• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENENTU PENERIMAAN TEKNOLOGI SISTEM BASIS DATA AKUNTANSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PENENTU PENERIMAAN TEKNOLOGI SISTEM BASIS DATA AKUNTANSI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENENTU PENERIMAAN TEKNOLOGI SISTEM

BASIS DATA AKUNTANSI

Fikri Hamidy

1

, Dedi Darwis

2

1,2

AMIK Teknokrat Lampung

Jalan Zainal Abidin Pagar Alam No.9 -11, Labuhan Ratu, Kedaton,

Kota Bandar Lampung, Lampung 35132, Indonesia

email: [email protected], [email protected]

ABSTRACT

The purpose of this study was to measure the accounting students’ level of data base technology acceptance. This study was a quasi experimental one with the subjects accounting students from both state and private universities or colleges in Bandar Lampung . There were four hypotheses that were tested with the structural equation models.

The result of the analysis showed that students’ intention in using data base software was not positively influenced by their self-efficacy (CSE), but it was positively influenced by their computer locus of control ( CLOC). Further, the test result on the students’ cognitive perception factors using the variables of perceived usefulness (PU) and perceived ease of use (PEOU) coukd influence students’ intention in using the data base software.

To conclude, the two cognitive perception factors, namely the perceived usefulness (PU) and the perceived ease of use (PEOU) had positive influences on the students’ intention to use database software program. Interestingly, although the two personality factors influenced the students positively, it was only the perceived usefulness (PU) that had significant influence on the student’s intention to use the data base software program

Key words

Computer self-efficacy, computer intention to use, computer locus of control, perceived usefulness, perceived ease of use.

1. Pendahuluan

Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi output berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang

berkepentingan. Dalam silabus mata kuliah sistem informasi akuntansi, pengetahuan tentang basis data merupakan muatan yang penting, dimana mahasiswa akuntansi diharapkan dapat memahami dan dapat mengaplikasikannya dalam prototype perancangan basis data akuntansi (database accounting). Ada beberapa perangkat lunak basis data (database software) yang biasa digunakan dalam praktik perancangan basis data akuntansi, adalah seperti: Java Programming, mySQL, C++, Fortran dan Microsoft Access.

2. Teori dan Rerangka Pemikiran

Delcourt dan Kinzie (1993) mendefinisikan computer self-efficacy sebagai ukuran kepercayan diri pengguna komputer dengan kemampuan mereka untuk memahami, menggunakan, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan komputer. Bahwa individu yang memiliki computer self-efficacy yang tinggi akan merasa kompeten dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berbeda. Namun, rendahnya computer self-efficacy mengarah ke keyakinan bahwa individu akan mengalami kesulitan dalam menggunakan hardware dan software komputer.

Kay (1990) melakukan penelitian menggunakan dimensi yang dikembangkan dari general Locus of Control (Rotter, 1966) untuk mengukur asosiasi locus of control terhadap computer literacy. Ditemukan bahwa locus of control berpengaruh terhadap computer literacy pengguna. Dimensi yang dikembangkan Kay (1990) disebut sebagai Computer Locus of Control Measured (CLOM). Dalam penelitian ini CLOM digunakan sebagai instrument personality trait.

Perilaku penerimaan dan penggunaan sistem informasi telah diuji dalam berbagai perspektif yang berbeda. Berdasarkan berbagai model yang telah diteliti, Technology Acceptance Model (TAM) menawarkan penjelasan yang kuat (powerfull) dan efisien untuk menguji perilaku penerimaan dan penggunaan sistem

(2)

informasi oleh pemakai. Bahwa manfaat yang dirasakan adalah yang paling signifikan terpengaruh dan variabel penting dalam mempengaruhi sikap. niat perilaku untuk menggunakan didefinisikan sebagai suatu kepentingan dari seseorang untuk melakukan perilaku tertentu dalam menggunakan sistem tertentu (Davis, 1989).

Dinyatakan bahwa manfaat yang dirasakan memiliki pengaruh positif yang signifikan pada penggunaan sistem informasi, dan bahwa persepsi kegunaan adalah konstruk paling signifikan dan penting yang berpengaruh niat dan perilaku dalam penggunaan teknologi dibandingkan dengan konstruk lainnya, seperti temuan Igbaria et.al.(1997) dan Chau (2001).

Perceived Ease of Use merupakan salah satu faktor dalam model TAM yang telah diuji dalam penelitian Davis et al. (1989). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor ini terbukti dapat menjelaskan alasan seseorang dalam menggunakan sistem informasi dan menjelaskan bahwa sistem baru yang sedang dikembangkan diterima oleh pengguna.

Sistem teknologi informasi yang diterapkan adalah sebagai komponen organisasi bersama-sama yang juga melibatkan manusia. Manusia berinteraksi dengan sistem informasi, dimana interaksi ini dapat menyebabkan masalah perilaku. Meskipun kualitas teknis penerapan teknologi informasi sistem semakin membaik, sistem teknologi informasi masih gagal untuk diterapkan karena orang atau si manusia menolak atau tidak ingin menggunakannya untuk berbagai alasan.

Rerangka pemikiran dalam penelitian ini dibangun berdasarkan hasil atau penelitian-penelitian dengan tema interaksi manusia dengan teknologi informasi menggunakan model prediksi TAM. Tabel 2.1. sampai dengan Tabel 2.5. adalah hasil penelitian hubungan antar variabel dalam TAM.

Tabel 2.1 Rerangka Pemikiran Hubungan PEOU dan PU (Perceived Ease

of Use and Perceived Usefulness)

Rerangka Pemikiran Sumber

Davis (1989) mendefinisikan kemudahan penggunaan sebagai sejauh mana orang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu percaya bahwa informasi teknologi (seperti perangkat lunak basis data) dapat dengan mudah dipahami. Sementara manfaat yang dirasakan didefinisikan sebagai tingkat kepercayaan seseorang bahwa menggunakan sistem tertentu akan meningkatkan kinerjanya

Davis (1989)

Menggunakan intensitas dan interaksi antara pengguna dan sistem dapat

juga menggambarkan kemudahan penggunaan. Sistem yang sering

menunjukkan bahwa sistem yang digunakan lebih dikenal, lebih mudah untuk dioperasikan dan digunakan oleh pengguna. Jika seseorang

Adam et al. (1992)

Rerangka Pemikiran Sumber

menemukan bahwa adalah mudah untuk menggunakan teknologi informasi (dalam penelitian ini – perangkat lunak basis data) mereka akan merasa bahwa teknologi informasi bermanfaat bagi mereka.

Bahwa persepsi kemudahan penggunaan yang positif signifikan berkorelasi dengan manfaat yang dirasakan dari perangkat lunak.

Morris dan Dillon (1997) Persepsi kemudahan penggunaan mempengaruhi

persepsi kebermanfaatan teknologi informasi.

Wibowo (2008) Membuktikan bahwa dirasakan kemudahan

penggunaan berkorelasi positif dengan yang dirasakan dalam kebermanfaatan ber-internet.

Christina dan Donald (2004) Persepsi kemudahan penggunaan mendukung

kebermanfaatan guru yang menggunakan teknologi informasi dalam mengajar: studi di Singapura dan Malaysia.

Teo et al. (2008)

Rerangka pemikiran pada Tabel 2.1. di atas adalah sebagai dasar pengajuan H1 (hipotesis 1).

Tabel 2.2 Rerangka Pemikiran Hubungan PEOU dan ATU(Perceived

Ease of Use and Attitude toward Using)

Rerangka Pemikiran Sumber

Sikap menggunakan TI didefinisikan sebagai perasaan positif atau negatif terhadap teknologi informasi seseorang , bahwa ini dianggap sebagai kemudahan penggunaan membangun pengaruh sikap pengguna.

Davis (1989)

Bahwa kemudahan yang dirasakan dari penggunaan berkorelasi positif signifikan dipengaruhi sikap terhadap penggunaan perangkat lunak

Morris dan Dillon (1997) Bahwa kemudahan penggunaan tidak

berpengaruh signifikan positif pada sikap ke arah menggunakan sistem informasi, hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor social

Yogesh dan Dennis (1999) Kemudahan penggunaan berkorelasi positif

signifikan berdampak pada sikap ke arah menggunakan teknologi. Jika seseorang merasa bahwa, adalah mudah untuk menggunakan perangkat lunak maka akan menentukan sikap mereka ke arah menggunakan teknologi itu.

Hong et al. (2000)

Bahwa kemudahan penggunaan IT akan mempengaruhi sikap penggunaan Teknik Audit Berbantukan Komputer.

Tangke (2004) Bahwa kemudahan yang dirasakan dari

penggunaan mempengaruhi sikap menggunakan teknologi.

Wibowo (2008)

Rerangka pemikiran pada Tabel 2.2. sebagai dasar pengajuan H2 (hipotesis 2).

(3)

Tabel 2.3 Rerangka Pemikiran Hubungan Variabel PU, ATU dan ITU(Perceived Usefulness, Attitude towards Using and Behavioral

Intention to Use)

Rerangka Pemikiran Sumber

Bahwa manfaat yang dirasakan adalah yang paling signifikan terpengaruh

dan variabel penting dalam mempengaruhi sikap. niat perilaku untuk menggunakan didefinisikan sebagai suatu kepentingan dari seseorang untuk melakukan perilaku tertentu dalam menggunakan sistem tertentu

Davis (1989)

Bahwa manfaat yang dirasakan memiliki pengaruh positif yang signifikan pada penggunaan sistem informasi, dan bahwa persepsi kegunaan adalah konstruk paling signifikan dan penting yang berpengaruh pada sikap, niat dan perilaku dalam penggunaan teknologi dibandingkan dengan konstruk lainnya. Igbaria et.al. (1997) dan Chau (2001) Bahwa persepsi kemudahan penggunaan positif signifikan mempengaruhi sikap menggunakan perangkat lunak dan bahwa persepsi kemudahan penggunaan terkait secara positif signifikan terhadap perilaku yang berniat untuk menggunakan perangkat lunak.

Morris dan Dillon (1997)

Bahwa manfaat yang dirasakan tidak berpengaruh signifikan positif terhadap sikap terhadap menggunakan dan niat perilaku untuk menggunakan sistem informasi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor social

Yogesh dan Dennis (1999) Bahwa intensitas penggunaan teknologi pengajar di

Singapura dan Malaysia membuktikan bahwa persepsi kemudahan penggunaan mendukung sikap dan perilaku menggunakan niat untuk menggunakan teknologi.

Teo et al. (2008)

Rerangka pemikiran pada tabel 2.3. di atas merupakan dasar pengajuan H3 dan H4 (hipotesis 3 dan hipotesis 4). Sebagai ikhtisar atas keempat hipotesis yang diajukan yaitu H1, H2, H3, dan H4, dapat dilihat pada Tabel 2.4. berikut ini.

Tabel 2.4 Ikhtisar Rerangka Pemikiran dan Pengajuan Hipotesis Penelitian

No. Jalur (Path) Hipotesis

H1 PU  PEOU

PEOU(perceived ease of use) berpengaruh signifikan positif terhadap PU(perceived usefulness) perangkat lunak basis data. H2 ATU 

PEOU

PEOU( perceived ease of use) berpengaruh signifikan positif terhadap ATU(attitude towards using) perangkat lunak basis data.

H3 ATU  PU

PU (perceived usefulness) berpengaruh signifikan positif terhadap ATU(attitude towards using) perangkat lunak basis data. H4 ITU

PU

PU (perceived usefulness) berpengaruh signifikan positif terhadap ITU(behavioral intention to use) perangkat lunak basis data.

Sampel diambil dari populasi mahasiswa akuntansi yang sedang kuliah di semester 6 (enam) pada peguruan tinggi di Kota Bandarlampung. Karakteristik yang dimiliki mahasiswa akuntansi pada perguruan tinggi yang telah berada di semester 6 dianggap:

a) Telah mempelajari akuntansi, sistem akuntansi, sistem informasi akuntansi, dan praktikum akuntansi b) Para mahasiswa telah memenuhi syarat memenuhi

keahlian terapan bidang akuntansi berbasis manual dan berbasis komputerisasi;

Data diambil melalui kuisioner yang disebar dan diisi pada hari yang sama pada masa perkuliahan mahasiswa akuntansi di perguruan tinggi yang bersangkutan. Diharapkan respon rate tinggi diatas 95%.

Pada penelitian ini, konstruk eksogenous meliputi PEOU (Perceived Ease of Use) yaitu suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa sebuah teknologi dapat dengan mudah digunakan. Sedangkan konstruk endogen meliputi PU (Perceived Usefulness), ATU (Attitude Toward Using), ITU (Behavioral Intention To Use) dan ASU (Actual System Usage). Konstruk variabel penelitian seperti pada tabel 2.5 dibawah ini.

Tabel 2.5 Konstruk Variabel Penelitian No. Variabel

Laten Dimensi Konstruk

ξ 1 (xi) PEOU (Perceive d Ease of Use) X1 = fleksibilitas

X2 = kemudahan untuk dipelajari X3 = kemudahan untuk digunakan X4 = Kemudahan untuk berinteraksi η 1 (eta) PU (Perceive d Usefulne ss) Y1 = mempertinggi efektifitas Y2 = menjawab kebutuhan informasi Y3 = meningkatkan kinerja Y4 = meningkatkan efesiensi η 2 (eta) ATU (Attitude Toward Using) Y5 = rasa menerima Y6 = rasa penolakan Y7 = perasaan (afektif) η 3 (eta) ITU (Behavio ral Intention To Use)

Y8 = penambahan perangkat lunak pendukung

Y9 = motivasi tetap menggunakan Y10 = memotivasi pengguna lain

η 4 (eta) ASU (Actual System Usage)

Y11 = Actual Usage

Y12 = Frekuensi penggunaan Y13 = Kepuasan pengguna

Sumber : Davis (1989); Malhorta (1999); Wibowo (2008) dan Sriwidharmanely (2012).

(4)

3. Hasil Penelitian

Sampel yang diukur adalah sebanyak 335 data responden. Sampel sebanyak ini telah memenuhi syarat untuk dilakukan estimasi dan pengujian struktur model.

Model yang diukur akan dibagi menjadi 2 grup yaitu personality dan cognitive.

Gambar 3.1 Path DiagramPersonality (atas) dan Cognitive (bawah) Penggabungan seluruh model mendapatkan estimasi secara gabungan meliputi observed, endogenous variables :

- Computer self-efficacy (CSE) dengan 4 butir (items) yaitu CSE4, CSE5,CSE6 dan CSE9;

- Computerlocusofcontrol (CLOC) dengan 5 items yaitu CLOC1, CLOC2, CLOC4, CLOC5 dan CLOC7; - Perceivedusefulness (PU) dengan 6 items yaitu PU1,

PU2, PU3, PU4, PU5 dan PU6;

- Perceived ease of use (PEOU) dengan 4 items yaitu PEOU1, PEOU3, PEOU5 dan PEOU6;

- Intention to use (ITU) dengan 2 items yaitu ITU1 dan ITU2.

Estimasi terhadap model juga memunculkan unobserved, endogenous variable yaitu ITU. Sedangkan unobserved lainnya adalah exogenous variables yaitu PU, PEOU, CSE, CLOC, e1, e2, e3, e4, e5, e6, e7, e8, e9, e10, e11, e12, e13, e14, e15, e16, e17, e18, e19, e20 dan e21.

Analisis SEM mensyaratkan identifikasi model harus termasuk dalam kategori over-identified. Pada tabel 3.1. yang merupakan output AMOS™ menunjukkan nilai degree of freedom (df) adalah sebesar 184. Indikasi dari df model termasuk kategori over-identified karena df bernilai positif, artinya tahap analisis data dengan SEM bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Tabel 3.1.

Computation of Degrees of Freedom

Number of distinct sample moments: 231 Number of distinct parameters to be estimated: 47 Degrees of freedom (231 - 47): 184 Pada gambar 3.2 di bawah ini adalah gambaran model structural dari pengaruh personality dan cognitive terhadap intention penggunaan perangkat lunak basis data.

Gambar 3.2 Model Struktural Penelitian Personality dan Cognitive terhadap ITU

Respesifikasi model dilakukan dengan cara memodifikasi atau menghapus indicator (item) yang memiliki factor loading < 0,50; menambahkan variabel (jika tersedia) atau mengurangi variabel penelitian

.

(5)

Gambar 4.4 Amos-Output Path Diagram Model yang Dimodifikasi Modifikasi didasari teori yang di jelaskan oleh Arbuckle (2011) yang membahas mengenai cara membaca Modification Indices yang terdapat pada output AMOS™ Graphics 20. Modifikasi model akhirnya memutuskan untuk menghapus 5 item yang memiliki factorloading< 0,50. Item yang dihapus adalah CSE4(0,42), CSE5(0,38), CLOC1(0,29), PU4(0,36) dan PEOU5(0,17). Jadi yang tersisa adalah 16 item yaitu CSE6, CSE9, CLOC2, CLOC4, CLOC5, CLOC7, PU1, PU2, PU3, PU5, PU6, PEOU1, PEOU3, PEOU6, ITU1 dan ITU2. Output setelah modifikasi terdapat pada gambar 4.4. yang memuat Amos-Output Path Diagram Model yang dimodifikasi. Diharapkan dengan memodifikasi model penelitian, akan mendapatkan hasil yang bernilai good fit. Modifikasi juga dilakukan dengan menambahkan lintasan covariance antar variabel dari usulan Modification Indices yang didukung oleh teori yang ada.

Tabel 3.2Ikhtisar Hasil GOF Pengujian Model Setelah Modifikasi

Goodness of Fit

Index Cut-off Value

Nilai pada

Model Keterangan

Chi-square (χ2

) Semakin kecil

semakin baik 163,604

CMIN/DF < 2,00 1,437 good fit

P (probability) > 0,05 0,063 good fit

RMSEA < 0,08 0,084 reasonable fit

GFI > 0,90 0,937 good fit

TLI > 0,90 0,965 good fit

Hasil pengujian terhadap empat hipotesis yang diajukan adalah berdasarkan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis covariance menggunakan C.R. (t_hitung) dengan nilai kritis (t_tabel)..

Tabel 3.3 Hasil Uji Hipotesis

Hipo-tesis Estim. Reg.W Estim. Stand. Reg.W C.R. (t_hit.) Nilai Kritis (t_tab.) sig. 0,05 Hasil H1 -0,365 -0,238 -2,244 1,65 H1 tidak terdukung H2 0,441 0,229 2,155 1,65 H2 terdukung H3 0,817 0,49 8,133 1,65 H3 terdukung H4 0,425 0.342 8,541 1,65 H4 terdukung

Hasil yang didapat setelah GOF terpenuhi, menghasilkan estimasi terhadap pengujian empat hipotesis yang menyimpulkan bahwa, secara statistis hipotesis kesatu tidak terdukung, sedangkan hipotesis kedua, ketiga dan keempat terdukung.

4. Kesimpulan

Tujuan penelitian yang pertama adalah untuk mendapatkan bukti empiris dengan menguji faktor-faktor personality mahasiswa vokasi komputerisasi akuntansi yaitu computer self-efficacy (CSE) dan computer locus of control (CLOC) dapat mempengaruhi niat (intention) terhadap penggunaan perangkat lunak basis data. Kesimpulan akhir dari pengujian hipotesis kesatu disimpulkan bahwa intention (ITU) menggunakan perangkat lunak basis data tidak dipengaruhi secara positif oleh computer self-efficacy (CSE). Sedangkan hasil uji hipotesis kedua disimpulkan bahwa intention (ITU) menggunakan perangkat lunak basis data dipengaruhi secara positif oleh computer locus of control (CLOC). Meskipun berpengaruh secara positif, koefesien regresinya rendah (RW=0,441 dan SRW=0,229). Pada penelitian ini, disimpulkan bahwa dari dua faktor personality (CSE dan CLOC) hanya CLOC (kelompok internal) yang mempengaruhi secara positif intention penggunaan perangkat lunak basis data akuntansi.

Tujuan penelitian yang kedua adalah untuk mendapatkan bukti empiris melalui pengujian faktor-faktor persepsi cognitive menggunakan variabel perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEOU) dapat mempengaruhi niat (intention) terhadap pengunaan perangkat lunak basis data. Disimpulkan bahwa kedua

(6)

faktor persepsi Cognitive yaitu PU (RW = 0,817 dan SRW = 0,49) dan PEOU (RW = 0,425 dan SRW = 0,342) berpengaruh secara positif terhadap intention penggunaaan. Meskipun kedua faktor personality ini berpengaruh secara positif, hanya PU yang signifikan berpengaruh positif terhadap intention (ITU) penggunaan perangkat lunak basis data. Nilai signifikan mensyaratkan koefesien regresi bernilai lebih besar dari 0,40.

REFERENSI

[1] Arbuckle, James L., 2012, “IBM® SPSS® Amos™ 21User’s Guide”. New York: IBM Corp. Published.

[2] Chau, P.Y.K. 2001, “Influence of Computer Attitude and Self-efficacy on IT Usage Behavior”. Journal of End User Computing 13(1): 26-33.

[3] Compeau, D. R., and Higgins, C. A. 1995a “Application of Social Cognitive Theory to Training for Computer Skills,” Information Systems Research (6:2), pp. 118-143.

[4] Compeau, Deborah & Hinggis, 1995b, ”Computer Self Efficacy: Development of Measure and Initial Test”, MIS Quarterly, Vol 19 No. 12.

[5] Cooper, Donald R., & Schindler, Pamela S., 2003, “Business Research Methods”, 8th ed, McGraw-Hill: New York

[6] Davis, F. D. 1989, “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and End User Acceptance of Information Technology,” MIS Quarterly (13:3), pp. 319-340,

[7] Davis, F. D., Bagozzi, R. P., and Warhsaw, P. R.. 1989, “User Acceptance of Computer Technology: A Comparison of Two Theoretical Models,” Management Science (35:8), pp. 982-1003.

[8] Delcourt, M. A., & Kinzie, M. B. 1993, “Computer Technologies in Teacher Education: The Measurement of Attitudes and Self-efficacy”. Journal of Research and Development in Education, 27, 35-41.

[9] DeLone, William H. & Ephraim R. McLean. 1988, “Information Systems Success: The Quest for the Dependent Variable”. Washington D.C.: The Institute of Management Sciences

[10] Donnelly, et al ,2003, “Auditor Acceptance of Dysfunctional Audit Behavior: An Explanatory Model Using Auditors’ Personal Characteristics”. Behavioral Research in Accounting, Vol 15.

[11] Ferdinand, Augusty, 2002, “SEM Dalam Penelitian Manajemen”, B.P., Universitas Diponegoro, Semarang. [12] Fishbein, Martin & Icek Ajzen .1975. “Belief, Attitude,

Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research”. Addison-Wesley Publishing Company.

[13] Godoe, Preben & Trond Stillaug Johansen . 2012, “Understanding Adoption of New Technologies: Technology Readiness and Technology Acceptance as an Integrated Concept”.Journal of European Psychology Students (JEPS), JEPS Vol 3 (2012).

[14] Igbaria, M., Zinatelli, N., Cragg, P. & Cavaye, L.M. 1997, “Personal Computing Acceptance Factors in Small Firms: A Structural Equation Model”. MIS Quarterly 21(3): 279-302.

[15] Judge, T. A.; Locke, E. A.; Durham, C. C., 1997, "The dispositional causes of job satisfaction: A core evaluations approach". Research in Organizational Behavior 19: 151– 188.

[16] Judge, Timothy A.; Erez, Amir; Bono, Joyce E.; Thoresen, Carl J., (1 January 2002), "Are Measures of Self-esteem, Neuroticism, Locus of control, and Generalized self-efficacy Indicators of a Common Core Construct?". Journal of Personality and Social Psychology 83 (3).

[17] Kay, R. H.,1990, “The Relation Between Locus of Control and Computer Literacy. Journal of Research on Computing in Education, 22(4), 464-474.

[18] McElroy, et al., 2007, “Dispositional Factors In Internet Use: Personality Versus Cognitive Style”. MIS Quarterly Vol. 31 No. 4, pp. 809-820.

[19] Nazar, M. Rafki, 2008, “Cognitive Vs Personality Terhadap Niat Penggunaan Teknologi (Internet)”, Paper presented at the SNA XI, Padang.

[20] Rotter, J.B., 1966, “Generalized Expectancies for Internal versus External Control of Reiforcement”, Psychological Monographs, 80 (1, Whole N0. 609).

[21] Sriwidharmanely & Vina, S., 2012, “An Empirical Study of Accounting Software Acceptance among Bengkulu City Students”, Asian Journal of Accounting and Governance 3: 99–112.

[22] Teo, Timothy, 2009, “Modelling the Influences of Beliefs on Pre-Service Teachers’ Attitudes Towards Computer Use”. EUROPEAN JOURNAL OF EDUCATIONAL RESEARCH Vol. 1, No. 1, 13-22

[23] Thagard, Paul, 2008, “Cognitive Science, The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Fall 2008 Edition)”, Edward N. Zalta (ed.)

[24] Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012, Tentang Pendidikan Tinggi.

[25] Venkatesh, Viswanath, Michael G. Morris, Gordon B. Davis and Fred D. Davis, 2003, User Acceptance of Information Technology: Toward a Unified View. MIS Quarterly Vol. 27, No. 3 (Sep., 2003), pp. 425-478. Published by: Management Information Systems Research Center, University of Minnesota

[26] Whitten, Jeffery L., Lonnie D. Bentley & Kevin C. Dittman, 2004, Metode dan Analisis Sistem. Penerbit Andi dan Mc. Graw-Hill Education.

[27] Wilkinson, Cerullo., & Raval Wong, 2000, “Accounting Information System”. Fourth Edition, New York : John Wiley and Sons Inc.

[28] Zainol, Zaini dan Sherliza, 2011, “Self Efficacy and Perceptions’ of Accounting Students on Programming Software”. Publikasi International Islamic University Malaysia.for Pattern Recognition, Computer Vision, Neural Computing and Robotics, Springer, Berlin.

Fikri Hamidy adalah LulusanMagister Ilmu Akuntansi di Universitas Lampung, sedangkan Dedi Darwis adalah Lulusan Magister Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur. Kedua penulis adalah dosen AMIK TEKNOKRAT Lampung Indonesia.

Gambar

Tabel 2.1 Rerangka Pemikiran Hubungan PEOU dan PU (Perceived Ease  of Use and Perceived Usefulness)
Tabel 2.3 Rerangka Pemikiran Hubungan Variabel PU, ATU dan  ITU(Perceived Usefulness, Attitude towards Using and Behavioral
Gambar 3.1 Path DiagramPersonality (atas) dan Cognitive (bawah)  Penggabungan seluruh model mendapatkan  estimasi secara gabungan meliputi observed, endogenous  variables :
Gambar 4.4 Amos-Output Path Diagram Model yang Dimodifikasi  Modifikasi  didasari teori yang di jelaskan oleh  Arbuckle (2011) yang membahas mengenai cara membaca  Modification Indices  yang terdapat pada output AMOS™

Referensi

Dokumen terkait

4 Nur Anisa, “TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG JUAL BELI FOLLOWER, LIKES DAN VIEWER DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Studi Kasus Pada Akun Instagram@ SosmedLampung)”

Uji Daya Tanaman Padi ( Oryza sativa L.) dalam Sistem Legowo dengan Metode SRI (The System if Rice Intensification).. Skripsi Fakultas Pertanian

PPB ditakrifkan sebagai pengalaman pembelajaran guru dan pemimpin sekolah melalui pelibatan secara formal dan tidak pelibatan secara formal dan tidak formal formal dalam

Setelah materi diberikan, siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil yang telah ditentukan. Masing-masing kelompok diberi waktu untuk mencari bahan bacaan dan diberikan

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan buku saku dengan pendekatan saintifik telah dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, hal ini terbukti dari

Menurut Hurlock (2005), pengetahuan yang kurang baik terhadap menstruasi yang selalu kuat pada remaja putri akan terus berlangsung sepanjang hidup, akibatnya,

Jika tren positif pertumbuhan ekonomi Prancis terus berlanjut maka kemungkinan besar dalam beberapa tahun ke depan Prancis akan kembali menjadi negara dengan

Namun jumlah kunjungan di objek wisata Rumah Godang mengalami penurunan kembali, namun penurunan jumlah kunjungan objek wisata Rumah Godang ini tidak terlampau