• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1 Komunikasi Massa

Media massa telah muncul sebagai kekuatan yang berpengaruh. Penyebaran informasi melalui media massa telah membentuk pengetahuan dan pendapat manusia mengenai berbagai peristiwa atau hal yang menyangkut kehidupannya. Komunikasi massa seperti bentuk komunikasi lainnya yaitu komunikasi antar personal, komunikasi kelompok atau komunikasi organisasi, memiliki enam unsur, yakni komunikator, pesan, media, komunikan, efek dan umpan balik.

Komunikasi massa menurut Jalaludin Rakhmat merupakan Jenis komunikasi massa yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak dan elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.9 ada beberapa sifat yang melekat dalam komunikasi massa dan sekaligus membedakannya dengan bentuk komunikasi yang lainnya. sifat - sifat tersebut diantaranya:

9

Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Bandung, PT.Remaja Rosdakarya, 2004, Hal.189

(2)

1. Sifat Komunikator

Berbagai pesan yang terbit dari suatu media massa sebenarnya bukan lagi milik perorangan, tetapi hasil bersama. olahan redaksi atau keputusan dari kebijaksanaan organisasi yang menerbitkannya.

2. Sifat Pesan

Pesan Komunikasi massa bersifat umum, universal tentang berbagai hal dari berbagai tempat di muka bumi. sementara itu. isi media adalah tentang berbagai peristiwa apa saja yang patut diketahui oleh masyarakat umum. tidak ada pesan komunikasi massa yang hanya ditunjukan kepada suatu masyarakat tertentu.

3. Sifat Media massa

Komunikasi massa nampaknya lebih bertumpu pada andalan teknologi pembagi pesan dengan menggunakan jasa industri untuk memperbanyak dan melipat gandakannya. Bantuan industri mengakibatkan berbagai pesan akan menjangkau khalayak dengan cara yang cepat serta tepat secara terus menerus.

4. Sifat Komunikan

Komunikan dalam suatu komunikasi massa adalah masyarakat umum yang sangat beragam, heterogen dalam segi demografis, geografis maupun psikologis.

5. Sifat Efek

Secara umum komunikasi massa mempunyai tiga efek, berdasarkan teori hierarki efek yaitu :

(3)

a. Efek Kognitif, Akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. pesan komunikasi massa mengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan dan pandangan dan pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya.

b. Efek Afektif, Dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak.

c. Efek Konatif, Dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

6. Sifat Umpan Balik

Umpan balik dari suatu komunikasi massa biasanya lebih bersifat tertunda dari pada umpan balik langsung dalam komunikasi antarpribadi. maksudnya adalah bahwa pengembalian reaksi terhadap suatu pesan kepada sumbernya tidak terjadi pada saat yang sama, melainkan ditunda setelah media itu beredar atau pesan yaitu memasuki kehidupan masyarakat tertentu.

2.1.2 Karakterisitik Komunikasi Massa

Koran, majalah, radio, televisi dan film merupakan The Big Five Of Mass

Media.10 pada prinsipnya komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan

10

S. Djuarsa Sendjaja, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004, Hal 7.4

(4)

melalui media massa yang terbagi dalam media massa cetak dan media massa elektronika. berikut ini adalah karakteristik yang dimiliki oleh media massa :

1. Komunikator Terlembagakan

Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya. menurut Wright, bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. proses komunikasi massa melalui surat kabar dari komunikator ke komunikannya adalah sebagai berikut:

Komunikator menyusun pesan dalam bentuk artikel, apakah atas keinginannya atau permintaan media massa yang bersangkutan. selanjutnya, pesan tersebut diperiksa oleh penanggung jawab rubrik. dan dari penanggung jawab rubrik diserahkan kepada redaksi untuk diperiksa layak tidaknya pesan itu untuk dimuat dengan pertimbangan utama tidak menyalahi kebijakan dari lembaga media massa itu. ketika sudah layak, pesan dibuat settingnya, lalu diperiksa oleh korektor, disusun oleh layoutman agar komposisinya bagus, dibuat plate, kemudian masuk mesin cetak. tahap terakhir setelah dicetak merupakan tugas bagian distribusi untuk mendistribusikan surat kabar yang berisi pesan itu kepada pembacanya.

2. Pesan Bersifat Umum

Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. pesan komunikasi massa dapat bersifat fakta, peristiwa

(5)

atau opini. pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apapun harus memenuhi kriteria penting atau menarik maupun penting sekaligus menarik, bagi sebagian besar komunikan.

3. Komunikannya Anonim dan Heterogen

Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Artinya komunikator tidak mengenak komunikan (anonim), karena komunikasinya menggunakan media dengan tidak tatap muka. Di samping anoninm, komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat di kelompokan berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama, latar belakang budaya dan tingkat ekonomi.

4. Media massa menimbulkan keserempakan

Jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relatif banyak dan tidak terbatas merupakan kelebihan komunikasi massa. Effendy, seperti dikutip komala, dalam karlinah, dkk.(1999) mengartikan keserempakan media massa itu ialah keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah. 5. Komunikasi mengutamakan isi ketimbanmg hubungan

Pada komunikasi antarpersona, unsur hubungan sangat penting. sebaliknya, pada komunikasi massa, yang penting adalah unsur isi. pada komunikasi antarpersona, pesan yang disampaikan atau topik yang

(6)

dibicarakan tidak perlu menggunakan sistematika tertentu, misalnya dibagi - bagi menjadi pendahuluan, pembahasan dan kesimpulan.

6. Komunikasi massa besifat satu arah

Komunikasi massa merupakan komunikasi dengan menggunakan atau menggunakan media massa. karena melalui media massa maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. komunikatornya aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima pesan. namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog.

2.1.3 Fungsi Komunikasi Massa

Menurut Joseph De Vito ada enam fungsi yang paling penting dalam komunikasi massa yaitu :

1. Fungsi Menghibur

Media memberikan hiburan untuk mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak mungkin sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada para pengiklan. stimuli atau pencarian untuk mengurangi rasa bosan atau melepaskan diri dari kegiatan rutin. relaksasi atau santai merupakan bentuk pelarian dari tekanan dan masalah. pelepasan emosi dari perasaan dan energi terpendam, merupakan beberapa bentuk memperoleh hiburan.11

11

(7)

2. Fungsi Meyakinkan

Fungsi meyakinkan atau persuasi terdiri dari beberapa bentuk, diantaranya :

a. Mengukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan atau nilai seseorang.

b. Mengubah sikap, kepercayaan atau nilai seseorang. c. Menggerakaan seseorang untuk melakukan sesuatu.

d. Memperkenalkan etika atau menawarkan sistem nilai tertentu. 3. Fungsi Menginformasikan

Melalui media, kita mendapatkan dan mengetahui informasi apa saja kita butuhkan dalam kehidupan kita sehari - hari. mulai dari ekonomi, musik, politik, film dan seni.

4. Fungsi Menganugrahkan status

Paul Lazarsfeld dan Robert Merton, dalam karya mereka “Mass

Communication, Popular Taste, and Organized Social Action” (1951),

mengatakan, “Jika anda benar - benar penting, anda akan menjadi pusat perhatian massa, berarti anda penting”, sebaliknya tentu saja, jika anda tidak mendapat perhatian massa, maka anda tidak penting.12

5. Fungsi membius

Fungsi membius merupakan fungsi media massa yang paling menarik dan paling banyak dilupakan. ini berarti bahwa apabila media menyajikan informasi tentang sesuatu, penerima percaya bahwa tindakan tertentu

12

(8)

telah diambil. sebagai akibatnya, pemirsa atau penerima terbius ke dalam keadaan tidak aktif seakan - akan berada dalam pengaruh narkotik.

6. Fungsi Menciptakan Rasa Kebersatuan

Program televisi, berita - berita di surat kabar telah membuat seseorang yang kesepian merasa menjadi anggota sebuah kelompok yang lebih besar.

2.1.4 Efek Komunikasi massa

Penelitian tentang efek, seperti sekarang ini, mungkin akan tetap dilengkapi dengan sejumlah konsep, model dan metode karena sulit untuk mempertimbangkan efek yang belum diterima secara luas dalam teori yang ada. banyak upaya yang telah dilakukan untuk meneliti berbagai efek yang diperkirakan bisa timbul. kadar besar - kecilnya perhatian pun cenderung mengalami perubahan. diperkirakan perhatian lebih besar akan diberikan pada efek kognitif saluran media massa dan pada efek struktural terhadap distribusi pengetahuan dalam masyarakat.13

2.2 Televisi Sebagai Media Massa

Perkembangan media massa televisi begitu pesat, hal ini ditunjang oleh semakin berkembangnya teknologi audio visual. dunia yang begitu luasnya seakan - akan menjadi sempit karena khalayak saat ini dengan mudah mendapat informasi

13

(9)

dari belahan negara lain dengan cepat bahkan hampir bersamaan dengan waktu kejadian. Televisi sebagai bagian dari kebudayaan audio visual merupakan medium yang paling berpengaruh dalam membentuk sikap dan kepribadian masyarakat luas.

2.2.1 Pengertian Televisi

Televisi merupakan media penyampaian pesan atau informasi yang bersifat audio visual sehingga khalayak yang menontonnya dapat dengan mudah dan cepat menyerap makna atau pesan yang disampaikan. hampir semua jenis disiplin ilmu dapat kita saksikan melalui televisi seperti komunikasi, kultur, elektronika dan sebagainya sehingga media televisi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan penontonnya yang heterogen.

2.2.2 Karakteristik Media Televisi

Stimuli alat indera melalui televisi merupakan yang paling lengkap dibandingkan media massa lainnya. radio dan majalah memiliki satu alat indera yang mendapat stimulus yaitu audio dan visual. Sedangkan televisi memiliki keduanya. Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh media televisi adalah :

1. Audiovisual

Karena sifatnya yang audiovisual maka dalam siaran televisi harus ada keharmonisan antara keduanya. gambar dalam sebuah berita merupakan unsur utama yang di dukung dengan narasi. tanpa ada gambar kita sama

(10)

saja mendengarkan berita siaran radio. oleh sebab itu, jika stasiun televisi belum mendapatkan gambar suatu berita atau informasi maka akan dilengkapi dengan gambar diam seperti foto presenter yang sedang melaporkan kejadian di lokasi atau gambar peta lokasi.

2. Berpikir dalam Gambar

Pengacara acara merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran televisi. saat ia membuat naskah acara atau membawa naskah acara, ia harus berpikir dalam gambar.

Ada dua tahap dalam berpikir dalam berpikir. a. Visualisasi

Menerjemahkan kata - kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual. objek - objek seperti manusia, benda, kejadian dan lain sebagainya dapat di jadikan gambar yang jelas dan di sajikan sedemikian rupa sehingga mengandung suatu makna. b. Penggambaran

Merupakan kegiatan merangkai gambar - gambar individual sedemikian rupa sehingga kuntinuitasnya mengandung makna tertentu.

3. Pengoperasian lebih kompleks

Dalam suatu penayangan program acara televisi, tidak dapat dilakukan oleh satu - dua orang saja namun banyak yang harus terlibat di dalamnya. minimal harus ada produser, pengarah acara, pengarah teknik, pengarah studio, pemandu gambar, dua atau tiga orang juru kamera, juru video,

(11)

juru audio, juru rias, juru suara dan lain - lain dalam memproduksi siaran berita di studio. belum lagi jika siaran proses produksinya di luar studio, akan melibatkan lebih banyak lagi orang - orang atau kerabat kerja televisi.

Hal ini di karenakan pengoperasian televisi lebih kompleks dan lebih mahal di bandingkan media massa lainnya seperti radio dan majalah. peralatan yang digunakannya pun lebih rumit dan harus di lakukan oleh orang - orang yang terampil dan terlatih.

2.2.3 Fungsi Media Televisi

Fungsi Televisi yakni memberikan informasi, mendidik, menghibur dan membujuk. kita mendapatkan informasi melalui tayangan - tayangan yang dapat memberikan petunjuk, pemecahan suatu masalah atau acara yang dapat menambah wawasan kita.

2.3 Program Televisi

Secara teknis penyiaran televisi, program televisi diartikan sebagai penjadwalan atau perencanaan siaran televisi dari hari ke hari, dari jam ke jam setiap harinya. Di Indonesia, program siaran akan mengisi siarannya sepanjang rata - rata 18 sampai 24 jam setiap harinya. sedangkan program siaran terdiri dari berbagai produksi siaran pendukung program. program bisa diperoleh dengan cara membeli

(12)

atau memproduksinya sendiri. suatu program yang dibuat sendiri oleh media penyiaran disebut produksi sendiri. Jika program dibuat pihak lain, berarti stasiun penyiaran membeli program itu.

2.3.1 Pengertian Program Televisi

Program televisi adalah segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya. acara yang disajikan adalah faktor yang membuat audien untuk mengikuti siaran yang di pancarkan stasiun penyiaran.

2.3.2 Jenis - Jenis Program Televisi

Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. pada dasarnya apa saja bisa di jadikan program untuk di tayangkan di televisi selama program itu menarik dan di sukai audien. Berbagai jenis program itu dapat di kelompokkan menjadi dua bagian besar berdasarkan jenisnya, yaitu program informasi (berita) dan program hiburan.

a. Program Informasi diantaranya Berita Keras (Hard News) dan berita lunak (Soft News)

1. Berita Keras ( Hard News )

Segala informasi penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui oleh khalayak audien secepatnya.

(13)

2. Berita Lunak ( Soft News )

Segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam namun tidak bersifat harus segera ditayangkan.

b. Program hiburan terbagi di antaranya musik, drama permainan (game show) dan pertunjukan.

1. Musik

Program musik dapat ditampilkan dalam dua format yaitu video klip atau konser.

2. Drama Permainan

Suatu bentuk program yang melibatkan sejumlah orang baik secra individu ataupun kelompok yang saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu.

3. Pertunjukan

Program yang menampilkan kemampuan seseorang atau beberapa orang pada suatu lokasi baik di studio atau pun diluar studio.

2.4 Program Tayangan Feature

Program feature termasuk ke dalam kelompok atau rumpun news. secara teoritis, feature termasuk ke dalam soft news. soft news ( berita ringan ) biasanya kurang penting karena isinya menghibur, walau kadang juga memmberi informasi penting. berita jenis ini sering kali bukan berarti terbaru. di dalamnya memuat berita

(14)

human interest atau jenis rubrik feature. berita ini jenis ini lebih menarik bagi emosi ketimbang akal pikiran. pengertian ringan atau lunak pada feature bukanlah pada materinya, melainkan pada segi atau teknik penyajiannya. pada karya feature, seberat apa pun materi yang diangkat, khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa akan menikmatinya. Sebagai pedoman dasar, karena termasuk ke dalam kelompok news, maka apa pun pesan, uraian, atau cerita yang disajikan dalam feature haruslah merupakan fakta objektif. ia bukan cerita fiktif, maka feature sering disebut sebagai penuturan rangkaian fakta yang disajikan secara naratif.14

2.4.1 Pengertian Feature

Program Feature adalah program berita ringan namun menarik dengan memberikan informasi yang lucu, unik, aneh dan menimbulkan kekaguman dan sebagainya. karena pada dasarnya program feature tidak terlalu terkait dengan waktu penayangannya.15

Disisi lain feature adalah cerita atau karangan khas yang berpijak pada fakta dan data yang diperoleh melalui proses jurnalistik. cerita atau karangan khas, karena feature bukanlah peraturan atau laporan tentang fakta secara lurus atau lempang sebagaimana dijumpai pada berita langsung.16

14

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature, Bandung, PT.Remaja Rosdakarya, 2005, Hal.149

15

Morsissan, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio dan televisi, Tangerang, Ramdina Prakarsa, 2005, Hal.68

16

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature, Bandung, PT.Remaja Rosdakarya, 2005, Hal.150

(15)

2.4.2 Karakteristik Feature

1. Ditulis dengan teknik mengisahkan suatu situasi, peristiwa atau keadaan secara faktual.

2. Berisi tentang suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan yang sifatnya faktual, objektif, benar dan akurat.

3. Hasil karya liputan Jurnalistik melalui proses proyeksi, observasi, investigasi, komunikasi dan konfirmasi dengan pihak narasumber.

4. Bertujuan untuk memberi tahu atau menyampaikan informasi tetapi sekaligus juga menghibur khalayak.

5. Rangkaian fakta atau informasi disajikan secara tidak resmi, informal. 6. Tidak terikat kepada aktualitas. cerita feature bisa dipersiapkan, diliput

ditulis, dan disajikan kapan saja sesuai dengan kebutuhan.

7. Cerita feature dicitrakan sebagai cerminan karya kreatif individual seorang reporter atau wartawan.

8. Selalu membawa pesan moral tertentu yang ingin disampaikan kepada khalayak seperti nilai - nilai kejujuran, kesetiaan sikap tulus tanpa pamrih, pengorbanan dan kegigihan suatu perjuangan.

9. Cerita feature cukup banyak mengadopsi teknik penulisan fiksi terutama cerita pendek.

10. Karena ditulis dengan teknik mengisahkan diluar pada piramida terbalik, maka setiap bagian cerita feature sama pentingnya satu sama lain sehingga pada bagian bawah tidak bisa dipotong begitu saja.

(16)

2.4.3 Jenis - jenis Feature

Menurut Wolseley dan Campbell dalam Exploring Journalism (Assegaff, 1983:56), paling tidak terdapat enam jenis feature yang kita kenal sehari - hari diataranya feature minat insani, feature sejarah, feature biografi, feature perjalanan, feature petunjuk praktis dan feature ilmiah.

1. Feature Minat Insani

Feature jenis ini terutama dimaksudkan untuk mengaduk - ngaduk perasaan, suasana hati dan bahkan menguras air mata khalayak. human interest feature termasuk yang paling efektif dalam menyentuh wilayah intuisi, emosi, dan psikologi khalayak yang anonim dan heterogen.

2. Feature Sejarah

Berbagai tempat sejarah dan peninggalan sejarah, sejak ribuan tahun silam sehingga satu abad terakhir, baik dalam lingkup internasional dan nasional maupun dalam lingkup regional dan lokal, senantiasa menjadi objek cerita feature yang sangat menarik. feature sejarah berusaha untuk melakukan rekontruksi peristiwa tidak saja dari sisi fakta benda - benda tetapi juga mencakup aspek - aspek manusiawinya yang selalu mengundang daya simpati dan empati khalayak.

3. Feature Biografi

Feature biografi atau tentang riwayat perjalanan hidup seseorang terutama kalangan tokoh seperti pemimpin pemerintahan, dan masyarakat, publik figur atau mereka yang selalu mengabdikan hidupnya

(17)

untuk negara, bangsa atau sesuatu yang bermanfaat bagi peradaban umat manusia.

4. Feature Perjalanan

Feature yang mengajak pembaca, pendengar atau pemirsa untuk mengenal lebih dekat tentang suatu kegiatan atau tempat - tempat yang dinilai memiliki daya tarik tertentu.

5. Feature Petunjuk Praktis

Feature yang menuntun atau mengajarkan tentang bagaimana melakukan atau mengerjakan sesuatu.

6. Feature Ilmiah

Feature yang mengungkap sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. feature ilmiah tentu saja hanya akan berhasil sebagai suatu cerita pendek faktual, apabila penulisannya adalah orang yang sangat mencintai dunia iptek. ia dekat dan bahkan terlibat luar dalam dengan dunia yang dikisahkannya.17

2.5 Persepsi

Pada abad ke 19 para Ilmuwan mengira bahwa apa yang ditangkap panca indera kita sebagai sesuatu yang nyata dan akurat. para psikologi menyebut mata sebagai kamera dan retina sebagai film yang merekam pola - pola cahaya yang jatuh di atasnya. para ilmuwan modern menantang asumsi tu. kebanyakan percaya bahwa

17

(18)

apa yang kita amati dipengaruhi sebagian oleh citra retina mata dan terutama oleh kondisi pikiran pengamat. oleh karena itu, kita biasanya mempunyai kesan yang berlainan mengenai lingkungan kita seperti benda, situasi, orang, ataupun peristiwa disekitar kita, meskipun kita memiliki informasi yang sama mengenai hal - hal itu. 18

2.5.1 Pengertian Persepsi

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan - hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.19 persepsi juga dapat diartikan sebagai pemberian makna pada stimuli inderawi. menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi yang merupakan bagian dari persepsi, tetapi juga melibatkan atensi, ekspektasi, motivasi dan memori.

Selain itu Persepsi dapat didefinisikan sebagai interpretasi terhadap berbagai sensasi sebagai representasi dari objek - objek eksternal dan pengetahuan tentang apa yang dapat ditangkap oleh indera kita. Konsekuensinya adalah bahwa pengetahuan yang kita peroleh melalui persepsi bukanlah tentang apakah suatu objek, melainkan apa yang tampak sebagai objek tersebut. oleh karenanya, persepsi tidak lebih dari pengetahuan mengenai apa yang tampak sebagai realitas bagi diri kita. jadi sebaliknya kita tidak kelewat yakin dengan pengetahuan yang kita peroleh melalui persepsi. ironisnya, pengetahuan yang biasanya paling kita yakini adalah

18

Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar, Bandung, PT.Remaja Rosdakarya, 2005, Hal.167

19

(19)

pengetahuan yang diperoleh melalui persepsi kita. realitas yang kita persepsikan sering kali adalah yang paling jelas, pribadi, penting, dan terpercaya bagi kita.

2.5.2 Proses Terjadinya Persepsi

Proses terjadinya persepsi dapat kita dengan skema mode : Stimulus → Perhatian → Penafsiran → Pengetahuan

Dalam proses persepsi terjadi dua tahap yang paling utama, yaitu tahap perhatian dan tahapPenafsirani. yang kemudian menghasilkan suatu respon yang disebut kognitif.

1. Perhatian

Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah.20 Perhatian terjadi antara bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengesampingkan masukan - masukan melalui alat indera yang lain.

2. Penafsiran

Penafsiran merupakan proses dimana penerima memberi arti terhadap pesan yang diterimanya, mengorganisasikan stimuli dengan melihat konteksnya, dan mengisinya dengan interpretasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang dipersepsi.

20

(20)

Setiap makna yang timbul akan berbeda - beda dengan individu lainnya dalam menafsirkan informasi. hal ini karena setiap rangsangan yang masuk ke pusat kesadaran setiap individu di pengaruhi oleh faktor fungsional dan stuktural.

a. Faktor Fungsional

Faktor ini berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu, pendidikan, kebudayaan yang termasuk faktor personal.

b. Faktor Struktural

Faktor ini berasal dari sifat stimuli fisik yang ditimbulkan pada sistem syaraf individu.

3. Pengetahuan

Efek Pengetahuan adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif pada dirinya. Pengetahuan terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsikan khalayak. Efek Pengetahuan membahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya. melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.

(21)

2.5.3 Jenis - Jenis Persepsi

1. Persepsi Terhadap Lingkungan Fisik

Yaitu suatu peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar kita dengan menyikapi melalui perasaan panca indera yang bisa mempengaruhi pandangan kita terhadap suatu benda yang ada di sekeliling kita.

2. Persepsi Sosial

Persepsi sosial adalah proses menangkap arti objek - objek sosial dan kejadian - kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. manusia bersifat emosional, sehingga penilaian terhadap mereka mengandung resiko. karena setiap orang memiliki gambaran yang berbeda mengenai realitas di sekelilingnya.21

2.6 Khalayak

Istilah “massa” mencakup beberapa unsur khalayak radio dan sinema yang tidak saling dikaitkan oleh dari satu dari ketiga konsep yang ada. masa sering kali sangat besar - lebih besar dari kebanyakan kelompok, kerumunan atau publik. para anggotanya terbesar luas dan biasanya tidak saling mengenal atau sama lain, termasuk orang yang menyebabkan lahirnya khalayak itu. massa kurang memiliki kesadaran diri dan identitas diri serta tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. massa di tandai oleh komposisi

21

Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar, Bandung, PT.Remaja Rosdakarya, 2005, Hal.172 - 176.

(22)

yang selalu berubah dan berada dalam batas wilayah yang selalu berubah pula untuk melakukan suatu tindakan.22

2.6.1 Pengertian Khalayak

Khalayak adalah pemirsa yang menggunakan media massa sebagai sumber pemenuhan kebutuhan medianya. pemirsa atau penonton yang menyaksikan tayangan program televisi di seluruh indonesia. umumnya khalayak ingin mendapatkan informasi dan hiburan dari tayangan tersebut. khalayak audien umum memiliki sifat yang sangat heterogen.

2.6.2 Jenis - Jenis Khalayak

Pada umumnya khalayak disegmentasikan terdiri dari: a. Segmentasi Demografis

Segmentasi yang didasarkan pada peta kependudukan, misalnya Usia, Jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, agama dan suku.

b. Segmentasi Geografis

Segmentasi ini membagi khalayak audien berdasarkan jangkauan geografis yang berbeda - beda mencakup wilayah negara, propinsi, kabupaten, kota hingga ke lingkungan perumahan.

22

(23)

c. Segmentasi Geodemografis

Segmentasi yang di dasarkan pada khalayak yang tinggal di suatu wilayah geografis tertentu di yakini memiliki karakter demografi yang sejenis namun wilayahnya geografisnya lebih sempit misalnya mencakup kelurahan, rw maupun rt.

Referensi

Dokumen terkait

Lebih lanjut Cangara menyebutkan media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat- alat

secara cepat dan menjangkau khalayak luas). Dalam hal ini di antara media cetak dan elektronika memiliki keunggulan tersendiri. Televisi memiliki keunggulan

Efek media massa adalah suatu yang timbul pada pikiran khalayak akibat adanya suatu proses penyampaian pesan melalui atau alat-alat komunikasi mekanis seperti, surat

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat

Daya tarik tayangan televisi adalah appeals pesan dalam wujud tanda- tanda yang terdapat dalam sebuah tayangan televisi, yang mengacu pada motif psikologi yang

Tidak ada pesan komunikasi massa yang hanya ditujukan kepada suatu masyarakat tertentu (meskipun dalam kenyataannnya sebagian pesan ditujukan untuk khalayak pada

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat

Karakteristik audio visual yang lebih dirasakan perannya dalam mempengaruhi khalayak, sehingga dapat dimanfaatkan oleh negara dalam menyukseskan pembangunan dalam