Data yang diperoleh untuk menganalisa kualitas catu daya UPS yang digunakan untuk mensuplai ke peralatan operasi dan keselamatan penerbangan adalah UPS yang terdapat pada Substation jaringan teknik yaitu pada gardu/substation T3, T8, dan T10 serta UPS pada gedung operasi yaitu gedung. 661 dan gedung. 601. Adapun data yang diperoleh setelah melaksanakan pengukuran menggunakan alat ukur, power analyzer dan baterai tester sebagai berikut:
1. DATA PERALATAN UPS 1.1 SUBSTATION T3
Substation T3 merupakan substation yang terletak di sisi selatan runway pada no runway 25L.Substation T3 ini memback up peralatan Visual aids (Approach, Flashing light, taxi way dan run way center line ) dan peralatan Instrument landing system (glide path, localizer, dan middel marker). Pada substation T3 memiliki back up power yaitu fly wheel genset dan UPS 120 KVA seperti yang di tunjukkan pada (gambar 4.1) dan battery bank pada (gambar 4.2). Adapun spesifikasi UPS sebagai berikut:
1. Klasifikasi UPS
a. Jenis dan Merk UPS : Industrial/ GE,
b. Kapasitas UPS : 120 KVA
c. Nominal Volt : Input 3 phase dan Output 3
d. Sistem UPS : Online double convertion
Gambar 4.1 : UPS GE 120 KVA 2. Battery Bank UPS
a. Jenis dan Merk Battery : VRLA/ FIAMM (12SP120),
b. Tegangan/kapasitas battery : 12 V 120AH
c. Jumlah battery : 32 buah
1.2 SUBSTATION T8
Substation T8 terletak di sebelah utara runway pada no runway 25R. Substation T8 memback up peralatan visual aids dan instrument landing system pada sisi runway 25R, pada substation T8 memiliki UPS GE 120 KVA seperti pada (gambar 4.3) untuk memback up peralatan yang ada di substation T8. Adapun spesifikasi UPS sebagai berikut:
1. Klasifikasi UPS
a. Jenis dan Merk UPS : Industrial/ GE,
b. Kapasitas UPS : 120 KVA
c. Nominal Volt : Input 3 phase dan Output 3
Phase
d. Sistem UPS : Online double convertion
e. Beban yang disuplai : AFL Equipment
2. Battery Bank UPS
a. Jenis dan Merk Battery : VRLA/ FIAMM (12SP120)
b. Tegangan/kapasitas battery : 12V 120AH
c. Jumlah battery : 32 Buah
1.3 SUBSTATION T10
Susbtation terletak di sebelah utara runway yaitu pada no runway 07L dimana susbation T10 tersebut membackup peralatan visual aids dan instrument landing system pada sisi runway tersebut. Untuk memback up peralatan yang ada pada susbtation T10. Substation T10 memiliki UPS 120 KVA sepeti yang di tunjukkan pada (gambar 4.4) dan battery banknya pada (gambar 4.5). adapun spesifikasi UPS tersebut sebagai berikut:
1. Klasifikasi UPS
a. Jenis dan Merk UPS : Industrial/ CYBEREX,
b. Kapasitas UPS : 120 KVA
c. Nominal Volt : Input 3 phase dan Output 3 Phase
d. Sistem UPS : Online double convertion
e. Beban yang disuplai : AFL Equipment
2. Battery Bank UPS
a. Jenis dan Merk Battery : VRLA/YUASA
b. Tegangan/kapasitas battery : 12V 100AH
c. Jumlah battery : 60 buah (2 bank)
Gambar 4.5 : Battery bank UPS CYBEREC 1.4 GEDUNG 661 (MAIN POWER STATION)
Gedung 661 merupakan gedung pusat penyaluran power listrik keseluruh bandara dimana pada gedung tersebut terdapat panel tegangan menengah dan peralatan kontrol kelistrikan serta monitoring kelistrikan. Agar power pada peralatan yang ada di gedung 661 tetap
terjaga kontinuitasnya maka pada gedung tersebut memiliki UPS 20 KVA seperti yang di tunjukkan pada (gambar 4.6). adapun spesifikasi UPS tersebut adalah sebagai berikut:
1. Klasifikasi UPS
a. Jenis dan Merk UPS : Industrial/ CYBEREX,
b. Kapasitas UPS : 20 KVA
c. Nominal Volt : Input 3 phase dan Output 3
Phase
d. Sistem UPS : Online double convertion
e. Beban yang disuplai : Kontrol desk, MDE, & MDVA
2. Battery Bank UPS
a. Jenis dan Merk Battery : VRLA/ YUASA
b. Tegangan/kapasitas battery : 12V 24AH
c. Jumlah battery : 60 Buah (2 bank)
1.5 GEDUNG 601 (OPERASI)
Gedung 601 merupakan gedung operasi dimana pada gedung tersebut terdapat informasi perencanaan penerbangan di bandara soekarno-hatta dan informasi tersebut di teruskan ke operasi lain untuk menjalankan perencanaan tersebut. Untuk memback up peralatan telekomunikasi pada gedung 601, gedung 601 memiliki UPS 80 KVA seperti yang di tunjukkan pada (gambar 4.7). adapun spesifikasi UPS tersebut sebagai berikut:
1. Klasifikasi UPS
a. Jenis dan Merk UPS : Industrial/ CYBEREX,
b. Kapasitas UPS : 80 KVA
c. Nominal Volt : Input 3 phase dan Output 3
Phase
d. Sistem UPS : Online double convertion
e. Beban yang disuplai : FIS, SIMPAP, IT,
KEPEGAWAIAN. 2. Battery Bank UPS
a. Jenis dan Merk Battery : VRLA/ YUASA
b. Tegangan/kapasitas battery : 12V 24AH
c. Jumlah battery : 60 Buah (2 Bank)
2. HASIL PENGUKURAN 2.1 SUBSTATION T3
Setelah mengetahui spesifikasi UPS pada data peralatan diatas, maka untuk mengetahui kehandalan sistem UPS tersebut, dapat dilakukan pengukuran dan melakukan analisa dari data hasil pengukuran tersebut. Pada pengukuran ini menggunakan power analizer dan battery tester dimana alat ukur tersebut untuk mengukur tegangan, arus, frekuensi, dan harmonic pada UPS seperti yang ditunjukkan pada (gambar 4.8). adapun item pengukuran dan hasil pengukuran pada peralatan tersebut adalah sebagai berikut:
Tegangan input : L1-N =227 Volt
L2-N = 230 Volt L3-N = 227 Volt Arus input : I1 = 55 A I2 = 72 A I3 = 45 A Frekuensi input : 50 Hz
Harmonik : 3 %
Tegangan Floating : 436 VDC
Tegangan batt./cell : 13,6 VDC
Temperatur batterai : 20 oC
Tegangan output : L1 = 219 Volt
L2 = 218 Volt L3 = 222 Volt Arus output : I1 = 50 A I2 = 68 A I3 = 42 A Frekuensi output : 50 Hz
(b) Menggunakan Battery tester
Gambar 4.8 : Pengukuran Menggunakan Power Analyzer 2.2 SUBSTATION T8
Pada susbtation T8 pengukuran tidak dapat langsung dilakukan pada UPS dikarenakan posisi UPS yang tidak memungkinkan untuk dipindahkan sehingga pengukuran dilakukan pada MDS (Main distribution Switchboard) seperti yang terlihat pada (gambar 4.9). pengukuran pada UPS yang terletak disubstation T8 menggunakan power analizer dan battery tester sama halnya seperti pengukuran yang dilakukan pada UPS yang terletak di substation T3. Adapun hasil pengukuran UPS adalah sebagai berikut:
Tegangan input : L1 = 221 Volt
L2 = 220 Volt L3 = 221 Volt
Arus input : I1 = 57 A
I3 = 50 A Frekuensi input : 49,9 Hz Harmonik : 3 % Tegangan floating : 436 VDC Tegangan batt./cell : 13,6 VDC Temperatur battery : 20 oC
Tegangan Output : L1 = 222 Volt
L2 = 222 Volt L3 = 222 Volt Arus Output : I1 = 52 A I2 = 53 A I3 = 45 A Frekuensi Output : 50 Hz
(b) Panel MDS
(c) Pengukuran menggunakan battery tester Gambar 4.9 : Pengukuran di gardu T8
2.3 SUBSTATION T10
Pada substation T10 juga dilakukan pengukuran sama halnya pada substation T3 dan T8. Namun UPS pada substion T10 dapat langsung dilakukan pengukuran pada input dan output UPS dikarenakan posisi UPS yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran seperti yang terlihat pada (gambar 4.10) yaitu pengukuran menggunakan power analizer. Untuk melakukan pengukuran pada bank battery UPS menggunakan battery tester seprti yang di tunjukkan pada (gambar 4.11). adapun hasil pengukuran UPS sebagai berikut:
Tegangan input : L1 = 387 Volt
L2 = 388 Volt L3 = 386 Volt Arus input : I1 = 53 A I2 = 54 A I3 = 52 A Frekuensi input : 50 Hz Harmonic : 3 % Tegangan floating : 406 VDC Tegangan batt./cell : 13.6 VDC Temperature battery : 20 oC
Tegangan output : L1-N = 230 Volt
L2-N = 229 Volt L3-N = 230 Volt
Frekuensi output : 49.9 Hz
Gambar 4. 10 : Pengukuran Menggunakan Power Analyzer
Arus output : I1 = 48 A
I2 = 49 A
I3 = 47 A
2.4 GEDUNG 661 (MAIN POWER STATION)
Pada gedung 661 posisi penempatan UPS juga dimudahkan untuk melakukan pengukuran, sehingga pengukuran dapat dilakukan pada posisi input dan output UPS seperti yang terlihat pada (gambar 4.12), dimana terlihat pengukuran menggunakan power analizer. Adapun hasil pengukurannya sebagai berikut:
Tegangan input : L1 =390 Volt
L2 = 390 Volt L3 = 390 Volt Arus input : I1 = 2 A I2 = 2 A I3 = 2 A Frekuensi input : 49,8 Hz Harmonic : 3 %
Tegangan floating : 405 VDC
Tegangan batt./cell : 13,5 VDC
Temperatur battery : 21 oC
Tegangan output : L1 = 219 Volt
L2 = 220 Volt L3 = 219 Volt Arus output : I1 = 1 A I2 = 0 A I3 = 1 A Frekuensi output : 50 Hz 2.5 GEDUNG 601 (OPERASI)
Penggunaan power analizer dan battery tester juga digunakan untuk mengukur kualaitas UPS pada gedung 601 sehingga teknik pengukuran dan analisa hasil juga sama halnya dengan UPS pada substation T3, T8, T10 dan gedung 661, seperti yang di tunjukkan pada (gambar 4.13) terlihat pengukuran menggunakan power analizer pada UPS. Adapun hasil pengukuran pada UPS tersebut sebagai berikut:
Tegangan input : L1 = 390 Volt
L2 = 390 Volt L3 = 390 Volt
Arus input : I1 = 9 A
I2 = 5 A
Frekuensi input : 49,8 Hz
Harmonic : 3 %
Tegangan floating : 405 VDC
Tegangan batt./cell : 13,5 VDC
Temperature batt. : 20 oC
Gambar 4.13 : Pengukuran Arus Menggunakan Power Analyzer
Tegangan output : L1 = 219 Volt
L2 = 220 Volt L3 = 219 Volt Arus output : I1 = 7 A I2 = 3 A I3 = 4 A Frekuensi output : 50 Hz
3. REKAPITULASI DATA PENGUKURAN
Setelah mengetuhi spesifikasi dan hasil pengukuran UPS, untuk mempermudah dalam melakukan analisa dapat dibuat rekapitulasi pengukuran berdasarkan hasil pengukuran di atas seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini :
NO Merk UPS Lokasi UPS Tegangan (Volt) Arus (Ampere) Frekuensi (Hz) Harmonik 1 GE 120 KVA Substation T3 V Input L1 : 227 V L2 : 230 V L3 : 227 V I Input I1 : 55 A I2 : 72 A I3 : 45 A F Input 50 Hz 3 % V Output L1 : 219 V L2 : 218 V L3 : 222 V I Output I1 : 50 A I2 : 68 A I3 : 42 A F Output 50 Hz 2 GE 120 KVA Substation T8 V Input L1 : 221 V L2 : 220 V L3 : 221 V I Input I1 : 57 A I2 : 57 A I3 : 50 A F Input 49,9 Hz 3 % V Output L1 : 222 V L2 : 222 V L3 : 222 V I Output I1 : 52 A I2 : 53 A I3 : 45 A F Output 50 Hz 3 CYBEREX 120 KVA Substation T10 V Input L1 : 387 V L2 : 388 V L3 : 386 V I Input I1 : 53 A I2 : 54 A I3 : 52 A F Input 50 Hz 3 % V Output L1 : 230 V L2 : 229 V L3 : 230 V I Output I1 : 48 A I2 : 49 A I3 : 47 A F Output 49,9 Hz 4 CYBEREX20 KVA Gedung 661 V Input L1 : 390 V L2 : 390 V L3 : 390 V I Input I1 : 2 A I2 : 2 A I3 : 2 A F Input 49,8 Hz 3 % V Output L1 : 219 V L2 : 220 V L3 : 219 V I Output I1 : 1 A I2 : 0 A I3 : 1 A F Output 50 Hz
5 CYBEREX 80 KVA Gedung 601 V Input L1 : 390 V L2 : 390 V L3 : 390 V I Input I1 : 9 A I2 : 5 A I3 : 8 A F Input 49,8 Hz 3 % V Output L1 : 219 V L2 : 220 V L3 : 219 V I Output I1 : 7 A I2 : 3 A I3 : 4 A F Output 50 Hz