• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODIFIKASI ALAT PENGUPAS KULIT ARI KEDELAI DENGAN BLOWER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MODIFIKASI ALAT PENGUPAS KULIT ARI KEDELAI DENGAN BLOWER"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

389

MODIFIKASI ALAT PENGUPAS KULIT ARI KEDELAI DENGAN BLOWER

(Modification of Soybean Skin Peeler With Blower)

Lestari Andaluri

1,2

, Achwil Putra Munir

1

, Sulastri Panggabean

1 1) Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian USU

Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan 20155

2) email: [email protected]

Diterima: 30 Januari 2015 / Disetujui: 2 Februari 2015

ABSTRACT

In general, soybean epidermis peeler bring out soybean seeds along with the epidermis so it must be separated manually. Improvement is necessary to solve the problem. One of the alternatives is to modify the peeler by adding blower. With the addition of the blower, the soybean seeds and the epidermis brought out separately so that the peeler work capacity can be improved. Soybean epidermis peeler with blower was designed to peel the epidermis in the dry state. Blower in this peeler was centrifugal blower with 150 Watts of power, 3000 rpms of speed, and 2 inches diameter of the output hole. Effective capacity of the modified soybean epidermis peeler with blower in this study was divided into three different rate was blower with maximum rate was 54,64 kg/h; blower with medium rate was 43,48 kg/h; and blower with minimum rate was 52,63 kg/h.

Keywords : blower, Soybean peeler, work capacity

PENDAHULUAN

Dilihat dari segi pangan dan gizi, kedelai merupakan sumber protein yang paling murah di dunia, disamping menghasilkan minyak dengan mutu yang baik. Baik kedelai utuh, maupun protein dan minyaknya dapat diolah melalui berbagai cara menjadi bermacam produk pangan, pakan ternak, dan produk untuk keperluan industri. Kedelai dapat langsung dimakan maupun dalam bentuk olahannya.Kedelai yang langsung dimakan, dipersiapkan dengan perebusan, penyangraian atau penggorengan. Kedelai rebus biasa disajikan dalam bentuk kedelai muda bersama polongnya. Sedangkan produk hasil olahan merupakan produk kedelai yang dihasilkan melalui proses pengolahan terlebih dahulu, baik secara tradisional maupun modern (Koswara, 1992).

Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan.Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat sebagai anti radang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

Panen dilakukan bila lebih dari 95% polong kedelai sudah berwarna cokelat kekuningan dan jumlah daun tersisa pada tanaman hanya sekitar 5-10%. Umumnya, waktu panen di setiap sentra penanaman kedelai berbeda satu dengan yang lainnya. Kondisi cuaca waktu panen juga berpengaruh terhadap kuantitas dan mutu biji kedelai (Adisarwanto, 2005).

Untuk memperoleh bahan pangan yang siap dimakan, maka kita harus memisahkan kulitnya terlebih dahulu dari daging buah ataupun sayuran. Pemisahan ini disebut dengan pengupasan. Pengupasan merupakan praproses dalam mengolah suatu bahan yang bertujuan untuk memisahkan bagian yang dapat dimakan dari kulit ataupun dari bagian yang harus dibuang. Dalam melakukan pengupasan, digunakan metode yang berbeda. Hal ini dikarenakan masing-masing bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda (Jaya, 2010).

Teknik mengupas biji kedelai masih banyak dilakukan dengan menggunakan cara klasik yaitu dengan merendam dan menginjak-injak dalam suatu wadah hingga kulit ari biji kedelai terkupas. Hal ini sangat merugikan karena dengan kedelai

(2)

390 terbagai dua atau bahkan dapat hancur karena tekanan yang diberikan pada kedelai tidak tetap. Di sisi lain hasil pengupasanya terbatas dan sangat bergantung pada kemampuan manusia atau operator (Lutfi, dkk., 2010).

Dalam menentukan kemampuan mesin pengupas kulit ari kacang kedelai perlu juga diketahui sifat-sifat dari kacang kedelai itu sendiri. Biji kacang kedelai berkeping dua terbungkus kulit biji. Sifat kacang kedelai ini mampu menyerap air cukup banyak dan dapat menyebabkan beratnya naik menjadi dua kali lipat, dengan sifat biji yang keras dan daya serap air tergantung ketebalan kulit (Annas, 2002).

Kedelai yang diproses menggunakan mesin pengupas akan mengalami 3 kemungkinan yaitu terkupas terbelah, remuk, dan utuh. Kemungkinan ini dapat terjadi jika:

a. Bila biji kedelai yang diproses ukurannya jauh lebih besar dari ukuran celah piringan pengupas maka kedelai akan banyak yang remuk.

b. Bila kedelai yang diproses ukurannya lebih kecil dari ukuran celah piringan pengupas maka kedelai banyak yang utuh (tidak terkupas, terkupas, dan remuk).

c. Bila kedelai yang diproses ukurannya hampir sama atau mendekati ukuran celah piringan pengupas, maka banyak kedelai yang terkupas atau terbelah

(Suhendra dan Setiawan, 2012).

Untuk memperoleh bahan pangan yang siap dimakan, maka kita harus memisahkan kulitnya terlebih dahulu dari daging buah ataupun sayuran. Pemisahan ini disebut dengan pengupasan. Pengupasan merupakan praproses dalam mengolah suatu bahan yang bertujuan untuk memisahkan bagian yang dapat dimakan dari kulit ataupun dari bagian yang harus dibuang. Dalam melakukan pengupasan, digunakan metode yang berbeda. Hal ini dikarenakan masing-masing bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda (Jaya, 2010).

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi literatur (kepustakaan), lalu melakukan penelitian pada blower yang akan digunakan untuk memodifikasi alat pengupas kulit ari kedelai. Kedelai terlebih dahulu dipersiapkan lalu ditimbang beratnya. Setelah itu dilakukan pengupasan menggunakan blower. Kedelai yang telah terkupas ditimbang kembali beratnya, begitu juga dengan kulit ari kedelai yang telah terkupas. Setelah semua selesai, dilakukan pengamatan parameter penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi dengan cara menambahkan blower pada alat pengupas biji kedelai, mengetahui kinerja alat pengupas biji kedelai hasil modifikasi, dan menganalisis nilai ekonomis alat pengupas biji kedelai dengan blower.

BAHAN DAN METODE

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahbaja siku, plat besi, puli(pulley), motor listrik, sabuk v (v-belt),baut dan mur, bantalan (bearing), besi bulat padu (poros), plat stainless steel, plat aluminium, blower,dan kabel deck. Aalat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis,mesin las, mesin bor, mesin gerinda, gergaji besi, palu, tang, kunci pas, dan ring.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi literatur (kepustakaan), lalu melakukan penelitian pada blower yang akan digunakan untuk memodifikasi alat pengupas kulit ari kedelai. Kedelai terlebih dahulu dipersiapkan lalu ditimbang beratnya. Setelah itu dilakukan pengupasan menggunakan blower. Kedelai yang telah terkupas ditimbang kembali beratnya, begitu juga dengan kulit ari kedelai yang telah terkupas. Setelah semua selesai, dilakukan pengamatan parameter penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower Alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan blower dirancang untuk mengupas kulit ari biji kedelai yang masih dalam keadaan kering atau belum mendapat perlakuan apapun seperti perendaman ataupun perebusan dan memisahkan kulit ari dengan biji kedelainya dengan menggunakan angin dari blower. Alat ini mempunyai dimensi panjang 61 cm, lebar 60 cm dan tinggi 115 cm.

Alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan blower ini terdiri dari 4 bagian yaitu:

1. Rangka alat 2. Silinder pengupas 3. Motor listrik 4. Blower

Silinder pengupas terbuat dari bahan besi dengan diameter 10 cm dan tebal 8 cm. Silinder pengupas tersebut memiliki lubang-lubang sebanyak 50 dengan diameter 0,3 cm sebagai ruang untuk biji kedelai dalam proses pengupasan.

(3)

391 Biji kedelai yang telah dikupas akan dibawa ke saluran pengeluaran.

Blower yang digunakan dalam alat ini adalah centrifugal blower atau yang sering kita kenal dengan nama blower keong. Blower ini mempunyai daya hisap atau kapasitas yang kecil tetapi mempunyai daya dorong yang besar sehingga blower ini cocok digunakan di ruangan yang tidak terlalu besar (kapasitas ruangan yang kecil), tetapi memerlukan jarak buang atau daya dorong yang jauh. Blower ini memiliki daya 150 Watt dan kecepatan 3000 rpm dengan dimensi panjang 25 cm, lebar 16 cm, tinggi 21 cm, dan diameter lubang output 2 inch.

Proses Pengupasan dan Pemisahan

Alat pengupas kulit ari biji kedelai ini bekerja berdasarkan prinsip putaran pada silinder pengupas. Setelah alat dipastikan dalam keadaan siap pakai dan blower telah dihidupkan dengan kecepatan angin yang telah ditentukan, bahan baku berupa biji kedelai kering dimasukkan ke dalam saluran pemasukan (hopper). Kemudian, biji

kedelai yang dimasukkan ke dalam mekanisme ini terkupas. Pengupasan terjadi karena adanya gesekan antara silinder pengupas dengan biji kedelai dan dinding yang selanjutnya biji kedelai yang telah terkupas kulit arinya akan keluar melalui saluran pengeluaran biji kedelai dan tertampung ke dalam wadah penampungan. Kulit ari yang telah terpisah dari biji kedelai akan secara langsung terhembus oleh angin dari blower dikarenakan kulit ari yang massanya lebih rendah dari massa biji kedelai dan akan terbawa ke saluran pembuangan kulit ari kedelai.

Data hasil pengupasan dengan tiga tingkat kecepatan blower yang berbeda yaitu maksimum, medium, dan minimum dengan masing-masing kecepatan dilakukan 9 kali ulangan. Setiap ulangan pada masing-masing kecepatan blower menggunakan bahan 1 kg kedelai. Data hasil pengupasan dengan jumlah 9 kg pada masing-masing kecepatan blower dapat dilihat pada Tabel 1, Tabel 2, dan Tabel 3.

Tabel 1. Hasil pengupasan dengan

blower kecepatan maksimum

Tabel 2. Hasil pengupasan dengan blower kecepatan medium

U BKT BKAT BKPPK BKPPB W I 925 31,99 8,24 15,82 83 II 930 32,33 7,96 14,17 85 III 920 32,41 7,73 14,49 88 IV 910 33,53 10,06 14,53 84 V 930 32,47 8,12 13,56 81 VI 940 31,34 9,55 13,68 87 VII 915 32,54 6,53 14,03 85 VIII 920 32,73 7,29 13,79 81 IX 910 33,69 9,87 14,08 80 T 8300 293,03 75,35 128,15 754 R 922,22 32,56 8,37 14,24 83,78 U BKT BKAT BKPPK BKPPB W I 930 17,22 0,71 41,65 68 II 920 16,36 0,78 41,90 67 III 930 16,90 0,62 43,46 68 IV 930 16,53 0,41 42,03 74 V 940 17,20 0,60 45,17 71 VI 930 16,59 0,58 41,61 67 VII 945 16,54 0,53 44,03 65 VIII 930 16,73 0,79 43,79 71 IX 920 16,69 0,87 44,08 70 T 8375 150,76 5,89 387,72 621 R 930,55 16,75 0,65 43,08 69

(4)

392 Tabel 3. Hasil pengupasan dengan blower kecepatan maksimum

Keterangan: U : Ulangan

BKT : Berat kedelai terkupas (gr) BKAT : Berat kulit ari terkupas (gr)

BKPPK : Berat kulit ari pada penampungan kulit (gr) BKPPB : Berat kulit pada penampungan biji (gr) W : Waktu (detik)

T : Total (gr) R : Rataan (gr)

Dari hasil yang diperoleh dari data, blower dengan kecepatan maksimum memiliki kinerja yang paling baik. Hal ini dikarenakan hasil pemisahan kulit ari dengan kedelai paling bagus pada blower kecepatan maksimum dengan persentase kulit ari pada penampungan biji yang paling kecil yaitu sebesar 1,086%. Semakin kecil persentase kulit ari pada penampungan biji maka semakin banyak kulit ari yang berhasil dipisahkan dari kedelai. Sedangkan blower dengan kecepatan minimum memiliki kinerja yang paling buruk. Hal ini dikarenakan persentase kulit ari pada penampungan biji paling besar yaitu sebesar 4,31%. Semakin besar persentase kulit ari pada penampungan biji maka semakin sedikit pula kulit ari yang berhasil dipisahkan dari kedelai.

Kapasitas Efektif Alat

Kapasitas efektif alat didefenisikan sebagai kemampuan alat dan mesin dalam menghasilkan suatu produk (kg) per satuan waktu (jam). Dalam hal ini kapasitas efektif alat dihitung dari perbandingan antara banyaknya biji kedelai yang dikupas (kg) dengan waktu yang dibutuhkan selama proses pengupasan. Kapasitas efektif alat dapat dilihat pada Tabel 4.

Pada penelitian ini, lama pengupasan mulai dihitung pada saat biji kedelai dimasukkan ke dalam saluran pemasukan (hopper) sampai dengan biji kedelai selesai dikupas hingga sudah tidak ada lagi kedelai yang keluar dari saluran pengeluaran

dan juga sudah tidak ada lagi kulit ari yang dikeluarkan dari saluran pengeluaran dan kemudian mesin dimatikan.

Tabel 4. Kapasitas efektif alat

Keterangan:

K : Kecepatan

BKT : Berat kedelai terkupas (gr) W : Waktu (detik)

KEA : Kapasitas efektif alat (kg/jam)

Pada blower kecepatan maksimum, berat kedelai terkupas lebih rendah dibandingkan dengan blower kecepatan medium dan minimum. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin pada blower kecepatan maksimum lebih tinggi dibandingkan blower dengan kecepatan medium dan minimum, sehingga berat kulit ari yang terhempas lebih banyak dan jumlah biji kedelai terkupas yang terikut pada wadah penampungan kulit ari juga lebih banyak.

Pada blower kecepatan medium, waktu yang dibutuhkan untuk mengupas 1 kg kedelai lebih lama dibandingkan dengan blower kecepatan maksimum dan minimum. Hal ini dikarenakan kecepatan kedelai jatuh hampir sama dengan kecepatan angin yang dihembuskan blower dengan

U BKT BKAT BKPPK BKPPB W I 890 37,81 26,45 10,70 74 II 895 37,16 27,38 10,87 63 III 890 36,27 25,84 11,59 67 IV 890 37,94 27,96 10,02 54 V 910 34.83 27,45 10,33 61 VI 900 37,61 26,18 11,39 67 VII 905 37,54 26,53 11,03 65 VIII 910 35,73 27,29 10,79 71 IX 910 36,69 25,87 11,08 76 T 8100 331,58 240,95 97,8 598 R 900 36,84 26,77 10,86 66 K BKT W KEA Maksimum 900,00 66,00 49,18 Medium 922,22 83,78 40,09 Minimum 930,55 69,00 48,95

(5)

393 kecepatan medium sehingga dengan kecepatan tersebut dapat menahan jatuhnya biji kedelai ke dalam wadah namun mencukupi untuk menerbangkan kulit ari hingga ke wadah penampungan.

Pada blower kecepatan medium, kapasitas efektif alat lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas efektif alat pada blower kecepatan maksimum dan minimum yaitu sebesar 40,09 kg/jam. Hal ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk mengupas dan memisahkan kulit ari lebih lama. Kecepatan jatuhnya kedelai hampir sama dengan kecepatan angin yang dihembuskan blower dengan kecepatan medium sehingga dengan kecepatan tersebut menahan jatuhnya biji kedelai untuk keluar dari saluran menuju ke wadah penampungan oleh sebab itu waktu yang dibutuhkan menjadi cukup lama. Dengan waktu yang cukup lama tersebut maka nilai kapasitas efektif alat menjadi menurun dan kapasitas efektif alat dengan menggunakan blower dengan kecepatan medium menjadi yang paling rendah.

Pada blower kecepatan maksimum diperoleh kapasitas efektif alat yang paling tinggi yaitu sebesar 49,18 kg/jam. Hal ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk mengupas dan memisahkan kulit ari lebih cepat. Kecepatan angin yang dihembuskan oleh blower cukup tinggi sehingga proses pemisahan kulit ari dengan kedelai menjadi lebih cepat. Dengan waktu yang cukup cepat tersebut menjadikan nilai kapasitas efektif alat dengan kecepatan blower maksimum menjadi yang paling tinggi.

Hal yang cukup mempengaruhi besarnya nilai kapasitas efektif alat pada alat ini terletak pada waktu pengupasan dan pemisahan kulit ari dengan kedelai karena mempunyai perbedaan waktu yang cukup signifikan. Sedangkan pada berat kedelai terkupas tidak begitu mempengaruhi dikarenakan jumlah dari berat kedelai terkupas pada tiap tingkat kecepatan blower perbedaan beratnya tidak begitu jauh.

Persentase Kedelai Terkupas pada

Penampungan Kulit

Persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit dihitung dengan membagikan berat biji kedelai pada penampungan kulit kedelai hasil kupasan terhadap berat kedelai dikupas. Kedelai terkupas pada penampungan kulit ditandai dengan biji kedelai yang tidak terkupas atau telah terkupas berada pada wadah penampungan kulit. Pengukuran persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit dilakukan dengan pengamatan

secara visual dari hasil pengupasan. Setelah pengupasan, dilakukan pemisahan atau penyortiran pada biji kedelai yang tidak terkupas atau telah terkupas yang berada pada wadah penampungan kulit. Persentase hasil kupasan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit

Keterangan:

K : Kecepatan

BKTPPK :Berat kedelai terkupas pada penampungan kulit (gr)

BKD : Berat kedelai dikupas (gr)

PKTPPK :Persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit (%)

Pada blower kecepatan minimum diperoleh persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit paling kecil dibandingkan dengan blower kecepatan maksimum dan medium yaitu sebesar 0,065%. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin pada blower kecepatan minimum lebih rendah dibandingkan blower dengan kecepatan maksimum dan medium, sehingga biji kedelai terkupas tidak ikut terhempas ke dalam penampungan kulit ari dan jumlah kulit ari terkupas yang terikut pada wadah penampungan biji juga lebih banyak. Sedangkan pada blower kecepatan maksimum diperoleh persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit paling besar dibandingkan dengan blower kecepatan medium dan minimum yaitu sebesar 2,67%. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin pada blower kecepatan maksimum lebih tinggi dibandingkan blower dengan kecepatan medium dan minimum, sehingga jumlah biji kedelai terkupas yang ikut terhempas ke dalam penampungan kulit ari menjadi lebih banyak namun jumlah kulit ari terkupas yang terikut pada wadah penampungan biji menjadi lebih sedikit.

Persentase Kulit Ari Terkupas pada

Penampungan Kedelai

Persentase kulit ari pada penampungan kedelai dihitung dengan membagikan berat kulit ari pada penampungan kedelai terhadap berat kulit ari dikupas. Kulit ari pada penampungan kedelai ditandai dengan kulit ari yang telah terkupas berada pada wadah penampungan biji kedelai terkupas.

K BKTPPK BKD PKTPPK

Maksimum 26,77 1000 2,67

Medium 8,37 1000 0,84

(6)

394 Pengukuran persentase kulit ari pada penampungan kedelai terkupas dilakukan dengan pengamatan secara visual dari hasil pengupasan. Setelah pengupasan, dilakukan pemisahan atau penyortiran pada kulit ari yang telah terkupas yang berada pada wadah penampungan kedelai. Tabel 6. Persentase kulit ari pada penampungan kedelai

Keterangan:

K : Kecepatan

BKAPPK : Berat kulit ari pada penampungan kulit (g) BKD : Berat kedelai dikupas (g)

PKAPPK : Persentase kulit ari pada penampungan kulit (%)

Pada blower kecepatan maksimum diperoleh persentase kulit ari pada penampungan kedelai terkupas paling kecil dibandingkan dengan blower kecepatan medium dan minimum yaitu sebesar 1,09%. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin pada blower kecepatan maksimum lebih tinggi dibandingkan blower dengan kecepatan medium dan minimum, sehingga berat kulit ari yang terhempas pada wadah penampungan kulit ari lebih banyak dan kulit ari yang terikut pada wadah penampungan biji menjadi lebih sedikit. Sedangkan pada blower dengan kecepatan minimum diperoleh persentase kulit ari pada penampungan kedelai terkupas paling besar dibandingkan dengan blower kecepatan maksimum dan medium yaitu sebesar 4,31%. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin pada blower kecepatan minimum dengan lebih rendah dibandingkan blower dengan kecepatan maksimum dan medium, sehingga masih banyak kulit ari yang terikut pada wadah penampung biji dan berat kulit ari yang terhempas pada wadah penampungan kulit ari menjadi lebih sedikit. Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi digunakan untuk menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan saat produksi menggunakan alat ini. Dengan analisis ekonomi dapat diketahui seberapa besar biaya produksi sehingga keuntungan alat dapat diperhitungkan. Dari analisis ekonomi yang dilakukan diperoleh biaya untuk memproduksi biji kedelai tanpa kulit ari dengan menggunakan blower kecepatan maksimum sebanyak 1 kg sebesar

Rp. 107,366/kg. Biaya untuk memproduksi biji kedelai tanpa kulit ari dengan menggunakan blower

kecepatan medium sebanyak 1 kg sebesar Rp. 134,354/kg. Biaya untuk memproduksi biji

kedelai tanpa kulit ari dengan menggunakan blower

kecepatan minimum sebanyak 1 kg sebesar Rp. 111,473/kg.

Break even point

Analisis titik impas umumnya berhubungan dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing), dan selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing). Dalam analisis ini keuntungan awal dianggap nol. Manfaat perhitungan titik impas (break even point) adalah untuk mengetahui batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usaha yang dikelola masih layak untuk dijalankan. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan penggunaan blower kecepatan maksimum akan mencapai break even point apabila telah memproduksi biji kedelai tanpa kulit ari sebanyak 50.939,77 kg. Alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan penggunaan blower kecepatan medium akan mencapai break even point apabila telah memproduksi biji kedelai tanpa kulit ari sebanyak 40.534,80 kg. Dan alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan penggunaan blower kecepatan minimum akan mencapai break even point apabila telah memproduksi biji kedelai tanpa kulit ari sebanyak 49.065,66 kg.

Net present value

Net present value adalah kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu alat layak atau tidak untuk diusahakan. Dari percobaan dan data yang diperoleh pada penelitian dapat diketahui besarnya nilai NPV 16% dari alat ini dengan penggunaan blower kecepatan maksimum adalah sebesar Rp. 42.492.224,43 dan NPV 20% adalah sebesar Rp. 38.869.681,93. Nilai NPV 16% dari alat ini dengan penggunaan blower kecepatan medium adalah sebesar Rp. 42.520.694,72 dan NPV 20% adalah sebesar Rp. 38.893.570,53. Dan nilai NPV 16% dari alat ini dengan penggunaan blower

kecepatan minimum adalah sebesar Rp. 42.491.871,46 dan NPV 20% adalah sebesar

Rp. 38.869.681,93.

Internal rate of return

Internal rate of return (IRR) ini digunakan untuk memperkirakan kelayakan lama (umur) yang

K BKAPPK BKD PKAPPK

Maksimum 10,86 1000 1,09 Medium 14,24 1000 1,42 Minimum 43,08 1000 4,31

(7)

395 dimiliki suatu alat atau mesin pada tingkat keuntungan tertentu. Dalam menginvestasikan sampai dimana kelayakan usaha itu dapat dilaksanakan. Maka hasil dari perhitungan ini untuk penggunaan blower kecepatan maksimum dan blower kecepatan minimum adalah sebesar 66,92%. Artinya kita dapat menaikkan bunga sampai pada keuntungan 66,92%, jika lebih dari itu maka akan mengalami kerugian. Usaha ini masih layak dijalankan apabila bunga pinjaman bank tidak melebihi 66,92%, jika bunga pinjaman di bank melebihi angka tersebut maka usaha ini tidak layak lagi diusahakan. Sedangkan untuk penggunaan blower medium adalah sebesar 66,88%. Artinya kita dapat menaikkan bunga sampai pada keuntungan 66,88%, jika lebih dari itu maka akan mengalami kerugian. Usaha ini masih layak dijalankan apabila bunga pinjaman bank tidak melebihi 66,88%, jika bunga pinjaman di bank melebihi angka tersebut maka usaha ini tidak layak lagi diusahakan. Semakin tinggi bunga pinjaman di bank maka keuntungan yang diperoleh dari usaha ini semakin kecil.

KESIMPULAN

1. Kapasitas efektif modifikasi alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan blower dalam penelitian ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar 54,67 kg/jam; kecepatan medium sebesar 43,47 kg/jam; dan kecepatan minimum sebesar 52,63 kg/jam.

2. Persentase kedelai terkupas pada penampungan kulit dalam penelitian ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar 2,67%; kecepatan medium sebesar 0,84%; dan kecepatan minimum sebesar 0,06%. 3. Persentase kulit ari pada penampungan

kedelai dalam penelitian ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar 1,09%; kecepatan medium sebesar 1,42%; dan kecepatan minimum sebesar 4,31%. 4. Biaya pokok yang dikeluarkan untuk

memproduksi biji kedelai tanpa kulit ari sebanyak 1 kg dari alat modifikasi alat pengupas kulit ari biji kedelai dengan blower ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar

Rp. 107,366/kg; kecepatan medium sebesar

Rp. 134,354/kg; dan kecepatan minimum sebesar Rp. 111,473/kg.

5. Nilai break even point (titik impas) pada alat ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar 50.939,77 kg; kecepatan medium sebesar 40.534,80 kg; dan kecepatan minimum sebesar 49.065,66 kg.

6. Net present value 16% dan 20% dari modifikasi alat pengupas kulit ari kedelai dengan blower ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar Rp. 42.492.224,43 dan Rp. 38.869.681,93. Untuk kecepatan medium

sebesar Rp. 42.520.694,72 dan Rp. 38.893.570,53. Dan untuk kecepatan

minimum sebesar Rp. 42.491.871,46 dan Rp. 38.869.386,89 yang artinya usaha ini

layak untuk dijalankan.

7. Internal rate of return dari modifikasi alat pengupas kulit ari kedelai dengan blower ini ada 3 dengan tingkat kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan maksimum sebesar adalah 66,92%; kecepatan medium sebesar 66,88%; dan kecepatan minimum sebesar 66,92%

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, T., 2005. Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Annas, M. S., 2002. Perancangan Mesin Pengupas Kulit Ari Kacang Kedelai. Universitas Trisakti, Jakarta.

Jaya, R. M., 2010. Pengupasan Mekanis dan Khemis. Universitas Jember, Jember. Koswara, S., 1992. Teknologi Pengolahan Kedelai

Menjadikan Makanan Bermutu. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta

Suhendra dan Setiawan,B. 2012. Model efisiensi mesin pengupas dan pembelah biji kedelai tipe piringan menggunakan program powersim. Politeknik Terpikat Sambas, Sambas. Vol II; hal 2.

Lutfi, M., Ahmad F., Gatot S., dan Abdul F., 2010. Modifikasi dan uji kinerja orbapas (alat pengupas biji kedelai). Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang.Vol. 11; hal 1.

Gambar

Tabel 1. Hasil pengupasan dengan blower kecepatan maksimum
Tabel 4. Kapasitas efektif alat

Referensi

Dokumen terkait

Pemantlmtan kedelai telah cukup lama dikenal di Indonesia, antara lain sebagai bahan baku pembuatan tempe, SUSll kede!ai dan tallCO. Salah salu tahapan yang hams

Teknik mengupas kulit ari biji kedelai masih banyak dilakukan dengan cara sederhana yaitu dengan merendam dan menginjak-injak dalam suatu wadah hingga kulit ari

Proses pengolahan kacang kedelai menjadi bahan baku untuk produk tempe pada umumnya dilakukan dengan cara mengupas kulit ari biji terlebih dahulu.. Selama ini proses

Pada Gambar 1 terlihat bahwa kecepatan angin blower dan variasi jumlah pipa juga sangat berpengaruh terhadap energi yang diberikan udara, karena tinggi atau

Parameter pada penelitian ini adalah kapasitas efektif alat, persentase kerusakan hasil kupasan, persentase biji kedelai tidak terkupas, persentase biji hilang dan

Parameter pada penelitian ini adalah kapasitas efektif alat, persentase kerusakan hasil kupasan, persentase biji kedelai tidak terkupas, persentase biji hilang dan

Model efisiensi mesin pengupas dan pembelah biji kedelai tipe piringan menggunakan program Powersim.. Politeknik Terpikat

Mekanis pengupas biji dan kulit ari kacang kedelai.. Jenis-Jenis Motor Dan