasi dengan satu entitas Y, ataupun sebaliknya. Sebagai contoh satu pegawai hanya memiliki satu pendamping.
Pegawai One Memiliki One Pendamping
Sumber: Yanto (2016: 41)
Gambar II.11. Kardinalitas One to One b. Kardinalitas One to Many
Kardinalitas one to many terjadi jika satu entitas X berelasi dengan banyak entitas Y, ataupun sebaliknya. Sebagai contoh satu dosen mengampu banyak mahasiswa.
Dosen One Mengajar Many Mahasiswa
Sumber: Yanto (2016: 41)
Gambar II.12. Kardinalitas One to Many c. Kardinalitas Many to Many
Kardinalitas many to many terjadi jika banyak entitas X berelasi dengan banyak entitas Y, ataupun sebaliknya. Sebagai contoh banyak mahasiswa belajar banyak matakuliah.
Dosen Many Mengampu Many Matakuliah
Sumber: Yanto (2016: 41
Gambar II.13. Kardinalitas Many to Many 2.2.2. Logical Record Structur (LRS)
Pengertian LRS (Logical Record Structur) merupakan representasi dari record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas. Menentukan kardinalitas, jumlah tabel dan foregn key (FK) sebagai berikut: 1. One-to-One
Satu entitas himpunan A paling banyak berhubungan dengan satu entitas pada himpunan B, begitu jbalikuga sealiknya.
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Sumber: Andrasto (2013)
Gambar II.14. Kardinalitas Relasi Satu ke Satu 2. One-to-Many
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 5 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Sumber: Andrasto (2013)
Gambar II.15. Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak 3. Many-to-Many
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, begitu juga sebaliknya.
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Sumber: Andrasto (2013)
NIK No_SK Status Keturunan kebangsaan No_SK Tgl_SK Hr_lahir Tgl_lahir Pukul Tmp_lahir Jns_ kelamin Nm_bayi NIK_ pelaporSK Penduduk Nm_lengkap Tmpt_lahir Tgl_lahir Jenkel Agama Status Pddk_akhir Pekerjaan Alamat SK Terima Sumber: Marini (2015)
Gambar II.17. Contoh Rancangan LRS 2.2.3. Unified Modelling Language (UML)
Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:133) menyatakan bahwa “UML (Unified Modeling Language) adalah salah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek. Sedangkan menurut Tohari Hamim (2014:22) menyatakan bahwa “Diagram
Unified Modelling Language (UML) telah menjadi diagram yang popular dan telah
banyak digunakan oleh para pengembang sistem berorientasi objek.” Diagram UML terdiri dari:
1. Use Case Diagram
Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi akan dibuat.
penduduk login <<include>> pilih berita input data kelahiran <<include>> <<include>> keluar <<include>> <<include>> <<include>> cetak surat keterangan input data pindah
input data kematian <<include>>
<<include>>
<<include>>
<<include>>
input data beranda
pilih data kelahiran
pilih data kematian
pilih data pindah
login <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> <<include>> input data kk input data datang
laporan data penduduk bulanan
laporan data penduduk tahunan <<include>> pilih menu akun
admin <<include>> admin laporan kepala desa <<include>> keluar Sumber: Hayat, dkk (2014)
Gambar II.18. Contoh Use Case Diagram Sistem Informasi Kependudukan
2. Activity Diagram
Diagram aktifitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak.
Sumber: Hayat, dkk (2014)
Gambar II.19. Contoh Activity Diagram Penduduk
3. Class Diagram
Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.
Business class +getusername() +getpassword() -username : string -string login +getnis() +getnama() +getalamat() +getjeniskelamin() +getalamat() -nis : string -nama : string -alamat : string -jeniskelamin : string -agama : string siswa +getnis() +getnama() +getkelas() +getjenis_bayar () +getjumlah_bayar () +getpetugas () +gettanggal () +getbulan () -nis : string -nama : string -kelas : string -jenis_bayar : string : -jumlah_bayar : currency -petugas : string -tanggal : date -bulan : string transaksi interface +login() «interface» login «interface» dialoge massage +antarmuka() «interface» menu utama «interface» dialoge massage +login() «interface» logout +simpan() +hapus() +edit() +inputdata() +hitungtotal() +printlaporan() «interface» transaksi +simpan() +hapus() +edit() +inputdata() +caridata() «interface» siswa Access class db_admkeuangan
Sumber: Nugraha dan Ridwan Setiawan (2016)
Gambar II.20. Contoh Class Diagram Administrasi Keuangan
4. Sequence Diagram
Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek.
penduduk beranda Menu login Menu utama penduduk Menu kelahiran Menu kematian Menu pindah Menu cetak surat keterangan mengakses sistem informasi kependudukan
menampilkan beranda memilih menu login
mengakses menu utama
validasi login menampilkan form login
menampilkan menu utama memilih menu kelahiran menampilkan data kelahiran
memilih menu kematian menampilkan data kematian
memilih menu pindah menampilkan data pindah
memilih menu cetak surat keterangan menampilkan data cetak surat keterangan
keluar
memilih menu cetak surat keluar keluar aplikasi
Sumber: Hayat, dkk (2014)