• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA 2019 DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BANDUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA 2019 DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BANDUNG"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA 2019

(2)

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...i

DAFTAR TABEL ...i

1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 1

1.3 Maksud dan Tujuan... 3

1.4 Sistematika Penulisan ... 3

2 HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU ... 1

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah ... 1

2.1.1 Capaian Kinerja Tahun 2017 ... 1

2.1.2 Perkiraan Capaian Tahun 2018 ... 2

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ... 7

2.3 Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah ... 9

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 10

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 32

3 TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ... 32

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional... 32

3.2 Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah ... 36

3.3 Program dan Kegiatan ... 37

3.3.1 Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Tahun 2016... 39

3.3.2 Rencana Kegiatan Tahun 2019... 42

3.3.3 Rencana Kegiatan Lintas Perangkat Daerah, Lintas Pelaku dan Lintas Wilayah 43 4 PENUTUP... 49

DAFTAR TABEL Tabel 2-1 Capaian Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2017 ... 1

Tabel 2-2 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s/d Tahun 2018 ... 5

Tabel 2-3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Tahun 2017 Kota Bandung ... 8

Tabel 2-4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2016 Kota Bandung ... 13

Tabel 3-1 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2019 dan Prakiraan Maju Tahun 2020 Kota Bandung... 44

(3)

1

1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Rencana Kerja (Renja) merupakan dokumen rencana kerja yang disusun oleh Perangkat Daerah untuk jangka waktu satu tahun. Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2019 merupakan pelaksanaan dari UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Renja Perangkat Daerah disusun guna mengoperasionalkan Renstra Perangkat Daerah tahun rencana yang dimaksud. Penyusunan Renja dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembangunan menjadi lebih terarah, efektif, efisien, terpadu dan terukur dalam rangka mewujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan yang telah ditetapkan sebagai dokumen rencana tahunan Perangkat Daerah.

Dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum tahun 2019 terutama berpedoman Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum Kota bandung tahun 2018-2023 dengan mengakomodasi aspirasi yang berkembang di masyarakat, serta disinergikan dengan program Nasional, program dan kegiatan Perangkat Daerah Propinsi dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Bandung Tahun 2005-2025, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bandung Tahun 2014 – 2018.

Selanjutnya Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung tahun 2019 ini dijadikan acuan dalam membuat Rencana Kerja Anggaran tahun 2019 untuk bahan penyusunan APBD Kota Bandung tahun anggaran 2019 dan sebagai pedoman dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

1.2 LANDASAN HUKUM

Dalam penyusunan Renja Perangkat Daerah DPU Tahun 2019, landasan hukum yang menjadi dasar pertimbangan penyusunan adalah:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 jo. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

(4)

2 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7. Undang – Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;

8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Nasional 2005-20025;

9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

10. Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 11. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana

Pembangunan Nasional;

16. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 03 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat;

18. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Propinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota;

19. Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

20. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

21. Peraturan Presiden Nomor 07 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009;

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

23. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan;

24. Peraturan Daerah Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintah Daerah Kota Bandung;

25. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah;

26. Peraturan Daerah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Bandung 2005-2025;

27. Peraturan Derah Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandung 2013-2018;

(5)

3 28. Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota

Bandung.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung sesuai dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah menyediakan dokumen perencanaan Perangkat Daerah (Perangkat Daerah) untuk periode 1 (satu) tahun.

Sedangkan tujuan penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah adalah sebagai pedoman kerja, pengendalian dan pelaksanaan evaluasi bagi Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung dalam melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan pada tahun 2020, dengan mendiskripsikan program–program dan kegiatan - kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan langsung oleh DPU Kota Bandung.

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, dan sistematika penyusunan Renja.

BAB 2 HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU

Bab ini menguraikan tentang evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah, analisis kinerja pelayanan Perangkat Daerah, isu – isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Perangkat Daerah, review terhadap rancangan awal RKPD, penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat.

BAB 3 TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

Bab ini menguraikan tentang telaahan terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran Renja Perangkat Daerah, program dan kegiatan.

BAB 4 RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH

Bab ini menguraikan tentang rencana kerja dan pendanaan Perangkat Daerah. BAB 5 PENUTUP

Bab ini menguraikan penutup berupa catatan penting yang perlu mendapat perhatian, kaidah-kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(6)

1

2 HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU

2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA PERANGKAT DAERAH

2.1.1 CAPAIAN KINERJA TAHUN 2017

Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dinas Pekerjaan Umum Kota bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum kota Bandung Nomor : 620/165-DPU/2015 tentang Indikator Kinerja Utama Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Tahun 2013 - 2018. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Tahun 2017 dapat dilihat pada pada Tabel 2-1.

Tabel 2-1 Capaian Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2017

No. Indikator Kinerja Utama Satuan Target Realisasi Capaian (%)

1 Rasio minimal ruas Jalan dalam kondisi baik % 100 100 100

2 Tingkat deviasi maksimal pemerataan

pemeliharaan jalan % 20 13,64 131,78

3 Persentase minimal jumlah PJU terbangun

yang berfungsi baik % 100 100 100

4 Persentase minimal saluran drainase yang

berfungsi dengan baik % 100 100 100

5 Persentase minimal penanganan rutin banjir

kurang dari 2 jam % 100 97,06 97,06

6 Presentase minimal banjir terselesaikan % 100 90 90

7 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) nilai 80 75 93,75

Rata-Rata Capaian IKU 101,80 Sumber: LAKIP DPU Tahun 2017

Berdasarkan hasil pengukuran IKU di dapat hasil rata-rata capaian IKU sebesar 101,80 %, capaian tersebut diperoleh dari 1 indikator yang melebihi target (≥ 100%), yaitu tingkat deviasi maksimal pemerataan pemeliharaan jalan dengan capaian 131,78 %. Tiga indikator yang

(7)

2 mencapai target (= 100%) yaitu rasio minimal ruas jalan dalam kondisi baik; persentase minimal jumlah PJU terbangun yang berfungsi baik; persentase minimal saluran drainase yang berfungsi dengan baik dengan capaian 100 %. Tiga indikator capaian targetnya ≤ 100% adalah persentase minimal penanganan rutin banjir kurang dari 2 jam dengan capaian 97,06 %; persentase minimal banjir terselesaikan dengan capaian 90%; dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan capaian 93,75 %.

2.1.2 PERKIRAAN CAPAIAN TAHUN 2018

Tahun 2018 merupakan tahun terakhir dari Rencana strategis 2014-2018 Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung. Adapun Perkiraan Capaian Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2018, dan Rekapitulasi evaluasi hasil pelaksanaan Renja dan pencapaian Renstra s/d tahun 2016 dapat dilihat pada table 2-2. Penentuan target kinerja dari program kegiatan didasarkan pada misi, tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kota Bandung tahun 2018, yaitu:

Misi Daerah ke Satu : Mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan lingkungan

Tujuan Daerah ke Satu : Mewujudkan penataan ruang kota yang terpadu dan berkelanjutan.

Sasaran Daerah : Terwujudnya Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang kota yang konsisten

Tujuan Daerah ke Dua : Menyediakan infrastruktur permukiman dan sanitasi perkotaan yang nyaman, umur pakai panjang dan merata secara efektif dengan konsep Maju, Hijau dan Manusiawi.

Sasaran Daerah : Terwujudnya Infrastrukturjalan yang berkualitas dan merata. Terwujudnya Bandung Caang Baranang.

Terselesaikannya permasalahan banjir di Kota Bandung. Misi Daerah ke Dua : Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih,

dan melayani

Tujuan Daerah ke Satu : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif Sasaran Daerah : Meningkatnya akuntabilitas kinerja birokasi dan

penyelenggaraan pembangunan daerah

Tujuan Daerah ke tiga : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang melayani Sasaran Daerah : Rata – rata Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan dan jembatan diprogramkan melalui kegiatan Pembangunan Jalan dengan mengutamakan struktur perkerasan kaku (rigid pavement) maupun perkerasan lentur (hotmix), pembuatan alur/tali-tali air, pembuatan mangkok air dalam posisi memanjang sejajar jalan bagi ruas jalan yang tidak memiliki saluran samping, dan tangkapan air serta pembuatan ramp sambungan beton.

Dalam upaya penyediaan dan peningkatan sarana pejalan kaki (pedestrian way/city walk) direncanakan melalui perencanaan dan pembangunan trotoar yang menerus dan universal, berdimensi lebih lebar, penggunaan material granit atau beton berpola yang diutamakan bagi

(8)

3 pedestrian yang berada pada ruas jalan sekitar kawasan inti kota/kota lama (ring I), penggunaan beton berpola atau material batu alam/andesit diutamakan pada pedestrian di ruas jalan kawasan yang bukan area kota lama (ring II), penggunaan material paving blok pada area di luar kawasan inti kota, maupun kawasan luar inti kota yang cenderung mengarah ke perumahan/permukiman (ring III), pemerataan pemasangan street furniture/public art pada pedestrian/trotoar, penggunaan material penunjuk arah dan mengadopsi dimensi yang sesuai bagi kaum diffable, revitalisasi trotoar dan saluran serta perbaikan ramp trotoar.

Penyediaan lampu PJU yang hemat energi melalui penggunaan LED, meterisasi pada setiap penerangan jalan (penerangan jalan umum, penerangan jalan lingkungan, dan highmast), serta penggunaan ‘Smart Monitoring System’. Penggunaan pju model klasik pada ruas-ruas jalan utama yang berada pada kawasan inti kota/kota lama juga dengan menggunakan lampu berjenis LED.

Penanganan banjir terhadap beberapa kawasan yang terkena banjir adalah dengan pompanisasi dan tol air, pembangunan kolam retensi/detensi, inventarisasi utilitas penghambat drainase jalan dan sungai, pembangunan saluran gendong, penataan kawasan lingkungan sungai, perkuatan tebing penahan tanah, pemeliharaan rutin melalui pengerukan sampah dan sedimen pada saluran sungai, pemasangan bendung sampah, managemen pengelolaan sungai, pemasangan rambu/tanda/penunjuk/signage yang berisi himbauan jaga sungai serta pembangunan jalan inspeksi.

Perwujudan kelayakhunian Kota Bandung melalui Most Livable City Index mendasarkan pada tujuh variabel utama, yakni fisik kota, kualitas lingkungan, transportasi, aksesibilitas, fasilitas, utilitas, ekonomi, dan sosial. Most Livable City Index merupakan sebuah indeks tahunan yang menunjukkan tingkat kenyamanan warga kota untuk tinggal, menetap dan beraktivitas di suatu kota yang ditinjau dari berbagai aspek perkotaan. Indeks ini dihasilkan dengan pendekatan : ”Snapshot, Simple and Actual” yang dilakukan melalui popular survey.

Berpedoman pada tujuh variabel itulah, terdapat 25 kriteria penentuan sebuah kota laik mendapat predikat livable, yaitu :

kualitas penataan kota, jumlah ruang terbuka, perlindungan bangunan bersejarah, kualitas kebersihan lingkungan, tingkat pencemaran lingkungan, ketersediaan angkutan umum, kualitas kondisi jalan, dan kualitas fasilitas pejalan kaki, kriteria ketersediaan fasilitas kesehatan, kualitas fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas pendidikan, kualitas fasilitas pendidikan, ketersediaan fasilitas rekreasi, kualitas fasilitas rekreasi, ketersediaan energi listrik, ketersediaan air bersih, dan kualitas air bersih, kualitas jaringan telekomunikasi, ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat aksesibilitas tempat kerja, tingkat kriminalitas, interaksi hubungan antar penduduk, informasi pelayanan publik, dan ketersediaan fasilitas kaum difabel.

Dalam rangka mendukung perwujudan Bandung Kota Layak Huni di Indonesia, maka kemajuan dalam hal perbaikan infrastruktur, utilitas, ruang publik, aksesibilitas, dan transportasi perlu diupayakan agar membuat masyarakat Kota Bandung merasakan kotanya sebagai kota paling nyaman. Memperbanyak ruang-ruang publik yang nyaman melalui penataan lingkungan

(9)

4 sungai, seke (mata air), sehingga dapat mendukung keberlangsungan lingkungan hidup, penyediaan public street furniture yang menarik, serta penataan dan peningkatan kualitas fasilitas pedestrian menjadi city walk pada area-area tertentu yang merupakan simpul-simpul jalan yang di rancang sebagai public space dengan memberikan porsi yang dominan bagi aktivitas pedestrian. Ruang terbuka publik merupakan milik publik dan digunakan oleh orang banyak tanpa kecuali. Misalnya jalan kendaraan, jalan pedestrian, arcade, lapangan bermain, taman kota dan lain lain. City walk/pedestrian way merupakan koridor ruang terbuka bagi pejalan kaki yang menghubungkan beberapa fungsi komersial dan ritel yang ada, yang mana aktivitasnya lebih ke arah gaya hidup yang sedang berkembang saat ini. City walk sebagai ruang terbuka publik dapat dijadikan sebagai ruang wadah aktivitas sosial yang melayani dan juga mempengaruhi kehidupan masyarakat kota, yang merupakan milik publik dan digunakan oleh orang banyak tanpa kecuali.

Berdasarkan berbagai program dan kegiatan yang direncanakan tersebut ditetapkan target kinerja pelaksanaan kegiatan dikaitkan dengan ketersediaan anggaran yang tersedia. Penambahan anggaran pada kegiatan juga akan mempengaruhi terhadap kenaikan sasaran target kegiatan dan hasil yang akan dicapai.

(10)

5 Kota Bandung

Nama Perangkat Daerah : Dinas Pekerjaan Umum

Kode Urusan/ Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/ Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcomes)/ Kegiatan (output)

Target Kinerja Capaian Program (Renstra Perangkat Daerah) Tahun 2019 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d dengan tahun 2016

Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun Lalu 2017

Target program dan kegiatan (Renja Perangkat Daerah tahun 2018) Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra Perangkat Daerah s/d tahun berjalan Target Renja Perangkat Daerah tahun 2017 Realisasi Renja Perangkat Daerah tahun 2017 Tingkat Realisasi (%) Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan (2018) Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) 1 2 3 4 5 6 7 8=(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=10+4

1.03.1.03.01.04.42. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pekerjaan Umum Sarana dan Prasarana Pekerjaan Umum dalam kondisi baik % 100 100

1.03.1.03.01.04.42.001 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Terpeliharanya Jalan dan Jembatan seraca Kontraktual dalam kondisi mantap m2 50.000 50.000 1.03.1.03.01.04.42.002 Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Titik Penerangan Jalan Umum dalam kondisi baik ttk 1.000 1.000 1.03.1.03.01.04.42.003 Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Sumber daya air dalam kondisi baik m' 16.000 16.000 1.03.1.03.01.04.42.004 Pemeliharaan Saluran Drainase Jalan dan Trotoar Panjang minimal Drainase dan trotoar dalam kondisi baik m2 2.000 2.000 1.03.1.03.01.04.42.005 Pengadaan Alat-Alat Ukur dan Bahan Laboratorium Kebinamargaan Jumlah laporan terpeliharanya Alat-Alat Ukur dan Laboratorium Bahan kondisi baik Laporan 12 12 1.03.1.03.01.04.42.006 Pengadaan, Rehabilitasi/Pemeliharaan Alat-Alat Berat Terpeliharaanya peralatan, kendaraan operasinal lapangan, dalam kondisi baik unit 30 30 1.03.1.03.01.04.42.007 Pemeliharaan Rutin Daerah Aliran Sungai Terpeliharaanya Daerah Aliran Sungai dalam kondisi Baik m3 100.000 100.000 1.03.1.03.01.04.42.008 Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Bojonagara Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Bojonagara m2 20.000 20.000 1.03.1.03.01.04.42.009 Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Cibeunying Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Cibeunying m2 23.000 23.000 1.03.1.03.01.04.42.010 Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Tegallega Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Tegallega m2 22.000 22.000 1.03.1.03.01.04.42.011 Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Karees Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Karees m2 16.000 16.000 1.03.1.03.01.04.42.012 Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Ujungberung Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Ujungberung m2 17.500 17.500 1.03.1.03.01.04.42.013 Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Gedebage Pemeliharaan Rutin Pekerjaan Umum Wilayah Gedebage bulanan m2 20.000 20.000 1.03.1.03.01.04.42.017 Peningkatan Jalan Insidentil Terpeliharanya Jalan secara Insidentill dalam kondisi baik m2 28.000 28.000 1.03.1.03.01.02.43. Perencanaan Sarana dan Prasarana Pekerjaan Umum Prosentase Dokumen acuan pekerjaan Pelaksanaan di Implementasikan % 100 100 1.03.1.03.01.02.43.001 Penyusunan Strategi dan Kebijakan Kedinasan Jumlah Dokumen acuan rencana kerja strategi dan kebijakan kedinasan dokumen 10 10 1.03.1.03.01.02.43.002 Perencanaan Penerangan Jalan Umum Jumlah Dokumen acuan Kerja Pelaksanaan penerangan Jalan Umum dokumen 17 17 1.03.1.03.01.02.43.003 Perencanaan Prasarana Sumber Daya Air Jumlah Dokumen acuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Sumber Daya Air dokumen 17 17 1.03.1.03.01.02.43.004 Perencanaan Trotoar dan Drainase Jalan Jumlah Dokumen acuan Kerja Pelaksanaan Trotoar dan Drainase Jalan dokumen 12 12 1.03.1.03.01.02.43.005 Perencanaan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen acuan Kerja Pelaksanaan Jalan dan Jembatan dokumen 20 20 1.03.1.03.01.05.44. Pembangunan Sarana dan Prasarna Pekerjaan Umum Prosentase Sarana dan Prasaran Pekerjaan Umum terbangun % 100 100 1.03.1.03.01.05.44.001 Pembangunan Prasarana Sumber Daya Air Terbangunnya Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air m' 4.850 4.850 1.03.1.03.01.05.44.002 Pembangunan Trotoar dan Drainase Jalan Luasan trotoar terbangun m2 54.591 54.591 Panjang Drainase jalan terbangun m' 1.577 1.577 1.03.1.03.01.05.44.003 Pembangunan Jalan dan Jembatan Meningkatnya struktur/kapasitas jalan m2 45.126 45.126 Fly Over terbangun bh - - 1.03.1.03.01.05.44.004 Pembangunan Penerangan Jalan Umum Jumlah titik PJU Terbangun ttk 100 100 1.03.1.03.01.02.01. Pelayanan Administrasi Perkantoran Prosentase Cakupan Pelayanan Administrasi Perkantoran % 100 100 1.03.1.03.01.02.01.002 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Terpenuhinya kebutuhan komunikasi, sumber daya air dan listrik laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.003 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Terpeliharanya peralatan kerja laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Lingkungan kantor yang tertata rapi dan bersih laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.009 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Terpeliharanya peralatan kerja unit 150 150 1.03.1.03.01.02.01.010 Penyediaan Alat Tulis Kantor Administrasi perkantoran terselenggara dengan baik ditunjang ketersediaan alat kantor yang memadai laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.011 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Dokumen hasil kerja tercetak dengan baik dan digandakan Jenis 30 30 1.03.1.03.01.02.01.012 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerangan Bangunan Kantor Kelancaran proses perkantoran yang dilanjutkan oleh ketersediaan penerangan bangunan kantor laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.014 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga perkantoran berjalan baik ditunjang oleh peralatan Rumah tangga laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.015 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan Tersedianya bahan bacaan dan peralatan perkantoran laporan 12 12 1.03.1.03.01.02.01.017 Penyediaan Makanan dan Minuman Tersedianya makanan dan minuman laporan 12 12

1.03.1.03.01.02.01.018 Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah Tersedianya transport dan akomodasi perjalanan laporan 12 12

1.03.1.03.01.02.01.020 Penyediaan jasa pengamanan kantor Terjaganya keamanan lingkungan kantor Terjaganya keamanan lingkungan kantor laporan 12 12

1.03.1.03.01.02.02. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Prosentase Sarana dan Prasarana dalam kondisi baik % 100 100

1.03.1.03.01.02.02.005 Pengadaan kendaraan Dinas/Operasional Jumlah Pengadaan kendaraan Dinas/Operasional unit 2 2

Jumlah terpiliharaanya Kendaraan Dinas/Operasional unit 80 80

1.03.1.03.01.02.02.009 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Tersedianya peralatan gedung kantor unit 25 25

1.03.1.03.01.02.02.010 Pengadaan Mebeulair Pengadaan mabeulair buah 166 166

1.03.1.03.01.02.02.022 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Tersedianya gedung kantor dan prasarana terpelihara dengan baik laporan 12 12

1.03.1.03.01.02.03.' Peningkatan Disiplin Aparatur Prosentase Pelayanan Pemenuhan prasarana kedisiplinan kondisi baik % 100 100

(11)

6

Kode Urusan/ Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/ Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcomes)/ Kegiatan (output)

Target Kinerja Capaian Program (Renstra Perangkat Daerah) Tahun 2019 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d dengan tahun 2016

Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun Lalu 2017

Target program dan kegiatan (Renja Perangkat Daerah tahun 2018) Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra Perangkat Daerah s/d tahun berjalan Target Renja Perangkat Daerah tahun 2017 Realisasi Renja Perangkat Daerah tahun 2017 Tingkat Realisasi (%) Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan (2018) Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) 1 2 3 4 5 6 7 8=(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=10+4

1.03.1.03.01.02.03.005 Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu Tersedianya Pakaian Seragam stel 339 339

(12)

7 2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Analisis kinerja pelayanan SKPD dibuat berdasarkan indikator kinerja yang telah ditentukan dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM), ataupun terhadap Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007. Adapun jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing – masing SKPD, serta ketentuan peraturan perundang – undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan. Analisa kinerja pelayanan sektor pekerjaan umum dapat dilihat pada tabel 2-3.

Pada pelaksanaan program dan kegiatan di tahun 2017, beberapa target kinerja yang telah ditetapkan telah berhasil sesuai dengan apa yang di tuangkan dalam RPJMD dan melebihi target, tetapi ada beberapa target yang belum memenuhi target. Beberapa kegiatan yang belum mencapai target diantaranya adalah : Tingkat minimal keterbangunan infrastruktur jalan di PPK Gedebage, Indeks Aksesibilitas, Persentase minimal jumlah PJU terbangun yang berfungsi baik, Persentase minimal saluran drainase yang berfungsi dengan baik, Persentase minimal penanganan rutin banjir kurang dari 2 jam, Persentase minimal banjir terselesaikan. Sedangkan kinerja yang tercapai sesuai target yang telah ditetapkan diantaranya adalah Rasio minimal ruas jalan dalam kondisi baik dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

(13)

8 Tabel 2-3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Tahun 2017 Kota Bandung

Nama Perangkat Daerah : Dinas Pekerjaan Umum

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun (%) Realisasi Capaian Tahun (%)

2016 2017 2016 2017

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1 Tingkat minimal keterbangunan Infrastruktur Jalan di PPK Gedebage

- - RPJMD 75,54 - 66,54 -

2 Rasio minimal ruas Jalan dalam

kondisi baik 60% - RPJMD 100 100 100 100 3 Indeks aksesibilitas jalan 100% - RPJMD 7,44 - 7,42 - 4 Tingkat deviasi maksimal

pemerataan pemeliharaan jalan - - RPJMD 20 20 14,50 20 5 Persentase minimal jumlah PJU

terbangun yang berfungsi baik - - RPJMD 100 100 96,91 100 6 Presentase minimal saluran

drainase yang berfungsi dengan baik

50% - RPJMD 100 100 91,22 100

7 Presentase minimal penanganan

rutin banjir kurang dari 2 jam 50% - RPJMD 100 100 85,29 100 8 Presentase minimal banjir

terselesaikan - - RPJMD 70 100 57,14 100 9 Indeks Kepuasan Masyarakat

(IKM) - - RPJMD 75 80 100 80

(14)

9 2.3 ISU – ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI PERANGKAT

DAERAH

Terdapat beberapa isu dan permasalahan yang belum secara tuntas diselesaikan melalui beberapa program dan indikasi kegiatan tahun 2017 dan 2018. Isu dan permasalahan yang akan dihadapi antara lain :

1. Pengembangan Kawasan Primer Gedebage masih membutuhkan penyelesaian terhadap pemenuhan infrastruktur dasar yang berupa prasarana jalan, drainase, trotoar dan penerangan jalan, untuk menjadi salah satu daya tarik investasi;

2. Pencapaian tingkat kelayak hunian Kota Bandung melalui penyediaan infrastruktur kebinamargaan yang smart (pintar dalam hal pengelolaannya), livable (layak dalam penyediaannya) dan sustainable (keberlanjutan).

3. Masalah kesiapan lahan (status lahan) untuk pembangunan skywalk, pengadaan lahan untuk jalan tembus, fly over, pelebaran jalan dan pembangunan jalan baru.

4. Penggunaan bahan material granit dan beton pola pada trotoar yang merupakan lokasi city walk;

5. Penggunaan struktur beton sebagai solusi mengatasi rendahnya keawetan struktur perkerasan serta mengantisipasi kondisi alam/cuaca Kota Bandung yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi serta kondisi hujan dan kemarau yang tidak menentu;

6. Penyiapan ducting bersama untuk memfasilitasi utilitas yang selama ini menjadi salah satu faktor penghambat aliran air di saluran drainase dan sungai;

7. Pemanfaatan ruang milik jalan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, dikarenakan rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya bagian – bagian jalan yang dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, akses ke persil dan parkir; serta masih rendahnya fungsi pengawasan dalam pemanfaatan rumija serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi;

8. Kurangnya perhatian/prioritas dalam pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat dalam fungsi drainase jalan.

9. Banjir cileuncang, yang diakibatkan tidak adanya saluran samping atau tidak optimalnya fungsi bangunan air yang telah ada;

10. Daerah Aliran Sungai khususnya sempadan sungai yang kritis sehingga terjadi erosi dan waktu konsentrasi air permukaan yang singkat yang berpotensi pada terjadinya banjir; 11. Sungai masih menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah domestik sehingga masih

terkesan sebagai koridor kumuh perkotaan;

12. Berkurangnya daerah resapan dan ruang terbuka hijau menjadikan beberapa daerah banjir ketika musim hujan dan kekeringan ketika musim panas;

13. Tingkat kesadaran masyarakat masih rendah dalam menjaga sanitasi lingkungan khususnya lingkungan sungai;

14. Peningkatan air larian (run off) karena perubahan tata guna lahan;

15. Belum adanya konektivitas maupun dimensi yang memadai pada saluran drainase terutama di lokasi-lokasi yang berbatasan dengan wilayah kabupaten/ kota sekitar Kota Bandung;

(15)

10 16. Masih terdapatnya PJU yang belum menggunakan KWH meter;

17. Penataan dan peningkatan komponen PJU, seperti pemasangan alat monitoring pada lampu PJU, dan penggantian lampu dengan LED;

18. Penggunaan PJU model klasik pada ruas jalan utama di kawasan kota lama membutuhkan perencanaan dan perhitungan yang cermat sesuai standar pencahayaan pju standar pada umumnya;

19. Kurangnya koordinasi, harmonisasi dan sinkronisasi lingkungan dengan fungsi jalan sebagai prasarana lalu lintas dan utilitas prasarana lain;

20. Penempatan fasilitas pelengkap pejalan kaki, pesepeda, jalur tanaman tidak terintegrasi dengan kebutuhan pengguna jalan, sehingga tidak menjamin keselamatan, kenyamanan dan ekologis, serta tidak menciptakan identitas bagi koridor jalan.

Permasalahan drainase yang telah ditangani masih memerlukan penanganan lebih lanjut dan menerus agar bisa mendukung dan menjaga kekuatan dan keawetan struktur perkerasan jalan, terutama pada saat musim hujan. Dalam menunjang estetika kota, maka pengembangan infrastruktur kebinamargaan masih perlu diarahkan pada percepatan trotoarisasi/pedestrianisasi dan peningkatan fungsinya menjadi pedestrian dengan konsep city walk berikut bangunan pelengkap jalan sehingga akan selaras dan saling mendukung dengan program SKPD lain dalam penataan kota, dan juga dalam upaya mengakomodasi permintaan (demand) pejalan kaki. Trotoarisasi juga akan sangat signifikan dampaknya untuk penataan kota khususnya dari aspek lansekap.

Selain itu, perlu diciptakan usaha-usaha yang mendorong agar masyarakat memiliki kesadaran dan dengan sukarela menjadikan sungai sebagai bagian dari muka kota yang asri, bersih dan bebas polusi. Terciptanya pemerataan pembangunan PJU yang akan dilakukan melalui program Pembangunan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), pemasangan alat monitoring dengan kemampuan diming pada lampu PJU sebagai solusi penghematan listrik, hingga ke pelosok wilayah kota dan bantaran sungai sebagai upaya mewujudkan program Bandung Caang Baranang..

2.4 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD

Review terhadap rancangan awal RKPD dengan analisis kebutuhan dilakukan untuk melihat sejauh mana ketepatan antara rancangan awal dengan kebutuhan. Setelah dilakukan review terdapat beberapa kegiatan yang perlu disesuaikan antara target capaian dan anggaran yang tersedia. Untuk lebih jelasnya mengenai rincian perubahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2-4.

Pagu anggaran rancangan RKPD tahun 2018 adalah sebesar Rp. 578.351.642.560,00 (Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Satu Juta Enam Ratus EMpat Puluh Dua Ribu Lima Ratus Enam Puluh Rupiah), dengan komposisi sebagai berikut :

(16)

11 Anggaran Program Urusan : Rp. 564.957.422.553,00

Tujuan pembangunan daerah Kota Bandung tahun 2018 yang menjadi bagian dari tupoksi Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung antara lain:

Tujuan 2

: Menyediakan infrastruktur permukiman dan sanitasi perkotaan yang nyaman, umur pakai panjang dan merata secara efektif dengan konsep Maju, Hijau dan Manusiawi.

Sasaran Pembangungan Daerah :

1. Terwujudnya Infrastrukturjalan yang berkualitas, dan merata. Program prioritasnya adalah Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, Program Rehabilitasi Jalan dan Jembatan, dengan sasaran peningkatan dan pemeliharaan jalan. Indikator kinerja adalah panjang jalan yang dibangun 64.000 m2 panjang jalan yang ditingkatkan sepanjang 30.000 m, dan panjang jalan yang dipelihara sepanjang 203.000 m.

2. Terwujudnya Bandung Caang Baranang. Program prioritasnya adalah Program Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan sasaran membangun dan memelihara PJU. Indikator kinerja adalah jumlah PJU yang dibangun sebanyak 2.300 titik, dan jumlah PJU yang dipelihara sebanyak 1.500 titik.

3. Terselesaikannya permasalahan banjir di Kota Bandung. Program prioritasnya adalah :

a. Program Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong-gorong dengan sasaran membangun dan meningkatkan kondisi saluran drainase/ gorong-gorong, dan trotoar. Indikator kinerja adalah panjang saluran drainase yang dibangun sepanjang 28.200 m, dan panjang saluran drainase yang dipelihara sepanjang 1.250 m. Sedangkan panjang trotoar yang terbangun sepanjang 133.500 m2, dan yang terpelihara 2.800 m2. b. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya dengan sasaran ternormalisasinya saluran sungai. Indikator kinerja adalah ternormalisasinya sungai sepanjang 850 m.

c. Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya dengan sasaran tersedianya acuan kerja pelaksanaan kegiatan sebanyak 6 dokumen.

d. Program Pengendalian Banjir dengan sasaran terpeliharanya tanggul sungai, dan terpeliharanya kondisi sungai/kali. Indikator kinerja adalah Ternormalisasinya sungai sepanjang 2.500 m, Terpeliharanya kondisi sungai sepanjang 12.000 m, terpeliharanya tanggul sungai 2.000 m, pembangunan rumah pompa sebanyak 6 unit.

(17)
(18)

13 Tabel 2-4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2016 Kota Bandung

Nama Perangkat Daerah : Dinas Pekerjaan Umum

No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran DPU Terwujudnya Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% 6.766.823.553,0 0 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran DPU Terwujudny a Pelayanan Administras i Perkantora n 100% 7.782.730.412 ,00 1 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik DPU Terwujudnya pelayanan administrasi perkantoran 12 bulan 1.752.063.080,00 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

DPU Terwujudny a pelayanan administrasi perkantoran 12 bulan 1.751.815.560, 00 2 Penyediaan jasa kebersihan kantor DPU Terwujudnya kebersihan kantor 12 bulan 746.638.200,00 Penyediaan jasa kebersihan kantor DPU Terwujudny a kebersihan kantor 12 bulan 1.027.373.974, 00 3 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja DPU Tersedianya peralatan kantor 12 bulan 189.950.000,00 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja DPU Tersedianya peralatan kantor 12 bulan 190.250.000,00

(19)

14 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 4 Penyediaan Alat Tulis Kantor DPU Tersedianya alat tulis kantor

12 bulan 198.743.659,00 Penyediaan Alat Tulis Kantor DPU Tersedianya alat tulis kantor 12 bulan 363.700.369,00 5 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan DPU Tersedianya barang cetakkan dan penggandaan 12 bulan 477.780.000,00 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan DPU Tersedianya barang cetakkan dan penggandaa n 12 bulan 499.030.000,00 6 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerang an bangunan kantor DPU Tersedianya penambahan instalasi listrik dan penerangan bangunan selama 12 bulan 12 bulan 134.266.124,00 Penyediaan komponen instalasi listrik/peneran gan bangunan kantor DPU Tersedianya penambahan instalasi listrik dan penerangan bangunan selama 12 bulan 12 bulan 134.266.124,00 7 Penyediaan peralatan dan DPU Tersedianya peralatan dan 12 bulan 750.000.000,00 Penyediaan peralatan dan DPU Tersedianya peralatan dan 12 bulan 700.000.000,00

(20)

15 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) perlengkapan kantor perlengkapan kantor perlengkapan kantor perlengkapa n kantor 8 Penyediaan peralatan rumah tangga DPU Tersedianya peralatan rumah tangga 1 tahun 329.347.500,00 Penyediaan peralatan rumah tangga DPU Tersedianya peralatan rumah tangga 1 Tahun 844.518.477,00 9 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan DPU Tersedianya bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 1 tahun 7.150.000,00 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan DPU Tersedianya bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 1 tahun 457.615.000,00 10 Penyediaan Makanan dan Minum DPU Tersedianya jamuan makan dan minuman di sekertariat 1 tahun 312.090.350,00 Penyediaan Makanan dan Minum DPU Tersedianya jamuan makan dan minuman di sekertariat 1 tahun 312.090.350,00 11 Rapat-rapat koordinasi dan DPU Tersedianya akomodasi 1 tahun 502.724.640,00 Rapat-rapat koordinasi dan DPU Tersedianya akomodasi 1 tahun 502.724.640,00

(21)

16 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) konsultasi ke luar daerah untuk mengikuti rapat koordinasi dan konsultansi konsultasi ke luar daerah untuk mengikuti rapat koordinasi dan konsultansi 12 Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor DPU Tersedianya jasa pengamanan kantor 12 bulan 2.093.520.000,00 Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor DPU Tersedianya jasa pengamanan kantor 12 bulan 1.261.546.578, 00 II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur DPU Terwujudnya Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur 100% 6.627.396.454,0 0 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur DPU Terwujudny a Peningkata n sarana dan Prasarana Aparatur 100% 9.367.387.734 ,00

(22)

17 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 1 Pengadaan peralatan gedung kantor DPU Tersedianya peralatan gedung kantor selama 12 bulan 2 Unit 91.613.500,00 Pengadaan peralatan gedung kantor DPU Tersedianya peralatan gedung kantor selama 12 bulan 2 unit 91.613.500,00 2 Pengadaan Perlengkapan Peralatan Aparatur DPU Tersedianya perlengkapan peralatan aparatur 40 Unit 164.198.815,00 Pengadaan Perlengkapan Peralatan Aparatur DPU Tersedianya perlengkapa n peralatan aparatur 40 Unit 164.198.815,00 3 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor DPU Terpeliharanya gedung kantor 1 Tahun 2.478.729.139,00 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor DPU Terpeliharan ya gedung kantor 1 Tahun 5.000.250.519, 00 4 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasion al DPU Terpeliharanya kendaraan dinas operasional 176 Unit 3.892.855.000,00 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasio nal DPU Terpeliharan ya kendaraan dinas operasional 176 Unit 4.111.324.900, 00

(23)

18 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) III Program peningkatan disiplin aparatur - - - - Program peningkatan disiplin aparatur DPU Terwujudny a Disiplin Aparatur 100% 968.804.914,0 0 1 Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu - - - - Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu DPU Tersedianya pakaian seragam 620 stel 630.375.900,00 2 Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapnnya - - - - Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu DPU Tersedianya pakaian seragam 620 stel 338.429.014,00 IV Program pembangunan jalan dan jembatan Kota Bandu ng Rasio minimal ruas jalan dalam kondisi baik 100% 92.198.555.950, 00 Program pembangunan jalan dan jembatan Kota Bandung Rasio minimal ruas jalan dalam kondisi baik 100% 100.228.770.3 15,00

(24)

19 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 1 Perencanaan pembangunan jalan Kota Bandun g Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 165 Dokumen 4.231.023.050,00 Perencanaan pembangunan jalan Kota Bandung Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 165 Dokume n 4.272.313.750, 00 2 Pembangunan jalan Kota Bandun g Terwujudnya peningkatan kondisi jalan dan jembatan 12 Bulan 79.043.208.146,0 0 Pembangunan jalan Kota Bandung Terwujudny a peningkatan kondisi jalan dan jembatan 64.000 m2 60.597.912.391 ,00 3 Kegiatan Peningkatan Jalan Insidentil Kota Bandun g Terpeliharanya kondisi jalan dan jembatan melalui kegiatan swakelola 50.000 m2 7.893.535.704,00 Kegiatan Peningkatan Jalan Insidentil Kota Bandung Terpeliharan ya kondisi jalan dan jembatan melalui kegiatan swakelola 50.000 m2 9.254.617.668, 00 4 Kegiatan Perencanaan Program Kebinamargaan Kota Bandun g Tersedianya program pengembangan 100% 1.030.789.050,00 Kegiatan Perencanaan Program Kebinamargaan Kota Bandung Tersedianya program pengembang an 17 Dokume n 1.161.693.310, 00

(25)

20 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) infrastruktur kebinamargaan infrastruktur kebinamarga an 5 Kegiatan insfrastruktur publik daerah (DAK) Kebinamargaan - - - - Kegiatan insfrastruktur publik daerah (DAK) Kota Bandung Terwujudny a peningkatan kondisi jalan dan jembatan 14.225 m 24.942.233.196 ,00 V Program pembangunan saluran drainase/goro ng-gorong Kota Bandu ng Persentase minimal saluran drainase yang berfungsi dengan baik Persentase minimal penanganan banjir 100% 217.773.501.65 4,00 Program pembangunan saluran drainase/goro ng-gorong Kota Bandung Persentas e minimal saluran drainase yang berfungsi dengan baik Persentas e minimal penangan an banjir 100% 208.027.670.7 45,00

(26)

21 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) kurang dari 2 jam kurang dari 2 jam 1 Perencanaan pembangunan saluran drainase/goron g-gorong Kota Bandun g Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 110 Dokumen 3.876.628.500,00 Perencanaan pembangunan saluran drainase/goron g-gorong Kota Bandung Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 110 Dokume n 3.876.628.500, 00 2 Pembangunan Trotoar Kota Bandun g 1. Terbangunnya saluran 2. Terbangunnya trotoar 1. 41. 240 m2 2. 166.506 m2 203.650.910.924, 00 Pembangunan Trotoar Kota Bandung 1.Terbangun nya saluran 2.Terbangun nya trotoar 1. 28.200 m 2. 2.800 m2 194.026.109.33 5,00 3 Pemeliharaan Trotoar Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi saluran 2. Peningkatan fungsi trotoar 1. 2.876 m2 2. 5.752 m2 10.245.962.230,0 0 Pemeliharaan Trotoar Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi saluran 2. Peningkatan fungsi trotoar 1. 1.250 m 2. 166.000 m2 9.506.361.780, 00

(27)

22 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) VI Program rehabilitasi/pe meliharaan jalan dan jembatan Kota Bandu ng Rasio minimal ruas jalan dalam kondisi baik Tingkat deviasi maksimal pemerataan pemeliharaa n jalan 100% 49.862.966.625, 00 Program rehabilitasi/p emeliharaan jalan dan jembatan Kota Bandung Rasio minimal ruas jalan dalam kondisi baik Tingkat deviasi maksimal pemerata an pemelihar aan jalan 100% 91.985.538.10 3.00 1 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kota Bandun g Terpeliharanya kondisi jalan 30.000 m 34.358.538.193,0 0 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kota Bandung Terpeliharan ya kondisi jalan 64.000 m 76.474.718.550 ,00 2 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Bojonegara Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi jalan 1. 28.000 m 2. 3.000 m 2.607.273.335,00 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Bojonegara Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi jalan 1. 28.000 m 2.663.013.408, 00

(28)

23 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 2. Terpeliharanya kondisi saluran Di Wilayah Bojonegara 2.Terpelihar anya kondisi saluran Di Wilayah Bojonegara 2. 1.500 m 3 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Cibeunying Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi jalan 2. Terpeliharanya kondisi saluran Di Wilayah Cibeunying 1. 28.000 m 2. 3.000 m 3.132.009.897,00 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Cibeunying Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi jalan 2.Terpelihar anya kondisi saluran Di Wilayah Cibeunying 1. 28.000 m 2. 1.500 m 3.583.779.2622 ,00 4 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Tegallega Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi jalan 2. Terpeliharanya kondisi saluran 1. 28.000 m 2. 3.000 m 2.340.295.959,00 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Tegallega Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi jalan 2.Terpelihar anya kondisi saluran 1. 28.000 m 2. 1.500 m 2.588.423.200, 00

(29)

24 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) Di Wilayah Tegallega Di Wilayah Tegallega 5 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Karees Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi jalan 2. Terpeliharanya kondisi saluran Di Wilayah Karees 1. 28.000 m 2. 4.000 m 2.486.228.521,00 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Karees Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi jalan 2.Terpelihar anya kondisi saluran Di Wilayah Karees 1. 28.000 m 2. 1.500 m 2.601.232.373, 00 6 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Ujungberung Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi jalan 2. Terpeliharanya kondisi saluran Di Wilayah Ujungberung 1. 28.000 m 2. 4.000 m 2.561.853.968,00 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Ujungberung Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi jalan 2.Terpelihar anya kondisi saluran Di Wilayah Ujungberung 1. 28.000 m 2. 1.500 m 1.418.131.135, 00

(30)

25 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 7 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Gedebage Kota Bandun g 1. Terpeliharanya kondisi jalan 2. Terpeliharanya kondisi saluran Di Wilayah Gedebage 1. 28.000 m 2. 4.000 m 2.376.766.753,00 Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Wilayah Gedebage Kota Bandung 1.Terpelihar anya kondisi jalan 2.Terpelihar anya kondisi saluran Di Wilayah Gedebage 1. 28.000 m 2. 1.500 m 2.656.240.175, 00 VII Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaa n DPU Terwujudnya peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaa n 100% 1.988.675.850,0 0 Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaa n DPU Terwujudny a peningkata n sarana dan prasarana kebinamarg aan 100% 2.055.475.845 .00 1 Pengadaan alat-alat ukur dan bahan

DPU Pengadaan alat-alat ukur dan bahan

2 unit 805.306.350,00 Pengadaan alat-alat ukur dan bahan DPU Tersedianya alat laboratoriu m 2 Unit 805.141.350,00

(31)

26 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) laboratorium kebinamargaan laboratorium kebinamargaan laboratorium kebinamargaan 2 Rehabilitasi/ pemeliharaan alat-alat berat DPU Terpeliharanya kondisi alat berat 6 unit 1.183.369.500,00 Rehabilitasi/pe meliharaan alat-alat berat DPU Terpeliharan ya kondisi alat berat 6 unit 1.250.334.495, 00 VIII Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya - Persentase minimal penanganan banjir kurang dari 2 jam Presentase minimal banjir terselesaika n - - Program Pengembanga n dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya Kota Bandung Persentas e minimal penangan an banjir kurang dari 2 jam Presentas e minimal banjir terselesai kan 100% 17.600.000.00 0.00 1 - - - Infrastruktur Publik Daerah (Irigasi) (DAK) Kota Bandung 2.000 m 2.008.523.500, 00

(32)

27 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 2 - - - Normalisasi Sungai Cipamokolan (Banprov) Kota Bandung Terwujudny a normalisasi sungai 100 m 4.000.000.000, 00 3 - - - Normalisasi Sungai Cidurian (Banprov) Kota Bandung Terwujudny a normalisasi sungai 500 m 4.000.000.000, 00 4 - - - Normalisasi Sungai Citepus (Banprov) Kota Bandung Terwujudny a normalisasi sungai 250 m 2.000.000.000, 00 IX Program Pengembangan , Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Kota Bandu ng Persentase minimal penanganan banjir kurang dari 2 jam 100% 1.022.177.000,0 0 Program Pengembanga n, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau Kota Bandung Persentas e minimal penangan an banjir kurang dari 2 jam 100% 1.038.539.500 ,00

(33)

28 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) Daya Air Lainnya Presentase minimal banjir terselesaika n dan Sumber Daya Air Lainnya Presentase minimal banjir terselesaik an 1 Perencanaan Program Pengembangan Sumber Daya Air Kota Bandun g Tersedianya program pengembangan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) 6 Dokumen 1.022.177.000,00 Perencanaan Program Pengembangan Sumber Daya Air Kota Bandung Tersedianya program pengembang an infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) 6 dokume n 1.038.539.500, 00 X Program Pengendalian Banjir Kota Bandu ng Persentase minimal penanganan banjir kurang dari 2 jam Presentase minimal 100% 153.335.613.09 6,00 Program Pengendalian Banjir Kota Bandung Persentas e minimal penangan an banjir kurang dari 2 jam Presentas e minimal 100% 108.100.000.0 00,00

(34)

29 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) banjir terselesaika n banjir terselesai kan 1 Pemeliharaan Drainase dan Sumber Daya Air Kota Bandun g Terpelihara dan Ternormalisasi nya Saluran Sungai 2.500 m 49.849.322.137,0 0 Pemeliharaan Drainase dan Sumber Daya Air Kota Bandung Terpelihara dan Ternormalis asi-nya Saluran Sungai 2.500 m 72.312.674.920 ,00 2 Mengendalikan Banjir Pada Daerah Tangkapan Air dan Badan- Badan Sungai Kota Bandun g Tersedianya rumah pompa lengkap 6 unit 98.295.853.556,0 0 Mengendalikan Banjir Pada Daerah Tangkapan Air dan Badan-Badan Sungai Kota Bandung Tersedianya rumah pompa lengkap 6 Unit 55.880.634.820 ,00 3 Peningkatan pembersihan dan pengerukan sungai/kali Kota Bandun g Terpeliharanya kondisi sungai/kali 15.000 m 2.585.629.603,00 Peningkatan pembersihan dan Kota Bandung Terpeliharan ya kondisi sungai/kali 15.000 m 27.162.275.471 ,00

(35)

30 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) pengerukan sungai/kali 4 Perencanaan Drainase dan Sumber Daya Air Kota Bandun g Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 100% 2.604.807.800,00 Perencanaan Drainase dan Sumber Daya Air Kota Bandung Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 6 Dokume n 2.604.807.800, 00 XI Program Penerangan Jalan Umum Kota Bandu ng Presentase minimal jumlah PJU terbangun yang berfungsi baik 100% 48.775.932.378, 00 Program Penerangan Jalan Umum Kota Bandung Presentase minimal jumlah PJU terbangun yang berfungsi baik 100% 39.338.372.30 3.00 1 Perencanaan Penerangan Jalan Umum Kota Bandun g Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 156 DOkumen 1.721.258.700,00 Perencanaan Penerangan Jalan Umum Kota Bandung Tersedianya acuan kerja pelaksanaan 25 Dokume n 1.721.258.700, 00 2 Pembangunan Penerangan Jalan Umum Kota Bandun g Terbangunnya PJU 2.300 Titik 24.999.058.911,0 0 Pembangunan Penerangan Jalan Umum Kota Bandung Terbangunn ya PJU 2.300 Titik 24.938.865.037 ,00

(36)

31 No.

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Pentin g Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Pagu Indikatif (Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian Kebutuhan Dana (Rp) 3 Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Kota Bandun g Terpeliharanya PJU 1.500 Titik 22.055.614.768,0 0 Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Kota Bandung Terpeliharan ya PJU 1.500 Titik 11.450.386.866 ,00 4 - - - Perencanaan Program Penerangan Jalan Umum Kota Bandung Tersedianya program pengembang an PJU 25 dokume n 1.227.861.700, 00 578.351.642.56 0,00 626.270.890.8 52,00

(37)

32 2.5 PENELAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT

Usulan dan program kegiatan masyarakat yang dimaksud adalah program/ kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan yang terkait langsung dengan pelayanan SKPD, baik dari masyarakat, LSM, asosiasi – asosiasi, maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD dari penelitian dan pengamatan lapangan, serta dari pelaksanaan musrenbang.

Dalam hal ini DPU memperoleh usulan pemangku kepentingan dari musrenbang, reses dewan, proposal dan surat pengajuan masyarakat, penelitian dan pengamatan lapangan.

Usulan pemangku kepentingan yang telah diajukan kepada DPU baik melalui musrenbang, reses dewan dan proposal/surat pengajuan dari masyarakat akan disurvey serta dilakukan pengamatan langsung di lapangan dan disesuaikan dengan Kriteria Penentuan Skala Prioritas Perencanaan, yang telah disesuaikan dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan DPU Kota Bandung. Berdasarkan beberapa hal tersebut kemudian akan disusun urutan prioritas penanganan bagi masing-masing usulan untuk akuntabilitas pemilihan usulan yang dilaksanakan. Sekitar 30% hasil usulan masyarakat melalui forum MUSRENBANG akan menjadi bagian dari pelaksanaan program/kegiatan SKPD Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung yang usulan prioritasnya mempertimbangkan prioritas usulan dari kewilayahan serta kemudian dilakukan pengurutan melalui perhitungan bobot dan nilai sebagai penentu urutan prioritas dalam penanganan, sisanya didasarkan pada perhitungan teknis dan program topdown yang telah dituangkan di dalam dokumen RPJMD.

Proses penganggaran partisipatif ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mereka pada pihak pemerintah. Proses Musrenbang juga terjadi di level kecamatan dan kota demikian pula di provinsi dan nasional. Musrenbang merupakan pendekatan bottom-up di mana suara masyarakat bisa secara aktif mempengaruhi rencana anggaran kota dan bagaimana proyek-proyek pembangunan disusun.

3 TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL

Program prioritas Gubernur yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi DPU Kota Bandung terdapat dalam Bidang Pekerjaan Umum, yaitu :

a.

Percepatan perbaikan jalan rusak Provinsi Jawa Barat;

b. Pembangunan jalan & irigasi dengan anggaran Rp 200 Milyar per tahun.

Yang dilaksanakan melalui:

a.

Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang, barang, dan jasa;

(38)

33

b. Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung

konservasi, pendayagunaan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air. Disamping program prioritas Gubernur, dalam perencanaan pembangunan lima tahunan daerah, ditetapkan program-program yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah secara umum sebagai implementasi urusan-urusan pemerintahan Provinsi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.

Program pelaksanaan urusan pemerintahan provinsi disusun berdasarkan sasaran dari kelima misi yang tercantum dalam RPJMD, seperti pada program Gubernur dalam pencapaian misi RPJMD Provinsi Jawa Barat DPU terkait dengan misi ke 3 “Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah” dalam Bidang Pekerjaan Umum melalui kegiatan dan program sebagai berikut :

1. Meningkatkan kondisi kemantapan jalan dan menambah panjang jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang, barang, dan jasa;

2. Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung konservasi, pendayagunaan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air. Saat ini kita menghadapi tahap ketiga dari pelaksanaan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) yaitu masa perencanaan tahun 2018-2023, dari RPJPD yang disusun hingga tahun 2025. Dimana indikator target pembangunan yang menjadi acuan target kinerja adalah : 1. Luas jalan minimum mencapai 4% dari luas wilayah kota dan 100% dalam kondisi

baik.

2. Indeks aksesibilitas >7.

3. Jaringan drainase primer dan sekunder kota terpadu, integrasi per wilayah pelayanan kota; 75% sistem drainase kota terpadu.

Target dalam lima tahun perencanaan ke depan akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung dengan berbagai program dan kegiatan untuk mengatasi segala tantangan dan isu strategis yang ada.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung tahun 2011-2031 menjabarkan beberapa kebijakan stretegi struktur ruang guna mendukung pola polisentrik (pusat banyak) sebagai konsep Kota Bandung guna menuju compact city dan teratur pertumbuhannya. Kebijakan tersebut didukung oleh kebijakan bahwa Kota Bandung akan dilayani oleh dua pusat pelayanan, yaitu Alun-alun dan Gedebage serta delapan sub pusat pelayanan disetiap sub wilayah kota. Pusat pelayanan Alun-alun melayani Sub Wilayah Kota (SWK) Cibeunying, Karees, Bojonegara, dan Tegallega. Sedangkan Pusat Pelayanan Gedebage melayani Sub Wilayah Kota (SWK) Derwati, Ujungberung, Kordon dan Arcamanik. Setiap kegiatan primer akan dilayani oleh

Gambar

Tabel 2-1  Capaian Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2017

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra – SKPD) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Tahun 2013-2018 pada

Dengan demikian salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Pada tesis ini akan disajikan dan disimulasikan pemulihan kedip tegangan yang terjadi akibat gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada saluran distribusi tiga fasa, dengan

Dalam hal ini, kemampuan berkonsentrasi, kemauan berlatih dan belajar sangat menentukan jenis panel yang akan dipakai (terlatih atau tidak). Sebagai ilustrasi, melatih

Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki

Dari hasil tersebut dapat diketahui jumlah konsumen minyak goreng Bimoli di Kheyla Mart paling banyak diminati oleh usia 31-45, karena mayoritas pada usia

4 Pembangunan Sarana Prasarana Air Kebutuhan Masyarakat Jaringan Air Bersih 1 Pkt Tersedianya Fasilitas 100 % 750,000,000 APBD II Desa Amahusu. Bersih Desa Amahusu akan Air Bersih

Tabel 4.35 Pelaksanaan Penyelesaian Pekerjaan oleh Pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Sesuai antara Hasil Kerja dengan Tujuan Organisasi